Langsung ke konten
Pengumuman Layanan

Heartology Menangani ASD dengan Teknik Zero-Fluoroscopy tanpa Paparan Radiasi

Heartology menangani ASD lewat intervensi tanpa operasi terbuka dengan teknik zero-fluoroscopy: ekokardiografi menjadi panduan utama sehingga paparan sinar-X dapat dihindari, terutama bagi bayi, anak, dan ibu hamil.

dr. Radityo Prakoso, Sp.JP(K), bersama tim medis di ruang kateterisasi jantung dengan monitor ekokardiografi, dalam foto penanganan ASD menggunakan teknik zero-fluoroscopy di Heartology.
dr. Radityo Prakoso, Sp.JP(K), bersama tim medis di ruang kateterisasi jantung. Heartology Cardiovascular Hospital menghadirkan penanganan Atrial Septal Defect (ASD) menggunakan teknik zero-fluoroscop

Jakarta, 10 Februari 2026. Heartology Cardiovascular Hospital menangani atrial septal defect (ASD), yaitu lubang pada sekat di antara dua serambi jantung, melalui intervensi tanpa operasi terbuka dengan teknik zero-fluoroscopy. Pada teknik ini, ekokardiografi menjadi panduan utama selama tindakan, sehingga paparan sinar-X (fluoroskopi) dapat dihindari.

Mengapa Tanpa Radiasi Penting

Penutupan ASD lewat kateter umumnya dipandu fluoroskopi. Menurut dr. Radityo Prakoso, Sp.JP(K), dokter spesialis jantung dan pembuluh darah dengan subspesialisasi kardiologi pediatrik di Heartology, menghindari radiasi penting terutama bagi bayi, anak, ibu hamil, dan tenaga medis yang sering terlibat dalam tindakan berulang, sementara ketepatan pemasangan alat tetap terjaga dengan panduan ekokardiografi. Kesesuaian teknik ini bagi setiap pasien ditentukan dokter setelah evaluasi.

Penyakit Jantung Bawaan di Indonesia

dr. Radityo menyebut, dari sekitar 5 juta kelahiran per tahun di Indonesia, diperkirakan sekitar 50.000 bayi lahir dengan penyakit jantung bawaan, dan sekitar 8.500 di antaranya ASD tipe sekundum. Gejalanya sering tidak spesifik, sehingga kadang terlambat disadari orang tua.

Orang tua perlu waspada bila anak menunjukkan kulit, bibir, atau kuku kebiruan; mudah lelah atau sesak, terutama saat menyusu; sulit menghabiskan susu; berat badan sulit naik; atau bengkak di tungkai, perut, atau sekitar mata. Riwayat lahir prematur juga perlu diperhatikan. Bila menemukan tanda tersebut, periksakan anak ke dokter.

Liputan Media

Layanan dalam Berita Ini

Congenital and Structural Heart Center

Congenital and Structural Heart Center menangani kelainan bentuk jantung yang dibawa sejak lahir atau baru ditemukan saat dewasa, seperti lubang di sekat jantung, pembuluh darah yang tetap terbuka setelah lahir, serta penyempitan pembuluh atau katup.

Kenali Congenital and Structural Heart Center

Dokter yang disebut dalam berita

  • dr. Radityo Prakoso, Sp.JP(K)Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah · Pediatri dan Penyakit Jantung BawaanLihat Profil Dokter
Semua Kabar & Berita

Berita Lainnya

Semua Kabar & Berita

Untuk Media & Mitra

Informasi Langsung dari Heartology.

Untuk kebutuhan peliputan, wawancara, atau informasi resmi rumah sakit, kunjungi halaman Media & PR.

Pertanyaan media lainnya: info@heartology.id

Media & PR

Kontak dan informasi institusi