Jawaban singkat
Apa Itu Kebocoran Paravalvular?
Kebocoran paravalvular adalah aliran darah balik melalui celah di antara cincin katup jantung buatan dan jaringan jantung di sekitarnya. Kebocoran kecil sering tanpa keluhan, sedangkan yang besar dapat menimbulkan sesak, anemia, dan gagal jantung.
Sumber informasiTanda yang Memerlukan Pertolongan Segera
- Sesak napas berat saat istirahat atau terbangun karena sesak
- Batuk berdahak merah muda dan berbusa
- Nyeri dada, pingsan, atau kulit dingin dan pucat
- Demam tinggi dan menggigil setelah tindakan katup
- Lemas berat disertai urine sangat gelap
Bila tanda ini muncul, segera ke IGD terdekat atau hubungi Heart Attack Center 1500 258.
01 / Memahami kondisi
Mengenal Kebocoran Paravalvular
Katup jantung buatan dijahit atau ditanam pada cincin jaringan tempat katup asli berada. Bila katup tidak menempel rapat di seluruh kelilingnya, terbentuk celah kecil di antara cincin katup buatan dan jaringan jantung. Darah dapat mengalir balik melalui celah ini, di luar daun katup. Inilah yang disebut kebocoran paravalvular. Berbeda dengan kebocoran melalui daun katup, kebocoran ini terjadi di pinggir katup. Kebocoran dapat terjadi pada katup mekanik maupun biologis, berupa satu celah atau beberapa celah sekaligus.
Kapan Kebocoran Muncul
Kebocoran paravalvular dapat muncul setelah operasi penggantian katup, lebih sering pada posisi mitral daripada aorta, dan setelah penggantian katup aorta lewat kateter (TAVI). Pada TAVI, katup tidak dijahit melainkan ditekan ke dinding katup lama, sehingga pengapuran yang tidak rata dapat meninggalkan celah. Sebagian kebocoran sudah ada sejak tindakan, sebagian lain baru muncul bertahun-tahun kemudian, misalnya karena jahitan melonggar atau infeksi merusak jaringan di sekitar katup.
Dampak pada Jantung dan Darah
Dokter menggolongkan kebocoran menjadi ringan, sedang, atau berat berdasarkan ekokardiografi. Sebagian besar kebocoran berukuran ringan dan tidak menimbulkan keluhan. Kebocoran sedang sampai berat membuat bilik jantung menampung darah berlebih setiap denyut, sehingga lama-kelamaan jantung membesar dan melemah. Keluhannya berupa sesak, cepat lelah, dan bengkak. Selain itu, darah yang menyembur cepat melalui celah sempit dapat merusak sel darah merah (hemolisis). Akibatnya muncul anemia dengan lemas, pucat, mata kuning, atau urine gelap. Hemolisis bisa terjadi bahkan pada celah kecil, sehingga beratnya keluhan tidak selalu sebanding dengan besar celah.
Pilihan Penanganan
Kebocoran ringan tanpa keluhan cukup dipantau dengan ekokardiografi berkala. Bila kebocoran menimbulkan gagal jantung atau hemolisis yang membutuhkan transfusi, celah dapat ditutup dengan alat penyumbat kecil lewat kateter, yang dibahas di halaman Penutupan Kebocoran Paravalvular. Operasi ulang tetap menjadi pilihan bila ada infeksi aktif, katup goyah, atau celah tidak cocok ditutup lewat kateter. Keputusan diambil tim jantung yang terdiri atas dokter jantung pencitraan, intervensi, dan bedah. Gangguan katup buatan secara umum dibahas di halaman Disfungsi Katup Prostetik.
02 / Memahami kondisi
Gejala yang Perlu Dikenali.
Gejala Umum
- Sesak napas saat beraktivitas atau saat berbaring
- Cepat lelah dan kemampuan aktivitas menurun
- Bengkak di kaki atau berat badan naik cepat
- Berdebar atau irama jantung tidak teratur
- Lemas dan pucat karena anemia
- Urine berwarna gelap seperti teh
- Mata atau kulit tampak kekuningan
- Murmur baru yang ditemukan dokter saat kontrol
03 / Memahami kondisi
Apa yang Menyebabkan Kondisi Ini?
- Pengapuran tebal pada cincin katup yang membuat katup buatan tidak menempel rapat
- Jaringan cincin katup yang rapuh, misalnya setelah operasi berulang
- Jahitan yang melonggar atau lepas seiring waktu
- Infeksi katup (endokarditis) yang merusak jaringan di sekitar cincin
- Pada TAVI: ukuran atau posisi katup kurang sesuai dengan anatomi katup lama
04 / Memahami kondisi
Siapa yang Lebih Berisiko?
Medis
Pengapuran berat pada cincin katup, riwayat endokarditis, operasi katup berulang, dan penyakit jaringan ikat meningkatkan kemungkinan celah di sekitar katup.
Lainnya
Katup di posisi mitral lebih sering mengalami kebocoran paravalvular dibanding posisi aorta. Pada TAVI, pengapuran yang tidak rata dan ukuran katup yang kurang sesuai berperan besar.
Usia
Lansia lebih sering memiliki pengapuran berat dan jaringan rapuh, serta lebih banyak menjalani TAVI.
Gaya Hidup
Kebersihan gigi yang buruk meningkatkan risiko endokarditis, salah satu penyebab kebocoran yang muncul belakangan.
Kelompok yang Lebih Berisiko
- Pasien Pasca Penggantian Katup Mitral: Kebocoran paravalvular lebih sering ditemukan pada posisi mitral, sehingga ekokardiografi kontrol menjadi penting.
- Pasien Pasca TAVI: Kebocoran ringan setelah TAVI cukup sering ditemukan; kebocoran sedang atau lebih perlu dievaluasi lebih lanjut.
- Pasien dengan Riwayat Endokarditis: Infeksi dapat merusak jaringan di sekitar cincin katup dan menimbulkan kebocoran baru.
- Pasien dengan Operasi Katup Berulang: Jaringan yang sudah beberapa kali dioperasi cenderung lebih rapuh untuk menahan jahitan.
05 / Memahami kondisi
Bagaimana Diagnosis Ditegakkan?
Kebocoran paravalvular sering pertama kali dicurigai dari murmur baru saat kontrol, sesak yang bertambah, atau anemia yang tidak jelas sebabnya pada orang dengan katup buatan. Ekokardiografi transtorakal (TTE) adalah pemeriksaan awal untuk menilai fungsi jantung dan arah aliran bocor. Karena bayangan katup buatan dapat menutupi gambar, ekokardiografi transesofageal (TEE), terutama tiga dimensi, dipakai untuk melihat lokasi, jumlah, bentuk, dan ukuran celah.
CT jantung membantu merencanakan penutupan lewat kateter, sedangkan MRI jantung dapat mengukur volume darah yang bocor. Tes darah menilai hemoglobin dan penanda hemolisis seperti LDH, haptoglobin, dan bilirubin. Bila ada demam, kultur darah diambil untuk menyingkirkan endokarditis sebelum tindakan apa pun. Hasil seluruh pemeriksaan dibahas tim jantung untuk memilih pemantauan, penutupan lewat kateter, atau operasi.
Pemeriksaan Fisik
Dokter mencari murmur baru, tanda bendungan cairan, dan tanda anemia seperti pucat atau mata kuning.
Ekokardiografi
TTE menilai fungsi jantung dan beratnya kebocoran; TEE tiga dimensi memetakan lokasi, jumlah, dan ukuran celah.
CT-Scan Jantung
Memetakan anatomi celah dan struktur di sekitarnya untuk merencanakan penutupan lewat kateter.
MRI Jantung
Mengukur volume darah yang bocor dan dampaknya pada ukuran serta fungsi bilik, terutama pada katup aorta.
Pemeriksaan Darah Lengkap
Menilai hemoglobin dan retikulosit untuk mencari anemia akibat kerusakan sel darah merah.
Penanda hemolisis (LDH, haptoglobin, dan bilirubin) membantu memastikan hemolisis dan memantau perbaikannya setelah penanganan.
Kateterisasi Jantung
Mengukur tekanan di ruang jantung dan menilai pembuluh koroner bila diperlukan sebelum tindakan.
06 / Memahami kondisi
Pilihan Penanganan.
Penanganan ditentukan dokter setelah evaluasi. Kategori berikut membantu Anda memahami pembicaraan dengan dokter.
Pemantauan Berkala
Kebocoran ringan tanpa keluhan dan tanpa hemolisis cukup dipantau dengan ekokardiografi sesuai jadwal dokter.
Obat Gagal Jantung
Golongan diuretik dan obat jantung lain untuk mengurangi sesak dan bengkak; tidak menutup celah, tetapi meringankan beban jantung.
Penanganan Anemia
Suplemen zat besi dan asam folat, serta transfusi bila perlu, sesuai beratnya hemolisis dan keputusan dokter.
Penutupan Transkateter
Alat penyumbat kecil dimasukkan lewat pembuluh darah atau dinding jantung untuk menutup celah, dipandu TEE; pilihan pada pasien tertentu dengan anatomi yang sesuai.
Operasi Ulang Katup
Dipilih bila ada infeksi aktif, katup goyah, celah sangat besar atau banyak, atau penutupan transkateter tidak sesuai.
Antibiotik untuk Endokarditis
Bila kebocoran disebabkan infeksi, antibiotik intravena diberikan selama beberapa minggu dan operasi sering diperlukan.
07 / Memahami kondisi
Komplikasi yang Perlu Dipantau.
Gagal Jantung
Beban darah berlebih membuat bilik jantung membesar dan melemah, menimbulkan sesak, bengkak, dan rawat inap berulang.
Anemia Hemolitik
Sel darah merah rusak saat melewati celah sempit, sehingga muncul lemas, pucat, urine gelap, dan kadang perlu transfusi.
Hipertensi Pulmonal
Kebocoran mitral yang lama meningkatkan tekanan di pembuluh darah paru dan membebani bilik kanan.
Gangguan Irama Jantung
Serambi yang meregang dapat memicu fibrilasi atrium dan debar tidak teratur.
Gangguan Fungsi Ginjal
Hemolisis berat dan aliran darah yang berkurang dapat menurunkan fungsi ginjal.
08 / Memahami kondisi
Apa yang Bisa Dilakukan?
- Jalani ekokardiografi dasar setelah penggantian katup dan kontrol berkala
- Jaga kebersihan gigi dan periksa ke dokter gigi secara teratur
- Beri tahu dokter bahwa Anda memakai katup buatan sebelum tindakan apa pun
- Laporkan sesak, lelah, atau urine gelap yang baru muncul
- Periksakan demam yang tidak jelas sebabnya sebelum minum antibiotik
- Minum obat sesuai anjuran dan datang ke kontrol tepat waktu
09 / Memahami kondisi
Kapan Harus ke Dokter?
Bila Anda memakai katup jantung buatan, baik lewat operasi maupun TAVI, buat janji lebih awal bila sesak dan lelah bertambah, bengkak kaki muncul, atau Anda tampak pucat, mata kekuningan, atau urine gelap seperti teh. Laporkan juga bila hasil laboratorium menunjukkan hemoglobin turun atau Anda mulai sering membutuhkan transfusi.
Segera ke IGD bila:
- Sesak napas berat saat istirahat atau terbangun karena sesak
- Batuk berdahak merah muda dan berbusa
- Nyeri dada, pingsan, atau kulit dingin dan pucat
- Demam tinggi dan menggigil setelah tindakan katup
Jangan Menunggu bila Kondisinya Darurat.
Bila keluhan terasa berat atau muncul mendadak, segera ke IGD terdekat atau hubungi Heart Attack Center 1500 258, bukan menunggu janji temu.
10 / Pertanyaan umum
Hal yang Mungkin Anda Tanyakan.
Pertanyaan yang sering diajukan tentang kebocoran di sekitar katup jantung buatan.
Apakah semua kebocoran paravalvular perlu ditutup?
Tidak. Banyak kebocoran berukuran ringan, tidak menimbulkan keluhan, dan tidak merusak sel darah merah. Kebocoran seperti ini cukup dipantau dengan ekokardiografi berkala. Penutupan dipertimbangkan bila kebocoran menimbulkan gagal jantung, hemolisis yang membutuhkan transfusi, atau pembesaran jantung yang bertambah. Keputusan diambil tim jantung berdasarkan ukuran dan lokasi celah serta keadaan Anda secara keseluruhan.
Apa beda penutupan lewat kateter dan operasi ulang?
Penutupan lewat kateter memasukkan alat penyumbat kecil lewat pembuluh darah atau dinding jantung tanpa membuka dada, sehingga pemulihan umumnya lebih singkat. Cara ini cocok bila celah dapat dijangkau dan tidak ada infeksi aktif. Operasi ulang memungkinkan dokter menjahit ulang atau mengganti katup secara langsung, dan dipilih bila katup goyah, ada infeksi, atau celah terlalu besar.
Mengapa kebocoran kecil bisa membuat saya anemia?
Darah yang didorong jantung menyembur sangat cepat melalui celah sempit. Gesekan dan tekanan ini dapat merobek sel darah merah, yang disebut hemolisis. Karena semburannya lebih kencang, celah kecil kadang menimbulkan hemolisis yang lebih nyata daripada celah besar. Tandanya lemas, pucat, mata kuning, dan urine gelap. Bila berat, hemolisis menjadi alasan kuat untuk menutup celah.
Apakah kebocoran setelah TAVI sama dengan kebocoran setelah operasi?
Prinsipnya sama, yaitu darah bocor melalui celah di pinggir katup buatan. Pada TAVI, katup tidak dijahit tetapi ditekan ke katup lama, sehingga pengapuran yang tidak rata dapat meninggalkan celah. Kebocoran ringan setelah TAVI cukup sering ditemukan dan biasanya hanya dipantau. Kebocoran sedang atau berat berkaitan dengan hasil jangka panjang yang kurang baik, sehingga perlu dievaluasi tim jantung.
Apakah penutupan lewat kateter selalu menghilangkan kebocoran?
Tidak selalu sepenuhnya. Tujuannya mengurangi kebocoran sampai tingkat yang tidak lagi membebani jantung atau merusak sel darah merah. Celah dengan bentuk tidak beraturan kadang hanya dapat ditutup sebagian, dan sebagian orang memerlukan tindakan tambahan. Setelah tindakan, ekokardiografi dan tes darah diulang untuk menilai sisa kebocoran dan perbaikan hemolisis.
Sumber dan Tinjauan Medis
Ditinjau secara medis oleh Dr. dr. Dafsah A. Juzar, Sp.JP(K).
- Ruiz CE, Hahn RT, Berrebi A, et al. Clinical Trial Principles and Endpoint Definitions for Paravalvular Leaks in Surgical Prosthesis: An Expert Statement. J Am Coll Cardiol. 2017;69(16):2067-2087.
- Zoghbi WA, Jone PN, Chamsi-Pasha MA, et al. Guidelines for the Evaluation of Prosthetic Valve Function With Cardiovascular Imaging: A Report From the American Society of Echocardiography Developed in Collaboration With the Society for Cardiovascular Magnetic Resonance and the Society of Cardiovascular Computed Tomography. J Am Soc Echocardiogr. 2024;37(1):2-63.
- Praz F, Borger MA, Lanz J, et al. 2025 ESC/EACTS Guidelines for the management of valvular heart disease. Eur Heart J. 2025;46(44):4635-4736.
- Otto CM, Nishimura RA, Bonow RO, et al. 2020 ACC/AHA Guideline for the Management of Patients With Valvular Heart Disease: A Report of the American College of Cardiology/American Heart Association Joint Committee on Clinical Practice Guidelines. Circulation. 2021;143(5):e72-e227.
- Genereux P, Piazza N, Alu MC, et al. Valve Academic Research Consortium 3: updated endpoint definitions for aortic valve clinical research. Eur Heart J. 2021;42(19):1825-1857.
- Millan X, Skaf S, Joseph L, et al. Transcatheter Reduction of Paravalvular Leaks: A Systematic Review and Meta-analysis. Can J Cardiol. 2015;31(3):260-269.




