Langsung ke konten

Hipertensi & Penyakit Metabolik Kardiovaskular

Sleep Apnea Obstruktif

Obstructive Sleep Apnea (OSA)

Ditinjau secara medis olehdr. Debby C. Soemitha, Sp.PD, Spesialis Penyakit Dalam
Terakhir diperbarui7 Oktober 2026
Ilustrasi obstructive sleep apnea dengan saluran napas atas yang menyempit akibat jaringan lunak dan pangkal lidah, disertai inset perbandingan jalan napas terbuka dan tersumbat, jantung dengan tekanan darah meningkat, serta penurunan kadar oksigen saat tidur.
Ilustrasi Sleep Apnea Obstruktif

Jawaban singkat

Apa Itu Sleep Apnea Obstruktif?

Sleep apnea obstruktif adalah gangguan tidur ketika saluran napas atas berulang kali menyempit atau tertutup sehingga napas berhenti sejenak. Kondisi ini membuat tidur tidak nyenyak dan membebani jantung serta pembuluh darah.

Sumber informasi

Tanda yang Memerlukan Pertolongan Segera

  • Tertidur saat menyetir atau hampir mengalami kecelakaan
  • Nyeri dada, terutama saat terbangun di malam hari
  • Debar tidak teratur disertai pusing atau pingsan
  • Sesak napas saat berbaring atau bengkak kaki yang bertambah
  • Wajah mencong, bicara pelo, atau lemah satu sisi tubuh

Bila tanda ini muncul, segera ke IGD terdekat atau hubungi Heart Attack Center 1500 258.

Catatan kegawatan: Sleep apnea obstruktif bukan keadaan darurat, tetapi bila derajatnya sedang sampai berat dan dibiarkan, berkaitan dengan hipertensi, fibrilasi atrium, stroke, dan kecelakaan karena kantuk. Pemeriksaan tidur dan penanganan membantu mengendalikan risiko ini.

Mengenal Sleep Apnea Obstruktif

Saat tidur, otot di sekitar tenggorokan mengendur. Pada sleep apnea obstruktif, saluran napas atas menyempit atau tertutup berulang kali, sehingga napas melemah (hipopnea) atau berhenti (apnea) selama 10 detik atau lebih. Otak lalu membangunkan Anda sejenak, sering tanpa disadari, agar napas kembali. Siklus ini dapat terjadi puluhan kali setiap jam, sehingga tidur terpotong-potong dan kadar oksigen naik turun sepanjang malam.

Derajatnya diukur dengan indeks apnea-hipopnea (AHI), yaitu jumlah henti napas dan napas melemah per jam tidur: 5 sampai kurang dari 15 tergolong ringan, 15 sampai kurang dari 30 sedang, dan 30 atau lebih berat. Banyak orang tidak tahu mereka mengalaminya. Pasangan tidur sering menjadi orang pertama yang melihat dengkuran keras dan napas yang berhenti.

Dampak pada Jantung dan Pembuluh Darah

Setiap henti napas menurunkan oksigen, memicu lonjakan saraf simpatis, menaikkan tekanan darah, dan membuat tekanan di rongga dada berubah tajam. Bila berulang setiap malam selama bertahun-tahun, keadaan ini berkaitan dengan hipertensi, terutama hipertensi yang sulit dikendalikan dan tekanan darah yang tetap tinggi saat tidur. Sleep apnea juga berkaitan dengan fibrilasi atrium, gagal jantung, penyakit jantung koroner, dan stroke. Hipertensi yang sulit dikendalikan dibahas di halaman Hipertensi Resisten.

Dampak pada Paru dan Kehidupan Sehari-hari

Pada sebagian orang, terutama dengan obesitas berat atau penyakit paru lain, kadar oksigen yang rendah berulang dapat menaikkan tekanan pembuluh darah paru. Di siang hari, tidur yang terpotong menimbulkan kantuk, sulit berkonsentrasi, dan mudah marah. Kantuk saat menyetir meningkatkan risiko kecelakaan. Pada anak, sleep apnea sering berkaitan dengan amandel dan adenoid yang membesar, dan dapat mengganggu pertumbuhan serta belajar.

Dapat Dikenali dan Ditangani

Sleep apnea obstruktif dapat dipastikan dengan pemeriksaan tidur dan dapat ditangani. Terapi tekanan udara positif (CPAP), penurunan berat badan, alat oral, dan pengaturan posisi tidur membantu menjaga saluran napas tetap terbuka. Penanganan yang dijalankan rutin memperbaiki kantuk dan kualitas hidup, serta dapat membantu menurunkan tekanan darah. Karena itu, pedoman hipertensi dan fibrilasi atrium memasukkan sleep apnea sebagai faktor yang perlu dicari dan dikelola.

Gejala yang Perlu Dikenali.

Gejala Umum

  • Mendengkur keras hampir setiap malam
  • Napas berhenti saat tidur yang dilihat pasangan
  • Terbangun tersedak atau terengah-engah
  • Mengantuk berat di siang hari walau tidur cukup lama
  • Sakit kepala atau mulut kering saat bangun pagi
  • Sering terbangun untuk buang air kecil di malam hari
  • Sulit berkonsentrasi, mudah lupa, atau mudah marah

Gejala pada Perempuan Dewasa

Pada perempuan, terutama setelah menopause, keluhan sering kurang khas sehingga sleep apnea lebih lambat dikenali.

  • Sulit tidur atau sering terbangun
  • Lelah berkepanjangan yang lebih menonjol daripada rasa kantuk
  • Sakit kepala di pagi hari
  • Suasana hati murung atau mudah cemas

Gejala pada Anak-Anak

Pada anak, sleep apnea sering berkaitan dengan amandel dan adenoid yang membesar, dan gejalanya bisa berbeda dari orang dewasa.

  • Mendengkur hampir setiap malam
  • Tidur gelisah atau bernapas lewat mulut
  • Mengompol lagi setelah sebelumnya tidak
  • Hiperaktif, sulit fokus, atau prestasi sekolah menurun
  • Pertumbuhan atau kenaikan berat badan terhambat
Tidak semua orang mengalami gejala yang sama. Bila keluhan berulang atau memburuk, periksakan diri.

Apa yang Menyebabkan Kondisi Ini?

  • Otot tenggorokan dan lidah mengendur saat tidur sehingga saluran napas menyempit
  • Timbunan lemak di leher dan sekitar saluran napas pada kelebihan berat badan
  • Bentuk wajah dan rahang, misalnya rahang bawah kecil atau letaknya mundur
  • Amandel, adenoid, atau lidah yang besar, terutama pada anak
  • Hidung tersumbat menahun
  • Alkohol, obat penenang, atau obat tidur yang membuat otot tenggorokan makin kendur

Siapa yang Lebih Berisiko?

Gaya Hidup

Kelebihan berat badan, minum alkohol menjelang tidur, merokok, dan pemakaian obat penenang meningkatkan risiko dan memperberat sleep apnea.

Medis

Hipertensi, terutama yang sulit dikendalikan, diabetes tipe 2, fibrilasi atrium, gagal jantung, stroke, hipotiroidisme, dan sindrom ovarium polikistik sering disertai sleep apnea obstruktif.

Usia

Risiko meningkat seiring usia, dan pada perempuan meningkat setelah menopause.

Genetik

Bentuk wajah, rahang, dan saluran napas yang diturunkan dalam keluarga dapat membuat saluran napas lebih mudah tertutup.

Lainnya

Laki-laki lebih sering mengalaminya daripada perempuan usia subur. Lingkar leher yang besar juga menjadi penanda risiko.

Kelompok yang Lebih Berisiko

  • Penyandang Obesitas: Lemak di leher dan perut mempersempit saluran napas dan mengurangi volume paru saat berbaring.
  • Penyandang Hipertensi Resisten: Sleep apnea banyak ditemukan pada kelompok ini, dan pedoman hipertensi menganjurkan skrining bila ada gejala.
  • Penyandang Fibrilasi Atrium atau Gagal Jantung: Sleep apnea dapat memicu kekambuhan aritmia dan memperberat beban jantung, sehingga perlu dicari bila ada gejala.
  • Laki-Laki Paruh Baya dan Perempuan Pascamenopause: Perubahan hormon dan sebaran lemak seiring usia membuat saluran napas lebih mudah menyempit saat tidur.
  • Penyandang Diabetes Tipe 2: Sleep apnea sering menyertai diabetes tipe 2 dan dapat memperburuk pengendalian gula darah.
Memiliki faktor risiko tidak berarti seseorang pasti mengalami kondisi ini.

Bagaimana Diagnosis Ditegakkan?

Dokter mulai dari keluhan Anda dan cerita pasangan tidur: dengkuran, henti napas, tersedak saat tidur, dan kantuk di siang hari. Kuesioner seperti STOP-Bang dan skala kantuk Epworth membantu memperkirakan kemungkinan sleep apnea, tetapi tidak dapat memastikannya.

Diagnosis dipastikan dengan pemeriksaan tidur. Polisomnografi di laboratorium tidur merekam napas, oksigen, gelombang otak, dan irama jantung sepanjang malam. Pada orang dewasa dengan dugaan sleep apnea sedang sampai berat tanpa penyakit paru, jantung, atau saraf yang berat, pemeriksaan tidur di rumah dapat menjadi pilihan; bila hasilnya negatif atau meragukan, polisomnografi tetap dianjurkan. Hasilnya berupa AHI yang menentukan derajat. Karena sleep apnea berkaitan erat dengan jantung, dokter juga dapat memeriksa tekanan darah 24 jam, EKG atau Holter, dan ekokardiografi untuk menilai dampaknya.

  1. Pemeriksaan Fisik

    Dokter menilai berat badan, lingkar leher, tekanan darah, bentuk rahang, amandel, dan hidung, serta memakai kuesioner seperti STOP-Bang dan skala kantuk Epworth.

  2. Polisomnografi: pemeriksaan tidur semalam di laboratorium tidur yang merekam napas, oksigen, gelombang otak, gerak, dan irama jantung untuk menghitung AHI.

  3. Pemeriksaan tidur di rumah dengan alat portabel yang merekam napas dan oksigen, untuk dewasa dengan dugaan sleep apnea sedang sampai berat tanpa penyakit penyerta berat.

  4. Pemantauan Tekanan Darah Ambulatori

    Mengukur tekanan darah selama 24 jam, termasuk saat tidur, untuk melihat tekanan darah malam yang tetap tinggi.

  5. Pemantauan Holter

    Merekam irama jantung untuk mencari fibrilasi atrium atau denyut lambat yang muncul saat tidur.

  6. Ekokardiografi

    Menilai ukuran dan fungsi jantung serta memperkirakan tekanan pembuluh darah paru bila ada sesak atau bengkak.

Pilihan Penanganan.

Penanganan ditentukan dokter setelah evaluasi. Kategori berikut membantu Anda memahami pembicaraan dengan dokter.

Terapi Tekanan Udara Positif (CPAP)

Masker yang meniupkan udara bertekanan ringan menjaga saluran napas tetap terbuka. Pilihan utama untuk derajat sedang sampai berat; manfaatnya bergantung pada pemakaian rutin setiap malam.

Penurunan Berat Badan

Turun berat badan dapat mengurangi derajat sleep apnea. Dokter dapat membantu dengan program gizi, aktivitas fisik, obat, atau bedah bariatrik pada orang tertentu.

Alat Oral Pemaju Rahang

Alat seperti pelindung gigi yang menahan rahang bawah sedikit maju, pilihan untuk derajat ringan sampai sedang atau bila CPAP tidak dapat dipakai.

Terapi Posisi Tidur

Membantu orang yang henti napasnya terutama terjadi saat telentang agar terbiasa tidur miring.

Pembedahan Saluran Napas

Operasi amandel dan adenoid pada anak, atau operasi hidung, tenggorokan, dan rahang pada dewasa tertentu, setelah evaluasi dokter THT.

Pengendalian Faktor Risiko Jantung

Tekanan darah, gula darah, kolesterol, dan irama jantung tetap dikelola dengan obat sesuai keputusan dokter, bersamaan dengan terapi sleep apnea.

Kesesuaian dan ketersediaan pemeriksaan atau terapi perlu dikonfirmasi bersama tim perawatan.

Komplikasi yang Perlu Dipantau.

Hipertensi dan Hipertensi Resisten

Lonjakan tekanan darah berulang saat tidur dapat menetap menjadi hipertensi, termasuk tekanan darah malam yang tidak turun.

Fibrilasi Atrium

Oksigen rendah dan perubahan tekanan di rongga dada meregangkan serambi jantung, memicu aritmia dan kekambuhan setelah pengobatan.

Gagal Jantung

Beban berulang pada jantung dapat memperburuk fungsi pompa, terutama pada orang yang sudah memiliki penyakit jantung.

Stroke dan Penyakit Jantung Koroner

Sleep apnea sedang sampai berat berkaitan dengan risiko stroke dan serangan jantung yang lebih tinggi.

Kecelakaan Akibat Kantuk

Kantuk berat di siang hari meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas dan kecelakaan kerja.

Gangguan Gula Darah dan Metabolik

Tidur yang terpotong dan oksigen rendah berkaitan dengan resistensi insulin dan sulitnya mengendalikan diabetes.

Apa yang Bisa Dilakukan?

  • Jaga berat badan sehat dan lingkar perut dalam batas normal
  • Hindari alkohol dan obat penenang menjelang tidur
  • Berhenti merokok
  • Biasakan tidur miring bila dengkuran memburuk saat telentang
  • Atasi hidung tersumbat menahun bersama dokter
  • Tidur cukup dengan jadwal yang teratur
  • Gunakan CPAP setiap malam bila sudah diresepkan, termasuk saat bepergian

Kapan Harus ke Dokter?

Periksakan diri bila Anda mendengkur keras hampir setiap malam, pasangan melihat napas Anda berhenti saat tidur, atau Anda sering mengantuk di siang hari walau tidur cukup lama. Pemeriksaan juga dianjurkan bila Anda menyandang hipertensi yang sulit dikendalikan, fibrilasi atrium, atau gagal jantung disertai dengkuran. Anak yang mendengkur hampir setiap malam perlu diperiksakan ke dokter anak.

Segera cari pertolongan bila:

  • Anda tertidur saat menyetir atau hampir mengalami kecelakaan
  • Muncul nyeri dada, debar tidak teratur, atau pingsan
  • Sesak napas saat berbaring atau bengkak kaki bertambah
  • Muncul tanda stroke, seperti wajah mencong atau bicara pelo

Jangan Menunggu bila Kondisinya Darurat.

Bila keluhan terasa berat atau muncul mendadak, segera ke IGD terdekat atau hubungi Heart Attack Center 1500 258, bukan menunggu janji temu.

Hal yang Mungkin Anda Tanyakan.

Pertanyaan yang sering diajukan tentang sleep apnea obstruktif dan hubungannya dengan jantung.

Apakah semua orang yang mendengkur mengalami sleep apnea?

Tidak. Banyak orang mendengkur tanpa henti napas. Dengkuran menjadi tanda waspada bila sangat keras, terjadi hampir setiap malam, disertai henti napas atau tersedak yang dilihat pasangan, dan diikuti kantuk di siang hari. Kelebihan berat badan, hipertensi, dan lingkar leher besar menambah kemungkinannya. Hanya pemeriksaan tidur yang dapat memastikan ada tidaknya sleep apnea.

Apa hubungan sleep apnea dengan tekanan darah tinggi?

Setiap kali napas berhenti, oksigen turun dan saraf simpatis memicu lonjakan tekanan darah. Bila terjadi berulang setiap malam, tekanan darah dapat tetap tinggi, termasuk saat tidur. Sleep apnea banyak ditemukan pada orang dengan hipertensi yang sulit dikendalikan walau sudah minum beberapa obat. Penanganan sleep apnea, terutama CPAP yang dipakai rutin, dapat membantu menurunkan tekanan darah, walau obat tetap diperlukan.

Apakah CPAP harus dipakai seumur hidup?

CPAP bekerja selama dipakai dan tidak menyembuhkan penyempitan saluran napas, sehingga sebagian besar orang memakainya dalam jangka panjang. Kebutuhannya dapat berubah bila berat badan turun banyak, setelah operasi tertentu, atau bila derajat sleep apnea membaik pada pemeriksaan ulang. Jangan menghentikan CPAP sendiri. Diskusikan dengan dokter bila masker terasa tidak nyaman, karena ukuran masker dan tekanannya dapat disesuaikan.

Apakah CPAP mencegah serangan jantung dan stroke?

Penelitian besar belum membuktikan bahwa CPAP mencegah serangan jantung atau stroke pada semua penyandang sleep apnea. Namun, CPAP terbukti mengurangi kantuk, memperbaiki kualitas hidup, dan dapat membantu menurunkan tekanan darah. Manfaatnya bergantung pada pemakaian rutin, umumnya minimal empat jam setiap malam. Faktor risiko jantung lain tetap perlu dikelola bersama dokter.

Apakah pemeriksaan tidur bisa dilakukan di rumah?

Bisa, pada orang dewasa tertentu. Pemeriksaan tidur di rumah memakai alat portabel yang merekam napas dan kadar oksigen. Cara ini cocok bila dugaan sleep apnea sedang sampai berat dan tidak ada penyakit paru, jantung, atau saraf yang berat. Bila hasilnya negatif atau meragukan, dokter biasanya menganjurkan polisomnografi di laboratorium tidur untuk memastikan.

Apakah anak juga bisa mengalami sleep apnea?

Bisa. Pada anak, penyebab yang banyak ditemukan adalah amandel dan adenoid yang membesar, selain obesitas. Gejalanya berupa mendengkur hampir setiap malam, tidur gelisah, bernapas lewat mulut, mengompol, serta sulit fokus atau hiperaktif di sekolah. Bila tidak ditangani, sleep apnea dapat mengganggu pertumbuhan dan belajar. Diskusikan dengan dokter anak bila anak Anda mendengkur rutin.

Sumber dan Tinjauan Medis

Ditinjau secara medis oleh dr. Debby C. Soemitha, Sp.PD.

  1. Yeghiazarians Y, Jneid H, Tietjens JR, et al. Obstructive Sleep Apnea and Cardiovascular Disease: A Scientific Statement From the American Heart Association. Circulation. 2021;144(3):e56-e67.
  2. Kapur VK, Auckley DH, Chowdhuri S, et al. Clinical Practice Guideline for Diagnostic Testing for Adult Obstructive Sleep Apnea: An American Academy of Sleep Medicine Clinical Practice Guideline. J Clin Sleep Med. 2017;13(3):479-504.
  3. Patil SP, Ayappa IA, Caples SM, et al. Treatment of Adult Obstructive Sleep Apnea with Positive Airway Pressure: An American Academy of Sleep Medicine Clinical Practice Guideline. J Clin Sleep Med. 2019;15(2):335-343.
  4. Benjafield AV, Ayas NT, Eastwood PR, et al. Estimation of the global prevalence and burden of obstructive sleep apnoea: a literature-based analysis. Lancet Respir Med. 2019;7(8):687-698.
  5. Mancia G, Kreutz R, Brunstrom M, et al. 2023 ESH Guidelines for the management of arterial hypertension The Task Force for the management of arterial hypertension of the European Society of Hypertension. J Hypertens. 2023;41(12):1874-2071.
  6. Veasey SC, Rosen IM. Obstructive Sleep Apnea in Adults. N Engl J Med. 2019;380(15):1442-1449.

Langkah berikutnya

Bahas Keluhan Anda bersama Dokter.

Mulai konsultasi untuk memahami kondisi dan pilihan penanganan yang sesuai.

Konteks kunjungan: Sleep Apnea Obstruktif

Informasi di halaman ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan konsultasi, diagnosis, atau pengobatan medis. Untuk keluhan kesehatan Anda, konsultasikan langsung dengan dokter.

Kembali ke Semua Kondisi