Perjalanan perawatan
Cerita Bapak Hermanto.
Pak Hermanto, asal Semarang, sudah pernah berurusan dengan masalah pembuluh darah besar. Sekitar dua tahun sebelum video ini direkam, ia menjalani Thoracic Endovascular Aortic Repair (TEVAR) di sebuah rumah sakit di luar negeri. TEVAR adalah pemasangan stent graft, tabung kain berkerangka logam, di dalam aorta lewat pembuluh darah tanpa operasi terbuka. Ketika masalah jantung kembali datang, kali ini ia memilih menjalani operasi di Heartology.
Awal Keluhan
Keluhannya dimulai dengan sesak napas saat beraktivitas ringan, seperti mandi atau ke toilet. Napasnya terengah-engah, seperti habis berolahraga berat. Ia bahkan sempat tiga malam tidak bisa tidur karena terbangun dengan rasa sesak, seperti orang tenggelam. Ia juga sempat panik ketika sesak datang di pagi hari.
Ia sempat dirawat di ICU sebuah rumah sakit dan disarankan menjalani ablasi untuk gangguan irama jantung, tetapi tindakan itu kemudian dinyatakan tidak sesuai untuk kondisinya. Ia kembali dirawat sekitar satu minggu. Dari rangkaian perawatan itu, ia mengetahui ada masalah pada katup jantungnya, di samping hipertensi yang sudah ia miliki. “Ternyata hipertensi ini bisa merembet ke mana-mana,” katanya.
Memilih Heartology
Kali ini Pak Hermanto ingin dirawat lebih dekat dengan keluarga. Pengalaman sebelumnya membuatnya merasakan bahwa jarak yang jauh membuat masa pemulihan terasa lebih berat. “Saya kepengin di Jakarta aja, paling tidak,” ujarnya. Ia juga mempertimbangkan dokter-dokter muda yang menurutnya sudah berpengalaman, serta efisiensi biaya.
Di Heartology, ia menjalani berbagai pemeriksaan penunjang untuk mengantisipasi risiko setelah operasi. Ia ditangani dokter dari beberapa bidang, di antaranya Dr. dr. Faris Basalamah, Sp.JP (K) dan dr. BRM Ario Soeryo Kuncoro, Sp.JP (K), bersama tim bedah toraks dan kardiovaskular Heartology. Dalam operasinya, katup jantung Pak Hermanto diganti dengan katup biologis, jenis katup pengganti yang terbuat dari jaringan, bukan katup mekanik. Pada operasi yang sama, tim juga memasang graft, yaitu pipa buatan, pada pembuluh darah utama.
Masa Pemulihan
Setelah operasi, Pak Hermanto dirawat di HCU dan dipantau oleh delapan dokter. Untuk melindungi ginjalnya, tim memakai mesin continuous renal replacement therapy (CRRT), yaitu cuci darah yang berjalan perlahan dan terus-menerus. Perhatian ini membekas baginya. “Selama di Heartology saya merasa jadi orang penting,” katanya.
Saat video direkam, ia masih dalam masa pemulihan. Luka jahitan di dadanya masih terasa linu, dan ia perlu memeluk bantal saat batuk. Dari pengalamannya, Pak Hermanto berpesan agar hipertensi tidak dianggap sepele. Menurutnya, hipertensi bukan permasalahan biasa dan harus ditangani dengan serius. Ia juga mengajak setiap orang untuk menjaga kesehatan.
Setiap perjalanan berbeda. Cerita ini merupakan pengalaman pribadi. Kondisi, pilihan penanganan, dan hasil perawatan setiap orang dapat berbeda.
Dengarkan langsung
Cerita dalam Suaranya Sendiri.
Operasi Kedua Pak Hermanto: Penggantian Katup Jantung di Heartology
Simak pengalaman yang dibagikan pasien melalui kanal Heartology. Durasi 21 menit 19 detik.
Tonton di YouTube Video dibuka di YouTube, di tab baru.




