Jawaban singkat
Apa Itu Hipertensi?
Hipertensi adalah tekanan darah yang menetap pada 140/90 mmHg atau lebih. Umumnya tanpa keluhan, tetapi bertahun-tahun membebani jantung dan merusak pembuluh darah di otak, ginjal, serta mata. Pengendalian sejak dini menurunkan risiko komplikasi tersebut.
Sumber informasiTanda yang Memerlukan Pertolongan Segera
- Nyeri dada atau dada terasa ditekan
- Sesak napas berat atau batuk berbusa
- Wajah mencong, lengan atau tungkai lemah sesisi, atau bicara pelo
- Sakit kepala hebat mendadak disertai muntah atau kebingungan
- Penglihatan kabur atau hilang mendadak
- Kejang atau penurunan kesadaran
- Nyeri hebat di dada atau punggung seperti disayat
Bila tanda ini muncul, segera ke IGD terdekat atau hubungi Heart Attack Center 1500 258.
01 / Memahami kondisi
Mengenal Hipertensi
Tekanan darah adalah dorongan aliran darah pada dinding arteri setiap kali jantung memompa. Hasil pengukurannya terdiri atas dua angka: angka atas (sistolik) saat jantung berkontraksi dan angka bawah (diastolik) saat jantung beristirahat di antara denyut. Hipertensi atau tekanan darah tinggi berarti tekanan tersebut menetap di atas batas normal, bukan sekadar naik sesaat karena tegang atau setelah beraktivitas.
Batas Tekanan Darah Menurut Pedoman Eropa
Pedoman ESC 2024 membagi tekanan darah yang diukur di klinik menjadi tiga kelompok: tidak meningkat bila di bawah 120/70 mmHg, meningkat bila angka atas 120 sampai 139 atau angka bawah 70 sampai 89 mmHg, dan hipertensi bila 140/90 mmHg atau lebih. Pedoman ESH 2023 memakai batas hipertensi yang sama dan membaginya lagi menjadi derajat 1 sampai 3. Diagnosis sebaiknya dipastikan dengan pengukuran di luar klinik: rata-rata di rumah 135/85 mmHg atau lebih, atau rata-rata 24 jam 130/80 mmHg atau lebih.
Jenis Hipertensi
Sekitar 9 dari 10 penderita mengalami hipertensi primer atau esensial, yaitu tanpa satu penyebab yang dapat ditemukan. Hipertensi sekunder timbul akibat penyakit lain, misalnya gangguan ginjal, kelebihan hormon, atau henti napas saat tidur. Hipertensi resisten adalah tekanan yang tetap tinggi walaupun sudah memakai tiga macam obat. Hipertensi white coat dan hipertensi tersembunyi menggambarkan perbedaan hasil di klinik dan di luar klinik. Ada pula hipertensi pada kehamilan, krisis hipertensi yang memerlukan pertolongan segera, serta prehipertensi, istilah lama untuk tekanan darah yang meningkat. Hipertensi pulmonal berbeda dari semuanya: tekanannya tinggi di pembuluh darah paru dan tidak dapat diukur dengan alat tensi di lengan.
Mengapa Perlu Dikendalikan
Tekanan yang tinggi membuat dinding arteri menebal dan kaku, sementara otot jantung ikut menebal karena harus memompa lebih keras. Dalam jangka panjang, keadaan ini meningkatkan risiko stroke, serangan jantung, gagal jantung, fibrilasi atrium, penyakit ginjal kronis, dan kerusakan pembuluh darah mata. Analisis gabungan banyak penelitian menunjukkan setiap penurunan angka atas sekitar 10 mmHg mengurangi kejadian jantung dan pembuluh darah yang berat kira-kira seperlima. Di seluruh dunia, hampir separuh penderita hipertensi belum mengetahui kondisinya, sehingga pengukuran berkala menjadi cara utama untuk menemukannya.
02 / Memahami kondisi
Jenis dan Kondisi Turunan
Kondisi berikut termasuk dalam kelompok Hipertensi. Buka masing-masing untuk penjelasan lengkapnya.
03 / Memahami kondisi
Gejala yang Perlu Dikenali.
Gejala Umum
Sebagian besar penderita tidak merasakan apa pun. Keluhan berikut tidak khas dan tidak dapat dipakai untuk menebak tekanan darah.
- Tidak ada keluhan sama sekali, sehingga baru diketahui saat diukur
- Sakit kepala atau tengkuk terasa berat
- Pusing atau rasa melayang
- Jantung berdebar
- Mudah lelah atau sesak saat beraktivitas bila jantung sudah terdampak
Gejala pada Lansia
Pada lansia, arteri yang kaku membuat pola tekanan darah dan tanggapan terhadap obat sedikit berbeda.
- Angka atas tinggi sementara angka bawah normal atau rendah
- Pusing, pandangan gelap, atau hampir jatuh saat berdiri
- Daya ingat dan konsentrasi menurun perlahan
- Sesak atau bengkak di kaki bila jantung mulai melemah
04 / Memahami kondisi
Apa yang Menyebabkan Kondisi Ini?
- Pada sebagian besar orang tidak ada satu penyebab, melainkan gabungan faktor keturunan, usia, dan gaya hidup
- Asupan garam tinggi, kurang gerak, berat badan berlebih, dan konsumsi alkohol
- Arteri yang makin kaku seiring bertambahnya usia
- Penyakit ginjal, termasuk penyempitan arteri ginjal
- Gangguan hormon, misalnya aldosteron berlebih, gangguan tiroid, atau tumor kelenjar adrenal
- Henti napas berulang saat tidur (sleep apnea obstruktif)
- Obat atau zat tertentu, seperti obat antiinflamasi nonsteroid, dekongestan flu, pil KB, kortikosteroid, dan stimulan
05 / Memahami kondisi
Siapa yang Lebih Berisiko?
Gaya Hidup
Makanan tinggi garam dan makanan olahan, kurang sayur dan buah, jarang bergerak, merokok, serta minum alkohol. Kebiasaan ini menaikkan tekanan darah sedikit demi sedikit selama bertahun-tahun.
Medis
Berat badan berlebih, diabetes, penyakit ginjal kronis, sleep apnea obstruktif, dan kolesterol tinggi. Penyakit ini sering muncul bersama hipertensi dan saling memperberat risiko.
Genetik
Orang tua atau saudara kandung dengan hipertensi, terutama bila terdiagnosis di usia muda, menandakan kecenderungan keturunan yang perlu diimbangi pemeriksaan berkala.
Usia
Risiko naik seiring usia karena arteri makin kaku. Hipertensi dengan angka atas tinggi dan angka bawah normal lebih sering ditemukan pada lansia.
Lainnya
Stres berkepanjangan, kurang tidur, dan pemakaian obat yang menaikkan tekanan darah. Kehamilan juga dapat memicu tekanan darah tinggi, yang dibahas di halaman Hipertensi pada Kehamilan.
Kelompok yang Lebih Berisiko
- Usia 40 Tahun atau Lebih: Tekanan darah cenderung naik seiring usia, sehingga pengukuran setidaknya setahun sekali dianjurkan mulai usia ini.
- Penyandang Diabetes: Diabetes dan hipertensi sering muncul bersama dan saling mempercepat kerusakan pembuluh darah, ginjal, serta mata.
- Penyandang Penyakit Ginjal Kronis: Ginjal yang terganggu sulit membuang garam dan cairan, sedangkan tekanan tinggi mempercepat penurunan fungsi ginjal.
- Orang dengan Berat Badan Berlebih: Lemak tubuh berlebih, terutama di perut, berkaitan dengan tekanan darah yang lebih tinggi dan sleep apnea obstruktif.
- Keluarga Penderita Hipertensi: Orang tua atau saudara kandung dengan hipertensi menandakan risiko keturunan yang perlu diimbangi pemeriksaan berkala.
06 / Memahami kondisi
Bagaimana Diagnosis Ditegakkan?
Hipertensi tidak ditetapkan dari satu kali pengukuran. Dokter mengukur tekanan darah dengan cara yang benar, mengulanginya, lalu memastikannya dengan pengukuran di rumah selama 7 hari atau pemantauan 24 jam. Langkah ini juga membantu mengenali hipertensi white coat, yaitu tekanan yang hanya tinggi di klinik, dan hipertensi tersembunyi, yaitu tekanan yang normal di klinik tetapi tinggi di luar klinik.
Setelah diagnosis dipastikan, dokter menilai dampaknya pada organ dan mencari faktor risiko lain lewat tes darah, tes urine, dan EKG. Ekokardiografi atau pemeriksaan mata dilakukan bila diperlukan. Pada orang tertentu, misalnya hipertensi di bawah usia 40 tahun, kalium darah rendah, kenaikan yang mendadak, atau tekanan yang sulit turun, dokter mencari penyebab sekunder. Hasil seluruh pemeriksaan dipakai untuk menentukan target dan rencana pengobatan Anda.
Pemeriksaan Fisik
Tekanan darah diukur setelah duduk tenang beberapa menit dengan manset seukuran lengan, diulang dua sampai tiga kali, dan pada kunjungan awal di kedua lengan.
Pemantauan Tekanan Darah di Rumah
Pengukuran sendiri pagi dan malam selama 7 hari dengan alat lengan atas yang tervalidasi; rata-rata 135/85 mmHg atau lebih mendukung diagnosis.
Pemantauan Tekanan Darah Ambulatori
Alat otomatis mengukur setiap 15 sampai 30 menit selama 24 jam termasuk saat tidur; rata-rata 130/80 mmHg atau lebih mendukung diagnosis.
Pemeriksaan Laboratorium
Tes darah dan urine untuk fungsi ginjal, kalium, natrium, gula darah, kolesterol, dan protein dalam urine sebagai tanda kerusakan organ.
Elektrokardiogram / EKG
Mencari tanda penebalan otot jantung kiri dan gangguan irama seperti fibrilasi atrium.
Ekokardiografi
Menilai ketebalan dinding dan kekuatan pompa jantung bila ada keluhan atau hasil EKG yang mengarah ke kerusakan jantung.
Pemeriksaan bagian dalam mata (funduskopi) untuk melihat perubahan pembuluh darah retina, terutama pada hipertensi derajat 2 atau 3 dan diabetes.
07 / Memahami kondisi
Pilihan Penanganan.
Penanganan ditentukan dokter setelah evaluasi. Kategori berikut membantu Anda memahami pembicaraan dengan dokter.
Perubahan Gaya Hidup
Mengurangi garam sampai sekitar 5 gram per hari, memperbanyak sayur dan buah, aktif bergerak setidaknya 150 menit per minggu, menurunkan berat badan bila berlebih, berhenti merokok, dan membatasi alkohol.
Obat Penurun Tekanan Darah
Golongan utama adalah penghambat ACE, ARB, antagonis kalsium, dan diuretik. Beta-bloker dipakai pada keadaan tertentu. Dokter memilih jenis dan dosis sesuai kondisi Anda.
Kombinasi Dua Obat dalam Satu Tablet
Pedoman Eropa menganjurkan kebanyakan penderita memulai dengan dua obat dosis rendah dalam satu tablet agar target tercapai lebih cepat dan obat lebih mudah diminum teratur.
Pemantauan di Rumah
Catatan tekanan darah di rumah membantu dokter menilai hasil pengobatan. Target angka atas umumnya 120 sampai 129 mmHg bila dapat ditoleransi.
Penanganan Penyebab dan Penyakit Penyerta
Hipertensi sekunder ditangani sesuai penyebabnya, sementara diabetes, kolesterol, dan penyakit ginjal ikut dikendalikan karena risikonya saling menambah.
Denervasi Ginjal pada Kasus Tertentu
Dapat dipertimbangkan bagi sebagian penderita hipertensi resisten setelah penyebab lain disingkirkan. Dibahas di halaman Denervasi Ginjal.
08 / Memahami kondisi
Komplikasi yang Perlu Dipantau.
Stroke
Tekanan tinggi dapat menyumbat atau memecahkan pembuluh darah otak. Hipertensi adalah faktor risiko stroke yang dapat dikendalikan. Dibahas di halaman Stroke.
Penyakit Jantung Koroner dan Serangan Jantung
Tekanan tinggi mempercepat penumpukan plak di arteri koroner sehingga aliran darah ke otot jantung berkurang.
Penebalan Otot Jantung dan Gagal Jantung
Jantung yang terus memompa melawan tekanan tinggi menebal dan kaku, lalu lama-kelamaan dapat melemah. Dibahas di halaman Gagal Jantung.
Fibrilasi Atrium
Serambi jantung yang membesar akibat tekanan tinggi mudah mengalami irama tidak teratur, yang meningkatkan risiko stroke.
Penyakit Ginjal Kronis
Pembuluh darah kecil di ginjal rusak perlahan sehingga kemampuan menyaring darah menurun. Dibahas di halaman Penyakit Ginjal Kronis.
Retinopati Hipertensi
Pembuluh darah di retina menyempit, menebal, atau bocor sehingga penglihatan dapat terganggu.
Aneurisma dan Diseksi Aorta
Dinding aorta yang terus tertekan dapat melebar atau robek. Robekan aorta adalah keadaan darurat yang perlu segera ditangani.
09 / Memahami kondisi
Apa yang Bisa Dilakukan?
- Batasi garam sekitar 5 gram atau satu sendok teh per hari, termasuk garam pada kecap, saus, dan makanan olahan
- Perbanyak sayur, buah, kacang-kacangan, dan biji-bijian utuh
- Bergerak aktif setidaknya 150 menit per minggu, misalnya jalan cepat 30 menit lima hari seminggu
- Jaga berat badan dan lingkar perut tetap sehat
- Berhenti merokok dan batasi, lebih baik hindari, alkohol
- Tidur cukup dan kelola stres
- Ukur tekanan darah secara berkala, setidaknya setahun sekali mulai usia 40 tahun
10 / Memahami kondisi
Kapan Harus ke Dokter?
Karena hipertensi jarang menimbulkan keluhan, pemeriksaan sebaiknya tidak menunggu sampai ada gejala. Buat janji konsultasi bila:
- Tekanan darah Anda 140/90 mmHg atau lebih pada beberapa kali pengukuran, atau rata-rata di rumah 135/85 mmHg atau lebih
- Tekanan darah Anda di kisaran meningkat dan Anda memiliki diabetes, penyakit ginjal, atau riwayat keluarga penyakit jantung
- Anda sudah minum obat tetapi tekanan darah belum mencapai target
- Muncul pusing saat berdiri, lemas, atau efek samping lain setelah obat dimulai
- Anda hamil atau berencana hamil dan memiliki tekanan darah tinggi
Segera ke IGD bila tekanan darah 180/120 mmHg atau lebih disertai nyeri dada, sesak napas, lemah separuh badan, bicara pelo, atau gangguan penglihatan.
Jangan Menunggu bila Kondisinya Darurat.
Bila keluhan terasa berat atau muncul mendadak, segera ke IGD terdekat atau hubungi Heart Attack Center 1500 258, bukan menunggu janji temu.
11 / Pertanyaan umum
Hal yang Mungkin Anda Tanyakan.
Pertanyaan yang sering diajukan tentang hipertensi atau tekanan darah tinggi.
Apakah hipertensi selalu menimbulkan gejala?
Tidak. Kebanyakan penderita hipertensi merasa sehat, bahkan saat tekanan darahnya cukup tinggi. Sakit kepala atau tengkuk berat dapat disebabkan banyak hal lain dan tidak dapat dipakai untuk menebak tekanan darah. Cara yang dapat diandalkan untuk mengetahuinya adalah mengukur tekanan darah dengan alat yang tervalidasi, di klinik maupun di rumah, secara berkala.
Berapa tekanan darah yang dianggap normal?
Menurut pedoman ESC 2024, tekanan darah di klinik di bawah 120/70 mmHg tergolong tidak meningkat. Angka atas 120 sampai 139 atau angka bawah 70 sampai 89 mmHg tergolong meningkat, dan 140/90 mmHg atau lebih mengarah ke hipertensi. Batas untuk pengukuran di rumah lebih rendah, yaitu 135/85 mmHg. Dokter menafsirkan angka Anda bersama usia dan faktor risiko lain.
Apakah hipertensi bisa sembuh?
Hipertensi primer umumnya tidak hilang, tetapi dapat dikendalikan dengan baik. Perubahan gaya hidup dapat menurunkan tekanan darah dan pada sebagian orang mengurangi kebutuhan obat. Pada hipertensi sekunder, mengatasi penyebabnya, misalnya tumor kelenjar adrenal atau penyempitan arteri ginjal, dapat menurunkan tekanan darah dan kadang membuat obat tidak lagi diperlukan. Keputusan mengurangi obat selalu diambil bersama dokter.
Apa bedanya hipertensi dengan hipertensi pulmonal?
Hipertensi yang umum dikenal adalah tekanan tinggi di arteri seluruh tubuh dan diukur dengan alat tensi di lengan. Hipertensi pulmonal adalah tekanan tinggi di pembuluh darah paru yang membebani jantung kanan. Kondisi ini tidak terlihat dari alat tensi, dipastikan dengan ekokardiografi dan kateterisasi jantung kanan, serta diobati dengan cara yang berbeda. Dibahas di halaman Hipertensi Pulmonal.
Apakah obat darah tinggi harus diminum seumur hidup?
Pada kebanyakan penderita, obat diperlukan dalam jangka panjang karena tekanan darah biasanya naik lagi bila obat dihentikan. Tidak adanya keluhan bukan tanda bahwa tekanan sudah terkendali. Bila berat badan turun, asupan garam berkurang, dan olahraga rutin dijalankan, dokter dapat menyesuaikan dosis berdasarkan catatan tekanan darah Anda. Jangan menghentikan atau mengganti obat sendiri.
Kapan tekanan darah tinggi menjadi keadaan darurat?
Tekanan darah 180/120 mmHg atau lebih yang disertai nyeri dada, sesak napas, sakit kepala hebat, kebingungan, lemah separuh badan, bicara pelo, atau gangguan penglihatan adalah keadaan darurat dan perlu segera ditangani di IGD. Bila angka setinggi itu muncul tanpa keluhan, ukur ulang setelah duduk tenang dan hubungi dokter pada hari yang sama. Dibahas di halaman Krisis Hipertensi.
Sumber dan Tinjauan Medis
Ditinjau secara medis oleh Dr. med. dr. Denio A. Ridjab, Sp.JP(K).
- McEvoy JW, McCarthy CP, Bruno RM, dkk. 2024 ESC Guidelines for the management of elevated blood pressure and hypertension. Eur Heart J. 2024;45(38):3912-4018.
- Mancia G, Kreutz R, Brunström M, dkk. 2023 ESH Guidelines for the management of arterial hypertension The Task Force for the management of arterial hypertension of the European Society of Hypertension: Endorsed by the International Society of Hypertension (ISH) and the European Renal Association (ERA). J Hypertens. 2023;41(12):1874-2071.
- Stergiou GS, Palatini P, Parati G, dkk. 2021 European Society of Hypertension practice guidelines for office and out-of-office blood pressure measurement. J Hypertens. 2021;39(7):1293-1302.
- NCD Risk Factor Collaboration (NCD-RisC). Worldwide trends in hypertension prevalence and progress in treatment and control from 1990 to 2019: a pooled analysis of 1201 population-representative studies with 104 million participants. Lancet. 2021;398(10304):957-980.
- Ettehad D, Emdin CA, Kiran A, dkk. Blood pressure lowering for prevention of cardiovascular disease and death: a systematic review and meta-analysis. Lancet. 2016;387(10022):957-967.
- Mills KT, Stefanescu A, He J. The global epidemiology of hypertension. Nat Rev Nephrol. 2020;16(4):223-237.




