Langsung ke konten

Aneurisma

Aneurisma Serebral

Cerebral Aneurysm / Intracranial Aneurysm

Ditinjau secara medis olehdr. Emanoel Oepangat, Sp.JP(K), Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah
Terakhir diperbarui7 Oktober 2026
Ilustrasi medis tampak samping kepala manusia yang memperlihatkan otak dan pembuluh darah di dasar otak dengan aneurisma berbentuk tonjolan kecil pada percabangan arteri, disertai inset close-up aneurisma dan tindakan coiling menggunakan kateter serta kumparan logam halus.
Ilustrasi Aneurisma Serebral

Jawaban singkat

Apa Itu Aneurisma Serebral?

Aneurisma serebral adalah tonjolan kecil pada dinding arteri di dalam kepala yang melemah. Kebanyakan tidak bergejala dan tidak pecah, tetapi bila pecah dapat menimbulkan perdarahan di sekitar otak yang memerlukan pertolongan darurat.

Sumber informasi

Tanda yang Memerlukan Pertolongan Segera

  • Sakit kepala sangat hebat yang muncul tiba-tiba dalam hitungan detik
  • Mual dan muntah yang menyertai sakit kepala mendadak
  • Leher kaku dan silau saat melihat cahaya
  • Pingsan, kebingungan, atau penurunan kesadaran
  • Kejang yang baru pertama kali terjadi
  • Lemah separuh badan atau sulit bicara

Bila tanda ini muncul, segera ke IGD terdekat atau hubungi Heart Attack Center 1500 258.

Catatan kegawatan: Aneurisma serebral yang pecah menimbulkan perdarahan di sekitar otak dan memerlukan pertolongan segera. Aneurisma yang belum pecah dinilai risikonya untuk memutuskan pemantauan atau tindakan pencegahan.

Mengenal Aneurisma Serebral

Aneurisma serebral, sering disebut aneurisma otak, adalah tonjolan pada dinding arteri di dalam kepala. Bentuk yang umum menyerupai buah beri kecil yang menempel di percabangan arteri di dasar otak, tempat dinding arteri menerima tekanan aliran darah yang besar. Ukurannya umumnya kurang dari 1 cm. Penelitian memperkirakan sekitar 3 dari 100 orang dewasa memiliki aneurisma serebral yang belum pecah, dan kebanyakan tidak pernah mengetahuinya. Gambaran umum aneurisma di bagian tubuh lain dibahas di halaman Aneurisma.

Aneurisma yang Belum Pecah

Kebanyakan aneurisma serebral ditemukan secara kebetulan saat CT atau MRI kepala untuk keluhan lain. Sebagian besar aneurisma kecil tidak pernah pecah. Risiko pecah dinilai dari ukuran, letak, bentuk, pertumbuhan, usia, tekanan darah, dan riwayat perdarahan sebelumnya. Aneurisma yang besar kadang menekan saraf di sekitarnya, misalnya saraf penggerak mata, sehingga kelopak mata turun atau penglihatan menjadi ganda. Keluhan baru seperti ini perlu segera diperiksa.

Bila Aneurisma Pecah

Aneurisma yang pecah mengalirkan darah ke ruang di antara otak dan selaputnya, disebut perdarahan subaraknoid. Ini adalah salah satu bentuk stroke perdarahan, yang dibahas di halaman Stroke Hemoragik. Gejala khasnya sakit kepala sangat hebat yang muncul dalam hitungan detik, sering disertai muntah, leher kaku, atau penurunan kesadaran. Keadaan ini darurat: aneurisma perlu segera diamankan agar tidak berdarah lagi, dan pasien dirawat intensif untuk mencegah komplikasi.

Siapa yang Menangani

Aneurisma serebral ditangani oleh dokter saraf, dokter bedah saraf, dan tim neurointervensi. Hubungannya dengan kesehatan jantung dan pembuluh darah terletak pada faktor risiko yang sama, terutama tekanan darah tinggi dan merokok. Karena itu, pengendalian tekanan darah dan berhenti merokok menjadi bagian penting dari penanganan, baik sebelum maupun sesudah tindakan.

Hidup dengan Aneurisma yang Belum Pecah

Penyandang aneurisma kecil yang dipantau umumnya dapat beraktivitas seperti biasa. Yang penting adalah datang ke jadwal pencitraan ulang, mengendalikan tekanan darah, berhenti merokok, membatasi alkohol, dan mengenali tanda bahaya. Bila aneurisma tumbuh atau bentuknya berubah, dokter akan membahas kembali pilihan tindakan bersama Anda.

Gejala yang Perlu Dikenali.

Gejala Umum

Kebanyakan aneurisma yang belum pecah tidak bergejala. Keluhan berikut dapat muncul bila aneurisma membesar dan menekan saraf atau jaringan otak.

  • Kelopak mata turun pada satu sisi
  • Penglihatan ganda atau buram
  • Pupil mata satu sisi tampak lebih lebar
  • Nyeri di sekitar atau di belakang satu mata
  • Sakit kepala baru yang menetap dan berbeda dari biasanya
  • Mati rasa atau kelemahan di satu sisi wajah
Tidak semua orang mengalami gejala yang sama. Bila keluhan berulang atau memburuk, periksakan diri.

Apa yang Menyebabkan Kondisi Ini?

  • Kelemahan dinding arteri di percabangan pembuluh darah otak, yang sebagian dibawa sejak lahir
  • Tekanan darah tinggi yang lama tidak terkendali
  • Kerusakan dinding arteri akibat merokok
  • Kelainan bawaan seperti penyakit ginjal polikistik atau kelainan jaringan ikat
  • Infeksi katup jantung yang menyebarkan kuman ke arteri otak, yang dibahas di halaman Endokarditis Infeksius
  • Cedera kepala berat, meski jarang

Siapa yang Lebih Berisiko?

Gaya Hidup

Merokok dan konsumsi alkohol berlebihan meningkatkan risiko terbentuk dan pecahnya aneurisma. Penggunaan kokain atau stimulan dapat memicu lonjakan tekanan darah.

Medis

Tekanan darah tinggi, penyakit ginjal polikistik, dan riwayat perdarahan subaraknoid sebelumnya meningkatkan risiko.

Genetik

Dua atau lebih keluarga dekat dengan aneurisma serebral atau perdarahan subaraknoid, serta kelainan jaringan ikat bawaan.

Usia

Aneurisma serebral umumnya ditemukan pada usia dewasa, lebih sering setelah usia 40 tahun, dan jarang pada anak.

Lainnya

Perempuan lebih sering mengalaminya dibanding laki-laki, terutama setelah menopause.

Kelompok yang Lebih Berisiko

  • Keluarga Dekat Penyandang Aneurisma Serebral: Risiko lebih tinggi bila dua atau lebih keluarga dekat pernah mengalaminya, sehingga skrining dapat dipertimbangkan.
  • Penyandang Penyakit Ginjal Polikistik: Kelainan ginjal bawaan ini berkaitan dengan aneurisma serebral, terutama bila ada riwayat keluarga.
  • Penyandang Hipertensi yang Merokok: Gabungan tekanan darah tinggi dan merokok meningkatkan risiko terbentuk, tumbuh, dan pecahnya aneurisma.
  • Perempuan Usia Lebih dari 50 Tahun: Aneurisma serebral lebih sering ditemukan pada perempuan, terutama setelah menopause.
  • Penyintas Perdarahan Subaraknoid: Orang yang pernah mengalami perdarahan akibat aneurisma dapat membentuk aneurisma baru, sehingga pemantauan jangka panjang dianjurkan.
Memiliki faktor risiko tidak berarti seseorang pasti mengalami kondisi ini.

Bagaimana Diagnosis Ditegakkan?

Pemeriksaan bergantung pada keadaan. Bila seseorang mengalami sakit kepala sangat hebat yang mendadak, CT kepala tanpa kontras dilakukan segera untuk mencari perdarahan. Bila CT normal tetapi kecurigaan tetap tinggi, dokter dapat melakukan pungsi lumbal. Setelah perdarahan ditemukan, CT angiografi atau angiografi serebral dengan kateter dipakai untuk menemukan aneurisma penyebabnya dan merencanakan penanganan.

Aneurisma yang belum pecah biasanya ditemukan secara kebetulan. Dokter kemudian menilai ukuran, letak, dan bentuknya dengan MR angiografi atau CT angiografi, menanyakan riwayat keluarga, kebiasaan merokok, dan tekanan darah, lalu memperkirakan risiko pecah. Skrining dapat dipertimbangkan pada orang yang memiliki dua atau lebih keluarga dekat dengan aneurisma serebral, serta pada penyandang penyakit ginjal polikistik.

  1. Pemeriksaan Fisik

    Dokter memeriksa tekanan darah, kesadaran, gerak bola mata, pupil, kekuatan anggota gerak, dan tanda kaku leher.

  2. CT kepala tanpa kontras: pemeriksaan pertama bila dicurigai perdarahan, karena cepat dan dapat dilakukan segera.

  3. CT angiografi kepala: CT dengan zat kontras untuk melihat pembuluh darah otak dan menemukan letak aneurisma.

  4. MR angiografi otak: pencitraan tanpa sinar X untuk mencari dan memantau aneurisma yang belum pecah.

  5. Angiografi serebral (DSA): pemeriksaan dengan kateter dan zat kontras untuk melihat bentuk aneurisma secara rinci, sering sekaligus sebagai bagian tindakan.

  6. Pungsi lumbal: pengambilan sedikit cairan otak dan tulang belakang dari punggung bawah, bila CT normal tetapi perdarahan masih dicurigai.

Pilihan Penanganan.

Penanganan ditentukan dokter setelah evaluasi. Kategori berikut membantu Anda memahami pembicaraan dengan dokter.

Pemantauan dengan Pencitraan

Aneurisma kecil dengan risiko pecah rendah dipantau dengan MR angiografi atau CT angiografi berkala, disertai pengendalian faktor risiko.

Pengendalian Tekanan Darah dan Berhenti Merokok

Langkah dasar untuk menurunkan risiko pertumbuhan dan pecahnya aneurisma. Obat penurun tekanan darah dipilih dan diatur dosisnya oleh dokter.

Coiling Endovaskular

Kumparan logam halus dimasukkan ke dalam aneurisma lewat kateter dari arteri lengan atau lipat paha, sehingga aneurisma tertutup dari dalam.

Pengalih Aliran (Flow Diverter)

Stent khusus berjaring rapat dipasang di arteri induk untuk mengalihkan aliran dari aneurisma, terutama pada aneurisma yang lebar atau besar.

Clipping Bedah Saraf

Dokter bedah saraf membuka tulang tengkorak dan memasang klip kecil di leher aneurisma agar tidak lagi dialiri darah.

Perawatan Intensif setelah Pecah

Pasien dirawat di ruang intensif untuk mengamankan aneurisma, mencegah penyempitan pembuluh otak, dan menangani penumpukan cairan otak.

Kesesuaian dan ketersediaan pemeriksaan atau terapi perlu dikonfirmasi bersama tim perawatan.

Komplikasi yang Perlu Dipantau.

Perdarahan Subaraknoid

Perdarahan di ruang sekitar otak akibat aneurisma pecah, keadaan darurat yang dibahas di halaman Stroke Hemoragik.

Perdarahan Ulang

Aneurisma yang sudah pecah dapat berdarah lagi dalam hari-hari pertama bila belum diamankan, sehingga penanganan dilakukan secepatnya.

Penyempitan Pembuluh Otak

Beberapa hari setelah perdarahan, arteri otak dapat menyempit (vasospasme) dan mengurangi aliran darah ke otak, sehingga pasien dipantau ketat.

Hidrosefalus

Darah dapat menghambat aliran cairan otak sehingga cairan menumpuk dan menekan otak; kadang perlu dipasang selang pengalir.

Kejang dan Gangguan Fungsi Otak

Perdarahan dapat menimbulkan kejang, gangguan memori, konsentrasi, atau gerak yang memerlukan rehabilitasi.

Penekanan Saraf Mata

Aneurisma besar yang belum pecah dapat menekan saraf penggerak mata sehingga kelopak turun atau penglihatan ganda.

Apa yang Bisa Dilakukan?

  • Kendalikan tekanan darah dan ukur secara teratur di rumah
  • Berhenti merokok dan hindari asap rokok
  • Batasi alkohol dan hindari kokain serta stimulan
  • Bila dua atau lebih keluarga dekat mengalami aneurisma otak, tanyakan perlunya skrining
  • Penyandang penyakit ginjal polikistik dapat menanyakan pemeriksaan pembuluh darah otak
  • Bila sudah diketahui ada aneurisma, datang ke jadwal pencitraan ulang

Kapan Harus ke Dokter?

Sakit kepala sangat hebat yang muncul tiba-tiba, berbeda dari sakit kepala yang biasa Anda alami, adalah tanda darurat: segera ke IGD terdekat atau hubungi 119, meski sakitnya mulai berkurang. Untuk keadaan yang tidak darurat, buat janji dengan dokter saraf bila Anda:

  • Diberi tahu ada aneurisma dari hasil CT atau MRI kepala
  • Memiliki dua atau lebih keluarga dekat dengan aneurisma otak atau perdarahan subaraknoid
  • Menyandang penyakit ginjal polikistik
  • Mengalami kelopak mata turun, penglihatan ganda, atau nyeri di sekitar mata yang baru
  • Mengalami sakit kepala baru yang menetap dan terasa berbeda dari biasanya

Jangan Menunggu bila Kondisinya Darurat.

Bila keluhan terasa berat atau muncul mendadak, segera ke IGD terdekat atau hubungi Heart Attack Center 1500 258, bukan menunggu janji temu.

Hal yang Mungkin Anda Tanyakan.

Pertanyaan yang sering diajukan tentang aneurisma serebral.

Apakah semua aneurisma otak akan pecah?

Tidak. Kebanyakan aneurisma serebral kecil tidak pernah pecah seumur hidup. Risiko pecah lebih tinggi pada aneurisma yang lebih besar, terletak di arteri tertentu, berbentuk tidak beraturan, terus tumbuh, atau pada orang dengan tekanan darah tinggi, kebiasaan merokok, atau riwayat perdarahan sebelumnya. Dokter memakai informasi ini untuk menyarankan pemantauan atau tindakan pencegahan.

Seperti apa sakit kepala akibat aneurisma pecah?

Sakit kepala biasanya muncul sangat mendadak, mencapai puncak dalam hitungan detik sampai satu menit, dan terasa sangat hebat, sering digambarkan seperti dipukul atau meledak di kepala. Sering disertai mual, muntah, leher kaku, silau, atau pingsan. Sakit kepala seperti ini memerlukan pemeriksaan segera di IGD, meski kemudian berkurang, karena sebagian orang mengalami perdarahan kecil sebelum perdarahan yang lebih besar.

Apa beda coiling dan clipping?

Coiling dilakukan dari dalam pembuluh darah: kateter dimasukkan lewat arteri di lengan atau lipat paha sampai ke otak, lalu kumparan logam halus mengisi aneurisma. Clipping adalah operasi bedah saraf dengan membuka tulang tengkorak dan memasang klip di leher aneurisma. Coiling umumnya pemulihannya lebih singkat, sedangkan clipping lebih jarang memerlukan tindakan ulang. Pilihan ditentukan oleh bentuk dan letak aneurisma serta kondisi Anda.

Apakah keluarga saya perlu diperiksa?

Skrining dapat dipertimbangkan bila dua atau lebih keluarga dekat, seperti orang tua, saudara kandung, atau anak, pernah mengalami aneurisma serebral atau perdarahan subaraknoid. Bila hanya satu anggota keluarga, skrining umumnya tidak rutin dianjurkan, kecuali ada faktor lain seperti penyakit ginjal polikistik. Skrining biasanya memakai MR angiografi. Diskusikan manfaatnya, termasuk kemungkinan cemas akibat temuan kecil, dengan dokter saraf sebelum memutuskan.

Apa hubungan aneurisma otak dengan penyakit jantung dan pembuluh darah?

Aneurisma serebral dan penyakit jantung berbagi faktor risiko yang sama, terutama tekanan darah tinggi dan merokok. Mengendalikan tekanan darah melindungi jantung, ginjal, dan pembuluh darah otak sekaligus. Penyandang aneurisma juga perlu menyampaikan kondisinya bila akan memakai obat pengencer darah untuk masalah jantung, agar dokter jantung dan dokter saraf dapat menimbang manfaat dan risikonya bersama.

Bolehkah penyandang aneurisma otak yang belum pecah berolahraga?

Pada umumnya boleh. Aktivitas fisik sedang seperti jalan kaki, bersepeda santai, atau berenang bermanfaat untuk mengendalikan tekanan darah. Hindari mengejan berlebihan atau mengangkat beban sangat berat, karena tekanan darah dapat naik mendadak. Ikuti saran khusus dokter saraf Anda, terutama bila aneurisma berukuran besar atau sedang direncanakan tindakan.

Sumber dan Tinjauan Medis

Ditinjau secara medis oleh dr. Emanoel Oepangat, Sp.JP(K).

  1. Hoh BL, Ko NU, Amin-Hanjani S, dkk. 2023 Guideline for the Management of Patients With Aneurysmal Subarachnoid Hemorrhage: A Guideline From the American Heart Association/American Stroke Association. Stroke. 2023;54(7):e314-e370.
  2. Etminan N, de Sousa DA, Tiseo C, dkk. European Stroke Organisation (ESO) guidelines on management of unruptured intracranial aneurysms. Eur Stroke J. 2022;7(3):LXXXI-CVI.
  3. Thompson BG, Brown RD Jr, Amin-Hanjani S, dkk. Guidelines for the Management of Patients With Unruptured Intracranial Aneurysms: A Guideline for Healthcare Professionals From the American Heart Association/American Stroke Association. Stroke. 2015;46(8):2368-2400.
  4. Claassen J, Park S. Spontaneous subarachnoid haemorrhage. Lancet. 2022;400(10355):846-862.
  5. Hackenberg KAM, Hänggi D, Etminan N. Unruptured Intracranial Aneurysms. Stroke. 2018;49(9):2268-2275.
  6. Vlak MH, Algra A, Brandenburg R, Rinkel GJ. Prevalence of unruptured intracranial aneurysms, with emphasis on sex, age, comorbidity, country, and time period: a systematic review and meta-analysis. Lancet Neurol. 2011;10(7):626-636.

Langkah berikutnya

Bahas Keluhan Anda bersama Dokter.

Mulai konsultasi untuk memahami kondisi dan pilihan penanganan yang sesuai.

Konteks kunjungan: Aneurisma Serebral

Informasi di halaman ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan konsultasi, diagnosis, atau pengobatan medis. Untuk keluhan kesehatan Anda, konsultasikan langsung dengan dokter.

Kembali ke Semua Kondisi