Jawaban singkat
Apa Itu Aneurisma?
Aneurisma adalah pelebaran setempat pada dinding arteri yang melemah, sehingga pembuluh menggelembung seperti balon. Aneurisma bisa muncul di aorta, otak, atau arteri tungkai, dan kebanyakan tidak bergejala sampai membesar, menyumbat, atau pecah.
Sumber informasiTanda yang Memerlukan Pertolongan Segera
- Nyeri dada, punggung, atau perut yang mendadak dan sangat hebat
- Sakit kepala sangat hebat dan tiba-tiba, belum pernah dialami sebelumnya
- Pingsan, lemas berat, kulit pucat, dingin, dan berkeringat
- Leher kaku, muntah, kejang, atau penurunan kesadaran
- Kaki mendadak nyeri hebat, pucat, dingin, dan sulit digerakkan
Bila tanda ini muncul, segera ke IGD terdekat atau hubungi Heart Attack Center 1500 258.
01 / Memahami kondisi
Mengenal Aneurisma
Aneurisma adalah pelebaran setempat pada arteri, yaitu pembuluh yang membawa darah dari jantung ke seluruh tubuh. Bagian dinding arteri yang melemah tidak lagi kuat menahan tekanan darah, sehingga menggelembung seperti balon. Dokter biasanya menyebut arteri mengalami aneurisma bila diameternya sudah sekitar satu setengah kali ukuran normal atau lebih.
Jenis Aneurisma Menurut Letaknya
Aneurisma diberi nama sesuai letaknya. Aneurisma aorta terjadi pada aorta, pembuluh nadi utama yang keluar dari jantung. Bila letaknya di rongga dada disebut aneurisma aorta toraks, dan bila di perut disebut aneurisma aorta abdominal. Pelebaran yang membentang dari dada sampai perut disebut aneurisma torakoabdominal. Aneurisma arteri perifer muncul pada arteri di luar aorta dan otak, misalnya di belakang lutut atau di lipat paha. Aneurisma serebral terbentuk pada arteri di dalam kepala dan ditangani oleh dokter saraf serta dokter bedah saraf. Setiap jenis dibahas lebih rinci di halaman masing-masing yang tercantum di bawah ini.
Mengapa Dinding Arteri Melemah
Dinding arteri tersusun dari lapisan otot dan serat elastis. Seiring usia, kebiasaan merokok, tekanan darah tinggi, dan penumpukan plak (aterosklerosis) dapat merusak lapisan ini sedikit demi sedikit. Pada sebagian orang, kelemahan dinding dibawa sejak lahir, misalnya pada kelainan jaringan ikat seperti sindrom Marfan, atau diturunkan dalam keluarga. Peradangan pembuluh darah, infeksi, dan cedera juga dapat menjadi penyebab, meski lebih jarang.
Mengapa Perlu Dipantau
Kebanyakan aneurisma tumbuh perlahan dan tidak menimbulkan keluhan selama bertahun-tahun. Karena itu, aneurisma sering ditemukan secara kebetulan saat USG, CT scan, atau MRI untuk keperluan lain. Masalah muncul bila aneurisma terus membesar. Aneurisma aorta dapat robek atau pecah dan menimbulkan perdarahan di dalam tubuh. Aneurisma di belakang lutut lebih sering membentuk bekuan darah yang menyumbat aliran ke kaki. Aneurisma serebral yang pecah menimbulkan perdarahan di sekitar otak.
Aneurisma yang ditemukan lebih awal dapat dipantau dengan pemeriksaan pencitraan berkala. Dokter menimbang ukuran, letak, kecepatan tumbuh, keluhan, dan kesehatan Anda secara keseluruhan untuk memutuskan apakah aneurisma cukup dipantau atau perlu diperbaiki lewat operasi maupun tindakan dari dalam pembuluh darah (endovaskular).
02 / Memahami kondisi
Jenis dan Kondisi Turunan
Kondisi berikut termasuk dalam kelompok Aneurisma. Buka masing-masing untuk penjelasan lengkapnya.
03 / Memahami kondisi
Gejala yang Perlu Dikenali.
Gejala Umum
Kebanyakan aneurisma tidak bergejala. Keluhan berikut bergantung pada letaknya dan biasanya muncul bila aneurisma membesar atau menekan jaringan sekitar.
- Rasa berdenyut di perut, terutama di sekitar pusar
- Nyeri tumpul menetap di dada, punggung, perut, atau pinggang
- Benjolan berdenyut di belakang lutut atau di lipat paha
- Suara serak, batuk, atau sulit menelan pada aneurisma di dada
- Nyeri di sekitar satu mata atau sakit kepala baru yang menetap
- Penglihatan ganda atau kelopak mata turun pada satu sisi
- Kaki terasa dingin, kesemutan, atau nyeri saat berjalan
04 / Memahami kondisi
Apa yang Menyebabkan Kondisi Ini?
- Penumpukan plak dan pengerasan dinding arteri (aterosklerosis) yang melemahkan lapisan dinding
- Tekanan darah tinggi yang lama tidak terkendali sehingga dinding arteri terus tertekan
- Kelainan jaringan ikat bawaan, seperti sindrom Marfan, sindrom Loeys-Dietz, atau sindrom Ehlers-Danlos tipe vaskular
- Kelemahan bawaan pada percabangan arteri otak, yang dapat diturunkan dalam keluarga
- Peradangan pembuluh darah (vaskulitis) atau infeksi pada dinding arteri
- Cedera pada arteri, misalnya akibat kecelakaan atau bekas tusukan kateter
05 / Memahami kondisi
Siapa yang Lebih Berisiko?
Gaya Hidup
Merokok berkaitan kuat dengan aneurisma aorta dan aneurisma serebral, dan juga mempercepat pertumbuhannya. Konsumsi alkohol berlebihan berkaitan dengan aneurisma serebral.
Medis
Tekanan darah tinggi, aterosklerosis, dan penyakit ginjal polikistik meningkatkan risiko. Memiliki satu aneurisma juga meningkatkan kemungkinan ada aneurisma di tempat lain.
Genetik
Riwayat aneurisma atau diseksi aorta pada orang tua atau saudara kandung, serta kelainan jaringan ikat bawaan seperti sindrom Marfan.
Usia
Risiko meningkat seiring usia, terutama setelah 60 tahun untuk aneurisma aorta. Aneurisma serebral umumnya ditemukan pada usia dewasa paruh baya.
Lainnya
Laki-laki lebih sering mengalami aneurisma aorta perut dan aneurisma di belakang lutut, sedangkan aneurisma serebral lebih sering pada perempuan.
Kelompok yang Lebih Berisiko
- Laki-Laki Mulai Usia 65 Tahun yang Pernah Merokok: Kelompok dengan risiko aneurisma aorta perut yang lebih tinggi; pedoman menganjurkan skrining USG perut setidaknya sekali.
- Penyandang Hipertensi: Tekanan darah tinggi yang lama tidak terkendali membebani dinding arteri, baik di aorta maupun di otak.
- Keluarga Dekat Penyandang Aneurisma: Orang tua, saudara kandung, atau anak dari penyandang aneurisma aorta atau aneurisma serebral berisiko lebih tinggi.
- Penyandang Kelainan Jaringan Ikat: Misalnya sindrom Marfan, sindrom Loeys-Dietz, atau sindrom Ehlers-Danlos tipe vaskular, yang membuat dinding arteri lebih rapuh sejak usia muda.
- Penyandang Penyakit Ginjal Polikistik: Kelainan ginjal bawaan ini berkaitan dengan aneurisma serebral, sehingga dokter dapat menyarankan pemeriksaan pembuluh darah otak.
06 / Memahami kondisi
Bagaimana Diagnosis Ditegakkan?
Karena sering tanpa keluhan, aneurisma kerap ditemukan saat pemeriksaan untuk hal lain atau saat skrining pada orang yang berisiko. Pemeriksaan dimulai dengan wawancara tentang keluhan, kebiasaan merokok, dan riwayat keluarga, lalu pemeriksaan fisik. Dokter kemudian memilih pencitraan sesuai letak yang dicurigai. USG dipakai untuk aorta perut dan arteri tungkai karena cepat dan tanpa radiasi. Ekokardiografi menilai pangkal aorta di dekat jantung. CT angiografi memberi ukuran dan bentuk aneurisma secara rinci dan menjadi dasar perencanaan tindakan. MRI atau MR angiografi dipakai untuk pembuluh darah otak dan untuk pemantauan tanpa sinar X.
Bila sudah ditemukan satu aneurisma, dokter mungkin menyarankan pemeriksaan di tempat lain, karena aneurisma dapat muncul lebih dari satu. Pada aneurisma yang terkait keturunan, keluarga dekat juga dapat dianjurkan untuk diperiksa.
Pemeriksaan Fisik
Dokter menanyakan keluhan dan riwayat keluarga, mengukur tekanan darah, meraba denyut di perut, lipat paha, dan belakang lutut, serta memeriksa fungsi saraf bila perlu.
USG Vaskular
Gelombang suara tanpa radiasi untuk mengukur lebar aorta perut dan arteri tungkai; dipakai untuk skrining dan pemantauan.
Ekokardiografi
USG jantung untuk menilai pangkal aorta, aorta naik, dan katup aorta.
CT angiografi: CT scan dengan zat kontras untuk mengukur aneurisma di dada, perut, tungkai, atau kepala secara rinci dan merencanakan tindakan.
MRI atau MR angiografi: pencitraan tanpa sinar X untuk menilai aneurisma di otak dan memantau aorta secara berkala.
Angiografi Aorta
Pemeriksaan aorta dengan kateter dan zat kontras, umumnya saat merencanakan atau menjalankan tindakan perbaikan.
07 / Memahami kondisi
Pilihan Penanganan.
Penanganan ditentukan dokter setelah evaluasi. Kategori berikut membantu Anda memahami pembicaraan dengan dokter.
Pemantauan Berkala
Aneurisma kecil yang tidak bergejala umumnya cukup diperiksa ulang dengan USG, CT, atau MRI pada jarak waktu yang ditentukan dokter sesuai ukuran dan letaknya.
Pengendalian Faktor Risiko
Berhenti merokok, mengendalikan tekanan darah dan kolesterol, serta minum obat sesuai resep dokter untuk mengurangi beban pada dinding arteri dan menurunkan risiko serangan jantung serta stroke.
Perbaikan Endovaskular
Stent graft, yaitu tabung kain berkerangka logam, dipasang dari dalam pembuluh lewat arteri di lipat paha untuk menutup aneurisma aorta atau arteri perifer.
Operasi Terbuka
Bagian arteri yang melebar diganti dengan pipa buatan atau dibuatkan jalur pintas. Pilihan ini dipertimbangkan sesuai bentuk aneurisma dan kondisi Anda.
Penanganan Aneurisma Serebral
Aneurisma otak dapat ditutup dari dalam pembuluh dengan kumparan logam halus (coiling) atau dijepit lewat operasi (clipping) oleh dokter bedah saraf atau tim neurointervensi.
08 / Memahami kondisi
Komplikasi yang Perlu Dipantau.
Pecahnya Aneurisma
Dinding yang menipis dapat pecah dan menimbulkan perdarahan di dalam tubuh atau di sekitar otak. Keadaan ini darurat dan perlu penanganan segera.
Robekan Dinding Aorta
Lapisan dalam aorta dapat robek sehingga darah mengalir di antara lapisan dinding. Dibahas di halaman Diseksi Aorta.
Bekuan Darah dan Sumbatan
Bekuan dapat terbentuk di dalam aneurisma lalu menyumbat arteri atau terlepas ke pembuluh yang lebih kecil, misalnya ke kaki.
Penekanan Jaringan Sekitar
Aneurisma besar dapat menekan saraf, saluran napas, kerongkongan, atau pembuluh vena di dekatnya sehingga menimbulkan keluhan.
Perdarahan Subaraknoid
Aneurisma serebral yang pecah menimbulkan perdarahan di ruang sekitar otak, salah satu bentuk stroke yang dibahas di halaman Stroke Hemoragik.
09 / Memahami kondisi
Apa yang Bisa Dilakukan?
- Berhenti merokok dan hindari asap rokok di sekitar Anda
- Kendalikan tekanan darah sesuai target yang disepakati dengan dokter
- Jaga kadar kolesterol lewat pola makan seimbang dan obat bila diresepkan
- Bergerak aktif secara teratur sesuai kemampuan dan saran dokter
- Bila ada keluarga dekat dengan aneurisma, tanyakan perlunya pemeriksaan skrining
- Bila sudah diketahui ada aneurisma, datang ke jadwal kontrol dan pencitraan ulang
10 / Memahami kondisi
Kapan Harus ke Dokter?
Aneurisma sering tidak bergejala, jadi pemeriksaan lebih awal bermanfaat bagi orang yang berisiko. Bila muncul nyeri hebat mendadak di dada, punggung, perut, atau kepala, pingsan, atau kaki tiba-tiba pucat dan dingin, segera ke IGD terdekat. Buat janji konsultasi dengan dokter bila Anda:
- Laki-laki berusia 65 tahun ke atas yang pernah merokok, untuk skrining aorta perut
- Memiliki orang tua atau saudara kandung dengan aneurisma atau diseksi aorta
- Menyandang kelainan jaringan ikat seperti sindrom Marfan, atau katup aorta bikuspid
- Merasakan denyutan di perut atau benjolan berdenyut di belakang lutut atau lipat paha
- Mengalami suara serak, sakit kepala tidak biasa, atau penglihatan ganda yang menetap
- Sudah didiagnosis aneurisma dan belum menjalani pemeriksaan ulang sesuai jadwal
Jangan Menunggu bila Kondisinya Darurat.
Bila keluhan terasa berat atau muncul mendadak, segera ke IGD terdekat atau hubungi Heart Attack Center 1500 258, bukan menunggu janji temu.
11 / Pertanyaan umum
Hal yang Mungkin Anda Tanyakan.
Pertanyaan yang sering diajukan tentang aneurisma.
Apakah aneurisma sama dengan stroke?
Tidak sama. Aneurisma adalah pelebaran pada dinding arteri. Bila aneurisma serebral pecah, darah keluar ke ruang sekitar otak dan menimbulkan stroke perdarahan. Namun, kebanyakan aneurisma serebral kecil tidak pernah pecah, dan stroke juga dapat terjadi tanpa aneurisma, misalnya karena sumbatan pembuluh darah otak. Aneurisma di aorta perut atau di tungkai tidak menyebabkan stroke secara langsung.
Apakah semua aneurisma harus dioperasi?
Tidak. Banyak aneurisma kecil cukup dipantau dengan pemeriksaan pencitraan berkala sambil mengendalikan faktor risiko. Tindakan perbaikan dipertimbangkan bila aneurisma mencapai ukuran tertentu, tumbuh cepat, menimbulkan keluhan, atau membentuk bekuan. Batas ukurannya berbeda untuk setiap letak, misalnya aorta perut, aorta dada, atau arteri di belakang lutut. Dokter juga menimbang usia, kesehatan umum, dan pilihan Anda.
Bisakah aneurisma mengecil atau hilang sendiri?
Aneurisma umumnya tidak mengecil dengan sendirinya, karena dinding arteri yang sudah melebar tidak kembali seperti semula. Yang dapat diupayakan adalah memperlambat pertumbuhannya dan menurunkan risiko komplikasi, terutama dengan berhenti merokok dan mengendalikan tekanan darah. Setelah perbaikan dengan stent graft, kantong aneurisma di luar stent dapat mengecil seiring waktu, dan hal ini dipantau lewat pemeriksaan ulang.
Apakah aneurisma bisa diturunkan dalam keluarga?
Bisa. Sebagian aneurisma aorta dada berkaitan dengan kelainan genetik, seperti sindrom Marfan atau sindrom Loeys-Dietz, dan ada pula yang muncul pada beberapa anggota keluarga tanpa sindrom yang jelas. Aneurisma serebral juga lebih sering ditemukan bila dua atau lebih keluarga dekat mengalaminya. Bila ada riwayat seperti ini, bicarakan dengan dokter tentang perlunya pemeriksaan untuk Anda dan keluarga.
Bolehkah penyandang aneurisma berolahraga?
Umumnya boleh. Aktivitas sedang seperti jalan kaki, bersepeda santai, atau berenang membantu menjaga tekanan darah dan kesehatan pembuluh darah. Yang biasanya perlu dihindari adalah angkat beban berat atau latihan yang membuat Anda menahan napas dan mengejan, karena dapat menaikkan tekanan darah secara mendadak. Batas aktivitas yang aman berbeda untuk setiap orang, jadi tanyakan kepada dokter sesuai ukuran dan letak aneurisma Anda.
Apa bedanya aneurisma dengan diseksi aorta?
Aneurisma adalah pelebaran dinding arteri yang biasanya terjadi perlahan. Diseksi aorta adalah robekan pada lapisan dalam aorta sehingga darah masuk dan mengalir di antara lapisan dinding. Diseksi terjadi mendadak dan merupakan keadaan darurat. Aorta yang melebar lebih mudah mengalami diseksi, tetapi diseksi juga dapat terjadi pada aorta yang tidak melebar. Diseksi dibahas di halaman Diseksi Aorta.
Sumber dan Tinjauan Medis
Ditinjau secara medis oleh dr. Suko Adiarto, Sp.JP(K), Ph.D..
- Mazzolai L, Teixido-Tura G, Lanzi S, dkk. 2024 ESC Guidelines for the management of peripheral arterial and aortic diseases. Eur Heart J. 2024;45(36):3538-3700.
- Isselbacher EM, Preventza O, Hamilton Black J, dkk. 2022 ACC/AHA Guideline for the Diagnosis and Management of Aortic Disease: A Report of the American Heart Association/American College of Cardiology Joint Committee on Clinical Practice Guidelines. Circulation. 2022;146(24):e334-e482.
- Wanhainen A, Van Herzeele I, Bastos Goncalves F, dkk. European Society for Vascular Surgery (ESVS) 2024 Clinical Practice Guidelines on the Management of Abdominal Aorto-Iliac Artery Aneurysms. Eur J Vasc Endovasc Surg. 2024;67(2):192-331.
- Farber A, Angle N, Avgerinos E, dkk. The Society for Vascular Surgery clinical practice guidelines on popliteal artery aneurysms. J Vasc Surg. 2022;75(1S):109S-120S.
- Etminan N, de Sousa DA, Tiseo C, dkk. European Stroke Organisation (ESO) guidelines on management of unruptured intracranial aneurysms. Eur Stroke J. 2022;7(3):LXXXI-CVI.
- Hoh BL, Ko NU, Amin-Hanjani S, dkk. 2023 Guideline for the Management of Patients With Aneurysmal Subarachnoid Hemorrhage: A Guideline From the American Heart Association/American Stroke Association. Stroke. 2023;54(7):e314-e370.



