Langsung ke konten

Aneurisma

Aneurisma Aorta

Aortic Aneurysm

Ditinjau secara medis olehdr. Suko Adiarto, Sp.JP(K), Ph.D., Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah
Terakhir diperbarui7 Oktober 2026
Ilustrasi medis anatomi jantung dan aorta yang menampilkan aneurisma aorta torakal dan aneurisma aorta abdominal, dengan pelebaran pada aorta dada dan aorta perut serta inset perbandingan ukuran aorta yang melebar dan normal.
Ilustrasi Aneurisma Aorta

Jawaban singkat

Apa Itu Aneurisma Aorta?

Aneurisma aorta adalah pelebaran setempat pada aorta, pembuluh nadi utama dari jantung, akibat dinding yang melemah. Aneurisma ini dapat terjadi di dada atau di perut, umumnya tanpa keluhan, dan perlu dipantau karena dapat robek atau pecah.

Sumber informasi

Tanda yang Memerlukan Pertolongan Segera

  • Nyeri mendadak dan sangat hebat di dada, punggung, atau perut
  • Nyeri seperti dirobek yang menjalar ke punggung atau pinggang
  • Pingsan, pusing berat, atau tampak bingung
  • Kulit pucat, dingin, berkeringat, dan denyut nadi cepat
  • Sesak napas berat yang muncul tiba-tiba
  • Lemah separuh badan atau sulit bicara secara mendadak

Bila tanda ini muncul, segera ke IGD terdekat atau hubungi Heart Attack Center 1500 258.

Catatan kegawatan: Aneurisma aorta yang membesar dapat robek (diseksi) atau pecah dan menimbulkan perdarahan di dalam tubuh. Pemantauan ukuran dan perbaikan pada waktu yang tepat bertujuan mencegah hal tersebut.

Mengenal Aneurisma Aorta

Aorta adalah pembuluh nadi utama yang keluar dari jantung. Pembuluh ini naik sebentar, melengkung di dada, lalu turun melewati rongga dada dan perut sebelum bercabang ke kedua tungkai. Diameter aorta orang dewasa umumnya sekitar 2 sampai 3 cm. Aneurisma aorta terjadi bila sebagian dinding aorta melemah dan melebar secara menetap, biasanya sampai sekitar satu setengah kali ukuran normal atau lebih.

Jenis Menurut Letaknya

Aneurisma aorta toraks terletak di rongga dada, termasuk pangkal aorta, aorta naik, lengkung aorta, dan aorta turun. Aneurisma aorta abdominal terletak di perut, umumnya di bawah percabangan arteri ginjal, dan merupakan jenis yang lebih banyak ditemukan. Pelebaran yang membentang dari dada sampai perut dibahas di halaman Aneurisma Torakoabdominal. Penyebab, cara pemeriksaan, dan batas ukuran untuk tindakan berbeda pada setiap letak, sehingga masing-masing punya halaman sendiri.

Bagaimana Aneurisma Aorta Terbentuk

Pada aorta perut, pelebaran umumnya berkaitan dengan usia, merokok, dan aterosklerosis, yang memicu peradangan dan merusak serat elastis dinding aorta. Pada aorta dada, terutama pangkal dan aorta naik, faktor bawaan lebih berperan, misalnya katup aorta bikuspid, sindrom Marfan, atau riwayat keluarga. Tekanan darah tinggi memperberat beban pada dinding di semua letak.

Mengapa Perlu Dipantau

Kebanyakan aneurisma aorta tumbuh perlahan, sekitar beberapa milimeter per tahun, dan tidak menimbulkan keluhan. Risiko robek atau pecah meningkat seiring bertambahnya diameter dan kecepatan tumbuh. Karena itu, dokter memantau ukurannya dengan USG, CT, atau MRI secara berkala. Perbaikan lewat operasi terbuka atau pemasangan stent graft dipertimbangkan bila aneurisma mencapai batas ukuran tertentu, tumbuh cepat, atau menimbulkan keluhan. Batas ini berbeda untuk aorta dada dan aorta perut, serta lebih rendah pada kelainan jaringan ikat.

Hidup dengan Aneurisma Aorta

Banyak penyandang aneurisma aorta kecil tetap beraktivitas seperti biasa dengan pemantauan teratur. Hal yang penting adalah berhenti merokok, mengendalikan tekanan darah, tetap aktif dengan olahraga ringan sampai sedang, dan menghindari angkat beban sangat berat. Karena aneurisma aorta sering disertai penyakit jantung koroner dan penyempitan arteri lain, dokter juga menilai dan merawat jantung serta pembuluh darah Anda secara keseluruhan.

Jenis dan Kondisi Turunan

Kondisi berikut termasuk dalam kelompok Aneurisma Aorta. Buka masing-masing untuk penjelasan lengkapnya.

Gejala yang Perlu Dikenali.

Gejala Umum

Kebanyakan aneurisma aorta tidak bergejala dan ditemukan saat pemeriksaan lain. Keluhan berikut dapat muncul bila aneurisma membesar.

  • Rasa berdenyut di perut, terutama di sekitar pusar
  • Nyeri tumpul menetap di perut, pinggang, atau punggung bawah
  • Nyeri dada atau punggung atas yang menetap
  • Suara serak yang tidak kunjung membaik
  • Batuk, sesak, atau sulit menelan akibat penekanan di dada
Tidak semua orang mengalami gejala yang sama. Bila keluhan berulang atau memburuk, periksakan diri.

Apa yang Menyebabkan Kondisi Ini?

  • Aterosklerosis dan proses penuaan yang merusak serat elastis dinding aorta
  • Tekanan darah tinggi yang lama tidak terkendali
  • Katup aorta bikuspid, yaitu katup aorta dengan dua daun sejak lahir, yang sering disertai pelebaran aorta dada
  • Kelainan jaringan ikat bawaan, seperti sindrom Marfan, sindrom Loeys-Dietz, atau sindrom Ehlers-Danlos tipe vaskular
  • Peradangan dinding aorta (aortitis), misalnya pada arteritis Takayasu atau arteritis sel raksasa
  • Infeksi dinding aorta, atau sisa robekan aorta lama (diseksi kronis) yang lambat laun melebar
  • Cedera dada berat, misalnya akibat kecelakaan lalu lintas

Siapa yang Lebih Berisiko?

Gaya Hidup

Merokok adalah faktor risiko utama aneurisma aorta perut dan mempercepat pertumbuhannya. Risiko tetap lebih tinggi bertahun-tahun setelah berhenti, sehingga riwayat merokok perlu disampaikan ke dokter.

Medis

Tekanan darah tinggi, aterosklerosis, penyakit jantung koroner, penyakit arteri perifer, dan penyakit paru obstruktif kronis sering ditemukan bersama aneurisma aorta.

Genetik

Riwayat aneurisma atau diseksi aorta pada keluarga dekat, sindrom Marfan dan kelainan jaringan ikat lain, serta katup aorta bikuspid.

Usia

Aneurisma aorta perut jarang sebelum usia 60 tahun dan lebih banyak ditemukan setelah usia 65 tahun. Aneurisma aorta dada akibat kelainan bawaan dapat muncul pada usia muda.

Lainnya

Aneurisma aorta perut lebih sering pada laki-laki, tetapi pada perempuan cenderung tumbuh lebih cepat dan dapat pecah pada ukuran yang lebih kecil.

Kelompok yang Lebih Berisiko

  • Laki-Laki Mulai Usia 65 Tahun yang Pernah Merokok: Kelompok dengan risiko aneurisma aorta perut yang lebih tinggi; pedoman menganjurkan skrining USG perut.
  • Penyandang Katup Aorta Bikuspid: Banyak penyandang katup bikuspid mengalami pelebaran aorta naik, sehingga ukuran aorta perlu dipantau berkala.
  • Penyandang Sindrom Marfan dan Kelainan Jaringan Ikat: Dinding aorta lebih rapuh sejak muda, sehingga aneurisma dapat muncul lebih awal dan ditangani pada ukuran lebih kecil. Dibahas di halaman Sindrom Marfan.
  • Keluarga Dekat Penyandang Aneurisma Aorta: Orang tua, saudara kandung, atau anak dari penyandang aneurisma atau diseksi aorta dapat dianjurkan menjalani pemeriksaan pencitraan.
  • Penyandang Hipertensi dan Aterosklerosis: Tekanan darah tinggi dan plak di pembuluh darah membebani dinding aorta dan sering ditemukan bersama aneurisma aorta perut.
Memiliki faktor risiko tidak berarti seseorang pasti mengalami kondisi ini.

Bagaimana Diagnosis Ditegakkan?

Aneurisma aorta sering ditemukan secara kebetulan, misalnya saat USG perut, ekokardiografi, atau CT scan untuk keluhan lain. Bila dicurigai, dokter menanyakan riwayat merokok, tekanan darah, dan keluarga, lalu memilih pemeriksaan sesuai letaknya. Aorta perut diukur dengan USG, sedangkan pangkal aorta dan aorta naik dinilai dengan ekokardiografi. CT angiografi memberikan ukuran yang rinci di seluruh aorta dan diperlukan sebelum perbaikan. MRI menjadi pilihan untuk pemantauan berulang tanpa sinar X.

Setelah aneurisma ditemukan, dokter biasanya memeriksa seluruh aorta karena aneurisma dapat muncul di lebih dari satu tempat. Pemeriksaan ulang dilakukan pada jarak waktu yang disesuaikan dengan ukuran. Pada kelainan bawaan, keluarga dekat dapat dianjurkan ikut diperiksa.

  1. USG Vaskular

    USG perut tanpa radiasi untuk mengukur diameter aorta perut; dipakai untuk skrining dan pemantauan berkala.

  2. Ekokardiografi

    USG jantung untuk mengukur pangkal aorta dan aorta naik serta menilai katup aorta.

  3. CT angiografi aorta: CT scan dengan zat kontras untuk mengukur aneurisma dari dada sampai panggul secara rinci dan merencanakan perbaikan.

  4. MRI atau MR angiografi aorta: pencitraan tanpa sinar X untuk pemantauan berulang, terutama pada orang muda dan kelainan bawaan.

  5. Rontgen Dada

    Foto dada kadang memperlihatkan bayangan aorta yang melebar, tetapi hasil normal tidak menyingkirkan aneurisma.

  6. Angiografi Aorta

    Pemeriksaan dengan kateter dan zat kontras, umumnya saat merencanakan atau menjalankan pemasangan stent graft.

Pilihan Penanganan.

Penanganan ditentukan dokter setelah evaluasi. Kategori berikut membantu Anda memahami pembicaraan dengan dokter.

Pemantauan Berkala

Aneurisma kecil diperiksa ulang dengan USG, CT, atau MRI. Jarak pemeriksaan makin dekat seiring bertambahnya ukuran.

Berhenti Merokok dan Kendali Tekanan Darah

Langkah dasar yang membantu memperlambat pertumbuhan aneurisma dan menurunkan beban pada dinding aorta.

Obat Pelindung Jantung dan Pembuluh Darah

Dokter dapat meresepkan obat penurun tekanan darah, statin, atau antiplatelet untuk menurunkan risiko serangan jantung dan stroke. Jenis dan dosis ditentukan dokter.

Pemasangan Stent Graft

Tabung kain berkerangka logam dipasang di dalam aorta lewat arteri di lipat paha, bila bentuk aorta sesuai. Pemulihan umumnya lebih singkat, tetapi perlu pencitraan ulang seumur hidup.

Operasi Terbuka

Bagian aorta yang melebar diganti dengan pipa buatan lewat sayatan di dada atau perut. Hasilnya tahan lama, dengan masa pemulihan yang lebih panjang.

Kesesuaian dan ketersediaan pemeriksaan atau terapi perlu dikonfirmasi bersama tim perawatan.

Komplikasi yang Perlu Dipantau.

Pecahnya Aorta

Aneurisma yang pecah menimbulkan perdarahan hebat di dalam dada atau perut dan memerlukan operasi atau stent graft darurat.

Diseksi Aorta

Robekan lapisan dalam dinding aorta yang membuat darah mengalir di antara lapisan dinding. Dibahas di halaman Diseksi Aorta.

Bekuan Darah dan Emboli

Bekuan di dalam kantong aneurisma dapat terlepas dan menyumbat arteri di tungkai, ginjal, atau usus. Dibahas di halaman Emboli Arteri.

Kebocoran Katup Aorta

Pelebaran pangkal aorta dapat menarik katup aorta sehingga tidak menutup rapat, yang dibahas di halaman Regurgitasi Aorta.

Penekanan Organ Sekitar

Aneurisma besar dapat menekan saraf pita suara, saluran napas, kerongkongan, atau tulang belakang dan menimbulkan keluhan.

Apa yang Bisa Dilakukan?

  • Berhenti merokok; minta bantuan dokter bila sulit berhenti sendiri
  • Periksa tekanan darah secara teratur dan capai target bersama dokter
  • Laki-laki usia 65 tahun ke atas yang pernah merokok dianjurkan skrining USG perut
  • Bila keluarga dekat mengalami aneurisma atau diseksi aorta, tanyakan perlunya pemeriksaan
  • Hindari angkat beban sangat berat yang membuat Anda menahan napas dan mengejan
  • Sampaikan riwayat aneurisma kepada setiap dokter yang merawat Anda

Kapan Harus ke Dokter?

Karena sering tanpa keluhan, pemeriksaan aorta bermanfaat bagi orang yang berisiko meskipun merasa sehat. Nyeri mendadak yang sangat hebat di dada, punggung, atau perut, terutama disertai pingsan atau lemas, adalah tanda darurat: segera ke IGD terdekat. Buat janji konsultasi bila Anda:

  • Laki-laki usia 65 tahun ke atas yang pernah merokok
  • Memiliki keluarga dekat dengan aneurisma atau diseksi aorta
  • Didiagnosis katup aorta bikuspid, sindrom Marfan, atau kelainan jaringan ikat lain
  • Merasakan denyutan di perut atau nyeri dada, punggung, atau perut yang menetap
  • Diberi tahu ada aorta yang melebar dari hasil USG, CT, atau ekokardiografi

Jangan Menunggu bila Kondisinya Darurat.

Bila keluhan terasa berat atau muncul mendadak, segera ke IGD terdekat atau hubungi Heart Attack Center 1500 258, bukan menunggu janji temu.

Hal yang Mungkin Anda Tanyakan.

Pertanyaan yang sering diajukan tentang aneurisma aorta.

Berapa ukuran aneurisma aorta yang perlu diperbaiki?

Untuk aorta perut, perbaikan umumnya dianjurkan bila diameter mencapai sekitar 5,5 cm pada laki-laki atau 5,0 cm pada perempuan. Untuk aorta dada, batasnya umumnya sekitar 5,5 cm, dan dapat lebih kecil pada sindrom Marfan, katup bikuspid dengan faktor risiko tambahan, atau riwayat diseksi dalam keluarga. Aneurisma yang tumbuh cepat atau menimbulkan keluhan dapat diperbaiki lebih awal. Keputusan akhir disesuaikan dengan kondisi Anda.

Apakah aneurisma aorta bisa diobati dengan obat saja?

Belum ada obat yang terbukti mengecilkan aneurisma aorta. Obat penurun tekanan darah, statin, dan obat lain diberikan untuk mengurangi beban pada dinding aorta dan menurunkan risiko serangan jantung serta stroke, yang sering menyertai aneurisma. Pada sindrom Marfan, obat tertentu dipakai untuk membantu memperlambat pelebaran. Bila aneurisma mencapai batas ukuran untuk diperbaiki, tindakan stent graft atau operasi tetap diperlukan.

Apa bedanya stent graft dengan operasi terbuka?

Stent graft dipasang dari dalam pembuluh darah lewat arteri di lipat paha, sehingga sayatannya kecil dan pemulihan lebih singkat. Namun, pasien perlu pemeriksaan pencitraan ulang secara teratur dan kadang memerlukan tindakan tambahan. Operasi terbuka mengganti bagian aorta dengan pipa buatan lewat sayatan di dada atau perut. Pemulihannya lebih lama, tetapi jarang membutuhkan tindakan ulang. Pilihan ditentukan oleh bentuk aorta, usia, dan kesehatan Anda.

Seberapa sering aneurisma aorta perlu diperiksa ulang?

Jarak pemeriksaan bergantung pada ukuran dan letaknya. Sebagai gambaran, aneurisma aorta perut berukuran 3 sampai 3,9 cm umumnya diperiksa ulang setiap tiga tahun, ukuran 4 sampai 4,9 cm setiap tahun, dan yang lebih besar setiap tiga sampai enam bulan. Aneurisma aorta dada biasanya diperiksa ulang enam bulan setelah ditemukan, lalu setiap tahun bila stabil. Dokter dapat mengubah jadwal bila aneurisma tumbuh lebih cepat.

Bolehkah penyandang aneurisma aorta berolahraga?

Umumnya boleh dan dianjurkan, dengan intensitas ringan sampai sedang seperti jalan kaki, bersepeda santai, atau berenang. Hindari angkat beban berat, olahraga kontak, atau gerakan yang membuat Anda menahan napas dan mengejan, karena dapat menaikkan tekanan darah secara mendadak. Batas yang aman berbeda bagi setiap orang, terutama bila aneurisma besar atau ada kelainan jaringan ikat, jadi diskusikan dengan dokter.

Apakah keluarga saya perlu diperiksa?

Perlu dipertimbangkan bila aneurisma aorta dada muncul pada usia muda, terkait kelainan genetik, atau dialami lebih dari satu anggota keluarga. Pedoman juga menyarankan pemeriksaan aorta pada keluarga dekat penyandang katup aorta bikuspid yang disertai pelebaran aorta. Pemeriksaan aorta perut juga dapat dipertimbangkan bagi saudara kandung penyandang aneurisma aorta perut. Dokter dapat menyarankan ekokardiografi, USG, atau konseling genetik.

Sumber dan Tinjauan Medis

Ditinjau secara medis oleh dr. Suko Adiarto, Sp.JP(K), Ph.D..

  1. Isselbacher EM, Preventza O, Hamilton Black J, dkk. 2022 ACC/AHA Guideline for the Diagnosis and Management of Aortic Disease: A Report of the American Heart Association/American College of Cardiology Joint Committee on Clinical Practice Guidelines. Circulation. 2022;146(24):e334-e482.
  2. Mazzolai L, Teixido-Tura G, Lanzi S, dkk. 2024 ESC Guidelines for the management of peripheral arterial and aortic diseases. Eur Heart J. 2024;45(36):3538-3700.
  3. Czerny M, Grabenwöger M, Berger T, dkk. EACTS/STS Guidelines for diagnosing and treating acute and chronic syndromes of the aortic organ. Eur J Cardiothorac Surg. 2024;65(2):ezad426.
  4. Wanhainen A, Van Herzeele I, Bastos Goncalves F, dkk. European Society for Vascular Surgery (ESVS) 2024 Clinical Practice Guidelines on the Management of Abdominal Aorto-Iliac Artery Aneurysms. Eur J Vasc Endovasc Surg. 2024;67(2):192-331.
  5. US Preventive Services Task Force, Owens DK, Davidson KW, dkk. Screening for Abdominal Aortic Aneurysm: US Preventive Services Task Force Recommendation Statement. JAMA. 2019;322(22):2211-2218.

Langkah berikutnya

Bahas Keluhan Anda bersama Dokter.

Mulai konsultasi untuk memahami kondisi dan pilihan penanganan yang sesuai.

Konteks kunjungan: Aneurisma Aorta

Informasi di halaman ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan konsultasi, diagnosis, atau pengobatan medis. Untuk keluhan kesehatan Anda, konsultasikan langsung dengan dokter.

Kembali ke Semua Kondisi