Jawaban singkat
Apa Itu Endokarditis Infeksius?
Endokarditis infeksius adalah infeksi pada lapisan dalam jantung, terutama katup, oleh bakteri atau kadang jamur dari aliran darah. Infeksi ini perlu dirawat di rumah sakit dengan antibiotik jangka panjang, dan sebagian pasien memerlukan operasi katup.
Sumber informasiTanda yang Memerlukan Pertolongan Segera
- Lemah separuh badan, wajah mencong, atau bicara pelo mendadak
- Sesak napas berat atau tidak bisa berbaring
- Batuk berbusa berwarna merah muda
- Nyeri dada hebat atau berdebar sangat cepat
- Demam tinggi dengan menggigil hebat, kulit dingin, dan lemas berat atau bingung
- Nyeri mendadak di perut, pinggang, atau tungkai disertai demam
- Penglihatan kabur atau hilang mendadak pada satu mata
Bila tanda ini muncul, segera ke IGD terdekat atau hubungi Heart Attack Center 1500 258.
01 / Memahami kondisi
Mengenal Endokarditis Infeksius
Endokarditis infeksius adalah infeksi pada endokardium, yaitu lapisan dalam jantung, yang umumnya mengenai katup. Kuman masuk ke aliran darah, misalnya dari gusi, kulit, atau kateter infus, lalu menempel pada katup. Di sana kuman berkembang biak bersama bekuan darah dan membentuk gumpalan yang disebut vegetasi.
Kuman lebih mudah menempel pada katup yang sudah rusak, katup buatan, atau kabel alat pacu jantung. Pedoman ESC 2023 mencatat bahwa pasien endokarditis kini makin banyak berusia lanjut dan makin sering terkait katup buatan, alat jantung tertanam, dan tindakan medis. Di banyak negara berkembang, penyakit jantung rematik masih sering menjadi dasarnya.
Mengapa Perlu Ditangani Segera
Vegetasi dapat merusak daun katup sehingga katup bocor berat dalam hitungan hari, dan infeksi dapat meluas menjadi abses di sekitar katup. Pecahan vegetasi juga dapat terbawa aliran darah dan menyumbat pembuluh di otak, ginjal, limpa, atau paru. Pedoman ESC 2023 menganjurkan penanganan oleh tim endokarditis, yang terdiri dari dokter jantung, dokter bedah jantung, ahli penyakit infeksi, dan ahli mikrobiologi.
Bentuk Akut dan Subakut
Endokarditis dapat berkembang cepat dalam beberapa hari dengan demam tinggi dan kondisi yang memburuk, terutama bila disebabkan bakteri Staphylococcus aureus. Bentuk lain berkembang perlahan dalam beberapa minggu sampai bulan, dengan demam ringan, lemas, berkeringat malam, dan berat badan turun, sehingga sering dikira flu, tifus, atau infeksi biasa. Bintik merah kecil di kulit, bagian putih mata, atau di bawah kuku dapat menjadi petunjuk, tetapi tidak selalu muncul. Karena itu, demam yang tidak jelas sebabnya pada orang dengan kelainan katup perlu diperiksa lebih teliti.
Prinsip Penanganan
Penanganan utamanya adalah antibiotik lewat infus selama 2 sampai 6 minggu atau lebih, dipilih sesuai kuman yang tumbuh dari biakan darah. Pada pasien yang sudah stabil, sebagian pengobatan dapat dilanjutkan dengan antibiotik minum sesuai penilaian dokter. Sekitar separuh pasien memerlukan operasi katup, misalnya bila katup bocor berat sampai menimbulkan gagal jantung, infeksi tidak terkendali, atau vegetasi besar berisiko lepas. Setelah sembuh, risiko infeksi ulang tetap ada, sehingga kebersihan gigi dan kontrol rutin menjadi bagian perawatan jangka panjang.
02 / Memahami kondisi
Gejala yang Perlu Dikenali.
Gejala Umum
- Demam yang hilang timbul lebih dari beberapa hari tanpa sebab jelas
- Menggigil dan berkeringat, terutama malam hari
- Lemas, cepat lelah, dan nafsu makan turun
- Berat badan turun tanpa disengaja
- Nyeri otot, nyeri sendi, atau nyeri punggung
- Sesak napas atau bising jantung yang baru muncul
- Bintik merah kecil di kulit, bagian putih mata, atau di bawah kuku
Gejala pada Lansia
Pada lansia, demam bisa ringan atau tidak muncul, sehingga gejala mudah dianggap penyakit lain.
- Lemas dan kondisi umum yang menurun bertahap
- Bingung atau perubahan perilaku yang baru muncul
- Nafsu makan dan berat badan turun
- Demam ringan atau tanpa demam sama sekali
03 / Memahami kondisi
Apa yang Menyebabkan Kondisi Ini?
- Bakteri dari mulut (streptokokus) yang masuk ke darah, misalnya dari gusi yang meradang atau gigi berlubang
- Bakteri dari kulit (stafilokokus), misalnya dari luka, jarum suntik, atau kateter infus
- Bakteri dari saluran cerna atau saluran kemih, misalnya enterokokus
- Kuman yang masuk saat tindakan medis, cuci darah, atau pemasangan alat jantung
- Jamur, terutama pada orang dengan daya tahan tubuh lemah atau kateter jangka panjang
04 / Memahami kondisi
Siapa yang Lebih Berisiko?
Medis
Katup jantung buatan, riwayat endokarditis sebelumnya, penyakit jantung bawaan, alat pacu jantung atau ICD, serta katup yang rusak karena rematik, degenerasi, atau prolaps dengan kebocoran.
Gaya Hidup
Penggunaan narkoba suntik serta kebersihan gigi dan mulut yang buruk meningkatkan kemungkinan kuman masuk ke aliran darah.
Usia
Endokarditis kini makin sering ditemukan pada usia lanjut, yang lebih banyak memiliki katup degeneratif, katup buatan, dan riwayat tindakan medis.
Lainnya
Cuci darah lewat kateter, kateter infus jangka panjang, diabetes, daya tahan tubuh lemah, serta tato atau tindik tubuh pada orang berisiko tinggi meningkatkan risiko infeksi aliran darah.
Kelompok yang Lebih Berisiko
- Pemakai Katup Jantung Buatan: Termasuk katup yang dipasang lewat operasi maupun lewat kateter; risikonya lebih tinggi dibanding katup asli.
- Penyintas Endokarditis: Orang yang pernah mengalami endokarditis berisiko tinggi mengalaminya lagi.
- Penyandang Jantung Bawaan: Terutama kelainan sianotik yang belum dioperasi dan perbaikan dengan bahan buatan; risiko tetap ada walau sudah dioperasi.
- Pemakai Alat Pacu Jantung atau ICD: Kabel alat di dalam jantung dapat menjadi tempat menempelnya kuman.
- Penyandang Penyakit Katup: Katup yang rusak karena rematik, degenerasi, atau prolaps dengan kebocoran lebih mudah ditempeli kuman.
05 / Memahami kondisi
Bagaimana Diagnosis Ditegakkan?
Endokarditis dicurigai pada orang dengan demam tanpa sebab jelas, terutama bila memiliki katup buatan, kelainan katup, alat jantung tertanam, atau riwayat narkoba suntik. Langkah awal adalah mengambil biakan darah beberapa kali sebelum antibiotik diberikan, lalu melakukan ekokardiografi untuk mencari vegetasi dan kerusakan katup.
Diagnosis ditegakkan dengan menggabungkan temuan klinis, hasil biakan, dan pencitraan menurut kriteria Duke, yang diperbarui pada 2023 dengan memasukkan CT dan PET/CT. Ekokardiografi lewat kerongkongan, CT scan, dan PET/CT membantu bila hasil awal belum tegas, terutama pada katup buatan atau alat jantung. Pemeriksaan otak dengan CT atau MRI dapat dilakukan untuk mencari sumbatan yang tidak menimbulkan keluhan, karena hasilnya ikut menentukan waktu operasi. Bila biakan darah tidak tumbuh, misalnya karena antibiotik sudah diminum sebelumnya, dokter dapat memakai tes darah khusus.
Biakan darah diambil beberapa kali, biasanya tiga set, sebelum antibiotik dimulai, untuk mengetahui kuman penyebab dan antibiotik yang sesuai.
Ekokardiografi
Ekokardiografi lewat dinding dada menjadi langkah awal untuk mencari vegetasi, kebocoran katup, dan pengaruhnya pada fungsi jantung.
Ekokardiografi transesofageal (lewat kerongkongan) memperlihatkan vegetasi kecil, abses, dan katup buatan lebih jelas, dan dianjurkan pada sebagian besar pasien yang diduga endokarditis.
CT-Scan Jantung
CT jantung membantu mencari abses atau komplikasi di sekitar katup, terutama pada katup buatan; CT otak atau tubuh mencari sumbatan di organ lain.
PET Scan Jantung
PET/CT dengan penanda glukosa (FDG) membantu memastikan infeksi pada katup buatan atau alat jantung bila hasil pemeriksaan lain belum tegas.
Pemeriksaan C-Reactive Protein
Bersama darah lengkap dan laju endap darah, menilai peradangan dan memantau respons terhadap antibiotik.
Elektrokardiogram / EKG
Mencari gangguan hantaran listrik jantung baru, yang dapat menandakan abses di sekitar katup aorta.
06 / Memahami kondisi
Pilihan Penanganan.
Penanganan ditentukan dokter setelah evaluasi. Kategori berikut membantu Anda memahami pembicaraan dengan dokter.
Antibiotik lewat Infus
Antibiotik lewat infus selama 2 sampai 6 minggu atau lebih, dipilih sesuai kuman dari biakan darah dan jenis katup. Dokter menentukan jenis dan lamanya.
Lanjutan Antibiotik Minum
Pada pasien yang stabil dan memenuhi syarat, sebagian masa pengobatan dapat dilanjutkan dengan antibiotik minum, sesuai penilaian tim endokarditis.
Operasi Katup
Dianjurkan bila katup rusak berat sampai menimbulkan gagal jantung, infeksi tidak terkendali atau membentuk abses, atau vegetasi besar berisiko lepas. Katup diperbaiki atau diganti.
Pencabutan Alat Jantung yang Terinfeksi
Bila infeksi mengenai alat pacu jantung atau ICD, seluruh alat beserta kabelnya umumnya perlu dicabut agar infeksi tuntas.
Penanganan Sumber Infeksi
Sumber kuman, seperti gigi yang bermasalah atau kateter yang terinfeksi, dicari dan ditangani agar infeksi tidak berulang.
Obat Antijamur
Bila penyebabnya jamur, diberikan obat antijamur jangka panjang, dan umumnya operasi katup juga diperlukan.
07 / Memahami kondisi
Komplikasi yang Perlu Dipantau.
Gagal Jantung
Kerusakan katup yang cepat menimbulkan kebocoran berat, sesak, dan cairan di paru; ini alasan utama operasi segera. Dibahas di halaman Gagal Jantung.
Stroke dan Sumbatan Pembuluh Darah
Pecahan vegetasi dapat menyumbat pembuluh di otak, limpa, ginjal, atau paru, terutama pada vegetasi besar dan pada minggu-minggu awal. Dibahas di halaman Stroke.
Abses di Sekitar Katup
Infeksi meluas ke jaringan di sekitar katup dan dapat mengganggu jalur listrik jantung, sehingga biasanya perlu operasi.
Penyebaran Infeksi ke Organ Lain
Kuman dapat membentuk abses di limpa, tulang belakang, atau organ lain, atau membuat pelebaran pembuluh darah yang rapuh (aneurisma mikotik).
Gangguan Fungsi Ginjal
Ginjal dapat terganggu oleh sumbatan, reaksi kekebalan, atau efek antibiotik, sehingga fungsinya dipantau selama pengobatan.
Infeksi Berulang
Penyintas endokarditis berisiko mengalami infeksi ulang, sehingga kebersihan gigi dan antibiotik pencegahan sebelum tindakan gigi tertentu menjadi penting.
08 / Memahami kondisi
Apa yang Bisa Dilakukan?
- Sikat gigi dua kali sehari dan periksakan gigi ke dokter gigi secara rutin
- Bila termasuk kelompok risiko tinggi, tanyakan dokter tentang antibiotik pencegahan sebelum tindakan gigi tertentu
- Hindari tato dan tindik tubuh bila memakai katup buatan atau pernah endokarditis
- Rawat luka dan infeksi kulit sampai tuntas
- Hindari narkoba suntik, dan cari bantuan bila mengalami ketergantungan
- Jangan minum antibiotik sendiri saat demam tanpa sebab jelas, karena dapat membuat biakan darah tidak tumbuh
- Kontrol katup dan alat jantung sesuai jadwal dari dokter
09 / Memahami kondisi
Kapan Harus ke Dokter?
Periksakan diri ke dokter bila mengalami demam lebih dari beberapa hari tanpa sebab jelas, terutama bila Anda memakai katup buatan, pernah endokarditis, memiliki kelainan katup atau jantung bawaan, atau memakai alat pacu jantung. Sampaikan riwayat jantung Anda kepada dokter, dan jangan minum antibiotik sendiri sebelum diperiksa. Segera ke IGD bila muncul tanda stroke atau sesak berat.
- Demam lebih dari tiga hari tanpa sebab jelas pada orang dengan kelainan katup atau katup buatan
- Demam setelah tindakan gigi, pemasangan kateter, atau operasi jantung
- Berkeringat malam, lemas, dan berat badan turun selama beberapa minggu
- Bintik merah kecil di kulit, mata, atau bawah kuku disertai demam
- Lemah separuh badan, bicara pelo, atau sesak berat mendadak
Jangan Menunggu bila Kondisinya Darurat.
Bila keluhan terasa berat atau muncul mendadak, segera ke IGD terdekat atau hubungi Heart Attack Center 1500 258, bukan menunggu janji temu.
10 / Pertanyaan umum
Hal yang Mungkin Anda Tanyakan.
Pertanyaan yang sering diajukan tentang endokarditis infeksius.
Apakah endokarditis bisa sembuh?
Banyak pasien sembuh dengan antibiotik yang tepat dan, bila perlu, operasi katup. Hasilnya bergantung pada jenis kuman, katup yang terkena, cepatnya pengobatan dimulai, dan ada tidaknya komplikasi seperti stroke atau gagal jantung. Setelah sembuh, kontrol tetap diperlukan karena katup dapat menyisakan kebocoran dan risiko infeksi ulang lebih tinggi. Kebersihan gigi dan mulut menjadi bagian penting perawatan jangka panjang.
Mengapa pengobatan endokarditis begitu lama?
Kuman di dalam vegetasi terlindung oleh lapisan bekuan darah dan sulit dijangkau antibiotik. Karena itu, antibiotik perlu diberikan dalam waktu lama, umumnya 2 sampai 6 minggu, dan lebih lama pada katup buatan. Menghentikan pengobatan terlalu cepat dapat membuat infeksi kambuh. Pada pasien yang stabil, sebagian masa pengobatan dapat dilanjutkan dengan antibiotik minum sesuai penilaian dokter.
Siapa yang perlu antibiotik sebelum cabut gigi?
Pedoman ESC 2023 menganjurkan antibiotik pencegahan sebelum tindakan gigi yang melukai gusi hanya bagi kelompok risiko tinggi: pemakai katup buatan, termasuk katup lewat kateter, orang yang pernah endokarditis, penyandang jantung bawaan sianotik yang belum dioperasi, sebagian pasien setelah operasi jantung bawaan, dan pemakai alat bantu bilik jantung. Kelompok lain tidak memerlukannya, tetapi tetap perlu menjaga kebersihan gigi.
Apakah semua penderita endokarditis harus dioperasi?
Tidak. Sekitar separuh pasien dapat sembuh dengan antibiotik saja. Operasi dianjurkan bila katup rusak berat sampai menimbulkan gagal jantung, infeksi tidak terkendali atau membentuk abses, kuman sulit diobati seperti jamur, atau vegetasi besar berisiko lepas ke otak. Waktu operasi, apakah segera dalam hitungan hari atau setelah infeksi lebih tenang, diputuskan tim endokarditis.
Apa hubungan endokarditis dengan kesehatan gigi?
Bakteri dari mulut, terutama dari gusi yang meradang, adalah salah satu sumber kuman endokarditis. Kuman ini dapat masuk ke darah bukan hanya saat cabut gigi, tetapi juga saat menyikat gigi atau mengunyah bila gusi tidak sehat. Karena itu, menjaga kebersihan gigi dan memeriksakannya rutin sangat berperan. Sebelum operasi katup, gigi biasanya diperiksa dan dirawat terlebih dahulu.
Apakah endokarditis menular?
Endokarditis tidak menular dari orang ke orang seperti flu. Kuman penyebabnya umumnya berasal dari tubuh pasien sendiri, misalnya dari mulut, kulit, atau saluran cerna, yang masuk ke darah lalu menempel pada katup. Keluarga tidak perlu menjauhi pasien, tetapi kebersihan tangan dan perawatan luka tetap penting, terutama selama di rumah sakit.
Sumber dan Tinjauan Medis
Ditinjau secara medis oleh dr. Sri Diniharini, Sp.JP(K).
- Delgado V, Ajmone Marsan N, de Waha S, Bonaros N, Brida M, Burri H, et al. 2023 ESC Guidelines for the management of endocarditis. Eur Heart J. 2023;44(39):3948-4042.
- Fowler VG Jr, Durack DT, Selton-Suty C, Athan E, Bayer AS, Chamis AL, et al. The 2023 Duke-International Society for Cardiovascular Infectious Diseases Criteria for Infective Endocarditis: Updating the Modified Duke Criteria. Clin Infect Dis. 2023;77(4):518-526.
- Baddour LM, Wilson WR, Bayer AS, Fowler VG Jr, Tleyjeh IM, Rybak MJ, et al. Infective Endocarditis in Adults: Diagnosis, Antimicrobial Therapy, and Management of Complications: A Scientific Statement for Healthcare Professionals From the American Heart Association. Circulation. 2015;132(15):1435-1486.
- Wilson WR, Gewitz M, Lockhart PB, Bolger AF, DeSimone DC, Kazi DS, et al. Prevention of Viridans Group Streptococcal Infective Endocarditis: A Scientific Statement From the American Heart Association. Circulation. 2021;143(20):e963-e978.
- Iversen K, Ihlemann N, Gill SU, Madsen T, Elming H, Jensen KT, et al. Partial Oral versus Intravenous Antibiotic Treatment of Endocarditis. N Engl J Med. 2019;380(5):415-424.
- Kang DH, Kim YJ, Kim SH, Sun BJ, Kim DH, Yun SC, et al. Early Surgery versus Conventional Treatment for Infective Endocarditis. N Engl J Med. 2012;366(26):2466-2473.
- Cahill TJ, Prendergast BD. Infective endocarditis. Lancet. 2016;387(10021):882-893.




