Jawaban singkat
Apa Itu Pemeriksaan C-Reactive Protein?
Pemeriksaan C-Reactive Protein (CRP) mengukur protein yang dibuat hati saat tubuh mengalami peradangan atau infeksi. CRP biasa dipakai untuk menilai infeksi dan peradangan aktif, misalnya perikarditis. Versi sensitivitas tinggi (hs-CRP) mengukur kadar yang sangat rendah untuk membantu menilai risiko penyakit jantung dan pembuluh darah.
Sumber informasi01 / Memahami tindakan
Mengenal Pemeriksaan C-Reactive Protein
Apa Itu CRP
C-Reactive Protein (CRP) adalah protein yang dibuat hati sebagai bagian dari respons tubuh terhadap peradangan. Saat terjadi infeksi, cedera, atau penyakit peradangan, kadarnya di dalam darah dapat naik berlipat-lipat. CRP tidak menunjukkan di mana peradangan terjadi, tetapi menunjukkan seberapa aktif peradangan tersebut.
Cara Kerja Singkat
Peradangan memicu sinyal ke hati, lalu hati membuat dan melepas CRP ke darah. Kadarnya naik dalam beberapa jam, mencapai puncak dalam sekitar 2 hari, dan turun cukup cepat saat peradangan mereda. Karena itu, CRP cocok untuk memantau perjalanan penyakit dan hasil pengobatan dari hari ke hari.
CRP dan hs-CRP
- CRP biasa: menilai infeksi atau peradangan yang sedang aktif. Kadar yang sangat tinggi sering ditemukan pada infeksi bakteri berat.
- hs-CRP (sensitivitas tinggi): mengukur kadar yang sangat rendah pada orang yang sedang sehat, untuk menilai risiko penyakit jantung jangka panjang bersama kolesterol, tekanan darah, dan faktor risiko lain.
Membaca Hasil hs-CRP
Sebagai panduan umum, hs-CRP di bawah 1 mg/L menandakan risiko rendah, 1 sampai 3 mg/L risiko sedang, dan di atas 3 mg/L risiko lebih tinggi. Pedoman pencegahan di Amerika Serikat menganggap hs-CRP 2 mg/L atau lebih sebagai faktor yang menambah risiko. Hasil di atas 10 mg/L biasanya disebabkan infeksi atau peradangan lain, sehingga tes diulang setelah sembuh.
CRP dan Penyakit Jantung
Pada perikarditis, CRP membantu memastikan diagnosis dan menentukan berapa lama pengobatan diteruskan. CRP juga dipakai untuk memantau miokarditis, endokarditis, dan infeksi setelah operasi atau pemasangan alat jantung. Penumpukan plak di pembuluh darah sendiri melibatkan peradangan, sehingga hs-CRP yang tinggi menandakan risiko yang lebih besar meski kolesterol tampak normal.
02 / Memahami tindakan
Kapan Tindakan Ini Dipertimbangkan?
Dokter dapat mempertimbangkan tindakan ini pada keadaan berikut. Keputusan selalu ditetapkan setelah evaluasi menyeluruh.
- Dugaan Perikarditis atau MiokarditisMembantu memastikan adanya peradangan pada selaput atau otot jantung.
- Memantau Pengobatan Peradangan JantungPada perikarditis, penurunan CRP membantu menentukan lama pengobatan.
- Demam setelah Operasi atau Pemasangan Alat JantungUntuk mencari dan memantau infeksi pada luka atau alat.
- Dugaan EndokarditisMembantu menilai infeksi katup jantung dan respons terhadap antibiotik.
- Menilai Risiko Penyakit Jantunghs-CRP melengkapi kolesterol dan faktor risiko lain.
- Penyakit Autoimun atau Peradangan KronisMisalnya lupus atau radang sendi, yang juga dapat memengaruhi jantung.
Keadaan yang Perlu Dipertimbangkan Lebih Dulu
- Sedang Flu, Infeksi, atau CederaMembuat hs-CRP naik sementara, sehingga penilaian risiko ditunda sekitar 2 minggu.
- Baru Menjalani Operasi atau TindakanCRP wajar naik selama beberapa hari setelahnya.
- Kehamilan atau Terapi HormonDapat menaikkan kadar CRP.
- Obat TertentuStatin, obat antiradang, dan kortikosteroid dapat menurunkan CRP.
- Kelebihan Berat Badan dan MerokokMenaikkan hs-CRP dan mencerminkan risiko yang memang lebih tinggi.
03 / Sebelum tindakan
Apa yang Perlu Disiapkan?
Pemeriksaan CRP memakai sampel darah dan persiapannya sederhana.
Makan dan minum. Tidak perlu puasa, kecuali tes lain yang diperiksa bersamaan, misalnya kolesterol, memerlukan puasa.
Waktu pemeriksaan hs-CRP. Untuk menilai risiko jantung, lakukan saat Anda sehat, tanpa flu, infeksi, atau cedera setidaknya selama 2 minggu.
Aktivitas. Hindari olahraga sangat berat sehari sebelumnya.
Obat. Minum obat seperti biasa. Bawa daftar obat, terutama statin, obat antiradang, kortikosteroid, atau terapi hormon.
Informasi penting. Beri tahu petugas bila Anda sedang hamil, baru menjalani operasi, atau memiliki penyakit autoimun.
Belum jelas dengan instruksi persiapan? Tanyakan kepada tim sebelum menjalani tindakan.
04 / Saat tindakan
Bagaimana Tindakan Dilakukan?
Pengambilan darah umumnya selesai dalam 10 menit, dan hasil biasanya tersedia di hari yang sama.
Pencocokan Identitas
Petugas mencocokkan identitas Anda dengan permintaan pemeriksaan dan menanyakan keluhan infeksi atau peradangan yang baru dialami.
Pengambilan Darah
Darah diambil dari pembuluh darah di lipat siku dan ditampung dalam tabung.
Pemeriksaan di Laboratorium
Alat mengukur kadar CRP dalam miligram per liter (mg/L). Untuk penilaian risiko, hs-CRP sebaiknya diperiksa dua kali dengan jarak sekitar 2 minggu, lalu dipakai nilai rata-ratanya.
Pembacaan Hasil
Dokter membaca hasil bersama keluhan, pemeriksaan fisik, dan tes lain, karena CRP menunjukkan adanya peradangan tetapi tidak menunjukkan lokasinya.
05 / Manfaat dan risiko
Manfaat dan Risiko Perlu Dibahas Bersama.
Setiap tindakan medis memiliki manfaat dan risiko. Dokter menjelaskan keduanya sesuai keadaan Anda sebelum tindakan.
Manfaat yang Dapat Diharapkan
- Sederhana dan CepatHanya memerlukan sedikit darah, dan hasil biasanya keluar di hari yang sama.
- Menilai Aktivitas PeradanganMembantu dokter mengetahui seberapa aktif infeksi atau peradangan.
- Memantau Hasil PengobatanKadar yang turun menandakan peradangan mereda.
- Melengkapi Penilaian Risiko Jantunghs-CRP membantu menilai risiko yang tidak tampak dari kolesterol saja.
- Membantu Keputusan PengobatanMisalnya lama pengobatan perikarditis atau perlunya obat pencegahan.
Manfaat tindakan bukan janji kesembuhan. Tanyakan bagaimana hasilnya memengaruhi rencana perawatan Anda.
Risiko yang Perlu Diketahui
- Nyeri atau Memar KecilDi bekas tusukan jarum, umumnya ringan dan cepat hilang.
- Pusing atau Pingsan SesaatSebagian orang merasa pusing saat diambil darah. Beri tahu petugas supaya Anda dapat berbaring.
- Hasil Tidak SpesifikCRP naik pada banyak keadaan, sehingga kadang perlu pemeriksaan tambahan untuk mencari penyebabnya.
- Infeksi di Bekas TusukanSangat jarang karena kulit dibersihkan dan alat yang dipakai steril serta sekali pakai.
Risiko setiap orang dapat berbeda. Penjelasan lengkap dan persetujuan tindakan diberikan setelah evaluasi individual.
06 / Setelah tindakan
Bagaimana Pemulihannya?
Tidak ada masa pemulihan. Anda dapat langsung kembali beraktivitas.
Bekas tusukan. Memar kecil wajar dan hilang dalam beberapa hari.
Bila CRP tinggi. Dokter mencari sumber peradangan atau infeksi, dan CRP dapat diulang untuk memantau hasil pengobatan.
Bila hs-CRP tinggi. Dokter menilai faktor risiko lain dan dapat menyarankan perubahan gaya hidup atau obat sesuai kebutuhan.
Tanda yang perlu diwaspadai. Segera ke IGD atau hubungi tim medis bila Anda mengalami:
- Nyeri dada tajam yang bertambah saat berbaring atau menarik napas
- Demam tinggi disertai menggigil
- Sesak napas atau jantung berdebar
- Kemerahan, bengkak, atau cairan dari luka operasi atau lokasi alat jantung
Kenali Tanda yang Perlu Segera Ditangani.
Ikuti arahan tim tentang tanda yang perlu diwaspadai. Bila muncul keluhan berat atau mendadak setelah tindakan, segera ke IGD terdekat atau hubungi Heart Attack Center 1500 258.
07 / Tim dan dukungan
Dokter dan Dukungan Tindakan
Dokter berikut tercantum untuk tindakan ini. Urutan menurut nama, bukan peringkat.

dr. Debby C. Soemitha, Sp.PD
Spesialis Penyakit Dalam
Fokus klinisDiabetes dan Komplikasi Diabetes · Obesitas dan Penyakit Metabolik
Lihat Profil
Dr. med. dr. Denio A. Ridjab, Sp.JP(K)
Kardiologi Intervensi
Coronary Intervention Procedures +2 center
Fokus klinisKardiologi Intervensi · Penyakit Jantung Koroner
Lihat Profil
dr. Khaira U. Yusrie, Sp.PD-KGEH
Gastroenterologi Hepatologi
Fokus klinisPenyakit Dalam · Gastroenterologi dan Hepatologi
Lihat Profil08 / Pertanyaan umum
Sebelum Merencanakan Tindakan.
Pertanyaan yang sering diajukan tentang pemeriksaan CRP dan hs-CRP. Arti hasil untuk kondisi Anda dijelaskan oleh dokter.
Apa bedanya CRP dan hs-CRP?
Keduanya mengukur protein yang sama. CRP biasa dirancang untuk kadar yang tinggi pada infeksi atau peradangan aktif. hs-CRP dapat mengukur kadar yang sangat rendah dengan teliti, sehingga dipakai pada orang yang sedang sehat untuk menilai risiko penyakit jantung jangka panjang bersama faktor risiko lain.
Apa arti CRP tinggi?
CRP tinggi menandakan ada peradangan atau infeksi di dalam tubuh, tetapi tidak menunjukkan lokasinya. Penyebabnya bisa infeksi, cedera, penyakit autoimun, peradangan jantung seperti perikarditis, atau keadaan setelah operasi. Dokter membaca hasil bersama keluhan, pemeriksaan fisik, dan tes lain untuk menemukan sumbernya.
Apakah hs-CRP tinggi berarti saya akan terkena serangan jantung?
Tidak. hs-CRP tinggi menandakan risiko yang lebih besar, bukan kepastian. Hasil ini dinilai bersama kolesterol, tekanan darah, gula darah, kebiasaan merokok, dan riwayat keluarga. Bila risiko total Anda tinggi, dokter dapat menyarankan perubahan gaya hidup atau obat untuk menurunkan risiko tersebut.
Bagaimana cara menurunkan hs-CRP?
Berhenti merokok, rutin bergerak, menurunkan berat badan berlebih, dan mengatur pola makan dapat menurunkan hs-CRP. Obat statin yang diberikan untuk kolesterol juga ikut menurunkannya. Yang utama adalah menurunkan risiko jantung secara keseluruhan, bukan sekadar menurunkan angka hs-CRP, sehingga diskusikan langkahnya dengan dokter.
Apakah perlu puasa sebelum tes CRP?
Tidak perlu, karena CRP tidak dipengaruhi makanan. Namun, hs-CRP sering diperiksa bersama profil kolesterol yang kadang memerlukan puasa, jadi ikuti instruksi untuk tes tersebut. Untuk menilai risiko jantung, pastikan Anda sedang sehat dan tidak mengalami flu atau infeksi dalam 2 minggu terakhir.
Mengapa CRP diperiksa berulang pada perikarditis?
Pada perikarditis, CRP menunjukkan apakah peradangan masih aktif. Dokter memakai penurunan CRP untuk menentukan kapan dosis obat antiradang dapat dikurangi. Menghentikan pengobatan terlalu cepat saat CRP masih tinggi dapat meningkatkan risiko perikarditis kambuh, sehingga pemeriksaan ulang membantu pengobatan lebih tepat.
Sumber dan Tinjauan Medis
Ditinjau secara medis oleh dr. Khaira U. Yusrie, Sp.PD-KGEH.
- Pearson TA, Mensah GA, Alexander RW, dkk. Markers of inflammation and cardiovascular disease: application to clinical and public health practice. Circulation. 2003;107(3):499-511.
- Arnett DK, Blumenthal RS, Albert MA, dkk. 2019 ACC/AHA Guideline on the Primary Prevention of Cardiovascular Disease. Circulation. 2019;140(11):e596-e646.
- Adler Y, Charron P, Imazio M, dkk. 2015 ESC Guidelines for the diagnosis and management of pericardial diseases. Eur Heart J. 2015;36(42):2921-2964.
- Sproston NR, Ashworth JJ. Role of C-reactive protein at sites of inflammation and infection. Front Immunol. 2018;9:754.
- Ridker PM, Danielson E, Fonseca FAH, dkk. Rosuvastatin to prevent vascular events in men and women with elevated C-reactive protein. N Engl J Med. 2008;359(21):2195-2207.

