Jawaban singkat
Apa Itu Efusi Perikardium?
Efusi perikardium adalah cairan berlebih di dalam kantong pembungkus jantung (perikardium). Sebagian besar kecil dan tanpa keluhan, tetapi cairan yang banyak atau menumpuk cepat dapat menekan jantung dan perlu dikeluarkan.
Sumber informasiTanda yang Memerlukan Pertolongan Segera
- Sesak napas berat atau makin sesak dalam beberapa jam
- Pusing berat, hampir pingsan, atau pingsan
- Kulit pucat, dingin, dan berkeringat
- Denyut jantung sangat cepat disertai lemas
- Gelisah, bingung, atau mengantuk tidak seperti biasanya
- Pembuluh di leher tampak sangat menonjol
Bila tanda ini muncul, segera ke IGD terdekat atau hubungi Heart Attack Center 1500 258.
01 / Memahami kondisi
Mengenal Efusi Perikardium
Jantung terbungkus perikardium, kantong tipis berlapis dua. Di antara kedua lapisannya normal terdapat sedikit cairan, sekitar 10 sampai 50 mL, yang berfungsi sebagai pelumas. Efusi perikardium berarti cairan di dalam kantong ini bertambah melebihi normal. Cairannya dapat berupa cairan jernih, darah, nanah, atau cairan yang mengandung sel kanker, bergantung pada penyebabnya.
Bagian dari Keluarga Penyakit Perikardium
Efusi sering menyertai peradangan selaput jantung, yang dibahas di halaman Perikarditis beserta jenis turunannya. Namun, efusi juga dapat muncul tanpa peradangan, misalnya pada gagal jantung, penyakit ginjal berat, atau kelenjar tiroid yang kurang aktif. Di negara dengan banyak kasus TB seperti Indonesia, TB perlu selalu dipertimbangkan sebagai penyebab, terutama bila efusi disertai demam, keringat malam, dan berat badan turun. Bila cairan menekan jantung sehingga pompa terganggu, keadaannya menjadi darurat, yang dibahas di halaman Tamponade Jantung.
Kecepatan Bertambahnya Cairan
Kantong perikardium dapat meregang perlahan. Cairan yang bertambah dalam hitungan minggu sampai bulan dapat mencapai jumlah besar sebelum menimbulkan keluhan. Sebaliknya, cairan yang bertambah dalam hitungan jam, misalnya karena perdarahan setelah tindakan pada jantung, dapat menekan jantung walaupun jumlahnya relatif sedikit. Karena itu, dokter menilai jumlah cairan, kecepatan bertambahnya, dan pengaruhnya pada pengisian jantung.
Ukuran dan Lamanya
Dengan ekokardiografi, dokter mengukur tebal lapisan cairan. Efusi disebut kecil bila kurang dari 10 mm, sedang bila 10 sampai 20 mm, dan besar bila lebih dari 20 mm. Efusi yang berlangsung lebih dari tiga bulan disebut kronis. Efusi kecil tanpa keluhan umumnya tidak berbahaya, sedangkan efusi besar yang menetap perlu dipantau karena sebagian dapat berkembang menjadi tamponade.
Penanganan Mengikuti Penyebab
Pedoman ESC 2015 untuk penyakit perikardium menganjurkan penanganan sesuai penyebab dan ada tidaknya tekanan pada jantung. Bila ada tanda peradangan, efusi diobati seperti perikarditis dengan obat antiradang. Bila ada penyakit dasar, penyakit itulah yang diobati. Cairan dikeluarkan dengan jarum (perikardiosentesis) bila menekan jantung, bila diduga akibat infeksi bakteri atau kanker, atau bila besar dan menetap tanpa sebab yang jelas. Perjalanan penyakit lebih banyak ditentukan oleh penyebabnya daripada oleh banyaknya cairan.
02 / Memahami kondisi
Gejala yang Perlu Dikenali.
Gejala Umum
Efusi kecil sering tanpa keluhan dan ditemukan kebetulan saat pemeriksaan. Keluhan muncul bila cairan banyak atau bertambah cepat.
- Sesak napas, terutama saat aktivitas atau berbaring
- Rasa penuh, berat, atau tidak nyaman di dada
- Nyeri dada tajam bila disertai peradangan selaput jantung
- Mudah lelah dan lemas
- Batuk, suara serak, cegukan, atau sulit menelan karena cairan menekan organ sekitar
- Jantung berdebar
- Demam, bila penyebabnya infeksi atau peradangan
03 / Memahami kondisi
Apa yang Menyebabkan Kondisi Ini?
- Peradangan selaput jantung akibat infeksi virus atau tanpa penyebab jelas (idiopatik)
- Tuberkulosis (TB), penyebab penting di negara dengan banyak kasus TB
- Kanker yang menyebar ke selaput jantung, seperti kanker paru, payudara, atau limfoma
- Penyakit autoimun seperti lupus dan artritis reumatoid
- Gagal ginjal berat (uremia), gagal jantung, atau kelenjar tiroid yang kurang aktif
- Perdarahan setelah operasi jantung, tindakan kateter, cedera dada, atau robekan aorta
- Terapi radiasi di dada dan obat tertentu
04 / Memahami kondisi
Siapa yang Lebih Berisiko?
Medis
Penyakit autoimun, gagal ginjal berat, kanker, hipotiroidisme, gagal jantung, dan riwayat perikarditis meningkatkan kemungkinan efusi.
Usia
Efusi akibat kanker dan penyakit sistemik lebih sering pada usia lanjut, sedangkan efusi akibat peradangan virus dapat terjadi pada semua usia.
Lainnya
Riwayat operasi jantung, tindakan kateter atau pemasangan alat pacu jantung, terapi radiasi di dada, serta kontak erat dengan penderita TB.
Kelompok yang Lebih Berisiko
- Pasien Kanker: Kanker paru, payudara, dan limfoma dapat menyebar ke selaput jantung, dan terapi radiasi di dada dapat memicu efusi.
- Pasien Pascaoperasi Jantung: Cairan atau darah dapat menumpuk di kantong jantung dalam beberapa hari sampai minggu setelah operasi atau tindakan kateter.
- Penyandang Gagal Ginjal: Penumpukan sisa metabolisme dan cairan pada gagal ginjal berat dapat memicu efusi, terutama bila cuci darah belum memadai.
- Penyandang Penyakit Autoimun: Lupus dan penyakit autoimun lain dapat menyerang selaput jantung dan memicu cairan yang berulang.
- Orang dengan Riwayat Kontak TB: Kontak erat dengan penderita TB atau daya tahan tubuh yang lemah meningkatkan kemungkinan TB menyerang selaput jantung.
05 / Memahami kondisi
Bagaimana Diagnosis Ditegakkan?
Efusi perikardium sering ditemukan secara kebetulan, misalnya saat rontgen dada atau ekokardiografi untuk keperluan lain. Ekokardiografi adalah pemeriksaan utama: dokter dapat melihat cairan, mengukur tebal lapisannya, dan menilai apakah cairan mulai menekan ruang jantung. EKG dapat menunjukkan gelombang listrik yang mengecil atau berganti-ganti besarnya pada cairan yang banyak. Rontgen dada dapat memperlihatkan bayangan jantung yang membesar.
Langkah berikutnya adalah mencari penyebab. Tes darah menilai peradangan (CRP), fungsi tiroid, fungsi ginjal, dan troponin, disesuaikan dengan keluhan. CT atau MRI jantung membantu melihat cairan yang tersekat, penebalan selaput, atau massa. Bila cairan dikeluarkan, sampelnya diperiksa di laboratorium untuk mencari kuman, TB, atau sel kanker.
Ekokardiografi
Pemeriksaan utama untuk melihat cairan, mengukur tebal lapisannya, dan menilai apakah cairan menekan jantung.
Elektrokardiogram / EKG
Mencari tanda peradangan, gelombang listrik yang mengecil, atau pola yang berganti-ganti pada cairan yang banyak.
Rontgen Dada
Melihat bayangan jantung yang membesar serta kelainan paru seperti TB atau tumor.
Pemeriksaan C-Reactive Protein
Menilai ada tidaknya peradangan, yang menentukan apakah efusi diobati seperti perikarditis.
Pemeriksaan Fungsi Tiroid
Mencari kelenjar tiroid yang kurang aktif sebagai penyebab efusi yang mudah terlewat.
Pemeriksaan Fungsi Ginjal
Menilai gagal ginjal berat sebagai penyebab, sekaligus sebelum pemakaian obat atau zat kontras.
MRI Jantung
Melihat cairan yang tersekat, penebalan atau peradangan selaput, dan massa di sekitar jantung.
06 / Memahami kondisi
Pilihan Penanganan.
Penanganan ditentukan dokter setelah evaluasi. Kategori berikut membantu Anda memahami pembicaraan dengan dokter.
Pemantauan Berkala
Efusi kecil tanpa keluhan dan tanpa peradangan umumnya cukup dipantau dengan ekokardiografi sesuai jadwal dari dokter.
Obat Antiradang dan Kolkisin
Bila efusi disertai tanda peradangan, pengobatannya seperti perikarditis. Dokter menentukan jenis, lama, dan cara menghentikan obat.
Pengobatan Penyebab
Misalnya obat anti-TB, antibiotik, pengobatan kanker, hormon tiroid, cuci darah yang lebih memadai, atau pengendalian penyakit autoimun.
Perikardiosentesis
Pengeluaran cairan dengan jarum dan selang kecil yang dipandu ekokardiografi atau sinar X, bila cairan menekan jantung atau perlu diperiksa.
Jendela Perikardium atau Operasi
Operasi untuk membuat saluran agar cairan terus mengalir keluar, dipertimbangkan pada efusi yang berulang, bernanah, atau akibat perdarahan.
07 / Memahami kondisi
Komplikasi yang Perlu Dipantau.
Tamponade Jantung
Cairan menekan jantung sehingga ruang jantung tidak dapat terisi penuh. Keadaan darurat ini dibahas di halaman Tamponade Jantung.
Efusi Berulang
Cairan dapat terbentuk lagi setelah dikeluarkan, terutama pada kanker atau penyakit autoimun, sehingga kadang perlu operasi jendela perikardium.
Perikarditis Konstriktif
Peradangan lama, terutama akibat TB atau infeksi bakteri, dapat membuat selaput menebal dan kaku. Dibahas di halaman Perikarditis Konstriktif.
Komplikasi Pengeluaran Cairan
Perikardiosentesis umumnya aman bila dipandu pencitraan, tetapi jarang dapat menimbulkan perdarahan, gangguan irama, atau tusukan pada organ sekitar.
08 / Memahami kondisi
Apa yang Bisa Dilakukan?
- Minum obat antiradang dan kolkisin sesuai lama yang dianjurkan bila efusi disertai peradangan
- Selesaikan pengobatan TB sampai tuntas bila Anda terdiagnosis TB
- Kendalikan penyakit autoimun, ginjal, dan tiroid dengan kontrol rutin
- Datang kontrol ekokardiografi sesuai jadwal, walau tidak ada keluhan
- Setelah operasi jantung, laporkan segera sesak, lemas, atau nyeri dada yang baru muncul
- Jangan menghentikan atau mengubah obat sendiri
09 / Memahami kondisi
Kapan Harus ke Dokter?
Periksakan diri ke dokter bila Anda mengalami sesak napas yang memburuk saat berbaring, rasa penuh di dada, atau mudah lelah tanpa sebab jelas, terutama bila Anda menyandang kanker, penyakit autoimun, penyakit ginjal, atau baru menjalani operasi jantung. Bila efusi ditemukan secara kebetulan, kontrol tetap diperlukan untuk mencari penyebab dan memantau jumlah cairan. Segera ke IGD bila:
- Sesak napas berat atau makin sesak dalam beberapa jam
- Pusing berat, hampir pingsan, atau pingsan
- Kulit pucat dan dingin dengan denyut jantung sangat cepat
- Gelisah atau bingung tidak seperti biasanya
Jangan Menunggu bila Kondisinya Darurat.
Bila keluhan terasa berat atau muncul mendadak, segera ke IGD terdekat atau hubungi Heart Attack Center 1500 258, bukan menunggu janji temu.
10 / Pertanyaan umum
Hal yang Mungkin Anda Tanyakan.
Pertanyaan yang sering diajukan tentang efusi perikardium.
Apakah efusi perikardium sama dengan jantung bengkak?
Tidak. Jantung bengkak atau pembesaran jantung berarti ruang atau otot jantungnya sendiri membesar, yang dibahas di halaman Kardiomegali. Pada efusi perikardium, yang bertambah adalah cairan di dalam kantong pembungkus jantung. Pada rontgen dada, keduanya dapat tampak sebagai bayangan jantung yang besar, sehingga dokter memakai ekokardiografi untuk membedakannya dengan jelas.
Apakah semua efusi perikardium harus disedot?
Tidak. Efusi kecil tanpa keluhan umumnya cukup dipantau, dan efusi akibat peradangan sering mengecil dengan obat antiradang. Cairan dikeluarkan bila menekan jantung, bila diduga akibat infeksi bakteri atau kanker sehingga cairannya perlu diperiksa, atau bila efusi besar menetap tanpa sebab yang jelas. Dokter menimbang manfaat dan risiko tindakan sesuai kondisi Anda.
Apakah efusi perikardium berarti saya terkena kanker?
Belum tentu. Banyak efusi disebabkan peradangan akibat virus, penyebab yang tidak ditemukan, gagal ginjal, gagal jantung, tiroid yang kurang aktif, atau TB. Kanker memang salah satu penyebab, terutama pada orang yang sudah diketahui menyandang kanker. Karena itu, dokter mencari penyebabnya secara bertahap lewat tes darah, pencitraan, dan bila perlu pemeriksaan cairan.
Bagaimana cairan di kantong jantung dikeluarkan?
Tindakannya disebut perikardiosentesis. Setelah bius lokal, dokter memasukkan jarum tipis, biasanya dari bawah tulang dada, dengan panduan ekokardiografi atau sinar X. Selang kecil lalu dipasang untuk mengalirkan cairan, umumnya selama beberapa hari sampai cairan berkurang. Cairan yang keluar diperiksa di laboratorium untuk mencari penyebabnya. Bila cairan terus kembali, dokter dapat mempertimbangkan operasi jendela perikardium.
Apakah efusi perikardium bisa kambuh?
Bisa, terutama bila penyebabnya belum tertangani, seperti kanker, penyakit autoimun, gagal ginjal, atau peradangan yang kambuh. Efusi akibat peradangan virus yang diobati dengan baik umumnya jarang kembali. Kontrol ekokardiografi sesuai jadwal membantu menemukan cairan yang bertambah sebelum menimbulkan keluhan berat. Minum obat sesuai anjuran dan jangan menghentikannya sendiri.
Seberapa sering saya perlu kontrol?
Bergantung pada ukuran cairan, penyebab, dan keluhan Anda. Efusi kecil tanpa keluhan sering tidak memerlukan pemantauan ketat. Efusi sedang biasanya diperiksa ulang dengan ekokardiografi beberapa bulan sekali, dan efusi besar lebih sering. Jadwal pastinya ditentukan dokter. Datanglah lebih cepat bila sesak, lemas, atau rasa penuh di dada bertambah.
Sumber dan Tinjauan Medis
Ditinjau secara medis oleh dr. BRM Ario S. Kuncoro, Sp.JP(K).
- Adler Y, Charron P, Imazio M, Badano L, Barón-Esquivias G, Bogaert J, et al. 2015 ESC Guidelines for the diagnosis and management of pericardial diseases: The Task Force for the Diagnosis and Management of Pericardial Diseases of the European Society of Cardiology (ESC). Eur Heart J. 2015;36(42):2921-2964.
- Schulz-Menger J, Collini V, Gröschel J, Adler Y, Brucato A, Christian V, et al. 2025 ESC Guidelines for the management of myocarditis and pericarditis. Eur Heart J. 2025;46(40):3952-4041.
- Imazio M, Adler Y. Management of pericardial effusion. Eur Heart J. 2013;34(16):1186-1197.
- Klein AL, Abbara S, Agler DA, Appleton CP, Asher CR, Hoit B, et al. American Society of Echocardiography Clinical Recommendations for Multimodality Cardiovascular Imaging of Patients with Pericardial Disease: Endorsed by the Society for Cardiovascular Magnetic Resonance and Society of Cardiovascular Computed Tomography. J Am Soc Echocardiogr. 2013;26(9):965-1012.
- Vakamudi S, Ho N, Cremer PC. Pericardial Effusions: Causes, Diagnosis, and Management. Prog Cardiovasc Dis. 2017;59(4):380-388.
- Mayosi BM, Burgess LJ, Doubell AF. Tuberculous Pericarditis. Circulation. 2005;112(23):3608-3616.




