Langsung ke konten

Prosedur medis · Pemeriksaan

Pemeriksaan Fungsi Ginjal

Renal Function Test

Tes darah kreatinin, ureum, dan eGFR untuk menilai seberapa baik ginjal menyaring darah, termasuk sebelum tindakan dengan kontras dan saat memakai obat jantung.

Ditinjau secara medis olehdr. Debby C. Soemitha, Sp.PD, Spesialis Penyakit Dalam
Terakhir diperbarui29 September 2026
Ilustrasi tes fungsi ginjal dengan kedua ginjal, pembuluh darah, jantung, tabung sampel darah, dan indikator fungsi ginjal.
Ilustrasi Pemeriksaan Fungsi Ginjal
Kelompok prosedur
Diagnostik, Preventif & Skrining
Durasi tindakan
10 menit
Anestesi
Tidak ada
Rawat inap
Tidak direncanakan

Jawaban singkat

Apa Itu Pemeriksaan Fungsi Ginjal?

Pemeriksaan fungsi ginjal adalah tes darah yang mengukur kreatinin dan ureum, lalu menghitung eGFR, yaitu perkiraan kemampuan ginjal menyaring darah. Hasilnya dipakai untuk menemukan penyakit ginjal, menentukan dosis obat, menilai keamanan kontras sebelum kateterisasi atau CT, dan memantau pengobatan jantung.

Sumber informasi

Mengenal Pemeriksaan Fungsi Ginjal

Apa Itu Pemeriksaan Fungsi Ginjal

Ginjal menyaring darah setiap saat untuk membuang zat sisa dan kelebihan cairan lewat urine. Pemeriksaan fungsi ginjal mengukur zat sisa dalam darah yang seharusnya dibuang ginjal, terutama kreatinin dan ureum. Dari kadar kreatinin, usia, dan jenis kelamin, laboratorium menghitung eGFR (estimated glomerular filtration rate), yaitu perkiraan jumlah darah yang disaring ginjal setiap menit.

Cara Kerja Singkat

Kreatinin adalah zat sisa otot yang dilepas ke darah dengan kecepatan yang cukup tetap. Bila ginjal menyaring dengan baik, kreatinin dibuang ke urine dan kadarnya dalam darah tetap rendah. Bila penyaringan menurun, kreatinin menumpuk di darah, sehingga eGFR yang dihitung ikut turun.

Apa Saja yang Diperiksa

  • Kreatinin: zat sisa otot, dasar perhitungan eGFR.
  • eGFR: perkiraan kemampuan menyaring, dihitung dengan rumus CKD-EPI 2021 yang tidak lagi memakai ras.
  • Ureum atau BUN: zat sisa protein. Kadarnya juga dipengaruhi kurang minum, perdarahan saluran cerna, dan makanan tinggi protein.
  • Sistatin C: diperiksa bila kreatinin kurang tepat, misalnya pada massa otot yang sangat besar atau sangat kecil.

Pemeriksaan ini sering dilengkapi elektrolit, terutama kalium, dan tes protein urine. Masing-masing dibahas di halaman tersendiri.

Membaca eGFR

Batas berikut adalah panduan umum KDIGO dalam satuan mL/menit/1,73 m².

  • 90 atau lebih: normal (G1).
  • 60 sampai 89: sedikit menurun (G2).
  • 45 sampai 59: menurun ringan sampai sedang (G3a).
  • 30 sampai 44: menurun sedang sampai berat (G3b).
  • 15 sampai 29: menurun berat (G4).
  • Di bawah 15: gagal ginjal (G5).

Penyakit ginjal kronis baru ditetapkan bila eGFR di bawah 60, atau ada tanda kerusakan ginjal lain seperti protein urine, yang menetap lebih dari 3 bulan. Satu hasil rendah belum cukup, karena kurang minum atau sakit akut dapat menurunkan eGFR sementara.

Fungsi Ginjal dan Jantung

Jantung dan ginjal saling bergantung. Gagal jantung dapat mengurangi aliran darah ke ginjal, sedangkan penyakit ginjal menaikkan risiko serangan jantung dan gagal jantung. Keadaan saling memengaruhi ini disebut sindrom kardiorenal.

Fungsi ginjal juga menentukan dosis banyak obat jantung, termasuk sebagian obat pengencer darah, dan persiapan sebelum kateterisasi atau CT dengan kontras. Saat memulai obat gagal jantung atau hipertensi seperti golongan ACE inhibitor, ARB, ARNI, atau SGLT2 inhibitor, kreatinin dapat naik sedikit. Kenaikan kecil ini sering masih wajar, dan dokter yang menilai apakah dosis perlu diubah.

Kapan Tindakan Ini Dipertimbangkan?

Dokter dapat mempertimbangkan tindakan ini pada keadaan berikut. Keputusan selalu ditetapkan setelah evaluasi menyeluruh.

  • Sebelum Tindakan dengan KontrasSeperti kateterisasi jantung atau CT angiografi, untuk menyiapkan pencegahan bila fungsi ginjal menurun.
  • Memulai atau Mengubah Obat JantungUntuk memantau efek obat gagal jantung, hipertensi, dan diuretik terhadap ginjal.
  • Menentukan Dosis ObatTermasuk sebagian obat pengencer darah yang dosisnya bergantung pada fungsi ginjal.
  • Hipertensi atau DiabetesPemeriksaan berkala untuk menemukan kerusakan ginjal sejak dini.
  • Gagal JantungUntuk menilai sindrom kardiorenal dan mengatur dosis diuretik.
  • Bengkak, Urine Berkurang, atau Hasil Urine AbnormalUntuk mencari tahu apakah penyaringan ginjal menurun.
Tidak setiap pasien memerlukan tindakan ini. Tanyakan tujuan tindakan dan bagaimana hasilnya memengaruhi rencana perawatan Anda.
Keadaan yang Perlu Dipertimbangkan Lebih Dulu
  • Olahraga Berat Sehari SebelumnyaDapat menaikkan kreatinin sementara. Sebaiknya dihindari.
  • Makan Daging dalam Porsi BesarDaging yang dimasak dapat menaikkan kreatinin selama beberapa jam.
  • Suplemen KreatinMenaikkan kreatinin tanpa kerusakan ginjal. Beri tahu dokter bila Anda memakainya.
  • Kurang Minum, Diare, atau MuntahKekurangan cairan menaikkan ureum dan kreatinin sementara.
  • Massa Otot Sangat Besar atau Sangat KecileGFR dari kreatinin kurang tepat, sehingga sistatin C dapat membantu.
  • KehamilanRumus eGFR biasa tidak berlaku, sehingga hasil dibaca secara khusus oleh dokter.

Apa yang Perlu Disiapkan?

Pemeriksaan fungsi ginjal memakai sampel darah dan umumnya tidak memerlukan persiapan khusus.

Makan dan minum. Tidak perlu puasa, kecuali tes lain yang diperiksa bersamaan memerlukan puasa. Minum air putih seperti biasa, dan hindari makan daging dalam porsi besar pada malam sebelumnya.

Aktivitas. Hindari olahraga berat sehari sebelum pemeriksaan.

Obat dan suplemen. Minum obat seperti biasa kecuali dokter meminta lain, dan bawa daftar obat Anda. Beri tahu petugas bila Anda memakai suplemen kreatin.

Informasi penting. Beri tahu petugas bila Anda sedang hamil, mengalami diare atau muntah, atau dijadwalkan menjalani tindakan dengan kontras.

Hasil sebelumnya. Bawa hasil kreatinin atau eGFR sebelumnya supaya dokter dapat melihat perubahannya.

Belum jelas dengan instruksi persiapan? Tanyakan kepada tim sebelum menjalani tindakan.

Bagaimana Tindakan Dilakukan?

Pengambilan darah umumnya selesai dalam 10 menit, dan hasil biasanya tersedia di hari yang sama.

Pencocokan Identitas

Petugas mencocokkan identitas Anda dengan permintaan pemeriksaan. Usia dan jenis kelamin dicatat karena dipakai untuk menghitung eGFR.

Pengambilan Darah

Darah diambil dari pembuluh darah di lipat siku, lalu bekas tusukan ditekan dan ditutup plester.

Pemeriksaan di Laboratorium

Alat mengukur kreatinin dan ureum, serta sistatin C bila diminta. Dari hasil kreatinin, laboratorium menghitung eGFR.

Pembacaan Hasil

Dokter membaca hasil bersama hasil sebelumnya, tekanan darah, protein urine, dan obat yang Anda minum, karena satu hasil saja belum cukup untuk menilai fungsi ginjal.

Manfaat dan Risiko Perlu Dibahas Bersama.

Setiap tindakan medis memiliki manfaat dan risiko. Dokter menjelaskan keduanya sesuai keadaan Anda sebelum tindakan.

Manfaat yang Dapat Diharapkan

  • Sederhana dan CepatHanya memerlukan sedikit darah, dan hasil biasanya keluar di hari yang sama.
  • Menentukan Dosis Obat yang AmanBanyak obat jantung dan pengencer darah disesuaikan dengan fungsi ginjal.
  • Menyiapkan Tindakan dengan KontrasMembantu dokter mencegah gangguan ginjal setelah kateterisasi atau CT.
  • Memantau Efek PengobatanMenunjukkan apakah obat gagal jantung dan hipertensi aman bagi ginjal.
  • Menemukan Penyakit Ginjal Sejak DiniBersama tes protein urine, membantu memulai perlindungan ginjal dan jantung lebih awal.

Manfaat tindakan bukan janji kesembuhan. Tanyakan bagaimana hasilnya memengaruhi rencana perawatan Anda.

Risiko yang Perlu Diketahui

  • Nyeri atau Memar KecilDi bekas tusukan jarum, umumnya ringan dan cepat hilang.
  • Pusing atau Pingsan SesaatSebagian orang merasa pusing saat diambil darah. Beri tahu petugas supaya Anda dapat berbaring.
  • Hasil Dipengaruhi Keadaan SesaatKurang minum, olahraga berat, atau makan daging dapat mengubah hasil, sehingga kadang perlu tes ulang.
  • Infeksi di Bekas TusukanSangat jarang karena kulit dibersihkan dan alat yang dipakai steril serta sekali pakai.

Risiko setiap orang dapat berbeda. Penjelasan lengkap dan persetujuan tindakan diberikan setelah evaluasi individual.

Bagaimana Pemulihannya?

Tidak ada masa pemulihan. Anda dapat langsung kembali beraktivitas.

Bekas tusukan. Memar kecil wajar dan hilang dalam beberapa hari.

Bila eGFR menurun. Tes biasanya diulang untuk memastikan, lalu dilengkapi tes protein urine, urine lengkap, atau USG ginjal sesuai kebutuhan.

Sebelum tindakan dengan kontras. Bila fungsi ginjal menurun, dokter menyiapkan langkah pencegahan, misalnya cairan infus, jumlah kontras sesedikit mungkin, dan pemeriksaan kreatinin ulang setelah tindakan.

Pemantauan. Pada penyakit ginjal, gagal jantung, atau saat dosis obat diubah, pemeriksaan diulang berkala sesuai arahan dokter.

Tanda yang perlu diwaspadai. Segera ke IGD atau hubungi tim medis bila Anda mengalami:

  • Jumlah urine berkurang drastis atau tidak buang air kecil seharian
  • Bengkak di kaki atau wajah yang bertambah cepat
  • Sesak napas, terutama saat berbaring
  • Lemas berat, mual hebat, atau jantung berdebar tidak teratur

Kenali Tanda yang Perlu Segera Ditangani.

Ikuti arahan tim tentang tanda yang perlu diwaspadai. Bila muncul keluhan berat atau mendadak setelah tindakan, segera ke IGD terdekat atau hubungi Heart Attack Center 1500 258.

Dokter dan Dukungan Tindakan

Dokter berikut tercantum untuk tindakan ini. Urutan menurut nama, bukan peringkat.

Dr. dr. Dafsah A. Juzar, Sp.JP(K)

Kardiologi Intervensi

Coronary Intervention Procedures +1 center

Fokus klinisIntervensi Koroner Kompleks · Kateterisasi Jantung

Lihat Profil

dr. Khaira U. Yusrie, Sp.PD-KGEH

Gastroenterologi Hepatologi

Fokus klinisPenyakit Dalam · Gastroenterologi dan Hepatologi

Lihat Profil

dr. Siska S. Danny, Sp.JP(K)

Kardiologi Intervensi

Coronary Intervention Procedures

Fokus klinisPCI pada Sindrom Koroner Akut · Intervensi Koroner Primer

Lihat Profil

Sebelum Merencanakan Tindakan.

Pertanyaan yang sering diajukan tentang pemeriksaan fungsi ginjal. Arti hasil untuk kondisi Anda dijelaskan oleh dokter.

Apa itu eGFR?

eGFR adalah perkiraan jumlah darah yang disaring ginjal setiap menit, dihitung dari kadar kreatinin, usia, dan jenis kelamin. Nilai 90 atau lebih dianggap normal. Nilai di bawah 60 yang menetap lebih dari 3 bulan menandakan penyakit ginjal kronis. Makin rendah eGFR, makin berat penurunan fungsi ginjal.

Mengapa fungsi ginjal diperiksa sebelum kateterisasi atau CT?

Kateterisasi jantung dan CT angiografi memakai zat kontras yang dibuang lewat ginjal. Pada ginjal yang fungsinya sudah menurun, kontras dapat memperberat gangguan ginjal. Dengan mengetahui fungsi ginjal lebih dulu, dokter dapat menyiapkan cairan infus, membatasi jumlah kontras, dan memeriksa ulang kreatinin setelah tindakan.

Kreatinin saya naik setelah mulai obat jantung, apakah ginjal rusak?

Belum tentu. Obat gagal jantung dan hipertensi seperti golongan ACE inhibitor, ARB, ARNI, atau SGLT2 inhibitor dapat menaikkan kreatinin sedikit di awal pengobatan karena mengurangi tekanan di saringan ginjal. Kenaikan kecil ini sering masih wajar dan obat justru melindungi ginjal jangka panjang. Jangan menghentikan obat sendiri, dan biarkan dokter yang menilai.

Apakah saya perlu puasa sebelum pemeriksaan?

Tidak perlu, kecuali tes lain yang diperiksa bersamaan, seperti gula darah atau kolesterol, memerlukan puasa. Minum air putih seperti biasa supaya tidak kekurangan cairan. Sebaiknya hindari makan daging dalam porsi besar pada malam sebelumnya dan olahraga berat sehari sebelumnya, karena keduanya dapat menaikkan kreatinin sementara.

Apa bedanya kreatinin, ureum, dan sistatin C?

Kreatinin adalah zat sisa otot dan menjadi dasar perhitungan eGFR. Ureum adalah zat sisa protein yang juga dipengaruhi kurang minum, makanan, dan perdarahan saluran cerna. Sistatin C dibuat oleh hampir semua sel tubuh dan tidak bergantung pada massa otot, sehingga dipakai bila hasil kreatinin diragukan.

Apa hubungan fungsi ginjal dengan penyakit jantung?

Jantung memompa darah ke ginjal, dan ginjal mengatur cairan serta tekanan darah. Bila salah satunya terganggu, yang lain ikut terbebani. Penyakit ginjal kronis menaikkan risiko serangan jantung dan gagal jantung, sedangkan gagal jantung dapat menurunkan fungsi ginjal. Karena itu, fungsi ginjal rutin dipantau pada pasien jantung.

Sumber dan Tinjauan Medis

Ditinjau secara medis oleh dr. Debby C. Soemitha, Sp.PD.

  1. Kidney Disease: Improving Global Outcomes (KDIGO) CKD Work Group. KDIGO 2024 Clinical Practice Guideline for the Evaluation and Management of Chronic Kidney Disease. Kidney Int. 2024;105(4S):S117-S314.
  2. Inker LA, Eneanya ND, Coresh J, dkk. New creatinine- and cystatin C-based equations to estimate GFR without race. N Engl J Med. 2021;385(19):1737-1749.
  3. Davenport MS, Perazella MA, Yee J, dkk. Use of intravenous iodinated contrast media in patients with kidney disease: consensus statements from the American College of Radiology and the National Kidney Foundation. Radiology. 2020;294(3):660-668.
  4. Rangaswami J, Bhalla V, Blair JEA, dkk. Cardiorenal syndrome: classification, pathophysiology, diagnosis, and treatment strategies: a scientific statement from the American Heart Association. Circulation. 2019;139(16):e840-e878.
  5. Steffel J, Collins R, Antz M, dkk. 2021 European Heart Rhythm Association practical guide on the use of non-vitamin K antagonist oral anticoagulants in patients with atrial fibrillation. Europace. 2021;23(10):1612-1676.
  6. McDonagh TA, Metra M, Adamo M, dkk. 2021 ESC Guidelines for the diagnosis and treatment of acute and chronic heart failure. Eur Heart J. 2021;42(36):3599-3726.

Langkah berikutnya

Bahas Tindakan Ini dengan Lebih Jelas.

Konsultasikan tujuan, manfaat, dan risiko tindakan sebelum menentukan langkah berikutnya.

Konteks konsultasi: Pemeriksaan Fungsi Ginjal

Informasi di halaman ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan konsultasi, diagnosis, atau pengobatan medis. Untuk keluhan kesehatan Anda, konsultasikan langsung dengan dokter.

Kembali ke Semua Prosedur