Jawaban singkat
Apa Itu Pembengkakan Perifer?
Pembengkakan perifer adalah penumpukan cairan di jaringan tungkai, kaki, tangan, atau lengan. Penyebabnya beragam, mulai dari duduk lama dan efek obat sampai gangguan vena, jantung, ginjal, atau hati.
Sumber informasiTanda yang Memerlukan Pertolongan Segera
- Bengkak satu tungkai mendadak yang nyeri, hangat, atau kemerahan
- Sesak napas mendadak, nyeri dada, atau batuk darah
- Sesak saat berbaring atau terbangun malam karena sesak
- Kulit merah, panas, dan nyeri yang meluas, disertai demam
- Bengkak wajah, bibir, atau lidah yang mendadak dengan sulit bernapas
- Bengkak bertambah cepat disertai buang air kecil sangat berkurang
Bila tanda ini muncul, segera ke IGD terdekat atau hubungi Heart Attack Center 1500 258.
01 / Memahami kondisi
Mengenal Pembengkakan Perifer
Pembengkakan perifer, atau edema perifer, terjadi saat cairan keluar dari pembuluh darah kecil dan menumpuk di jaringan di bawah kulit. Karena pengaruh gravitasi, bengkak lebih sering terlihat di pergelangan kaki dan tungkai bawah, terutama sore hari, dan dapat juga muncul di tangan, lengan, atau punggung bawah pada orang yang lama berbaring. Bila kulit ditekan beberapa detik lalu meninggalkan cekungan, bengkak ini disebut edema pitting. Halaman ini membantu Anda mengenali kemungkinan penyebab dan tanda bahaya, bukan untuk memastikan penyebabnya sendiri. Bengkak yang terbatas di kaki juga dibahas di halaman Pembengkakan Kaki.
Satu Sisi atau Kedua Sisi
Pola bengkak memberi petunjuk awal. Bengkak di satu tungkai atau satu lengan, terutama bila muncul mendadak, nyeri, atau terasa hangat, perlu diperiksa untuk mencari bekuan darah di vena dalam, infeksi kulit, atau cedera. Bekuan di vena dalam dibahas di halaman Trombosis Vena Dalam. Bengkak di kedua sisi lebih sering berkaitan dengan penyebab yang memengaruhi seluruh tubuh atau kedua tungkai sekaligus.
Kemungkinan Penyebab
Penyebab yang banyak ditemukan adalah katup vena tungkai yang tidak menutup rapat sehingga darah tertahan di tungkai, yang dibahas di halaman Insufisiensi Vena Kronik. Obat juga dapat menyebabkan bengkak, terutama obat tekanan darah golongan penghambat kanal kalsium, obat antiradang, obat hormon, dan sebagian obat diabetes. Penyebab dari organ lain meliputi gagal jantung, penyakit ginjal, penyakit hati, kadar protein albumin yang rendah, kelenjar tiroid yang kurang aktif, dan tekanan tinggi di pembuluh paru. Gangguan aliran getah bening menimbulkan limfedema, yaitu bengkak yang padat dan tidak mudah membaik saat kaki diangkat. Bengkak ringan juga dapat muncul saat hamil, menjelang menstruasi, saat cuaca panas, atau setelah duduk lama dalam perjalanan.
Kaitannya dengan Jantung
Pada gagal jantung, jantung tidak mampu memompa darah dengan lancar sehingga tubuh menahan garam dan air. Bengkak biasanya di kedua tungkai dan disertai sesak saat beraktivitas atau berbaring, mudah lelah, serta berat badan naik cepat dalam beberapa hari. Gagal jantung dibahas di halaman Gagal Jantung. Karena penyebab bengkak beragam, obat diuretik sebaiknya tidak dipakai tanpa diagnosis: obat ini tidak menyelesaikan penyebab dari vena, getah bening, atau obat lain, dan dapat mengganggu ginjal serta kadar elektrolit.
02 / Memahami kondisi
Gejala yang Perlu Dikenali.
Gejala Umum
- Pergelangan kaki, tungkai, tangan, atau jari tampak membesar
- Sepatu, kaus kaki, atau cincin terasa lebih sempit
- Kulit meninggalkan cekungan setelah ditekan beberapa detik
- Bengkak bertambah sore hari dan berkurang setelah tidur atau kaki diangkat
- Tungkai terasa berat, kencang, atau pegal
- Berat badan naik tanpa perubahan pola makan
Gejala pada Perempuan Dewasa
Bengkak wajah dan tangan yang mendadak saat hamil perlu segera diperiksa karena dapat menandakan preeklamsia.
- Bengkak ringan di kedua kaki pada akhir kehamilan
- Bengkak wajah dan tangan yang mendadak saat hamil
- Bengkak saat hamil disertai sakit kepala, pandangan kabur, atau nyeri ulu hati
- Bengkak ringan menjelang menstruasi yang hilang setelahnya
03 / Memahami kondisi
Apa yang Menyebabkan Kondisi Ini?
- Duduk atau berdiri lama, cuaca panas, dan asupan garam tinggi
- Katup vena tungkai yang bocor (insufisiensi vena kronik) atau varises
- Bekuan darah di vena dalam, yang biasanya membuat satu tungkai bengkak mendadak
- Obat tertentu, seperti penghambat kanal kalsium, obat antiradang, hormon, dan sebagian obat diabetes
- Gagal jantung atau tekanan tinggi di pembuluh paru yang membebani jantung kanan
- Penyakit ginjal, penyakit hati, atau kadar albumin darah yang rendah
- Gangguan aliran getah bening (limfedema), misalnya setelah operasi atau radiasi kanker
- Infeksi kulit (selulitis), cedera, kehamilan, atau kelenjar tiroid yang kurang aktif
04 / Memahami kondisi
Siapa yang Lebih Berisiko?
Gaya Hidup
Duduk atau berdiri lama tanpa bergerak, kurang aktivitas fisik, berat badan berlebih, dan asupan garam tinggi memperberat penumpukan cairan.
Medis
Gagal jantung, penyakit ginjal, penyakit hati, gangguan vena, riwayat bekuan darah, hipertensi paru, dan penggunaan obat yang dapat menahan cairan.
Genetik
Riwayat keluarga dengan varises, kelainan pembekuan darah, atau limfedema bawaan meningkatkan kecenderungan bengkak tungkai.
Usia
Lansia lebih sering mengalami bengkak karena katup vena melemah, otot betis berkurang, penyakit kronis lebih banyak, dan obat yang diminum lebih banyak.
Lainnya
Kehamilan, operasi besar, perjalanan jauh, lama berbaring, kanker dan pengobatannya, serta riwayat operasi atau radiasi pada kelenjar getah bening.
Kelompok yang Lebih Berisiko
- Penyandang Gagal Jantung: Bengkak yang bertambah dan berat badan yang naik cepat dapat menandakan cairan menumpuk, sehingga perlu segera dikonsultasikan agar obat dapat disesuaikan.
- Lansia: Lebih sering memiliki beberapa penyebab sekaligus, termasuk efek obat, dan kulit yang bengkak lebih mudah luka.
- Perempuan Hamil: Bengkak ringan di kaki sering terjadi, tetapi bengkak mendadak di wajah dan tangan perlu segera diperiksa.
- Pengguna Obat Penghambat Kanal Kalsium: Obat tekanan darah golongan ini dapat menyebabkan bengkak pergelangan kaki; dokter dapat menyesuaikan obatnya, jangan dihentikan sendiri.
- Penyandang Penyakit Ginjal atau Hati: Gangguan fungsi organ ini dapat menahan garam dan air atau menurunkan albumin, sehingga bengkak mudah muncul.
05 / Memahami kondisi
Bagaimana Diagnosis Ditegakkan?
Dokter menanyakan sejak kapan bengkak muncul, apakah di satu atau kedua sisi, apakah nyeri, dan apakah membaik saat kaki diangkat. Keluhan lain seperti sesak, perubahan jumlah buang air kecil, perut membesar, atau kulit menguning membantu mengarahkan ke jantung, ginjal, atau hati. Daftar semua obat dan suplemen juga diperiksa, karena obat sering menjadi penyebab. Pada pemeriksaan fisik, dokter menekan kulit untuk melihat cekungan, menilai kulit dan vena tungkai, mendengarkan jantung dan paru, serta melihat pembuluh vena di leher.
Bila satu tungkai bengkak mendadak, dokter dapat memeriksa D-dimer dan USG vena untuk mencari bekuan darah. Bila bengkak di kedua sisi, tes darah dan urine menilai fungsi ginjal, hati, albumin, protein di urine, dan tiroid. Bila dicurigai gagal jantung, dokter memeriksa NT-proBNP atau BNP, EKG, dan ekokardiografi. USG dupleks juga menilai kebocoran katup vena, sedangkan limfoskintigrafi dipakai bila dicurigai gangguan aliran getah bening.
Pemeriksaan Fisik
Menekan kulit untuk melihat cekungan, menilai pola bengkak, kulit, vena tungkai, vena leher, serta bunyi jantung dan paru.
USG Dupleks
Pemeriksaan vena tungkai dengan gelombang suara untuk mencari bekuan darah atau katup vena yang bocor.
Tes D-dimer
Tes darah untuk membantu menyingkirkan bekuan darah pada bengkak satu tungkai yang mendadak.
Tes NT-proBNP / BNP
Tes darah untuk membantu mengenali atau menyingkirkan gagal jantung sebagai penyebab bengkak.
Ekokardiografi
USG jantung untuk menilai pompa, katup, dan perkiraan tekanan di pembuluh paru bila dicurigai penyebab dari jantung.
Pemeriksaan Fungsi Ginjal
Tes kreatinin dan eGFR, dilengkapi tes protein urine, albumin darah, fungsi hati, dan tiroid, untuk mencari penyebab dari organ lain.
Pemindaian Getah Bening / Limfoskintigrafi
Pemeriksaan aliran getah bening bila bengkak yang padat dan menetap dicurigai limfedema.
06 / Memahami kondisi
Pilihan Penanganan.
Penanganan ditentukan dokter setelah evaluasi. Kategori berikut membantu Anda memahami pembicaraan dengan dokter.
Mengangkat Tungkai dan Bergerak
Mengangkat tungkai lebih tinggi dari jantung saat beristirahat dan menggerakkan pergelangan kaki secara berkala membantu cairan kembali ke pembuluh darah.
Stoking Kompresi
Stoking kompresi membantu pada gangguan vena dan limfedema. Ukuran dan tekanannya disesuaikan, dan tidak dipakai tanpa pemeriksaan dokter bila aliran arteri tungkai terganggu.
Peninjauan Obat
Bila bengkak disebabkan obat, dokter dapat mengganti atau menyesuaikan obat tersebut. Jangan menghentikan obat tekanan darah atau obat lain sendiri.
Diuretik Sesuai Penyebab
Obat golongan diuretik dipakai bila bengkak disebabkan kelebihan cairan tubuh, seperti pada gagal jantung, penyakit ginjal, atau penyakit hati, dengan pemantauan fungsi ginjal dan elektrolit.
Penanganan Penyakit Dasar
Bekuan darah ditangani dengan obat pengencer darah, gagal jantung dengan obat dan perawatan jangka panjang, dan gangguan vena dengan tindakan pada vena bila diperlukan.
Terapi Limfedema
Pijat drainase getah bening, perban dan stoking kompresi, latihan, serta perawatan kulit untuk mengendalikan bengkak akibat gangguan getah bening.
07 / Memahami kondisi
Komplikasi yang Perlu Dipantau.
Perubahan dan Luka Kulit
Bengkak yang lama membuat kulit kencang, menggelap, menebal, dan mudah luka, terutama di sekitar mata kaki; luka bisa sulit sembuh.
Infeksi Kulit (Selulitis)
Kulit yang bengkak dan retak lebih mudah dimasuki kuman, menimbulkan kemerahan, panas, nyeri, dan demam.
Kekakuan dan Gangguan Berjalan
Tungkai yang berat dan kaku membuat sulit bergerak dan meningkatkan risiko jatuh, terutama pada lansia.
Bekuan Darah ke Paru
Bila bengkak disebabkan bekuan di vena dalam yang tidak diobati, bekuan dapat terlepas ke paru dan menimbulkan sesak mendadak.
Perburukan Penyakit Dasar
Bengkak yang bertambah dapat menjadi tanda awal perburukan gagal jantung, penyakit ginjal, atau penyakit hati yang perlu segera ditangani.
08 / Memahami kondisi
Apa yang Bisa Dilakukan?
- Bergerak atau berjalan setiap 1 sampai 2 jam saat duduk lama atau dalam perjalanan jauh.
- Kurangi garam dan makanan olahan yang tinggi natrium.
- Angkat tungkai beberapa kali sehari saat beristirahat.
- Jaga berat badan sehat dan rajin berjalan untuk melatih otot betis.
- Bila Anda penyandang gagal jantung, timbang berat badan setiap pagi dan laporkan kenaikan cepat kepada dokter.
- Rawat kulit tungkai agar tetap lembap, dan periksa adanya luka atau retak setiap hari.
- Sampaikan kepada dokter bila bengkak muncul setelah mulai minum obat baru.
09 / Memahami kondisi
Kapan Harus ke Dokter?
Bengkak ringan di kedua kaki setelah duduk atau berdiri lama yang hilang setelah tidur umumnya tidak berbahaya. Bila bengkak disertai sesak napas mendadak, nyeri dada, atau batuk darah, segera ke IGD. Buat janji dengan dokter bila mengalami keadaan berikut.
- Bengkak menetap lebih dari beberapa hari atau makin bertambah
- Bengkak di satu tungkai atau satu lengan, terutama bila nyeri atau hangat
- Bengkak disertai sesak saat beraktivitas atau berbaring, atau berat badan naik cepat
- Bengkak muncul setelah mulai minum obat baru
- Bengkak disertai buang air kecil berkurang, urine berbusa, atau perut membesar
- Kulit tungkai berubah warna, menebal, atau muncul luka
Jangan Menunggu bila Kondisinya Darurat.
Bila keluhan terasa berat atau muncul mendadak, segera ke IGD terdekat atau hubungi Heart Attack Center 1500 258, bukan menunggu janji temu.
10 / Pertanyaan umum
Hal yang Mungkin Anda Tanyakan.
Pertanyaan yang sering diajukan tentang pembengkakan di tungkai, kaki, tangan, atau lengan.
Apakah kaki bengkak selalu tanda penyakit jantung?
Tidak. Penyebab yang lebih sering adalah gangguan vena tungkai, duduk atau berdiri lama, dan efek obat. Namun, bengkak di kedua tungkai yang disertai sesak, mudah lelah, atau berat badan naik cepat dapat menandakan gagal jantung. Penyakit ginjal dan hati juga dapat menyebabkan bengkak. Karena itu, bengkak yang menetap perlu diperiksa agar penyebabnya jelas.
Bolehkah minum obat pelancar kencing untuk mengurangi bengkak?
Jangan memakai obat diuretik tanpa resep. Obat ini hanya menolong bila bengkak disebabkan kelebihan cairan tubuh, seperti pada gagal jantung atau penyakit ginjal tertentu. Pada bengkak karena gangguan vena, getah bening, atau efek obat, diuretik tidak menyelesaikan penyebabnya dan dapat menimbulkan kekurangan cairan, gangguan ginjal, serta kadar kalium yang tidak normal.
Mengapa obat tekanan darah bisa membuat kaki bengkak?
Obat golongan penghambat kanal kalsium melebarkan pembuluh arteri kecil sehingga tekanan di pembuluh kapiler tungkai meningkat dan cairan keluar ke jaringan. Bengkak ini biasanya di pergelangan kaki dan tidak banyak membaik dengan diuretik. Bila Anda mengalaminya, sampaikan kepada dokter, yang dapat menyesuaikan atau mengganti kombinasi obat. Jangan menghentikan obat sendiri.
Bagaimana membedakan bengkak biasa dengan bekuan darah di kaki?
Bekuan darah di vena dalam biasanya membuat satu tungkai bengkak dalam waktu singkat, terasa nyeri atau kencang di betis, hangat, dan kadang kemerahan. Bengkak biasa lebih sering terjadi di kedua kaki, muncul perlahan, dan membaik setelah kaki diangkat. Namun, tanda ini tidak selalu jelas, sehingga bengkak satu tungkai yang baru muncul sebaiknya segera diperiksa dengan USG vena.
Apakah stoking kompresi aman untuk semua orang?
Tidak untuk semua orang. Stoking kompresi bermanfaat pada gangguan vena dan limfedema, tetapi dapat berbahaya bila aliran arteri tungkai tersumbat berat atau pada gagal jantung yang belum terkendali. Dokter biasanya memeriksa nadi kaki dan kadang tes ABI sebelum menganjurkannya. Ukuran dan tekanan stoking juga perlu disesuaikan dengan keadaan Anda.
Apakah bengkak kaki saat hamil normal?
Bengkak ringan di kedua kaki pada akhir kehamilan sering terjadi karena rahim menekan vena panggul dan tubuh menahan lebih banyak cairan. Mengangkat kaki dan berbaring miring ke kiri dapat membantu. Namun, bengkak mendadak di wajah dan tangan, terutama disertai sakit kepala, pandangan kabur, atau nyeri ulu hati, dapat menandakan preeklamsia dan perlu segera diperiksa.
Sumber dan Tinjauan Medis
Ditinjau secara medis oleh dr. Emanoel Oepangat, Sp.JP(K).
- McDonagh TA, Metra M, Adamo M, Gardner RS, Baumbach A, Bohm M, et al. 2021 ESC Guidelines for the diagnosis and treatment of acute and chronic heart failure. Eur Heart J. 2021;42(36):3599-3726.
- De Maeseneer MG, Kakkos SK, Aherne T, Baekgaard N, Black S, Blomgren L, et al. Editor's Choice - European Society for Vascular Surgery (ESVS) 2022 Clinical Practice Guidelines on the Management of Chronic Venous Disease of the Lower Limbs. Eur J Vasc Endovasc Surg. 2022;63(2):184-267.
- Kakkos SK, Gohel M, Baekgaard N, Bauersachs R, Bellmunt-Montoya S, Black SA, et al. Editor's Choice - European Society for Vascular Surgery (ESVS) 2021 Clinical Practice Guidelines on the Management of Venous Thrombosis. Eur J Vasc Endovasc Surg. 2021;61(1):9-82.
- Mullens W, Damman K, Harjola VP, Mebazaa A, Brunner-La Rocca HP, Martens P, et al. The use of diuretics in heart failure with congestion: a position statement from the Heart Failure Association of the European Society of Cardiology. Eur J Heart Fail. 2019;21(2):137-155.
- Ely JW, Osheroff JA, Chambliss ML, Ebell MH. Approach to leg edema of unclear etiology. J Am Board Fam Med. 2006;19(2):148-160.
- Makani H, Bangalore S, Romero J, Htyte N, Berrios RS, Makwana H, et al. Peripheral edema associated with calcium channel blockers: incidence and withdrawal rate: a meta-analysis of randomized trials. J Hypertens. 2011;29(7):1270-1280.




