Jawaban singkat
Apa Itu Tes D-dimer?
Tes D-dimer mengukur potongan kecil yang terbentuk saat tubuh memecah bekuan darah. Pada pasien dengan kemungkinan rendah atau sedang, hasil normal membantu menyingkirkan bekuan di vena tungkai dan emboli paru tanpa pencitraan. Hasil tinggi belum memastikan adanya bekuan, karena D-dimer juga naik pada banyak keadaan lain.
Sumber informasi01 / Memahami tindakan
Mengenal Tes D-dimer
Apa Itu Tes D-dimer
Saat bekuan darah terbentuk, benang protein bernama fibrin menyatukan sel-sel darah. Tubuh kemudian memecah benang ini secara alami, dan salah satu potongan kecil hasil pemecahannya disebut D-dimer. Bila ada bekuan yang sedang terbentuk dan dipecah, kadar D-dimer dalam darah naik.
Cara Kerja Singkat
Darah diambil ke tabung bertutup biru yang berisi zat antibeku. Laboratorium mengukur kadar D-dimer dalam plasma dengan reagen antibodi khusus. Pemeriksaannya cepat, sehingga dapat dipakai di IGD untuk membantu dokter memutuskan langkah berikutnya.
Kegunaan Utama: Menyingkirkan Bekuan
D-dimer sangat peka, tetapi tidak khas untuk bekuan. Karena itu, kekuatannya ada pada hasil yang normal. Dokter lebih dulu menilai kemungkinan bekuan dari gejala dan skor klinis.
- Kemungkinan rendah atau sedang dan D-dimer normal: trombosis vena dalam atau emboli paru dapat disingkirkan tanpa pencitraan.
- D-dimer tinggi: dilanjutkan pencitraan, seperti USG dupleks vena tungkai atau CT angiografi paru.
- Kemungkinan tinggi: langsung dilakukan pencitraan, karena D-dimer normal tidak cukup untuk menyingkirkan bekuan.
Batas Hasil
Batas yang umum dipakai adalah 500 mikrogram per liter (0,5 mg/L) dalam satuan FEU. Karena D-dimer naik seiring usia, pada usia di atas 50 tahun banyak pusat memakai batas yang disesuaikan usia, yaitu usia dikali 10 mikrogram per liter. Satuan dan batas dapat berbeda antarlaboratorium, jadi baca hasil bersama dokter Anda.
D-dimer dan Jantung
Pada nyeri dada atau sesak yang datang mendadak, D-dimer membantu dokter menilai kemungkinan emboli paru. Pada nyeri dada atau punggung hebat dengan risiko rendah, D-dimer juga dipakai bersama skor klinis untuk membantu menyingkirkan diseksi aorta. D-dimer dapat naik tanpa bekuan pada fibrilasi atrium, gagal jantung, setelah operasi atau kateterisasi, infeksi, kanker, dan kehamilan, sehingga hasil tinggi selalu dibaca bersama keadaan pasien.
02 / Memahami tindakan
Kapan Tindakan Ini Dipertimbangkan?
Dokter dapat mempertimbangkan tindakan ini pada keadaan berikut. Keputusan selalu ditetapkan setelah evaluasi menyeluruh.
- Dugaan Bekuan di Vena TungkaiBengkak, nyeri, dan hangat di satu tungkai.
- Dugaan Emboli ParuSesak mendadak, nyeri dada saat menarik napas, atau batuk darah.
- Nyeri Dada atau Punggung Hebat MendadakBersama skor klinis, membantu menilai emboli paru atau diseksi aorta pada risiko rendah.
- Gangguan Pembekuan Menyeluruh pada Sakit BeratBagian dari panel untuk menilai pembekuan dan perdarahan yang terjadi bersamaan.
- Menilai Risiko Bekuan BerulangPada keadaan tertentu, setelah obat pengencer darah dihentikan.
Keadaan yang Perlu Dipertimbangkan Lebih Dulu
- Kemungkinan Bekuan Sudah TinggiLangsung dilakukan pencitraan, karena D-dimer normal tidak cukup untuk menyingkirkan bekuan.
- KehamilanD-dimer naik secara alami, sehingga batas biasa sering terlampaui tanpa bekuan.
- Baru Operasi, Cedera, atau DirawatD-dimer sering tinggi tanpa bekuan, sehingga hasil kurang membantu.
- Infeksi, Kanker, atau PeradanganDapat menaikkan D-dimer tanpa adanya bekuan.
- Sedang Memakai Obat Pengencer DarahDapat menurunkan kadar D-dimer, sehingga hasil normal perlu dibaca hati-hati.
- Keluhan Sudah Berlangsung LamaBila bekuan sudah berumur lebih dari satu sampai dua minggu, kadar dapat sudah turun.
03 / Sebelum tindakan
Apa yang Perlu Disiapkan?
Tes D-dimer memakai sampel darah dan tidak memerlukan puasa.
Makan dan minum. Makan dan minum seperti biasa.
Obat. Beri tahu petugas bila Anda memakai obat pengencer darah, karena obat ini dapat memengaruhi hasil. Jangan menghentikan obat sendiri.
Informasi penting. Sampaikan bila Anda sedang hamil, baru menjalani operasi atau mengalami cedera, sedang infeksi, atau memiliki kanker.
Keluhan. Ceritakan sejak kapan keluhan muncul, karena lamanya keluhan ikut memengaruhi cara membaca hasil.
Belum jelas dengan instruksi persiapan? Tanyakan kepada tim sebelum menjalani tindakan.
04 / Saat tindakan
Bagaimana Tindakan Dilakukan?
Pengambilan darah umumnya selesai dalam 10 menit. Pada keadaan darurat, tes ini dikerjakan cepat bersama pemeriksaan lain di IGD.
Penilaian Awal
Dokter menanyakan keluhan dan memeriksa Anda, lalu menilai kemungkinan bekuan dengan skor klinis sebelum memutuskan perlu tidaknya tes D-dimer.
Pengambilan Darah
Darah diambil dari lipat siku ke tabung bertutup biru. Tabung harus terisi sampai batasnya supaya perbandingan darah dan zat antibeku tepat.
Pemeriksaan di Laboratorium
Plasma dipisahkan dari sel darah, lalu kadar D-dimer diukur dan dibandingkan dengan batas yang dipakai laboratorium.
Keputusan Berikutnya
Bila hasil normal dan kemungkinan bekuan rendah atau sedang, dokter mencari penyebab lain. Bila hasil tinggi, dokter melanjutkan dengan pencitraan.
05 / Manfaat dan risiko
Manfaat dan Risiko Perlu Dibahas Bersama.
Setiap tindakan medis memiliki manfaat dan risiko. Dokter menjelaskan keduanya sesuai keadaan Anda sebelum tindakan.
Manfaat yang Dapat Diharapkan
- Hasil CepatDapat dikerjakan di IGD untuk membantu keputusan segera.
- Menghindari Pencitraan yang Tidak PerluHasil normal pada kemungkinan rendah dapat menghindarkan CT dengan radiasi dan kontras.
- Membantu Menilai Nyeri Dada MendadakBagian dari penilaian emboli paru dan diseksi aorta pada risiko rendah.
- Batas Disesuaikan UsiaPada usia lanjut, batas yang disesuaikan usia mengurangi hasil tinggi palsu.
- Cukup dari Sampel DarahTidak memerlukan tindakan selain pengambilan darah.
Manfaat tindakan bukan janji kesembuhan. Tanyakan bagaimana hasilnya memengaruhi rencana perawatan Anda.
Risiko yang Perlu Diketahui
- Nyeri atau Memar KecilDi bekas tusukan jarum, umumnya ringan dan cepat hilang.
- Hasil Tinggi tanpa BekuanSering terjadi pada usia lanjut, kehamilan, infeksi, atau setelah operasi, sehingga perlu pemeriksaan lanjutan.
- Hasil Normal yang MenyesatkanDapat terjadi saat memakai obat pengencer darah atau bila keluhan sudah lama.
- Infeksi di Bekas TusukanSangat jarang karena kulit dibersihkan dan alat yang dipakai steril serta sekali pakai.
Risiko setiap orang dapat berbeda. Penjelasan lengkap dan persetujuan tindakan diberikan setelah evaluasi individual.
06 / Setelah tindakan
Bagaimana Pemulihannya?
Tidak ada masa pemulihan. Anda dapat langsung kembali beraktivitas, kecuali dokter meminta pemeriksaan lanjutan.
Bekas tusukan. Memar kecil wajar. Bila Anda memakai obat pengencer darah, tekan bekas tusukan sedikit lebih lama.
Bila hasil tinggi. Dokter dapat meminta USG dupleks vena tungkai, CT angiografi paru, atau ekokardiografi sesuai keluhan.
Bila bekuan dipastikan. Dokter memulai obat pengencer darah dan menjelaskan lama pengobatannya.
Tanda yang perlu diwaspadai. Segera ke IGD atau hubungi tim medis bila Anda mengalami:
- Sesak napas yang datang tiba-tiba atau makin berat
- Nyeri dada yang bertambah saat menarik napas, atau batuk darah
- Bengkak dan nyeri di satu tungkai yang makin bertambah
- Nyeri dada atau punggung hebat seperti robek
- Pingsan atau jantung berdebar sangat cepat
Kenali Tanda yang Perlu Segera Ditangani.
Ikuti arahan tim tentang tanda yang perlu diwaspadai. Bila muncul keluhan berat atau mendadak setelah tindakan, segera ke IGD terdekat atau hubungi Heart Attack Center 1500 258.
07 / Tim dan dukungan
Dokter dan Dukungan Tindakan
Dokter berikut tercantum untuk tindakan ini. Urutan menurut nama, bukan peringkat.

Dr. dr. Dafsah A. Juzar, Sp.JP(K)
Kardiologi Intervensi
Coronary Intervention Procedures +1 center
Fokus klinisIntervensi Koroner Kompleks · Kateterisasi Jantung
Lihat Profil
dr. Santi R. Dewayanti, Sp.P
Spesialis Paru
Fokus klinisPenyakit Paru dan Pernapasan · Asma dan PPOK
Lihat Profil
dr. Suko Adiarto, Sp.JP(K), Ph.D.
Kardiologi Intervensi
Vascular Diagnostic and Therapeutic Center +1 center
Fokus klinisIntervensi Koroner · Intervensi Pembuluh Darah Perifer
Lihat Profil08 / Pertanyaan umum
Sebelum Merencanakan Tindakan.
Pertanyaan yang sering diajukan tentang tes D-dimer. Arti hasil untuk kondisi Anda dijelaskan oleh dokter.
Apa arti D-dimer tinggi?
D-dimer tinggi berarti ada proses pembentukan dan pemecahan bekuan di dalam tubuh, tetapi belum tentu karena bekuan di vena atau paru. Kadar juga naik pada usia lanjut, kehamilan, infeksi, kanker, dan setelah operasi. Karena itu, dokter biasanya melanjutkan dengan pencitraan untuk memastikan ada tidaknya bekuan.
Apakah D-dimer normal berarti saya pasti bebas bekuan?
Pada pasien dengan kemungkinan bekuan rendah atau sedang, D-dimer normal dapat menyingkirkan trombosis vena dalam dan emboli paru dengan cukup aman. Namun, bila dokter menilai kemungkinan bekuan tinggi, pencitraan tetap dilakukan meski D-dimer normal. Obat pengencer darah dan keluhan yang sudah lama juga dapat membuat hasil tampak normal.
Mengapa batas D-dimer berbeda pada orang lanjut usia?
Kadar D-dimer naik secara alami seiring bertambahnya usia. Bila memakai batas yang sama untuk semua usia, banyak orang lanjut usia akan tampak tinggi tanpa bekuan dan menjalani CT yang tidak perlu. Karena itu, pada usia di atas 50 tahun sering dipakai batas usia dikali 10 mikrogram per liter.
Apakah tes D-dimer dapat dipakai pada ibu hamil?
Dapat, tetapi lebih terbatas. D-dimer naik secara alami selama kehamilan, terutama menjelang persalinan, sehingga hasil sering di atas batas biasa tanpa adanya bekuan. Dokter dapat memakai pendekatan khusus untuk kehamilan dan sering langsung menganjurkan USG vena tungkai bila ada gejala bekuan.
Apakah D-dimer dapat mendeteksi serangan jantung?
Tidak. Serangan jantung dinilai dengan EKG dan tes troponin. D-dimer dipakai untuk membantu menilai bekuan di vena dan paru, serta diseksi aorta pada pasien berisiko rendah. Pada nyeri dada mendadak, dokter sering memeriksa beberapa tes sekaligus untuk menemukan penyebab yang tepat.
Saya memakai obat pengencer darah, apakah hasilnya terpengaruh?
Bisa. Obat pengencer darah membantu mencegah bekuan baru, sehingga kadar D-dimer dapat lebih rendah dari yang seharusnya. Karena itu, hasil normal pada pemakai obat ini perlu dibaca hati-hati. Beri tahu dokter jenis obat dan kapan terakhir diminum, dan jangan menghentikannya sendiri.
Sumber dan Tinjauan Medis
Ditinjau secara medis oleh dr. Suko Adiarto, Sp.JP(K), Ph.D..
- Konstantinides SV, Meyer G, Becattini C, dkk. 2019 ESC Guidelines for the diagnosis and management of acute pulmonary embolism developed in collaboration with the European Respiratory Society (ERS). Eur Heart J. 2020;41(4):543-603.
- Lim W, Le Gal G, Bates SM, dkk. American Society of Hematology 2018 guidelines for management of venous thromboembolism: diagnosis of venous thromboembolism. Blood Adv. 2018;2(22):3226-3256.
- Righini M, Van Es J, Den Exter PL, dkk. Age-adjusted D-dimer cutoff levels to rule out pulmonary embolism: the ADJUST-PE study. JAMA. 2014;311(11):1117-1124.
- van der Hulle T, Cheung WY, Kooij S, dkk. Simplified diagnostic management of suspected pulmonary embolism (the YEARS study): a prospective, multicentre, cohort study. Lancet. 2017;390(10091):289-297.
- Nazerian P, Mueller C, Soeiro AM, dkk. Diagnostic accuracy of the aortic dissection detection risk score plus D-dimer for acute aortic syndromes: the ADvISED prospective multicenter study. Circulation. 2018;137(3):250-258.
- Weitz JI, Fredenburgh JC, Eikelboom JW. A test in context: D-dimer. J Am Coll Cardiol. 2017;70(19):2411-2420.

