Jawaban singkat
Apa Itu Penyakit Vena?
Penyakit vena adalah gangguan pada pembuluh darah balik yang membawa darah kembali ke jantung, baik karena katup vena bocor maupun karena bekuan darah. Contohnya varises, insufisiensi vena kronik, dan trombosis vena dalam.
Sumber informasiTanda yang Memerlukan Pertolongan Segera
- Satu tungkai mendadak bengkak, nyeri, dan terasa hangat
- Sesak napas mendadak tanpa sebab yang jelas
- Nyeri dada yang memberat saat menarik napas
- Batuk darah, atau jantung berdebar disertai pusing
- Varises pecah dan berdarah
- Luka di kaki bernanah, kemerahan meluas, atau disertai demam
Bila tanda ini muncul, segera ke IGD terdekat atau hubungi Heart Attack Center 1500 258.
01 / Memahami kondisi
Mengenal Penyakit Vena
Vena adalah pembuluh darah balik, yaitu pembuluh yang membawa darah dari seluruh tubuh kembali ke jantung. Di tungkai, darah harus naik melawan gravitasi. Ini dibantu otot betis yang memompa setiap kali Anda berjalan, serta katup satu arah di dalam vena yang mencegah darah turun kembali. Penyakit vena terjadi bila katup ini bocor, dinding vena melemah, atau aliran darah tersumbat oleh bekuan atau jepitan dari luar.
Dua Kelompok Besar
Kelompok pertama adalah penyakit vena kronik, yang berkembang perlahan selama bertahun-tahun. Katup yang bocor membuat darah menggenang di vena tungkai sehingga tekanannya naik. Akibatnya bisa berupa pembuluh halus di kulit, varises, bengkak, perubahan warna kulit, sampai luka yang sulit sembuh. Dokter menilai tahapannya dengan sistem CEAP, dari C0 tanpa tanda sampai C6 dengan luka aktif.
Kelompok kedua adalah trombosis vena, yaitu bekuan darah di dalam vena. Bekuan di vena permukaan disebut tromboflebitis superfisial. Bekuan di vena dalam tungkai, panggul, atau lengan disebut trombosis vena dalam. Sebagian bekuan ini dapat terlepas dan menyumbat pembuluh paru, yang dibahas di halaman Emboli Paru.
Jenis yang Dibahas Tersendiri
Varises adalah vena permukaan yang melebar dan berkelok, yang dibahas di halaman Varises. Bila sudah muncul bengkak, perubahan kulit, atau luka, keadaannya disebut insufisiensi vena kronik. Trombosis vena dalam, tromboflebitis superfisial, dan sindrom pasca trombosis, yaitu keluhan menahun setelah bekuan di vena dalam, masing-masing memiliki halaman sendiri. Ada pula kelainan yang lebih jarang: sindrom May-Thurner, yaitu jepitan vena panggul kiri oleh arteri yang melintang di depannya, dan sindrom Klippel-Trenaunay, kelainan pembuluh darah bawaan yang membuat satu tungkai lebih besar.
Mengapa Perlu Diperhatikan
Penyakit vena sangat umum dan makin sering ditemukan seiring bertambahnya usia. Pada banyak orang keluhannya ringan, seperti kaki terasa berat atau pegal di sore hari. Namun, tanpa perawatan, sebagian berlanjut menjadi bengkak menetap dan luka di sekitar mata kaki yang mengganggu aktivitas. Bekuan di vena dalam juga perlu dikenali cepat karena dapat menyumbat pembuluh paru.
Sebagian besar penyakit vena dapat dikendalikan. Pedoman ESVS 2022 tentang penyakit vena kronik dan ESVS 2021 tentang trombosis vena menganjurkan langkah bertahap: gerak aktif dan kompresi, obat sesuai jenis penyakitnya, lalu tindakan lewat kateter atau operasi bila diperlukan.
02 / Memahami kondisi
Jenis dan Kondisi Turunan
Kondisi berikut termasuk dalam kelompok Penyakit Vena. Buka masing-masing untuk penjelasan lengkapnya.
03 / Memahami kondisi
Gejala yang Perlu Dikenali.
Gejala Umum
- Kaki terasa berat, pegal, atau lelah, terutama sore hari
- Bengkak di pergelangan kaki yang berkurang setelah kaki diangkat
- Pembuluh vena tampak menonjol, berkelok, atau kebiruan
- Pembuluh halus kemerahan atau kebiruan di kulit kaki
- Kram betis pada malam hari
- Gatal atau rasa panas di kulit sekitar vena yang melebar
- Kulit di sekitar mata kaki menggelap atau menebal
Gejala pada Perempuan Dewasa
Kehamilan, hormon, dan tekanan rahim pada vena panggul dapat memunculkan atau memperberat keluhan vena.
- Varises muncul atau memburuk selama kehamilan
- Varises di sekitar kemaluan, bokong, atau paha dalam
- Nyeri panggul tumpul yang memberat setelah lama berdiri
- Bengkak satu tungkai saat hamil atau setelah melahirkan, perlu segera diperiksa
04 / Memahami kondisi
Apa yang Menyebabkan Kondisi Ini?
- Katup vena yang lemah atau bocor sehingga darah mengalir balik dan menggenang di tungkai
- Dinding vena yang melemah dan melebar, sering berkaitan dengan riwayat keluarga
- Bekuan darah di vena akibat aliran lambat, cedera dinding vena, atau darah yang mudah membeku
- Kerusakan katup vena dalam setelah trombosis vena dalam
- Jepitan vena dari luar, misalnya vena panggul kiri yang tertekan arteri yang melintang di depannya
- Kelainan pembentukan pembuluh darah sejak dalam kandungan
- Pompa otot betis yang jarang bekerja karena lama duduk, lama berdiri, atau tirah baring
05 / Memahami kondisi
Siapa yang Lebih Berisiko?
Usia
Risiko penyakit vena kronik dan trombosis vena naik seiring bertambahnya usia, karena dinding dan katup vena berubah serta aktivitas cenderung berkurang.
Genetik
Riwayat varises pada orang tua atau saudara kandung menambah kerentanan. Kelainan bawaan yang membuat darah mudah membeku, seperti faktor V Leiden atau kekurangan protein C, protein S, dan antitrombin, menambah risiko trombosis.
Gaya Hidup
Pekerjaan yang membuat Anda lama berdiri atau duduk, kurang bergerak, berat badan berlebih, dan merokok. Perjalanan jauh lebih dari empat jam tanpa bergerak juga menambah risiko bekuan.
Medis
Riwayat trombosis vena, operasi besar, patah tulang, kanker, gagal jantung, sindrom antifosfolipid, serta rawat inap dengan tirah baring lama.
Lainnya
Kehamilan dan masa setelah melahirkan, pemakaian pil KB atau terapi hormon yang mengandung estrogen, serta jenis kelamin perempuan untuk penyakit vena kronik.
Kelompok yang Lebih Berisiko
- Pekerja yang Lama Berdiri atau Duduk: Pramuniaga, perawat, guru, pengemudi, dan pekerja kantor lebih sering mengalami keluhan vena karena pompa otot betis jarang bekerja.
- Perempuan Hamil dan Pascamelahirkan: Volume darah dan hormon meningkat, rahim menekan vena panggul, dan risiko bekuan tetap meningkat pada minggu-minggu awal setelah melahirkan.
- Lansia: Katup vena yang menua dan aktivitas yang berkurang membuat bengkak, perubahan kulit, dan bekuan darah lebih sering terjadi.
- Pasien Pascaoperasi atau Rawat Inap: Tirah baring, operasi besar, dan patah tulang memperlambat aliran vena, sehingga dokter menilai kebutuhan pencegahan bekuan.
- Penyandang Kanker: Kanker dan sebagian terapinya membuat darah lebih mudah membeku, sehingga bengkak satu tungkai perlu segera diperiksa.
06 / Memahami kondisi
Bagaimana Diagnosis Ditegakkan?
Diagnosis dimulai dari wawancara tentang keluhan, lama keluhan, riwayat bekuan darah, kehamilan, operasi, dan obat yang dipakai. Dokter memeriksa kedua tungkai sambil Anda berdiri untuk melihat varises, bengkak, perubahan warna kulit, dan luka, lalu menentukan tahap CEAP.
Pemeriksaan utama adalah USG dupleks, yaitu USG yang menampilkan gambar vena sekaligus arah dan kecepatan aliran darah. Pemeriksaan ini tanpa radiasi dan tanpa jarum, dan dapat menunjukkan katup yang bocor, sumbatan, maupun bekuan darah. Bila dicurigai trombosis vena dalam, dokter menilai kemungkinan klinisnya lebih dulu, lalu memakai tes D-dimer dan USG kompresi.
Bila masalah diduga berada di vena panggul atau perut, dokter dapat meminta CT venografi atau MR venografi. Venografi dengan kateter dan USG dari dalam pembuluh (IVUS) biasanya dilakukan bersamaan dengan rencana tindakan. Pada kasus tertentu, tes darah membantu mencari penyebab darah mudah membeku.
Pemeriksaan Fisik
Pemeriksaan tungkai dalam posisi berdiri untuk melihat varises, bengkak, perubahan kulit, dan luka, sebagai dasar menentukan tahap CEAP.
USG Dupleks
Melihat struktur vena, arah aliran, katup yang bocor, sumbatan, dan bekuan darah, tanpa radiasi dan tanpa jarum.
Tes D-dimer
Membantu menyingkirkan trombosis vena dalam bila kemungkinan klinisnya rendah atau sedang. Hasil yang tinggi perlu dipastikan dengan USG.
CT venografi atau MR venografi untuk menilai vena di panggul dan perut, misalnya pada dugaan jepitan atau sumbatan vena iliaka.
Venografi dengan kateter dan zat kontras, sering bersama USG dari dalam pembuluh (IVUS), biasanya saat tindakan direncanakan.
Pemeriksaan Laboratorium
Tes darah untuk menilai darah lengkap dan fungsi ginjal, dan pada kasus tertentu kecenderungan darah mudah membeku, sebelum memilih obat.
07 / Memahami kondisi
Pilihan Penanganan.
Penanganan ditentukan dokter setelah evaluasi. Kategori berikut membantu Anda memahami pembicaraan dengan dokter.
Gaya Hidup Aktif dan Mengangkat Tungkai
Berjalan teratur dan latihan betis menguatkan pompa otot. Mengangkat tungkai saat istirahat dan menjaga berat badan membantu mengurangi bengkak.
Stoking Kompresi
Stoking dengan tekanan bertahap membantu aliran darah naik serta mengurangi bengkak dan pegal. Ukuran dan tingkat tekanannya ditentukan dokter setelah aliran arteri dinilai.
Obat Venoaktif
Golongan obat yang dapat meredakan pegal, rasa berat, dan bengkak pada penyakit vena kronik. Obat ini tidak menghilangkan varises; dokter menilai perlu tidaknya.
Obat Antikoagulan
Obat pengencer darah adalah dasar penanganan trombosis vena dalam dan emboli paru. Jenis dan lama pemakaiannya ditentukan dokter sesuai penyebab dan risiko perdarahan.
Tindakan Penutupan Vena
Ablasi panas lewat kateter, lem medis, atau skleroterapi busa untuk menutup vena permukaan yang bocor, umumnya dengan bius lokal.
Tindakan pada Vena Paha dan Panggul
Pada kasus tertentu, bekuan besar diangkat lewat kateter, atau vena panggul yang menyempit dilebarkan dan dipasangi stent. Keputusannya dibuat tim pembuluh darah.
Perawatan Luka
Luka vena dirawat dengan pembalutan dan kompresi, disertai penanganan sumber kebocoran vena, agar lebih cepat sembuh dan tidak mudah kambuh.
08 / Memahami kondisi
Komplikasi yang Perlu Dipantau.
Emboli Paru
Bagian bekuan dari vena dalam terlepas dan menyumbat pembuluh paru, sehingga perlu penanganan di IGD. Dibahas di halaman Emboli Paru.
Sindrom Pasca Trombosis
Bengkak, nyeri, dan perubahan kulit menahun setelah trombosis vena dalam karena katup vena rusak. Dibahas di halaman Sindrom Pasca Trombosis.
Luka Vena (Ulkus Vena)
Luka terbuka di sekitar mata kaki yang lambat sembuh dan mudah kambuh, akibat tekanan vena yang tinggi dalam waktu lama.
Infeksi Kulit (Selulitis)
Kulit yang bengkak dan rapuh lebih mudah terinfeksi bakteri, ditandai kemerahan meluas, nyeri, hangat, dan demam.
Perdarahan dari Varises
Varises di dekat permukaan kulit dapat pecah karena benturan ringan. Angkat tungkai, tekan lukanya, lalu segera cari pertolongan.
09 / Memahami kondisi
Apa yang Bisa Dilakukan?
- Berjalan kaki atau bergerak aktif setiap hari agar otot betis memompa darah.
- Saat lama duduk, gerakkan pergelangan kaki dan berdiri atau berjalan sebentar setiap satu sampai dua jam.
- Jaga berat badan sehat dan berhenti merokok.
- Angkat tungkai lebih tinggi dari jantung saat beristirahat bila kaki sering bengkak.
- Pakai stoking kompresi bila dianjurkan dokter, misalnya pada pekerjaan yang lama berdiri.
- Minum cukup air selama perjalanan jauh.
- Sebelum operasi atau saat dirawat, tanyakan kepada dokter tentang pencegahan bekuan darah.
- Sampaikan riwayat bekuan darah kepada dokter sebelum memakai pil KB atau terapi hormon.
10 / Memahami kondisi
Kapan Harus ke Dokter?
Buat janji dengan dokter bila keluhan di kaki menetap, mengganggu aktivitas, atau tampak berubah dari biasanya. Pemeriksaan lebih awal membantu mencegah perubahan kulit dan luka. Segera ke IGD bila satu tungkai mendadak bengkak dan nyeri, atau bila muncul sesak napas atau nyeri dada mendadak.
- Kaki sering terasa berat, pegal, atau kram, terutama sore hari
- Bengkak di pergelangan kaki yang tidak hilang setelah tidur
- Varises yang membesar, nyeri, atau mengeras dan kemerahan
- Kulit di sekitar mata kaki menggelap, menebal, atau gatal
- Luka di kaki yang tidak membaik dalam dua minggu
- Anda pernah mengalami bekuan darah dan berencana hamil, operasi, atau memakai obat hormon
Jangan Menunggu bila Kondisinya Darurat.
Bila keluhan terasa berat atau muncul mendadak, segera ke IGD terdekat atau hubungi Heart Attack Center 1500 258, bukan menunggu janji temu.
11 / Pertanyaan umum
Hal yang Mungkin Anda Tanyakan.
Pertanyaan yang sering diajukan tentang penyakit vena.
Apa bedanya penyakit vena dan penyakit arteri di kaki?
Arteri membawa darah kaya oksigen dari jantung ke tubuh, sedangkan vena membawa darah kembali ke jantung. Penyakit arteri di tungkai biasanya menimbulkan nyeri betis saat berjalan yang reda bila berhenti, serta kaki dingin dan pucat. Penyakit vena lebih sering menimbulkan rasa berat, bengkak di sore hari, varises, dan kulit menggelap di sekitar mata kaki. Keduanya bisa ada bersamaan, sehingga dokter memeriksa keduanya.
Apakah varises hanya masalah penampilan?
Tidak selalu. Pada sebagian orang, varises memang hanya mengganggu penampilan. Namun, varises juga dapat menimbulkan pegal, kram, dan bengkak, dan pada sebagian orang berlanjut menjadi perubahan kulit atau luka di sekitar mata kaki. Pemeriksaan USG dupleks membantu dokter menilai besarnya kebocoran katup dan menentukan apakah perlu tindakan atau cukup dipantau.
Apakah stoking kompresi boleh dipakai siapa saja?
Tidak. Stoking kompresi bermanfaat untuk banyak penyakit vena, tetapi tekanannya harus sesuai. Pada orang dengan penyempitan arteri tungkai yang berat, stoking yang terlalu ketat dapat mengurangi aliran darah ke kaki. Karena itu, dokter biasanya meraba denyut nadi kaki atau memeriksa ABI lebih dulu, lalu menentukan ukuran dan tingkat tekanannya. Pakai stoking di pagi hari saat kaki belum bengkak.
Bagaimana membedakan bengkak kaki karena vena dengan karena jantung atau ginjal?
Bengkak karena vena biasanya lebih berat di pergelangan kaki, memburuk di sore hari, dan berkurang setelah tungkai diangkat atau setelah tidur. Bengkak karena gagal jantung, penyakit ginjal, atau penyakit hati umumnya mengenai kedua kaki dan dapat disertai sesak, sulit bernapas saat berbaring, atau perubahan buang air kecil. Bengkak satu tungkai yang mendadak perlu segera diperiksa karena dapat menandakan bekuan darah.
Apakah perjalanan jauh dengan pesawat berbahaya bagi vena?
Duduk lebih dari empat jam sedikit menambah risiko bekuan di vena dalam, terutama bila Anda pernah mengalami bekuan, baru menjalani operasi, sedang hamil, atau menyandang kanker. Gerakkan pergelangan kaki di kursi, berjalan sebentar bila memungkinkan, dan minum cukup air. Bila risiko Anda tinggi, tanyakan kepada dokter sebelum bepergian apakah perlu stoking kompresi atau pencegahan lain.
Apakah penyakit vena bisa sembuh total?
Katup vena yang sudah rusak tidak dapat kembali normal dengan sendirinya, tetapi keluhannya dapat dikendalikan. Vena permukaan yang bocor dapat ditutup dengan tindakan, dan bekuan darah umumnya diatasi dengan obat pengencer darah. Varises baru tetap dapat muncul bertahun-tahun kemudian, sehingga gaya hidup aktif, berat badan sehat, dan kontrol berkala tetap dianjurkan.
Sumber dan Tinjauan Medis
Ditinjau secara medis oleh dr. Emanoel Oepangat, Sp.JP(K).
- De Maeseneer MG, Kakkos SK, Aherne T, Baekgaard N, Black S, Blomgren L, et al. European Society for Vascular Surgery (ESVS) 2022 Clinical Practice Guidelines on the Management of Chronic Venous Disease of the Lower Limbs. Eur J Vasc Endovasc Surg. 2022;63(2):184-267.
- Kakkos SK, Gohel M, Baekgaard N, Bauersachs R, Bellmunt-Montoya S, Black SA, et al. European Society for Vascular Surgery (ESVS) 2021 Clinical Practice Guidelines on the Management of Venous Thrombosis. Eur J Vasc Endovasc Surg. 2021;61(1):9-82.
- Lurie F, Passman M, Meisner M, Dalsing M, Masuda E, Welch H, et al. The 2020 update of the CEAP classification system and reporting standards. J Vasc Surg Venous Lymphat Disord. 2020;8(3):342-52.
- Konstantinides SV, Meyer G, Becattini C, Bueno H, Geersing GJ, Harjola VP, et al. 2019 ESC Guidelines for the diagnosis and management of acute pulmonary embolism developed in collaboration with the European Respiratory Society (ERS). Eur Heart J. 2020;41(4):543-603.
- Ortel TL, Neumann I, Ageno W, Beyth R, Clark NP, Cuker A, et al. American Society of Hematology 2020 guidelines for management of venous thromboembolism: treatment of deep vein thrombosis and pulmonary embolism. Blood Adv. 2020;4(19):4693-738.
- Salim S, Machin M, Patterson BO, Onida S, Davies AH. Global Epidemiology of Chronic Venous Disease: A Systematic Review With Pooled Prevalence Analysis. Ann Surg. 2021;274(6):971-6.



