Langsung ke konten

Penyakit Vena

Insufisiensi Vena Kronik

Chronic Venous Insufficiency (CVI)

Ditinjau secara medis olehdr. Emanoel Oepangat, Sp.JP(K), Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah
Terakhir diperbarui7 Oktober 2026
Ilustrasi medis varises pada tungkai bawah bagian dalam, menampilkan vena superfisial yang melebar dan berkelok, pembengkakan di sekitar pergelangan kaki, perubahan warna kulit kecokelatan di atas pergelangan kaki bagian dalam, serta inset katup vena bocor, katup vena normal, dan stoking kompresi.
Ilustrasi Insufisiensi Vena Kronik

Jawaban singkat

Apa Itu Insufisiensi Vena Kronik?

Insufisiensi vena kronik adalah keadaan ketika vena tungkai tidak mampu mengalirkan darah kembali ke jantung dengan baik dalam waktu lama, sehingga timbul bengkak, perubahan warna dan tekstur kulit, sampai luka di sekitar mata kaki.

Sumber informasi

Tanda yang Memerlukan Pertolongan Segera

  • Kemerahan kulit yang cepat meluas, terasa panas, disertai demam
  • Luka di kaki yang bernanah, berbau, atau makin dalam
  • Varises atau luka yang berdarah dan sulit berhenti
  • Satu tungkai mendadak lebih bengkak dan nyeri dari biasanya
  • Sesak napas atau nyeri dada mendadak

Bila tanda ini muncul, segera ke IGD terdekat atau hubungi Heart Attack Center 1500 258.

Catatan kegawatan: Insufisiensi vena kronik jarang membahayakan secara mendadak, tetapi tanpa perawatan dapat berlanjut menjadi luka yang lambat sembuh dan infeksi kulit. Kemerahan yang meluas disertai demam, atau satu tungkai yang mendadak bengkak dan nyeri, perlu segera diperiksa.

Mengenal Insufisiensi Vena Kronik

Insufisiensi vena kronik adalah tahap lanjut dari penyakit vena kronik di tungkai. Dalam keadaan normal, katup satu arah di dalam vena dan pompa otot betis mendorong darah naik ke jantung. Bila katup bocor atau vena tersumbat, darah menggenang di tungkai dan tekanan di dalam vena tetap tinggi, bahkan saat Anda berjalan. Keadaan ini disebut hipertensi vena, dan berbeda dari tekanan darah tinggi yang diukur di lengan.

Dari Bengkak sampai Luka

Tekanan vena yang tinggi dalam waktu lama membuat cairan merembes ke jaringan sehingga pergelangan kaki bengkak. Lama-kelamaan, sel darah merah yang keluar dari pembuluh kecil meninggalkan warna kecokelatan di kulit, dan peradangan membuat kulit menebal serta mengeras. Pada tahap berat, kulit menjadi rapuh dan mudah terluka, lalu terbentuk luka vena (ulkus vena) yang lambat sembuh, biasanya di atas mata kaki bagian dalam.

Dokter menggolongkan tahapannya dengan sistem CEAP. Pembuluh halus di kulit (C1) dan varises (C2) termasuk penyakit vena kronik, dan varises dibahas di halaman Varises. Istilah insufisiensi vena kronik dipakai bila sudah ada bengkak (C3), perubahan kulit (C4), luka yang sudah sembuh (C5), atau luka aktif (C6).

Penyebab yang Mendasari

Sebagian besar kasus disebabkan katup vena permukaan atau vena dalam yang bocor, sering bersama varises. Penyebab lain adalah kerusakan katup setelah bekuan darah di vena dalam, yang dibahas di halaman Sindrom Pasca Trombosis. Jepitan atau penyempitan vena panggul juga dapat menghambat aliran dari tungkai, yang dibahas di halaman Sindrom May-Thurner. Berat badan berlebih dan otot betis yang lemah atau jarang bergerak ikut memperberat keadaan.

Dapat Dikendalikan

Insufisiensi vena kronik umumnya menetap, tetapi perjalanannya dapat diperlambat dan luka dapat disembuhkan. Pedoman ESVS 2022 menganjurkan kompresi, gerak aktif, dan perawatan kulit sebagai dasar penanganan. Bila ada kebocoran vena permukaan, menutup vena tersebut lewat kateter membantu luka sembuh lebih cepat dan mengurangi kekambuhan. Uji klinis EVRA tahun 2018 mendukung tindakan ini dilakukan lebih awal pada penyandang luka vena, bersama kompresi. Setelah luka sembuh, kompresi dan gerak aktif tetap diteruskan untuk mencegah kambuh.

Gejala yang Perlu Dikenali.

Gejala Umum

  • Kaki terasa berat, pegal, atau tegang, memberat saat lama berdiri
  • Bengkak di pergelangan kaki yang memburuk menjelang sore
  • Kram betis atau kaki gelisah pada malam hari
  • Gatal, kulit kering, atau eksim di sekitar mata kaki
  • Kulit di atas mata kaki berubah kecokelatan atau kehitaman
  • Kulit tungkai bawah menebal, mengeras, dan nyeri bila ditekan
  • Bercak putih kecil berparut di sekitar mata kaki
  • Pembuluh halus melebar berbentuk kipas di sekitar mata kaki

Gejala pada Lansia

Pada usia lanjut, luka vena lebih sering ditemukan dan dapat bersamaan dengan penyempitan arteri, sehingga keluhannya kadang tidak khas.

  • Luka di kaki muncul setelah benturan ringan dan lambat sembuh
  • Pergelangan kaki kaku sehingga langkah memendek
  • Kulit kaki tipis, kering, dan mudah lecet
  • Bengkak menetap karena lebih banyak duduk
Tidak semua orang mengalami gejala yang sama. Bila keluhan berulang atau memburuk, periksakan diri.

Apa yang Menyebabkan Kondisi Ini?

  • Katup vena permukaan yang bocor, terutama pada vena safena besar dan kecil, sering disertai varises
  • Kerusakan katup vena dalam setelah trombosis vena dalam
  • Penyempitan atau sumbatan vena panggul, misalnya jepitan vena iliaka kiri
  • Pompa otot betis yang lemah karena jarang berjalan, kelumpuhan, atau pergelangan kaki yang kaku
  • Tekanan di perut yang tinggi dalam waktu lama, misalnya pada obesitas
  • Katup vena yang tidak terbentuk atau sangat lemah sejak lahir, pada kasus yang jarang

Siapa yang Lebih Berisiko?

Usia

Risiko naik setelah usia 50 tahun karena katup dan dinding vena berubah serta aktivitas berkurang. Luka vena lebih sering ditemukan pada usia lanjut.

Genetik

Riwayat varises atau luka vena pada orang tua atau saudara kandung menambah kerentanan terhadap kelemahan katup dan dinding vena.

Gaya Hidup

Pekerjaan yang lama berdiri atau duduk, kurang bergerak, berat badan berlebih, dan merokok melemahkan aliran vena dari tungkai.

Medis

Riwayat trombosis vena dalam, varises yang lama tidak ditangani, cedera berat atau operasi di tungkai, serta gagal jantung kanan yang menambah tekanan vena.

Lainnya

Kehamilan, terutama yang berulang, serta jenis kelamin perempuan berkaitan dengan varises yang dapat berlanjut menjadi insufisiensi vena kronik.

Kelompok yang Lebih Berisiko

  • Penyandang Varises Lama: Varises yang dibiarkan bertahun-tahun dapat berlanjut menjadi bengkak, perubahan kulit, dan luka, terutama bila kebocoran katupnya besar.
  • Orang dengan Riwayat Bekuan di Vena Tungkai: Bekuan di vena dalam dapat merusak katup sehingga bengkak dan perubahan kulit muncul berbulan-bulan sampai bertahun-tahun kemudian.
  • Penyandang Obesitas: Berat badan berlebih menambah tekanan di perut dan vena tungkai serta membuat pompa betis bekerja lebih berat.
  • Pekerja yang Lama Berdiri atau Duduk: Pramuniaga, perawat, pengemudi, dan pekerja kantor lebih lama membiarkan darah menggenang di tungkai tanpa bantuan pompa betis.
  • Lansia dengan Gerak Terbatas: Jarang berjalan dan pergelangan kaki yang kaku melemahkan pompa betis sehingga darah lebih banyak menggenang di tungkai.
Memiliki faktor risiko tidak berarti seseorang pasti mengalami kondisi ini.

Bagaimana Diagnosis Ditegakkan?

Dokter menanyakan keluhan, riwayat varises, bekuan darah, kehamilan, dan pekerjaan, lalu memeriksa kedua tungkai dalam posisi berdiri. Dari pemeriksaan ini dokter menentukan tahap CEAP dan mencari tanda khas seperti bengkak, kulit kecokelatan, penebalan kulit, bercak putih berparut, atau luka.

USG dupleks adalah pemeriksaan utama yang dianjurkan pedoman. Pemeriksaan ini menunjukkan vena mana yang katupnya bocor, berapa lama aliran balik berlangsung, dan apakah ada sumbatan atau sisa bekuan di vena dalam. Sebelum memulai kompresi kuat atau tindakan, dokter memeriksa aliran arteri dengan Ankle-Brachial Index (ABI), karena penyempitan arteri dapat menyertai dan mengubah pilihan terapi.

Bila dicurigai penyempitan vena panggul, misalnya karena bengkak satu tungkai yang berat atau riwayat bekuan di vena paha dan panggul, dokter dapat meminta CT venografi atau MR venografi. Luka yang tampak tidak khas atau tidak membaik meski sudah dirawat dengan baik dapat dibiopsi untuk menyingkirkan penyebab lain.

  1. Pemeriksaan Fisik

    Pemeriksaan tungkai dalam posisi berdiri untuk menilai bengkak, perubahan kulit, varises, dan luka, lalu menentukan tahap CEAP.

  2. USG Dupleks

    Menunjukkan vena yang katupnya bocor, lama aliran balik, serta sumbatan atau sisa bekuan di vena dalam, tanpa radiasi dan tanpa jarum.

  3. Tes Ankle-Brachial Index / ABI

    Menilai aliran arteri tungkai sebelum kompresi kuat atau tindakan, karena penyempitan arteri dapat menyertai insufisiensi vena.

  4. CT venografi atau MR venografi untuk menilai penyempitan atau sumbatan vena di panggul dan perut.

  5. Biopsi Kulit

    Dipertimbangkan bila luka tampak tidak khas atau tidak membaik meski sudah dirawat dengan baik, untuk menyingkirkan penyebab lain.

  6. Pemeriksaan Laboratorium

    Tes darah untuk mencari penyebab bengkak lain, misalnya gangguan ginjal, gangguan hati, atau kadar albumin yang rendah.

Pilihan Penanganan.

Penanganan ditentukan dokter setelah evaluasi. Kategori berikut membantu Anda memahami pembicaraan dengan dokter.

Terapi Kompresi

Stoking, perban, atau pembungkus kompresi menekan tungkai secara bertahap sehingga bengkak berkurang dan luka lebih cepat sembuh. Jenis dan tekanannya ditentukan setelah aliran arteri dinilai.

Gerak Aktif dan Latihan Betis

Berjalan teratur, latihan menekuk pergelangan kaki, dan mengangkat tungkai saat istirahat memperkuat pompa betis dan mengurangi bengkak.

Perawatan Kulit dan Luka

Pelembap untuk kulit kering, pengobatan eksim, dan pembalutan luka yang sesuai, dipadukan dengan kompresi dan dilakukan bersama tim perawatan luka.

Obat Venoaktif

Golongan obat yang dapat mengurangi pegal, rasa berat, dan bengkak, dan pada sebagian pasien membantu penyembuhan luka bersama kompresi. Dokter menentukan perlu tidaknya.

Penutupan Vena Permukaan yang Bocor

Ablasi panas lewat kateter, lem medis, atau skleroterapi busa untuk menutup vena yang katupnya bocor. Pada luka vena, tindakan lebih awal membantu luka sembuh lebih cepat.

Tindakan pada Vena Panggul

Bila ada penyempitan atau sumbatan vena iliaka yang menimbulkan keluhan berat, vena dapat dilebarkan dengan balon dan dipasangi stent lewat kateter pada pasien terpilih.

Kesesuaian dan ketersediaan pemeriksaan atau terapi perlu dikonfirmasi bersama tim perawatan.

Komplikasi yang Perlu Dipantau.

Luka Vena (Ulkus Vena)

Luka terbuka di sekitar mata kaki yang dapat berlangsung berbulan-bulan dan mudah kambuh setelah sembuh, terutama bila kompresi dihentikan.

Selulitis dan Infeksi Luka

Bakteri masuk lewat kulit yang rapuh atau luka, ditandai kemerahan meluas, nyeri, panas, dan demam. Perlu segera diobati.

Lipodermatosklerosis

Peradangan menahun membuat kulit dan jaringan lemak di bawahnya mengeras dan menyempit, sehingga tungkai bawah tampak seperti botol terbalik.

Eksim Vena

Kulit kering, gatal, dan bersisik di sekitar mata kaki. Garukan dapat membuka luka baru dan menjadi jalan masuk infeksi.

Perdarahan dari Varises

Vena yang melebar tepat di bawah kulit yang tipis dapat pecah. Angkat tungkai, tekan kuat, dan segera cari pertolongan.

Bekuan di Vena Tungkai

Aliran yang lambat menambah risiko bekuan di vena permukaan maupun vena dalam. Dibahas di halaman Trombosis Vena Dalam.

Apa yang Bisa Dilakukan?

  • Berjalan kaki setiap hari dan lakukan latihan menekuk pergelangan kaki saat lama duduk.
  • Angkat tungkai lebih tinggi dari jantung saat beristirahat bila kaki bengkak.
  • Pakai stoking kompresi sesuai anjuran dokter, terutama setelah luka sembuh, untuk mencegah kambuh.
  • Jaga berat badan sehat dan berhenti merokok.
  • Oleskan pelembap setiap hari dan hindari menggaruk kulit di sekitar mata kaki.
  • Lindungi tungkai dari benturan dan periksa kulit kaki secara rutin.
  • Periksakan varises yang disertai bengkak atau perubahan kulit sejak dini.

Kapan Harus ke Dokter?

Buat janji dengan dokter bila bengkak di pergelangan kaki tidak hilang setelah istirahat, kulit tungkai bawah mulai berubah warna atau menebal, atau muncul luka di kaki. Penanganan lebih awal membantu mencegah luka dan kekambuhan. Segera ke IGD bila satu tungkai mendadak bengkak dan nyeri, atau muncul sesak napas mendadak.

  • Bengkak pergelangan kaki yang menetap atau makin luas
  • Kulit di atas mata kaki kecokelatan, gatal, atau bersisik
  • Kulit tungkai bawah mengeras dan terasa nyeri
  • Luka di kaki yang tidak membaik dalam dua minggu
  • Luka yang kambuh setelah sempat sembuh
  • Kemerahan meluas, terasa panas, atau demam di sekitar luka

Jangan Menunggu bila Kondisinya Darurat.

Bila keluhan terasa berat atau muncul mendadak, segera ke IGD terdekat atau hubungi Heart Attack Center 1500 258, bukan menunggu janji temu.

Hal yang Mungkin Anda Tanyakan.

Pertanyaan yang sering diajukan tentang insufisiensi vena kronik.

Apa bedanya insufisiensi vena kronik dengan varises?

Varises adalah vena permukaan yang melebar dan berkelok. Insufisiensi vena kronik adalah tahap ketika gangguan aliran vena sudah menimbulkan bengkak, perubahan kulit, atau luka. Banyak penyandang insufisiensi vena kronik juga memiliki varises, tetapi ada pula yang tidak, misalnya bila penyebabnya kerusakan vena dalam setelah bekuan darah. Pemeriksaan USG dupleks membantu dokter membedakannya.

Apakah luka vena bisa sembuh?

Bisa. Sebagian besar luka vena sembuh dengan kompresi yang tepat, perawatan luka, dan gerak aktif, meski dapat memerlukan waktu berminggu-minggu sampai berbulan-bulan. Bila ada kebocoran vena permukaan, menutup vena tersebut sejak awal membantu luka sembuh lebih cepat. Setelah sembuh, luka mudah kambuh, sehingga stoking kompresi dan kontrol berkala tetap dianjurkan.

Mengapa kulit di atas mata kaki saya berubah cokelat?

Tekanan vena yang tinggi membuat sel darah merah keluar dari pembuluh kecil ke jaringan kulit. Zat besi dari sel darah tersebut meninggalkan warna kecokelatan yang dapat menetap. Dalam sistem CEAP, perubahan warna ini termasuk tahap C4, yaitu tanda bahwa kulit mulai terpengaruh. Menangani sumber kebocoran dan memakai kompresi dapat mencegah perubahan kulit bertambah berat dan mengurangi risiko luka.

Berapa lama saya harus memakai stoking kompresi?

Stoking kompresi umumnya dipakai jangka panjang, setiap hari sejak bangun tidur sampai malam, dan dilepas saat tidur. Pada penyandang luka vena yang sudah sembuh, pemakaian rutin membantu mencegah luka kambuh. Stoking biasanya perlu diganti setiap beberapa bulan karena daya tekannya berkurang. Bila stoking terasa nyeri, membuat kulit lecet, atau jari kaki kebas, lepaskan dan tanyakan kepada dokter.

Apakah olahraga aman untuk insufisiensi vena kronik?

Aman dan dianjurkan. Berjalan kaki, bersepeda santai, berenang, dan latihan menekuk pergelangan kaki memperkuat otot betis yang memompa darah ke atas. Hindari berdiri diam terlalu lama. Bila ada luka, tetap berlatih sambil memakai kompresi sesuai anjuran dokter atau perawat luka. Pada pergelangan kaki yang kaku, latihan gerak sendi juga membantu memulihkan kerja pompa betis.

Apakah insufisiensi vena kronik berbahaya bagi jantung?

Insufisiensi vena kronik tidak merusak jantung secara langsung. Namun, bengkak tungkai juga bisa berasal dari gagal jantung, penyakit ginjal, atau efek obat tertentu, sehingga dokter menilai penyebab lain. Bila Anda memiliki penyakit jantung dan perlu memakai stoking kompresi, tanyakan tingkat tekanan yang aman, karena kompresi kuat pada gagal jantung yang belum terkendali dapat menambah beban jantung.

Sumber dan Tinjauan Medis

Ditinjau secara medis oleh dr. Emanoel Oepangat, Sp.JP(K).

  1. De Maeseneer MG, Kakkos SK, Aherne T, Baekgaard N, Black S, Blomgren L, et al. European Society for Vascular Surgery (ESVS) 2022 Clinical Practice Guidelines on the Management of Chronic Venous Disease of the Lower Limbs. Eur J Vasc Endovasc Surg. 2022;63(2):184-267.
  2. Lurie F, Passman M, Meisner M, Dalsing M, Masuda E, Welch H, et al. The 2020 update of the CEAP classification system and reporting standards. J Vasc Surg Venous Lymphat Disord. 2020;8(3):342-52.
  3. Gloviczki P, Lawrence PF, Wasan SM, Meissner MH, Almeida J, Brown KR, et al. The 2022 Society for Vascular Surgery, American Venous Forum, and American Vein and Lymphatic Society clinical practice guidelines for the management of varicose veins of the lower extremities. Part I. Duplex Scanning and Treatment of Superficial Truncal Reflux. J Vasc Surg Venous Lymphat Disord. 2023;11(2):231-61.e6.
  4. Gohel MS, Heatley F, Liu X, Bradbury A, Bulbulia R, Cullum N, et al. A Randomized Trial of Early Endovenous Ablation in Venous Ulceration. N Engl J Med. 2018;378(22):2105-14.
  5. Davies AH. The Seriousness of Chronic Venous Disease: A Review of Real-World Evidence. Adv Ther. 2019;36(Suppl 1):5-12.
  6. Youn YJ, Lee J. Chronic venous insufficiency and varicose veins of the lower extremities. Korean J Intern Med. 2019;34(2):269-83.

Langkah berikutnya

Bahas Keluhan Anda bersama Dokter.

Mulai konsultasi untuk memahami kondisi dan pilihan penanganan yang sesuai.

Konteks kunjungan: Insufisiensi Vena Kronik

Informasi di halaman ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan konsultasi, diagnosis, atau pengobatan medis. Untuk keluhan kesehatan Anda, konsultasikan langsung dengan dokter.

Kembali ke Semua Kondisi