Jawaban singkat
Apa Itu Ablasi Varises?
Ablasi varises adalah tindakan menutup vena utama tungkai yang katupnya bocor, sumber utama varises, dengan panas dari laser atau gelombang radio melalui kateter tipis. Kateter masuk lewat tusukan kecil dengan panduan USG dan bius lokal. Tindakan sekitar 1 jam, dan sebagian besar pasien pulang di hari yang sama.
Sumber informasi01 / Memahami tindakan
Mengenal Ablasi Varises
Apa Itu Ablasi Varises
Varises di betis dan paha sering berasal dari kebocoran katup pada vena utama di bawah kulit, yaitu vena safena besar di sisi dalam tungkai atau vena safena kecil di betis bagian belakang. Darah yang seharusnya naik ke jantung justru mengalir balik dan menumpuk, sehingga vena cabang di permukaan melebar. Ablasi varises menutup vena utama yang bocor ini dari dalam dengan panas, tanpa sayatan besar.
Cara Kerja Singkat
Dengan panduan USG, dokter memasukkan kateter atau serat laser yang sangat tipis ke dalam vena lewat tusukan kecil, biasanya di sekitar lutut. Cairan bius encer disuntikkan di sepanjang vena untuk mematikan rasa dan melindungi jaringan sekitar. Saat kateter ditarik perlahan, panas membuat dinding vena mengerut dan menutup. Darah lalu mengalir lewat vena dalam dan vena lain yang sehat.
Laser atau Gelombang Radio
Ablasi dapat memakai energi laser (EVLA atau EVLT) atau gelombang radio (radiofrekuensi). Keduanya bekerja dengan cara yang serupa dan memberikan hasil yang sebanding. Pilihan alat ditentukan dokter berdasarkan bentuk vena dan ketersediaan alat.
Mengapa Dipilih
Pedoman penyakit vena menganjurkan ablasi panas sebagai pilihan pertama untuk kebocoran vena safena, dibandingkan operasi pengangkatan vena, karena pemulihannya lebih cepat dengan hasil yang baik. Bila bentuk vena tidak cocok untuk kateter, dokter dapat memilih cara lain, misalnya operasi atau suntikan busa.
Vena Cabang di Permukaan
Setelah vena utama ditutup, varises cabang sering mengecil. Varises yang masih terlihat dapat ditangani sekaligus atau pada sesi berikutnya, misalnya dengan suntikan yang dibahas di halaman Skleroterapi. Pemeriksaan untuk menemukan vena yang bocor dibahas di halaman USG Dupleks.
02 / Memahami tindakan
Kapan Tindakan Ini Dipertimbangkan?
Dokter dapat mempertimbangkan tindakan ini pada keadaan berikut. Keputusan selalu ditetapkan setelah evaluasi menyeluruh.
- Varises dengan Kebocoran Vena UtamaKebocoran vena safena besar atau kecil terbukti pada USG.
- Keluhan Kaki Berat, Pegal, atau KramYang berkaitan dengan varises dan mengganggu aktivitas.
- Bengkak Kaki karena Gangguan VenaTerutama di pergelangan kaki pada sore hari.
- Perubahan Kulit di Tungkai BawahKulit menggelap, menebal, atau gatal akibat gangguan vena.
- Luka Vena yang Sulit SembuhAblasi dini membantu luka lebih cepat sembuh.
- Varises yang Muncul KembaliSetelah operasi atau tindakan sebelumnya, bila ada kebocoran baru.
Keadaan yang Perlu Dipertimbangkan Lebih Dulu
- Bekuan Darah di Vena DalamYang masih baru atau sedang diobati; tindakan ditunda.
- HamilUmumnya ditunda sampai setelah melahirkan.
- Tidak Bisa Berjalan atau Harus Lama BerbaringBerjalan setelah tindakan penting untuk mencegah bekuan.
- Sumbatan Arteri Tungkai yang BeratAliran arteri dinilai lebih dulu, terutama sebelum kompresi.
- Bentuk Vena yang Tidak CocokVena terlalu berkelok, terlalu dekat kulit, atau tersumbat bekuan lama.
- Infeksi di Area TindakanDiobati lebih dulu.
03 / Sebelum tindakan
Apa yang Perlu Disiapkan?
Persiapan dibicarakan saat konsultasi, setelah pemeriksaan USG memastikan vena mana yang bocor.
Pemeriksaan USG. USG vena tungkai dilakukan sebelumnya untuk memetakan vena yang bocor, lalu diulang singkat sebelum tindakan untuk menandai jalurnya.
Makan dan minum. Karena memakai bius lokal, biasanya Anda tetap boleh makan ringan. Ikuti petunjuk tim bila direncanakan obat penenang.
Daftar obat dan riwayat kesehatan. Beri tahu dokter bila Anda minum obat pengencer darah, pil KB, atau terapi hormon, pernah mengalami bekuan darah, punya alergi obat bius, atau sedang hamil.
Stoking kompresi. Siapkan stoking kompresi sesuai ukuran yang dianjurkan, atau tanyakan kepada tim apakah stoking disediakan.
Pakaian dan pendamping. Kenakan pakaian longgar, jangan mengoleskan losion pada kaki, dan ajak pendamping untuk pulang.
Belum jelas dengan instruksi persiapan? Tanyakan kepada tim sebelum menjalani tindakan.
04 / Saat tindakan
Bagaimana Tindakan Dilakukan?
Tindakan berlangsung sekitar 1 jam untuk satu tungkai di ruang tindakan, dengan bius lokal. Anda sadar selama tindakan dan biasanya pulang di hari yang sama.
Pemetaan dengan USG
Dokter menandai jalur vena yang bocor dan titik masuk kateter dengan USG.
Memasukkan Kateter
Setelah bius lokal di titik masuk, jarum kecil dimasukkan ke vena, lalu kateter atau serat laser didorong sampai dekat pertemuan dengan vena dalam di lipat paha atau lipat lutut.
Bius di Sekitar Vena
Cairan bius encer disuntikkan di sepanjang vena dengan panduan USG. Cairan ini mematikan rasa, menekan vena, dan melindungi kulit serta saraf dari panas.
Menutup Vena
Alat dinyalakan dan kateter ditarik perlahan, sehingga dinding vena mengerut dan menutup sepanjang jalurnya. Bila perlu, varises cabang ditangani sekaligus.
Setelah Tindakan
Tungkai dibalut atau dipasangi stoking kompresi, lalu Anda diminta berjalan sebelum pulang.
05 / Manfaat dan risiko
Manfaat dan Risiko Perlu Dibahas Bersama.
Setiap tindakan medis memiliki manfaat dan risiko. Dokter menjelaskan keduanya sesuai keadaan Anda sebelum tindakan.
Manfaat yang Dapat Diharapkan
- Sumber Kebocoran DitutupVena utama yang bocor ditutup, sehingga tekanan pada vena cabang berkurang.
- Keluhan Kaki BerkurangRasa berat, pegal, dan bengkak umumnya membaik.
- Tanpa Sayatan BesarCukup tusukan kecil dengan bius lokal.
- Pemulihan Lebih CepatUmumnya pulang di hari yang sama dan segera kembali beraktivitas.
- Membantu Penyembuhan Luka VenaPada luka akibat gangguan vena, ablasi dini mempercepat penyembuhan.
Manfaat tindakan bukan janji kesembuhan. Tanyakan bagaimana hasilnya memengaruhi rencana perawatan Anda.
Risiko yang Perlu Diketahui
- Memar dan Rasa TertarikSering terjadi di sepanjang vena dan membaik dalam satu sampai dua minggu.
- Kesemutan atau Mati RasaKarena saraf di dekat vena terkena panas; umumnya sementara.
- Peradangan Vena di PermukaanKemerahan dan nyeri pada vena cabang; biasanya membaik dengan obat dan kompresi.
- Perubahan Warna KulitGaris kecoklatan di atas vena; umumnya memudar.
- Bekuan di Vena DalamJarang; karena itu dilakukan USG kontrol dan dianjurkan banyak berjalan.
- Luka Bakar Kulit atau InfeksiSangat jarang.
Risiko setiap orang dapat berbeda. Penjelasan lengkap dan persetujuan tindakan diberikan setelah evaluasi individual.
06 / Setelah tindakan
Bagaimana Pemulihannya?
Sebagian besar orang dapat berjalan langsung dan kembali bekerja dalam beberapa hari.
Rasa tertarik dan memar. Rasa kencang, memar, atau nyeri di sepanjang vena yang ditutup wajar terjadi selama satu sampai dua minggu dan biasanya berkurang dengan berjalan serta obat nyeri sesuai anjuran.
Berjalan setiap hari. Berjalan membantu aliran darah di vena dalam. Hindari duduk atau berdiri diam terlalu lama, termasuk perjalanan jauh, di minggu-minggu pertama.
Pakai stoking sesuai anjuran. Biasanya beberapa hari sampai sekitar dua minggu.
Tunda olahraga berat. Hindari olahraga berat, mengangkat beban berat, berendam air panas, dan sauna selama sekitar satu sampai dua minggu.
USG kontrol. USG ulang dilakukan sesuai jadwal dokter untuk memastikan vena sudah menutup dan tidak ada bekuan di vena dalam.
Tanda yang perlu diwaspadai. Segera ke IGD bila Anda mengalami:
- Betis atau paha bengkak, nyeri, dan terasa hangat
- Sesak napas tiba-tiba atau nyeri dada
Hubungi dokter bila muncul lepuh atau luka pada kulit, kemerahan yang meluas disertai demam, atau kesemutan dan mati rasa yang tidak membaik.
Kenali Tanda yang Perlu Segera Ditangani.
Ikuti arahan tim tentang tanda yang perlu diwaspadai. Bila muncul keluhan berat atau mendadak setelah tindakan, segera ke IGD terdekat atau hubungi Heart Attack Center 1500 258.
07 / Tim dan dukungan
Dokter dan Dukungan Tindakan
Dokter berikut tercantum untuk tindakan ini. Urutan menurut nama, bukan peringkat.

dr. Emanoel Oepangat, Sp.JP(K)
Kardiologi Intervensi
Vascular Diagnostic and Therapeutic Center +1 center
Fokus klinisIntervensi Koroner · Intervensi Pembuluh Darah Perifer
Lihat Profil
dr. Suko Adiarto, Sp.JP(K), Ph.D.
Kardiologi Intervensi
Vascular Diagnostic and Therapeutic Center +1 center
Fokus klinisIntervensi Koroner · Intervensi Pembuluh Darah Perifer
Lihat ProfilDoppler Vascular Ultrasound
Pemeriksaan ultrasonografi pembuluh darah yang menampilkan gambar dinding pembuluh sekaligus aliran darahnya. Dokter memakainya…
Ketersediaan teknologi dan dukungan pemeriksaan dikonfirmasi bersama tim. Teknologi dipilih sesuai kebutuhan klinis.
08 / Pertanyaan umum
Sebelum Merencanakan Tindakan.
Pertanyaan yang sering diajukan tentang ablasi varises. Rencana tindakan untuk Anda ditentukan dokter setelah pemeriksaan USG.
Apakah ablasi varises sakit?
Tindakan memakai bius lokal, jadi Anda tetap sadar tetapi tidak merasakan panasnya. Yang biasanya terasa adalah tusukan jarum dan suntikan cairan bius di sepanjang vena. Setelah bius hilang, tungkai dapat terasa kencang, memar, atau nyeri seperti otot tertarik selama satu sampai dua minggu. Keluhan ini umumnya ringan dan membaik dengan berjalan dan obat nyeri sesuai anjuran.
Apakah vena yang ditutup tidak dibutuhkan tubuh?
Vena yang bocor justru mengalirkan darah ke arah yang salah, sehingga menutupnya membantu aliran darah tungkai. Sebagian besar darah dari tungkai kembali ke jantung lewat vena dalam, dan setelah ablasi darah dialihkan ke vena lain yang sehat. Vena yang bocor dan melebar umumnya juga kurang baik dipakai sebagai pembuluh pengganti pada operasi bypass; bila suatu saat diperlukan, dokter dapat memakai pembuluh lain.
Laser atau gelombang radio, mana yang lebih baik?
Penelitian menunjukkan hasil ablasi laser dan gelombang radio sebanding, baik dalam menutup vena maupun mengurangi keluhan. Perbedaannya terutama pada alat dan rasa tidak nyaman setelah tindakan, yang pada alat baru umumnya ringan. Dokter memilih cara yang sesuai dengan ukuran dan bentuk vena Anda serta alat yang tersedia.
Kapan saya bisa kembali bekerja?
Sebagian besar orang dapat kembali bekerja dalam satu sampai tiga hari, terutama untuk pekerjaan yang tidak berat. Anda dianjurkan langsung berjalan sejak hari tindakan. Olahraga berat, mengangkat beban berat, dan berendam air panas sebaiknya ditunda sekitar satu sampai dua minggu. Untuk pekerjaan fisik yang berat, tanyakan waktu yang tepat kepada dokter.
Apakah varises bisa muncul lagi setelah ablasi?
Bisa. Vena yang sudah ditutup jarang terbuka kembali, tetapi seiring waktu kebocoran dapat muncul pada vena lain, terutama bila ada riwayat keluarga, kehamilan, atau pekerjaan yang banyak berdiri. Karena itu kontrol berkala tetap dianjurkan. Varises yang muncul lagi umumnya dapat ditangani dengan tindakan kecil seperti suntikan atau ablasi ulang.
Apakah saya masih perlu skleroterapi?
Tidak selalu. Setelah vena utama ditutup, banyak varises cabang yang mengecil dengan sendirinya. Varises atau pembuluh halus yang masih terlihat dapat ditangani dengan skleroterapi atau pengangkatan vena kecil, sekaligus atau beberapa minggu setelah ablasi. Dokter akan menilai saat kontrol apakah tindakan tambahan diperlukan.
Sumber dan Tinjauan Medis
Ditinjau secara medis oleh dr. Emanoel Oepangat, Sp.JP(K).
- De Maeseneer MG, Kakkos SK, Aherne T, dkk. European Society for Vascular Surgery (ESVS) 2022 Clinical Practice Guidelines on the Management of Chronic Venous Disease of the Lower Limbs. Eur J Vasc Endovasc Surg. 2022;63(2):184-267.
- Gloviczki P, Lawrence PF, Wasan SM, dkk. The 2022 Society for Vascular Surgery, American Venous Forum, and American Vein and Lymphatic Society clinical practice guidelines for the management of varicose veins of the lower extremities. Part I. Duplex scanning and treatment of superficial truncal reflux. J Vasc Surg Venous Lymphat Disord. 2023;11(2):231-261.e6.
- National Institute for Health and Care Excellence. Varicose veins: diagnosis and management (CG168). London: NICE; 2013.
- Whing J, Nandhra S, Nesbitt C, Stansby G. Interventions for great saphenous vein incompetence. Cochrane Database Syst Rev. 2021;8:CD005624.
- Brittenden J, Cooper D, Dimitrova M, dkk. Five-year outcomes of a randomized trial of treatments for varicose veins. N Engl J Med. 2019;381(10):912-922.
- Gohel MS, Heatley F, Liu X, dkk. A randomized trial of early endovenous ablation in venous ulceration. N Engl J Med. 2018;378(22):2105-2114.
- Kabnick LS, Sadek M, Bjarnason H, dkk. Classification and treatment of endothermal heat-induced thrombosis: Recommendations from the American Venous Forum and the Society for Vascular Surgery. J Vasc Surg Venous Lymphat Disord. 2021;9(1):6-22.

