Langsung ke konten

Gejala & Sindrom Klinis Terkait Kardiovaskular

Nyeri Dada

Chest Pain

Ditinjau secara medis olehDr. dr. Jajang Sinardja, Sp.JP(K), Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah
Terakhir diperbarui7 Oktober 2026
Ilustrasi anatomi nyeri dada dengan tangan di tengah dada, menampilkan jantung, paru, aorta, esofagus, dan lambung, serta inset arteri koroner menyempit dengan bekuan darah, refluks asam lambung ke esofagus, dan peradangan tulang rawan iga.
Ilustrasi Nyeri Dada

Jawaban singkat

Apa Itu Nyeri Dada?

Nyeri dada adalah rasa nyeri, tertekan, berat, atau tidak nyaman di dada yang dapat berasal dari jantung, paru, pembuluh darah, lambung, otot, atau kecemasan. Nyeri dada yang muncul mendadak perlu segera diperiksa di IGD.

Sumber informasi

Tanda yang Memerlukan Pertolongan Segera

  • Nyeri, tertekan, atau berat di dada lebih dari 5 menit atau tidak reda dengan istirahat
  • Nyeri dada disertai keringat dingin, mual, muntah, atau sesak napas
  • Nyeri dada hebat mendadak seperti robek yang menembus ke punggung
  • Nyeri dada dengan sesak mendadak, terutama setelah lama tidak bergerak
  • Pingsan, hampir pingsan, atau berdebar sangat kencang
  • Nyeri dada yang biasa dialami kini lebih sering, lebih berat, atau muncul saat istirahat

Bila tanda ini muncul, segera ke IGD terdekat atau hubungi Heart Attack Center 1500 258.

Catatan kegawatan: Nyeri dada yang muncul mendadak, terasa menekan atau berat, berlangsung lebih dari 5 menit, atau disertai sesak, keringat dingin, mual, atau pingsan harus dianggap darurat sampai terbukti bukan. Hubungi ambulans (119) atau segera ke IGD terdekat, dan jangan menyetir sendiri.

Mengenal Nyeri Dada

Nyeri dada adalah keluhan, bukan diagnosis. Rasanya bisa berupa nyeri, tertekan, berat seperti ditindih, sesak, terbakar, atau tertusuk. Rasa tidak nyaman di bahu, lengan, leher, rahang, punggung, atau ulu hati juga dapat bersumber dari jantung, demikian pula sesak napas atau rasa sangat lelah tanpa nyeri. Halaman ini membantu Anda mengenali kemungkinan penyebab dan tanda bahaya, bukan untuk memastikan penyebabnya sendiri.

Penyebab dari Jantung dan Pembuluh Darah

Penyebab yang perlu disingkirkan lebih dulu adalah yang mengancam nyawa: serangan jantung, robekan dinding aorta, dan sumbatan bekuan darah di pembuluh paru. Serangan jantung dibahas di halaman Infark Miokard / Serangan Jantung. Nyeri dada yang muncul saat beraktivitas atau stres dan reda dengan istirahat dapat menandakan penyempitan pembuluh koroner, yang dibahas di halaman Angina Pektoris. Penyebab jantung lain adalah peradangan selaput jantung (perikarditis), peradangan otot jantung (miokarditis), penyempitan katup aorta, dan kardiomiopati hipertrofik.

Penyebab di Luar Jantung

Banyak nyeri dada berasal dari luar jantung. Asam lambung yang naik ke kerongkongan menimbulkan rasa terbakar di belakang tulang dada, sering setelah makan atau saat berbaring. Nyeri otot dan sendi tulang rusuk biasanya tajam, terasa di satu titik, dan bertambah saat ditekan atau saat tubuh bergerak. Radang paru, radang selaput paru, dan paru kolaps menimbulkan nyeri yang bertambah saat menarik napas. Serangan panik dapat menimbulkan nyeri dada, berdebar, dan sesak yang terasa sangat nyata. Herpes zoster dapat diawali nyeri di satu sisi dada sebelum ruam muncul.

Mengapa Tidak Bisa Ditebak Sendiri

Ciri nyeri saja tidak cukup untuk memastikan sumbernya. Nyeri yang tajam atau terasa seperti maag kadang tetap berasal dari jantung, terutama pada perempuan, lansia, dan penyandang diabetes, yang sering mengalami keluhan berbeda dari gambaran klasik. Karena itu, nyeri dada baru, nyeri yang berbeda dari biasanya, atau nyeri yang disertai tanda bahaya perlu diperiksa dengan EKG dan tes darah. Untuk nyeri dada yang hilang timbul selama beberapa minggu, dokter memilih pemeriksaan sesuai kemungkinan penyebab dan tingkat risiko Anda.

Gejala yang Perlu Dikenali.

Gejala Umum

  • Rasa tertekan, berat, atau diremas di tengah dada
  • Nyeri yang menjalar ke lengan, bahu, leher, rahang, atau punggung
  • Rasa terbakar di belakang tulang dada atau di ulu hati
  • Nyeri tajam yang bertambah saat menarik napas atau bergerak
  • Nyeri di satu titik yang bertambah saat ditekan
  • Nyeri yang muncul saat beraktivitas dan reda dengan istirahat
  • Sesak napas, mual, atau keringat dingin yang menyertai nyeri

Gejala pada Perempuan Dewasa

Nyeri dada tetap menjadi keluhan utama pada kebanyakan perempuan, tetapi keluhan penyerta lebih sering sehingga sumber jantung kadang terlambat dikenali.

  • Nyeri atau tertekan di dada, sering disertai mual atau sesak napas
  • Rasa sangat lelah yang tidak biasa
  • Nyeri di punggung atas, leher, atau rahang
  • Rasa tidak nyaman di ulu hati yang dikira maag

Gejala pada Lansia

Pada lansia dan penyandang diabetes, gangguan jantung dapat muncul tanpa nyeri dada yang khas.

  • Sesak napas atau lelah mendadak tanpa nyeri dada yang jelas
  • Nyeri samar di dada atau ulu hati
  • Bingung, lemas, atau pingsan
Tidak semua orang mengalami gejala yang sama. Bila keluhan berulang atau memburuk, periksakan diri.

Apa yang Menyebabkan Kondisi Ini?

  • Gangguan aliran darah ke otot jantung: serangan jantung, angina tidak stabil, atau angina stabil
  • Robekan dinding aorta (diseksi aorta) atau sumbatan bekuan darah di paru (emboli paru)
  • Peradangan selaput jantung (perikarditis) atau otot jantung (miokarditis)
  • Penyempitan katup aorta, kardiomiopati hipertrofik, atau kejang pembuluh koroner
  • Asam lambung naik ke kerongkongan, kejang kerongkongan, atau tukak lambung
  • Nyeri otot dan sendi tulang rusuk, misalnya setelah batuk keras, mengangkat beban, atau cedera
  • Radang paru, radang selaput paru, atau paru kolaps (pneumotoraks)
  • Serangan panik atau kecemasan, serta herpes zoster sebelum ruam muncul

Siapa yang Lebih Berisiko?

Gaya Hidup

Merokok, kurang bergerak, pola makan tinggi garam dan lemak jenuh, serta berat badan berlebih meningkatkan kemungkinan nyeri dada bersumber dari penyakit jantung koroner.

Medis

Hipertensi, diabetes, kolesterol tinggi, penyakit ginjal kronis, dan riwayat penyakit jantung atau stroke membuat nyeri dada perlu dianggap lebih serius.

Genetik

Riwayat penyakit jantung koroner dini pada keluarga inti, yaitu pada laki-laki sebelum usia 55 tahun atau perempuan sebelum usia 65 tahun.

Usia

Kemungkinan penyebab jantung meningkat seiring usia, terutama pada laki-laki di atas 45 tahun dan perempuan setelah menopause.

Lainnya

Lama tidak bergerak, operasi baru, kanker, kehamilan, dan pil KB meningkatkan risiko bekuan darah di paru; hipertensi berat dan kelainan jaringan ikat meningkatkan risiko robekan aorta.

Kelompok yang Lebih Berisiko

  • Penyandang Diabetes: Keluhan jantung dapat samar atau tanpa nyeri yang khas, sehingga nyeri dada ringan atau sesak tetap perlu diperiksa.
  • Perempuan: Lebih sering mengalami keluhan penyerta seperti mual dan sesak, dan berisiko terlambat dikenali bila keluhan dianggap maag atau cemas.
  • Lansia: Nyeri dapat tidak khas dan lebih sering disertai sesak, bingung, atau lemas, sedangkan penyebab jantung lebih sering ditemukan.
  • Orang dengan Faktor Risiko Jantung: Perokok, penyandang hipertensi atau kolesterol tinggi, dan orang dengan riwayat keluarga penyakit jantung koroner dini.
  • Penyandang Penyakit Jantung Koroner: Orang yang pernah serangan jantung atau dipasang stent perlu mengenali perubahan pola nyeri dan tahu kapan harus ke IGD.
Memiliki faktor risiko tidak berarti seseorang pasti mengalami kondisi ini.

Bagaimana Diagnosis Ditegakkan?

Pada nyeri dada mendadak, pemeriksaan dilakukan di IGD. EKG direkam dalam waktu sekitar 10 menit setelah tiba untuk mencari tanda serangan jantung, lalu tes troponin, penanda kerusakan otot jantung, diperiksa dan biasanya diulang setelah beberapa jam. Dokter menanyakan sifat, lokasi, lama, dan pemicu nyeri, gejala penyerta, serta faktor risiko, lalu memeriksa tekanan darah di kedua lengan, denyut nadi, jantung, dan paru. Bila dicurigai robekan aorta atau bekuan di paru, dokter dapat melakukan tes D-dimer atau CT scan dengan kontras.

Bila serangan jantung dan penyebab darurat lain sudah disingkirkan, atau nyeri dada bersifat hilang timbul, pemeriksaan dapat dilanjutkan secara terencana. Pilihannya antara lain CT angiografi koroner untuk melihat plak dan penyempitan, atau uji beban jantung seperti ekokardiografi stres dan pencitraan perfusi untuk menilai aliran darah saat jantung bekerja lebih keras. Ekokardiografi menilai pompa dan katup jantung. Bila penyebab jantung tidak ditemukan, dokter menelusuri penyebab dari lambung, paru, atau otot dan tulang.

  1. Elektrokardiogram / EKG

    Dilakukan secepatnya, idealnya dalam 10 menit setelah tiba di IGD, untuk mencari tanda serangan jantung, gangguan irama, atau peradangan selaput jantung.

  2. Tes Troponin Jantung

    Tes troponin sensitivitas tinggi, biasanya diulang setelah 1 sampai 3 jam, untuk memastikan atau menyingkirkan kerusakan otot jantung.

  3. Pemeriksaan Fisik

    Pemeriksaan tekanan darah di kedua lengan, denyut nadi, bunyi jantung dan paru, serta titik nyeri tekan di dinding dada.

  4. Rontgen Dada

    Foto dada untuk mencari paru kolaps, radang paru, cairan, atau pelebaran bayangan aorta dan jantung.

  5. Angiografi Koroner CT

    Pilihan untuk nyeri dada stabil atau setelah serangan jantung disingkirkan, untuk melihat plak dan penyempitan pembuluh koroner tanpa kateter.

  6. Ekokardiografi Stres

    Uji beban untuk menilai apakah aliran darah ke otot jantung berkurang saat jantung bekerja lebih keras.

  7. Ekokardiografi

    USG jantung untuk menilai gerak dinding, kekuatan pompa, katup, dan cairan di selaput jantung.

Pilihan Penanganan.

Penanganan ditentukan dokter setelah evaluasi. Kategori berikut membantu Anda memahami pembicaraan dengan dokter.

Penanganan Darurat Serangan Jantung

Obat antiplatelet dan pengencer darah, lalu tindakan membuka pembuluh koroner yang tersumbat secepatnya lewat kateter, atau obat penghancur bekuan bila kateterisasi tidak dapat segera dilakukan.

Penanganan Penyebab Darurat Lain

Robekan aorta ditangani dengan pengendalian tekanan darah dan operasi atau pemasangan stent graft. Bekuan di paru ditangani dengan obat pengencer darah, dan pada kasus berat dengan tindakan penghancur bekuan.

Penanganan Angina dan Penyakit Koroner

Obat pelindung pembuluh darah dan pereda angina, pengendalian faktor risiko, serta pemasangan stent atau operasi bypass bila diperlukan. Dibahas di halaman Penyakit Jantung Koroner.

Penanganan Asam Lambung

Obat penekan asam lambung sesuai anjuran dokter, makan dalam porsi kecil, tidak langsung berbaring setelah makan, dan menurunkan berat badan bila berlebih.

Penanganan Nyeri Otot dan Tulang

Istirahat, kompres, dan obat pereda nyeri yang aman bagi Anda menurut dokter. Nyeri dinding dada biasanya membaik dalam beberapa hari sampai minggu.

Penanganan Kecemasan dan Serangan Panik

Setelah penyebab jantung disingkirkan, konseling, terapi perilaku kognitif, dan latihan napas dapat membantu. Dokter dapat merujuk ke psikolog atau psikiater.

Kesesuaian dan ketersediaan pemeriksaan atau terapi perlu dikonfirmasi bersama tim perawatan.

Komplikasi yang Perlu Dipantau.

Kerusakan Otot Jantung

Bila nyeri dada akibat serangan jantung tidak segera ditangani, bagian otot jantung yang kekurangan darah dapat rusak permanen dan melemahkan pompa jantung.

Gangguan Irama dan Henti Jantung

Serangan jantung dapat memicu irama kacau dari bilik jantung yang menghentikan pompa jantung, sehingga pijat jantung dan kejut listrik perlu segera diberikan.

Komplikasi Robekan Aorta

Robekan dinding aorta dapat meluas, mengganggu aliran darah ke organ, atau pecah, sehingga memerlukan operasi atau tindakan segera.

Beban Berat pada Jantung Kanan

Bekuan darah di paru dapat membebani jantung kanan dan menurunkan kadar oksigen; penanganan dini dengan obat pengencer darah mengurangi risiko ini.

Kecemasan dan Kunjungan Berulang

Nyeri dada yang penyebabnya belum jelas dapat menimbulkan rasa cemas dan kunjungan IGD berulang; penjelasan hasil pemeriksaan membantu memutus siklus ini.

Apa yang Bisa Dilakukan?

  • Berhenti merokok dan hindari asap rokok orang lain.
  • Kendalikan tekanan darah, gula darah, dan kolesterol sesuai target dari dokter.
  • Bergerak aktif sekitar 150 menit per minggu sesuai kemampuan Anda.
  • Bila sering nyeri ulu hati, makan dalam porsi kecil dan hindari berbaring 2 sampai 3 jam setelah makan.
  • Saat perjalanan jauh, bergeraklah berkala dan cukupi minum untuk mengurangi risiko bekuan darah.
  • Kenali tanda bahaya nyeri dada dan simpan nomor ambulans (119) serta alamat IGD terdekat.
  • Bila sudah didiagnosis penyakit jantung koroner, minum obat secara teratur dan jangan menghentikannya sendiri.

Kapan Harus ke Dokter?

Jangan menunggu bila nyeri dada muncul mendadak, terasa menekan atau berat, berlangsung lebih dari 5 menit, atau disertai sesak, keringat dingin, mual, atau pingsan. Hubungi ambulans (119) atau minta orang lain mengantar Anda ke IGD terdekat, dan jangan menyetir sendiri. Lebih baik diperiksa dan ternyata bukan dari jantung daripada terlambat ditangani. Buat janji dengan dokter bila mengalami keadaan berikut.

  • Nyeri dada hilang timbul saat beraktivitas yang reda dengan istirahat
  • Nyeri dada berulang yang belum pernah diperiksa
  • Rasa terbakar di dada yang sering muncul atau tidak membaik dengan obat maag
  • Nyeri dada pada orang dengan diabetes, hipertensi, kebiasaan merokok, atau riwayat keluarga penyakit jantung
  • Nyeri dada setelah cedera, batuk lama, atau demam

Jangan Menunggu bila Kondisinya Darurat.

Bila keluhan terasa berat atau muncul mendadak, segera ke IGD terdekat atau hubungi Heart Attack Center 1500 258, bukan menunggu janji temu.

Hal yang Mungkin Anda Tanyakan.

Pertanyaan yang sering diajukan tentang nyeri dada dan kapan harus ke IGD.

Bagaimana membedakan nyeri dada karena jantung dan karena maag?

Tidak selalu bisa dibedakan dari rasanya saja. Nyeri karena jantung sering terasa menekan atau berat, menjalar ke lengan atau rahang, dan dipicu aktivitas, sedangkan asam lambung lebih sering terasa terbakar setelah makan atau saat berbaring. Namun, keduanya dapat tumpang tindih. Nyeri baru atau yang berbeda dari biasanya perlu diperiksa dengan EKG, terutama bila Anda memiliki faktor risiko jantung.

Apa yang harus dilakukan saat seseorang mengalami nyeri dada mendadak?

Minta ia berhenti beraktivitas, lalu duduk atau berbaring dengan nyaman. Hubungi ambulans (119) atau antar ke IGD terdekat, jangan menunggu keluhan reda, dan jangan biarkan ia menyetir sendiri. Bila ia sudah memiliki obat nitrat dari dokter, gunakan sesuai petunjuk. Bila ia tidak sadar dan tidak bernapas normal, mulai pijat jantung di tengah dada dan gunakan AED bila ada.

Apakah nyeri dada di sebelah kanan bisa berasal dari jantung?

Bisa, walaupun lebih jarang. Nyeri dari jantung tidak selalu terasa di kiri; sering di tengah dada, dan dapat menjalar ke kedua lengan, leher, rahang, atau punggung. Nyeri di kanan juga dapat berasal dari paru, otot, kantong empedu, atau hati. Karena lokasi saja tidak cukup untuk memastikan sumbernya, nyeri dada yang baru atau disertai tanda bahaya tetap perlu diperiksa.

Jika hasil EKG normal, apakah pasti bukan dari jantung?

Belum tentu. EKG dapat normal pada awal serangan jantung atau di luar serangan angina. Karena itu, di IGD dokter biasanya mengulang EKG dan memeriksa troponin lebih dari sekali. Untuk nyeri dada yang hilang timbul, dokter dapat menganjurkan CT angiografi koroner atau uji beban jantung. Hasil normal pada pemeriksaan yang sesuai memberi keyakinan bahwa jantung bukan penyebabnya.

Apakah nyeri dada karena cemas berbahaya?

Serangan panik tidak merusak jantung, tetapi keluhannya nyata dan dapat sangat mirip serangan jantung: nyeri dada, berdebar, sesak, dan keringat dingin. Kecemasan baru dapat dianggap sebagai penyebab setelah penyebab jantung dan paru disingkirkan. Setelah itu, konseling, latihan napas, dan terapi perilaku kognitif dapat membantu mengurangi serangan dan rasa takut akan nyeri dada berikutnya.

Apakah anak dan remaja bisa mengalami nyeri dada dari jantung?

Nyeri dada pada anak dan remaja umumnya berasal dari otot dan tulang dada, saluran napas, atau kecemasan, dan jarang dari jantung. Namun, anak perlu segera diperiksa bila nyeri muncul saat olahraga, disertai pingsan, berdebar, atau sesak, atau ada keluarga yang meninggal mendadak di usia muda, karena tanda ini dapat mengarah ke kelainan jantung bawaan atau gangguan irama.

Sumber dan Tinjauan Medis

Ditinjau secara medis oleh Dr. dr. Jajang Sinardja, Sp.JP(K).

  1. Gulati M, Levy PD, Mukherjee D, Amsterdam E, Bhatt DL, Birtcher KK, et al. 2021 AHA/ACC/ASE/CHEST/SAEM/SCCT/SCMR Guideline for the Evaluation and Diagnosis of Chest Pain: A Report of the American College of Cardiology/American Heart Association Joint Committee on Clinical Practice Guidelines. Circulation. 2021;144(22):e368-e454.
  2. Byrne RA, Rossello X, Coughlan JJ, Barbato E, Berry C, Chieffo A, et al. 2023 ESC Guidelines for the management of acute coronary syndromes. Eur Heart J. 2023;44(38):3720-3826.
  3. Vrints C, Andreotti F, Koskinas KC, Rossello X, Adamo M, Ainslie J, et al. 2024 ESC Guidelines for the management of chronic coronary syndromes. Eur Heart J. 2024;45(36):3415-3537.
  4. Konstantinides SV, Meyer G, Becattini C, Bueno H, Geersing GJ, Harjola VP, et al. 2019 ESC Guidelines for the diagnosis and management of acute pulmonary embolism developed in collaboration with the European Respiratory Society (ERS). Eur Heart J. 2020;41(4):543-603.
  5. Isselbacher EM, Preventza O, Hamilton Black J 3rd, Augoustides JG, Beck AW, Bolen MA, et al. 2022 ACC/AHA Guideline for the Diagnosis and Management of Aortic Disease: A Report of the American Heart Association/American College of Cardiology Joint Committee on Clinical Practice Guidelines. Circulation. 2022;146(24):e334-e482.
  6. DISCHARGE Trial Group, Maurovich-Horvat P, Bosserdt M, Kofoed KF, Rieckmann N, Benedek T, et al. CT or Invasive Coronary Angiography in Stable Chest Pain. N Engl J Med. 2022;386(17):1591-1602.

Langkah berikutnya

Bahas Keluhan Anda bersama Dokter.

Mulai konsultasi untuk memahami kondisi dan pilihan penanganan yang sesuai.

Konteks kunjungan: Nyeri Dada

Informasi di halaman ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan konsultasi, diagnosis, atau pengobatan medis. Untuk keluhan kesehatan Anda, konsultasikan langsung dengan dokter.

Kembali ke Semua Kondisi