Jawaban singkat
Apa Itu Sesak Napas?
Sesak napas adalah rasa sulit bernapas atau tidak mendapat cukup udara. Penyebabnya bisa dari jantung, paru, darah, atau kecemasan. Sesak yang mendadak atau berat perlu segera ditangani di IGD.
Sumber informasiTanda yang Memerlukan Pertolongan Segera
- Sesak berat yang muncul mendadak, termasuk saat istirahat
- Sesak disertai nyeri dada, keringat dingin, atau berdebar kencang
- Tidak mampu berbicara satu kalimat penuh karena sesak
- Bibir, lidah, atau ujung jari tampak kebiruan
- Bingung, sangat mengantuk, atau pingsan
- Batuk berbusa merah muda atau batuk darah
- Bengkak wajah, bibir, atau lidah setelah makan, minum obat, atau tersengat
- Sesak mendadak setelah lama tidak bergerak, operasi, atau tungkai bengkak satu sisi
Bila tanda ini muncul, segera ke IGD terdekat atau hubungi Heart Attack Center 1500 258.
01 / Memahami kondisi
Mengenal Sesak Napas
Sesak napas, dalam istilah medis dispnea, adalah rasa tidak nyaman saat bernapas: napas terasa pendek, dada terasa tertekan, atau Anda merasa tidak bisa menarik napas dengan cukup. Sesak wajar terjadi setelah olahraga berat atau di dataran tinggi. Sesak menjadi tidak wajar bila muncul pada aktivitas yang biasanya ringan, saat istirahat, saat berbaring, atau datang mendadak. Halaman ini membantu Anda mengenali kemungkinan penyebab dan tanda bahaya, bukan untuk memastikan penyebabnya sendiri.
Sesak yang Mendadak
Sesak yang muncul dalam hitungan menit sampai jam dapat disebabkan keadaan yang perlu ditangani segera, seperti serangan jantung, penumpukan cairan di paru akibat gagal jantung, bekuan darah di pembuluh paru, serangan asma berat, paru kolaps, radang paru, reaksi alergi berat, atau cairan di selaput jantung yang menekan jantung. Bekuan darah di paru dibahas di halaman Emboli Paru, dan penumpukan cairan di paru akibat jantung dibahas di halaman Edema Paru Kardiogenik.
Sesak yang Bertambah Perlahan
Sesak yang bertambah dalam beberapa minggu sampai bulan sering berasal dari jantung atau paru. Dari jantung, penyebabnya antara lain gagal jantung, penyakit katup, penyakit jantung koroner, dan gangguan irama seperti fibrilasi atrium. Pada gagal jantung, sesak sering muncul saat berbaring telentang sehingga perlu bantal tinggi, atau membuat terbangun di malam hari, dan disertai bengkak kaki. Dari paru, penyebabnya antara lain penyakit paru obstruktif kronis (PPOK), asma, penyakit paru interstisial, dan tekanan tinggi di pembuluh paru. Penyebab lain adalah anemia, berat badan berlebih, kurang bugar, gangguan tiroid, dan kecemasan.
Jantung dan Paru Sering Bersamaan
Pada banyak orang, terutama lansia dan perokok, sesak berasal dari lebih dari satu penyebab, misalnya PPOK dan gagal jantung sekaligus. Karena itu, dokter biasanya menilai jantung dan paru bersamaan. Sesak yang sebelumnya stabil lalu bertambah juga perlu diperiksa ulang, karena dapat menandakan perburukan atau penyebab baru. Mencatat aktivitas apa yang membuat Anda sesak, misalnya berjalan berapa jauh atau naik berapa anak tangga, membantu dokter menilai perubahan dari waktu ke waktu.
02 / Memahami kondisi
Gejala yang Perlu Dikenali.
Gejala Umum
- Napas terasa pendek atau cepat habis saat beraktivitas
- Dada terasa tertekan atau tidak bisa menarik napas dalam
- Napas lebih cepat dari biasanya
- Sesak saat berbaring telentang dan lebih nyaman dengan bantal tinggi
- Terbangun malam karena sesak dan harus duduk
- Napas berbunyi mengi, atau disertai batuk
- Mudah lelah dan kemampuan beraktivitas menurun
Gejala pada Lansia
Pada lansia, sesak sering tersamar sebagai lelah atau dianggap wajar karena usia.
- Lebih cepat lelah atau harus berhenti saat berjalan
- Mengurangi aktivitas tanpa menyadari bahwa penyebabnya sesak
- Bengkak kaki yang muncul bersama sesak
- Bingung atau mengantuk saat kadar oksigen turun
Gejala pada Anak-Anak
Anak sering tidak dapat menyampaikan rasa sesak; perhatikan cara dan kecepatan bernapasnya.
- Napas cepat dan cuping hidung kembang kempis
- Tarikan di sela iga atau di bawah tulang dada saat bernapas
- Bunyi mengi atau napas berbunyi keras
- Sulit makan, menyusu, atau berbicara karena sesak
03 / Memahami kondisi
Apa yang Menyebabkan Kondisi Ini?
- Gagal jantung, penyakit katup, penyakit jantung koroner, atau serangan jantung
- Gangguan irama jantung, seperti fibrilasi atrium dengan denyut cepat
- Bekuan darah di paru, tekanan tinggi di pembuluh paru, atau cairan di selaput jantung
- Asma, PPOK, radang paru, atau penyakit paru interstisial
- Paru kolaps (pneumotoraks) atau cairan di selaput paru
- Anemia, gangguan tiroid, atau gangguan asam basa darah, misalnya pada diabetes tidak terkendali atau gagal ginjal
- Berat badan berlebih, kurang bugar, atau kelemahan otot pernapasan
- Kecemasan dan serangan panik, yang baru dapat disimpulkan setelah penyebab lain disingkirkan
04 / Memahami kondisi
Siapa yang Lebih Berisiko?
Gaya Hidup
Merokok, paparan asap dan polusi, kurang aktivitas fisik, dan berat badan berlebih meningkatkan kemungkinan sesak akibat penyakit jantung atau paru.
Medis
Hipertensi, diabetes, penyakit jantung koroner, gagal jantung, asma, PPOK, penyakit ginjal kronis, dan anemia.
Genetik
Riwayat keluarga dengan kardiomiopati, asma, atau kelainan bawaan tertentu dapat meningkatkan kecenderungan sesak.
Usia
Penyakit jantung dan paru yang menyebabkan sesak lebih sering ditemukan seiring bertambahnya usia.
Lainnya
Paparan debu atau bahan kimia di tempat kerja, riwayat tuberkulosis paru, lama berbaring, operasi baru, kehamilan, dan kanker yang meningkatkan risiko bekuan darah.
Kelompok yang Lebih Berisiko
- Penyandang Gagal Jantung: Sesak yang bertambah, kebutuhan bantal lebih tinggi, atau berat badan naik cepat dapat menandakan perburukan yang perlu segera ditangani.
- Perokok dan Mantan Perokok: Berisiko PPOK dan penyakit jantung koroner, yang keduanya dapat menimbulkan sesak.
- Lansia: Sering memiliki lebih dari satu penyebab sesak, dan keluhannya kerap dianggap wajar karena usia.
- Penyandang Diabetes dan Hipertensi: Berisiko penyakit jantung yang dapat muncul sebagai sesak tanpa nyeri dada yang jelas.
- Pasien setelah Operasi atau Lama Berbaring: Lebih berisiko mengalami bekuan darah di tungkai yang dapat terlepas ke paru dan menimbulkan sesak mendadak.
05 / Memahami kondisi
Bagaimana Diagnosis Ditegakkan?
Pada sesak yang mendadak atau berat, pemeriksaan dilakukan di IGD. Kadar oksigen diukur dengan alat jepit di jari, lalu dokter menilai tekanan darah, denyut nadi, dan napas sambil memberi pertolongan awal. EKG, rontgen dada, dan tes darah seperti troponin, NT-proBNP atau BNP, dan D-dimer membantu membedakan penyebab dari jantung, paru, atau bekuan darah.
Pada sesak yang bertambah perlahan, dokter menanyakan kapan sesak muncul, aktivitas apa yang memicunya, apakah sesak saat berbaring, serta riwayat merokok, pekerjaan, dan obat. Pemeriksaan fisik mencakup bunyi jantung dan paru, vena leher, dan bengkak kaki. Pemeriksaan lanjutan dipilih sesuai dugaan penyebab: ekokardiografi untuk pompa, katup, dan tekanan pembuluh paru; spirometri untuk asma dan PPOK; darah lengkap untuk anemia; dan CT scan dada bila perlu. Uji latih dapat membantu menilai apakah sesak berasal dari jantung, paru, atau kurang bugar.
Pemeriksaan Fisik
Mengukur kadar oksigen, tekanan darah, denyut nadi, dan napas, mendengarkan jantung dan paru, serta memeriksa vena leher dan bengkak kaki.
Elektrokardiogram / EKG
Mencari tanda serangan jantung, gangguan irama, atau beban berat pada jantung kanan.
Rontgen Dada
Melihat cairan di paru, pembesaran jantung, radang paru, cairan di selaput paru, atau paru kolaps.
Tes NT-proBNP / BNP
Hasil yang rendah membantu menyingkirkan gagal jantung, sedangkan hasil tinggi menandakan perlunya pemeriksaan jantung lebih lanjut.
Ekokardiografi
Menilai kekuatan pompa, katup, cairan di selaput jantung, dan perkiraan tekanan di pembuluh paru.
Tes Fungsi Paru / Spirometri
Tes meniup untuk mengenali asma, PPOK, atau gangguan pengembangan paru.
Tes D-dimer
Membantu menyingkirkan bekuan darah di paru bila kemungkinannya rendah; bila kemungkinannya tinggi, dokter langsung melakukan CT angiografi paru.
06 / Memahami kondisi
Pilihan Penanganan.
Penanganan ditentukan dokter setelah evaluasi. Kategori berikut membantu Anda memahami pembicaraan dengan dokter.
Pertolongan Darurat
Oksigen bila kadarnya rendah, posisi duduk, dan penanganan cepat penyebabnya, seperti obat pelega napas, diuretik, pengencer darah, atau tindakan membuka pembuluh koroner.
Penanganan Gagal Jantung
Obat utama gagal jantung yang dinaikkan bertahap, diuretik untuk mengurangi cairan, pembatasan garam, dan pemantauan berat badan. Dibahas di halaman Gagal Jantung.
Penanganan Penyakit Paru
Obat hirup pelega dan pengendali untuk asma dan PPOK, berhenti merokok, vaksinasi, dan rehabilitasi paru sesuai anjuran dokter paru.
Penanganan Gangguan Irama dan Katup
Mengendalikan irama atau denyut jantung, serta memperbaiki katup yang menyempit atau bocor lewat operasi atau kateter bila diperlukan.
Menangani Penyebab Lain
Mengobati anemia atau gangguan tiroid, menurunkan berat badan, dan mengelola kecemasan dengan konseling dan latihan napas.
Rehabilitasi dan Latihan Bertahap
Program latihan yang diawasi membantu memperbaiki daya tahan dan mengurangi sesak pada penyakit jantung dan paru kronis.
07 / Memahami kondisi
Komplikasi yang Perlu Dipantau.
Kadar Oksigen Darah Rendah
Sesak berat dapat menurunkan oksigen ke otak dan organ lain, menimbulkan bingung dan kebiruan, sehingga memerlukan bantuan oksigen.
Gagal Napas
Bila otot pernapasan kelelahan atau paru tidak mampu menukar oksigen, napas perlu dibantu dengan alat di ruang perawatan intensif.
Perburukan Gagal Jantung
Sesak yang diabaikan pada penyandang gagal jantung dapat berlanjut menjadi penumpukan cairan di paru yang memerlukan rawat inap.
Penurunan Kualitas Hidup
Sesak menahun membuat orang mengurangi aktivitas, sehingga otot melemah dan sesak makin mudah muncul; latihan bertahap membantu memutus siklus ini.
08 / Memahami kondisi
Apa yang Bisa Dilakukan?
- Berhenti merokok dan hindari asap rokok, asap dapur, serta polusi.
- Kendalikan tekanan darah, gula darah, dan kolesterol untuk menjaga kesehatan jantung.
- Bergerak aktif secara teratur dan naikkan intensitas bertahap sesuai kemampuan.
- Jaga berat badan sehat.
- Minum obat jantung dan paru sesuai anjuran, termasuk obat hirup dengan teknik yang benar.
- Lakukan vaksinasi influenza dan pneumonia sesuai anjuran dokter, terutama bila memiliki penyakit jantung atau paru.
- Pakai masker pelindung bila bekerja di lingkungan berdebu atau berasap.
- Bila Anda penyandang gagal jantung, timbang berat badan setiap pagi dan laporkan kenaikan cepat kepada dokter.
09 / Memahami kondisi
Kapan Harus ke Dokter?
Hubungi ambulans (119) atau segera ke IGD bila sesak muncul mendadak dan berat, disertai nyeri dada, bibir kebiruan, bingung, atau pingsan, atau bila Anda tidak dapat berbicara satu kalimat penuh. Jangan menyetir sendiri. Buat janji dengan dokter bila mengalami keadaan berikut.
- Sesak saat aktivitas yang dulu tidak membuat sesak
- Sesak saat berbaring atau terbangun malam karena sesak
- Sesak disertai bengkak kaki atau berat badan naik cepat
- Sesak disertai batuk lama, mengi, atau demam
- Sesak yang tidak membaik atau makin berat dalam beberapa minggu
- Sesak disertai berdebar atau pusing
Jangan Menunggu bila Kondisinya Darurat.
Bila keluhan terasa berat atau muncul mendadak, segera ke IGD terdekat atau hubungi Heart Attack Center 1500 258, bukan menunggu janji temu.
10 / Pertanyaan umum
Hal yang Mungkin Anda Tanyakan.
Pertanyaan yang sering diajukan tentang sesak napas dan kapan harus ke IGD.
Bagaimana membedakan sesak karena jantung dan karena paru?
Tidak selalu bisa dibedakan dari keluhannya saja. Sesak karena jantung sering muncul saat berbaring, membuat terbangun malam, dan disertai bengkak kaki. Sesak karena paru lebih sering disertai batuk, dahak, atau mengi, dan berkaitan dengan merokok atau paparan debu. Namun, keduanya sering terjadi bersamaan. Pemeriksaan seperti rontgen dada, NT-proBNP, ekokardiografi, dan spirometri membantu memastikan penyebabnya.
Apa yang harus dilakukan saat seseorang sesak mendadak?
Bantu ia duduk tegak dan longgarkan pakaian yang ketat. Bila ia memiliki obat hirup pelega dari dokter, bantu menggunakannya sesuai petunjuk. Hubungi ambulans (119) atau antar ke IGD bila sesak berat, disertai nyeri dada, bibir kebiruan, atau bingung, atau tidak membaik. Bila ia tidak sadar dan tidak bernapas normal, mulai pijat jantung di tengah dada.
Apakah sesak napas bisa karena cemas?
Bisa. Serangan panik sering menimbulkan sesak, napas cepat, kesemutan, dan rasa tercekik. Namun, sesak juga dapat menjadi tanda penyakit jantung atau paru yang kemudian memicu rasa cemas. Karena itu, kecemasan sebaiknya baru dianggap sebagai penyebab setelah dokter menyingkirkan penyebab lain. Setelah itu, latihan napas, konseling, dan terapi perilaku kognitif dapat membantu.
Mengapa penyandang gagal jantung sesak saat berbaring?
Saat berbaring, darah dari tungkai dan perut lebih banyak kembali ke jantung dan paru. Jantung yang lemah tidak mampu memompanya dengan lancar, sehingga cairan menumpuk di paru dan napas terasa berat. Karena itu, penyandang gagal jantung sering perlu bantal tinggi atau terbangun malam karena sesak. Bila keluhan ini baru muncul atau bertambah, hubungi dokter karena obat mungkin perlu disesuaikan.
Apakah alat ukur oksigen di jari dapat dipakai di rumah?
Alat ini dapat membantu memantau kadar oksigen, terutama pada penyandang penyakit paru atau jantung kronis yang sudah diberi target oleh dokter. Namun, hasilnya bisa kurang akurat bila tangan dingin, memakai cat kuku, atau pada kulit yang lebih gelap. Jangan menunggu angka turun untuk mencari pertolongan: sesak berat, bibir kebiruan, atau bingung tetap merupakan alasan untuk segera ke IGD.
Apakah sesak saat olahraga selalu normal?
Sesak ringan saat olahraga berat adalah wajar dan reda dalam beberapa menit setelah berhenti. Namun, sesak perlu diperiksa bila Anda menjadi sesak pada aktivitas yang dulu ringan, sesak tidak sebanding dengan beratnya aktivitas, atau sesak disertai nyeri dada, berdebar, pusing, atau pingsan. Penurunan kemampuan beraktivitas dapat menjadi tanda awal penyakit jantung atau paru.
Sumber dan Tinjauan Medis
Ditinjau secara medis oleh dr. Santi R. Dewayanti, Sp.P.
- Parshall MB, Schwartzstein RM, Adams L, Banzett RB, Manning HL, Bourbeau J, et al. An official American Thoracic Society statement: update on the mechanisms, assessment, and management of dyspnea. Am J Respir Crit Care Med. 2012;185(4):435-452.
- McDonagh TA, Metra M, Adamo M, Gardner RS, Baumbach A, Bohm M, et al. 2021 ESC Guidelines for the diagnosis and treatment of acute and chronic heart failure. Eur Heart J. 2021;42(36):3599-3726.
- Mueller C, McDonald K, de Boer RA, Maisel A, Cleland JGF, Kozhuharov N, et al. Heart Failure Association of the European Society of Cardiology practical guidance on the use of natriuretic peptide concentrations. Eur J Heart Fail. 2019;21(6):715-731.
- Konstantinides SV, Meyer G, Becattini C, Bueno H, Geersing GJ, Harjola VP, et al. 2019 ESC Guidelines for the diagnosis and management of acute pulmonary embolism developed in collaboration with the European Respiratory Society (ERS). Eur Heart J. 2020;41(4):543-603.
- Humbert M, Kovacs G, Hoeper MM, Badagliacca R, Berger RMF, Brida M, et al. 2022 ESC/ERS Guidelines for the diagnosis and treatment of pulmonary hypertension. Eur Heart J. 2022;43(38):3618-3731.
- Agusti A, Celli BR, Criner GJ, Halpin D, Anzueto A, Barnes P, et al. Global Initiative for Chronic Obstructive Lung Disease 2023 Report: GOLD Executive Summary. Eur Respir J. 2023;61(4):2300239.




