Langsung ke konten

Prosedur medis · Pemeriksaan

Pemindaian Ventilasi-Perfusi

Ventilation-Perfusion Scan

Pemeriksaan kedokteran nuklir yang membandingkan aliran udara dan aliran darah di paru untuk mencari sumbatan bekuan darah, tanpa kontras yodium.

Ditinjau secara medis olehdr. Santi R. Dewayanti, Sp.P, Spesialis Paru
Terakhir diperbarui5 Oktober 2026
Ilustrasi V/Q scan paru dengan distribusi ventilasi dan perfusi, area mismatch berbentuk baji, bekuan darah pada cabang arteri pulmonalis, dan jantung.
Ilustrasi Pemindaian Ventilasi-Perfusi
Kelompok prosedur
Diagnostik
Durasi tindakan
1 jam
Anestesi
Tidak ada
Rawat inap
Tidak direncanakan

Jawaban singkat

Apa Itu Pemindaian Ventilasi-Perfusi?

Pemindaian ventilasi-perfusi, atau V/Q scan, adalah pemeriksaan kedokteran nuklir yang membandingkan aliran udara dan aliran darah di paru. Anda menghirup zat penanda, lalu menerima suntikan zat penanda lain, dan kamera khusus memotret paru. Bagian yang mendapat udara tetapi tidak mendapat darah dapat menandakan sumbatan, misalnya emboli paru.

Sumber informasi

Mengenal Pemindaian Ventilasi-Perfusi

Apa Itu Pemindaian Ventilasi-Perfusi

Pemindaian ventilasi-perfusi (V/Q scan) adalah pemeriksaan kedokteran nuklir untuk paru. Ventilasi berarti aliran udara ke kantong-kantong udara paru, sedangkan perfusi berarti aliran darah di pembuluh kecil paru. Pada paru yang sehat, keduanya tersebar merata dan saling cocok.

Cara Kerja Singkat

Untuk gambar ventilasi, Anda menghirup uap atau gas yang mengandung zat penanda radioaktif dosis rendah. Untuk gambar perfusi, partikel albumin yang sangat kecil dan membawa zat penanda disuntikkan ke pembuluh darah lengan, lalu tersangkut sementara di sebagian kecil pembuluh kapiler paru. Kamera gamma menangkap sinyal keduanya. Bila ada bagian paru yang mendapat udara tetapi tidak mendapat darah, keadaan ini disebut ketidakcocokan (mismatch) dan mengarah ke sumbatan pembuluh darah.

Kapan Pemeriksaan Ini Dipilih

  • Dugaan emboli paru: terutama bila CT angiografi paru kurang sesuai, misalnya karena alergi kontras yodium, gangguan ginjal berat, kehamilan, atau usia muda.
  • Hipertensi pulmonal: untuk mencari sumbatan bekuan darah menahun (CTEPH), karena pemeriksaan ini lebih peka daripada CT untuk menemukannya.
  • Sesak yang menetap setelah emboli paru: untuk melihat apakah masih ada sumbatan setelah beberapa bulan pengobatan.

Membaca Hasilnya

Hasil perfusi yang normal hampir menyingkirkan emboli paru, sedangkan pola ketidakcocokan yang luas mendukung diagnosis emboli. Pada sebagian pasien, terutama yang punya penyakit paru lain seperti PPOK atau radang paru, hasilnya bisa tidak tegas sehingga dokter melengkapinya dengan CT angiografi paru. Bila hasilnya mengarah ke CTEPH, pemeriksaan lanjutan seperti angiografi paru dan kateterisasi jantung kanan dapat diperlukan.

Kapan Tindakan Ini Dipertimbangkan?

Dokter dapat mempertimbangkan tindakan ini pada keadaan berikut. Keputusan selalu ditetapkan setelah evaluasi menyeluruh.

  • Dugaan Emboli ParuTerutama bila CT dengan kontras yodium kurang sesuai untuk Anda.
  • Alergi Kontras atau Gangguan GinjalPemeriksaan ini tidak memakai kontras yodium.
  • Dugaan Emboli Paru saat HamilDapat dilakukan dengan dosis zat penanda yang dikurangi.
  • Hipertensi PulmonalMencari sumbatan menahun (CTEPH) yang dapat diobati.
  • Sesak Menetap setelah Emboli ParuMenilai sisa sumbatan setelah beberapa bulan pengobatan.
  • Memantau Hasil PengobatanMembandingkan aliran darah paru sebelum dan setelah terapi.
Tidak setiap pasien memerlukan tindakan ini. Tanyakan tujuan tindakan dan bagaimana hasilnya memengaruhi rencana perawatan Anda.
Keadaan yang Perlu Dipertimbangkan Lebih Dulu
  • KehamilanTetap dapat dilakukan bila perlu; beri tahu petugas agar dosis disesuaikan.
  • MenyusuiMenyusui mungkin perlu dijeda beberapa jam sesuai petunjuk petugas.
  • Hipertensi Pulmonal Berat atau Pirau JantungJumlah partikel yang disuntikkan dikurangi demi keamanan.
  • Sulit Berbaring DiamGambar dapat kabur sehingga perlu diulang.

Apa yang Perlu Disiapkan?

Pemeriksaan ini umumnya tidak memerlukan puasa.

Rontgen dada. Bawa hasil rontgen dada yang baru bila ada, karena dokter biasanya membutuhkannya untuk membaca hasil.

Kehamilan dan menyusui. Beri tahu petugas bila Anda hamil, mungkin hamil, atau sedang menyusui.

Obat dan riwayat. Sampaikan obat yang Anda minum, riwayat alergi, serta penyakit paru atau jantung yang Anda miliki.

Pakaian. Lepas perhiasan dan benda logam di dada sebelum pengambilan gambar.

Belum jelas dengan instruksi persiapan? Tanyakan kepada tim sebelum menjalani tindakan.

Bagaimana Tindakan Dilakukan?

Seluruh pemeriksaan umumnya berlangsung sekitar 1 jam. Urutan bagian ventilasi dan perfusi dapat berbeda antar rumah sakit.

Menghirup Zat Penanda

Anda bernapas biasa lewat corong mulut dengan penjepit hidung selama beberapa menit untuk menghirup uap atau gas berisi zat penanda.

Gambar Ventilasi

Anda berbaring diam sementara kamera gamma di sekitar dada memotret sebaran udara di paru.

Suntikan di Lengan

Zat penanda kedua disuntikkan lewat pembuluh darah lengan saat Anda berbaring. Rasanya seperti suntikan biasa.

Gambar Perfusi dan Pembacaan

Kamera kembali memotret paru dari beberapa sudut. Dokter membandingkan kedua gambar, lalu mencocokkannya dengan rontgen dada dan keluhan Anda.

Manfaat dan Risiko Perlu Dibahas Bersama.

Setiap tindakan medis memiliki manfaat dan risiko. Dokter menjelaskan keduanya sesuai keadaan Anda sebelum tindakan.

Manfaat yang Dapat Diharapkan

  • Tanpa Kontras YodiumPilihan bila Anda alergi kontras atau fungsi ginjal terganggu.
  • Hasil Normal Hampir Menyingkirkan Emboli ParuPerfusi paru yang normal sangat membantu dokter mengambil keputusan.
  • Peka untuk Mencari CTEPHLebih peka daripada CT untuk menemukan sumbatan menahun.
  • Dosis Radiasi ke Payudara RendahJauh lebih rendah daripada CT angiografi paru.
  • Menilai Fungsi ParuMemperlihatkan sebaran udara dan darah di seluruh paru.

Manfaat tindakan bukan janji kesembuhan. Tanyakan bagaimana hasilnya memengaruhi rencana perawatan Anda.

Risiko yang Perlu Diketahui

  • Paparan Radiasi RendahDosisnya sekitar 2 mSv, dan zat penanda cepat meluruh.
  • Hasil Tidak TegasTerutama bila ada penyakit paru lain, sehingga mungkin perlu CT.
  • Reaksi AlergiSangat jarang terjadi.
  • Memar di Bekas SuntikanRingan dan hilang sendiri.

Risiko setiap orang dapat berbeda. Penjelasan lengkap dan persetujuan tindakan diberikan setelah evaluasi individual.

Bagaimana Pemulihannya?

Anda dapat langsung pulang dan beraktivitas biasa. Zat penanda meluruh dengan cepat dan sebagian besar keluar lewat urine dalam sehari.

Setelah pemeriksaan. Perbanyak minum dan buang air kecil secara teratur. Bila Anda menyusui atau merawat bayi, ikuti petunjuk petugas.

Tanda yang perlu diwaspadai. Segera ke IGD atau hubungi tim medis bila Anda mengalami:

  • Sesak napas yang makin berat atau muncul tiba-tiba
  • Nyeri dada, terutama saat menarik napas
  • Batuk berdarah
  • Pingsan, jantung berdebar, atau tungkai bengkak dan nyeri

Kenali Tanda yang Perlu Segera Ditangani.

Ikuti arahan tim tentang tanda yang perlu diwaspadai. Bila muncul keluhan berat atau mendadak setelah tindakan, segera ke IGD terdekat atau hubungi Heart Attack Center 1500 258.

Dokter dan Dukungan Tindakan

Dokter berikut tercantum untuk tindakan ini. Urutan menurut nama, bukan peringkat.

Dr. med. dr. Denio A. Ridjab, Sp.JP(K)

Kardiologi Intervensi

Coronary Intervention Procedures +2 center

Fokus klinisKardiologi Intervensi · Penyakit Jantung Koroner

Lihat Profil

dr. Emanoel Oepangat, Sp.JP(K)

Kardiologi Intervensi

Vascular Diagnostic and Therapeutic Center +1 center

Fokus klinisIntervensi Koroner · Intervensi Pembuluh Darah Perifer

Lihat Profil

dr. Santi R. Dewayanti, Sp.P

Spesialis Paru

Fokus klinisPenyakit Paru dan Pernapasan · Asma dan PPOK

Lihat Profil

Sebelum Merencanakan Tindakan.

Pertanyaan yang sering diajukan tentang pemindaian ventilasi-perfusi. Arti hasil untuk kondisi Anda dijelaskan oleh dokter.

Apakah zat radioaktif dalam pemeriksaan ini berbahaya?

Dosis radiasinya rendah, sekitar 2 mSv, kira-kira setara dengan radiasi alami dari lingkungan selama beberapa bulan. Zat penanda yang dipakai meluruh dalam hitungan jam dan sebagian besar keluar lewat urine dalam sehari. Partikel yang disuntikkan juga terurai sendiri. Risikonya sangat kecil dibandingkan manfaat menemukan atau menyingkirkan sumbatan di paru.

Apa bedanya dengan CT angiografi paru?

CT angiografi paru memakai kontras yodium dan memperlihatkan bekuan langsung di arteri paru, sehingga menjadi pilihan pertama bagi sebagian besar pasien dengan dugaan emboli paru. Pemindaian ventilasi-perfusi menilai fungsi, tidak memakai kontras, dan dosis ke payudara lebih rendah. Pemeriksaan ini juga lebih peka untuk mencari CTEPH. Dokter memilih yang sesuai untuk kondisi Anda.

Apakah ibu hamil boleh menjalani pemeriksaan ini?

Boleh bila memang dibutuhkan untuk mencari emboli paru, yang berbahaya bila tidak ditangani. Biasanya dosis zat penanda dikurangi, dan pada sebagian pasien hanya bagian perfusi yang dilakukan bila rontgen dadanya normal. Paparan radiasi ke janin sangat rendah. Beri tahu petugas sejak awal bila Anda hamil atau mungkin hamil.

Apakah partikel yang disuntikkan akan menyumbat paru saya?

Tidak secara bermakna. Partikel albumin hanya tersangkut sementara di sebagian sangat kecil pembuluh kapiler paru, lalu terurai dan dibersihkan tubuh dalam beberapa jam. Anda tidak akan merasa sesak karenanya. Pada pasien dengan hipertensi pulmonal berat atau kelainan jantung tertentu, jumlah partikel dikurangi supaya tetap aman.

Mengapa saya diminta pemeriksaan ini padahal sudah menjalani CT?

Pada hipertensi pulmonal, dokter perlu memastikan apakah penyebabnya sumbatan bekuan darah menahun (CTEPH), karena kondisi ini dapat diobati. Untuk mencarinya, pemindaian ventilasi-perfusi lebih peka daripada CT. Pemeriksaan ini juga dipakai bila hasil CT belum jelas. Kedua pemeriksaan saling melengkapi, bukan saling menggantikan.

Apa yang terjadi bila hasilnya menunjukkan sumbatan?

Dokter akan menjelaskan hasilnya bersama gejala dan pemeriksaan lain. Emboli paru yang baru biasanya diobati dengan obat pengencer darah. Bila mengarah ke CTEPH, dokter dapat meminta pemeriksaan lanjutan seperti angiografi paru dan kateterisasi jantung kanan untuk menentukan pilihan terapi, misalnya operasi, tindakan balon, atau obat.

Sumber dan Tinjauan Medis

Ditinjau secara medis oleh dr. Santi R. Dewayanti, Sp.P.

  1. Konstantinides SV, Meyer G, Becattini C, dkk. 2019 ESC Guidelines for the diagnosis and management of acute pulmonary embolism developed in collaboration with the European Respiratory Society (ERS). Eur Heart J. 2020;41(4):543-603.
  2. Humbert M, Kovacs G, Hoeper MM, dkk. 2022 ESC/ERS Guidelines for the diagnosis and treatment of pulmonary hypertension. Eur Heart J. 2022;43(38):3618-3731.
  3. Bajc M, Schümichen C, Grüning T, dkk. EANM guideline for ventilation/perfusion single-photon emission computed tomography (SPECT) for diagnosis of pulmonary embolism and beyond. Eur J Nucl Med Mol Imaging. 2019;46(12):2429-2451.
  4. Tunariu N, Gibbs SJR, Win Z, dkk. Ventilation-perfusion scintigraphy is more sensitive than multidetector CTPA in detecting chronic thromboembolic pulmonary disease as a treatable cause of pulmonary hypertension. J Nucl Med. 2007;48(5):680-684.
  5. Mettler FA Jr, Huda W, Yoshizumi TT, Mahesh M. Effective doses in radiology and diagnostic nuclear medicine: a catalog. Radiology. 2008;248(1):254-263.

Langkah berikutnya

Bahas Tindakan Ini dengan Lebih Jelas.

Konsultasikan tujuan, manfaat, dan risiko tindakan sebelum menentukan langkah berikutnya.

Konteks konsultasi: Pemindaian Ventilasi-Perfusi

Informasi di halaman ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan konsultasi, diagnosis, atau pengobatan medis. Untuk keluhan kesehatan Anda, konsultasikan langsung dengan dokter.

Kembali ke Semua Prosedur