Langsung ke konten

Penyakit Katup Jantung

Penyakit Katup Rheumatik

Rheumatic Valvular Heart Disease

Ditinjau secara medis olehDr. dr. Dafsah A. Juzar, Sp.JP(K), Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah
Terakhir diperbarui7 Oktober 2026
Ilustrasi medis jantung dengan stenosis katup mitral akibat demam rematik, menampilkan katup mitral yang menebal, kaku, menyatu dengan lubang sempit seperti mulut ikan, pembesaran atrium kiri, serta inset anak dengan sakit tenggorokan.
Ilustrasi Penyakit Katup Rheumatik

Jawaban singkat

Apa Itu Penyakit Katup Rheumatik?

Penyakit katup rheumatik (rematik) adalah kerusakan katup jantung akibat demam rematik, yaitu reaksi kekebalan setelah radang tenggorokan oleh bakteri streptokokus. Katup, terutama katup mitral, menebal dan mengerut sehingga menyempit atau bocor.

Sumber informasi

Tanda yang Memerlukan Pertolongan Segera

  • Sesak napas berat saat istirahat atau tidak bisa berbaring
  • Batuk berbusa merah muda atau batuk darah
  • Berdebar sangat cepat dan tidak teratur disertai lemas atau sesak
  • Lemah separuh badan, wajah mencong, atau bicara pelo mendadak
  • Pingsan atau hampir pingsan
  • Demam disertai sesak yang memburuk cepat pada pemakai katup buatan

Bila tanda ini muncul, segera ke IGD terdekat atau hubungi Heart Attack Center 1500 258.

Catatan kegawatan: Kerusakan katup rematik umumnya berlanjut perlahan dan dapat menimbulkan gagal jantung, fibrilasi atrium, dan stroke. Antibiotik pencegahan yang teratur, pemantauan berkala, dan tindakan katup tepat waktu membantu mencegah kerusakan bertambah.

Mengenal Penyakit Katup Rheumatik

Penyakit katup rematik bermula dari infeksi tenggorokan oleh bakteri streptokokus grup A yang tidak diobati tuntas, umumnya pada usia 5 sampai 15 tahun. Pada sebagian anak, sistem kekebalan tubuh lalu keliru menyerang jaringan sendiri, termasuk jantung, dalam reaksi yang disebut demam rematik akut. Proses ini dibahas di halaman Penyakit Jantung Rematik.

Peradangan membuat daun katup menebal, tepinya saling melekat, dan tali penyangganya memendek. Kerusakan bertambah setiap kali demam rematik kambuh, lalu berlanjut perlahan selama bertahun-tahun. Karena itu, keluhan sering baru terasa pada usia dewasa muda, sekitar 20 sampai 40 tahun, saat katup sudah rusak cukup berat.

Katup yang Terkena

Katup mitral hampir selalu terkena. Pada tahap awal, terutama pada anak dan remaja, katup mitral biasanya bocor. Seiring waktu, daun katup yang melekat dan kaku membuat katup menyempit, yang dibahas di halaman Stenosis Mitral. Katup aorta terkena pada sebagian pasien, sering bersamaan dengan katup mitral, sedangkan katup trikuspid lebih jarang terkena. Satu orang dapat memiliki beberapa katup yang rusak sekaligus.

Masih Ditemukan di Indonesia

Di negara maju penyakit ini sudah jarang. Di banyak negara berpenghasilan rendah dan menengah, termasuk di Asia Tenggara, penyakit jantung rematik masih menjadi penyebab penting penyakit katup pada anak dan dewasa muda. Lingkungan tinggal yang padat, akses berobat yang terbatas, dan radang tenggorokan yang tidak diobati tuntas berperan dalam penularan dan kekambuhannya.

Mengapa Pencegahan Lanjutan Penting

Orang yang pernah mengalami demam rematik mudah kambuh bila kembali terinfeksi streptokokus, dan setiap kekambuhan dapat menambah kerusakan katup. Pedoman menganjurkan antibiotik suntik atau tablet secara teratur selama bertahun-tahun untuk mencegah kekambuhan. Penelitian GOAL di Uganda (2022) menunjukkan antibiotik suntik setiap empat minggu mengurangi perburukan penyakit jantung rematik tahap awal yang ditemukan lewat ekokardiografi skrining. Bila kerusakan sudah berat, katup perlu ditangani. Penyempitan katup mitral yang daunnya masih lentur dapat dilebarkan dengan balon lewat kateter, sedangkan katup yang kaku, mengapur, atau bocor berat umumnya diperbaiki atau diganti lewat operasi.

Gejala yang Perlu Dikenali.

Gejala Umum

  • Sesak napas saat beraktivitas, lalu juga saat berbaring
  • Mudah lelah dan kemampuan beraktivitas menurun
  • Jantung berdebar atau iramanya terasa tidak teratur
  • Batuk atau terbangun malam hari karena sesak
  • Bengkak di pergelangan kaki, tungkai, atau perut
  • Bising jantung (murmur) yang ditemukan dokter saat pemeriksaan

Gejala pada Perempuan Dewasa

Kehamilan menambah volume darah dan denyut jantung, sehingga penyakit katup rematik yang tadinya tanpa keluhan sering mulai terasa saat hamil.

  • Sesak napas yang makin berat seiring usia kehamilan
  • Berdebar yang baru muncul atau memberat saat hamil
  • Tidak bisa berbaring datar karena sesak
  • Batuk malam hari atau dahak berbusa

Gejala pada Anak-Anak

Tanda demam rematik akut yang dapat merusak katup. Periksakan anak ke dokter bila tanda ini muncul setelah radang tenggorokan.

  • Demam yang muncul 2 sampai 3 minggu setelah radang tenggorokan
  • Nyeri dan bengkak sendi besar yang berpindah-pindah
  • Gerakan tangan, kaki, atau wajah yang tidak terkendali (korea)
  • Cepat lelah, napas cepat, atau berdebar
  • Bercak kemerahan berbentuk cincin di kulit atau benjolan kecil di bawah kulit
Tidak semua orang mengalami gejala yang sama. Bila keluhan berulang atau memburuk, periksakan diri.

Apa yang Menyebabkan Kondisi Ini?

  • Radang tenggorokan oleh bakteri streptokokus grup A yang tidak diobati tuntas
  • Demam rematik akut, yaitu reaksi kekebalan yang keliru menyerang jaringan jantung
  • Demam rematik yang kambuh berulang karena infeksi streptokokus baru
  • Peradangan menahun yang membuat daun katup menebal, melekat, dan mengerut
  • Pengapuran pada katup yang sudah rusak seiring bertambahnya usia

Siapa yang Lebih Berisiko?

Usia

Demam rematik umumnya muncul pada usia 5 sampai 15 tahun, sedangkan kerusakan katup sering baru menimbulkan keluhan pada usia 20 sampai 40 tahun.

Medis

Riwayat demam rematik, terutama yang pernah kambuh atau disertai peradangan jantung, serta antibiotik pencegahan yang tidak teratur meningkatkan risiko kerusakan katup bertambah.

Genetik

Kecenderungan bawaan dalam sistem kekebalan diduga membuat sebagian orang lebih rentan mengalami demam rematik setelah infeksi streptokokus, sehingga penyakit ini dapat ditemukan pada beberapa anggota keluarga.

Lainnya

Lingkungan tinggal yang padat, sanitasi kurang, dan akses berobat yang terbatas memudahkan penularan streptokokus dan membuat radang tenggorokan tidak diobati tuntas. Perempuan lebih sering terkena.

Kelompok yang Lebih Berisiko

  • Anak Usia Sekolah dan Remaja: Demam rematik umumnya muncul pada usia 5 sampai 15 tahun setelah radang tenggorokan yang tidak diobati tuntas.
  • Penyintas Demam Rematik: Setiap kekambuhan dapat menambah kerusakan katup, sehingga antibiotik pencegahan dan kontrol rutin diperlukan.
  • Perempuan Usia Subur: Penyakit katup rematik lebih sering ditemukan pada perempuan, dan kehamilan dapat memperberat keluhan, terutama pada penyempitan katup mitral.
  • Masyarakat dengan Akses Berobat Terbatas: Lingkungan padat dan sulitnya akses ke dokter membuat radang tenggorokan sering tidak diobati tuntas.
Memiliki faktor risiko tidak berarti seseorang pasti mengalami kondisi ini.

Bagaimana Diagnosis Ditegakkan?

Pemeriksaan biasanya berawal dari bising jantung yang terdengar dokter, keluhan sesak, atau riwayat demam rematik pada masa anak. Ekokardiografi kemudian memastikan diagnosis. Kerusakan rematik punya ciri khas, misalnya daun katup mitral yang menebal dengan tepi melekat dan gerak yang terbatas, sehingga dokter dapat membedakannya dari penyebab lain.

Ekokardiografi juga mengukur derajat penyempitan atau kebocoran, ukuran serambi kiri, dan tekanan di pembuluh paru. Hasil ini dipakai untuk menilai apakah katup mitral cocok dilebarkan dengan balon atau perlu operasi. Sebelum pelebaran dengan balon, ekokardiografi lewat kerongkongan memastikan tidak ada bekuan darah di serambi kiri. Di daerah dengan banyak kasus, ekokardiografi skrining menurut kriteria World Heart Federation 2023 dapat menemukan penyakit tahap awal sebelum ada keluhan.

  1. Pemeriksaan Fisik

    Dokter mendengarkan bising jantung khas penyakit katup mitral dan aorta, serta memeriksa irama nadi dan tanda penumpukan cairan.

  2. Ekokardiografi

    Pemeriksaan utama untuk melihat ciri kerusakan rematik pada katup, mengukur derajat penyempitan atau kebocoran, dan menilai tekanan paru.

  3. Ekokardiografi transesofageal (lewat kerongkongan) mencari bekuan di serambi kiri dan menilai katup mitral sebelum pelebaran katup dengan balon.

  4. Elektrokardiogram / EKG

    Mencari fibrilasi atrium dan tanda pembesaran serambi atau bilik jantung.

  5. Rontgen Dada

    Melihat ukuran jantung, pembesaran serambi kiri, dan bendungan di paru.

  6. Pemeriksaan C-Reactive Protein

    Tes darah penanda peradangan, bersama laju endap darah dan tes antibodi streptokokus, membantu mengenali demam rematik akut yang sedang aktif.

  7. Ekokardiografi Stres

    Menilai kenaikan tekanan katup mitral dan paru saat beraktivitas bila keluhan tidak sejalan dengan hasil ekokardiografi saat istirahat.

Pilihan Penanganan.

Penanganan ditentukan dokter setelah evaluasi. Kategori berikut membantu Anda memahami pembicaraan dengan dokter.

Antibiotik Pencegahan Jangka Panjang

Antibiotik suntik atau tablet secara teratur untuk mencegah demam rematik kambuh, biasanya selama bertahun-tahun dan lebih lama bila katup rusak berat. Dokter menentukan jenis dan lamanya.

Obat untuk Meredakan Gejala

Diuretik meredakan penumpukan cairan, dan obat pengendali denyut membantu pada penyempitan katup mitral dan fibrilasi atrium. Dokter menentukan golongan dan takarannya.

Obat Pengencer Darah

Pada fibrilasi atrium dengan penyempitan katup mitral sedang sampai berat, pengencer darah golongan antagonis vitamin K dipakai untuk mencegah stroke, dengan pemeriksaan darah rutin.

Pelebaran Katup Mitral dengan Balon

Katup mitral yang menyempit dan masih lentur dapat dilebarkan dengan balon lewat kateter dari lipat paha, tanpa membuka dada.

Operasi Perbaikan atau Penggantian Katup

Katup yang kaku, mengapur, atau bocor berat diperbaiki atau diganti katup buatan mekanik atau biologis. Pada katup rematik, penggantian lebih sering dilakukan daripada perbaikan.

Kesesuaian dan ketersediaan pemeriksaan atau terapi perlu dikonfirmasi bersama tim perawatan.

Komplikasi yang Perlu Dipantau.

Gagal Jantung

Katup yang menyempit atau bocor membebani jantung bertahun-tahun sehingga muncul sesak dan bengkak. Dibahas di halaman Gagal Jantung.

Fibrilasi Atrium

Serambi kiri yang melebar pada penyakit katup mitral sering mengalami irama tidak teratur. Dibahas di halaman Fibrilasi Atrium.

Stroke karena Bekuan Darah

Bekuan mudah terbentuk di serambi kiri yang melebar, terutama bila ada fibrilasi atrium, lalu terbawa aliran darah ke otak.

Hipertensi Pulmonal

Tekanan tinggi di serambi kiri diteruskan ke pembuluh paru dan membebani bilik kanan. Dibahas di halaman Hipertensi Pulmonal.

Endokarditis Infeksius

Katup yang rusak lebih mudah terinfeksi kuman dari aliran darah. Dibahas di halaman Endokarditis Infeksius.

Perburukan saat Hamil

Kehamilan dapat memperberat penyempitan katup mitral sehingga muncul sesak atau cairan di paru, terutama pada trimester kedua dan ketiga.

Apa yang Bisa Dilakukan?

  • Obati radang tenggorokan pada anak dengan antibiotik dari dokter sampai habis
  • Periksakan anak yang demam dengan nyeri tenggorokan berat ke dokter
  • Bila pernah demam rematik, jalani antibiotik pencegahan sesuai jadwal tanpa terputus
  • Jaga kebersihan gigi dan mulut untuk menurunkan risiko infeksi katup
  • Kontrol dan jalani ekokardiografi berkala walau belum ada keluhan
  • Rencanakan kehamilan bersama dokter jantung dan dokter kandungan

Kapan Harus ke Dokter?

Bawa anak ke dokter bila demam disertai nyeri tenggorokan, atau bila 2 sampai 3 minggu setelah radang tenggorokan muncul demam, nyeri sendi yang berpindah, atau gerakan tidak terkendali. Orang dewasa yang pernah demam rematik atau memiliki bising jantung perlu diperiksa dokter jantung walau merasa sehat. Segera ke IGD bila sesak berat, batuk darah, atau muncul tanda stroke.

  • Riwayat demam rematik tanpa antibiotik pencegahan atau kontrol rutin
  • Sesak napas atau berdebar saat beraktivitas
  • Sesak yang memberat saat hamil
  • Irama jantung terasa tidak teratur
  • Rencana kehamilan pada perempuan dengan penyakit katup rematik

Jangan Menunggu bila Kondisinya Darurat.

Bila keluhan terasa berat atau muncul mendadak, segera ke IGD terdekat atau hubungi Heart Attack Center 1500 258, bukan menunggu janji temu.

Hal yang Mungkin Anda Tanyakan.

Pertanyaan yang sering diajukan tentang penyakit katup rheumatik.

Apa beda penyakit katup rheumatik dan penyakit jantung rematik?

Keduanya berkaitan erat. Penyakit jantung rematik adalah istilah luas untuk kerusakan jantung akibat demam rematik, termasuk peradangan jantung saat demam rematik akut. Penyakit katup rheumatik menekankan akibat jangka panjangnya pada katup, yaitu katup yang menyempit atau bocor. Kerusakan menetap akibat demam rematik hampir selalu berupa kerusakan katup, terutama katup mitral. Proses awalnya dibahas di halaman Penyakit Jantung Rematik.

Apakah penyakit katup rematik bisa sembuh?

Kerusakan katup yang sudah terjadi tidak dapat pulih dengan obat. Namun, perkembangannya dapat diperlambat dengan mencegah kekambuhan demam rematik lewat antibiotik pencegahan yang teratur. Pada penyakit tahap awal yang ditemukan lewat skrining, sebagian kelainan katup bahkan dapat membaik. Bila kerusakan sudah berat, pelebaran katup dengan balon atau operasi katup membantu memulihkan aliran darah dan meredakan keluhan.

Berapa lama antibiotik pencegahan harus dijalani?

Lamanya bergantung pada usia, ada tidaknya peradangan jantung saat demam rematik, dan beratnya kerusakan katup. Pada umumnya antibiotik diberikan selama 5 sampai 10 tahun setelah serangan terakhir atau sampai usia dewasa muda, dan lebih lama, sampai usia 40 tahun atau bahkan seumur hidup, bila katup sudah rusak. Jangan menghentikannya sendiri; dokter yang menentukan kapan boleh berhenti.

Apakah penyandang penyakit katup rematik boleh hamil?

Banyak perempuan dengan penyakit katup rematik dapat menjalani kehamilan dengan baik bila direncanakan. Penyempitan katup mitral sedang sampai berat sebaiknya ditangani lebih dulu, misalnya dengan pelebaran katup dengan balon sebelum hamil, karena kehamilan menambah beban jantung. Pemakai katup mekanik perlu perencanaan khusus terkait obat pengencer darah. Rencanakan kehamilan bersama dokter jantung dan dokter kandungan.

Apakah obat pengencer darah generasi baru boleh dipakai?

Pada fibrilasi atrium yang disertai penyempitan katup mitral sedang sampai berat, pedoman menganjurkan pengencer darah golongan antagonis vitamin K. Penelitian INVICTUS tahun 2022 pada pasien penyakit jantung rematik menunjukkan golongan ini lebih baik mencegah stroke dan kematian dibanding obat golongan penghambat faktor Xa. Pada kebocoran katup tanpa penyempitan berat, pilihannya dapat berbeda. Dokter menentukan obat yang sesuai.

Apakah semua radang tenggorokan pada anak dapat menjadi demam rematik?

Tidak. Sebagian besar radang tenggorokan disebabkan virus, dan hanya sebagian kecil infeksi streptokokus yang berlanjut menjadi demam rematik. Meski begitu, radang tenggorokan karena streptokokus perlu diobati dengan antibiotik dari dokter sampai habis, karena pengobatan tuntas mencegah demam rematik. Periksakan anak bila demam dengan nyeri tenggorokan berat, terutama bila tanpa batuk dan pilek.

Sumber dan Tinjauan Medis

Ditinjau secara medis oleh Dr. dr. Dafsah A. Juzar, Sp.JP(K).

  1. Vahanian A, Beyersdorf F, Praz F, Milojevic M, Baldus S, Bauersachs J, et al. 2021 ESC/EACTS Guidelines for the management of valvular heart disease. Eur Heart J. 2022;43(7):561-632.
  2. Otto CM, Nishimura RA, Bonow RO, Carabello BA, Erwin JP 3rd, Gentile F, et al. 2020 ACC/AHA Guideline for the Management of Patients With Valvular Heart Disease: A Report of the American College of Cardiology/American Heart Association Joint Committee on Clinical Practice Guidelines. Circulation. 2021;143(5):e72-e227.
  3. Kumar RK, Antunes MJ, Beaton A, Mirabel M, Nkomo VT, Okello E, et al. Contemporary Diagnosis and Management of Rheumatic Heart Disease: Implications for Closing the Gap: A Scientific Statement From the American Heart Association. Circulation. 2020;142(20):e337-e357.
  4. Rwebembera J, Marangou J, Mwita JC, Mocumbi AO, Mota C, Okello E, et al. 2023 World Heart Federation guidelines for the echocardiographic diagnosis of rheumatic heart disease. Nat Rev Cardiol. 2024;21(4):250-263.
  5. Beaton A, Okello E, Rwebembera J, Grobler A, Engelman D, Alepere J, et al. Secondary Antibiotic Prophylaxis for Latent Rheumatic Heart Disease. N Engl J Med. 2022;386(3):230-240.
  6. Connolly SJ, Karthikeyan G, Ntsekhe M, Haileamlak A, El Sayed A, El Ghamrawy A, et al. Rivaroxaban in Rheumatic Heart Disease-Associated Atrial Fibrillation. N Engl J Med. 2022;387(11):978-988.
  7. Watkins DA, Johnson CO, Colquhoun SM, Karthikeyan G, Beaton A, Bukhman G, et al. Global, Regional, and National Burden of Rheumatic Heart Disease, 1990-2015. N Engl J Med. 2017;377(8):713-722.

Langkah berikutnya

Bahas Keluhan Anda bersama Dokter.

Mulai konsultasi untuk memahami kondisi dan pilihan penanganan yang sesuai.

Konteks kunjungan: Penyakit Katup Rheumatik

Informasi di halaman ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan konsultasi, diagnosis, atau pengobatan medis. Untuk keluhan kesehatan Anda, konsultasikan langsung dengan dokter.

Kembali ke Semua Kondisi