Jawaban singkat
Apa Itu Perbaikan Katup Mitral?
Perbaikan katup mitral adalah tindakan untuk membuat katup mitral yang bocor kembali menutup rapat dengan mempertahankan katup asli. Perbaikan dapat dilakukan lewat operasi jantung, umumnya 3 sampai 5 jam, atau lewat kateter dari vena di lipat paha dengan klip, sekitar 1 sampai 3 jam. Tim jantung memilih cara yang sesuai.
Sumber informasi01 / Memahami tindakan
Mengenal Perbaikan Katup Mitral
Apa Itu Perbaikan Katup Mitral
Katup mitral terletak di antara serambi kiri dan bilik kiri jantung. Katup ini memiliki dua daun yang ditahan tali-tali halus (korda) supaya menutup rapat setiap kali jantung memompa. Bila katup tidak menutup rapat, sebagian darah mengalir balik ke serambi kiri dan paru. Keadaan ini disebut regurgitasi mitral atau kebocoran katup mitral, dan dapat menimbulkan sesak napas, mudah lelah, serta irama jantung tidak teratur.
Perbaikan katup mitral adalah tindakan untuk mengatasi kebocoran tersebut dengan mempertahankan katup asli, bukan menggantinya dengan katup buatan.
Dua Jenis Kebocoran
Pada kebocoran primer, katupnya sendiri yang rusak, misalnya daun katup terlalu lentur dan menonjol ke belakang (prolaps) atau tali penyangganya putus. Pada kebocoran sekunder, katupnya relatif normal, tetapi bilik kiri atau serambi kiri membesar, misalnya pada gagal jantung, sehingga kedua daun katup tertarik dan tidak dapat bertemu. Jenis kebocoran ini ikut menentukan cara penanganan.
Perbaikan lewat Operasi
Pada kebocoran primer yang berat, operasi perbaikan dianjurkan pedoman bila hasilnya diperkirakan bertahan lama. Dokter bedah dapat merapikan bagian daun katup yang berlebih, memasang tali penyangga buatan, dan menjahit cincin di sekeliling katup untuk menopang lingkarnya. Dibandingkan penggantian, perbaikan mempertahankan jaringan katup sendiri dan umumnya tidak memerlukan pengencer darah seumur hidup. Pada pasien tertentu, operasi dapat dilakukan lewat sayatan kecil di samping dada, yang dibahas di halaman Bedah Jantung Minimal Invasif.
Perbaikan lewat Kateter
Pada perbaikan tepi ke tepi lewat kateter (transcatheter edge-to-edge repair, TEER), kateter dimasukkan dari vena di lipat paha, menembus sekat antara serambi kanan dan kiri, lalu klip kecil menjepit kedua daun katup di titik bocornya. Katup menjadi seperti memiliki dua lubang kecil yang lebih rapat saat menutup.
Cara ini dipertimbangkan bagi pasien kebocoran primer yang berisiko tinggi untuk operasi, dan bagi sebagian pasien kebocoran sekunder yang tetap bergejala meski obat gagal jantung sudah diberikan sesuai pedoman.
Peran Tim Jantung
Pilihan antara operasi, perbaikan lewat kateter, atau penggantian katup diputuskan tim jantung (heart team) bersama Anda. Tim menimbang jenis dan beratnya kebocoran, bentuk katup pada ekokardiografi transesofageal, usia, penyakit lain, dan risiko operasi. Penggantian katup, yang dibahas di halaman Bedah Katup Jantung, dipilih bila katup tidak dapat diperbaiki dengan baik, misalnya pada kerusakan rematik yang berat.
02 / Memahami tindakan
Kapan Tindakan Ini Dipertimbangkan?
Dokter dapat mempertimbangkan tindakan ini pada keadaan berikut. Keputusan selalu ditetapkan setelah evaluasi menyeluruh.
- Kebocoran Mitral Berat dengan KeluhanSesak napas, mudah lelah, atau bengkak akibat darah yang mengalir balik melalui katup mitral.
- Bilik Kiri Mulai Membesar atau MelemahPompa jantung menurun atau bilik kiri melebar karena kebocoran berat walau keluhan belum terasa.
- Prolaps atau Tali Katup PutusDaun katup menonjol ke belakang atau tali penyangganya putus sehingga katup bocor berat.
- Muncul Fibrilasi Atrium atau Hipertensi ParuIrama tidak teratur atau tekanan darah paru yang meningkat akibat kebocoran berat.
- Kebocoran Sekunder pada Gagal JantungKeluhan menetap meski obat gagal jantung sesuai pedoman; perbaikan lewat kateter dapat dipertimbangkan.
Keadaan yang Perlu Dipertimbangkan Lebih Dulu
- Katup Tidak Dapat Diperbaiki dengan BaikMisalnya pengapuran berat atau kerusakan rematik yang luas; penggantian katup lebih sesuai.
- Infeksi Katup yang Masih AktifEndokarditis aktif ditangani dengan antibiotik dan bila perlu operasi, bukan dengan klip.
- Katup Mitral yang Sudah MenyempitKlip dapat memperkecil bukaan katup sehingga tidak sesuai bila katup sudah sempit.
- Bekuan Darah di JantungBekuan di serambi atau bilik kiri perlu ditangani dulu karena dapat terlepas saat tindakan.
- Gagal Jantung Sangat LanjutBila pompa jantung sangat lemah, perbaikan katup saja kecil kemungkinan menolong; pilihan lain dibahas.
03 / Sebelum tindakan
Apa yang Perlu Disiapkan?
Perbaikan katup mitral umumnya tindakan terencana. Tim jantung menjelaskan apakah Anda akan menjalani operasi atau perbaikan lewat kateter, dan persiapannya disesuaikan.
Ekokardiografi transesofageal. Probe kecil dimasukkan lewat mulut ke kerongkongan untuk melihat bentuk daun katup dan titik bocornya dengan jelas. Pemeriksaan ini membantu menentukan apakah katup dapat diperbaiki dan dengan cara apa.
Pemeriksaan lain. Tes darah, EKG, foto rontgen dada, dan pemeriksaan arteri koroner dengan angiografi koroner atau CT, terutama pada usia tertentu atau bila ada faktor risiko penyakit jantung koroner.
Gigi dan sumber infeksi. Infeksi di gigi, gusi, atau kulit sebaiknya ditangani lebih dulu karena kuman dapat menempel pada cincin atau klip.
Obat yang diminum. Bawa daftar lengkap obat. Pengencer darah mungkin perlu dihentikan atau diganti beberapa hari sebelumnya, sedangkan obat gagal jantung biasanya dilanjutkan. Ikuti instruksi dokter.
Puasa dan persetujuan tindakan. Ikuti instruksi puasa dari tim anestesi. Dokter menjelaskan manfaat, risiko, dan kemungkinan katup harus diganti bila perbaikan tidak memadai, sebelum Anda menandatangani persetujuan tindakan.
Belum jelas dengan instruksi persiapan? Tanyakan kepada tim sebelum menjalani tindakan.
04 / Saat tindakan
Bagaimana Tindakan Dilakukan?
Operasi perbaikan dilakukan tim bedah jantung di kamar operasi dengan bius umum dan bantuan mesin jantung paru, umumnya 3 sampai 5 jam. Perbaikan lewat kateter dilakukan di ruang kateterisasi jantung, umumnya dengan bius umum, dan berlangsung sekitar 1 sampai 3 jam.
Pemantauan dengan TEE
Pada kedua cara, probe ekokardiografi transesofageal (TEE) dipasang setelah Anda tertidur. Gambar dari probe ini memandu tindakan dan menilai hasil perbaikan.
Operasi: Memperbaiki Daun dan Tali Katup
Setelah dada dibuka dan jantung dihentikan sementara dengan bantuan mesin jantung paru, dokter bedah membuka serambi kiri, merapikan daun katup atau memasang tali penyangga buatan, lalu menjahit cincin di sekeliling katup.
Kateter: Memasang Klip
Kateter dimasukkan lewat vena di lipat paha dan menembus sekat antara kedua serambi. Klip diarahkan ke titik bocor, menjepit kedua daun katup, lalu dilepas dari kateter. Bila perlu, dipasang lebih dari satu klip.
Menilai Hasil
Sebelum tindakan selesai, sisa kebocoran dan bukaan katup dinilai dengan TEE. Bila hasil operasi belum memadai, dokter bedah dapat memperbaiki ulang atau mengganti katup saat itu juga.
05 / Manfaat dan risiko
Manfaat dan Risiko Perlu Dibahas Bersama.
Setiap tindakan medis memiliki manfaat dan risiko. Dokter menjelaskan keduanya sesuai keadaan Anda sebelum tindakan.
Manfaat yang Dapat Diharapkan
- Katup Asli DipertahankanJaringan katup sendiri tetap dipakai sehingga umumnya tidak perlu pengencer darah seumur hidup.
- Keluhan Dapat MembaikSesak napas dan mudah lelah dapat berkurang setelah kebocoran mengecil.
- Menjaga Fungsi Pompa JantungPerbaikan pada waktu yang tepat membantu mencegah bilik kiri makin membesar dan melemah.
- Pilihan tanpa Membuka DadaBagi pasien berisiko tinggi untuk operasi, kebocoran dapat dikurangi lewat kateter.
Manfaat tindakan bukan janji kesembuhan. Tanyakan bagaimana hasilnya memengaruhi rencana perawatan Anda.
Risiko yang Perlu Diketahui
- Kebocoran Tersisa atau KambuhKatup dapat bocor lagi seiring waktu sehingga sebagian pasien memerlukan tindakan ulang.
- PerdarahanDi luka operasi atau tempat tusukan di lipat paha; sebagian memerlukan transfusi atau tindakan tambahan.
- Gangguan Irama JantungTerutama fibrilasi atrium setelah operasi, yang umumnya dapat ditangani dengan obat.
- StrokeBekuan atau udara dapat terbawa ke otak selama tindakan; tim melakukan langkah pencegahan.
- Masalah pada Klip atau Bukaan KatupKlip dapat terlepas dari satu daun katup, atau bukaan katup menjadi terlalu sempit; keduanya jarang.
- Infeksi dan Komplikasi LainInfeksi luka atau katup, gangguan ginjal, dan pada sebagian kecil pasien kematian.
Risiko setiap orang dapat berbeda. Penjelasan lengkap dan persetujuan tindakan diberikan setelah evaluasi individual.
06 / Setelah tindakan
Bagaimana Pemulihannya?
Lama pemulihan bergantung pada cara perbaikan dan keadaan jantung sebelum tindakan.
Setelah operasi. Umumnya dirawat 1 sampai 2 hari di ICU, dengan total rawat inap sekitar 5 sampai 7 hari. Tulang dada memerlukan sekitar 6 sampai 8 minggu untuk menyatu, sehingga hindari mengangkat beban berat selama itu.
Setelah perbaikan lewat kateter. Banyak pasien sudah berjalan keesokan harinya dan pulang dalam 1 sampai 3 hari. Hindari aktivitas berat sekitar satu minggu.
Obat. Pengencer darah atau antiplatelet dapat diberikan pada bulan-bulan awal sesuai anjuran dokter. Obat gagal jantung tetap dilanjutkan, terutama pada kebocoran sekunder.
Kontrol dan latihan. Ekokardiografi kontrol dilakukan berkala untuk menilai sisa kebocoran. Program rehabilitasi jantung membantu mengembalikan kebugaran dengan aman.
Menjaga katup dari infeksi. Cincin dan klip adalah bahan buatan. Jaga kebersihan gigi dan beri tahu dokter gigi tentang tindakan yang pernah Anda jalani.
Tanda yang perlu diwaspadai. Segera ke IGD bila Anda mengalami:
- Sesak napas yang muncul kembali atau makin berat, terutama saat berbaring
- Nyeri dada atau jantung berdebar tidak teratur
- Wajah mencong, lemah separuh badan, atau bicara pelo
- Demam, atau luka operasi yang merah, bengkak, atau bernanah
- Perdarahan atau bengkak yang membesar di lipat paha
Kenali Tanda yang Perlu Segera Ditangani.
Ikuti arahan tim tentang tanda yang perlu diwaspadai. Bila muncul keluhan berat atau mendadak setelah tindakan, segera ke IGD terdekat atau hubungi Heart Attack Center 1500 258.
07 / Tim dan dukungan
Dokter dan Dukungan Tindakan
Dokter berikut tercantum untuk tindakan ini. Urutan menurut nama, bukan peringkat.

Dr. dr. Dafsah A. Juzar, Sp.JP(K)
Kardiologi Intervensi
Coronary Intervention Procedures +1 center
Fokus klinisIntervensi Koroner Kompleks · Kateterisasi Jantung
Lihat Profil
Dr. dr. Dudy A. Hanafy, Sp.BTKV, Subsp. JD(K), MARS
Bedah Jantung Dewasa
Advanced Cardiovascular Surgical Care +1 center
Fokus klinisBedah Jantung Minimal Invasif · Operasi Bypass Koroner
Lihat Profil
dr. Sri Diniharini, Sp.JP(K)
Ekokardiografi & Imaging Kardiovaskular
Cardiovascular Diagnostic Center +1 center
Fokus klinisEkokardiografi Lanjutan · Ekokardiografi Transesofageal
Lihat ProfilLive Surgery Facility
Sarana kamera dan sambungan audio-video di kamar operasi yang memungkinkan jalannya operasi disiarkan untuk pendidikan dan…
Minimally Invasive Cardiac Surgery (MICS) Technology
Cara melakukan operasi jantung lewat sayatan kecil di sela iga atau di sebagian tulang dada, dengan alat bedah bertangkai…
Operating Theatre (Kamar Operasi Jantung)
Kamar operasi khusus bedah jantung dan pembuluh darah, tempat tim bedah, anestesi, perfusi, dan perawat bekerja bersama. Ruang…
4D Echocardiography
Pemeriksaan ultrasonografi jantung yang merekam gambar tiga dimensi secara real-time untuk menilai fungsi pompa, katup, dan…
Ketersediaan teknologi dan dukungan pemeriksaan dikonfirmasi bersama tim. Teknologi dipilih sesuai kebutuhan klinis.
08 / Pertanyaan umum
Sebelum Merencanakan Tindakan.
Pertanyaan yang sering diajukan pasien dan keluarga tentang perbaikan katup mitral.
Apa bedanya perbaikan dan penggantian katup mitral?
Pada perbaikan, katup asli dipertahankan dan dibentuk ulang supaya menutup rapat. Pada penggantian, katup diangkat lalu diganti dengan katup mekanik atau biologis. Bila katup dapat diperbaiki dengan baik, perbaikan umumnya lebih dipilih karena fungsi bilik kiri lebih terjaga dan pengencer darah seumur hidup biasanya tidak diperlukan. Penggantian dibahas di halaman Bedah Katup Jantung.
Siapa yang cocok untuk perbaikan lewat kateter?
Perbaikan lewat kateter dipertimbangkan bagi pasien kebocoran primer yang terlalu berisiko untuk operasi, misalnya karena usia lanjut atau penyakit lain. Cara ini juga dapat dipertimbangkan bagi sebagian pasien gagal jantung dengan kebocoran sekunder yang tetap bergejala meski obat sudah sesuai pedoman. Bentuk katup pada ekokardiografi transesofageal ikut menentukan kecocokannya.
Apakah hasil perbaikan bisa bertahan lama?
Pada kebocoran primer yang diperbaiki lewat operasi, banyak pasien tidak memerlukan operasi ulang selama bertahun-tahun, dan penelitian jangka panjang mencatat hasil yang bertahan sampai dua dekade pada banyak pasien. Hasil perbaikan lewat kateter umumnya menyisakan sedikit kebocoran dan perlu dipantau. Karena itu, ekokardiografi kontrol tetap dilakukan berkala.
Apakah tindakannya terasa sakit?
Kedua cara dilakukan dengan bius umum sehingga Anda tidak merasakan apa pun selama tindakan. Setelah operasi, nyeri di luka dada wajar terasa beberapa hari sampai minggu dan dikendalikan dengan obat. Setelah perbaikan lewat kateter, umumnya hanya terasa pegal di lipat paha dan tenggorokan agak tidak nyaman karena probe TEE selama satu sampai dua hari.
Apakah saya perlu minum pengencer darah?
Setelah perbaikan, pengencer darah atau antiplatelet sering diberikan pada bulan-bulan awal sampai cincin atau klip tertutup jaringan. Setelah itu, banyak pasien tidak memerlukannya lagi, kecuali ada alasan lain seperti fibrilasi atrium. Jenis dan lamanya ditentukan dokter sesuai keadaan dan risiko perdarahan Anda. Jangan menghentikan obat tanpa berkonsultasi dengan dokter.
Kapan saya bisa kembali beraktivitas?
Setelah perbaikan lewat kateter, banyak pasien kembali ke aktivitas ringan dalam beberapa hari dan menghindari aktivitas berat sekitar satu minggu. Setelah operasi lewat tulang dada, menyetir dan mengangkat beban berat ditunda sekitar 6 sampai 8 minggu, dan pemulihan penuh dapat memerlukan beberapa bulan. Dokter menentukan waktunya saat kontrol.
Sumber dan Tinjauan Medis
Ditinjau secara medis oleh Dr. dr. Dafsah A. Juzar, Sp.JP(K).
- Praz F, Borger MA, Lanz J, dkk. 2025 ESC/EACTS Guidelines for the management of valvular heart disease. Eur Heart J. 2025;46(44):4635-4736.
- Vahanian A, Beyersdorf F, Praz F, dkk. 2021 ESC/EACTS Guidelines for the management of valvular heart disease. Eur Heart J. 2022;43(7):561-632.
- Otto CM, Nishimura RA, Bonow RO, dkk. 2020 ACC/AHA Guideline for the Management of Patients With Valvular Heart Disease: A Report of the American College of Cardiology/American Heart Association Joint Committee on Clinical Practice Guidelines. Circulation. 2021;143(5):e72-e227.
- Lazam S, Vanoverschelde JL, Tribouilloy C, dkk. Twenty-year outcome after mitral repair versus replacement for severe degenerative mitral regurgitation. Circulation. 2017;135(5):410-422.
- Feldman T, Foster E, Glower DD, dkk. Percutaneous repair or surgery for mitral regurgitation. N Engl J Med. 2011;364(15):1395-1406.
- Stone GW, Lindenfeld J, Abraham WT, dkk. Transcatheter mitral-valve repair in patients with heart failure. N Engl J Med. 2018;379(24):2307-2318.
- Obadia JF, Messika-Zeitoun D, Leurent G, dkk. Percutaneous repair or medical treatment for secondary mitral regurgitation. N Engl J Med. 2018;379(24):2297-2306.

