Jawaban singkat
Apa Itu Penyakit Paru akibat Penyakit Jantung?
Penyakit paru akibat penyakit jantung adalah gangguan paru yang muncul karena jantung tidak memompa atau mengalirkan darah dengan baik, sehingga tekanan di pembuluh paru naik. Akibatnya cairan menumpuk, tekanan paru meninggi, dan sesak napas muncul.
Sumber informasiTanda yang Memerlukan Pertolongan Segera
- Sesak napas berat mendadak, terutama saat berbaring
- Batuk berbusa putih atau merah muda
- Napas berbunyi seperti berdeguk
- Bibir atau ujung jari kebiruan
- Keringat dingin, gelisah, atau bingung
- Nyeri dada atau jantung berdebar sangat cepat disertai sesak
- Bayi tampak biru, lemas, atau tidak mau menyusu
Bila tanda ini muncul, segera ke IGD terdekat atau hubungi Heart Attack Center 1500 258.
01 / Memahami kondisi
Mengenal Penyakit Paru akibat Penyakit Jantung
Darah yang sudah mengambil oksigen di paru mengalir kembali ke serambi dan bilik kiri jantung lewat vena paru. Bila jantung kiri melemah atau kaku, atau katup mitral dan katup aorta menyempit atau bocor, darah tertahan dan tekanan di vena serta pembuluh kecil paru naik. Cairan lalu merembes ke jaringan paru, paru menjadi berat dan kaku, dan sesak napas muncul. Pada keadaan ini paru sendiri sebenarnya sehat; sumber masalahnya ada di jantung. Keluhan paru sering menjadi tanda pertama bahwa penyakit jantung sedang memburuk, sehingga perlu diperhatikan.
Bentuk Gangguan Paru yang Muncul
- Bendungan paru. Cairan mengisi jaringan di antara kantong udara, sehingga sesak muncul saat beraktivitas atau berbaring.
- Edema paru. Cairan sudah membanjiri kantong udara, biasanya muncul mendadak dan perlu ditangani di IGD. Dibahas di halaman Edema Paru Kardiogenik.
- Efusi pleura. Cairan terkumpul di antara paru dan dinding dada, sering di kedua sisi, sehingga paru tidak dapat mengembang penuh.
- Hipertensi pulmonal akibat penyakit jantung kiri. Tekanan tinggi yang berlangsung lama membuat pembuluh paru menebal dan jantung kanan terbebani. Dibahas di halaman Hipertensi Pulmonal Sekunder.
- Asma jantung. Dinding saluran napas yang membengkak oleh cairan menimbulkan napas berbunyi seperti asma, terutama pada malam hari.
- Aliran darah berlebih ke paru. Pada sebagian penyakit jantung bawaan, darah bocor dari sisi kiri ke sisi kanan lewat lubang di sekat jantung, sehingga paru menerima darah terlalu banyak. Dibahas di halaman Penyakit Jantung Bawaan.
Mengapa Pengobatan Berfokus pada Jantung
Karena sumbernya jantung, keluhan paru biasanya membaik bila penyakit jantung ditangani: cairan dikurangi dengan obat peluruh cairan, pompa jantung dibantu dengan obat gagal jantung, dan katup yang rusak diperbaiki. Pedoman ESC/ERS 2022 tidak menganjurkan obat khusus hipertensi arteri paru untuk tekanan paru tinggi yang bersumber dari jantung kiri, karena tidak terbukti bermanfaat dan dapat memperburuk keadaan. Bila sesak tetap ada setelah jantung tertangani, dokter mencari penyakit paru lain yang menyertai, yang dibahas di halaman Sindrom Kardiopulmoner.
02 / Memahami kondisi
Gejala yang Perlu Dikenali.
Gejala Umum
- Sesak napas saat beraktivitas yang makin ringan pemicunya
- Sesak saat berbaring datar sehingga perlu tidur dengan bantal tinggi
- Terbangun malam karena sesak atau batuk
- Batuk kering atau napas berbunyi yang memberat saat berbaring
- Bengkak di pergelangan kaki atau tungkai
- Berat badan naik cepat dalam beberapa hari karena cairan
- Mudah lelah saat beraktivitas sehari-hari
Gejala pada Bayi
Pada bayi dengan kelainan jantung bawaan yang mengalirkan darah berlebih ke paru, tanda biasanya muncul dalam minggu sampai bulan pertama.
- Napas cepat, terutama saat menyusu
- Berkeringat banyak saat menyusu
- Cepat lelah saat menyusu sehingga minum sedikit
- Berat badan sulit naik
- Batuk pilek atau radang paru yang berulang
03 / Memahami kondisi
Apa yang Menyebabkan Kondisi Ini?
- Gagal jantung, baik karena pompa jantung melemah maupun karena otot jantung kaku
- Penyempitan atau kebocoran katup mitral yang menghambat aliran darah dari paru ke jantung kiri
- Penyempitan atau kebocoran katup aorta yang menaikkan tekanan di jantung kiri
- Kardiomiopati, yaitu penyakit otot jantung, dari berbagai sebab
- Penyakit jantung koroner atau serangan jantung yang merusak otot jantung
- Tekanan darah tinggi lama yang membuat otot jantung menebal dan kaku
- Gangguan irama, terutama fibrilasi atrium dengan denyut yang cepat
- Kelainan jantung bawaan yang mengalirkan darah berlebih ke paru, seperti lubang di sekat jantung
04 / Memahami kondisi
Siapa yang Lebih Berisiko?
Medis
Hipertensi lama, penyakit jantung koroner dan riwayat serangan jantung, diabetes, fibrilasi atrium, penyakit ginjal kronis, dan penyakit katup jantung.
Gaya Hidup
Asupan garam tinggi, tidak teratur minum obat jantung, merokok, konsumsi alkohol berlebihan, dan berat badan berlebih.
Usia
Risiko meningkat pada usia lanjut, ketika otot jantung lebih kaku dan gagal jantung dengan fraksi ejeksi terjaga lebih sering ditemukan.
Genetik
Kardiomiopati yang diturunkan dalam keluarga dan kelainan jantung bawaan meningkatkan kemungkinan gangguan paru akibat jantung.
Lainnya
Riwayat demam rematik pada masa kanak-kanak yang merusak katup mitral, serta kehamilan pada perempuan dengan penyakit katup atau gagal jantung.
Kelompok yang Lebih Berisiko
- Penyandang Gagal Jantung: Pompa yang lemah atau otot jantung yang kaku membuat cairan mudah menumpuk di paru, terutama bila obat tidak teratur atau asupan garam tinggi.
- Penyandang Penyakit Katup Mitral atau Aorta: Katup yang menyempit atau bocor menaikkan tekanan di jantung kiri dan paru, kadang sebelum keluhan lain terasa.
- Lansia dengan Hipertensi Lama: Tekanan darah tinggi bertahun-tahun membuat otot jantung tebal dan kaku, sehingga cairan di paru dapat muncul walau pompa tampak normal.
- Bayi dan Anak dengan Penyakit Jantung Bawaan: Lubang di sekat jantung atau saluran yang tetap terbuka mengalirkan darah berlebih ke paru dan dapat menaikkan tekanan paru bila tidak ditangani.
05 / Memahami kondisi
Bagaimana Diagnosis Ditegakkan?
Dokter perlu memastikan bahwa gangguan paru berasal dari jantung, bukan dari penyakit paru itu sendiri. Pemeriksaan fisik dapat menemukan bunyi ronki di dasar paru, vena leher yang menonjol, dan bengkak tungkai. Rontgen dada memperlihatkan jantung yang membesar, bendungan paru, atau cairan di rongga dada. Tes NT-proBNP yang tinggi menandakan beban jantung, sedangkan EKG mencari gangguan irama atau bekas serangan jantung.
Ekokardiografi menjadi pemeriksaan kunci karena menilai pompa jantung, kekakuan otot jantung, katup, dan perkiraan tekanan paru. USG paru di samping tempat tidur dapat memperlihatkan tanda cairan di paru. Bila tekanan paru tinggi dan penyebabnya belum jelas, kateterisasi jantung kanan mengukur tekanan baji paru; nilai di atas 15 mmHg menandakan sumbernya jantung kiri. Spirometri sebaiknya diulang setelah cairan berkurang, karena bendungan paru dapat membuat hasilnya tampak seperti penyakit paru.
Pemeriksaan Fisik
Mendengarkan bunyi ronki di dasar paru, menilai vena leher, bengkak tungkai, dan berat badan sebagai tanda cairan berlebih.
Rontgen Dada
Memperlihatkan ukuran jantung, bendungan di pembuluh paru, dan cairan di rongga dada.
Tes NT-proBNP / BNP
Kadar yang tinggi menandakan beban jantung dan mendukung bahwa sesak berasal dari jantung; juga dipakai untuk memantau pengobatan.
Ekokardiografi
Pemeriksaan kunci untuk menilai pompa dan kekakuan otot jantung, katup mitral dan aorta, lubang bawaan, serta perkiraan tekanan paru.
Elektrokardiogram / EKG
Mencari fibrilasi atrium, bekas serangan jantung, atau penebalan otot jantung yang mendasari bendungan paru.
Kateterisasi Jantung Kanan
Mengukur tekanan paru dan tekanan baji paru secara langsung untuk memastikan bahwa tekanan paru tinggi bersumber dari jantung kiri.
Tes Fungsi Paru / Spirometri
Diulang setelah cairan berkurang untuk mencari penyakit paru yang menyertai, karena bendungan dapat mengacaukan hasilnya.
06 / Memahami kondisi
Pilihan Penanganan.
Penanganan ditentukan dokter setelah evaluasi. Kategori berikut membantu Anda memahami pembicaraan dengan dokter.
Obat Peluruh Cairan (Diuretik)
Mengurangi cairan di paru dan tungkai sehingga sesak berkurang. Jenis dan dosisnya disesuaikan dokter dengan berat badan harian dan fungsi ginjal.
Pengobatan Gagal Jantung Jangka Panjang
Gabungan obat utama gagal jantung yang dinaikkan bertahap untuk memperkuat dan melindungi jantung. Dibahas di halaman Manajemen Gagal Jantung.
Perbaikan atau Penggantian Katup
Katup mitral atau aorta yang rusak diperbaiki atau diganti lewat operasi atau kateter, sehingga tekanan di paru turun. Dibahas di halaman Bedah Katup Jantung.
Pengendalian Irama dan Tekanan Darah
Denyut cepat pada fibrilasi atrium dan tekanan darah tinggi dikendalikan agar jantung kiri tidak terbebani.
Pengeluaran Cairan Pleura
Cairan di rongga dada yang banyak dan menyesakkan dapat dikeluarkan dengan jarum, sambil penyebabnya di jantung diobati.
Penutupan Kelainan Bawaan
Lubang di sekat jantung atau saluran yang tetap terbuka ditutup lewat kateter atau operasi bila memenuhi syarat. Dibahas di halaman Penutupan Defek Jantung.
Rehabilitasi Jantung
Latihan terpantau setelah keadaan stabil untuk meningkatkan kemampuan beraktivitas. Dibahas di halaman Program Rehabilitasi Jantung Terstruktur.
07 / Memahami kondisi
Komplikasi yang Perlu Dipantau.
Edema Paru Akut
Cairan membanjiri kantong udara dalam waktu singkat, menimbulkan sesak berat dan batuk berbusa. Perlu penanganan di IGD. Dibahas di halaman Edema Paru Kardiogenik.
Hipertensi Pulmonal Menetap
Tekanan tinggi yang lama membuat dinding pembuluh paru menebal, sehingga tekanan paru tetap tinggi walau cairan sudah berkurang.
Gagal Jantung Kanan
Bilik kanan terbebani tekanan paru yang tinggi dan lama-kelamaan melemah, sehingga tungkai, perut, dan hati membengkak.
Efusi Pleura Berulang
Cairan di rongga dada dapat kembali bila gagal jantung belum terkendali, dan kadang perlu dikeluarkan dengan jarum.
Infeksi Paru
Paru yang terbendung lebih mudah terkena pneumonia, dan infeksi dapat membuat gagal jantung memburuk.
Batuk Darah
Pada stenosis mitral yang berat, tekanan tinggi di vena paru dapat memecahkan pembuluh kecil dan menimbulkan batuk darah. Dibahas di halaman Stenosis Mitral.
08 / Memahami kondisi
Apa yang Bisa Dilakukan?
- Minum obat jantung sesuai jadwal dan jangan menghentikannya sendiri.
- Batasi garam, dan ikuti anjuran dokter tentang jumlah cairan bila Anda memiliki gagal jantung.
- Timbang berat badan setiap pagi; kenaikan lebih dari 2 kg dalam tiga hari perlu dilaporkan ke dokter.
- Kendalikan tekanan darah, gula darah, dan kolesterol.
- Kontrol berkala ke dokter jantung, termasuk ekokardiografi bila dianjurkan.
- Lengkapi vaksin influenza dan pneumokokus sesuai anjuran dokter.
- Berhenti merokok dan batasi alkohol.
- Obati radang tenggorokan karena bakteri pada anak sampai tuntas untuk mencegah penyakit jantung rematik.
09 / Memahami kondisi
Kapan Harus ke Dokter?
Periksakan diri bila Anda mulai sesak saat beraktivitas ringan atau saat berbaring, terutama bila memiliki penyakit jantung, penyakit katup, atau tekanan darah tinggi lama. Bila sudah terdiagnosis, hubungi dokter saat keluhan berubah, dan segera ke IGD bila sesak berat atau mendadak.
- Perlu bantal lebih tinggi agar dapat tidur, atau terbangun malam karena sesak
- Berat badan naik lebih dari 2 kg dalam tiga hari, atau tungkai makin bengkak
- Batuk atau napas berbunyi yang memberat saat berbaring
- Bayi yang napasnya cepat, berkeringat, atau cepat lelah saat menyusu
- Sesak berat mendadak, batuk berbusa merah muda, atau bibir kebiruan: langsung ke IGD
Jangan Menunggu bila Kondisinya Darurat.
Bila keluhan terasa berat atau muncul mendadak, segera ke IGD terdekat atau hubungi Heart Attack Center 1500 258, bukan menunggu janji temu.
10 / Pertanyaan umum
Hal yang Mungkin Anda Tanyakan.
Pertanyaan yang sering diajukan tentang gangguan paru akibat penyakit jantung.
Mengapa penyakit jantung bisa membuat paru berisi cairan?
Jantung kiri menerima darah dari paru dan memompanya ke seluruh tubuh. Bila pompa jantung melemah, otot jantung kaku, atau katup menyempit atau bocor, darah tertahan dan tekanan di pembuluh paru naik. Tekanan ini mendorong cairan keluar dari pembuluh ke jaringan paru, sehingga paru menjadi berat dan sesak muncul. Karena itu, mengurangi cairan dan memperbaiki kerja jantung biasanya meredakan keluhan paru.
Apakah sesak saat berbaring selalu karena jantung?
Tidak selalu, tetapi sesak saat berbaring datar dan terbangun malam karena sesak merupakan petunjuk kuat adanya bendungan paru akibat jantung. Keluhan serupa juga dapat muncul pada PPOK berat, asma, kegemukan, atau asam lambung naik. Dokter memastikan penyebabnya dengan pemeriksaan fisik, rontgen dada, tes NT-proBNP, dan ekokardiografi. Jangan menunggu sampai keluhan berat; periksakan diri bila Anda mulai perlu bantal lebih tinggi untuk tidur.
Apa itu asma jantung, dan apakah sama dengan asma biasa?
Asma jantung adalah istilah untuk napas berbunyi dan sesak yang disebabkan oleh cairan di paru akibat gagal jantung, bukan oleh penyempitan saluran napas seperti pada asma. Keluhannya sering muncul pada malam hari saat berbaring. Pengobatannya berbeda: asma jantung membaik dengan obat peluruh cairan dan obat jantung, sedangkan obat pelega asma saja tidak menyelesaikan masalah. Karena itu, napas berbunyi yang baru muncul pada usia dewasa perlu diperiksa.
Apakah cairan di paru bisa hilang?
Pada banyak orang, cairan berkurang dalam beberapa hari setelah pengobatan dimulai, terutama dengan obat peluruh cairan dan obat jantung yang tepat. Cairan di rongga dada yang banyak kadang perlu dikeluarkan dengan jarum. Agar cairan tidak kembali, penyakit jantung yang mendasarinya perlu dikendalikan dalam jangka panjang. Minum obat teratur, batasi garam, dan timbang berat badan setiap hari untuk mengenali tanda cairan menumpuk lagi.
Mengapa saya perlu menimbang berat badan setiap hari?
Cairan yang mulai menumpuk di tubuh sering terlihat lebih dulu sebagai kenaikan berat badan, sebelum sesak terasa. Timbang setiap pagi setelah buang air kecil dan sebelum makan, dengan pakaian serupa. Kenaikan lebih dari 2 kg dalam tiga hari perlu dilaporkan ke dokter, karena obat peluruh cairan mungkin perlu disesuaikan. Jangan mengubah obat sendiri tanpa petunjuk dokter. Catat hasil timbangan dan bawa saat kontrol.
Apakah obat khusus hipertensi paru bisa dipakai bila tekanan paru tinggi karena jantung?
Umumnya tidak. Pedoman ESC/ERS 2022 tidak menganjurkan obat yang dibuat untuk hipertensi arteri paru pada tekanan paru tinggi yang bersumber dari penyakit jantung kiri, karena tidak terbukti bermanfaat dan dapat memperburuk keadaan. Pengobatan yang tepat adalah menangani jantungnya, misalnya mengurangi cairan, mengobati gagal jantung, atau memperbaiki katup. Keputusan akhir diambil dokter setelah pemeriksaan lengkap, kadang termasuk kateterisasi jantung kanan.
Sumber dan Tinjauan Medis
Ditinjau secara medis oleh dr. Santi R. Dewayanti, Sp.P.
- McDonagh TA, Metra M, Adamo M, Gardner RS, Baumbach A, Böhm M, et al. 2021 ESC Guidelines for the diagnosis and treatment of acute and chronic heart failure. Eur Heart J. 2021;42(36):3599-726.
- McDonagh TA, Metra M, Adamo M, Gardner RS, Baumbach A, Böhm M, et al. 2023 Focused Update of the 2021 ESC Guidelines for the diagnosis and treatment of acute and chronic heart failure. Eur Heart J. 2023;44(37):3627-39.
- Humbert M, Kovacs G, Hoeper MM, Badagliacca R, Berger RMF, Brida M, et al. 2022 ESC/ERS Guidelines for the diagnosis and treatment of pulmonary hypertension. Eur Heart J. 2022;43(38):3618-731.
- Maron BA, Bortman G, De Marco T, Huston JH, Lang IM, Rosenkranz SH, et al. Pulmonary hypertension associated with left heart disease. Eur Respir J. 2024;64(4):2401344.
- Vahanian A, Beyersdorf F, Praz F, Milojevic M, Baldus S, Bauersachs J, et al. 2021 ESC/EACTS Guidelines for the management of valvular heart disease. Eur Heart J. 2022;43(7):561-632.
- Mullens W, Damman K, Harjola VP, Mebazaa A, Brunner-La Rocca HP, Martens P, et al. The use of diuretics in heart failure with congestion: a position statement from the Heart Failure Association of the European Society of Cardiology. Eur J Heart Fail. 2019;21(2):137-55.




