Jawaban singkat
Apa Itu Regurgitasi / Insufisiensi Katup?
Regurgitasi atau insufisiensi katup adalah keadaan ketika katup jantung tidak menutup rapat, sehingga sebagian darah mengalir balik. Kebocoran ringan sering tidak berbahaya, tetapi kebocoran berat membebani jantung.
Sumber informasiTanda yang Memerlukan Pertolongan Segera
- Sesak napas berat mendadak atau saat istirahat
- Batuk berbusa berwarna merah muda
- Nyeri dada hebat, terutama yang menjalar ke punggung
- Kulit pucat, dingin, dan berkeringat disertai lemas atau bingung
- Pingsan atau hampir pingsan
- Demam disertai sesak yang memburuk cepat pada pemakai katup buatan
Bila tanda ini muncul, segera ke IGD terdekat atau hubungi Heart Attack Center 1500 258.
01 / Memahami kondisi
Mengenal Regurgitasi / Insufisiensi Katup
Katup jantung seharusnya menutup rapat setelah darah lewat, seperti pintu satu arah. Pada regurgitasi, yang juga disebut insufisiensi atau kebocoran katup, katup tidak menutup rapat. Sebagian darah kembali ke ruang sebelumnya, sehingga jantung harus memompa ulang darah yang sama.
Kebocoran sangat ringan cukup sering terlihat pada ekokardiografi orang sehat, terutama pada katup trikuspid dan pulmonal, dan umumnya tidak memerlukan penanganan. Yang dinilai dokter adalah katup mana yang terkena, derajat kebocoran (ringan, sedang, atau berat), penyebabnya, dan dampaknya pada ukuran serta kekuatan bilik jantung.
Jenis Regurgitasi Katup
Setiap katup dapat bocor, dan masing-masing punya halaman tersendiri. Regurgitasi mitral membuat darah kembali dari bilik kiri ke serambi kiri. Regurgitasi aorta membuat darah kembali dari aorta ke bilik kiri. Regurgitasi trikuspid dan regurgitasi pulmonal terjadi di sisi kanan jantung, sering berkaitan dengan tekanan paru yang tinggi atau penyakit jantung bawaan.
Primer dan Sekunder
Pedoman ESC/EACTS 2021 dan ACC/AHA 2020 membedakan dua mekanisme. Pada regurgitasi primer, daun katup atau penyangganya rusak, misalnya karena prolaps, penyakit jantung rematik, infeksi, atau kelainan bawaan. Pada regurgitasi sekunder atau fungsional, daun katup sebenarnya normal, tetapi bilik atau serambi yang melebar menarik cincin katup sehingga katup tidak dapat menutup. Pembedaan ini penting karena penanganannya berbeda.
Kronis dan Akut
Sebagian besar regurgitasi berkembang perlahan. Jantung menyesuaikan diri dengan membesar, sehingga keluhan baru terasa setelah bertahun-tahun. Karena itu, pemantauan ukuran dan fungsi bilik dengan ekokardiografi berkala menjadi dasar penentuan waktu tindakan, sering sebelum keluhan muncul.
Sebaliknya, kebocoran berat yang muncul mendadak tidak sempat diimbangi jantung. Penyebabnya antara lain robekan otot penyangga katup mitral setelah serangan jantung, infeksi yang merusak daun katup, atau robekan dinding aorta. Keadaan ini menimbulkan sesak berat dan merupakan kedaruratan.
Penanganannya bergantung pada katup yang terkena, mekanisme, dan derajat kebocoran. Kebocoran ringan sampai sedang biasanya cukup dipantau. Kebocoran berat ditangani dengan perbaikan atau penggantian katup, lewat operasi maupun lewat kateter. Pada regurgitasi sekunder, langkah pertama adalah mengobati penyakit otot jantung atau gangguan irama yang mendasarinya.
02 / Memahami kondisi
Jenis dan Kondisi Turunan
Kondisi berikut termasuk dalam kelompok Regurgitasi / Insufisiensi Katup. Buka masing-masing untuk penjelasan lengkapnya.
03 / Memahami kondisi
Gejala yang Perlu Dikenali.
Gejala Umum
- Sesak napas saat beraktivitas
- Mudah lelah dan stamina menurun
- Jantung berdebar atau denyut terasa kuat, terutama saat berbaring
- Sesak saat berbaring datar sehingga perlu tidur dengan bantal tinggi
- Bengkak di pergelangan kaki atau tungkai
- Perut terasa begah atau membesar karena penumpukan cairan
- Bising jantung (murmur) yang terdengar dokter saat pemeriksaan
04 / Memahami kondisi
Apa yang Menyebabkan Kondisi Ini?
- Prolaps katup mitral atau putusnya tali penyangga katup (korda)
- Penyakit jantung rematik yang membuat daun katup menebal dan mengerut
- Infeksi katup (endokarditis infeksius) yang merusak atau melubangi daun katup
- Pelebaran bilik jantung pada kardiomiopati atau setelah serangan jantung
- Pelebaran serambi pada fibrilasi atrium yang berlangsung lama
- Pelebaran pangkal aorta atau katup aorta bikuspid (berdaun dua)
- Tekanan tinggi di pembuluh paru yang membebani sisi kanan jantung
- Bekas operasi jantung bawaan, misalnya perbaikan Tetralogi Fallot
05 / Memahami kondisi
Siapa yang Lebih Berisiko?
Usia
Perubahan jaringan katup dan pelebaran serambi makin sering terjadi seiring bertambahnya usia, sehingga regurgitasi mitral dan trikuspid lebih banyak ditemukan pada lansia.
Medis
Riwayat serangan jantung, kardiomiopati, gagal jantung, fibrilasi atrium, tekanan darah tinggi, hipertensi pulmonal, demam rematik, atau endokarditis menambah risiko kebocoran katup.
Genetik
Prolaps katup mitral, katup aorta bikuspid, sindrom Marfan, dan beberapa kelainan jaringan ikat dapat ditemukan pada lebih dari satu anggota keluarga.
Lainnya
Pemakaian katup buatan, riwayat operasi jantung bawaan, terapi radiasi dada, dan penggunaan narkoba suntik yang meningkatkan risiko infeksi katup.
Kelompok yang Lebih Berisiko
- Penyintas Serangan Jantung: Kerusakan otot jantung dapat menggeser penyangga katup mitral sehingga katup bocor.
- Penyandang Gagal Jantung atau Fibrilasi Atrium: Bilik dan serambi yang melebar menarik cincin katup mitral dan trikuspid sehingga tidak menutup rapat.
- Penyintas Demam Rematik: Peradangan rematik dapat merusak daun katup secara perlahan selama bertahun-tahun.
- Penyandang Jantung Bawaan yang Pernah Dioperasi: Misalnya setelah perbaikan Tetralogi Fallot, katup pulmonal sering bocor dan perlu dipantau seumur hidup.
- Lansia: Perubahan jaringan katup dan pelebaran serambi membuat kebocoran katup lebih sering ditemukan pada usia lanjut.
06 / Memahami kondisi
Bagaimana Diagnosis Ditegakkan?
Dokter biasanya pertama kali mencurigai kebocoran katup dari bising jantung yang terdengar lewat stetoskop. Ekokardiografi kemudian menjadi pemeriksaan utama. Dengan USG jantung dan Doppler, dokter melihat katup mana yang bocor, penyebabnya, derajat kebocoran, serta ukuran dan kekuatan bilik jantung. Pedoman menganjurkan penilaian derajat dengan beberapa ukuran sekaligus, bukan satu angka saja.
Ekokardiografi transesofageal, yaitu USG lewat kerongkongan, memberi gambar katup yang lebih rinci, misalnya saat merencanakan perbaikan katup mitral atau mencari infeksi katup. MRI jantung membantu mengukur volume darah yang bocor dan ukuran bilik bila hasil ekokardiografi belum jelas. Uji latih menilai kemampuan beraktivitas. Pada kebocoran yang muncul mendadak, pemeriksaan dilakukan cepat di IGD sambil menstabilkan kondisi pasien.
Pemeriksaan Fisik
Mendengarkan bising jantung, memeriksa nadi dan tekanan darah, serta mencari tanda penumpukan cairan seperti bengkak tungkai atau suara basah di paru.
Ekokardiografi
Pemeriksaan utama untuk menentukan katup yang bocor, mekanismenya (primer atau sekunder), derajat kebocoran, serta ukuran dan fungsi bilik jantung.
Ekokardiografi transesofageal (lewat kerongkongan) memperlihatkan daun katup lebih rinci untuk merencanakan perbaikan katup atau mencari infeksi katup.
MRI Jantung
Mengukur volume kebocoran dan ukuran bilik secara rinci, berguna terutama pada regurgitasi aorta dan pulmonal.
Elektrokardiogram / EKG
Mencari fibrilasi atrium, gangguan irama lain, dan tanda pembesaran ruang jantung.
Tes NT-proBNP / BNP
Tes darah penanda beban jantung yang membantu menilai perkembangan penyakit dan waktu tindakan.
Kateterisasi Jantung
Dilakukan bila hasil pemeriksaan tidak sejalan dengan keluhan, atau untuk memeriksa arteri koroner sebelum operasi katup.
07 / Memahami kondisi
Pilihan Penanganan.
Penanganan ditentukan dokter setelah evaluasi. Kategori berikut membantu Anda memahami pembicaraan dengan dokter.
Pemantauan Berkala
Kebocoran ringan sampai sedang tanpa keluhan dipantau dengan kontrol dan ekokardiografi berkala; jadwalnya makin rapat bila derajatnya makin berat.
Obat untuk Gejala dan Penyakit Dasar
Diuretik meredakan penumpukan cairan. Pada regurgitasi sekunder, obat gagal jantung sesuai pedoman menjadi langkah awal. Dokter menentukan golongan dan takarannya.
Perbaikan Katup
Katup asli diperbaiki agar kembali menutup rapat, terutama pada katup mitral dan trikuspid, lewat operasi atau klip yang dipasang lewat kateter.
Penggantian Katup
Katup yang tidak dapat diperbaiki diganti katup buatan mekanik atau biologis, lewat operasi atau, pada katup tertentu, lewat kateter.
Penanganan Kebocoran Mendadak
Kebocoran berat yang muncul tiba-tiba ditangani di ruang rawat intensif untuk menstabilkan sirkulasi, dan sering membutuhkan operasi segera.
08 / Memahami kondisi
Komplikasi yang Perlu Dipantau.
Gagal Jantung
Beban volume darah berlebih membuat bilik membesar lalu melemah, sehingga muncul sesak, bengkak, dan cepat lelah. Dibahas di halaman Gagal Jantung.
Fibrilasi Atrium
Serambi yang melebar akibat kebocoran mitral atau trikuspid mudah mengalami irama tidak teratur dan menambah risiko stroke. Dibahas di halaman Fibrilasi Atrium.
Hipertensi Pulmonal
Darah yang kembali ke serambi kiri menaikkan tekanan di pembuluh paru dan membebani sisi kanan jantung. Dibahas di halaman Hipertensi Pulmonal.
Endokarditis Infeksius
Katup yang bocor lebih mudah terinfeksi bila ada kuman di aliran darah, dan infeksi dapat memperberat kebocoran. Dibahas di halaman Endokarditis Infeksius.
Gangguan Irama Bilik
Bilik yang membesar dan melemah lebih mudah mengalami gangguan irama, sehingga irama jantung ikut dipantau saat kontrol.
09 / Memahami kondisi
Apa yang Bisa Dilakukan?
- Obati radang tenggorokan pada anak sampai tuntas untuk mencegah demam rematik
- Jaga kebersihan gigi dan mulut serta periksa gigi rutin
- Kendalikan tekanan darah agar beban katup aorta dan mitral tidak bertambah
- Tangani penyakit jantung koroner, gagal jantung, dan fibrilasi atrium sesuai anjuran dokter
- Hindari narkoba suntik yang dapat membawa kuman ke katup jantung
- Ikuti jadwal ekokardiografi berkala walau belum ada keluhan
10 / Memahami kondisi
Kapan Harus ke Dokter?
Temui dokter jantung bila dokter umum menemukan bising jantung, atau bila Anda mulai cepat lelah dan sesak saat aktivitas biasa. Orang dengan kebocoran katup yang sudah diketahui perlu kontrol lebih cepat dari jadwal bila keluhannya bertambah. Segera ke IGD bila sesak berat datang mendadak, batuk berbusa merah muda, atau pingsan.
- Sesak napas saat beraktivitas atau saat berbaring datar
- Berdebar, terutama bila iramanya terasa tidak teratur
- Bengkak tungkai atau berat badan naik cepat dalam beberapa hari
- Demam tanpa sebab jelas pada pemakai katup buatan atau orang yang pernah endokarditis
- Hasil ekokardiografi menunjukkan kebocoran sedang atau berat
Jangan Menunggu bila Kondisinya Darurat.
Bila keluhan terasa berat atau muncul mendadak, segera ke IGD terdekat atau hubungi Heart Attack Center 1500 258, bukan menunggu janji temu.
11 / Pertanyaan umum
Hal yang Mungkin Anda Tanyakan.
Pertanyaan yang sering diajukan tentang regurgitasi atau insufisiensi katup.
Apakah kebocoran katup ringan berbahaya?
Kebocoran sangat ringan sering ditemukan pada ekokardiografi orang sehat, terutama pada katup trikuspid dan pulmonal, dan umumnya tidak berbahaya. Kebocoran ringan pada katup mitral atau aorta biasanya cukup dipantau. Yang perlu diperhatikan adalah penyebabnya dan apakah kebocoran bertambah dari waktu ke waktu. Dokter akan menyarankan jadwal kontrol sesuai temuan Anda.
Apa beda regurgitasi dan insufisiensi katup?
Keduanya merujuk pada hal yang sama, yaitu katup yang tidak menutup rapat sehingga darah mengalir balik. Istilah regurgitasi menekankan aliran baliknya, sedangkan insufisiensi menekankan katup yang tidak cukup menutup. Dalam keseharian, pasien sering menyebutnya katup bocor. Istilah ini berbeda dengan lubang pada sekat jantung, yang juga kerap disebut jantung bocor.
Kapan katup yang bocor perlu ditangani dengan tindakan?
Tindakan umumnya dipertimbangkan bila kebocoran sudah berat dan menimbulkan keluhan, atau bila belum ada keluhan tetapi ekokardiografi menunjukkan bilik jantung mulai membesar atau melemah melewati batas tertentu. Fibrilasi atrium yang baru muncul atau tekanan paru yang naik juga dapat menjadi alasan. Keputusan diambil tim jantung dengan menimbang manfaat dan risiko tindakan bagi Anda.
Apakah katup yang bocor bisa diperbaiki tanpa operasi buka dada?
Pada sebagian pasien, ya. Kebocoran katup mitral dapat dikurangi dengan klip yang dipasang lewat kateter dari pembuluh di lipat paha, terutama bila risiko operasi tinggi. Katup pulmonal pada penyandang jantung bawaan dapat diganti lewat kateter. Operasi lewat sayatan kecil di sela iga juga menjadi pilihan pada anatomi tertentu. Kesesuaiannya ditentukan dari hasil pemeriksaan.
Bolehkah hamil bila memiliki katup bocor?
Kehamilan dengan regurgitasi katup ringan sampai sedang umumnya dapat dijalani dengan baik, karena kebocoran katup cenderung lebih dapat ditoleransi saat hamil dibandingkan katup yang menyempit. Kebocoran berat dengan bilik yang melemah perlu dinilai lebih dulu. Sebaiknya kehamilan direncanakan bersama dokter jantung dan dokter kandungan, termasuk meninjau obat yang sedang dipakai.
Apakah perlu kontrol seumur hidup?
Pada umumnya ya. Kebocoran katup dapat bertambah perlahan tanpa keluhan, sehingga kontrol berkala membantu menemukan perubahan sebelum bilik jantung rusak. Setelah perbaikan atau penggantian katup pun, kontrol tetap diperlukan untuk memantau fungsi katup, irama jantung, dan obat. Jarak kontrol diatur dokter sesuai derajat kebocoran dan jenis katup.
Sumber dan Tinjauan Medis
Ditinjau secara medis oleh Dr. dr. Dafsah A. Juzar, Sp.JP(K).
- Vahanian A, Beyersdorf F, Praz F, Milojevic M, Baldus S, Bauersachs J, et al. 2021 ESC/EACTS Guidelines for the management of valvular heart disease. Eur Heart J. 2022;43(7):561-632.
- Otto CM, Nishimura RA, Bonow RO, Carabello BA, Erwin JP 3rd, Gentile F, et al. 2020 ACC/AHA Guideline for the Management of Patients With Valvular Heart Disease: A Report of the American College of Cardiology/American Heart Association Joint Committee on Clinical Practice Guidelines. Circulation. 2021;143(5):e72-e227.
- Zoghbi WA, Adams D, Bonow RO, Enriquez-Sarano M, Foster E, Grayburn PA, et al. Recommendations for Noninvasive Evaluation of Native Valvular Regurgitation: A Report from the American Society of Echocardiography Developed in Collaboration with the Society for Cardiovascular Magnetic Resonance. J Am Soc Echocardiogr. 2017;30(4):303-371.
- Lancellotti P, Pibarot P, Chambers J, La Canna G, Pepi M, Dulgheru R, et al. Multi-modality imaging assessment of native valvular regurgitation: an EACVI and ESC council of valvular heart disease position paper. Eur Heart J Cardiovasc Imaging. 2022;23(5):e171-e232.
- McDonagh TA, Metra M, Adamo M, Gardner RS, Baumbach A, Bohm M, et al. 2021 ESC Guidelines for the diagnosis and treatment of acute and chronic heart failure. Eur Heart J. 2021;42(36):3599-3726.
- Delgado V, Ajmone Marsan N, de Waha S, Bonaros N, Brida M, Burri H, et al. 2023 ESC Guidelines for the management of endocarditis. Eur Heart J. 2023;44(39):3948-4042.




