Jawaban singkat
Apa Itu Penggantian Katup Paru Transkateter?
Penggantian katup paru transkateter adalah tindakan memasang katup buatan di jalur keluar bilik kanan ke arteri paru lewat kateter, tanpa membuka dada. Tindakan ini terutama untuk penyandang jantung bawaan yang pernah dioperasi, misalnya tetralogi Fallot, yang katup atau saluran buatannya bocor atau menyempit. Lama tindakan sekitar 2 sampai 4 jam.
Sumber informasi01 / Memahami tindakan
Mengenal Penggantian Katup Paru Transkateter
Apa Itu Penggantian Katup Paru Transkateter
Katup paru, atau katup pulmonal, mengatur aliran darah dari bilik kanan jantung ke arteri paru menuju paru-paru. Pada sebagian penyakit jantung bawaan, katup ini atau jalur keluar bilik kanan sudah diperbaiki lewat operasi sejak kecil, misalnya dengan tambalan atau saluran buatan berkatup (konduit). Seiring waktu, katup yang sudah diperbaiki atau katup di dalam saluran buatan dapat bocor, menyempit, atau keduanya.
Penggantian katup paru transkateter adalah cara memasang katup baru di posisi tersebut lewat kateter, tanpa operasi jantung terbuka.
Siapa yang Biasanya Memerlukan
Sebagian besar pasien adalah anak yang lebih besar, remaja, dan dewasa yang dulu menjalani operasi tetralogi Fallot, truncus arteriosus, operasi Ross, atau operasi jantung bawaan lain dengan saluran buatan ke arteri paru. Kebocoran katup paru yang berat dan lama membuat bilik kanan membesar dan melemah, sedangkan penyempitan membuat bilik kanan bekerja terlalu keras. Keduanya dapat menimbulkan mudah lelah, sesak napas saat aktivitas, atau gangguan irama jantung, kadang tanpa disadari.
Cara Kerja Singkat
Katup buatan dari jaringan hewan yang terpasang pada rangka logam dilipat di ujung kateter. Kateter dibawa dari vena di lipat paha atau leher, melewati serambi dan bilik kanan, lalu katup dikembangkan di dalam saluran buatan, katup biologis lama, atau jalur keluar bilik kanan yang ukurannya sesuai. Sering kali saluran lama lebih dulu dilapisi stent supaya katup baru memiliki tempat bersandar yang kokoh.
Pemeriksaan sebelum Tindakan
Ekokardiografi menilai fungsi katup dan bilik kanan. MRI jantung dapat mengukur besar dan fungsi bilik kanan serta beratnya kebocoran, sedangkan CT scan jantung menilai ukuran saluran dan jaraknya dengan arteri koroner. Uji latih jantung kadang dipakai untuk menilai kemampuan beraktivitas. Hasil pemeriksaan ini membantu tim menentukan waktu dan cara penggantian, sebelum bilik kanan terlanjur melemah.
Operasi atau Tindakan Kateter
Katup paru juga dapat diganti lewat operasi, yang dibahas di halaman Bedah Jantung Bawaan. Penggantian lewat kateter dipertimbangkan bila ukuran dan bentuk jalur keluar bilik kanan sesuai. Bila jalur terlalu lebar atau tidak beraturan, ada kelainan lain yang perlu dioperasi, atau katup berisiko menekan arteri koroner, operasi dapat lebih sesuai. Keputusan diambil tim jantung bawaan bersama pasien dan keluarga.
02 / Memahami tindakan
Kapan Tindakan Ini Dipertimbangkan?
Dokter dapat mempertimbangkan tindakan ini pada keadaan berikut. Keputusan selalu ditetapkan setelah evaluasi menyeluruh.
- Saluran Buatan yang Menyempit atau BocorSaluran berkatup dari bilik kanan ke arteri paru yang fungsinya menurun setelah bertahun-tahun.
- Kebocoran Katup Paru setelah Operasi Tetralogi FallotKebocoran berat yang membuat bilik kanan membesar atau menimbulkan keluhan.
- Katup Paru Biologis yang AusKatup paru buatan dari operasi sebelumnya yang kini menyempit atau bocor.
- Bilik Kanan Membesar atau MelemahTerlihat pada MRI jantung atau ekokardiografi walau keluhan belum jelas.
- Keluhan saat Beraktivitas atau Gangguan IramaMudah lelah, sesak napas, atau irama jantung tidak teratur yang berkaitan dengan katup paru.
Keadaan yang Perlu Dipertimbangkan Lebih Dulu
- Jalur Keluar Terlalu Lebar atau Tidak BeraturanBila katup tidak dapat bersandar dengan kokoh, operasi penggantian dapat lebih sesuai.
- Risiko Menekan Arteri KoronerBila uji balon menunjukkan arteri koroner tertekan, katup tidak dipasang lewat kateter.
- Infeksi yang Masih AktifEndokarditis atau infeksi lain perlu ditangani lebih dulu sebelum katup baru dipasang.
- Pembuluh Vena yang TersumbatSumbatan vena di paha dan leher dapat membuat jalur kateter tidak memungkinkan.
- Perlu Operasi Jantung LainMisalnya menutup lubang sisa atau memperbaiki katup trikuspid, sehingga operasi sekaligus lebih sesuai.
03 / Sebelum tindakan
Apa yang Perlu Disiapkan?
Tindakan ini umumnya terencana dan didahului evaluasi oleh tim jantung bawaan.
Pencitraan. Ekokardiografi, MRI jantung atau CT scan jantung, dan bila perlu uji latih jantung serta rekaman irama jantung.
Riwayat operasi. Bawa catatan operasi dan tindakan sebelumnya, termasuk jenis dan ukuran saluran atau katup yang pernah dipasang, bila ada.
Gigi dan sumber infeksi. Periksakan gigi dan tangani sumber infeksi lebih dulu, karena infeksi katup buatan adalah salah satu masalah yang perlu dicegah setelah tindakan ini.
Obat dan puasa. Bawa daftar obat. Pengencer darah mungkin perlu disesuaikan sesuai instruksi tim. Ikuti instruksi puasa sebelum bius umum.
Anak dan remaja. Orang tua atau wali mendampingi dan menandatangani persetujuan tindakan. Jelaskan kepada anak dengan bahasa sederhana apa yang akan terjadi.
Kemungkinan hamil. Perempuan usia subur memberi tahu dokter bila mungkin sedang hamil, karena tindakan memakai sinar-X.
Belum jelas dengan instruksi persiapan? Tanyakan kepada tim sebelum menjalani tindakan.
04 / Saat tindakan
Bagaimana Tindakan Dilakukan?
Tindakan dilakukan oleh tim jantung bawaan di ruang kateterisasi jantung, umumnya dengan bius umum, dan berlangsung sekitar 2 sampai 4 jam.
Mengukur Tekanan dan Saluran
Kateter dimasukkan lewat vena di lipat paha atau leher. Dokter mengukur tekanan di jantung kanan dan memotret saluran dengan zat kontras untuk menentukan ukuran katup.
Menguji Arteri Koroner
Balon dikembangkan di dalam saluran sambil arteri koroner difoto dengan kontras. Langkah ini memastikan katup baru tidak akan menekan arteri koroner.
Menyiapkan Saluran dengan Stent
Bila perlu, saluran dilebarkan dengan balon lalu dilapisi stent. Stent memberi tempat bersandar bagi katup dan mengurangi risiko rangka katup patah di kemudian hari.
Memasang Katup Baru
Katup dikembangkan di dalam saluran atau stent. Fungsinya dinilai dengan pengukuran tekanan dan angiografi, lalu kateter dilepas dan tusukan ditutup.
05 / Manfaat dan risiko
Manfaat dan Risiko Perlu Dibahas Bersama.
Setiap tindakan medis memiliki manfaat dan risiko. Dokter menjelaskan keduanya sesuai keadaan Anda sebelum tindakan.
Manfaat yang Dapat Diharapkan
- Mengurangi Jumlah Operasi UlangMembantu menunda atau mengurangi operasi jantung terbuka yang perlu dijalani sepanjang hidup.
- Pemulihan SingkatUmumnya dirawat satu malam dan dapat kembali sekolah atau bekerja dalam beberapa hari.
- Beban Bilik Kanan BerkurangKebocoran atau penyempitan yang teratasi membantu bilik kanan bekerja lebih ringan.
- Kemampuan Beraktivitas Dapat MembaikSebagian pasien merasa lebih bugar setelah penyempitan saluran teratasi.
Manfaat tindakan bukan janji kesembuhan. Tanyakan bagaimana hasilnya memengaruhi rencana perawatan Anda.
Risiko yang Perlu Diketahui
- Infeksi Katup (Endokarditis)Dapat terjadi bertahun-tahun kemudian; kebersihan gigi dan pemeriksaan saat demam sangat penting.
- Tekanan pada Arteri KoronerJarang tetapi berbahaya; karena itu uji balon dilakukan sebelum katup dipasang.
- Robekan Saluran BuatanSaluran lama dapat robek saat dilebarkan; sering dapat ditutup dengan stent berselaput.
- Rangka Katup PatahRangka logam dapat retak seiring waktu sehingga katup menyempit lagi; stent pendahulu mengurangi risikonya.
- Gangguan Irama dan Masalah Tempat TusukanIrama tidak teratur sementara, perdarahan, atau memar di lipat paha atau leher.
- Katup Aus dan Tindakan UlangKatup dapat aus seiring waktu sehingga suatu saat perlu ditangani lagi, sering lewat kateter.
Risiko setiap orang dapat berbeda. Penjelasan lengkap dan persetujuan tindakan diberikan setelah evaluasi individual.
06 / Setelah tindakan
Bagaimana Pemulihannya?
Umumnya pasien dirawat satu malam, kadang lebih lama bila diperlukan.
Tempat tusukan. Berbaring sesuai anjuran pada beberapa jam awal. Memar kecil di lipat paha atau leher wajar.
Aktivitas. Aktivitas ringan dan kembali sekolah atau bekerja umumnya dalam beberapa hari. Hindari olahraga berat dan mengangkat beban sekitar satu minggu atau sesuai anjuran dokter.
Obat. Umumnya diberi antiplatelet, misalnya aspirin, selama beberapa bulan atau lebih sesuai anjuran dokter.
Menjaga katup dari infeksi. Infeksi katup dapat terjadi bertahun-tahun setelah tindakan. Jaga kebersihan gigi dan kulit, hindari tato dan tindik, dan beri tahu dokter gigi bahwa Anda memakai katup buatan. Periksakan diri bila demam tidak kunjung reda.
Kontrol seumur hidup. Ekokardiografi dan pemeriksaan berkala di klinik jantung bawaan tetap diperlukan, karena katup dapat aus dan suatu saat perlu ditangani lagi.
Tanda yang perlu diwaspadai. Segera ke IGD bila Anda mengalami:
- Demam lebih dari beberapa hari, menggigil, atau badan lemas tanpa sebab yang jelas
- Sesak napas atau mudah lelah yang muncul kembali
- Jantung berdebar tidak teratur, pusing berat, atau pingsan
- Nyeri dada
- Perdarahan atau bengkak yang membesar di lipat paha atau leher
Kenali Tanda yang Perlu Segera Ditangani.
Ikuti arahan tim tentang tanda yang perlu diwaspadai. Bila muncul keluhan berat atau mendadak setelah tindakan, segera ke IGD terdekat atau hubungi Heart Attack Center 1500 258.
07 / Tim dan dukungan
Dokter dan Dukungan Tindakan
Dokter berikut tercantum untuk tindakan ini. Urutan menurut nama, bukan peringkat.

dr. BRM Ario S. Kuncoro, Sp.JP(K)
Ekokardiografi & Imaging Kardiovaskular
Cardiovascular Diagnostic Center +2 center
Fokus klinisEkokardiografi Lanjutan dan 3D · Ekokardiografi Transesofageal
Lihat Profil
dr. Radityo Prakoso, Sp.JP(K)
Pediatri dan Penyakit Jantung Bawaan
Congenital and Structural Heart Center
Fokus klinisKonsultasi Jantung Anak · Penanganan Penyakit Jantung Bawaan
Lihat Profil
dr. Salomo Purba, Sp.BTKV, Subsp.JPK(K)
Bedah Jantung Pediatrik dan Kongenital
Congenital and Structural Heart Center +2 center
Fokus klinisOperasi Jantung Anak · Operasi Kelainan Jantung Bawaan
Lihat Profil08 / Pertanyaan umum
Sebelum Merencanakan Tindakan.
Pertanyaan yang sering diajukan pasien dan orang tua tentang penggantian katup paru transkateter.
Mengapa katup paru perlu diganti padahal saya merasa sehat?
Kebocoran katup paru sering berkembang perlahan, sehingga tubuh menyesuaikan diri dan keluhan tidak terasa. Sementara itu, bilik kanan dapat terus membesar dan melemah. Bila dibiarkan terlalu lama, bilik kanan mungkin tidak pulih sepenuhnya walau katup sudah diganti. Karena itu, waktu penggantian ditentukan dari hasil MRI jantung, ekokardiografi, dan uji latih, bukan dari keluhan saja.
Apakah anak saya terlalu kecil untuk tindakan ini?
Tindakan ini umumnya dilakukan pada anak yang lebih besar, remaja, dan dewasa, karena pembuluh vena harus cukup besar untuk kateter dan saluran harus cukup lebar untuk katup. Pada anak yang lebih kecil, tim dapat menyarankan menunggu atau memilih operasi. Kelayakan dinilai per pasien berdasarkan ukuran pembuluh dan saluran, bukan usia saja.
Apa bedanya dengan operasi penggantian katup paru?
Pada operasi, dada dibuka dan katup paru diganti langsung dengan bantuan mesin jantung paru, sehingga rawat inap dan pemulihannya lebih lama. Pada tindakan kateter, katup dipasang lewat vena tanpa membuka dada dan pasien umumnya pulang keesokan harinya. Operasi tetap lebih sesuai bila jalur keluar terlalu lebar atau ada kelainan lain yang perlu diperbaiki, seperti dibahas di halaman Bedah Jantung Bawaan.
Berapa lama katup baru dapat bertahan?
Pada penelitian jangka menengah, sebagian besar katup masih berfungsi baik setelah 5 sampai 7 tahun, tetapi sebagian pasien memerlukan tindakan ulang. Katup dapat aus, menyempit karena rangka retak, atau terinfeksi. Banyak di antaranya dapat ditangani lagi lewat kateter, misalnya dengan memasang katup baru di dalam katup lama. Karena itu, kontrol berkala tetap diperlukan.
Apakah tindakan ini terasa sakit?
Tindakan dilakukan dengan bius umum sehingga Anda atau anak Anda tertidur dan tidak merasakan apa pun. Setelah bangun, lipat paha atau leher dapat terasa pegal dan sedikit memar selama beberapa hari. Nyeri ini biasanya cukup diatasi dengan obat pereda nyeri biasa. Beri tahu perawat bila nyeri bertambah atau tempat tusukan membengkak.
Apa yang perlu dijaga setelah tindakan?
Hal yang perlu dijaga adalah mencegah infeksi katup. Sikat gigi dua kali sehari, periksakan gigi rutin, dan beri tahu dokter gigi bahwa Anda memakai katup buatan karena tindakan gigi tertentu memerlukan antibiotik pencegahan. Hindari tato dan tindik. Bila demam tidak reda dalam beberapa hari, periksakan diri dan sampaikan riwayat katup Anda sebelum minum antibiotik.
Sumber dan Tinjauan Medis
Ditinjau secara medis oleh dr. Radityo Prakoso, Sp.JP(K).
- Baumgartner H, De Backer J, Babu-Narayan SV, dkk. 2020 ESC Guidelines for the management of adult congenital heart disease. Eur Heart J. 2021;42(6):563-645.
- Stout KK, Daniels CJ, Aboulhosn JA, dkk. 2018 AHA/ACC Guideline for the Management of Adults With Congenital Heart Disease: A Report of the American College of Cardiology/American Heart Association Task Force on Clinical Practice Guidelines. Circulation. 2019;139(14):e698-e800.
- Bonhoeffer P, Boudjemline Y, Saliba Z, dkk. Percutaneous replacement of pulmonary valve in a right-ventricle to pulmonary-artery prosthetic conduit with valve dysfunction. Lancet. 2000;356(9239):1403-1405.
- Cheatham JP, Hellenbrand WE, Zahn EM, dkk. Clinical and hemodynamic outcomes up to 7 years after transcatheter pulmonary valve replacement in the US Melody valve investigational device exemption trial. Circulation. 2015;131(22):1960-1970.
- McElhinney DB, Zhang Y, Levi DS, dkk. Reintervention and survival after transcatheter pulmonary valve replacement. J Am Coll Cardiol. 2022;79(1):18-32.
- McElhinney DB, Sondergaard L, Armstrong AK, dkk. Endocarditis after transcatheter pulmonary valve replacement. J Am Coll Cardiol. 2018;72(22):2717-2728.
- Morray BH, McElhinney DB, Cheatham JP, dkk. Risk of coronary artery compression among patients referred for transcatheter pulmonary valve implantation: a multicenter experience. Circ Cardiovasc Interv. 2013;6(5):535-542.

