Jawaban singkat
Apa Itu Infeksi Perangkat Jantung?
Infeksi perangkat jantung adalah infeksi pada pacemaker, ICD, CRT, atau kabelnya (lead). Infeksi dapat terbatas di kantong alat di bawah kulit atau menyebar ke aliran darah, kabel di dalam jantung, dan katup.
Sumber informasiTanda yang Memerlukan Pertolongan Segera
- Demam tinggi disertai menggigil hebat
- Tekanan darah turun, kulit dingin, atau lemas berat
- Sesak napas atau nyeri dada tajam saat menarik napas
- Kebingungan atau penurunan kesadaran
- Bagian alat atau kabel terlihat dari luar kulit
Bila tanda ini muncul, segera ke IGD terdekat atau hubungi Heart Attack Center 1500 258.
01 / Memahami kondisi
Mengenal Infeksi Perangkat Jantung
Perangkat elektronik jantung, seperti alat pacu jantung (pacemaker), defibrilator implan (ICD), dan alat terapi resinkronisasi (CRT), terdiri atas generator yang ditanam di kantong bawah kulit dada dan kabel (lead) yang masuk lewat pembuluh darah ke dalam jantung. Infeksi perangkat jantung terjadi ketika kuman, umumnya bakteri stafilokokus dari kulit, menempel pada alat atau kabelnya. Kuman membentuk lapisan pelindung (biofilm) di permukaan alat, sehingga sulit dibasmi dengan antibiotik saja.
Dua Bentuk Infeksi
Konsensus EHRA 2020 membedakan infeksi kantong alat dan infeksi sistemik. Pada infeksi kantong, kulit di atas generator merah, bengkak, hangat, nyeri, mengeluarkan cairan, atau alat mulai tampak menembus kulit. Pada infeksi sistemik, kuman masuk ke aliran darah dan dapat menempel pada kabel di dalam jantung atau pada katup, yang disebut endokarditis terkait perangkat. Gejalanya bisa samar, seperti demam berulang, menggigil, dan lemas, kadang tanpa kelainan di kulit sama sekali. Infeksi luka di permukaan kulit yang belum mencapai kantong alat dibedakan dari keduanya, karena masih dapat diobati dengan antibiotik dan dipantau ketat. Endokarditis dibahas di halaman Endokarditis Infeksius.
Kapan Bisa Terjadi
Infeksi dapat muncul dalam minggu-minggu awal setelah pemasangan, tetapi juga bisa baru tampak berbulan-bulan sampai bertahun-tahun kemudian. Risikonya lebih tinggi setelah penggantian generator atau penambahan kabel, bila terjadi memar besar (hematoma) di kantong, dan pada orang dengan penyakit ginjal kronis, diabetes, atau daya tahan tubuh yang lemah.
Prinsip Penanganan
Pedoman ESC 2023 tentang endokarditis dan konsensus EHRA 2020 sejalan: bila infeksi perangkat sudah pasti, seluruh sistem, yaitu generator dan semua kabel, perlu dicabut tanpa penundaan, disertai antibiotik. Pencabutan kabel umumnya dilakukan lewat pembuluh darah dan dibahas di halaman Ekstraksi Lead. Alat baru dipasang kembali hanya bila masih dibutuhkan, setelah infeksi terkendali, dan biasanya di sisi tubuh yang lain. Bagi sebagian orang, perangkat tanpa kabel di dalam pembuluh, seperti pacemaker tanpa kabel atau ICD bawah kulit, dapat menjadi pilihan.
Halaman ini membahas infeksi pada perangkat elektronik jantung. Pemasangan alat pacu jantung sendiri dibahas di halaman Pemasangan Pacemaker.
02 / Memahami kondisi
Gejala yang Perlu Dikenali.
Gejala Umum
- Kulit di atas alat merah, hangat, atau bengkak
- Nyeri di sekitar kantong alat
- Cairan atau nanah keluar dari luka atau kantong alat
- Luka bekas pemasangan tidak menutup
- Kulit di atas alat menipis atau alat tampak menembus kulit
- Demam, menggigil, atau keringat malam tanpa sebab jelas
- Lemas, nafsu makan turun, atau berat badan menurun
Gejala pada Lansia
Pada lansia, infeksi aliran darah sering tidak disertai demam tinggi, sehingga keluhan samar perlu diperhatikan.
- Lemas atau bingung yang baru muncul
- Jatuh atau hampir pingsan
- Nafsu makan turun selama beberapa hari
- Demam ringan yang hilang timbul
03 / Memahami kondisi
Apa yang Menyebabkan Kondisi Ini?
- Kuman dari kulit masuk saat pemasangan atau penggantian alat
- Memar besar (hematoma) di kantong alat yang menjadi tempat kuman berkembang
- Luka operasi yang terbuka kembali atau terinfeksi
- Kuman dari infeksi di bagian tubuh lain yang menyebar lewat aliran darah
- Tekanan alat dari dalam yang membuat kulit menipis dan terbuka (erosi)
04 / Memahami kondisi
Siapa yang Lebih Berisiko?
Medis
Penyakit ginjal kronis, terutama yang menjalani cuci darah, diabetes, gagal jantung, pemakaian kortikosteroid atau obat penekan kekebalan, serta obat pengencer darah yang meningkatkan risiko hematoma.
Lainnya
Penggantian generator, penambahan atau perbaikan kabel, pemasangan CRT atau ICD, prosedur yang lama, demam dalam 24 jam sebelum tindakan, dan riwayat infeksi perangkat sebelumnya.
Gaya Hidup
Merokok dan perawatan luka yang kurang baik dapat memperlambat penyembuhan setelah pemasangan alat.
Usia
Usia lanjut sering disertai kulit lebih tipis dan penyakit penyerta. Pada usia muda, alat dipakai lebih lama sehingga penggantian generator lebih sering.
Kelompok yang Lebih Berisiko
- Pasien Pasca Penggantian Generator: Pembukaan ulang kantong alat meningkatkan risiko infeksi dibanding pemasangan pertama.
- Penyandang Penyakit Ginjal Kronis: Terutama yang menjalani cuci darah, karena daya tahan tubuh lebih lemah dan aliran darah sering diakses untuk tindakan.
- Penyandang Diabetes: Gula darah yang tinggi memperlambat penyembuhan luka dan melemahkan pertahanan tubuh terhadap kuman.
- Pemakai Obat Pengencer Darah: Lebih mudah mengalami hematoma di kantong alat, yang meningkatkan risiko infeksi.
- Pernah Mengalami Infeksi Perangkat: Riwayat infeksi sebelumnya meningkatkan risiko infeksi ulang pada perangkat yang baru.
05 / Memahami kondisi
Bagaimana Diagnosis Ditegakkan?
Diagnosis dimulai dari pemeriksaan kantong alat. Kemerahan, bengkak, cairan, atau luka yang tidak menutup mengarah ke infeksi kantong. Bila bagian alat atau kabel sudah terlihat dari luar, perangkat dianggap terinfeksi tanpa menunggu hasil laboratorium. Kantong alat tidak ditusuk dengan jarum untuk mengambil cairan, karena dapat memasukkan kuman.
Setelah itu, umumnya tiga set kultur darah diambil sebelum antibiotik dimulai. Ekokardiografi transtorakal dan transesofageal mencari vegetasi pada kabel atau katup. Bila hasilnya belum jelas, PET-CT FDG atau pencitraan sel darah putih berlabel dapat membantu menunjukkan infeksi di kantong atau sepanjang kabel. Rontgen atau CT dada dapat menunjukkan sumbatan kecil di paru akibat gumpalan kuman yang terlepas dari kabel. Tim memakai kriteria endokarditis ESC 2023 dan konsensus EHRA 2020 untuk menentukan apakah infeksi sudah pasti dan perlu pencabutan seluruh sistem.
Pemeriksaan Fisik
Dokter memeriksa kantong alat: kemerahan, bengkak, cairan, luka terbuka, atau alat yang tampak dari luar. Alat yang menembus kulit dianggap terinfeksi.
Kultur darah: umumnya tiga set diambil sebelum antibiotik dimulai untuk mencari kuman di aliran darah.
Ekokardiografi
TTE dan TEE lewat kerongkongan untuk mencari vegetasi, yaitu gumpalan kuman, pada kabel atau katup.
PET Scan Jantung
PET-CT FDG membantu menunjukkan infeksi di kantong alat atau sepanjang kabel bila hasil pemeriksaan lain belum jelas.
Pemeriksaan C-Reactive Protein
Penanda peradangan untuk menilai beratnya infeksi dan memantau respons pengobatan.
Pemeriksaan Darah Lengkap
Melihat jumlah sel darah putih dan tanda infeksi lain; bersama fungsi ginjal membantu dokter memilih antibiotik.
Kultur jaringan kantong dan ujung kabel: saat pencabutan, sampel dikirim ke laboratorium untuk memastikan kuman penyebab.
06 / Memahami kondisi
Pilihan Penanganan.
Penanganan ditentukan dokter setelah evaluasi. Kategori berikut membantu Anda memahami pembicaraan dengan dokter.
Pencabutan Seluruh Sistem
Generator dan semua kabel dicabut tanpa penundaan bila infeksi pasti, termasuk infeksi kantong saja, karena antibiotik tidak dapat membersihkan kuman pada alat.
Antibiotik Intravena
Dimulai setelah kultur darah diambil, lalu disesuaikan dengan kuman penyebab. Lamanya beberapa minggu, tergantung apakah infeksi terbatas di kantong atau sudah mengenai kabel dan katup.
Pemasangan Ulang Alat
Bila alat masih dibutuhkan, pemasangan ulang dilakukan setelah kultur darah negatif, umumnya di sisi tubuh yang lain.
Perangkat Alternatif
Pacemaker tanpa kabel atau ICD bawah kulit dapat dipertimbangkan pada orang tertentu untuk mengurangi risiko infeksi ulang.
Antibiotik Penekan Jangka Panjang
Hanya dipertimbangkan bila pencabutan alat tidak memungkinkan karena risiko tindakan sangat tinggi; tujuannya menekan, bukan menyembuhkan infeksi.
Perawatan Luka dan Kantong
Pembersihan kantong dan perawatan luka setelah pencabutan alat, dipantau sampai luka sembuh.
07 / Memahami kondisi
Komplikasi yang Perlu Dipantau.
Endokarditis Terkait Perangkat
Kuman menempel pada kabel atau katup trikuspid dan membentuk vegetasi yang dapat merusak katup.
Sepsis
Infeksi menyebar ke aliran darah dan mengganggu tekanan darah serta fungsi organ, sehingga memerlukan perawatan intensif.
Emboli Paru Septik
Gumpalan kuman dari kabel dapat terlepas ke paru dan menimbulkan sesak, nyeri dada, atau batuk.
Abses Kantong dan Erosi Kulit
Nanah terkumpul di kantong alat atau alat menembus kulit, sehingga perangkat harus dicabut.
Infeksi Berulang
Bila hanya sebagian sistem yang dicabut, kuman yang tersisa pada kabel dapat memicu infeksi kembali.
Kebutuhan Pacu Sementara
Setelah pencabutan, orang yang bergantung pada alat pacu memerlukan pacu sementara sampai alat baru dapat dipasang dengan aman.
08 / Memahami kondisi
Apa yang Bisa Dilakukan?
- Jaga luka tetap kering dan bersih sesuai arahan setelah pemasangan
- Jangan menekan, menggaruk, atau memutar-mutar alat di bawah kulit
- Periksa luka setiap hari selama minggu-minggu pertama
- Laporkan demam atau perubahan kulit di atas alat sebelum minum antibiotik
- Ikuti kontrol alat sesuai jadwal
- Kendalikan gula darah dan rawat penyakit penyerta lain
- Beri tahu dokter tentang infeksi kulit atau infeksi lain sebelum penggantian alat
09 / Memahami kondisi
Kapan Harus ke Dokter?
Hubungi dokter yang memasang alat atau datang lebih awal bila kulit di atas alat merah, bengkak, nyeri, hangat, mengeluarkan cairan, atau tampak menipis. Demam tanpa sebab jelas juga perlu diperiksa, walaupun kantong alat tampak normal. Kultur darah sebaiknya diambil sebelum Anda minum antibiotik, jadi jangan memulai antibiotik sendiri. Jangan menutup luka, memencet nanah, atau mengoleskan obat sendiri pada area alat.
Segera ke IGD bila:
- Demam tinggi disertai menggigil hebat
- Lemas berat, tekanan darah turun, atau kebingungan
- Sesak napas atau nyeri dada saat menarik napas
- Bagian alat atau kabel terlihat dari luar kulit
Jangan Menunggu bila Kondisinya Darurat.
Bila keluhan terasa berat atau muncul mendadak, segera ke IGD terdekat atau hubungi Heart Attack Center 1500 258, bukan menunggu janji temu.
10 / Pertanyaan umum
Hal yang Mungkin Anda Tanyakan.
Pertanyaan yang sering diajukan tentang infeksi pada pacemaker, ICD, CRT, dan kabelnya.
Apakah infeksi perangkat jantung bisa sembuh hanya dengan antibiotik?
Pada infeksi yang sudah pasti, umumnya tidak. Kuman membentuk lapisan pelindung pada permukaan alat dan kabel sehingga antibiotik sulit menjangkaunya, dan infeksi sering kambuh. Karena itu, pedoman menganjurkan pencabutan seluruh sistem disertai antibiotik. Pengecualiannya adalah infeksi luka di permukaan kulit yang belum mengenai kantong, yang dapat diobati dengan antibiotik dan dipantau ketat.
Apakah pencabutan kabel berbahaya?
Pencabutan kabel adalah tindakan besar, terutama bila kabel sudah tertanam lama dan menempel pada pembuluh darah atau dinding jantung. Risiko komplikasi berat ada, tetapi kecil bila dilakukan oleh tim yang berpengalaman dengan persiapan bedah jantung. Dokter menimbang risiko ini terhadap bahaya infeksi yang dibiarkan, yang dapat menyebar ke katup dan aliran darah.
Kapan alat baru boleh dipasang lagi?
Alat baru dipasang hanya bila masih dibutuhkan. Konsensus EHRA menganjurkan menunggu sampai kultur darah negatif setidaknya 72 jam setelah pencabutan, dan lebih lama, sekitar dua minggu, bila ada vegetasi pada katup. Alat baru biasanya dipasang di sisi tubuh yang lain. Selama menunggu, orang yang sangat bergantung pada alat pacu dapat memakai pacu sementara.
Bagaimana membedakan tanda infeksi dari nyeri biasa setelah pemasangan?
Nyeri ringan, sedikit memar, dan bengkak kecil dalam beberapa hari pertama setelah pemasangan biasanya normal dan berangsur membaik. Waspadai bila nyeri justru bertambah, kemerahan meluas, kulit terasa hangat, keluar cairan atau nanah, luka terbuka, atau muncul demam. Tanda yang muncul berminggu-minggu atau berbulan-bulan kemudian juga perlu diperiksa. Bila ragu, hubungi tim yang memasang alat.
Apa yang dilakukan untuk mencegah infeksi saat pemasangan alat?
Pencegahan dimulai sebelum tindakan: mengobati infeksi yang ada, mengatur obat pengencer darah untuk mengurangi risiko memar besar, dan memberi antibiotik pencegahan sesaat sebelum sayatan. Pada orang dengan risiko tinggi, dokter dapat memakai kantong antibakteri yang membungkus generator. Setelah pulang, perawatan luka yang baik dan kontrol tepat waktu ikut menurunkan risiko infeksi.
Apakah infeksi bisa muncul bertahun-tahun setelah pemasangan?
Bisa. Sebagian infeksi baru muncul berbulan-bulan sampai bertahun-tahun kemudian, misalnya karena kulit di atas alat menipis atau kuman dari infeksi lain menyebar lewat aliran darah dan menempel pada kabel. Karena itu, demam berulang tanpa sebab jelas pada pemakai pacemaker, ICD, atau CRT perlu diperiksa, termasuk kultur darah sebelum antibiotik dimulai.
Sumber dan Tinjauan Medis
Ditinjau secara medis oleh Dr. dr. Dicky A. Hanafy, Sp.JP(K).
- Blomstrom-Lundqvist C, Traykov V, Erba PA, et al. European Heart Rhythm Association (EHRA) international consensus document on how to prevent, diagnose, and treat cardiac implantable electronic device infections, endorsed by the Heart Rhythm Society (HRS), the Asia Pacific Heart Rhythm Society (APHRS), the Latin American Heart Rhythm Society (LAHRS), International Society for Cardiovascular Infectious Diseases (ISCVID) and the European Society of Clinical Microbiology and Infectious Diseases (ESCMID) in collaboration with the European Association for Cardio-Thoracic Surgery (EACTS). Europace. 2020;22(4):515-549.
- Delgado V, Ajmone Marsan N, de Waha S, et al. 2023 ESC Guidelines for the management of endocarditis. Eur Heart J. 2023;44(39):3948-4042.
- Baddour LM, Esquer Garrigos Z, Rizwan Sohail M, et al. Update on Cardiovascular Implantable Electronic Device Infections and Their Prevention, Diagnosis, and Management: A Scientific Statement From the American Heart Association. Circulation. 2024;149(2):e201-e216.
- Kusumoto FM, Schoenfeld MH, Wilkoff BL, et al. 2017 HRS expert consensus statement on cardiovascular implantable electronic device lead management and extraction. Heart Rhythm. 2017;14(12):e503-e551.
- Tarakji KG, Mittal S, Kennergren C, et al. Antibacterial Envelope to Prevent Cardiac Implantable Device Infection. N Engl J Med. 2019;380(20):1895-1905.
- Glikson M, Nielsen JC, Kronborg MB, et al. 2021 ESC Guidelines on cardiac pacing and cardiac resynchronization therapy. Eur Heart J. 2021;42(35):3427-3520.




