Langsung ke konten

Prosedur medis · Tindakan non-bedah

Terapi Resinkronisasi Jantung

Cardiac Resynchronization Therapy (CRT)

Pemasangan alat pacu jantung khusus dengan kabel ke bilik kanan dan kiri agar kedua bilik kembali berkontraksi serempak pada gagal jantung dengan gangguan hantaran.

Ditinjau secara medis olehDr. dr. Dicky A. Hanafy, Sp.JP(K), Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah
Terakhir diperbarui6 Oktober 2026
Ilustrasi CRT dengan perangkat di bawah tulang selangka dan tiga lead menuju atrium kanan, ventrikel kanan, serta vena di permukaan ventrikel kiri, disertai dua gelombang irama jantung yang sinkron.
Ilustrasi Terapi Resinkronisasi Jantung
Kelompok prosedur
Elektrofisiologi & Device, Intervensi Non-Bedah (Minimally Invasive)
Durasi tindakan
3 jam
Anestesi
Lokal
Rawat inap
Direncanakan

Jawaban singkat

Apa Itu Terapi Resinkronisasi Jantung?

Terapi resinkronisasi jantung atau CRT adalah pemasangan alat pacu jantung khusus pada gagal jantung dengan pompa lemah dan gangguan hantaran listrik. Kabelnya memacu bilik kanan dan kiri hampir bersamaan agar kontraksi kembali serempak, sehingga keluhan dan kemampuan beraktivitas dapat membaik. Pemasangan dengan bius lokal berlangsung sekitar 2 sampai 4 jam.

Sumber informasi

Mengenal Terapi Resinkronisasi Jantung

Apa Itu Terapi Resinkronisasi Jantung

Pada sebagian penderita gagal jantung, sinyal listrik terlambat sampai ke bilik kiri, misalnya karena blok berkas cabang kiri. Akibatnya, dinding bilik kiri tidak berkontraksi serempak, dan pompa jantung yang sudah lemah menjadi makin tidak efisien. Terapi resinkronisasi jantung, atau CRT, memakai alat pacu jantung khusus untuk menyelaraskan kembali kontraksi tersebut.

Cara Kerja Singkat

Alat CRT umumnya memakai tiga kabel: di serambi kanan, di bilik kanan, dan di vena pada permukaan bilik kiri yang dicapai lewat sinus koroner, yaitu muara vena jantung. Alat memacu kedua bilik hampir bersamaan pada hampir setiap denyut, sehingga kontraksi kembali serempak. Pada fibrilasi atrium, kabel serambi dapat tidak dipasang.

CRT-P dan CRT-D

CRT-P adalah alat resinkronisasi dengan fungsi pacu jantung saja, mirip pacemaker. CRT-D menggabungkan resinkronisasi dengan ICD, sehingga juga dapat menghentikan irama bilik yang berbahaya dengan kejutan listrik. Keduanya dibahas di halaman Pemasangan Pacemaker dan Defibrillator Kardioverter Implan (ICD). Dokter memilih jenisnya berdasarkan risiko kematian mendadak, penyebab gagal jantung, usia, dan keinginan Anda.

Siapa yang Mendapat Manfaat

CRT dianjurkan bagi penderita gagal jantung yang masih bergejala meski sudah minum obat sesuai pedoman, dengan fraksi ejeksi 35 persen atau kurang dan gelombang QRS yang lebar pada EKG, yaitu tanda sinyal menyebar lambat di bilik. Manfaatnya terutama pada QRS 150 milidetik atau lebih dengan pola blok berkas cabang kiri; pada QRS yang sempit, CRT tidak bermanfaat. CRT juga dipertimbangkan bagi penderita pompa jantung lemah yang perlu dipacu terus karena blok jantung, serta bagi pengguna pacemaker yang pompanya melemah. Pemeriksaannya dibahas di halaman Elektrokardiogram / EKG dan Ekokardiografi.

Hasil yang Dapat Diharapkan

Pada pasien yang sesuai, penelitian besar menunjukkan CRT mengurangi keluhan, meningkatkan kemampuan beraktivitas, menurunkan rawat inap karena gagal jantung, dan memperpanjang harapan hidup. Sebagian pasien tidak banyak membaik meski alat bekerja baik. CRT melengkapi, bukan menggantikan, obat gagal jantung, yang dibahas di halaman Manajemen Gagal Jantung.

Kapan Tindakan Ini Dipertimbangkan?

Dokter dapat mempertimbangkan tindakan ini pada keadaan berikut. Keputusan selalu ditetapkan setelah evaluasi menyeluruh.

  • Gagal Jantung dengan Blok Berkas Cabang KiriFraksi ejeksi 35 persen atau kurang, QRS 150 milidetik atau lebih, dan masih bergejala.
  • QRS Lebar dengan Pola LainQRS 130 sampai 149 milidetik atau pola selain blok berkas cabang kiri, setelah penilaian dokter.
  • Pompa Lemah yang Perlu Dipacu TerusBlok jantung derajat tinggi pada fraksi ejeksi rendah; CRT dipilih daripada pacuan bilik kanan saja.
  • Pompa Melemah setelah Memakai PacemakerPacuan bilik kanan yang sering dapat melemahkan pompa; alat dapat ditingkatkan menjadi CRT.
  • Fibrilasi Atrium dengan Gagal JantungPada pasien terpilih, misalnya bila simpul AV dinonaktifkan untuk mengendalikan denyut.
Tidak setiap pasien memerlukan tindakan ini. Tanyakan tujuan tindakan dan bagaimana hasilnya memengaruhi rencana perawatan Anda.
Keadaan yang Perlu Dipertimbangkan Lebih Dulu
  • QRS SempitQRS kurang dari 130 milidetik; CRT tidak bermanfaat dan dapat merugikan.
  • Obat Gagal Jantung Belum Cukup DicobaObat sesuai pedoman diberikan dulu, karena sebagian pompa jantung membaik dengan obat.
  • Harapan Hidup Sangat TerbatasMisalnya kurang dari 1 tahun karena penyakit berat lain, sehingga manfaatnya kecil.
  • Infeksi AktifPemasangan ditunda sampai infeksi teratasi untuk mencegah infeksi alat.

Apa yang Perlu Disiapkan?

Sebelum pemasangan, dokter memastikan Anda sudah mendapat obat gagal jantung sesuai pedoman selama beberapa bulan, lalu menilai ulang EKG dan ekokardiografi.

Puasa. Umumnya tidak makan dan minum sekitar 6 jam sebelum tindakan.

Obat. Obat pengencer darah, obat diabetes, dan obat pelancar kencing dapat disesuaikan pada hari tindakan. Ikuti petunjuk tim dan jangan menghentikan obat sendiri.

Fungsi ginjal. Tes darah dilakukan karena pemasangan kabel bilik kiri memakai zat kontras.

Mencegah infeksi. Kulit dada dibersihkan dan antibiotik diberikan lewat infus sekitar 1 jam sebelum tindakan. Sampaikan bila Anda demam atau sedang sakit.

Informasi untuk tim. Sampaikan alergi, terutama terhadap kontras, dan apakah Anda dapat berbaring telentang cukup lama tanpa sesak.

Belum jelas dengan instruksi persiapan? Tanyakan kepada tim sebelum menjalani tindakan.

Bagaimana Tindakan Dilakukan?

Pemasangan dilakukan di ruang kateterisasi dan berlangsung sekitar 2 sampai 4 jam, lebih lama daripada pacemaker biasa karena ada kabel bilik kiri. Kulit di bawah tulang selangka dibius lokal dan Anda diberi obat penenang.

Membuat Kantong Alat

Dokter membuat sayatan kecil di bawah tulang selangka dan membentuk kantong di bawah kulit atau otot dada.

Memasang Kabel Jantung Kanan

Kabel didorong lewat vena ke bilik kanan dengan panduan sinar-X dan, bila irama Anda bukan fibrilasi atrium, juga ke serambi kanan.

Memasang Kabel Bilik Kiri

Dokter memasukkan selang ke sinus koroner dan menyuntikkan kontras untuk melihat vena jantung. Kabel tipis lalu ditempatkan di vena yang sesuai di permukaan bilik kiri dan diuji agar tidak merangsang saraf diafragma. Bila tidak berhasil, dokter dapat memacu jalur hantaran jantung secara langsung atau, jarang, memasang kabel lewat operasi kecil.

Menyambung dan Mengatur Alat

Kabel disambung ke generator, alat dimasukkan ke kantong, dan luka dijahit. Alat diatur agar kedua bilik dipacu pada hampir setiap denyut.

Manfaat dan Risiko Perlu Dibahas Bersama.

Setiap tindakan medis memiliki manfaat dan risiko. Dokter menjelaskan keduanya sesuai keadaan Anda sebelum tindakan.

Manfaat yang Dapat Diharapkan

  • Keluhan Sesak dan Lelah BerkurangBanyak pasien dapat berjalan lebih jauh dan beraktivitas lebih nyaman.
  • Lebih Jarang Dirawat karena Gagal JantungPenelitian besar menunjukkan rawat inap karena gagal jantung berkurang.
  • Harapan Hidup Lebih PanjangPada pasien yang sesuai, CRT menurunkan angka kematian dibanding obat saja.
  • Pompa Jantung Dapat MembaikPada banyak pasien, ukuran bilik kiri mengecil dan fraksi ejeksi meningkat.
  • Perlindungan dari Kematian Mendadak pada CRT-DFungsi ICD di dalamnya dapat menghentikan irama bilik yang berbahaya.

Manfaat tindakan bukan janji kesembuhan. Tanyakan bagaimana hasilnya memengaruhi rencana perawatan Anda.

Risiko yang Perlu Diketahui

  • Kabel Bilik Kiri BergeserLebih sering dibanding kabel lain dan dapat memerlukan tindakan ulang.
  • Kedutan Diafragma atau CegukanAkibat kabel bilik kiri merangsang saraf; biasanya diatasi dengan mengubah pengaturan.
  • Kabel Bilik Kiri Tidak Dapat DipasangBila vena jantung tidak sesuai; dipakai cara lain seperti pacuan jalur hantaran.
  • Infeksi AlatJarang; bila terjadi, seluruh alat dan kabel biasanya perlu diangkat.
  • Memar atau Bengkak Berisi DarahLebih mungkin pada pengguna obat pengencer darah; umumnya membaik dengan penekanan.
  • Gangguan Ginjal karena KontrasJarang; fungsi ginjal diperiksa sebelum dan sesudah tindakan.

Risiko setiap orang dapat berbeda. Penjelasan lengkap dan persetujuan tindakan diberikan setelah evaluasi individual.

Bagaimana Pemulihannya?

Umumnya pasien menginap 1 sampai 2 malam. Sebelum pulang, alat diperiksa, foto rontgen dada dilakukan, dan Anda menerima kartu identitas alat.

Luka dan lengan. Jaga luka tetap kering sekitar 1 minggu. Hindari mengangkat lengan di sisi alat lebih tinggi dari bahu dan mengangkat beban berat selama sekitar 4 sampai 6 minggu.

Obat gagal jantung. Tetap diminum. Dosisnya dapat disesuaikan setelah keadaan membaik.

Menilai hasil. Perbaikan keluhan sering terasa dalam beberapa minggu sampai bulan. Ekokardiografi biasanya diulang sekitar 3 sampai 6 bulan setelah pemasangan, dan pengaturan alat dapat disesuaikan.

Kontrol alat. Pemeriksaan berkala di klinik dan dari rumah, yang dibahas di halaman Pemantauan Jantung Jarak Jauh. Alat perlu memacu hampir setiap denyut agar bermanfaat, sehingga aritmia yang mengganggu pacuan juga ditangani.

Tanda yang perlu diwaspadai. Segera ke IGD bila Anda mengalami:

  • Sesak napas yang makin berat, terutama saat berbaring
  • Bengkak tungkai atau berat badan naik cepat dalam beberapa hari
  • Pusing berat atau pingsan
  • Kejutan dari CRT-D yang berulang atau disertai nyeri dada
  • Luka merah, bengkak, bernanah, atau disertai demam
  • Cegukan terus-menerus atau kedutan otot perut

Kenali Tanda yang Perlu Segera Ditangani.

Ikuti arahan tim tentang tanda yang perlu diwaspadai. Bila muncul keluhan berat atau mendadak setelah tindakan, segera ke IGD terdekat atau hubungi Heart Attack Center 1500 258.

Dokter dan Dukungan Tindakan

Dokter berikut tercantum untuk tindakan ini. Urutan menurut nama, bukan peringkat.

Dr. dr. Dicky A. Hanafy, Sp.JP(K)

Aritmia & Elektrofisiologi

Arrhythmia and Device Center +1 center

Fokus klinisElektrofisiologi dan Ablasi Aritmia · Pemasangan Pacemaker dan ICD

Lihat Profil

Dr. dr. Faris Basalamah, Sp.JP(K)

Kardiologi Intervensi

Coronary Intervention Procedures +1 center

Fokus klinisIntervensi Koroner Kompleks · Elektrofisiologi Jantung

Lihat Profil

dr. Sunu B. Raharjo, Sp.JP(K), Ph.D.

Aritmia & Elektrofisiologi

Arrhythmia and Device Center

Fokus klinisElektrofisiologi Klinis dan Intervensi · Ablasi Aritmia Jantung

Lihat Profil
Teknologi

Electrophysiology (EP) Laboratory

Ruang tindakan khusus untuk studi elektrofisiologi, ablasi kateter, dan pemasangan perangkat irama jantung seperti pacemaker dan…

Ketersediaan teknologi dan dukungan pemeriksaan dikonfirmasi bersama tim. Teknologi dipilih sesuai kebutuhan klinis.

Sebelum Merencanakan Tindakan.

Pertanyaan yang sering diajukan tentang terapi resinkronisasi jantung.

Apa bedanya CRT dengan pacemaker biasa?

Pacemaker biasa umumnya memacu bilik kanan untuk mengatasi denyut yang terlalu lambat. CRT memacu bilik kanan dan kiri hampir bersamaan untuk menyelaraskan kontraksi pada pompa jantung yang lemah, walaupun denyut Anda tidak lambat. Karena itu, CRT memerlukan kabel tambahan di permukaan bilik kiri. Pacemaker biasa dibahas di halaman Pemasangan Pacemaker.

Apakah saya perlu CRT-P atau CRT-D?

CRT-D dipertimbangkan bila risiko kematian mendadak tinggi, misalnya pada pompa jantung lemah akibat serangan jantung lama atau setelah pernah mengalami takikardia ventrikel. CRT-P dapat dipilih pada usia lanjut, penyakit berat lain, atau sesuai keinginan pasien setelah berdiskusi. Dokter menimbang manfaat fungsi kejut terhadap ukuran alat, umur baterai, dan kemungkinan kejutan yang tidak diperlukan.

Kapan saya merasakan manfaatnya?

Sebagian pasien merasa lebih ringan bernapas dalam beberapa minggu, sedangkan perbaikan pompa jantung biasanya dinilai setelah 3 sampai 6 bulan dengan ekokardiografi. Sebagian pasien tidak banyak membaik meski alat bekerja baik. Bila demikian, dokter memeriksa pengaturan alat, posisi kabel, aritmia yang mengganggu pacuan, dan obat gagal jantung Anda.

Apakah setelah CRT saya bisa berhenti minum obat gagal jantung?

Tidak. CRT melengkapi obat gagal jantung, bukan menggantikannya. Obat tetap diperlukan untuk melindungi jantung, dan dosisnya sering justru dapat dinaikkan karena alat menjaga denyut tidak terlalu lambat. Jangan menghentikan atau mengurangi obat tanpa berkonsultasi dengan dokter. Pengobatan gagal jantung dibahas di halaman Manajemen Gagal Jantung.

Apakah pemasangan CRT terasa sakit dan berapa lama dirawat?

Kulit dibius lokal dan Anda diberi obat penenang, sehingga umumnya hanya terasa tusukan awal dan rasa tertekan. Tindakan berlangsung sekitar 2 sampai 4 jam karena kabel bilik kiri perlu ditempatkan dengan cermat. Sebagian besar pasien menginap 1 sampai 2 malam. Luka terasa nyeri ringan beberapa hari dan dapat diatasi dengan obat pereda nyeri.

Berapa lama baterai CRT bertahan?

Umumnya sekitar 5 sampai 10 tahun, bergantung pada jenis alat dan pengaturannya. CRT-D biasanya lebih cepat habis daripada CRT-P karena memerlukan tenaga untuk fungsi kejut, dan CRT memacu hampir setiap denyut. Sisa baterai dipantau setiap kontrol, dan penggantian generator direncanakan sebelum baterai habis lewat tindakan kecil dengan bius lokal.

Sumber dan Tinjauan Medis

Ditinjau secara medis oleh Dr. dr. Dicky A. Hanafy, Sp.JP(K).

  1. Glikson M, Nielsen JC, Kronborg MB, dkk. 2021 ESC Guidelines on cardiac pacing and cardiac resynchronization therapy. Eur Heart J. 2021;42(35):3427-3520.
  2. McDonagh TA, Metra M, Adamo M, dkk. 2021 ESC Guidelines for the diagnosis and treatment of acute and chronic heart failure. Eur Heart J. 2021;42(36):3599-3726.
  3. Chung MK, Patton KK, Lau CP, dkk. 2023 HRS/APHRS/LAHRS guideline on cardiac physiologic pacing for the avoidance and mitigation of heart failure. Heart Rhythm. 2023;20(9):e17-e91.
  4. Cleland JGF, Daubert JC, Erdmann E, dkk. The Effect of Cardiac Resynchronization on Morbidity and Mortality in Heart Failure. N Engl J Med. 2005;352(15):1539-1549.
  5. Bristow MR, Saxon LA, Boehmer J, dkk. Cardiac-Resynchronization Therapy with or without an Implantable Defibrillator in Advanced Chronic Heart Failure. N Engl J Med. 2004;350(21):2140-2150.
  6. Tang ASL, Wells GA, Talajic M, dkk. Cardiac-Resynchronization Therapy for Mild-to-Moderate Heart Failure. N Engl J Med. 2010;363(25):2385-2395.
  7. Ruschitzka F, Abraham WT, Singh JP, dkk. Cardiac-Resynchronization Therapy in Heart Failure with a Narrow QRS Complex. N Engl J Med. 2013;369(15):1395-1405.

Langkah berikutnya

Bahas Tindakan Ini dengan Lebih Jelas.

Konsultasikan tujuan, manfaat, dan risiko tindakan sebelum menentukan langkah berikutnya.

Konteks konsultasi: Terapi Resinkronisasi Jantung

Informasi di halaman ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan konsultasi, diagnosis, atau pengobatan medis. Untuk keluhan kesehatan Anda, konsultasikan langsung dengan dokter.

Kembali ke Semua Prosedur