Langsung ke konten

Teknologi intervensi

Electrophysiology (EP) Laboratory

Laboratorium Elektrofisiologi, Lab EP, Ruang Tindakan Elektrofisiologi

Ruang tindakan khusus untuk studi elektrofisiologi, ablasi kateter, dan pemasangan perangkat irama jantung seperti pacemaker dan ICD. Ruang ini dilengkapi sinar-X, sistem perekam sinyal listrik dari dalam jantung, dan sistem pemetaan tiga dimensi.

Penggunaan teknologi ditentukan setelah evaluasi dokter.

Tentang Teknologi Ini.

Terakhir diperbarui19 Oktober 2026
Ringkasan

Electrophysiology (EP) Laboratory adalah ruang tindakan khusus untuk memeriksa dan menangani gangguan irama jantung. Di ruang ini dokter melakukan studi elektrofisiologi, ablasi kateter, dan pemasangan perangkat seperti pacemaker, ICD, dan alat resinkronisasi jantung. Tindakan dilakukan melalui pembuluh darah atau sayatan kecil, dipandu sinar-X dan rekaman sinyal listrik dari dalam jantung.

Apa Itu Electrophysiology (EP) Laboratory?

Elektrofisiologi adalah bidang ilmu tentang sistem listrik jantung, yaitu sinyal yang mengatur kapan dan seberapa cepat jantung berdetak. Electrophysiology (EP) Laboratory, atau EP Lab, adalah ruang tindakan yang disiapkan khusus untuk memeriksa dan menangani gangguan irama jantung (aritmia). Di Heartology, ruang ini menjadi bagian dari Arrhythmia and Device Center.

Tindakan yang Dilakukan di Ruang Ini

  • Studi elektrofisiologi. Kateter tipis dimasukkan melalui pembuluh darah ke dalam jantung untuk merekam sinyal listriknya dan mencari sumber aritmia.
  • Ablasi kateter. Area kecil jaringan jantung yang menjadi sumber atau jalur aritmia dinonaktifkan dengan energi dari ujung kateter.
  • Pemasangan perangkat. Pacemaker (alat pacu jantung), ICD (alat kejut jantung yang ditanam), dan alat terapi resinkronisasi jantung (CRT) ditanam di bawah kulit dada, dengan kabel (lead) yang menuju jantung.
  • Tindakan perangkat lain, seperti perekam irama yang ditanam di bawah kulit (loop recorder) atau ekstraksi lead (pengangkatan kabel perangkat).

Peralatan dan Tim

Ruang ini dilengkapi mesin sinar-X (fluoroskopi) untuk melihat posisi kateter, sistem perekam yang menampilkan sinyal listrik dari dalam jantung, alat pemberi rangsang listrik untuk memancing aritmia secara terkendali, defibrilator, dan sistem pemetaan tiga dimensi. Pemetaan dan energi ablasi dijelaskan di halaman EnSite X EP System, HD Grid 3D Mapping System, dan FARAPULSE.

Tindakan dipimpin dokter spesialis jantung dan pembuluh darah dengan keahlian elektrofisiologi, dibantu perawat, radiografer, dan teknisi yang mengoperasikan sistem perekam dan pemetaan. Bila diperlukan sedasi dalam atau bius umum, dokter anestesi ikut menangani.

Alur Pasien di EP Lab

Sebelum tindakan, dokter menjelaskan tujuan, manfaat, dan risikonya, lalu Anda menandatangani persetujuan. Anda umumnya diminta berpuasa beberapa jam. Beberapa obat, misalnya obat pengencer darah atau obat irama jantung, mungkin perlu disesuaikan; jangan menghentikan obat tanpa arahan dokter.

Di ruang tindakan, Anda berbaring di meja tindakan dan dipasangi alat pemantau. Untuk studi elektrofisiologi dan ablasi, kateter umumnya dimasukkan melalui pembuluh darah di lipat paha dengan bius lokal, disertai obat penenang atau bius umum sesuai jenis tindakan. Untuk pemasangan perangkat, dokter membuat sayatan kecil di bawah tulang selangka.

Setelah tindakan, Anda dipantau di ruang perawatan. Bila kateter masuk melalui lipat paha, Anda perlu berbaring beberapa jam agar lokasi tusukan tidak berdarah.

Risiko dan Keputusan Dokter

Seperti tindakan lain melalui kateter, risiko yang mungkin terjadi antara lain memar atau perdarahan di lokasi tusukan. Komplikasi yang lebih serius, seperti penumpukan cairan di kantong jantung (tamponade), jarang terjadi. Pada pemasangan perangkat, risikonya termasuk infeksi dan pergeseran kabel. Jenis tindakan yang sesuai ditentukan dokter setelah menilai keluhan, rekaman EKG, dan hasil pemeriksaan Anda.

Kegunaan dan Manfaatnya.

Kesesuaian teknologi ini untuk kondisi Anda ditentukan dokter setelah evaluasi.

  • Mencari sumber dan jalur gangguan irama jantung melalui studi elektrofisiologi
  • Ablasi kateter untuk takikardia supraventrikular, kepak atrium (atrial flutter), dan fibrilasi atrium
  • Ablasi aritmia dari bilik jantung, seperti denyut ekstra ventrikel dan takikardia ventrikel
  • Pemasangan pacemaker untuk detak jantung yang terlalu lambat
  • Pemasangan ICD bagi pasien dengan risiko aritmia berbahaya
  • Pemasangan alat terapi resinkronisasi jantung (CRT) pada gagal jantung tertentu
  • Pemasangan perekam irama implan dan ekstraksi lead bila diperlukan

Manfaat bagi Penilaian Dokter

01

Satu Ruang untuk Diagnosis dan Terapi Irama

Studi elektrofisiologi dan ablasi dapat dilakukan dalam satu tindakan, sehingga sumber aritmia yang ditemukan dapat langsung ditangani bila dokter menilainya sesuai.

02

Sinyal Listrik Direkam dari Dalam Jantung

Kateter merekam sinyal dari beberapa titik di dalam jantung, memberi informasi yang tidak terlihat pada EKG biasa dari permukaan kulit.

03

Pemetaan Tiga Dimensi untuk Aritmia Kompleks

Sistem pemetaan membentuk model ruang jantung di layar dan menampilkan posisi kateter, sehingga pemakaian sinar-X dapat dikurangi.

04

Pemantauan Terus-Menerus Selama Tindakan

Irama jantung, tekanan darah, dan kadar oksigen Anda dipantau sepanjang tindakan, dengan defibrilator yang siap dipakai bila muncul irama berbahaya.

Informasi Teknis Singkat
Jenis fasilitas
Ruang tindakan elektrofisiologi dan pemasangan perangkat irama jantung
Tindakan utama
Studi elektrofisiologi, ablasi kateter, pemasangan pacemaker, ICD, dan CRT
Panduan tindakan
Sinar-X (fluoroskopi) dan sistem pemetaan tiga dimensi
Pembiusan yang umum dipakai
Bius lokal dengan obat penenang; bius umum pada tindakan tertentu
Lokasi layanan
Arrhythmia and Device Center

Tim dokter

Diskusikan Kebutuhan Anda.

Semua Dokter

Dokter yang terkait dengan layanan teknologi ini, urut menurut nama, bukan peringkat.

Dr. dr. Dicky A. Hanafy, Sp.JP(K)

Aritmia & Elektrofisiologi

Arrhythmia and Device Center +1 center

Fokus klinisElektrofisiologi dan Ablasi Aritmia · Pemasangan Pacemaker dan ICD

Lihat Profil

Dr. dr. Faris Basalamah, Sp.JP(K)

Kardiologi Intervensi

Coronary Intervention Procedures +1 center

Fokus klinisIntervensi Koroner Kompleks · Elektrofisiologi Jantung

Lihat Profil

dr. Sunu B. Raharjo, Sp.JP(K), Ph.D.

Aritmia & Elektrofisiologi

Arrhythmia and Device Center

Fokus klinisElektrofisiologi Klinis dan Intervensi · Ablasi Aritmia Jantung

Lihat Profil

Pertanyaan yang Sering Diajukan.

Jawaban singkat untuk pertanyaan yang sering muncul sebelum tindakan di EP Lab; untuk keadaan Anda secara khusus, silakan tanyakan kepada dokter.

Apa bedanya EP Lab dengan Cath Lab?

Keduanya ruang tindakan dengan sinar-X untuk tindakan melalui kateter. Cath Lab terutama dipakai untuk memeriksa dan membuka pembuluh darah koroner yang menyempit. EP Lab dilengkapi sistem perekam sinyal listrik dari dalam jantung, alat pemberi rangsang listrik, dan sistem pemetaan tiga dimensi, sehingga dipakai untuk mencari dan menangani gangguan irama jantung serta memasang perangkat irama seperti pacemaker dan ICD.

Apakah saya akan dibius, dan apakah tindakannya sakit?

Banyak tindakan dilakukan dengan bius lokal di lokasi tusukan atau sayatan, disertai obat penenang agar Anda lebih nyaman. Beberapa tindakan, misalnya ablasi fibrilasi atrium, umumnya memakai sedasi dalam atau bius umum. Anda mungkin merasakan tekanan di lokasi tusukan, atau jantung berdebar saat dokter sengaja memancing aritmia untuk diperiksa. Rasa ini biasanya singkat, dan tim memantau Anda sepanjang tindakan.

Apa yang perlu saya siapkan sebelum tindakan?

Umumnya Anda diminta berpuasa beberapa jam sebelum tindakan. Bawa daftar obat, rekaman EKG atau Holter, dan hasil pemeriksaan jantung sebelumnya. Obat pengencer darah dan obat irama jantung mungkin perlu dihentikan sementara atau disesuaikan, tetapi jangan mengubahnya tanpa arahan dokter. Datanglah bersama pendamping, karena Anda tidak boleh menyetir sendiri setelah tindakan. Petugas akan memberi instruksi sesuai jadwal Anda.

Berapa lama tindakannya, dan apakah saya perlu menginap?

Lama tindakan bergantung pada jenisnya. Studi elektrofisiologi dan ablasi aritmia yang sederhana umumnya berlangsung sekitar satu sampai tiga jam, sedangkan ablasi yang lebih kompleks dapat lebih lama. Pemasangan pacemaker umumnya sekitar satu sampai dua jam. Banyak pasien menginap setidaknya satu malam untuk pemantauan. Perkiraan untuk keadaan Anda akan dijelaskan dokter atau petugas sebelum tindakan.

Siapa yang memerlukan tindakan di EP Lab?

Tindakan di EP Lab biasanya direncanakan untuk pasien dengan gangguan irama jantung yang sudah tercatat atau kuat dicurigai, misalnya berdebar berulang, detak jantung terlalu lambat, pingsan yang diduga berhubungan dengan irama jantung, atau risiko henti jantung. Dokter menilainya dari keluhan, EKG, Holter, dan echo. Bila berdebar disertai pingsan, nyeri dada hebat, atau sesak berat, segera datang ke IGD.

Sumber Informasi 4 referensi
  1. Haines DE, Beheiry S, Akar JG, dkk. Heart Rhythm Society expert consensus statement on electrophysiology laboratory standards: process, protocols, equipment, personnel, and safety. Heart Rhythm. 2014;11(8):e9-e51.
  2. Glikson M, Nielsen JC, Kronborg MB, dkk. 2021 ESC Guidelines on cardiac pacing and cardiac resynchronization therapy. Eur Heart J. 2021;42(35):3427-3520.
  3. Brugada J, Katritsis DG, Arbelo E, dkk. 2019 ESC Guidelines for the management of patients with supraventricular tachycardia. Eur Heart J. 2020;41(5):655-720.
  4. Zeppenfeld K, Tfelt-Hansen J, de Riva M, dkk. 2022 ESC Guidelines for the management of patients with ventricular arrhythmias and the prevention of sudden cardiac death. Eur Heart J. 2022;43(40):3997-4126.

Langkah berikutnya

Mulai dari Kebutuhan Anda.

Diskusikan keluhan dan hasil pemeriksaan sebelumnya. Dokter membantu menentukan pemeriksaan atau tindakan yang relevan.

Kembali ke Katalog Teknologi