Jawaban singkat
Apa Itu Pemasangan Pacemaker?
Pemasangan pacemaker adalah tindakan menanam alat pacu jantung kecil di bawah kulit dada, di bawah tulang selangka. Alat ini terhubung ke jantung lewat kabel tipis dan memberi sinyal listrik saat denyut terlalu lambat atau terhenti sejenak. Tindakan dilakukan dengan bius lokal, berlangsung sekitar 1 sampai 2 jam, dan biasanya disertai menginap satu malam.
Sumber informasi01 / Memahami tindakan
Mengenal Pemasangan Pacemaker
Apa Itu Pemasangan Pacemaker
Pacemaker atau alat pacu jantung adalah alat kecil bertenaga baterai yang menjaga agar denyut jantung tidak terlalu lambat. Alat ini dipakai bila pengatur irama alami jantung melemah atau sinyal listrik dari serambi ke bilik terhambat, yang disebut blok jantung. Akibatnya denyut menjadi lambat atau terhenti sejenak, sehingga Anda dapat merasa lemas, pusing, sesak, atau pingsan.
Cara Kerja Singkat
Alat terdiri atas generator kecil berisi baterai dan rangkaian elektronik, serta satu atau dua kabel tipis yang ujungnya menempel di serambi kanan, bilik kanan, atau keduanya. Alat terus memantau denyut jantung dan hanya mengirim sinyal listrik saat denyut alami terlalu lambat. Banyak alat juga dilengkapi sensor yang menaikkan denyut saat Anda bergerak.
Pacu Jantung Sementara dan Menetap
Pada keadaan darurat, dokter dapat memasang pacu jantung sementara, yaitu kabel yang dimasukkan lewat vena dan dihubungkan ke alat di luar tubuh. Cara ini dipakai beberapa hari sampai penyebabnya pulih, misalnya efek obat atau gangguan kalium, atau sampai alat pacu jantung yang ditanam dapat dipasang. Pacu jantung menetap berarti alat ditanam di bawah kulit dan dipakai jangka panjang; inilah yang dibahas di sini.
Jenis Alat
Pacemaker satu kabel dipakai, misalnya, pada fibrilasi atrium dengan denyut lambat, sedangkan pacemaker dua kabel menjaga urutan kerja serambi dan bilik. Pada sebagian pasien, ujung kabel ditempatkan langsung di jalur hantaran jantung agar kontraksi lebih alami. Ada pula pacemaker tanpa kabel, berupa kapsul kecil yang dimasukkan lewat vena di lipat paha dan ditanam langsung di bilik kanan. Bila pompa jantung lemah, dokter dapat memilih alat resinkronisasi, yang dibahas di halaman Terapi Resinkronisasi Jantung.
Hidup dengan Pacemaker
Baterai umumnya bertahan sekitar 7 sampai 12 tahun, bergantung pada jenis alat dan seberapa sering alat bekerja. Saat hampir habis, generator diganti lewat tindakan kecil, sedangkan kabel biasanya tetap dipakai. Alat diperiksa berkala di klinik atau dari rumah, yang dibahas di halaman Pemantauan Jantung Jarak Jauh.
Pacemaker mengatasi denyut yang terlalu lambat, tetapi tidak menghentikan irama yang terlalu cepat dan berbahaya. Untuk itu dipakai ICD, yang dibahas di halaman Kematian Jantung Mendadak dan Defibrillator Kardioverter Implan (ICD).
02 / Memahami tindakan
Kapan Tindakan Ini Dipertimbangkan?
Dokter dapat mempertimbangkan tindakan ini pada keadaan berikut. Keputusan selalu ditetapkan setelah evaluasi menyeluruh.
- Blok Jantung Derajat TinggiSinyal dari serambi ke bilik terhambat sebagian besar atau seluruhnya, dengan atau tanpa keluhan.
- Gangguan Simpul Sinus dengan KeluhanDenyut lambat atau jeda panjang yang menyebabkan lemas, pusing, atau pingsan.
- Sindrom Takikardia-BradikardiaDenyut bergantian cepat dan lambat; alat menjaga denyut saat obat penurun denyut diperlukan.
- Fibrilasi Atrium dengan Denyut LambatDenyut sangat lambat yang menimbulkan keluhan, atau setelah ablasi simpul AV.
- Gangguan Hantaran setelah Tindakan JantungMisalnya setelah operasi katup atau implan katup aorta transkateter, bila tidak pulih.
- Pingsan Refleks BerulangPada sebagian orang dewasa dengan jeda jantung panjang yang terekam saat pingsan.
Keadaan yang Perlu Dipertimbangkan Lebih Dulu
- Penyebab yang Dapat PulihMisalnya efek obat, kalium tinggi, atau tiroid kurang aktif; penyebabnya diatasi lebih dulu.
- Denyut Lambat tanpa KeluhanMisalnya pada atlet atau saat tidur, yang umumnya tidak memerlukan alat.
- Infeksi AktifPemasangan ditunda; bila perlu dipakai pacu jantung sementara sampai infeksi teratasi.
- Perdarahan yang Belum TerkendaliRisiko bengkak berisi darah di kantong alat meningkat; obat dan pembekuan diatur dulu.
03 / Sebelum tindakan
Apa yang Perlu Disiapkan?
Pemasangan biasanya terjadwal, tetapi dapat dilakukan segera bila denyut sangat lambat. Tim menjelaskan jenis alat yang dipilih dan alasannya.
Puasa. Umumnya tidak makan dan minum sekitar 6 jam sebelum tindakan.
Obat pengencer darah. Warfarin sering tetap diminum dengan target INR tertentu, sedangkan antikoagulan oral langsung dapat dihentikan 1 sampai 2 hari. Ikuti petunjuk dokter dan jangan menghentikannya sendiri.
Pemeriksaan sebelum tindakan. Tes darah, termasuk fungsi ginjal dan kalium, EKG, dan bila perlu ekokardiografi.
Mencegah infeksi. Kulit dada dibersihkan dan antibiotik diberikan lewat infus sekitar 1 jam sebelum tindakan. Sampaikan bila Anda demam atau sedang sakit.
Informasi untuk tim. Sampaikan alergi dan tangan yang lebih sering Anda pakai, karena alat umumnya dipasang di sisi yang lain.
Belum jelas dengan instruksi persiapan? Tanyakan kepada tim sebelum menjalani tindakan.
04 / Saat tindakan
Bagaimana Tindakan Dilakukan?
Pemasangan dilakukan di ruang kateterisasi atau ruang tindakan dan berlangsung sekitar 1 sampai 2 jam. Kulit di bawah tulang selangka dibius lokal dan obat penenang ringan dapat diberikan, sehingga Anda tetap sadar. Pada pacemaker tanpa kabel, kapsul dimasukkan lewat vena di lipat paha tanpa sayatan di dada.
Membuat Kantong Alat
Dokter membuat sayatan sekitar 4 sampai 6 sentimeter di bawah tulang selangka, lalu membentuk kantong kecil di bawah kulit untuk generator.
Memasukkan Kabel
Kabel didorong lewat vena di bawah tulang selangka ke jantung dengan panduan sinar-X. Ujungnya ditempelkan di dinding serambi atau bilik kanan.
Menguji dan Menyambung Alat
Dokter mengukur sinyal jantung dan kekuatan rangsangan yang diperlukan. Setelah hasilnya baik, kabel disambung ke generator dan alat dimasukkan ke kantong.
Menutup Luka dan Mengatur Alat
Luka dijahit, sering dengan benang yang larut sendiri. Alat diatur sesuai kebutuhan Anda, lalu foto rontgen dada dilakukan untuk memastikan posisi kabel dan keadaan paru.
05 / Manfaat dan risiko
Manfaat dan Risiko Perlu Dibahas Bersama.
Setiap tindakan medis memiliki manfaat dan risiko. Dokter menjelaskan keduanya sesuai keadaan Anda sebelum tindakan.
Manfaat yang Dapat Diharapkan
- Keluhan Denyut Lambat BerkurangLemas, pusing, sesak, dan rasa mau pingsan akibat denyut lambat umumnya membaik.
- Mencegah Pingsan karena Jeda JantungMengurangi risiko jatuh dan cedera akibat pingsan mendadak.
- Denyut Menyesuaikan AktivitasSensor di alat dapat menaikkan denyut saat Anda berjalan atau naik tangga.
- Obat Penurun Denyut Dapat DipakaiPada sindrom takikardia-bradikardia, obat untuk irama cepat dapat diminum dengan lebih aman.
- Tindakan dengan Bius LokalSayatan kecil di bawah tulang selangka, dengan pemulihan dalam hitungan hari.
Manfaat tindakan bukan janji kesembuhan. Tanyakan bagaimana hasilnya memengaruhi rencana perawatan Anda.
Risiko yang Perlu Diketahui
- Memar atau Bengkak Berisi DarahLebih mungkin pada pengguna obat pengencer darah; umumnya membaik dengan penekanan.
- Kabel BergeserKadang perlu tindakan ulang untuk memperbaiki posisi kabel, terutama pada minggu awal.
- Infeksi AlatJarang; bila terjadi, seluruh alat dan kabel biasanya perlu diangkat.
- Udara di Rongga DadaJarang; terjadi bila paru tertusuk saat mencari vena, kadang perlu selang dada.
- Lubang di Dinding JantungSangat jarang; dapat menimbulkan cairan di selaput jantung yang perlu dikeluarkan.
- Bengkak Lengan karena Bekuan VenaJarang; umumnya ditangani dengan obat pengencer darah.
Risiko setiap orang dapat berbeda. Penjelasan lengkap dan persetujuan tindakan diberikan setelah evaluasi individual.
06 / Setelah tindakan
Bagaimana Pemulihannya?
Umumnya pasien menginap satu malam. Sebelum pulang, alat diperiksa dan Anda menerima kartu identitas alat.
Luka. Jaga luka tetap kering sekitar 1 minggu dan ikuti petunjuk mandi dari tim. Memar ringan di sekitar luka wajar.
Gerakan lengan. Hindari mengangkat lengan di sisi alat lebih tinggi dari bahu dan mengangkat beban berat selama sekitar 4 sampai 6 minggu, agar kabel tidak bergeser.
Aktivitas dan menyetir. Kegiatan ringan dapat dimulai dalam beberapa hari. Menyetir umumnya boleh kembali setelah sekitar 1 minggu bila tidak ada keluhan pingsan, sesuai anjuran dokter.
Kontrol alat. Pemeriksaan pertama sekitar 1 sampai 3 bulan setelah pemasangan, lalu berkala setiap 6 sampai 12 bulan di klinik atau dari rumah.
Peralatan sehari-hari. Ponsel aman dipakai; simpan sekitar 15 sentimeter dari alat. Tunjukkan kartu alat di pemeriksaan keamanan bandara. MRI dapat dilakukan pada sebagian alat dengan pengaturan khusus.
Tanda yang perlu diwaspadai. Segera ke IGD bila Anda mengalami:
- Luka merah, bengkak, hangat, bernanah, atau disertai demam
- Bengkak di kantong alat yang terus membesar
- Pusing berat, pingsan, atau denyut kembali sangat lambat
- Sesak napas atau nyeri dada
- Cegukan terus-menerus atau kedutan otot dada dan perut
- Lengan di sisi alat bengkak
Kenali Tanda yang Perlu Segera Ditangani.
Ikuti arahan tim tentang tanda yang perlu diwaspadai. Bila muncul keluhan berat atau mendadak setelah tindakan, segera ke IGD terdekat atau hubungi Heart Attack Center 1500 258.
07 / Tim dan dukungan
Dokter dan Dukungan Tindakan
Dokter berikut tercantum untuk tindakan ini. Urutan menurut nama, bukan peringkat.

Dr. dr. Dicky A. Hanafy, Sp.JP(K)
Aritmia & Elektrofisiologi
Arrhythmia and Device Center +1 center
Fokus klinisElektrofisiologi dan Ablasi Aritmia · Pemasangan Pacemaker dan ICD
Lihat Profil
Dr. dr. Faris Basalamah, Sp.JP(K)
Kardiologi Intervensi
Coronary Intervention Procedures +1 center
Fokus klinisIntervensi Koroner Kompleks · Elektrofisiologi Jantung
Lihat Profil
dr. Sunu B. Raharjo, Sp.JP(K), Ph.D.
Aritmia & Elektrofisiologi
Arrhythmia and Device Center
Fokus klinisElektrofisiologi Klinis dan Intervensi · Ablasi Aritmia Jantung
Lihat ProfilHolter Monitoring System
Perekam EKG kecil yang dibawa beraktivitas untuk memantau irama jantung tanpa putus selama 24 sampai 48 jam atau lebih. Membantu…
Electrophysiology (EP) Laboratory
Ruang tindakan khusus untuk studi elektrofisiologi, ablasi kateter, dan pemasangan perangkat irama jantung seperti pacemaker dan…
Ketersediaan teknologi dan dukungan pemeriksaan dikonfirmasi bersama tim. Teknologi dipilih sesuai kebutuhan klinis.
08 / Pertanyaan umum
Sebelum Merencanakan Tindakan.
Pertanyaan yang sering diajukan tentang pemasangan pacemaker dan hidup dengan alat pacu jantung.
Apakah pemasangan pacemaker terasa sakit?
Kulit dibius lokal, sehingga yang terasa umumnya hanya tusukan awal dan rasa tertekan saat kantong alat dibuat. Obat penenang ringan dapat diberikan agar Anda lebih tenang. Setelah bius hilang, luka terasa nyeri ringan selama beberapa hari dan biasanya cukup diatasi dengan obat pereda nyeri biasa.
Berapa lama baterai pacemaker bertahan?
Umumnya sekitar 7 sampai 12 tahun, bergantung pada jenis alat, pengaturan, dan seberapa sering alat bekerja. Sisa baterai diperiksa setiap kontrol. Saat hampir habis, generator diganti lewat tindakan kecil dengan bius lokal, dan kabel yang masih baik tetap dipakai. Baterai tidak habis mendadak, sehingga penggantian dapat direncanakan.
Apakah ponsel, peralatan rumah, dan pemeriksaan bandara aman?
Umumnya aman. Gunakan ponsel di telinga sisi yang berlawanan dan jangan menyimpannya di saku dada dekat alat. Peralatan rumah tangga biasa tidak mengganggu bila dipakai normal. Di bandara, tunjukkan kartu alat; berjalan melewati gerbang pemeriksaan tidak merusak alat, tetapi hindari tongkat detektor yang ditahan lama di atas alat. Jauhkan magnet kuat dari dada.
Bolehkah saya menjalani MRI setelah memasang pacemaker?
Banyak alat dan kabel yang dipakai saat ini dirancang aman untuk MRI dengan syarat tertentu. MRI dapat dilakukan bila seluruh sistem alat memenuhi syarat tersebut, alat diatur ke mode khusus sebelum pemeriksaan, dan Anda dipantau selama pemindaian. Selalu sampaikan bahwa Anda memakai pacemaker dan bawa kartu alat sebelum menjalani MRI atau pemeriksaan lain.
Apa bedanya pacemaker dengan ICD?
Pacemaker mengatasi denyut yang terlalu lambat dengan memberi sinyal listrik kecil yang tidak terasa. ICD dapat melakukan hal yang sama, tetapi juga dapat menghentikan irama sangat cepat dan berbahaya dari bilik jantung dengan pacuan cepat atau kejutan listrik. ICD dipakai pada orang yang berisiko henti jantung mendadak, sedangkan pacemaker tidak dirancang untuk mencegah keadaan itu.
Apakah pacemaker harus dipakai seumur hidup?
Pada sebagian besar pasien, alat pacu jantung yang ditanam dipakai jangka panjang karena gangguan hantaran atau simpul sinus umumnya tidak pulih. Bila denyut lambat disebabkan hal yang dapat pulih, seperti efek obat atau gangguan kalium, dokter mengatasi penyebabnya lebih dulu dan dapat memakai pacu jantung sementara. Karena itu, keputusan pemasangan diambil setelah penyebab yang dapat pulih disingkirkan.
Sumber dan Tinjauan Medis
Ditinjau secara medis oleh Dr. dr. Dicky A. Hanafy, Sp.JP(K).
- Glikson M, Nielsen JC, Kronborg MB, dkk. 2021 ESC Guidelines on cardiac pacing and cardiac resynchronization therapy. Eur Heart J. 2021;42(35):3427-3520.
- Kusumoto FM, Schoenfeld MH, Barrett C, dkk. 2018 ACC/AHA/HRS Guideline on the Evaluation and Management of Patients With Bradycardia and Cardiac Conduction Delay: A Report of the American College of Cardiology/American Heart Association Task Force on Clinical Practice Guidelines and the Heart Rhythm Society. Circulation. 2019;140(8):e382-e482.
- Kirkfeldt RE, Johansen JB, Nohr EA, dkk. Complications after cardiac implantable electronic device implantations: an analysis of a complete, nationwide cohort in Denmark. Eur Heart J. 2014;35(18):1186-1194.
- Blomström-Lundqvist C, Traykov V, Erba PA, dkk. European Heart Rhythm Association (EHRA) international consensus document on how to prevent, diagnose, and treat cardiac implantable electronic device infections, endorsed by the Heart Rhythm Society (HRS), the Asia Pacific Heart Rhythm Society (APHRS), the Latin American Heart Rhythm Society (LAHRS), International Society for Cardiovascular Infectious Diseases (ISCVID) and the European Society of Clinical Microbiology and Infectious Diseases (ESCMID) in collaboration with the European Association for Cardio-Thoracic Surgery (EACTS). Europace. 2020;22(4):515-549.
- Indik JH, Gimbel JR, Abe H, dkk. 2017 HRS expert consensus statement on magnetic resonance imaging and radiation exposure in patients with cardiovascular implantable electronic devices. Heart Rhythm. 2017;14(7):e97-e153.
- Reynolds D, Duray GZ, Omar R, dkk. A Leadless Intracardiac Transcatheter Pacing System. N Engl J Med. 2016;374(6):533-541.

