Langsung ke konten

Hipotensi

Hipotensi Vasovagal

Vasovagal Hypotension / Vasovagal Syncope

Ditinjau secara medis olehdr. Debby C. Soemitha, Sp.PD, Spesialis Penyakit Dalam
Terakhir diperbarui7 Oktober 2026
Ilustrasi medis sinkop vasovagal pada orang muda yang berbaring dengan kaki diangkat, menampilkan saraf vagus dari batang otak ke jantung, pembuluh darah tungkai yang melebar dan menampung lebih banyak darah, serta inset jantung dengan denyut lambat dan ritme tenang.
Ilustrasi Hipotensi Vasovagal

Jawaban singkat

Apa Itu Hipotensi Vasovagal?

Hipotensi vasovagal adalah penurunan tekanan darah dan denyut jantung secara mendadak akibat refleks saraf, dipicu berdiri lama, panas, nyeri, atau melihat darah. Sering berujung pingsan singkat dan umumnya tidak menandakan penyakit jantung.

Sumber informasi

Tanda yang Memerlukan Pertolongan Segera

  • Pingsan saat berolahraga atau saat berbaring
  • Jantung berdebar kencang atau nyeri dada sebelum pingsan
  • Pingsan tanpa tanda peringatan sama sekali
  • Sesak napas, atau tidak segera sadar setelah dibaringkan
  • Cedera kepala, bicara pelo, atau lemah sebelah tubuh setelah pingsan
  • Riwayat keluarga meninggal mendadak di usia muda

Bila tanda ini muncul, segera ke IGD terdekat atau hubungi Heart Attack Center 1500 258.

Mengenal Hipotensi Vasovagal

Saraf vagus adalah saraf yang ikut mengatur denyut jantung dan pembuluh darah. Pada hipotensi vasovagal, pemicu tertentu membuat refleks saraf ini bekerja berlebihan: pembuluh darah di tungkai dan perut tiba-tiba melebar, dan denyut jantung melambat. Tekanan darah turun mendadak, aliran darah ke otak berkurang, dan Anda bisa pingsan beberapa detik sampai kurang dari satu menit. Bila berujung pingsan, keadaan ini disebut sinkop vasovagal, jenis pingsan yang banyak dialami, terutama oleh remaja dan dewasa muda.

Pemicu dan Tanda Peringatan

Pemicu yang sering adalah berdiri lama, misalnya saat upacara atau antre, ruangan panas dan ramai, kurang minum, lapar, kurang tidur, nyeri, rasa takut, melihat darah atau jarum suntik, serta setelah mengejan, batuk keras, atau buang air kecil. Sebelum pingsan, biasanya ada tanda peringatan selama beberapa detik sampai menit: kepala terasa ringan, mual, berkeringat, tubuh terasa panas, pandangan menyempit atau gelap, dan telinga berdenging. Orang di sekitar sering melihat wajah menjadi pucat.

Mengapa Umumnya Tidak Berbahaya

Setelah tubuh jatuh atau dibaringkan, darah lebih mudah kembali ke otak sehingga kesadaran cepat pulih. Setelah sadar, Anda biasanya langsung mengenali tempat dan orang di sekitar, walaupun masih merasa lelah, mual, atau pucat untuk beberapa waktu. Sebagian orang mengalami beberapa sentakan otot singkat saat pingsan, yang tidak berarti kejang epilepsi. Hipotensi vasovagal tidak menandakan penyakit jantung dan tidak merusak jantung. Risikonya terutama cedera saat jatuh. Pada sebagian kecil orang, pingsan yang sering berulang dapat mengganggu sekolah, pekerjaan, atau mengemudi.

Walaupun begitu, pingsan pertama kali tetap perlu diperiksa dokter, karena pingsan juga dapat disebabkan gangguan irama atau penyakit jantung struktural yang ditangani secara berbeda. Pingsan secara umum dibahas di halaman Sinkop. Hipotensi vasovagal adalah salah satu jenis hipotensi, yang dibahas di halaman Hipotensi.

Penanganan utamanya adalah memahami keadaan ini, mengenali pemicu dan tanda peringatan, lalu melakukan gerakan penahan tekanan atau segera berbaring saat tanda itu muncul. Obat atau alat pacu jantung hanya dipertimbangkan untuk sebagian kecil orang dengan pingsan berulang yang berat.

Gejala yang Perlu Dikenali.

Gejala Umum

  • Kepala terasa ringan atau melayang sebelum pingsan
  • Mual, rasa tidak nyaman di perut, atau ingin buang air besar
  • Berkeringat dingin dan tubuh terasa panas
  • Pandangan menyempit, kabur, atau gelap
  • Telinga berdenging atau suara terdengar jauh
  • Wajah tampak pucat
  • Pingsan singkat dengan kesadaran cepat pulih setelah berbaring
  • Lelah dan lemas beberapa jam setelah pingsan

Gejala pada Lansia

Pada lansia, tanda peringatan bisa singkat atau tidak ada, sehingga pingsan sulit dibedakan dari jatuh biasa.

  • Jatuh tiba-tiba tanpa ingat apa yang terjadi
  • Tanda peringatan sangat singkat atau tidak terasa
  • Pingsan setelah makan, buang air kecil, atau berdiri lama
  • Cedera akibat jatuh lebih sering terjadi
Tidak semua orang mengalami gejala yang sama. Bila keluhan berulang atau memburuk, periksakan diri.

Apa yang Menyebabkan Kondisi Ini?

  • Berdiri lama, terutama di tempat panas, ramai, atau pengap
  • Melihat darah, jarum suntik, atau tindakan medis
  • Nyeri hebat, rasa takut, atau tekanan emosi yang mendadak
  • Kurang minum, lapar, kurang tidur, atau baru sembuh dari sakit
  • Mengejan, batuk keras, buang air kecil, atau menelan (refleks situasional)
  • Alkohol dan obat yang melebarkan pembuluh darah

Siapa yang Lebih Berisiko?

Usia

Episode pertama sering muncul pada usia remaja sampai dewasa muda; pada lansia, refleks ini lebih sering bercampur dengan hipotensi ortostatik.

Genetik

Kecenderungan pingsan vasovagal sering ditemukan pada beberapa anggota keluarga yang sama.

Gaya Hidup

Kurang minum, asupan garam yang sangat rendah, kurang tidur, melewatkan makan, dan berdiri lama tanpa bergerak.

Lainnya

Riwayat pingsan sebelumnya, kehamilan, serta penggunaan obat penurun tekanan darah atau diuretik.

Kelompok yang Lebih Berisiko

  • Remaja dan Dewasa Muda: Pingsan vasovagal pertama kali sering terjadi pada usia ini, terutama saat upacara, olahraga di tempat panas, atau tindakan medis.
  • Perempuan Muda: Pingsan vasovagal lebih sering dilaporkan pada perempuan, terutama saat kurang minum atau berdiri lama.
  • Lansia: Tanda peringatan bisa minim, sehingga pingsan lebih mudah menyebabkan cedera karena jatuh.
  • Orang yang Takut Darah atau Jarum: Melihat darah atau jarum dapat langsung memicu refleks ini; berbaring saat diambil darah membantu mencegah pingsan.
Memiliki faktor risiko tidak berarti seseorang pasti mengalami kondisi ini.

Bagaimana Diagnosis Ditegakkan?

Kunci diagnosis adalah cerita yang lengkap, dari Anda dan dari orang yang melihat kejadiannya: posisi saat pingsan, pemicu, tanda peringatan, lama pingsan, dan keadaan setelah sadar. Dokter juga menanyakan riwayat penyakit jantung, obat, dan riwayat keluarga meninggal mendadak. Pemeriksaan fisik mencakup tekanan darah berbaring dan berdiri serta pemeriksaan jantung. EKG dilakukan pada semua orang yang pingsan untuk mencari gangguan irama atau tanda penyakit jantung.

Bila ceritanya khas dan EKG normal, diagnosis sering sudah dapat ditegakkan tanpa tes lain. Bila belum jelas, dokter dapat melakukan uji meja miring, ekokardiografi, rekaman irama jantung beberapa hari, atau perekam irama di bawah kulit untuk pingsan yang jarang tetapi berulang.

  1. Pemeriksaan Fisik

    Pemeriksaan jantung dan pengukuran tekanan darah berbaring dan berdiri untuk mencari penyebab pingsan lain, seperti hipotensi ortostatik.

  2. Elektrokardiogram / EKG

    Dilakukan pada setiap orang yang pingsan untuk mencari gangguan irama, gangguan hantaran listrik, atau tanda penyakit jantung.

  3. Uji meja miring (tilt test): Anda dimiringkan ke posisi tegak sambil tekanan darah dan nadi dipantau, untuk memicu dan mengenali refleks vasovagal.

  4. Ekokardiografi

    USG jantung bila ada bising jantung, sesak, atau dugaan penyakit jantung struktural.

  5. Pemantauan Holter

    Rekaman irama 24 sampai 48 jam bila pingsan atau berdebar terjadi cukup sering.

  6. Implantable Loop Recorder (ILR)

    Perekam irama di bawah kulit untuk pingsan berulang yang jarang, guna melihat apakah denyut jantung berhenti sesaat saat pingsan.

Pilihan Penanganan.

Penanganan ditentukan dokter setelah evaluasi. Kategori berikut membantu Anda memahami pembicaraan dengan dokter.

Edukasi dan Mengenali Pemicu

Memahami bahwa keadaan ini umumnya tidak berbahaya, mengenali pemicu, dan menghindarinya bila memungkinkan adalah langkah utama.

Gerakan Penahan Tekanan

Saat tanda peringatan muncul, silangkan tungkai sambil mengencangkan otot, kepalkan dan tarik kedua tangan, atau segera jongkok dan berbaring.

Cairan dan Garam

Minum cukup dan, bila disetujui dokter, menambah asupan garam membantu menjaga volume darah. Anjuran ini tidak berlaku bagi penyandang hipertensi atau gagal jantung.

Peninjauan Obat

Obat penurun tekanan darah yang memperberat pingsan dapat dikurangi atau diganti oleh dokter. Jangan menghentikan obat sendiri.

Obat untuk Kasus Berulang

Bila pingsan sering berulang meski langkah lain dijalankan, dokter dapat mempertimbangkan obat golongan penahan cairan atau penyempit pembuluh darah, sesuai keadaan Anda.

Alat Pacu Jantung untuk Kasus Tertentu

Pada orang berusia di atas 40 tahun dengan pingsan berulang dan terbukti denyut jantungnya berhenti sesaat, dokter dapat mempertimbangkan alat pacu jantung.

Kesesuaian dan ketersediaan pemeriksaan atau terapi perlu dikonfirmasi bersama tim perawatan.

Komplikasi yang Perlu Dipantau.

Cedera Akibat Jatuh

Pingsan mendadak dapat menyebabkan memar, luka, patah tulang, atau cedera kepala, terutama bila tidak ada tanda peringatan.

Gangguan Aktivitas dan Kecemasan

Pingsan berulang dapat membuat seseorang cemas berada di keramaian, takut berdiri lama, atau terganggu sekolah dan pekerjaannya.

Risiko saat Mengemudi atau Bekerja di Ketinggian

Pingsan saat mengemudi atau bekerja dengan mesin dapat membahayakan diri dan orang lain; dokter akan membahas keamanan aktivitas ini.

Apa yang Bisa Dilakukan?

  • Kenali tanda peringatan dan segera duduk atau berbaring saat merasakannya.
  • Minum cukup air sepanjang hari, terutama sebelum berdiri lama atau berada di tempat panas.
  • Saat berdiri lama, gerakkan otot betis dan paha atau ganti posisi secara berkala.
  • Beri tahu petugas bila Anda mudah pingsan saat diambil darah, agar dapat dilakukan sambil berbaring.
  • Jangan melewatkan makan dan cukupi waktu tidur.
  • Hindari alkohol, terutama di tempat panas atau saat kurang minum.

Kapan Harus ke Dokter?

Setiap pingsan yang terjadi pertama kali perlu diperiksa dokter untuk memastikan penyebabnya refleks vasovagal, bukan gangguan jantung. Periksakan diri juga bila mengalami keadaan berikut.

  • Pingsan berulang atau makin sering
  • Pingsan yang menyebabkan cedera
  • Pingsan tanpa tanda peringatan atau terjadi saat berbaring
  • Pingsan saat berolahraga, atau didahului berdebar atau nyeri dada
  • Ada anggota keluarga yang meninggal mendadak di usia muda
  • Pekerjaan Anda sebagai pengemudi atau di tempat yang berisiko bila pingsan

Jangan Menunggu bila Kondisinya Darurat.

Bila keluhan terasa berat atau muncul mendadak, segera ke IGD terdekat atau hubungi Heart Attack Center 1500 258, bukan menunggu janji temu.

Hal yang Mungkin Anda Tanyakan.

Pertanyaan yang sering diajukan tentang hipotensi vasovagal dan pingsan vasovagal.

Apakah pingsan vasovagal berbahaya?

Pada umumnya tidak. Hipotensi vasovagal tidak menandakan penyakit jantung dan tidak merusak jantung. Bahaya utamanya adalah cedera saat jatuh, terutama bila tidak ada tanda peringatan atau terjadi saat mengemudi. Karena itu, pingsan pertama kali tetap perlu diperiksa dokter untuk memastikan penyebabnya, dan Anda perlu belajar mengenali tanda peringatan agar sempat duduk atau berbaring.

Apa yang harus dilakukan bila melihat orang pingsan?

Baringkan orang tersebut telentang dan angkat kedua tungkainya bila tidak ada cedera. Longgarkan pakaian yang ketat dan pastikan ia bernapas. Biasanya kesadaran pulih dalam waktu kurang dari satu menit. Jangan buru-buru membangunkannya untuk berdiri. Bila ia tidak segera sadar, tidak bernapas normal, atau pingsan saat beraktivitas, hubungi layanan gawat darurat.

Bagaimana membedakan pingsan vasovagal dengan kejang?

Pingsan vasovagal biasanya didahului pusing, mual, berkeringat, dan pandangan gelap, berlangsung singkat, dan orang cepat sadar penuh. Sentakan otot bisa terjadi tetapi singkat. Pada kejang epilepsi, gerakan sentakan lebih lama, sering disertai lidah tergigit di bagian samping, dan setelahnya orang bingung lebih lama. Cerita dari saksi sangat membantu dokter membedakannya.

Apakah saya perlu minum obat?

Sebagian besar orang tidak memerlukan obat. Mengenali pemicu, cukup minum, dan gerakan penahan tekanan biasanya sudah mengurangi pingsan. Obat dipertimbangkan dokter hanya bila pingsan sering berulang, mengganggu kehidupan sehari-hari, atau menyebabkan cedera, setelah penyebab lain disingkirkan. Pilihan obat disesuaikan dengan usia, tekanan darah, dan penyakit lain yang Anda miliki.

Apakah saya boleh mengemudi?

Bagi kebanyakan orang dengan pingsan vasovagal yang jarang dan selalu didahului tanda peringatan, mengemudi kendaraan pribadi umumnya masih dimungkinkan. Pertimbangannya berbeda bila pingsan sering berulang, terjadi tanpa peringatan, atau Anda mengemudi sebagai pekerjaan. Diskusikan keadaan Anda dengan dokter, karena keputusannya bergantung pada pola pingsan dan hasil pemeriksaan.

Apakah pingsan vasovagal bisa hilang?

Pada banyak orang, pingsan vasovagal jarang terjadi atau berkurang seiring waktu, terutama setelah memahami pemicunya. Sebagian orang mengalami masa sering pingsan yang kemudian mereda. Mencatat setiap kejadian, termasuk pemicu dan tanda peringatannya, membantu Anda dan dokter melihat pola dan menilai apakah penanganan sudah berhasil.

Sumber dan Tinjauan Medis

Ditinjau secara medis oleh dr. Debby C. Soemitha, Sp.PD.

  1. Brignole M, Moya A, de Lange FJ, Deharo JC, Elliott PM, Fanciulli A, et al. 2018 ESC Guidelines for the diagnosis and management of syncope. Eur Heart J. 2018;39(21):1883-1948.
  2. Shen WK, Sheldon RS, Benditt DG, Cohen MI, Forman DE, Goldberger ZD, et al. 2017 ACC/AHA/HRS guideline for the evaluation and management of patients with syncope: a report of the American College of Cardiology/American Heart Association Task Force on Clinical Practice Guidelines and the Heart Rhythm Society. Circulation. 2017;136(5):e60-e122.
  3. Sheldon RS, Grubb BP, Olshansky B, Shen WK, Calkins H, Brignole M, et al. 2015 Heart Rhythm Society expert consensus statement on the diagnosis and treatment of postural tachycardia syndrome, inappropriate sinus tachycardia, and vasovagal syncope. Heart Rhythm. 2015;12(6):e41-e63.
  4. van Dijk N, Quartieri F, Blanc JJ, Garcia-Civera R, Brignole M, Moya A, et al. Effectiveness of physical counterpressure maneuvers in preventing vasovagal syncope: the Physical Counterpressure Manoeuvres Trial (PC-Trial). J Am Coll Cardiol. 2006;48(8):1652-1657.
  5. Brignole M, Menozzi C, Moya A, Andresen D, Blanc JJ, Krahn AD, et al. Pacemaker therapy in patients with neurally mediated syncope and documented asystole: Third International Study on Syncope of Uncertain Etiology (ISSUE-3): a randomized trial. Circulation. 2012;125(21):2566-2571.
  6. Sheldon R, Raj SR, Rose MS, Morillo CA, Krahn AD, Medina E, et al. Fludrocortisone for the prevention of vasovagal syncope: a randomized, placebo-controlled trial. J Am Coll Cardiol. 2016;68(1):1-9.

Langkah berikutnya

Bahas Keluhan Anda bersama Dokter.

Mulai konsultasi untuk memahami kondisi dan pilihan penanganan yang sesuai.

Konteks kunjungan: Hipotensi Vasovagal

Informasi di halaman ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan konsultasi, diagnosis, atau pengobatan medis. Untuk keluhan kesehatan Anda, konsultasikan langsung dengan dokter.

Kembali ke Semua Kondisi