Jawaban singkat
Apa Itu Gangguan Irama Jantung / Aritmia?
Aritmia adalah gangguan pada sistem listrik jantung yang membuat detak jantung terlalu cepat, terlalu lambat, atau tidak teratur. Sebagian tidak berbahaya, sebagian lain perlu diobati untuk mencegah pingsan, stroke, atau gagal jantung.
Sumber informasiTanda yang Memerlukan Pertolongan Segera
- Pingsan atau hampir pingsan, terutama saat beraktivitas
- Nyeri dada disertai debar jantung yang cepat
- Sesak napas berat atau tidak bisa berbaring datar
- Debar sangat cepat yang tidak berhenti disertai lemas dan keringat dingin
- Wajah mencong, bicara pelo, atau lengan dan tungkai lemah di satu sisi
- Seseorang tiba-tiba tidak sadar dan tidak bernapas normal
Bila tanda ini muncul, segera ke IGD terdekat atau hubungi Heart Attack Center 1500 258.
01 / Memahami kondisi
Mengenal Gangguan Irama Jantung / Aritmia
Jantung berdenyut karena ada sinyal listrik yang teratur. Sinyal ini dimulai di nodus sinus, alat pacu alami di serambi kanan, lalu mengalir melalui nodus atrioventrikular (simpul penghubung serambi dan bilik) ke kedua bilik jantung. Pada orang dewasa saat istirahat, denyut normal umumnya 60 sampai 100 kali per menit dengan irama teratur. Aritmia terjadi bila pembentukan atau penghantaran sinyal ini terganggu.
Jenis Aritmia
Aritmia dikelompokkan menurut kecepatan dan asalnya. Takikardia adalah denyut terlalu cepat, lebih dari 100 kali per menit saat istirahat, yang dibahas di halaman Takikardia. Bradikardia adalah denyut terlalu lambat, yang dibahas di halaman Bradikardia. Ada pula irama tidak teratur dari serambi, yaitu fibrilasi atrium dan flutter atrium, serta fibrilasi ventrikel dari bilik yang menyebabkan henti jantung. Sindrom takikardia-bradikardia menggabungkan denyut cepat dan lambat secara bergantian, sedangkan aritmia pasca prosedur muncul setelah operasi atau tindakan jantung. Daftar lengkapnya tampil di bagian jenis kondisi pada halaman ini.
Mengapa Aritmia Terjadi
Penyebabnya beragam. Sebagian berkaitan dengan penyakit jantung, seperti penyakit jantung koroner, bekas serangan jantung, kelainan katup, atau otot jantung yang melemah. Sebagian lain dipicu kondisi di luar jantung, misalnya kelenjar tiroid yang terlalu aktif, kadar kalium atau magnesium yang tidak seimbang, henti napas saat tidur (sleep apnea), efek samping obat, alkohol, atau kurang tidur. Ada juga aritmia yang diturunkan dalam keluarga karena kelainan gen yang mengatur listrik jantung.
Tidak Semua Aritmia Berbahaya
Denyut ekstra sesekali, misalnya kontraksi prematur, sering dialami orang sehat dan umumnya tidak perlu diobati. Sebaliknya, fibrilasi atrium meningkatkan risiko stroke, bradikardia berat dapat membuat Anda pingsan, dan aritmia dari bilik dapat menghentikan pompa jantung. Karena itu, langkah pertama adalah memastikan jenis aritmia dengan rekaman irama jantung, bukan menebak dari keluhan saja.
Penanganan disesuaikan dengan jenis aritmia, keluhan, dan kondisi jantung Anda. Pilihannya mulai dari mengatasi pemicu, obat, ablasi lewat kateter, sampai pemasangan alat pacu jantung atau ICD. Banyak orang dengan aritmia tetap dapat bekerja, berolahraga, dan beraktivitas seperti biasa setelah penanganannya jelas.
02 / Memahami kondisi
Jenis dan Kondisi Turunan
Kondisi berikut termasuk dalam kelompok Gangguan Irama Jantung / Aritmia. Buka masing-masing untuk penjelasan lengkapnya.
03 / Memahami kondisi
Gejala yang Perlu Dikenali.
Gejala Umum
- Jantung berdebar, terasa terlalu cepat, terlalu keras, atau tidak teratur
- Denyut terasa melompat atau berhenti sejenak
- Pusing atau kepala terasa ringan
- Mudah lelah dan napas pendek saat beraktivitas
- Rasa tidak nyaman di dada
- Tanpa keluhan, baru diketahui saat pemeriksaan EKG
Gejala pada Lansia
Pada lansia, aritmia sering tidak terasa sebagai debar dan muncul sebagai keluhan yang samar.
- Sering jatuh atau limbung
- Bingung atau sulit berkonsentrasi yang hilang timbul
- Cepat lelah dan kemampuan beraktivitas menurun
- Sesak napas dan kaki bengkak
04 / Memahami kondisi
Apa yang Menyebabkan Kondisi Ini?
- Penyakit jantung koroner atau bekas serangan jantung yang meninggalkan jaringan parut
- Tekanan darah tinggi lama yang mengubah ukuran dan bentuk serambi dan bilik jantung
- Kelainan katup jantung, otot jantung yang melemah, atau penyakit jantung bawaan
- Penuaan sistem listrik jantung, terutama nodus sinus dan jalur penghantar
- Kelenjar tiroid yang terlalu aktif atau kurang aktif
- Gangguan kadar kalium, magnesium, atau kalsium dalam darah
- Efek samping obat, alkohol, stimulan, atau narkoba
- Kelainan gen yang memengaruhi saluran listrik sel otot jantung
05 / Memahami kondisi
Siapa yang Lebih Berisiko?
Usia
Risiko aritmia, terutama fibrilasi atrium dan denyut lambat, meningkat seiring bertambahnya usia karena jaringan listrik jantung ikut menua.
Medis
Hipertensi, diabetes, penyakit jantung koroner, gagal jantung, penyakit katup, gangguan tiroid, penyakit ginjal kronis, dan henti napas saat tidur (sleep apnea) meningkatkan risiko gangguan irama.
Gaya Hidup
Minum alkohol, merokok, berat badan berlebih, kurang tidur, dan pemakaian stimulan atau narkoba dapat memicu atau memperburuk aritmia.
Genetik
Riwayat keluarga dengan aritmia, pingsan tanpa sebab jelas, atau kematian mendadak di usia muda dapat menandakan kelainan listrik jantung yang diturunkan.
Kelompok yang Lebih Berisiko
- Lansia: Sistem listrik jantung menua sehingga fibrilasi atrium dan denyut lambat lebih sering ditemukan setelah usia 65 tahun.
- Penyandang Hipertensi: Tekanan darah tinggi yang lama membuat serambi kiri membesar dan menjadi tempat munculnya fibrilasi atrium.
- Penyandang Penyakit Jantung: Bekas serangan jantung, gagal jantung, atau kelainan katup meninggalkan jaringan yang mudah memicu gangguan irama.
- Keluarga dari Penyandang Aritmia Turunan: Anggota keluarga dari orang dengan sindrom QT panjang, sindrom Brugada, atau kematian mendadak usia muda perlu diperiksa.
06 / Memahami kondisi
Bagaimana Diagnosis Ditegakkan?
Kunci diagnosis aritmia adalah merekam irama jantung tepat saat keluhan muncul. Dokter mulai dengan menanyakan seperti apa debar yang Anda rasakan, kapan muncul, berapa lama, apa pemicunya, serta obat yang dipakai dan riwayat keluarga. Bila Anda sempat meraba nadi atau merekam irama dengan jam pintar saat keluhan, bawa catatannya.
EKG istirahat dilakukan pada kunjungan pertama. Bila aritmia hanya muncul sesekali, dokter memakai rekaman yang lebih panjang, mulai dari Holter 24 sampai 48 jam, perekam tempel beberapa hari, sampai perekam tertanam untuk keluhan yang jarang. Ekokardiografi dan tes darah membantu mencari penyebab di balik aritmia. Pada kasus tertentu, studi elektrofisiologi dilakukan untuk memetakan sumber aritmia dari dalam jantung.
Pemeriksaan Fisik
Dokter meraba nadi, mengukur tekanan darah, dan mendengarkan jantung untuk menilai kecepatan dan keteraturan denyut.
Elektrokardiogram / EKG
Rekaman listrik jantung beberapa detik untuk memastikan jenis aritmia bila gangguan sedang terjadi saat diperiksa.
Pemantauan Holter
Rekaman irama 24 sampai 48 jam selama Anda beraktivitas untuk menangkap aritmia yang datang dan pergi.
Implantable Loop Recorder (ILR)
Perekam kecil di bawah kulit dada untuk keluhan yang jarang, seperti pingsan berulang yang penyebabnya belum ditemukan.
Ekokardiografi
USG jantung untuk melihat ukuran ruang, katup, dan kekuatan pompa yang dapat menjadi dasar munculnya aritmia.
Pemeriksaan Laboratorium
Tes darah untuk elektrolit, fungsi tiroid, dan fungsi ginjal yang dapat memicu aritmia atau memengaruhi pilihan obat.
Studi Elektrofisiologi
Pemeriksaan sinyal listrik dari dalam jantung lewat kateter untuk memastikan sumber aritmia, sering dilanjutkan dengan ablasi.
07 / Memahami kondisi
Pilihan Penanganan.
Penanganan ditentukan dokter setelah evaluasi. Kategori berikut membantu Anda memahami pembicaraan dengan dokter.
Mengatasi Pemicu dan Penyakit Dasar
Mengendalikan tekanan darah, tiroid, elektrolit, sleep apnea, dan berat badan, serta mengurangi alkohol, sering membantu meredakan aritmia.
Obat Pengatur Denyut dan Irama
Golongan penghambat beta, penghambat kanal kalsium, atau obat antiaritmia dipilih dokter sesuai jenis aritmia dan kondisi jantung Anda.
Obat Pengencer Darah
Diberikan pada fibrilasi atau flutter atrium dengan risiko stroke, setelah dokter menimbang manfaat dan risiko perdarahan.
Kardioversi
Kejutan listrik terkendali atau obat untuk mengembalikan irama normal, dilakukan terencana atau segera bila kondisi tidak stabil.
Ablasi Jantung
Tindakan lewat kateter untuk menonaktifkan titik atau jalur listrik pemicu aritmia, pilihan bagi banyak jenis takikardia dan fibrilasi atrium.
Alat Pacu Jantung dan ICD
Alat pacu menjaga denyut tidak terlalu lambat, sedangkan ICD menghentikan aritmia bilik yang berbahaya dengan pacuan cepat atau kejutan listrik.
08 / Memahami kondisi
Komplikasi yang Perlu Dipantau.
Stroke
Pada fibrilasi atrium dan flutter atrium, darah dapat menggumpal di serambi kiri lalu terbawa ke otak. Obat pengencer darah menurunkan risiko ini bila diperlukan.
Gagal Jantung
Denyut yang terlalu cepat atau terlalu lambat dalam waktu lama dapat melemahkan pompa jantung. Sebagian membaik setelah irama terkendali.
Pingsan dan Cedera Akibat Jatuh
Denyut yang sangat lambat atau sangat cepat dapat menurunkan aliran darah ke otak sehingga Anda pingsan mendadak dan berisiko cedera.
Henti Jantung Mendadak
Aritmia dari bilik, seperti takikardia ventrikel dan fibrilasi ventrikel, dapat menghentikan pompa jantung dan memerlukan pertolongan segera.
09 / Memahami kondisi
Apa yang Bisa Dilakukan?
- Kendalikan tekanan darah, gula darah, dan kolesterol sesuai target dari dokter
- Batasi atau hentikan alkohol, dan berhenti merokok
- Jaga berat badan sehat dan aktif bergerak sekitar 150 menit per minggu
- Periksakan dengkuran keras atau henti napas saat tidur
- Hindari stimulan, minuman energi berlebihan, dan obat tanpa anjuran dokter
- Minum obat jantung sesuai anjuran dan jangan menghentikannya sendiri
- Pelajari cara meraba nadi dan catat waktu serta lama keluhan saat jantung berdebar
10 / Memahami kondisi
Kapan Harus ke Dokter?
Buat janji dengan dokter jantung bila Anda sering merasakan debar yang tidak biasa, terutama bila disertai pusing, mudah lelah, atau sesak napas. Pemeriksaan juga dianjurkan bila nadi Anda teraba tidak teratur atau sangat lambat tanpa sebab yang jelas, atau bila jam pintar berulang kali memberi peringatan irama tidak teratur.
Segera ke IGD atau hubungi layanan gawat darurat bila:
- Anda pingsan atau hampir pingsan, terutama saat beraktivitas
- Debar jantung disertai nyeri dada, sesak berat, atau keringat dingin
- Debar sangat cepat tidak berhenti setelah beberapa menit dan Anda merasa lemas
- Muncul tanda stroke, seperti wajah mencong, bicara pelo, atau satu sisi tubuh lemah
- Seseorang tiba-tiba tidak sadar dan tidak bernapas normal: mulai pijat jantung dan minta orang lain mencari AED
Jangan Menunggu bila Kondisinya Darurat.
Bila keluhan terasa berat atau muncul mendadak, segera ke IGD terdekat atau hubungi Heart Attack Center 1500 258, bukan menunggu janji temu.
11 / Pertanyaan umum
Hal yang Mungkin Anda Tanyakan.
Pertanyaan yang sering diajukan tentang gangguan irama jantung atau aritmia.
Apakah jantung berdebar selalu berarti aritmia?
Tidak selalu. Jantung dapat berdebar karena cemas, olahraga, demam, kafein, atau kurang tidur, sementara iramanya tetap normal. Debar baru disebut aritmia bila rekaman listrik jantung menunjukkan irama yang tidak normal. Karena itu, dokter akan berusaha merekam irama saat keluhan muncul, misalnya dengan EKG atau Holter. Keluhan berdebar secara umum dibahas di halaman Palpitasi.
Apakah aritmia bisa sembuh?
Tergantung jenisnya. Aritmia yang dipicu hal yang dapat diperbaiki, seperti tiroid terlalu aktif atau gangguan elektrolit, dapat hilang setelah pemicunya diatasi. Beberapa jenis takikardia dapat dihilangkan dengan ablasi. Jenis lain, seperti fibrilasi atrium menahun atau blok jantung, umumnya dikendalikan jangka panjang dengan obat atau alat. Dengan penanganan yang sesuai, sebagian besar orang dapat beraktivitas seperti biasa.
Apakah jam pintar dapat mendeteksi aritmia?
Beberapa jam pintar dapat merekam EKG satu sadapan dan memberi peringatan bila irama tampak tidak teratur, terutama untuk fibrilasi atrium. Hasilnya berguna sebagai petunjuk, tetapi bukan diagnosis. Peringatan palsu dapat terjadi, dan jam tidak menangkap semua jenis aritmia. Bila jam memberi peringatan berulang, tunjukkan rekamannya kepada dokter agar dipastikan dengan EKG atau rekaman yang lebih panjang.
Bolehkah penyandang aritmia berolahraga?
Sebagian besar boleh, bahkan dianjurkan, setelah jenis aritmia dan kondisi jantungnya diketahui. Olahraga teratur intensitas sedang membantu mengendalikan tekanan darah dan berat badan yang berkaitan dengan aritmia. Pada aritmia tertentu, misalnya yang muncul saat aktivitas berat atau berkaitan dengan kelainan otot jantung, dokter dapat membatasi jenis olahraga. Tanyakan batas aman yang sesuai untuk Anda.
Apakah aritmia diturunkan dalam keluarga?
Sebagian besar aritmia tidak diturunkan dan berkaitan dengan usia, tekanan darah, atau penyakit jantung lain. Namun, ada aritmia yang disebabkan kelainan gen, seperti sindrom QT panjang dan sindrom Brugada. Bila ada anggota keluarga yang meninggal mendadak di usia muda tanpa sebab jelas, atau sering pingsan saat beraktivitas, sampaikan kepada dokter karena keluarga mungkin perlu diperiksa.
Apakah kopi memicu aritmia?
Pada kebanyakan orang, kopi dalam jumlah wajar tidak terbukti meningkatkan risiko aritmia. Namun, sebagian orang merasakan debar setelah minum kopi, teh pekat, atau minuman energi. Bila Anda memperhatikan pola ini, kurangi asupannya dan catat apakah keluhan berkurang. Minuman energi dalam jumlah banyak, alkohol, dan stimulan lebih jelas berkaitan dengan gangguan irama.
Sumber dan Tinjauan Medis
Ditinjau secara medis oleh dr. Sunu B. Raharjo, Sp.JP(K), Ph.D..
- Van Gelder IC, Rienstra M, Bunting KV, Casado-Arroyo R, Caso V, Crijns HJGM, et al. 2024 ESC Guidelines for the management of atrial fibrillation developed in collaboration with the European Association for Cardio-Thoracic Surgery (EACTS). Eur Heart J. 2024;45(36):3314-3414.
- Zeppenfeld K, Tfelt-Hansen J, de Riva M, Winkel BG, Behr ER, Blom NA, et al. 2022 ESC Guidelines for the management of patients with ventricular arrhythmias and the prevention of sudden cardiac death. Eur Heart J. 2022;43(40):3997-4126.
- Kusumoto FM, Schoenfeld MH, Barrett C, Edgerton JR, Ellenbogen KA, Gold MR, et al. 2018 ACC/AHA/HRS Guideline on the Evaluation and Management of Patients With Bradycardia and Cardiac Conduction Delay: A Report of the American College of Cardiology/American Heart Association Task Force on Clinical Practice Guidelines and the Heart Rhythm Society. Circulation. 2019;140(8):e382-e482.
- Brugada J, Katritsis DG, Arbelo E, Arribas F, Bax JJ, Blomstrom-Lundqvist C, et al. 2019 ESC Guidelines for the management of patients with supraventricular tachycardia. The Task Force for the management of patients with supraventricular tachycardia of the European Society of Cardiology (ESC). Eur Heart J. 2020;41(5):655-720.
- Glikson M, Nielsen JC, Kronborg MB, Michowitz Y, Auricchio A, Barbash IM, et al. 2021 ESC Guidelines on cardiac pacing and cardiac resynchronization therapy. Eur Heart J. 2021;42(35):3427-3520.




