Jawaban singkat
Apa Itu Fibrilasi Ventrikel?
Fibrilasi ventrikel adalah irama kacau di bilik jantung yang membuat jantung bergetar tanpa memompa darah. Orang langsung tidak sadar dan tidak bernapas normal. Ini henti jantung: hubungi layanan gawat darurat, mulai pijat jantung, dan pakai AED.
Sumber informasi01 / Memahami kondisi
Mengenal Fibrilasi Ventrikel
Bilik jantung adalah ruang pompa utama yang mengalirkan darah ke seluruh tubuh. Pada fibrilasi ventrikel (VF), sinyal listrik di bilik menjadi sangat cepat dan kacau. Otot bilik tidak lagi berkontraksi serempak, melainkan bergetar. Akibatnya, darah berhenti dipompa. Dalam hitungan detik orang tersebut kehilangan kesadaran, tidak bernapas normal, dan nadinya tidak teraba. Keadaan ini disebut henti jantung.
Berbeda dengan Serangan Jantung
Serangan jantung terjadi karena pembuluh koroner tersumbat sehingga sebagian otot jantung kekurangan darah. Orangnya biasanya masih sadar dan merasakan nyeri dada. Fibrilasi ventrikel adalah gangguan listrik yang menghentikan pompa jantung. Keduanya berkaitan: serangan jantung dapat memicu fibrilasi ventrikel, terutama pada jam-jam pertama. Kematian mendadak akibat gangguan irama dibahas di halaman Kematian Jantung Mendadak.
Apa yang Memicunya
Pada orang dewasa, pemicu yang banyak ditemukan adalah penyakit jantung koroner, termasuk serangan jantung dan bekas serangan jantung. Penyebab lain adalah kardiomiopati, gagal jantung dengan pompa yang lemah, peradangan otot jantung, dan kelainan listrik turunan seperti sindrom QT panjang dan sindrom Brugada. Gangguan kalium atau magnesium yang berat, efek obat atau zat tertentu, sengatan listrik, dan benturan keras di dada juga dapat memicunya. Fibrilasi ventrikel sering diawali takikardia ventrikel, yang dibahas di halaman Takikardia Ventrikular.
Pertolongan dalam Hitungan Menit
Fibrilasi ventrikel dihentikan dengan kejutan listrik dari defibrilator. Setiap menit tanpa pertolongan, peluang selamat menurun. Karena itu, orang di sekitar korban berperan penting: segera hubungi layanan gawat darurat, mulai pijat jantung, dan pakai AED (defibrilator otomatis) bila ada di dekat lokasi. AED memberi petunjuk suara langkah demi langkah dan hanya memberi kejutan bila irama memerlukannya. Pijat jantung menjaga aliran darah ke otak sampai kejutan listrik diberikan.
Setelah Selamat
Penyintas fibrilasi ventrikel dirawat intensif untuk menstabilkan jantung, melindungi otak, dan mencari penyebab. Bila penyebabnya tidak sementara, dokter umumnya menganjurkan ICD, alat tertanam yang memantau irama dan menghentikan aritmia bilik yang berbahaya secara otomatis. Keluarga dekat juga dapat dianjurkan menjalani pemeriksaan bila penyebabnya diduga diturunkan.
02 / Memahami kondisi
Gejala yang Perlu Dikenali.
Gejala Umum
Fibrilasi ventrikel sering terjadi tanpa peringatan. Sebagian orang mengalami tanda berikut dalam menit, jam, atau hari sebelumnya.
- Nyeri atau rasa tertekan di dada
- Debar jantung sangat cepat
- Pusing berat atau hampir pingsan
- Sesak napas mendadak
- Pingsan saat berolahraga atau saat terkejut
- Lemas dan mual yang tidak biasa
03 / Memahami kondisi
Apa yang Menyebabkan Kondisi Ini?
- Serangan jantung akibat sumbatan pembuluh koroner
- Jaringan parut dari serangan jantung lama
- Kardiomiopati, termasuk kardiomiopati hipertrofik, dilatasi, dan aritmogenik
- Kelainan listrik turunan, seperti sindrom QT panjang dan sindrom Brugada
- Gangguan berat kadar kalium atau magnesium
- Efek obat yang memperpanjang interval QT, keracunan, atau narkoba seperti kokain
- Sengatan listrik atau benturan keras tepat di dada
- Peradangan otot jantung (miokarditis)
04 / Memahami kondisi
Siapa yang Lebih Berisiko?
Medis
Penyakit jantung koroner, riwayat serangan jantung, gagal jantung dengan pompa lemah, kardiomiopati, dan riwayat takikardia ventrikel.
Genetik
Riwayat keluarga meninggal mendadak sebelum usia 50 tahun tanpa sebab jelas, atau kelainan listrik dan otot jantung turunan dalam keluarga.
Gaya Hidup
Merokok, tekanan darah dan kolesterol yang tidak terkendali, obesitas, serta narkoba stimulan meningkatkan risiko, terutama melalui penyakit jantung koroner.
Usia
Risiko meningkat seiring usia karena penyakit jantung koroner lebih banyak, tetapi kelainan turunan dapat menimbulkan fibrilasi ventrikel pada usia muda.
Kelompok yang Lebih Berisiko
- Penyandang Penyakit Jantung Koroner: Terutama pada jam-jam pertama serangan jantung dan pada bekas serangan jantung yang luas.
- Penyandang Gagal Jantung dengan Pompa Lemah: Fraksi ejeksi rendah meningkatkan risiko aritmia bilik; sebagian pasien dianjurkan memakai ICD.
- Penyandang Kardiomiopati atau Aritmia Turunan: Kardiomiopati hipertrofik, aritmogenik, sindrom QT panjang, dan sindrom Brugada dapat memicu fibrilasi ventrikel di usia muda.
- Keluarga Korban Kematian Mendadak Usia Muda: Perlu pemeriksaan jantung karena sebagian penyebab kematian mendadak diturunkan dalam keluarga.
- Penyintas Henti Jantung: Risiko kambuh tinggi bila penyebabnya tidak sementara, sehingga umumnya dianjurkan ICD.
05 / Memahami kondisi
Bagaimana Diagnosis Ditegakkan?
Fibrilasi ventrikel dikenali saat kejadian, dari rekaman AED atau monitor tim gawat darurat. Pemeriksaan setelahnya berfokus pada dua pertanyaan: apa penyebabnya, dan apakah dapat terulang.
Setelah sirkulasi kembali, EKG 12 sadapan dan tes darah, termasuk troponin dan elektrolit, mencari tanda serangan jantung atau gangguan kalium. Bila dicurigai sumbatan koroner, angiografi koroner dilakukan dan sumbatan dapat dibuka pada tindakan yang sama. Ekokardiografi menilai kekuatan pompa. Bila penyebab belum jelas, MRI jantung mencari jaringan parut, peradangan, atau kardiomiopati. Pada orang muda tanpa penyakit jantung yang jelas, dokter dapat menyarankan tes provokasi obat, tes genetik, dan pemeriksaan anggota keluarga.
Saat henti jantung, AED atau monitor defibrilator membaca irama dan mengenali fibrilasi ventrikel dalam hitungan detik.
Elektrokardiogram / EKG
Setelah sirkulasi kembali, EKG 12 sadapan mencari tanda serangan jantung, QT panjang, pola Brugada, atau kelainan lain.
Angiografi Koroner
Dilakukan segera atau terencana untuk mencari sumbatan pembuluh koroner sebagai pemicu, yang dapat langsung dibuka.
Ekokardiografi
Menilai kekuatan pompa, gerak dinding, dan katup jantung setelah henti jantung.
MRI Jantung
Mencari jaringan parut, peradangan, atau kardiomiopati bila penyebab belum jelas.
Pemeriksaan Elektrolit Darah
Memeriksa kalium dan magnesium yang dapat memicu aritmia bilik.
Tes genetik dan pemeriksaan keluarga bila dicurigai kelainan listrik atau otot jantung yang diturunkan.
06 / Memahami kondisi
Pilihan Penanganan.
Penanganan ditentukan dokter setelah evaluasi. Kategori berikut membantu Anda memahami pembicaraan dengan dokter.
Pijat Jantung dan AED
Pertolongan pertama oleh orang di sekitar: tekan kuat dan cepat di tengah dada, lalu pakai AED secepatnya sesuai petunjuk suara.
Defibrilasi dan Bantuan Hidup Lanjut
Tim medis memberi kejutan listrik, bantuan napas, dan obat suntik untuk mengembalikan irama dan sirkulasi.
Perawatan Pasca Henti Jantung
Perawatan intensif untuk menjaga tekanan darah, oksigen, dan suhu tubuh, serta melindungi otak setelah sirkulasi kembali.
Menangani Penyebab
Membuka sumbatan koroner lewat kateter, memperbaiki elektrolit, atau menghentikan obat pemicu, sesuai keputusan dokter.
Defibrilator Tertanam (ICD)
Alat yang memantau irama dan menghentikan fibrilasi ventrikel dengan kejutan listrik bila kambuh, dianjurkan bagi penyintas tanpa penyebab sementara.
Obat Antiaritmia dan Ablasi
Golongan obat antiaritmia tertentu atau ablasi kateter dipakai untuk mengurangi kekambuhan aritmia bilik pada pasien tertentu.
07 / Memahami kondisi
Komplikasi yang Perlu Dipantau.
Cedera Otak Akibat Kekurangan Oksigen
Otak mulai rusak bila beberapa menit tanpa aliran darah. Pijat jantung yang segera dimulai membantu menjaga aliran darah ke otak.
Kematian Jantung Mendadak
Fibrilasi ventrikel jarang berhenti sendiri. Tanpa pijat jantung dan kejutan listrik, keadaan ini berakhir dengan kematian, sehingga pertolongan cepat sangat berarti.
Gangguan Jantung Pasca Henti Jantung
Pompa jantung dapat melemah sementara setelah resusitasi dan kejutan listrik, sehingga perlu dukungan obat atau alat.
Gangguan Organ Lain
Ginjal, hati, dan organ lain dapat terganggu setelah henti jantung dan memerlukan perawatan intensif.
Fibrilasi Ventrikel Berulang
Bila penyebab tidak teratasi, aritmia dapat kambuh. ICD dipasang untuk menghentikannya secara otomatis.
08 / Memahami kondisi
Apa yang Bisa Dilakukan?
- Kendalikan tekanan darah, kolesterol, dan gula darah untuk mencegah penyakit jantung koroner
- Berhenti merokok dan jauhi narkoba stimulan
- Kenali tanda serangan jantung dan segera ke IGD bila nyeri dada
- Ikuti pelatihan pijat jantung dan cara memakai AED bersama keluarga
- Sampaikan riwayat keluarga meninggal mendadak di usia muda kepada dokter
- Bila memiliki ICD, ikuti jadwal pemeriksaan alat
- Bila Anda memiliki kelainan irama, tanyakan dokter sebelum memakai obat baru yang dapat memperpanjang QT
09 / Memahami kondisi
Kapan Harus ke Dokter?
Fibrilasi ventrikel selalu keadaan darurat. Bila Anda melihat seseorang tiba-tiba jatuh, tidak merespons, dan tidak bernapas normal, segera hubungi layanan gawat darurat 119, mulai pijat jantung, dan minta orang lain mengambil AED.
Buat janji dengan dokter jantung untuk menilai risiko bila:
- Anda pernah pingsan saat berolahraga atau saat terkejut
- Ada anggota keluarga yang meninggal mendadak sebelum usia 50 tahun tanpa sebab jelas
- Anda memiliki gagal jantung, kardiomiopati, atau riwayat serangan jantung dan belum pernah dinilai risiko aritmianya
- Anda sering merasakan debar sangat cepat disertai pusing
10 / Pertanyaan umum
Hal yang Mungkin Anda Tanyakan.
Pertanyaan yang sering diajukan tentang fibrilasi ventrikel dan henti jantung.
Apa beda fibrilasi ventrikel dan serangan jantung?
Serangan jantung terjadi karena sumbatan pembuluh koroner, sehingga sebagian otot jantung kekurangan darah. Penderitanya umumnya masih sadar dan merasakan nyeri dada. Fibrilasi ventrikel adalah gangguan listrik yang membuat bilik bergetar sehingga jantung berhenti memompa, dan orangnya langsung tidak sadar. Serangan jantung dapat memicu fibrilasi ventrikel, sehingga nyeri dada perlu segera diperiksa di IGD.
Apa yang harus saya lakukan bila melihat orang tiba-tiba pingsan dan tidak bernapas?
Pastikan lokasi aman, lalu tepuk bahu dan panggil orang tersebut. Bila tidak merespons dan tidak bernapas normal, hubungi layanan gawat darurat dan minta orang lain mencari AED. Mulai pijat jantung: tekan kuat dan cepat di tengah dada, sekitar 100 sampai 120 kali per menit. Nyalakan AED begitu tiba dan ikuti petunjuk suaranya sampai tim medis datang.
Apakah AED aman dipakai oleh orang awam?
Ya. AED dirancang untuk orang tanpa latar belakang medis. Alat ini memberi petunjuk suara, membaca irama jantung sendiri, dan hanya memberi kejutan bila mendeteksi irama seperti fibrilasi ventrikel. Pastikan tidak ada yang menyentuh korban saat alat menganalisis dan memberi kejutan. Pelatihan singkat pijat jantung dan AED membantu Anda lebih percaya diri saat keadaan darurat.
Apakah orang yang selamat dari fibrilasi ventrikel perlu ICD?
Umumnya ya, bila fibrilasi ventrikel tidak disebabkan hal sementara yang sudah diatasi, seperti serangan jantung dalam 48 jam pertama atau gangguan elektrolit yang telah diperbaiki. ICD memantau irama terus-menerus dan menghentikan aritmia bilik secara otomatis. Keputusan dibuat setelah dokter menilai penyebab, kekuatan pompa jantung, dan kondisi Anda secara menyeluruh.
Apakah fibrilasi ventrikel dapat diturunkan dalam keluarga?
Fibrilasi ventrikel sendiri tidak diturunkan, tetapi beberapa penyebabnya diturunkan, misalnya sindrom QT panjang, sindrom Brugada, dan kardiomiopati tertentu. Bila ada anggota keluarga yang mengalami henti jantung atau meninggal mendadak di usia muda, keluarga dekat sebaiknya diperiksa dengan EKG, ekokardiografi, dan bila perlu tes genetik. Pemeriksaan ini dapat menemukan risiko sebelum kejadian.
Bagaimana kehidupan setelah selamat dari henti jantung?
Banyak penyintas kembali bekerja dan beraktivitas setelah masa pemulihan. Sebagian mengalami lelah, gangguan konsentrasi, cemas, atau sulit tidur, yang dapat membaik dengan rehabilitasi jantung dan dukungan psikologis. Bila memakai ICD, Anda perlu kontrol berkala dan mengikuti aturan mengemudi yang disarankan dokter. Keluarga juga dianjurkan belajar pijat jantung dan cara memakai AED.
Sumber dan Tinjauan Medis
Ditinjau secara medis oleh Dr. dr. Dicky A. Hanafy, Sp.JP(K).
- Zeppenfeld K, Tfelt-Hansen J, de Riva M, Winkel BG, Behr ER, Blom NA, et al. 2022 ESC Guidelines for the management of patients with ventricular arrhythmias and the prevention of sudden cardiac death. Eur Heart J. 2022;43(40):3997-4126.
- Al-Khatib SM, Stevenson WG, Ackerman MJ, Bryant WJ, Callans DJ, Curtis AB, et al. 2017 AHA/ACC/HRS Guideline for Management of Patients With Ventricular Arrhythmias and the Prevention of Sudden Cardiac Death: A Report of the American College of Cardiology/American Heart Association Task Force on Clinical Practice Guidelines and the Heart Rhythm Society. Circulation. 2018;138(13):e272-e391.
- Panchal AR, Bartos JA, Cabañas JG, Donnino MW, Drennan IR, Hirsch KG, et al. Part 3: Adult Basic and Advanced Life Support: 2020 American Heart Association Guidelines for Cardiopulmonary Resuscitation and Emergency Cardiovascular Care. Circulation. 2020;142(16 Suppl 2):S366-S468.
- Olasveengen TM, Semeraro F, Ristagno G, Castren M, Handley A, Kuzovlev A, et al. European Resuscitation Council Guidelines 2021: Basic Life Support. Resuscitation. 2021;161:98-114.
- Soar J, Böttiger BW, Carli P, Couper K, Deakin CD, Djärv T, et al. European Resuscitation Council Guidelines 2021: Adult advanced life support. Resuscitation. 2021;161:115-151.




