Langsung ke konten

Takikardia

Takikardia Atrium

Atrial Tachycardia

Ditinjau secara medis olehDr. dr. Faris Basalamah, Sp.JP(K), Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah
Terakhir diperbarui7 Oktober 2026
Ilustrasi medis anatomi jantung tampak depan yang menunjukkan takikardia atrium fokal, dengan satu titik listrik abnormal di dinding atrium kanan atas yang memancarkan impuls cepat, disertai inset pembesaran fokus iritabel di atrium dan grafik irama jantung cepat teratur.
Ilustrasi Takikardia Atrium

Jawaban singkat

Apa Itu Takikardia Atrium?

Takikardia atrium adalah denyut jantung cepat yang dipicu satu atau beberapa titik di serambi, bukan oleh pemacu alami jantung. Dapat datang dan pergi atau berlangsung terus, dan dapat ditangani dengan obat atau ablasi.

Sumber informasi

Tanda yang Memerlukan Pertolongan Segera

  • Pingsan atau hampir tidak sadarkan diri
  • Nyeri dada berat
  • Sesak napas berat atau sesak saat berbaring
  • Berdebar cepat disertai keringat dingin, pucat, dan lemas berat
  • Bengkak kaki dan sesak yang memburuk dengan cepat

Bila tanda ini muncul, segera ke IGD terdekat atau hubungi Heart Attack Center 1500 258.

Catatan kegawatan: Takikardia atrium jarang mengancam nyawa, tetapi bila berlangsung terus-menerus berminggu-minggu dapat melemahkan otot jantung. Keadaan ini umumnya pulih setelah irama terkendali, sehingga denyut cepat yang menetap perlu diperiksa.

Mengenal Takikardia Atrium

Takikardia atrium adalah salah satu jenis takikardia supraventrikular. Pada keadaan normal, setiap denyut dimulai dari simpul sinus, pemacu alami jantung di serambi kanan. Pada takikardia atrium, ada titik lain di serambi (ruang atas jantung) yang mengirim sinyal lebih cepat sehingga mengambil alih irama. Denyut jantung biasanya 100 sampai 250 kali per menit. Sinyal ini tetap diteruskan ke bilik lewat jalur normal, sehingga denyut umumnya teratur dan terasa sebagai debaran cepat.

Jenis Takikardia Atrium

Jenis yang banyak ditemui adalah takikardia atrium fokal, yaitu sinyal cepat dari satu titik, misalnya di dekat muara vena paru atau di sekitar katup trikuspid. Takikardia atrium multifokal berasal dari beberapa titik sekaligus sehingga iramanya tidak teratur; jenis ini sering menyertai penyakit paru berat pada lansia. Ada pula takikardia atrium akibat sinyal yang berputar di sekitar jaringan parut, biasanya setelah operasi jantung atau ablasi fibrilasi atrium. Bentuk ini mirip dengan yang dibahas di halaman Flutter Atrium.

Datang dan Pergi atau Terus-Menerus

Sebagian orang mengalami serangan yang datang dan pergi. Serangan sering mulai dengan denyut yang makin lama makin cepat, lalu melambat sebelum berhenti. Pada orang lain, terutama anak dan remaja, takikardia atrium dapat berlangsung terus-menerus hampir sepanjang hari. Karena lama-lama terasa biasa, keadaan ini kadang tidak disadari sampai muncul lelah, sesak, atau bengkak. Denyut cepat yang menetap selama berminggu-minggu dapat melemahkan otot jantung, keadaan yang disebut kardiomiopati akibat takikardia. Fungsi pompa umumnya pulih setelah iramanya terkendali.

Pemicu dan Penanganan

Takikardia atrium dapat muncul pada jantung yang sehat, tetapi lebih sering menyertai penyakit jantung, penyakit paru, atau riwayat operasi jantung. Kadar kalium yang rendah, tiroid yang terlalu aktif, kafein, alkohol, dan beberapa obat dapat memicunya. Penanganan dimulai dengan mengatasi pemicu, lalu obat pengatur denyut. Bila serangan berulang atau berlangsung terus, ablasi kateter dapat menonaktifkan titik pemicunya. Pada takikardia atrium multifokal, penanganan utamanya adalah memperbaiki penyakit paru dan kadar oksigen. Gambaran umum denyut cepat dibahas di halaman Takikardia.

Gejala yang Perlu Dikenali.

Gejala Umum

  • Jantung berdebar cepat, kadang mulai perlahan lalu makin cepat
  • Lemas dan cepat lelah
  • Pusing atau kepala terasa melayang
  • Sesak napas saat beraktivitas
  • Rasa tidak nyaman di dada
  • Tanpa keluhan, denyut cepat baru ketahuan saat pemeriksaan

Gejala pada Anak-Anak

Pada anak, takikardia atrium lebih sering berlangsung terus-menerus, sehingga tandanya berupa kelelahan dan penurunan kemampuan beraktivitas.

  • Mudah lelah dan tidak kuat bermain seperti biasa
  • Napas cepat atau sesak saat beraktivitas
  • Nafsu makan menurun
  • Denyut nadi cepat yang ditemukan saat pemeriksaan kesehatan
  • Perut terasa begah atau kaki bengkak bila pompa jantung melemah
Tidak semua orang mengalami gejala yang sama. Bila keluhan berulang atau memburuk, periksakan diri.

Apa yang Menyebabkan Kondisi Ini?

  • Titik di serambi yang mengirim sinyal lebih cepat dari simpul sinus
  • Sinyal yang berputar di sekitar jaringan parut setelah operasi jantung atau ablasi
  • Penyakit paru kronis atau kadar oksigen darah yang rendah
  • Serambi yang membesar akibat penyakit katup, hipertensi, atau gagal jantung
  • Kadar kalium atau magnesium darah yang rendah
  • Kelenjar tiroid yang terlalu aktif, kafein, alkohol, atau zat stimulan
  • Kadar obat digoksin yang berlebih di dalam darah

Siapa yang Lebih Berisiko?

Gaya Hidup

Kafein berlebihan, minuman energi, alkohol, merokok, dan zat stimulan dapat memicu serangan pada orang yang rentan.

Medis

Penyakit paru obstruktif kronis, penyakit katup, gagal jantung, penyakit jantung koroner, hipertensi, dan gangguan tiroid membuat serambi lebih mudah mengalami gangguan listrik.

Usia

Takikardia atrium fokal dapat muncul sejak anak-anak, sedangkan jenis multifokal dan jenis yang terkait jaringan parut lebih sering ditemukan pada dewasa dan lansia.

Lainnya

Riwayat operasi jantung, termasuk operasi penyakit jantung bawaan, dan riwayat ablasi fibrilasi atrium meninggalkan jaringan parut yang dapat menjadi jalur sinyal berputar.

Kelompok yang Lebih Berisiko

  • Penyandang Penyakit Paru Kronis: Penyakit paru obstruktif kronis dan kadar oksigen rendah berkaitan dengan takikardia atrium multifokal, terutama saat penyakit paru sedang kambuh.
  • Orang yang Pernah Operasi Jantung atau Ablasi: Jaringan parut di serambi dapat menjadi jalur sinyal berputar, sehingga takikardia dapat muncul bertahun-tahun setelah tindakan.
  • Anak dan Remaja: Takikardia atrium fokal pada usia muda lebih sering berlangsung terus-menerus dan dapat melemahkan otot jantung bila tidak dikenali.
  • Penyandang Penyakit Katup atau Gagal Jantung: Serambi yang membesar dan teregang lebih mudah membentuk titik pemicu sinyal cepat.
Memiliki faktor risiko tidak berarti seseorang pasti mengalami kondisi ini.

Bagaimana Diagnosis Ditegakkan?

Dokter memulai dengan menanyakan keluhan, obat yang dipakai, dan riwayat penyakit jantung atau paru. EKG saat takikardia berlangsung menunjukkan irama cepat dengan gelombang P, yaitu gelombang dari serambi, yang bentuknya berbeda dari irama sinus normal. Bentuk gelombang ini memberi petunjuk letak titik pemicunya. Bila serangan datang dan pergi, Holter atau perekam jangka panjang membantu menangkap serangan dan menghitung berapa lama takikardia berlangsung setiap hari.

Ekokardiografi menilai ukuran serambi, katup, dan kekuatan pompa, terutama bila takikardia sudah berlangsung lama. Tes darah memeriksa kalium, magnesium, tiroid, dan bila perlu kadar obat. Bila ablasi dipertimbangkan, studi elektrofisiologi memetakan letak titik pemicu atau jalur sinyal berputar dari dalam jantung dengan bantuan peta tiga dimensi.

  1. Elektrokardiogram / EKG

    Menunjukkan irama cepat dengan gelombang P yang bentuknya berbeda dari irama normal, sekaligus memberi petunjuk letak titik pemicu.

  2. Pemantauan Holter

    Merekam irama 24 sampai 48 jam untuk melihat seberapa sering dan seberapa lama takikardia berlangsung.

  3. Ekokardiografi

    Menilai ukuran serambi, katup, dan kekuatan pompa, penting bila takikardia sudah berlangsung lama.

  4. Pemeriksaan Elektrolit Darah

    Memeriksa kalium dan magnesium yang bila rendah dapat memicu takikardia atrium.

  5. Pemeriksaan Fungsi Tiroid

    Mencari kelenjar tiroid yang terlalu aktif sebagai pemicu denyut cepat.

  6. Studi Elektrofisiologi

    Memetakan letak titik pemicu atau jalur sinyal berputar di serambi sebagai dasar ablasi.

Pilihan Penanganan.

Penanganan ditentukan dokter setelah evaluasi. Kategori berikut membantu Anda memahami pembicaraan dengan dokter.

Mengatasi Pemicu

Dokter memperbaiki kadar kalium dan magnesium, menangani penyakit paru atau tiroid, serta meninjau obat yang mungkin memicu.

Obat Pengatur Denyut dan Irama

Golongan penghambat beta atau penghambat kanal kalsium memperlambat denyut atau menghentikan serangan. Obat antiaritmia lain dipakai pada keadaan tertentu, dan dokter yang menentukan jenisnya.

Kardioversi Listrik

Kejutan listrik terkendali dengan pembiusan singkat bila serangan disertai tekanan darah turun. Pada sebagian jenis fokal, cara ini kurang berhasil sehingga dipilih cara lain.

Ablasi Kateter

Titik pemicu atau jalur sinyal berputar dinonaktifkan lewat kateter. Pedoman menganjurkan ablasi bagi takikardia atrium berulang, terutama yang berlangsung terus atau sudah melemahkan jantung.

Kesesuaian dan ketersediaan pemeriksaan atau terapi perlu dikonfirmasi bersama tim perawatan.

Komplikasi yang Perlu Dipantau.

Kardiomiopati Akibat Takikardia

Takikardia yang berlangsung terus berminggu-minggu dapat melemahkan otot jantung. Fungsi pompa umumnya pulih dalam beberapa bulan setelah iramanya terkendali.

Gagal Jantung

Pada jantung yang sudah lemah atau pada penyakit paru berat, denyut cepat dapat memicu sesak, bengkak, dan perawatan di rumah sakit.

Pingsan dan Cedera

Serangan dengan denyut sangat cepat dapat menurunkan tekanan darah sehingga pingsan dan cedera akibat jatuh, meski hal ini jarang.

Apa yang Bisa Dilakukan?

  • Batasi kafein, minuman energi, dan alkohol bila memicu keluhan
  • Berhenti merokok, terutama bila Anda juga punya penyakit paru
  • Kendalikan penyakit paru, tekanan darah, dan tiroid sesuai anjuran dokter
  • Minum obat sesuai jadwal dan laporkan efek samping kepada dokter
  • Ulangi EKG dan ekokardiografi sesuai jadwal kontrol bila takikardia sering muncul
  • Segera periksakan anak yang tampak mudah lelah dengan denyut nadi cepat

Kapan Harus ke Dokter?

Takikardia atrium sering tidak menimbulkan keluhan berat, tetapi denyut cepat yang berulang atau menetap tetap perlu diperiksa. Pemeriksaan dini membantu menemukan pemicunya dan mencegah otot jantung melemah. Segera ke IGD bila muncul tanda bahaya.

  • Berdebar cepat yang sering berulang atau berlangsung berjam-jam
  • Denyut nadi istirahat tetap di atas 100 kali per menit tanpa sebab yang jelas
  • Lelah, sesak, atau bengkak kaki yang makin terasa
  • Anak tampak mudah lelah dan denyut nadinya cepat
  • Pingsan, nyeri dada berat, atau sesak berat: segera ke IGD

Jangan Menunggu bila Kondisinya Darurat.

Bila keluhan terasa berat atau muncul mendadak, segera ke IGD terdekat atau hubungi Heart Attack Center 1500 258, bukan menunggu janji temu.

Hal yang Mungkin Anda Tanyakan.

Pertanyaan yang sering diajukan tentang takikardia atrium.

Apa bedanya takikardia atrium dengan fibrilasi atrium?

Keduanya berasal dari serambi. Pada takikardia atrium, sinyal datang dari satu titik atau satu jalur yang teratur sehingga denyut biasanya cepat dan teratur. Pada fibrilasi atrium, sinyal di serambi kacau sehingga denyut tidak teratur. Perbedaan ini penting karena risiko stroke dan penanganannya berbeda. Fibrilasi atrium dibahas di halaman Fibrilasi Atrium.

Apakah takikardia atrium berbahaya?

Umumnya tidak mengancam nyawa. Namun, takikardia yang berlangsung terus-menerus berminggu-minggu dapat melemahkan otot jantung. Keadaan ini sering tidak disadari karena gejalanya hanya lelah atau sesak. Karena itu denyut cepat yang menetap perlu diperiksa. Bila ditemukan dan ditangani, fungsi jantung umumnya pulih.

Apakah takikardia atrium bisa hilang dengan ablasi?

Pada banyak pasien, ablasi dapat menonaktifkan titik pemicu sehingga takikardia tidak muncul lagi. Hasilnya bergantung pada letak dan jumlah titik pemicu. Jenis yang berasal dari banyak titik, seperti takikardia atrium multifokal pada penyakit paru, biasanya lebih tepat ditangani dengan mengobati penyakit parunya. Dokter akan menjelaskan peluang dan risikonya sebelum tindakan.

Mengapa takikardia atrium bisa muncul setelah operasi jantung atau ablasi?

Operasi jantung dan ablasi meninggalkan jaringan parut di serambi. Pada sebagian orang, sinyal listrik dapat berputar di sekitar jaringan parut itu sehingga muncul takikardia, kadang bertahun-tahun kemudian. Keadaan ini tidak berarti tindakan sebelumnya gagal. Jenis takikardia ini umumnya dapat dipetakan dan ditangani dengan ablasi.

Apakah anak bisa mengalami takikardia atrium?

Bisa. Pada anak dan remaja, takikardia atrium fokal cenderung berlangsung terus-menerus. Anak mungkin tidak mengeluh berdebar, tetapi tampak mudah lelah, kurang aktif, atau napasnya cepat. Bila tidak dikenali, otot jantung dapat melemah. Pemeriksaan EKG dan ekokardiografi oleh dokter jantung anak membantu menentukan penanganan yang tepat, termasuk obat atau ablasi.

Sumber dan Tinjauan Medis

Ditinjau secara medis oleh Dr. dr. Faris Basalamah, Sp.JP(K).

  1. Brugada J, Katritsis DG, Arbelo E, et al. 2019 ESC Guidelines for the management of patients with supraventricular tachycardia. The Task Force for the management of patients with supraventricular tachycardia of the European Society of Cardiology (ESC). Eur Heart J. 2020;41(5):655-720.
  2. Katritsis DG, Boriani G, Cosio FG, et al. European Heart Rhythm Association (EHRA) consensus document on the management of supraventricular arrhythmias, endorsed by Heart Rhythm Society (HRS), Asia-Pacific Heart Rhythm Society (APHRS), and Sociedad Latinoamericana de Estimulacion Cardiaca y Electrofisiologia (SOLAECE). Europace. 2017;19(3):465-511.
  3. Page RL, Joglar JA, Caldwell MA, et al. 2015 ACC/AHA/HRS Guideline for the Management of Adult Patients With Supraventricular Tachycardia. Circulation. 2016;133(14):e506-e574.
  4. Medi C, Kalman JM, Haqqani H, et al. Tachycardia-mediated cardiomyopathy secondary to focal atrial tachycardia: long-term outcome after catheter ablation. J Am Coll Cardiol. 2009;53(19):1791-1797.
  5. Huizar JF, Ellenbogen KA, Tan AY, Kaszala K. Arrhythmia-Induced Cardiomyopathy: JACC State-of-the-Art Review. J Am Coll Cardiol. 2019;73(18):2328-2344.

Langkah berikutnya

Bahas Keluhan Anda bersama Dokter.

Mulai konsultasi untuk memahami kondisi dan pilihan penanganan yang sesuai.

Konteks kunjungan: Takikardia Atrium

Informasi di halaman ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan konsultasi, diagnosis, atau pengobatan medis. Untuk keluhan kesehatan Anda, konsultasikan langsung dengan dokter.

Kembali ke Semua Kondisi