Jawaban singkat
Apa Itu Gangguan Tiroid?
Gangguan tiroid adalah kelainan kelenjar tiroid di leher: hormonnya terlalu banyak, terlalu sedikit, atau kelenjarnya membesar dan berbenjol. Hormon tiroid ikut mengatur denyut, irama, dan kerja pompa jantung.
Sumber informasiTanda yang Memerlukan Pertolongan Segera
- Denyut sangat cepat atau tidak teratur disertai pusing atau lemas
- Nyeri dada, atau sesak napas saat istirahat
- Demam tinggi disertai gelisah berat, bingung, muntah, atau diare
- Sangat mengantuk sampai sulit dibangunkan, tubuh terasa sangat dingin
- Pingsan atau hampir pingsan
- Kelemahan otot mendadak sampai tidak bisa berdiri
Bila tanda ini muncul, segera ke IGD terdekat atau hubungi Heart Attack Center 1500 258.
01 / Memahami kondisi
Mengenal Gangguan Tiroid
Kelenjar tiroid adalah kelenjar kecil berbentuk kupu-kupu di leher bagian depan, tepat di bawah jakun. Kelenjar ini membuat hormon tiroid, terutama tiroksin (T4) dan triiodotironin (T3), yang mengatur kecepatan kerja hampir semua sel tubuh: pemakaian energi, suhu tubuh, berat badan, pencernaan, sampai denyut jantung. Produksinya dikendalikan oleh TSH (thyroid stimulating hormone), hormon pengatur dari kelenjar hipofisis di otak.
Jenis Gangguan Tiroid
Gangguan tiroid dibagi menurut fungsi dan bentuk kelenjar. Bila hormon terlalu banyak, kerja tubuh menjadi terlalu cepat, yang dibahas di halaman Hipertiroidisme. Bila hormon terlalu sedikit, kerja tubuh melambat, yang dibahas di halaman Hipotiroidisme. Selain itu ada gondok (pembesaran kelenjar), benjolan atau nodul tiroid, peradangan kelenjar (tiroiditis), dan kanker tiroid. Kelainan bentuk tidak selalu disertai perubahan kadar hormon.
Bagaimana Tiroid Memengaruhi Jantung
Jantung peka terhadap perubahan hormon tiroid, karena hormon ini memengaruhi kecepatan denyut, kekuatan otot jantung, dan kelenturan pembuluh darah. Saat hormon berlebih, jantung berdenyut cepat dan bekerja lebih keras. Sebagian orang mengalami fibrilasi atrium, yaitu irama serambi jantung yang tidak teratur, yang dibahas di halaman Fibrilasi Atrium. Tekanan darah atas dapat naik, dan pada jantung yang sudah lemah dapat timbul gagal jantung.
Saat hormon kurang, denyut melambat dan pompa jantung melemah. Kolesterol LDL cenderung naik, tekanan darah bawah dapat meningkat, dan kadang cairan terkumpul di selaput jantung. Karena itu, dokter jantung sering memeriksa fungsi tiroid pada orang dengan fibrilasi atrium, gagal jantung, atau kolesterol tinggi yang belum jelas penyebabnya.
Penyebab yang Umum
Banyak gangguan tiroid berasal dari proses autoimun, yaitu sistem kekebalan yang keliru menyerang kelenjar tiroid. Penyakit Graves memacu kelenjar bekerja berlebihan, sedangkan tiroiditis Hashimoto perlahan merusak kelenjar sehingga hormon berkurang. Kekurangan atau kelebihan yodium, obat tertentu seperti amiodaron dan litium, serta riwayat operasi atau penyinaran di leher juga dapat berperan.
Gejala gangguan tiroid sering muncul perlahan dan mirip keluhan lain, seperti kelelahan, stres, atau penuaan. Tes darah sederhana dapat memastikan diagnosis, dan sebagian besar gangguan fungsi tiroid dapat dikendalikan dengan pengobatan yang teratur.
02 / Memahami kondisi
Jenis dan Kondisi Turunan
Kondisi berikut termasuk dalam kelompok Gangguan Tiroid. Buka masing-masing untuk penjelasan lengkapnya.
03 / Memahami kondisi
Gejala yang Perlu Dikenali.
Gejala Umum
- Jantung berdebar dan denyut terasa cepat, atau justru lambat
- Mudah lelah dan lemas tanpa sebab yang jelas
- Berat badan turun atau naik tanpa perubahan pola makan
- Tidak tahan panas dan banyak berkeringat, atau sebaliknya mudah kedinginan
- Benjolan atau pembesaran di leher bagian depan
- Cemas, mudah marah, atau murung
- Haid menjadi tidak teratur, lebih sedikit, atau lebih banyak
- Kulit kering, rambut rontok, atau rambut menipis
Gejala pada Lansia
Pada lansia, gejala sering samar dan mudah dikira tanda penuaan.
- Lemas, mengantuk, atau kurang bersemangat
- Pelupa, sulit berkonsentrasi, atau tampak bingung
- Denyut tidak teratur yang baru diketahui saat diperiksa
- Sesak napas atau bengkak tungkai yang baru muncul atau memburuk
- Berat badan dan nafsu makan turun
04 / Memahami kondisi
Apa yang Menyebabkan Kondisi Ini?
- Penyakit autoimun, yaitu sistem kekebalan menyerang kelenjar tiroid, seperti penyakit Graves dan tiroiditis Hashimoto
- Benjolan atau nodul tiroid yang membuat hormon secara berlebihan
- Peradangan kelenjar tiroid (tiroiditis), misalnya setelah infeksi virus atau setelah melahirkan
- Kekurangan yodium dalam makanan, atau asupan yodium yang berlebihan
- Obat tertentu, seperti amiodaron (obat irama jantung), litium, dan beberapa obat kanker
- Operasi pengangkatan tiroid, terapi iodium radioaktif, atau penyinaran di daerah leher
- Gangguan kelenjar hipofisis di otak yang mengatur kerja tiroid (jarang)
05 / Memahami kondisi
Siapa yang Lebih Berisiko?
Medis
Penyakit autoimun lain, seperti diabetes tipe 1, vitiligo, artritis reumatoid, atau lupus, meningkatkan kemungkinan gangguan tiroid. Pemakaian amiodaron atau litium dan riwayat penyinaran di leher juga menambah risiko.
Genetik
Riwayat gangguan tiroid pada orang tua atau saudara kandung, terutama penyakit Graves atau tiroiditis Hashimoto.
Gaya Hidup
Merokok meningkatkan risiko penyakit Graves dan memperberat gangguan mata akibat Graves. Asupan yodium yang kurang, atau suplemen yodium berlebihan, juga dapat mengganggu kerja kelenjar.
Usia
Risiko gangguan tiroid meningkat seiring bertambahnya usia, terutama setelah 60 tahun, saat gejalanya juga makin samar.
Lainnya
Perempuan beberapa kali lebih sering mengalami gangguan tiroid dibandingkan laki-laki. Masa kehamilan dan satu tahun setelah melahirkan dapat memicu perubahan fungsi tiroid.
Kelompok yang Lebih Berisiko
- Perempuan Usia Subur: Gangguan tiroid lebih banyak dialami perempuan. Peradangan tiroid setelah melahirkan dapat membuat kadar hormon naik lalu turun dalam beberapa bulan.
- Lansia: Gejala sering samar, padahal dampaknya pada irama dan pompa jantung lebih besar. Tes TSH membantu saat muncul keluhan baru.
- Penyandang Penyakit Autoimun: Orang dengan diabetes tipe 1, vitiligo, atau penyakit autoimun lain lebih mudah mengalami tiroiditis autoimun.
- Pengguna Amiodaron atau Litium: Kedua obat ini dapat membuat tiroid terlalu aktif atau kurang aktif, sehingga fungsi tiroid biasanya diperiksa secara berkala.
- Penyandang Penyakit Jantung: Orang dengan fibrilasi atrium, gagal jantung, atau kolesterol tinggi perlu diperiksa fungsi tiroidnya, karena gangguan tiroid dapat menjadi pemicu atau memperberat keadaan.
06 / Memahami kondisi
Bagaimana Diagnosis Ditegakkan?
Diagnosis dimulai dari wawancara tentang keluhan, obat dan suplemen yang diminum, riwayat kehamilan, dan riwayat keluarga, lalu pemeriksaan fisik leher, nadi, dan tekanan darah. Karena gejalanya mirip banyak keadaan lain, kepastian diperoleh dari tes darah. TSH adalah pemeriksaan pertama: TSH rendah dengan FT4 tinggi mengarah ke hipertiroidisme, sedangkan TSH tinggi dengan FT4 rendah mengarah ke hipotiroidisme. Bila TSH tidak normal tetapi FT4 masih normal, keadaannya disebut subklinis, dan dokter biasanya mengulang tes dalam beberapa bulan sebelum memutuskan pengobatan.
Tes antibodi, USG tiroid, dan pemindaian tiroid membantu mencari penyebab. Bila ada keluhan jantung, dokter menambahkan EKG, rekaman irama jantung selama beberapa hari, ekokardiografi, dan pemeriksaan kolesterol untuk menilai dampaknya pada jantung dan pembuluh darah.
Pemeriksaan Fisik
Dokter meraba leher untuk menilai ukuran dan benjolan tiroid, menghitung denyut nadi, mengukur tekanan darah, serta memeriksa kulit, mata, dan refleks.
Pemeriksaan Fungsi Tiroid
Tes darah TSH sebagai langkah awal, dilanjutkan dengan FT4 dan bila perlu FT3, untuk menentukan apakah tiroid terlalu aktif atau kurang aktif.
Tes antibodi tiroid, seperti anti-TPO dan antibodi reseptor TSH (TRAb), untuk mencari penyebab autoimun seperti tiroiditis Hashimoto atau penyakit Graves.
USG tiroid untuk melihat ukuran kelenjar dan benjolan; bila perlu dilengkapi pemindaian tiroid kedokteran nuklir atau biopsi jarum halus pada nodul.
Elektrokardiogram / EKG
Rekaman EKG untuk melihat denyut terlalu cepat, terlalu lambat, atau fibrilasi atrium akibat gangguan tiroid.
Ekokardiografi
USG jantung untuk menilai kekuatan pompa, ukuran ruang jantung, dan cairan di selaput jantung bila ada keluhan jantung.
Skrining Kolesterol & Profil Lipid
Pemeriksaan kolesterol, karena tiroid yang kurang aktif dapat menaikkan kolesterol LDL dan trigliserida.
07 / Memahami kondisi
Pilihan Penanganan.
Penanganan ditentukan dokter setelah evaluasi. Kategori berikut membantu Anda memahami pembicaraan dengan dokter.
Obat Antitiroid
Obat golongan tionamida menekan pembuatan hormon pada tiroid yang terlalu aktif. Dokter menentukan jenis obat dan lama pengobatan, serta memantau efek sampingnya.
Terapi Iodium Radioaktif
Iodium radioaktif yang diminum mengecilkan jaringan tiroid yang terlalu aktif. Setelahnya, banyak orang memerlukan hormon tiroid pengganti seumur hidup.
Operasi Tiroid
Pengangkatan sebagian atau seluruh kelenjar dipertimbangkan pada gondok besar yang menekan saluran napas, nodul yang dicurigai, atau bila obat tidak cocok.
Hormon Tiroid Pengganti
Pada tiroid yang kurang aktif, tablet hormon tiroid sintetis (levotiroksin) menggantikan hormon yang kurang. Dosisnya diatur dokter berdasarkan hasil TSH berkala.
Penanganan Dampak pada Jantung
Obat penyekat beta untuk meredakan debar, pengendalian irama, obat pengencer darah bila risiko stroke tinggi, serta pengendalian tekanan darah dan kolesterol, sesuai penilaian dokter jantung.
08 / Memahami kondisi
Komplikasi yang Perlu Dipantau.
Fibrilasi Atrium dan Stroke
Hormon tiroid berlebih dapat memicu irama serambi yang tidak teratur. Bekuan darah dapat terbentuk di serambi lalu terbawa ke otak dan menyebabkan stroke.
Gagal Jantung
Hormon yang berlebih maupun kurang dapat melemahkan kerja pompa jantung, terutama pada lansia atau orang yang sudah memiliki penyakit jantung.
Kolesterol Tinggi dan Aterosklerosis
Tiroid yang kurang aktif menaikkan kolesterol LDL, yang lama-kelamaan dapat mempercepat penumpukan plak di pembuluh darah.
Tekanan Darah Tinggi
Hormon berlebih cenderung menaikkan tekanan darah atas, sedangkan hormon kurang dapat menaikkan tekanan darah bawah.
Krisis Tiroid dan Koma Miksedema
Keadaan gawat yang jarang: lonjakan hormon yang ekstrem pada krisis tiroid, atau kekurangan hormon berat pada koma miksedema. Keduanya perlu penanganan di IGD.
Pengeroposan Tulang
Hormon tiroid berlebih dalam waktu lama, termasuk obat hormon tiroid yang melebihi kebutuhan, mempercepat hilangnya kepadatan tulang.
Gangguan Kehamilan
Kadar hormon yang tidak terkendali saat hamil berhubungan dengan keguguran, persalinan prematur, dan gangguan tumbuh kembang janin.
09 / Memahami kondisi
Apa yang Bisa Dilakukan?
- Gunakan garam beryodium untuk memasak, dalam jumlah wajar sesuai anjuran pembatasan garam
- Jangan minum suplemen yodium atau suplemen kelenjar tanpa saran dokter
- Berhenti merokok, terutama bila ada riwayat penyakit Graves dalam keluarga
- Periksakan fungsi tiroid sebelum hamil bila Anda memiliki riwayat gangguan tiroid
- Minum obat tiroid sesuai jadwal dan lakukan tes darah kontrol sesuai anjuran dokter
- Tanyakan perlunya cek tiroid berkala bila Anda minum amiodaron atau litium
- Bawa hasil tes tiroid saat kontrol ke dokter jantung
10 / Memahami kondisi
Kapan Harus ke Dokter?
Periksakan diri ke dokter bila keluhan berikut muncul selama beberapa minggu atau makin mengganggu. Tes darah sederhana dapat menunjukkan apakah tiroid berperan.
- Jantung berdebar, denyut terasa cepat atau tidak teratur, atau denyut lambat disertai lemas
- Berat badan berubah tanpa sebab yang jelas
- Benjolan atau pembesaran di leher
- Selalu merasa kepanasan atau kedinginan dibanding orang lain
- Haid tidak teratur atau sulit hamil
- Kolesterol atau tekanan darah naik tanpa sebab yang jelas
Segera ke IGD bila denyut sangat cepat disertai nyeri dada, sesak, atau pingsan, bila demam tinggi disertai gelisah berat, atau bila sangat mengantuk sampai sulit dibangunkan.
Jangan Menunggu bila Kondisinya Darurat.
Bila keluhan terasa berat atau muncul mendadak, segera ke IGD terdekat atau hubungi Heart Attack Center 1500 258, bukan menunggu janji temu.
11 / Pertanyaan umum
Hal yang Mungkin Anda Tanyakan.
Pertanyaan yang sering diajukan tentang gangguan tiroid dan dampaknya pada jantung.
Apakah gangguan tiroid bisa menyebabkan penyakit jantung?
Bisa. Hormon tiroid mengatur denyut dan kekuatan jantung. Hormon berlebih dapat memicu denyut cepat, fibrilasi atrium, tekanan darah atas yang tinggi, dan gagal jantung. Hormon kurang dapat memperlambat denyut, menaikkan kolesterol LDL, dan menimbulkan cairan di selaput jantung. Banyak dari perubahan ini membaik setelah kadar hormon kembali normal, sehingga pemeriksaan tiroid sering menjadi bagian dari evaluasi jantung.
Apa bedanya gondok dengan gangguan fungsi tiroid?
Gondok adalah pembesaran kelenjar tiroid yang terlihat atau teraba di leher. Gondok bisa disertai kadar hormon yang normal, berlebih, atau kurang. Sebaliknya, gangguan fungsi tiroid dapat terjadi tanpa pembesaran leher sama sekali. Karena itu, dokter menilai bentuk kelenjar dengan perabaan dan USG, serta menilai fungsinya dengan tes darah TSH dan FT4.
Apakah gangguan tiroid bisa sembuh?
Tergantung penyebabnya. Peradangan tiroid setelah infeksi atau setelah melahirkan sering membaik sendiri dalam beberapa bulan. Penyakit Graves dapat mereda setelah pengobatan dengan obat antitiroid, meski sebagian orang kambuh. Tiroiditis Hashimoto umumnya menetap, tetapi dapat dikendalikan dengan hormon tiroid pengganti setiap hari. Dengan pengobatan dan kontrol teratur, kebanyakan orang dapat beraktivitas seperti biasa.
Perlukah penyandang penyakit jantung memeriksa fungsi tiroid?
Pemeriksaan fungsi tiroid dianjurkan pada fibrilasi atrium yang baru diketahui, gagal jantung, kolesterol tinggi yang belum jelas penyebabnya, serta sebelum dan selama memakai amiodaron. Gangguan tiroid dapat menjadi pemicu yang bisa diperbaiki, sehingga pengobatan jantung menjadi lebih efektif. Dokter akan menentukan kapan tes perlu dilakukan dan seberapa sering diulang.
Apakah ada makanan yang harus dihindari?
Pada umumnya tidak ada pantangan khusus. Gunakan garam beryodium secukupnya dan hindari suplemen yodium tanpa saran dokter, karena kelebihan yodium juga dapat mengganggu tiroid. Bila Anda minum hormon tiroid pengganti, beri jarak dengan suplemen kalsium, zat besi, dan susu kedelai karena dapat mengurangi penyerapan obat. Tanyakan pengaturan waktunya kepada dokter.
Apakah gangguan tiroid memengaruhi kehamilan?
Ya. Selama hamil, janin bergantung pada hormon tiroid dari tubuh ibunya, terutama untuk perkembangan otak di awal kehamilan. Kadar yang terlalu tinggi atau terlalu rendah berhubungan dengan keguguran, persalinan prematur, dan tekanan darah tinggi saat hamil. Bila Anda memiliki gangguan tiroid dan merencanakan kehamilan, konsultasikan lebih dulu agar obatnya dapat disesuaikan sejak awal.
Sumber dan Tinjauan Medis
Ditinjau secara medis oleh dr. Debby C. Soemitha, Sp.PD.
- Razvi S, Jabbar A, Pingitore A, Danzi S, Biondi B, Klein I, et al. Thyroid hormones and cardiovascular function and diseases. J Am Coll Cardiol. 2018;71(16):1781-96.
- Taylor PN, Albrecht D, Scholz A, Gutierrez-Buey G, Lazarus JH, Dayan CM, et al. Global epidemiology of hyperthyroidism and hypothyroidism. Nat Rev Endocrinol. 2018;14(5):301-16.
- Ross DS, Burch HB, Cooper DS, Greenlee MC, Laurberg P, Maia AL, et al. 2016 American Thyroid Association guidelines for diagnosis and management of hyperthyroidism and other causes of thyrotoxicosis. Thyroid. 2016;26(10):1343-421.
- Jonklaas J, Bianco AC, Bauer AJ, Burman KD, Cappola AR, Celi FS, et al. Guidelines for the treatment of hypothyroidism: prepared by the American Thyroid Association Task Force on Thyroid Hormone Replacement. Thyroid. 2014;24(12):1670-751.
- Cappola AR, Desai AS, Medici M, Cooper LS, Egan D, Sopko G, et al. Thyroid and cardiovascular disease: research agenda for enhancing knowledge, prevention, and treatment. Circulation. 2019;139(25):2892-909.
- Alexander EK, Pearce EN, Brent GA, Brown RS, Chen H, Dosiou C, et al. 2017 Guidelines of the American Thyroid Association for the diagnosis and management of thyroid disease during pregnancy and the postpartum. Thyroid. 2017;27(3):315-89.




