Jawaban singkat
Apa Itu Klaudikasio Intermiten?
Klaudikasio intermiten adalah nyeri, kram, atau pegal di otot kaki yang muncul saat berjalan dan reda setelah istirahat beberapa menit. Keluhan ini merupakan gejala khas penyakit arteri perifer dan dapat membaik dengan latihan berjalan yang teratur.
Sumber informasiTanda yang Memerlukan Pertolongan Segera
- Nyeri kaki saat istirahat atau pada malam hari
- Jarak berjalan sebelum nyeri muncul memendek dengan cepat
- Luka di kaki atau jari yang tidak sembuh
- Jari kaki berubah kebiruan atau hitam
- Kaki mendadak dingin, pucat, dan sangat nyeri
- Kaki mendadak kebas, lemah, atau sulit digerakkan
Bila tanda ini muncul, segera ke IGD terdekat atau hubungi Heart Attack Center 1500 258.
01 / Memahami kondisi
Mengenal Klaudikasio Intermiten
Klaudikasio intermiten berasal dari kata Latin claudicare yang berarti pincang, sedangkan intermiten berarti hilang timbul. Keluhannya berupa nyeri, kram, pegal, atau rasa berat di otot kaki yang muncul setelah Anda berjalan sejauh tertentu, memaksa Anda berhenti, lalu reda dalam sekitar 10 menit setelah berdiri diam. Saat berjalan lagi, nyeri muncul kembali pada jarak yang kurang lebih sama.
Penyebabnya di Arteri
Klaudikasio adalah gejala khas penyakit arteri perifer, yang dibahas di halaman Penyakit Arteri Perifer. Plak aterosklerosis menyempitkan arteri tungkai. Saat istirahat, aliran darah masih cukup, tetapi saat otot bekerja kebutuhannya naik dan arteri yang sempit tidak mampu menambah pasokan. Letak nyeri memberi petunjuk letak penyempitan: nyeri betis umumnya berasal dari arteri paha atau lutut, sedangkan nyeri bokong dan paha dari arteri di panggul.
Tidak Selalu dari Pembuluh Darah
Nyeri kaki saat berjalan juga dapat berasal dari penyempitan saluran saraf tulang belakang, radang sendi, atau gangguan vena. Nyeri karena saraf tulang belakang biasanya baru reda bila Anda duduk atau membungkuk, sedangkan klaudikasio reda cukup dengan berdiri diam. Pemeriksaan Ankle-Brachial Index (ABI) membantu membedakannya.
Bagaimana Perjalanannya
Pada sebagian besar orang, keluhan tetap stabil selama bertahun-tahun, dan hanya sebagian kecil yang berlanjut menjadi iskemia ekstremitas kritis, yang dibahas di halaman Iskemia Ekstremitas Kritis. Kemungkinan perburukan lebih besar pada orang yang tetap merokok atau diabetesnya tidak terkendali. Hal yang lebih perlu diwaspadai adalah risiko serangan jantung dan stroke, karena plak yang sama sering ada di arteri jantung dan otak.
Latihan Berjalan sebagai Terapi Utama
Pedoman ESC 2024 dan ACC/AHA 2024 menganjurkan latihan berjalan terstruktur, sebaiknya dengan pengawasan, sebagai langkah pertama bersama berhenti merokok dan obat pelindung pembuluh darah. Latihan teratur membuat otot memakai oksigen lebih efisien, memperbaiki fungsi lapisan dalam pembuluh darah, dan dapat merangsang tumbuhnya pembuluh kecil di sekitar sumbatan. Bila setelah sekitar tiga bulan keluhan tetap mengganggu pekerjaan atau kegiatan sehari-hari, dokter dapat mempertimbangkan pembukaan arteri lewat kateter atau operasi.
02 / Memahami kondisi
Gejala yang Perlu Dikenali.
Gejala Umum
- Nyeri, kram, atau pegal di betis saat berjalan
- Nyeri di paha atau bokong saat berjalan cepat atau menanjak
- Keluhan muncul setelah jarak berjalan yang kurang lebih sama
- Nyeri reda dalam beberapa menit setelah berdiri diam
- Kaki terasa berat atau cepat lelah saat naik tangga
- Kaki yang sakit lebih dingin atau lebih pucat dari sisi lain
- Denyut nadi di punggung kaki lemah
- Gangguan ereksi pada laki-laki bila penyempitan ada di arteri panggul
03 / Memahami kondisi
Apa yang Menyebabkan Kondisi Ini?
- Aterosklerosis yang menyempitkan arteri di panggul, paha, atau belakang lutut
- Penyempitan arteri betis, sering pada penyandang diabetes
- Penyempitan ulang pada stent atau bypass yang pernah dipasang
- Penyakit Buerger (tromboangiitis obliterans) pada perokok usia muda, meski jarang
- Jepitan arteri di belakang lutut oleh otot pada orang muda yang aktif berolahraga, meski jarang
04 / Memahami kondisi
Siapa yang Lebih Berisiko?
Gaya Hidup
Merokok sangat erat kaitannya dengan klaudikasio, dan berhenti merokok membantu memperlambat penyempitan. Kurang bergerak membuat otot makin cepat lelah dan jarak berjalan makin pendek.
Medis
Diabetes, tekanan darah tinggi, kolesterol LDL tinggi, dan penyakit ginjal kronis mempercepat penyempitan arteri tungkai.
Usia
Keluhan lebih sering muncul setelah usia 50 tahun dan makin sering seiring bertambahnya usia.
Genetik
Riwayat keluarga dengan penyakit jantung atau pembuluh darah di usia muda, termasuk kolesterol tinggi bawaan, menambah kerentanan.
Kelompok yang Lebih Berisiko
- Perokok dan Mantan Perokok: Rokok merusak lapisan dalam arteri tungkai. Nyeri kaki saat berjalan pada perokok perlu diperiksa, bukan dianggap pegal biasa.
- Penyandang Diabetes: Penyempitan sering mengenai arteri betis, dan gangguan saraf dapat membuat keluhan terasa samar.
- Lansia: Keluhan sering dianggap tanda usia atau nyeri sendi, padahal dapat berasal dari arteri yang menyempit.
- Penyandang Penyakit Jantung Koroner atau Stroke: Plak di satu wilayah arteri sering disertai plak di arteri tungkai, sehingga keluhan berjalan perlu ditanyakan kepada dokter.
05 / Memahami kondisi
Bagaimana Diagnosis Ditegakkan?
Dokter menanyakan letak nyeri, jarak berjalan sampai nyeri muncul, berapa lama sampai reda, dan apakah Anda perlu duduk atau cukup berdiri diam. Pemeriksaan fisik meliputi perabaan denyut nadi kaki, warna dan suhu kulit, serta pemeriksaan saraf dan sendi untuk menyingkirkan penyebab lain.
Ankle-Brachial Index (ABI) memastikan apakah keluhan berasal dari arteri. Bila ABI saat istirahat normal tetapi keluhannya khas, ABI diukur ulang setelah Anda berjalan di treadmill atau melakukan latihan sederhana; tekanan kaki yang turun setelah latihan mendukung diagnosis. Uji jalan ini juga mencatat jarak berjalan Anda sebagai patokan untuk menilai hasil terapi.
USG dupleks atau CT angiografi diperlukan bila tindakan membuka arteri dipertimbangkan, bukan untuk semua pasien. Tes darah kolesterol, gula darah, dan fungsi ginjal membantu menyusun terapi pencegahan.
Pemeriksaan Fisik
Wawancara pola nyeri dan jarak berjalan, perabaan denyut nadi kaki, serta pemeriksaan saraf dan sendi untuk membedakan penyebab lain.
Tes Ankle-Brachial Index / ABI
Membandingkan tekanan darah di pergelangan kaki dan lengan. Nilai 0,90 atau kurang mendukung penyakit arteri perifer.
ABI setelah latihan dan uji jalan: ABI diukur ulang setelah berjalan di treadmill bila ABI istirahat normal, sekaligus mencatat jarak berjalan sebagai patokan terapi.
Tes Toe-Brachial Index / TBI
Dipakai bila arteri kaki kaku karena diabetes atau penyakit ginjal, sehingga hasil ABI kurang dapat diandalkan.
USG Dupleks
Memetakan letak dan beratnya penyempitan tanpa radiasi, terutama bila tindakan dipertimbangkan.
CT Angiografi Perifer / CTA Perifer
Gambaran arteri dari perut sampai kaki bila pembukaan arteri lewat kateter atau operasi direncanakan.
Pemeriksaan Laboratorium
Tes darah kolesterol, gula darah atau HbA1c, dan fungsi ginjal untuk menilai faktor risiko dan menyusun terapi.
06 / Memahami kondisi
Pilihan Penanganan.
Penanganan ditentukan dokter setelah evaluasi. Kategori berikut membantu Anda memahami pembicaraan dengan dokter.
Latihan Berjalan Terstruktur
Berjalan sampai nyeri terasa sedang, istirahat sampai reda, lalu lanjutkan. Sesi 30 sampai 60 menit, minimal tiga kali seminggu selama 12 minggu atau lebih, sebaiknya dengan pengawasan.
Berhenti Merokok
Langkah penting untuk memperlambat penyempitan arteri. Dokter dapat membantu dengan konseling dan obat penunjang berhenti merokok.
Obat Pelindung Pembuluh Darah
Obat penurun kolesterol golongan statin dan obat antiplatelet untuk menurunkan risiko serangan jantung, stroke, dan perburukan tungkai. Jenis dan dosisnya ditentukan dokter.
Obat untuk Menambah Jarak Berjalan
Pada sebagian pasien, dokter dapat memberi obat golongan penghambat fosfodiesterase-3 untuk menambah jarak berjalan. Obat ini tidak dipakai pada penyandang gagal jantung.
Pengendalian Faktor Risiko
Tekanan darah, gula darah, dan berat badan dikendalikan sesuai target yang ditetapkan dokter.
Revaskularisasi
Angioplasti, stent, atau operasi bypass dipertimbangkan bila keluhan tetap membatasi aktivitas setelah sekitar tiga bulan latihan dan obat, dengan menimbang manfaat dan risikonya.
07 / Memahami kondisi
Komplikasi yang Perlu Dipantau.
Penurunan Kemampuan Berjalan
Keluhan membuat Anda mengurangi aktivitas, sehingga otot melemah dan jarak berjalan makin pendek.
Serangan Jantung dan Stroke
Plak di arteri kaki menandakan plak di arteri lain, sehingga risiko kejadian jantung dan otak lebih tinggi daripada orang tanpa klaudikasio.
Iskemia Ekstremitas Kritis
Sebagian kecil berlanjut menjadi nyeri saat istirahat, luka, atau gangren. Dibahas di halaman Iskemia Ekstremitas Kritis.
Sumbatan Mendadak di Tungkai
Bekuan dapat tiba-tiba menutup arteri yang sudah sempit, sehingga kaki mendadak dingin, pucat, dan nyeri. Keadaan ini perlu ditangani di IGD.
Penurunan Kualitas Hidup
Keterbatasan berjalan dapat mengganggu pekerjaan, kegiatan sosial, dan kemandirian sehari-hari.
08 / Memahami kondisi
Apa yang Bisa Dilakukan?
- Berhenti merokok dan hindari asap rokok orang lain.
- Berjalan kaki secara teratur sesuai arahan dokter, meski keluhan muncul.
- Catat jarak atau waktu berjalan sampai nyeri muncul untuk memantau perkembangan.
- Kendalikan tekanan darah, gula darah, dan kolesterol sesuai target dari dokter.
- Minum obat secara teratur dan jangan menghentikannya tanpa berkonsultasi.
- Periksa kaki setiap hari dan pakai sepatu yang nyaman dan pas.
- Pilih pola makan kaya sayur, buah, dan ikan, serta batasi lemak jenuh dan garam.
09 / Memahami kondisi
Kapan Harus ke Dokter?
Buat janji dengan dokter bila nyeri, kram, atau pegal di kaki muncul berulang saat berjalan dan reda saat istirahat. Keluhan ini perlu diperiksa meski terasa ringan, karena dapat menjadi tanda penyakit arteri perifer. Segera ke IGD bila kaki mendadak dingin, pucat, kebas, atau sangat nyeri.
- Nyeri kaki berulang saat berjalan yang reda saat berdiri diam
- Jarak berjalan Anda makin pendek
- Keluhan mengganggu pekerjaan atau kegiatan sehari-hari
- Nyeri juga muncul saat istirahat atau pada malam hari
- Ada luka di kaki yang lambat sembuh
Jangan Menunggu bila Kondisinya Darurat.
Bila keluhan terasa berat atau muncul mendadak, segera ke IGD terdekat atau hubungi Heart Attack Center 1500 258, bukan menunggu janji temu.
10 / Pertanyaan umum
Hal yang Mungkin Anda Tanyakan.
Pertanyaan yang sering diajukan tentang klaudikasio intermiten.
Apakah klaudikasio sama dengan kram otot biasa?
Tidak. Kram otot biasa sering muncul tiba-tiba, kadang saat istirahat atau malam hari, dan otot terasa mengeras sesaat. Klaudikasio muncul saat berjalan, biasanya setelah jarak yang kurang lebih sama, lalu reda dalam beberapa menit setelah Anda berdiri diam. Pola yang berulang seperti ini perlu diperiksa dengan ABI.
Kalau berjalan membuat kaki nyeri, mengapa justru dianjurkan berjalan?
Latihan berjalan terstruktur terbukti menambah jarak berjalan tanpa nyeri. Caranya, berjalan sampai nyeri terasa sedang, beristirahat sampai reda, lalu berjalan lagi. Rasa nyeri ini tidak merusak otot. Latihan membuat otot memakai oksigen lebih efisien. Namun, bila ada luka di kaki atau nyeri sudah muncul saat istirahat, tanyakan dulu kepada dokter.
Berapa lama latihan berjalan mulai terasa hasilnya?
Perbaikan umumnya mulai terasa setelah beberapa minggu, dan program yang dianjurkan pedoman berlangsung minimal 12 minggu, setidaknya tiga kali seminggu. Program dengan pengawasan memberi hasil lebih baik daripada sekadar saran untuk berjalan. Manfaatnya bertahan bila latihan diteruskan, jadi jadikan berjalan kebiasaan jangka panjang.
Apakah saya perlu pasang stent?
Tidak selalu. Kebanyakan penyandang klaudikasio membaik dengan latihan, berhenti merokok, dan obat. Tindakan seperti angioplasti, stent, atau bypass dipertimbangkan bila keluhan tetap mengganggu pekerjaan atau kegiatan sehari-hari setelah sekitar tiga bulan terapi. Tindakan tidak menggantikan obat dan latihan, karena keduanya tetap dibutuhkan untuk melindungi jantung dan otak.
Apakah klaudikasio bisa membuat kaki diamputasi?
Jarang. Pada sebagian besar orang, keluhan tetap stabil selama bertahun-tahun. Risiko perburukan lebih tinggi bila tetap merokok atau diabetes tidak terkendali. Yang perlu diwaspadai adalah tanda perburukan, seperti nyeri saat istirahat, luka yang tidak sembuh, atau jari kaki yang berubah warna, karena tanda itu perlu segera diperiksa.
Apa yang perlu saya catat sebelum ke dokter?
Catat letak nyeri, jarak atau waktu berjalan sampai nyeri muncul, berapa lama sampai reda, dan apakah Anda perlu duduk atau cukup berdiri diam. Bawa juga daftar obat, hasil tes darah terakhir, dan riwayat merokok, diabetes, tekanan darah, serta penyakit jantung. Catatan ini membantu dokter memastikan diagnosis dan menilai hasil terapi.
Sumber dan Tinjauan Medis
Ditinjau secara medis oleh dr. Suko Adiarto, Sp.JP(K), Ph.D..
- Mazzolai L, Teixido-Tura G, Lanzi S, Boc V, Bossone E, Brodmann M, et al. 2024 ESC Guidelines for the management of peripheral arterial and aortic diseases. Eur Heart J. 2024;45(36):3538-700.
- Gornik HL, Aronow HD, Goodney PP, Arya S, Brewster LP, Byrd L, et al. 2024 ACC/AHA/AACVPR/APMA/ABC/SCAI/SVM/SVN/SVS/SIR/VESS Guideline for the Management of Lower Extremity Peripheral Artery Disease: A Report of the American College of Cardiology/American Heart Association Joint Committee on Clinical Practice Guidelines. Circulation. 2024;149(24):e1313-410.
- Nordanstig J, Behrendt CA, Baumgartner I, Belch J, Back M, Fitridge R, et al. European Society for Vascular Surgery (ESVS) 2024 Clinical Practice Guidelines on the Management of Asymptomatic Lower Limb Peripheral Arterial Disease and Intermittent Claudication. Eur J Vasc Endovasc Surg. 2024;67(1):9-96.
- Treat-Jacobson D, McDermott MM, Bronas UG, Campia U, Collins TC, Criqui MH, et al. Optimal Exercise Programs for Patients With Peripheral Artery Disease: A Scientific Statement From the American Heart Association. Circulation. 2019;139(4):e10-33.
- Hageman D, Fokkenrood HJ, Gommans LN, van den Houten MM, Teijink JA. Supervised exercise therapy versus home-based exercise therapy versus walking advice for intermittent claudication. Cochrane Database Syst Rev. 2018;4(4):CD005263.
- Lane R, Harwood A, Watson L, Leng GC. Exercise for intermittent claudication. Cochrane Database Syst Rev. 2017;12(12):CD000990.




