Langsung ke konten

Prosedur medis · Tindakan non-bedah

Pemasangan Stent Perifer

Peripheral Stent Placement

Pemasangan penyangga jaring logam kecil lewat kateter untuk menjaga arteri tungkai atau arteri lain di luar jantung tetap terbuka setelah dilebarkan dengan balon.

Ditinjau secara medis olehdr. Emanoel Oepangat, Sp.JP(K), Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah
Terakhir diperbarui6 Oktober 2026
Ilustrasi pemasangan stent perifer: rangka logam kecil menjaga arteri tungkai tetap terbuka
Ilustrasi Pemasangan Stent Perifer
Kelompok prosedur
Intervensi Non-Bedah (Minimally Invasive), Vaskular (Non-Jantung)
Durasi tindakan
2 jam
Anestesi
Lokal
Rawat inap
Direncanakan

Jawaban singkat

Apa Itu Pemasangan Stent Perifer?

Pemasangan stent perifer adalah tindakan lewat kateter untuk memasang stent, yaitu penyangga jaring logam kecil, di arteri luar jantung yang menyempit, terutama arteri panggul dan tungkai. Stent menahan dinding arteri tetap terbuka setelah dilebarkan balon dan tetap berada di dalam arteri. Tindakan sekitar 1 sampai 2 jam dengan bius lokal.

Sumber informasi

Mengenal Pemasangan Stent Perifer

Apa Itu Pemasangan Stent Perifer

Stent adalah tabung kecil berbentuk jaring logam yang dipasang di dalam arteri untuk menyangga dindingnya agar tetap terbuka. Stent perifer dipasang di arteri luar jantung, terutama arteri panggul dan tungkai yang menyempit akibat plak pada penyakit arteri perifer. Stent dipasang lewat kateter, biasanya dalam tindakan yang sama dengan pelebaran balon, yang dibahas di halaman Angioplasti Perifer. Setelah terpasang, stent tetap berada di dalam arteri dan lambat laun tertutup lapisan sel dinding pembuluh.

Cara Kerja Singkat

Stent dibawa dalam keadaan terlipat di ujung kateter sampai ke penyempitan. Sebagian stent terbuka sendiri saat selubungnya ditarik, sebagian lagi dikembangkan dengan balon. Stent lalu menekan plak ke dinding dan menahan arteri tetap lebar.

Jenis Stent

  • Stent yang mengembang sendiri: terbuat dari logam lentur, cocok untuk arteri paha yang ikut bergerak dan tertekuk saat berjalan.
  • Stent yang dikembangkan balon: lebih kaku dan dapat ditempatkan dengan tepat, sering dipakai di arteri panggul dan pangkal arteri ginjal.
  • Stent berlapis obat: melepaskan obat yang menghambat tumbuhnya jaringan parut sehingga mengurangi penyempitan ulang.
  • Stent berselubung: dilapisi bahan seperti kain tipis, dipakai misalnya pada sumbatan rumit di arteri panggul atau bila dinding arteri robek.

Kapan Stent Dipasang

Tidak semua penyempitan memerlukan stent. Stent umumnya dipasang bila setelah dilebarkan balon dinding arteri robek, mengerut kembali, atau masih menyempit, serta pada penyempitan panjang atau sumbatan total di arteri panggul dan paha. Di arteri pangkal paha dan di belakang sendi lutut, stent sebisa mungkin dihindari karena daerah ini sering tertekuk. Di arteri bawah lutut, balon saja lebih sering dipakai.

Stent di Arteri Lain

Stent juga dapat dipasang di arteri lengan atau arteri ginjal. Pada penyempitan arteri ginjal akibat plak, penelitian besar menunjukkan stent umumnya tidak memberi manfaat tambahan dibanding obat, sehingga hanya dipertimbangkan pada keadaan tertentu, misalnya fungsi ginjal terus memburuk atau sesak napas mendadak berulang akibat cairan di paru.

Hidup dengan Stent

Stent tidak terasa dari luar dan tidak perlu diganti. Obat antiplatelet diminum untuk mencegah bekuan di dalam stent, dan kontrol berkala membantu menemukan penyempitan ulang lebih awal. Pemeriksaan stent dengan USG dibahas di halaman USG Dupleks.

Kapan Tindakan Ini Dipertimbangkan?

Dokter dapat mempertimbangkan tindakan ini pada keadaan berikut. Keputusan selalu ditetapkan setelah evaluasi menyeluruh.

  • Hasil Balon Belum CukupDinding arteri robek, mengerut kembali, atau masih menyempit setelah dilebarkan balon.
  • Penyempitan atau Sumbatan Arteri PanggulStent sering langsung dipasang karena hasilnya bertahan baik di arteri besar ini.
  • Penyempitan Panjang di Arteri PahaStent, sering berlapis obat, membantu arteri tetap terbuka lebih lama.
  • Robekan atau Kebocoran Dinding ArteriStent berselubung dapat menutup robekan atau kebocoran pada dinding arteri.
  • Penyempitan Arteri Ginjal atau Lengan TertentuBila menimbulkan keluhan atau mengganggu fungsi organ setelah dinilai tim.
Tidak setiap pasien memerlukan tindakan ini. Tanyakan tujuan tindakan dan bagaimana hasilnya memengaruhi rencana perawatan Anda.
Keadaan yang Perlu Dipertimbangkan Lebih Dulu
  • Penyempitan di Daerah yang Sering TertekukArteri pangkal paha dan belakang sendi lutut sebisa mungkin tidak dipasangi stent.
  • Tidak Dapat Minum Obat AntiplateletObat ini diperlukan untuk mencegah bekuan di dalam stent.
  • Hasil Balon Sudah BaikStent tidak diperlukan bila arteri sudah terbuka baik dengan balon saja.
  • Alergi Berat terhadap Zat KontrasPerlu persiapan obat khusus atau pilihan tindakan lain.
  • Infeksi AktifInfeksi di tubuh atau di sekitar tempat tusukan diobati lebih dahulu.

Apa yang Perlu Disiapkan?

Pemasangan stent perifer umumnya direncanakan bersama pelebaran balon, sehingga persiapannya sama.

Pemeriksaan pembuluh darah. Tes ABI, USG Dupleks, dan CT angiografi atau angiografi untuk memetakan arteri. Dibahas di halaman Angiografi Perifer.

Pemeriksaan darah. Fungsi ginjal, darah lengkap, dan pembekuan darah.

Obat antiplatelet. Aspirin dan sering klopidogrel mulai diminum sebelum tindakan, karena keduanya penting untuk mencegah bekuan di dalam stent. Sampaikan bila Anda pernah mengalami perdarahan atau sedang minum obat pengencer darah lain.

Obat lain dan alergi. Sampaikan obat diabetes seperti metformin, alergi kontras, dan alergi logam bila ada.

Puasa. Biasanya tidak makan sekitar 6 jam sebelum tindakan. Minum air putih sesuai petunjuk tim.

Belum jelas dengan instruksi persiapan? Tanyakan kepada tim sebelum menjalani tindakan.

Bagaimana Tindakan Dilakukan?

Stent dipasang di ruang kateterisasi dengan bius lokal, dan obat penenang ringan dapat diberikan. Tindakan, termasuk pelebaran balon, berlangsung sekitar 1 sampai 2 jam, lebih lama pada sumbatan panjang atau rumit.

Akses dan Pemetaan Arteri

Selongsong kecil dimasukkan ke arteri di pangkal paha, kadang di lengan. Zat kontras disuntikkan untuk melihat letak dan panjang penyempitan, dan obat pengencer darah diberikan.

Melebarkan dengan Balon

Kawat pemandu dilewatkan melewati penyempitan, lalu balon dikembangkan untuk menyiapkan tempat stent.

Memasang Stent

Stent yang terlipat dibawa sampai ke penyempitan, posisinya dipastikan dengan sinar X, lalu dilepas atau dikembangkan dengan balon sehingga menempel ke dinding arteri.

Memeriksa Hasil dan Menutup Tusukan

Angiografi diulang untuk memastikan stent terbuka penuh dan aliran lancar sampai ke kaki. Selongsong dicabut, lalu tempat tusukan ditekan atau ditutup dengan alat khusus.

Manfaat dan Risiko Perlu Dibahas Bersama.

Setiap tindakan medis memiliki manfaat dan risiko. Dokter menjelaskan keduanya sesuai keadaan Anda sebelum tindakan.

Manfaat yang Dapat Diharapkan

  • Arteri Tetap TerbukaStent menahan dinding arteri sehingga tidak mengerut atau menutup kembali.
  • Mengatasi Robekan Dinding ArteriRobekan setelah pelebaran balon ditempelkan kembali ke dinding oleh stent.
  • Tanpa Sayatan BesarDipasang lewat tusukan kecil dengan bius lokal, dalam tindakan yang sama dengan balon.
  • Penyempitan Ulang Berkurang pada Kasus TertentuTerutama pada penyempitan panjang di arteri paha dan pada stent berlapis obat.

Manfaat tindakan bukan janji kesembuhan. Tanyakan bagaimana hasilnya memengaruhi rencana perawatan Anda.

Risiko yang Perlu Diketahui

  • Penyempitan Ulang pada StentJaringan parut dapat tumbuh di dalam stent; umumnya dibuka kembali dengan balon.
  • Bekuan pada StentJarang, terutama bila obat antiplatelet dihentikan; dapat menyumbat stent secara mendadak.
  • Memar atau Perdarahan di Tempat TusukanUmumnya ringan; jarang memerlukan tindakan tambahan.
  • Stent Patah atau BergeserJarang; lebih mungkin pada stent di daerah yang sering tertekuk.
  • Gangguan Ginjal karena KontrasLebih mungkin bila fungsi ginjal sudah menurun; dicegah dengan cairan infus.
  • Perdarahan karena Obat AntiplateletMisalnya mudah memar atau mimisan; dosis dan lamanya disesuaikan dokter.

Risiko setiap orang dapat berbeda. Penjelasan lengkap dan persetujuan tindakan diberikan setelah evaluasi individual.

Bagaimana Pemulihannya?

Kebanyakan pasien menginap satu malam untuk pemantauan.

Setelah tindakan. Anda berbaring beberapa jam dengan tungkai lurus, sementara tempat tusukan, denyut nadi kaki, dan tekanan darah dipantau.

Obat antiplatelet. Biasanya dua jenis diminum selama sekitar 1 sampai 6 bulan, lalu satu jenis jangka panjang, bersama statin. Jangan menghentikannya tanpa berkonsultasi dengan dokter, karena bekuan dapat menyumbat stent.

Aktivitas. Berjalan ringan dapat dimulai keesokan harinya. Hindari mengangkat beban berat sekitar satu minggu, lalu lanjutkan latihan berjalan secara teratur.

Kartu stent. Simpan keterangan jenis dan letak stent, lalu tunjukkan kepada petugas sebelum MRI atau tindakan lain.

Kontrol. Tes ABI atau USG Dupleks dilakukan berkala untuk memantau stent.

Tanda yang perlu diwaspadai. Segera ke IGD bila Anda mengalami:

  • Tungkai atau kaki tiba-tiba nyeri, pucat, dingin, atau mati rasa
  • Perdarahan atau bengkak yang membesar di tempat tusukan
  • Demam, kemerahan, atau nanah di tempat tusukan
  • BAB hitam atau perdarahan yang sulit berhenti selama minum antiplatelet

Kenali Tanda yang Perlu Segera Ditangani.

Ikuti arahan tim tentang tanda yang perlu diwaspadai. Bila muncul keluhan berat atau mendadak setelah tindakan, segera ke IGD terdekat atau hubungi Heart Attack Center 1500 258.

Dokter dan Dukungan Tindakan

Dokter berikut tercantum untuk tindakan ini. Urutan menurut nama, bukan peringkat.

dr. Emanoel Oepangat, Sp.JP(K)

Kardiologi Intervensi

Vascular Diagnostic and Therapeutic Center +1 center

Fokus klinisIntervensi Koroner · Intervensi Pembuluh Darah Perifer

Lihat Profil

dr. Suko Adiarto, Sp.JP(K), Ph.D.

Kardiologi Intervensi

Vascular Diagnostic and Therapeutic Center +1 center

Fokus klinisIntervensi Koroner · Intervensi Pembuluh Darah Perifer

Lihat Profil
Teknologi

Vascular Interventional Suite

Ruang tindakan dengan pencitraan sinar-X untuk memeriksa dan menangani penyempitan, sumbatan, atau pelebaran pembuluh darah di…

Ketersediaan teknologi dan dukungan pemeriksaan dikonfirmasi bersama tim. Teknologi dipilih sesuai kebutuhan klinis.

Sebelum Merencanakan Tindakan.

Pertanyaan yang sering diajukan tentang pemasangan stent perifer.

Apa bedanya stent dengan angioplasti balon?

Angioplasti balon melebarkan arteri lalu balonnya dikeluarkan lagi. Stent adalah penyangga jaring logam yang tetap berada di dalam arteri untuk menahan dindingnya terbuka. Keduanya sering dilakukan dalam satu tindakan: arteri dilebarkan dengan balon dahulu, lalu stent dipasang bila hasil balon belum cukup atau letak penyempitannya membutuhkan. Pelebaran dengan balon dibahas di halaman Angioplasti Perifer.

Mengapa tidak semua penyempitan dipasang stent?

Stent tidak selalu memberi hasil yang lebih baik. Di arteri pangkal paha dan di belakang sendi lutut, stent dapat tertekuk atau patah karena daerah itu sering bergerak. Di arteri bawah lutut, balon saja sering sudah cukup. Bila stent menyempit lagi, penanganannya juga lebih rumit. Karena itu, dokter memasang stent hanya bila manfaatnya lebih besar daripada kerugiannya.

Berapa lama saya harus minum obat antiplatelet?

Biasanya dua jenis antiplatelet, misalnya aspirin dan klopidogrel, diminum selama sekitar 1 sampai 6 bulan, lalu dilanjutkan satu jenis jangka panjang. Pada sebagian pasien, dokter dapat memberikan kombinasi lain sesuai risiko bekuan dan perdarahan. Jangan menghentikan obat sendiri, misalnya sebelum cabut gigi atau operasi, tanpa berkonsultasi dengan dokter yang memasang stent.

Apakah stent bisa lepas, bergeser, atau perlu diganti?

Stent menempel erat ke dinding arteri dan dalam beberapa minggu tertutup lapisan sel pembuluh, sehingga tidak perlu diganti atau diangkat. Bergeser atau patah jarang terjadi, terutama bila stent dipasang di daerah yang sering tertekuk. Bila di dalam stent terjadi penyempitan ulang, umumnya dibuka kembali lewat kateter dengan balon, termasuk balon berlapis obat.

Apakah saya bisa menjalani MRI setelah memasang stent?

Kebanyakan stent perifer dapat menjalani MRI dengan pengaturan tertentu, tetapi syaratnya berbeda pada tiap jenis. Simpan kartu atau keterangan stent dari rumah sakit dan tunjukkan kepada petugas sebelum MRI, supaya jenis stent dapat diperiksa lebih dahulu. Sampaikan juga bila Anda memakai stent sebelum menjalani tindakan atau operasi lain.

Berapa lama saya dirawat dan kapan bisa beraktivitas?

Umumnya Anda menginap satu malam. Berjalan ringan dapat dimulai keesokan harinya, dan aktivitas sehari-hari biasanya kembali dalam beberapa hari. Hindari mengangkat beban berat dan olahraga berat sekitar satu minggu atau sesuai petunjuk dokter. Latihan berjalan teratur, berhenti merokok, dan minum obat sesuai anjuran membantu stent tetap terbuka.

Sumber dan Tinjauan Medis

Ditinjau secara medis oleh dr. Emanoel Oepangat, Sp.JP(K).

  1. Mazzolai L, Teixido-Tura G, Lanzi S, dkk. 2024 ESC Guidelines for the management of peripheral arterial and aortic diseases. Eur Heart J. 2024;45(36):3538-3700.
  2. Gornik HL, Aronow HD, Goodney PP, dkk. 2024 ACC/AHA/AACVPR/APMA/ABC/SCAI/SVM/SVN/SVS/SIR/VESS Guideline for the Management of Lower Extremity Peripheral Artery Disease. Circulation. 2024;149(24):e1313-e1410.
  3. Schillinger M, Sabeti S, Loewe C, dkk. Balloon angioplasty versus implantation of nitinol stents in the superficial femoral artery. N Engl J Med. 2006;354(18):1879-1888.
  4. Dake MD, Ansel GM, Jaff MR, dkk. Durable clinical effectiveness with paclitaxel-eluting stents in the femoropopliteal artery: 5-year results of the Zilver PTX randomized trial. Circulation. 2016;133(15):1472-1483.
  5. Mwipatayi BP, Thomas S, Wong J, dkk. A comparison of covered vs bare expandable stents for the treatment of aortoiliac occlusive disease. J Vasc Surg. 2011;54(6):1561-1570.
  6. Nordanstig J, James S, Andersson M, dkk. Mortality with paclitaxel-coated devices in peripheral artery disease. N Engl J Med. 2020;383(26):2538-2546.
  7. Cooper CJ, Murphy TP, Cutlip DE, dkk. Stenting and medical therapy for atherosclerotic renal-artery stenosis. N Engl J Med. 2014;370(1):13-22.

Langkah berikutnya

Bahas Tindakan Ini dengan Lebih Jelas.

Konsultasikan tujuan, manfaat, dan risiko tindakan sebelum menentukan langkah berikutnya.

Konteks konsultasi: Pemasangan Stent Perifer

Informasi di halaman ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan konsultasi, diagnosis, atau pengobatan medis. Untuk keluhan kesehatan Anda, konsultasikan langsung dengan dokter.

Kembali ke Semua Prosedur