Langsung ke konten

Penyakit Pembuluh Darah (Vaskular)

Aterosklerosis

Atherosclerosis

Ditinjau secara medis olehDr. med. dr. Denio A. Ridjab, Sp.JP(K), Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah
Terakhir diperbarui7 Oktober 2026
Ilustrasi medis aterosklerosis pada arteri dengan plak lemak yang menumpuk di dinding pembuluh darah, mempersempit saluran aliran darah, disertai perbandingan arteri normal, arteri dengan plak kalsifikasi, dan plak retak dengan bekuan darah awal.
Ilustrasi Aterosklerosis

Jawaban singkat

Apa Itu Aterosklerosis?

Aterosklerosis adalah penumpukan plak lemak, kolesterol, dan kapur di dinding arteri sehingga arteri menebal, kaku, dan menyempit. Proses ini mendasari penyakit jantung koroner, stroke, dan penyakit arteri perifer, dan sering tidak bergejala selama bertahun-tahun.

Sumber informasi

Tanda yang Memerlukan Pertolongan Segera

  • Nyeri dada berat yang tidak reda dengan istirahat, dapat menjalar ke lengan, leher, atau rahang
  • Nyeri dada disertai keringat dingin, mual, atau sesak napas
  • Wajah mencong, lengan atau tungkai lemah sesisi, atau bicara pelo mendadak
  • Penglihatan hilang mendadak, atau pusing berputar disertai sulit berjalan
  • Kaki mendadak dingin, pucat, kebas, dan sangat nyeri
  • Pingsan atau penurunan kesadaran

Bila tanda ini muncul, segera ke IGD terdekat atau hubungi Heart Attack Center 1500 258.

Catatan kegawatan: Aterosklerosis berkembang perlahan dan sering tanpa keluhan, tetapi perlu dikendalikan karena plak dapat retak dan memicu serangan jantung atau stroke secara mendadak. Nyeri dada yang tidak reda, wajah mencong, lengan lemah, atau bicara pelo yang muncul tiba-tiba perlu segera ditangani di IGD.

Mengenal Aterosklerosis

Aterosklerosis adalah proses penumpukan plak di dinding bagian dalam arteri, pembuluh yang membawa darah kaya oksigen dari jantung ke seluruh tubuh. Plak tersusun dari lemak, terutama kolesterol LDL, sel radang, jaringan ikat, dan kapur. Seiring waktu, plak membuat dinding arteri menebal dan kaku serta mempersempit saluran tempat darah mengalir. Proses ini dapat dimulai sejak usia muda dan berjalan perlahan selama bertahun-tahun tanpa keluhan.

Bagaimana Plak Terbentuk

Lapisan terdalam arteri dapat rusak oleh tekanan darah tinggi, zat dalam asap rokok, gula darah tinggi, atau kolesterol LDL yang tinggi. Partikel LDL lalu masuk ke dinding arteri dan memicu peradangan. Sel radang menelan lemak tersebut, lalu menumpuk bersama jaringan ikat membentuk plak yang permukaannya ditutup lapisan jaringan ikat. Pada plak yang sudah lama, kapur ikut mengendap.

Dua Cara Plak Menimbulkan Masalah

Pertama, plak yang terus membesar mempersempit arteri sehingga aliran darah tidak cukup saat organ bekerja lebih keras. Contohnya nyeri dada saat aktivitas atau nyeri betis saat berjalan. Kedua, permukaan plak dapat retak atau terkikis secara mendadak. Darah lalu membeku di atasnya dan dapat menyumbat arteri dalam hitungan menit. Inilah yang umumnya terjadi pada serangan jantung dan banyak stroke iskemik, kadang pada plak yang sebelumnya belum terlalu menyempitkan arteri.

Satu Proses, Banyak Wujud Penyakit

Aterosklerosis dapat mengenai arteri di mana saja, dan penyakit yang muncul bergantung pada letaknya. Di arteri jantung, plak menimbulkan penyakit yang dibahas di halaman Penyakit Jantung Koroner. Di arteri leher dan otak, plak dapat memicu stroke, yang dibahas di halaman Stroke. Di arteri tungkai, plak menimbulkan penyakit yang dibahas di halaman Penyakit Arteri Perifer. Plak juga dapat melemahkan dinding aorta sehingga melebar, atau mempersempit arteri ginjal dan usus. Gambaran penyempitan menurut letak arterinya diringkas di halaman Penyempitan Arteri. Orang yang memiliki plak di satu tempat sering juga memilikinya di tempat lain.

Dapat Diperlambat

Plak yang sudah terbentuk umumnya tidak hilang sepenuhnya, tetapi pertumbuhannya dapat diperlambat dan plak dapat menjadi lebih stabil sehingga tidak mudah retak. Pedoman pencegahan ESC 2021 dan ACC/AHA 2019 menekankan berhenti merokok, aktif bergerak, pola makan sehat, serta pengendalian kolesterol LDL, tekanan darah, dan gula darah. Makin rendah kolesterol LDL dan makin lama kadarnya terkendali, makin rendah risiko serangan jantung dan stroke.

Gejala yang Perlu Dikenali.

Gejala Umum

Banyak orang tidak merasakan keluhan sampai arteri cukup menyempit. Gejala bergantung pada arteri yang terkena.

  • Nyeri, rasa berat, atau tertekan di dada saat aktivitas atau emosi, reda saat istirahat
  • Sesak napas atau cepat lelah saat aktivitas yang biasanya ringan
  • Nyeri, kram, atau pegal di betis atau paha saat berjalan, reda setelah berhenti
  • Lemah, kebas, atau bicara pelo sesaat yang pulih sendiri dalam beberapa menit
  • Penglihatan satu mata gelap sesaat seperti tertutup tirai
  • Luka di kaki yang lambat sembuh
  • Gangguan ereksi pada laki-laki
Tidak semua orang mengalami gejala yang sama. Bila keluhan berulang atau memburuk, periksakan diri.

Apa yang Menyebabkan Kondisi Ini?

  • Kolesterol LDL tinggi yang lama-kelamaan masuk dan menumpuk di dinding arteri
  • Tekanan darah tinggi yang merusak lapisan dalam arteri
  • Zat dalam asap rokok, termasuk pada perokok pasif
  • Gula darah tinggi pada diabetes yang mempercepat kerusakan dinding arteri
  • Peradangan kronis, misalnya pada penyakit autoimun atau infeksi HIV, yang mempercepat pembentukan plak
  • Faktor keturunan, seperti kolesterol tinggi bawaan (hiperkolesterolemia familial) atau lipoprotein(a) tinggi

Siapa yang Lebih Berisiko?

Gaya Hidup

Merokok, kurang bergerak, pola makan tinggi lemak jenuh, garam, dan gula, berat badan berlebih terutama lemak perut, serta minum alkohol berlebihan.

Medis

Kolesterol LDL tinggi, hipertensi, diabetes, penyakit ginjal kronis, serta penyakit radang kronis seperti artritis reumatoid, lupus, dan psoriasis.

Genetik

Serangan jantung atau stroke pada ayah atau saudara laki-laki sebelum usia 55 tahun, atau pada ibu atau saudara perempuan sebelum 65 tahun, kolesterol tinggi bawaan, dan lipoprotein(a) tinggi.

Usia

Risiko meningkat seiring usia. Laki-laki umumnya mengalami penyakit akibat aterosklerosis lebih awal, sedangkan risiko perempuan meningkat setelah menopause.

Lainnya

Stres berkepanjangan, kurang tidur, paparan polusi udara, dan riwayat terapi radiasi di daerah dada dikaitkan dengan risiko yang lebih tinggi.

Kelompok yang Lebih Berisiko

  • Penyandang Diabetes: Diabetes mempercepat pembentukan plak di arteri jantung, otak, dan tungkai, sering tanpa keluhan yang jelas.
  • Perokok: Asap rokok merusak lapisan dalam arteri dan memudahkan terbentuknya bekuan. Risiko menurun bertahap setelah berhenti merokok.
  • Keluarga dengan Kolesterol Tinggi Bawaan: Kolesterol LDL yang tinggi sejak lahir membuat plak terbentuk lebih awal, sehingga anggota keluarga dianjurkan memeriksakan kolesterol.
  • Penyandang Hipertensi: Tekanan darah tinggi yang lama tidak terkendali merusak dinding arteri dan mempercepat penumpukan plak.
  • Penyandang Penyakit Ginjal Kronis: Gangguan ginjal mempercepat pengapuran dan penyempitan arteri, sehingga risiko serangan jantung dan stroke meningkat.
Memiliki faktor risiko tidak berarti seseorang pasti mengalami kondisi ini.

Bagaimana Diagnosis Ditegakkan?

Tidak ada satu tes yang dapat menilai aterosklerosis di seluruh tubuh sekaligus. Dokter memulai dengan menanyakan keluhan, kebiasaan merokok, dan riwayat keluarga, lalu mengukur tekanan darah, berat badan, dan lingkar perut, serta meraba denyut nadi di leher dan kaki. Tes darah menilai kolesterol, gula darah, dan fungsi ginjal. Hasilnya dipakai untuk memperkirakan risiko serangan jantung dan stroke dalam 10 tahun ke depan.

Pada orang tanpa keluhan yang risikonya berada di tengah, dokter dapat menganjurkan pemeriksaan untuk melihat plak secara langsung, seperti skor kalsium koroner dengan CT, USG arteri leher, atau Ankle-Brachial Index (ABI) di kaki. Hasilnya membantu memutuskan seberapa ketat kolesterol perlu diturunkan. Bila ada keluhan, pemeriksaan disesuaikan dengan arteri yang dicurigai, misalnya CT angiografi koroner atau angiografi koroner untuk nyeri dada, dan USG dupleks untuk keluhan di tungkai.

  1. Skrining Risiko Jantung Individu

    Menilai tekanan darah, kolesterol, gula darah, kebiasaan merokok, dan riwayat keluarga untuk memperkirakan risiko serangan jantung dan stroke 10 tahun ke depan.

  2. Skrining Kolesterol & Profil Lipid

    Mengukur kolesterol LDL, HDL, trigliserida, dan bila perlu lipoprotein(a), sebagai dasar menentukan target pengobatan.

  3. CT-Scan Jantung

    Skor kalsium koroner tanpa kontras untuk melihat plak berkapur di arteri jantung pada orang tanpa keluhan yang risikonya meragukan.

  4. USG Vaskular

    USG tanpa radiasi untuk melihat plak dan penyempitan di arteri leher, perut, dan tungkai.

  5. Tes Ankle-Brachial Index / ABI

    Membandingkan tekanan darah di pergelangan kaki dan lengan untuk mencari penyempitan arteri tungkai.

  6. Angiografi Koroner CT

    CT dengan kontras untuk melihat plak dan penyempitan arteri koroner pada nyeri dada atau dugaan penyakit jantung koroner.

  7. Angiografi Koroner

    Pemeriksaan dengan kateter dan kontras bila keluhan berat atau hasil pemeriksaan lain menunjukkan penyempitan yang mungkin perlu dibuka.

Pilihan Penanganan.

Penanganan ditentukan dokter setelah evaluasi. Kategori berikut membantu Anda memahami pembicaraan dengan dokter.

Perubahan Gaya Hidup

Berhenti merokok, aktif bergerak, pola makan bergizi seimbang, dan menjaga berat badan menjadi dasar semua penanganan, apa pun obat yang diberikan.

Obat Penurun Kolesterol

Golongan statin menjadi pilihan utama, dapat ditambah ezetimib atau obat penghambat PCSK9 bila target LDL belum tercapai. Dokter menentukan jenis, dosis, dan targetnya.

Obat Antiplatelet

Obat seperti aspirin mencegah bekuan pada orang yang sudah mengalami serangan jantung, stroke, atau penyakit arteri perifer. Tidak dianjurkan rutin bagi orang tanpa penyakit tersebut.

Pengendalian Tekanan Darah dan Gula Darah

Obat dan pemantauan untuk mencapai target yang ditetapkan dokter. Beberapa golongan obat diabetes juga terbukti melindungi jantung dan pembuluh darah.

Tindakan Membuka Arteri

Pemasangan ring (stent) lewat kateter atau operasi bypass untuk arteri yang menyempit berat dan menimbulkan keluhan. Tindakan ini tidak menggantikan obat dan perubahan gaya hidup.

Kesesuaian dan ketersediaan pemeriksaan atau terapi perlu dikonfirmasi bersama tim perawatan.

Komplikasi yang Perlu Dipantau.

Penyakit Jantung Koroner

Plak di arteri jantung menimbulkan nyeri dada saat aktivitas dan mengurangi aliran darah ke otot jantung. Dibahas di halaman Penyakit Jantung Koroner.

Serangan Jantung

Plak yang retak memicu bekuan yang menyumbat arteri koroner secara mendadak. Dibahas di halaman Infark Miokard / Serangan Jantung.

Stroke Iskemik

Bekuan di atas plak arteri leher atau otak dapat menghentikan aliran darah ke sebagian otak. Dibahas di halaman Stroke Iskemik.

Penyakit Arteri Perifer

Penyempitan arteri tungkai menimbulkan nyeri saat berjalan dan luka kaki yang sulit sembuh. Dibahas di halaman Penyakit Arteri Perifer.

Aneurisma Aorta

Dinding aorta yang rusak dapat melemah dan melebar perlahan, sering tanpa keluhan. Dibahas di halaman Aneurisma Aorta.

Penyempitan Arteri Ginjal

Dapat menaikkan tekanan darah yang sulit dikendalikan dan menurunkan fungsi ginjal. Dibahas di halaman Hipertensi Sekunder.

Apa yang Bisa Dilakukan?

  • Jangan merokok, dan hindari asap rokok orang lain
  • Bergerak aktif 150 sampai 300 menit per minggu dengan intensitas sedang, misalnya jalan cepat
  • Perbanyak sayur, buah, kacang-kacangan, ikan, dan biji-bijian utuh; batasi lemak jenuh, garam, dan gula
  • Jaga berat badan dan lingkar perut dalam rentang sehat
  • Periksa tekanan darah, kolesterol, dan gula darah secara berkala, lebih awal bila ada riwayat keluarga
  • Minum obat kolesterol, tekanan darah, dan diabetes sesuai anjuran, jangan menghentikannya sendiri
  • Kelola stres dan usahakan tidur cukup setiap malam

Kapan Harus ke Dokter?

Buat janji dengan dokter untuk menilai risiko Anda bila Anda berusia 40 tahun ke atas, merokok, menyandang hipertensi, diabetes, atau kolesterol tinggi, atau memiliki keluarga dekat yang mengalami serangan jantung atau stroke di usia muda. Bila nyeri dada tidak reda dengan istirahat, atau wajah, lengan, dan bicara mendadak terganggu, segera hubungi ambulans (119) atau ke IGD terdekat. Periksakan diri juga bila Anda mengalami:

  • Nyeri atau rasa berat di dada saat aktivitas yang reda dengan istirahat
  • Nyeri betis atau paha saat berjalan yang reda setelah berhenti
  • Lemah, kebas, atau bicara pelo sesaat yang pulih sendiri
  • Sesak napas atau mudah lelah yang baru muncul
  • Luka di kaki yang tidak membaik dalam dua minggu

Jangan Menunggu bila Kondisinya Darurat.

Bila keluhan terasa berat atau muncul mendadak, segera ke IGD terdekat atau hubungi Heart Attack Center 1500 258, bukan menunggu janji temu.

Hal yang Mungkin Anda Tanyakan.

Pertanyaan yang sering diajukan tentang aterosklerosis.

Apakah aterosklerosis sama dengan kolesterol tinggi?

Tidak. Kolesterol tinggi adalah salah satu penyebab utama aterosklerosis, sedangkan aterosklerosis adalah plak yang sudah terbentuk di dinding arteri. Orang dengan kolesterol tinggi belum tentu sudah memiliki plak, dan sebaliknya plak dapat terbentuk karena faktor lain seperti merokok, hipertensi, atau diabetes. Karena itu, dokter menilai semua faktor risiko bersama-sama, bukan hanya angka kolesterol.

Apakah plak di pembuluh darah bisa hilang?

Plak umumnya tidak hilang sepenuhnya. Namun, menurunkan kolesterol LDL secara kuat dan dalam jangka panjang dapat menghentikan pertumbuhan plak, sedikit mengecilkannya pada sebagian orang, dan membuatnya lebih stabil sehingga tidak mudah retak. Berhenti merokok serta mengendalikan tekanan darah dan gula darah juga ikut melindungi arteri. Tujuan utamanya adalah mencegah serangan jantung dan stroke.

Apakah aterosklerosis hanya dialami orang tua?

Tidak. Bercak lemak awal di dinding arteri sudah dapat ditemukan pada remaja dan dewasa muda. Plak biasanya baru menimbulkan keluhan setelah usia paruh baya, tetapi dapat muncul lebih awal pada perokok, penyandang diabetes, atau orang dengan kolesterol tinggi bawaan. Karena itu, kebiasaan sehat dan pemeriksaan faktor risiko sebaiknya dimulai sejak muda.

Apakah orang bertubuh kurus bisa mengalami aterosklerosis?

Bisa. Berat badan hanya salah satu faktor risiko. Orang bertubuh kurus tetap dapat memiliki kolesterol LDL tinggi karena faktor keturunan, merokok, menyandang hipertensi atau diabetes, atau jarang bergerak. Lemak di sekitar perut juga dapat tinggi walaupun berat badan tampak normal. Pemeriksaan tekanan darah, kolesterol, dan gula darah tetap dianjurkan bagi semua orang dewasa.

Apakah saya perlu minum aspirin untuk mencegah aterosklerosis?

Belum tentu. Aspirin bermanfaat bagi orang yang sudah mengalami serangan jantung, stroke, atau penyakit arteri perifer. Pada orang tanpa penyakit tersebut, manfaatnya sering tidak sebanding dengan risiko perdarahan, sehingga pedoman tidak menganjurkannya secara rutin. Jangan memulai atau menghentikan aspirin sendiri. Diskusikan dengan dokter yang akan menilai risiko serangan jantung dan risiko perdarahan Anda.

Apa itu skor kalsium koroner?

Skor kalsium koroner adalah angka dari CT scan jantung tanpa kontras yang menunjukkan banyaknya plak berkapur di arteri jantung. Pemeriksaannya singkat dan memakai radiasi rendah. Skor nol berarti tidak tampak plak berkapur, sedangkan skor yang makin tinggi menandakan plak yang makin banyak. Dokter memakainya pada orang tanpa keluhan yang risikonya meragukan, untuk memutuskan perlu tidaknya obat penurun kolesterol.

Sumber dan Tinjauan Medis

Ditinjau secara medis oleh Dr. med. dr. Denio A. Ridjab, Sp.JP(K).

  1. Libby P, Buring JE, Badimon L, Hansson GK, Deanfield J, Bittencourt MS, et al. Atherosclerosis. Nat Rev Dis Primers. 2019;5(1):56.
  2. Visseren FLJ, Mach F, Smulders YM, Carballo D, Koskinas KC, Bäck M, et al. 2021 ESC Guidelines on cardiovascular disease prevention in clinical practice. Eur Heart J. 2021;42(34):3227-3337.
  3. Mach F, Baigent C, Catapano AL, Koskinas KC, Casula M, Badimon L, et al. 2019 ESC/EAS Guidelines for the management of dyslipidaemias: lipid modification to reduce cardiovascular risk. Eur Heart J. 2020;41(1):111-188.
  4. Arnett DK, Blumenthal RS, Albert MA, Buroker AB, Goldberger ZD, Hahn EJ, et al. 2019 ACC/AHA Guideline on the Primary Prevention of Cardiovascular Disease: A Report of the American College of Cardiology/American Heart Association Task Force on Clinical Practice Guidelines. Circulation. 2019;140(11):e596-e646.
  5. Vrints C, Andreotti F, Koskinas KC, Rossello X, Adamo M, Ainslie J, et al. 2024 ESC Guidelines for the management of chronic coronary syndromes. Eur Heart J. 2024;45(36):3415-3537.
  6. Mazzolai L, Teixido-Tura G, Lanzi S, Boc V, Bossone E, Brodmann M, et al. 2024 ESC Guidelines for the management of peripheral arterial and aortic diseases. Eur Heart J. 2024;45(36):3538-3700.

Langkah berikutnya

Bahas Keluhan Anda bersama Dokter.

Mulai konsultasi untuk memahami kondisi dan pilihan penanganan yang sesuai.

Konteks kunjungan: Aterosklerosis

Informasi di halaman ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan konsultasi, diagnosis, atau pengobatan medis. Untuk keluhan kesehatan Anda, konsultasikan langsung dengan dokter.

Kembali ke Semua Kondisi