Langsung ke konten

Prosedur medis · Pemeriksaan

Tes Fungsi Hati

Liver Function Test / Liver Panel

Tes darah yang mengukur enzim hati, bilirubin, dan protein buatan hati untuk menilai kesehatan hati, termasuk dampak gagal jantung dan obat jantung pada hati.

Ditinjau secara medis olehdr. Khaira U. Yusrie, Sp.PD-KGEH, Spesialis Penyakit Dalam
Terakhir diperbarui5 Oktober 2026
Ilustrasi tes fungsi hati dengan organ hati, pembuluh darah menuju jantung, dan tabung sampel serum untuk pemeriksaan laboratorium.
Ilustrasi Tes Fungsi Hati
Kelompok prosedur
Diagnostik
Durasi tindakan
10 menit
Anestesi
Tidak ada
Rawat inap
Tidak direncanakan

Jawaban singkat

Apa Itu Tes Fungsi Hati?

Tes fungsi hati adalah sekelompok pemeriksaan darah yang mengukur enzim hati seperti SGPT (ALT) dan SGOT (AST), bilirubin, serta albumin. Hasilnya membantu dokter menilai peradangan atau hambatan aliran empedu di hati. Pada pasien jantung, tes ini dipakai untuk melihat dampak gagal jantung pada hati dan memantau keamanan obat tertentu.

Sumber informasi

Mengenal Tes Fungsi Hati

Apa Itu Tes Fungsi Hati

Tes fungsi hati adalah sekelompok pemeriksaan darah yang menggambarkan keadaan hati. Hati mengolah zat makanan dan obat, membuat protein seperti albumin dan faktor pembekuan darah, serta membuang bilirubin lewat cairan empedu. Bila hati meradang, alirannya terhambat, atau fungsinya menurun, kadar beberapa zat di dalam darah ikut berubah.

Cara Kerja Singkat

Darah diambil dari pembuluh darah di lengan, lalu laboratorium mengukur beberapa zat sekaligus. Yang dilihat dokter bukan satu angka saja, melainkan pola kenaikannya: apakah lebih banyak enzim dari sel hati, zat yang berhubungan dengan aliran empedu, atau protein buatan hati.

Membaca Hasil

Setiap laboratorium punya rentang normal sendiri. Kenaikan ringan cukup sering ditemukan dan kadang hanya sementara.

  • SGPT (ALT): enzim yang terutama ada di sel hati. Kadarnya naik bila sel hati meradang atau rusak.
  • SGOT (AST): ada di hati, tetapi juga di otot dan otot jantung, sehingga kenaikannya bisa berasal dari luar hati.
  • ALP dan GGT: naik bila aliran empedu terhambat. GGT juga dapat naik karena alkohol dan obat tertentu.
  • Bilirubin: zat kuning yang dibuang hati lewat empedu. Kadar tinggi membuat kulit dan bagian putih mata menguning.
  • Albumin dan protein total: protein buatan hati yang turun bila fungsi hati menurun dalam waktu lama.

Kadang ditambahkan tes waktu pembekuan darah (PT atau INR) untuk menilai kemampuan hati membuat faktor pembekuan.

Hati dan Jantung

Hati dan jantung saling berhubungan. Pada gagal jantung, terutama di sisi kanan, darah dapat terbendung di hati sehingga bilirubin, ALP, dan GGT naik. Saat tekanan darah turun sangat rendah, misalnya pada syok, aliran darah ke hati berkurang dan SGOT serta SGPT dapat naik tajam dalam beberapa hari. Beberapa obat jantung, seperti amiodaron, perlu disertai pemeriksaan fungsi hati berkala. Perlemakan hati yang berkaitan dengan obesitas dan diabetes juga meningkatkan risiko penyakit jantung.

Kapan Tindakan Ini Dipertimbangkan?

Dokter dapat mempertimbangkan tindakan ini pada keadaan berikut. Keputusan selalu ditetapkan setelah evaluasi menyeluruh.

  • Gagal Jantung atau Bengkak di Perut dan KakiUntuk melihat apakah darah terbendung di hati dan seberapa besar dampaknya.
  • Sebelum atau selama Minum Obat TertentuMisalnya obat kolesterol golongan statin, amiodaron, atau obat hipertensi paru tertentu.
  • Kulit atau Mata MenguningUntuk mencari apakah penyebabnya berasal dari hati atau aliran empedu.
  • Perlemakan Hati, Obesitas, atau DiabetesKondisi ini sering disertai kenaikan enzim hati dan risiko penyakit jantung.
  • Persiapan Operasi Jantung atau Tindakan BesarMembantu menilai kondisi umum dan risiko perdarahan sebelum tindakan.
  • Setelah Syok atau Tekanan Darah Sangat RendahUntuk menilai dampak berkurangnya aliran darah pada hati.
Tidak setiap pasien memerlukan tindakan ini. Tanyakan tujuan tindakan dan bagaimana hasilnya memengaruhi rencana perawatan Anda.
Keadaan yang Perlu Dipertimbangkan Lebih Dulu
  • Olahraga Berat dalam 1 sampai 2 Hari TerakhirDapat menaikkan SGOT dan SGPT dari otot, bukan dari hati.
  • Minum AlkoholDapat menaikkan GGT dan enzim hati lain. Hindari setidaknya sehari sebelum tes.
  • Obat, Jamu, atau Suplemen HerbalBeberapa dapat menaikkan enzim hati. Beri tahu petugas semua yang Anda konsumsi.
  • Baru Mengalami Serangan Jantung atau Cedera OtotSGOT dapat naik dari otot jantung atau otot rangka.
  • KehamilanALP dapat naik secara alami karena dihasilkan juga oleh plasenta.

Apa yang Perlu Disiapkan?

Tes fungsi hati memakai sampel darah dan persiapannya sederhana.

Makan dan minum. Umumnya tidak perlu puasa, kecuali diminta laboratorium atau bila tes lain yang diperiksa bersamaan memerlukan puasa, seperti gula darah puasa atau kolesterol. Minum air putih seperti biasa.

Alkohol dan olahraga. Hindari alkohol setidaknya sehari sebelum tes, dan hindari olahraga berat 1 sampai 2 hari sebelumnya.

Obat. Minum obat seperti biasa. Bawa daftar obat, termasuk jamu, suplemen herbal, dan vitamin.

Informasi penting. Beri tahu petugas bila kulit atau mata Anda menguning, baru mengalami serangan jantung, atau sedang hamil.

Hasil sebelumnya. Bawa hasil tes fungsi hati atau USG hati sebelumnya supaya dokter dapat melihat perubahannya.

Belum jelas dengan instruksi persiapan? Tanyakan kepada tim sebelum menjalani tindakan.

Bagaimana Tindakan Dilakukan?

Pengambilan darah umumnya selesai dalam 10 menit, dan hasil biasanya tersedia di hari yang sama.

Pencocokan Identitas

Petugas mencocokkan identitas Anda dengan permintaan pemeriksaan dan menanyakan obat, alkohol, serta olahraga berat yang dapat memengaruhi hasil.

Pengambilan Darah

Darah diambil dari pembuluh darah di lipat siku. Petugas menjaga agar sampel tidak rusak, karena sel darah yang pecah dapat menaikkan hasil SGOT.

Pemeriksaan di Laboratorium

Alat mengukur SGPT, SGOT, ALP, GGT, bilirubin, albumin, dan protein total sesuai permintaan dokter.

Pembacaan Hasil

Dokter membaca pola kenaikan bersama keluhan, obat yang diminum, fungsi jantung, dan pemeriksaan lain. Bila perlu, dokter meminta tes ulang, tes hepatitis, atau USG hati.

Manfaat dan Risiko Perlu Dibahas Bersama.

Setiap tindakan medis memiliki manfaat dan risiko. Dokter menjelaskan keduanya sesuai keadaan Anda sebelum tindakan.

Manfaat yang Dapat Diharapkan

  • Sederhana dan CepatHanya memerlukan sedikit darah, dan hasil biasanya keluar di hari yang sama.
  • Gambaran Kesehatan HatiMembantu mengenali peradangan, hambatan aliran empedu, atau penurunan fungsi hati.
  • Memantau Keamanan ObatMembantu dokter menyesuaikan obat yang perlu dipantau efeknya pada hati.
  • Melihat Dampak Gagal Jantung pada HatiPerubahan hasil membantu menilai bendungan darah di hati.
  • Menentukan Pemeriksaan LanjutanPola hasil membantu dokter memilih tes berikutnya, seperti USG hati.

Manfaat tindakan bukan janji kesembuhan. Tanyakan bagaimana hasilnya memengaruhi rencana perawatan Anda.

Risiko yang Perlu Diketahui

  • Nyeri atau Memar KecilDi bekas tusukan jarum, umumnya ringan dan cepat hilang.
  • Pusing atau Pingsan SesaatSebagian orang merasa pusing saat diambil darah. Beri tahu petugas supaya Anda dapat berbaring.
  • Hasil Dipengaruhi Keadaan SesaatOlahraga berat, alkohol, atau sampel yang rusak dapat mengubah hasil, sehingga kadang perlu tes ulang.
  • Infeksi di Bekas TusukanSangat jarang karena kulit dibersihkan dan alat yang dipakai steril serta sekali pakai.

Risiko setiap orang dapat berbeda. Penjelasan lengkap dan persetujuan tindakan diberikan setelah evaluasi individual.

Bagaimana Pemulihannya?

Tidak ada masa pemulihan. Anda dapat langsung kembali beraktivitas.

Bekas tusukan. Memar kecil wajar dan hilang dalam beberapa hari.

Bila hasil tidak normal. Dokter mencari penyebabnya. Jangan menghentikan obat jantung sendiri karena hasil tes hati, tetapi bicarakan dahulu dengan dokter.

Pemantauan. Bila Anda minum obat yang memerlukan pemantauan, tes diulang secara berkala sesuai arahan dokter.

Tanda yang perlu diwaspadai. Segera ke IGD atau hubungi tim medis bila Anda mengalami:

  • Kulit atau bagian putih mata menguning
  • Urine berwarna gelap seperti teh atau tinja berwarna pucat
  • Nyeri hebat di perut kanan atas
  • Perut membesar atau bengkak bertambah dengan cepat
  • Sangat mengantuk atau bingung

Kenali Tanda yang Perlu Segera Ditangani.

Ikuti arahan tim tentang tanda yang perlu diwaspadai. Bila muncul keluhan berat atau mendadak setelah tindakan, segera ke IGD terdekat atau hubungi Heart Attack Center 1500 258.

Dokter dan Dukungan Tindakan

Dokter berikut tercantum untuk tindakan ini. Urutan menurut nama, bukan peringkat.

dr. Debby C. Soemitha, Sp.PD

Spesialis Penyakit Dalam

Fokus klinisDiabetes dan Komplikasi Diabetes · Obesitas dan Penyakit Metabolik

Lihat Profil

dr. Khaira U. Yusrie, Sp.PD-KGEH

Gastroenterologi Hepatologi

Fokus klinisPenyakit Dalam · Gastroenterologi dan Hepatologi

Lihat Profil

dr. Siska S. Danny, Sp.JP(K)

Kardiologi Intervensi

Coronary Intervention Procedures

Fokus klinisPCI pada Sindrom Koroner Akut · Intervensi Koroner Primer

Lihat Profil

Sebelum Merencanakan Tindakan.

Pertanyaan yang sering diajukan tentang tes fungsi hati. Arti hasil untuk kondisi Anda dijelaskan oleh dokter.

Apa saja yang diperiksa dalam tes fungsi hati?

Tes fungsi hati umumnya mengukur SGPT (ALT), SGOT (AST), ALP, GGT, bilirubin, albumin, dan protein total. Kadang ditambahkan tes waktu pembekuan darah. Isi panel bisa berbeda antarlaboratorium dan disesuaikan dengan kebutuhan, sehingga dokter dapat meminta sebagian atau seluruh pemeriksaan tersebut.

Apa arti SGOT dan SGPT tinggi?

SGOT dan SGPT yang tinggi menandakan ada sel yang rusak atau meradang, umumnya di hati. Penyebabnya beragam, mulai dari perlemakan hati, hepatitis, obat, alkohol, hingga berkurangnya aliran darah ke hati. SGOT juga dapat naik karena cedera otot atau otot jantung, sehingga dokter membaca hasil bersama pemeriksaan lain.

Apa hubungan tes fungsi hati dengan penyakit jantung?

Pada gagal jantung, darah dapat terbendung di hati sehingga bilirubin, ALP, dan GGT naik. Saat syok atau tekanan darah sangat rendah, SGOT dan SGPT dapat naik tajam karena hati kekurangan aliran darah. Tes ini juga dipakai untuk memantau obat jantung tertentu dan menilai perlemakan hati yang meningkatkan risiko penyakit jantung.

Apakah obat kolesterol (statin) merusak hati?

Kerusakan hati berat akibat statin sangat jarang. Kenaikan ringan enzim hati kadang terjadi dan sering membaik sendiri. Dokter biasanya memeriksa fungsi hati sebelum statin dimulai, lalu mengulangnya bila muncul keluhan seperti kulit menguning atau nyeri perut kanan atas. Jangan menghentikan statin sendiri tanpa berbicara dengan dokter.

Apakah perlu puasa sebelum tes fungsi hati?

Umumnya tidak perlu, kecuali diminta laboratorium atau bila tes lain yang diperiksa bersamaan memerlukan puasa, seperti gula darah puasa atau kolesterol. Yang lebih penting adalah menghindari alkohol setidaknya sehari sebelum tes dan menghindari olahraga berat 1 sampai 2 hari sebelumnya, karena keduanya dapat menaikkan hasil.

Apa yang dilakukan bila hasil tes fungsi hati tidak normal?

Dokter melihat pola kenaikan dan mencari penyebabnya, misalnya dengan menanyakan obat, jamu, dan alkohol, lalu meminta tes ulang, tes hepatitis, atau USG hati. Kenaikan ringan sering hanya sementara. Bila penyebabnya berhubungan dengan jantung, memperbaiki fungsi jantung juga dapat memperbaiki hasil tes hati.

Sumber dan Tinjauan Medis

Ditinjau secara medis oleh dr. Khaira U. Yusrie, Sp.PD-KGEH.

  1. Kwo PY, Cohen SM, Lim JK. ACG Clinical Guideline: Evaluation of Abnormal Liver Chemistries. Am J Gastroenterol. 2017;112(1):18-35.
  2. Newsome PN, Cramb R, Davison SM, dkk. Guidelines on the management of abnormal liver blood tests. Gut. 2018;67(1):6-19.
  3. Samsky MD, Patel CB, DeWald TA, dkk. Cardiohepatic interactions in heart failure: an overview and clinical implications. J Am Coll Cardiol. 2013;61(24):2397-2405.
  4. Duell PB, Welty FK, Miller M, dkk. Nonalcoholic fatty liver disease and cardiovascular risk: a scientific statement from the American Heart Association. Arterioscler Thromb Vasc Biol. 2022;42(6):e168-e185.
  5. Bays H, Cohen DE, Chalasani N, dkk. An assessment by the Statin Liver Safety Task Force: 2014 update. J Clin Lipidol. 2014;8(3 Suppl):S47-S57.

Langkah berikutnya

Bahas Tindakan Ini dengan Lebih Jelas.

Konsultasikan tujuan, manfaat, dan risiko tindakan sebelum menentukan langkah berikutnya.

Konteks konsultasi: Tes Fungsi Hati

Informasi di halaman ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan konsultasi, diagnosis, atau pengobatan medis. Untuk keluhan kesehatan Anda, konsultasikan langsung dengan dokter.

Kembali ke Semua Prosedur