Jawaban singkat
Apa Itu Trombektomi?
Trombektomi adalah tindakan untuk mengangkat trombus, yaitu bekuan darah di dalam pembuluh, sehingga aliran darah pulih. Umumnya dilakukan lewat kateter dengan alat penghisap atau penghancur bekuan, pada sumbatan arteri tungkai, trombosis vena dalam, atau emboli paru. Tindakan sekitar 1 sampai 3 jam dengan bius lokal.
Sumber informasi01 / Memahami tindakan
Mengenal Trombektomi
Apa Itu Trombektomi
Trombus adalah bekuan darah di dalam pembuluh darah yang menghambat aliran. Trombektomi adalah tindakan untuk mengangkat bekuan tersebut. Saat ini trombektomi umumnya dilakukan lewat kateter, yaitu selang tipis yang dimasukkan dari tusukan kecil di lipat paha, leher, atau belakang lutut, dengan panduan sinar X. Pada sebagian keadaan, bekuan diangkat dengan operasi terbuka.
Cara Kerja Singkat
Kateter diarahkan sampai ke bekuan. Bekuan kemudian disedot dengan kateter penghisap, atau dihancurkan lalu disedot dengan alat mekanik. Sering kali obat penghancur bekuan juga dialirkan langsung ke bekuan lewat kateter untuk membantu, yang disebut trombolisis lewat kateter.
Trombektomi Arteri Tungkai
Bekuan dapat terbentuk mendadak di arteri tungkai yang sudah menyempit karena plak, di dalam stent, atau di bypass. Tungkai menjadi nyeri, pucat, dingin, dan kesemutan, dan keadaan ini darurat. Setelah bekuan diangkat, penyempitan penyebabnya biasanya dibuka dengan balon atau stent, yang dibahas di halaman Angioplasti Perifer. Bekuan yang terbawa dari jantung lebih sering diangkat dengan kateter balon lewat sayatan kecil, yang dibahas di halaman Embolektomi.
Trombektomi Vena Tungkai dan Panggul
Pada trombosis vena dalam, pengobatan utamanya obat pengencer darah, yang dibahas di halaman Terapi Antikoagulan dan Pencegahan Stroke. Trombektomi tidak dilakukan rutin, tetapi dapat dipertimbangkan pada pasien terpilih dengan bekuan baru yang luas di vena panggul dan paha, bengkak berat, atau tungkai yang terancam. Tujuannya meredakan keluhan lebih cepat dan mengurangi beratnya bengkak serta nyeri menahun di kemudian hari. Bila ditemukan penyempitan vena panggul, dokter dapat memasang stent vena.
Trombektomi pada Emboli Paru
Pada emboli paru, bekuan dari vena tungkai terbawa aliran dan menyumbat arteri paru. Bila emboli paru berat dan obat penghancur bekuan lewat infus tidak dapat diberikan atau tidak berhasil, bekuan dapat dikurangi lewat kateter yang dimasukkan dari vena lipat paha sampai ke arteri paru. Tindakan ini juga dapat dipertimbangkan bila keadaan memburuk walaupun sudah mendapat obat pengencer darah. Bila kateter tidak memungkinkan, bekuan diangkat dengan operasi jantung.
Keputusan Bersama Tim
Pilihan antara obat saja, trombektomi, atau operasi bergantung pada letak dan umur bekuan, beratnya keluhan, risiko perdarahan, serta keadaan umum Anda. Dokter menjelaskan pilihan tersebut sebelum tindakan.
02 / Memahami tindakan
Kapan Tindakan Ini Dipertimbangkan?
Dokter dapat mempertimbangkan tindakan ini pada keadaan berikut. Keputusan selalu ditetapkan setelah evaluasi menyeluruh.
- Sumbatan Bekuan Mendadak di Arteri TungkaiTungkai tiba-tiba nyeri, pucat, dingin, atau kesemutan karena bekuan.
- Bekuan di Stent atau Bypass TungkaiStent atau bypass tersumbat bekuan sehingga keluhan muncul mendadak.
- Trombosis Vena Panggul dan Paha yang LuasBengkak dan nyeri berat pada pasien terpilih, terutama bila tungkai terancam.
- Emboli Paru BeratBila obat penghancur bekuan lewat infus tidak dapat diberikan atau tidak berhasil.
- Emboli Paru yang MemburukKeadaan memburuk walaupun sudah mendapat obat pengencer darah.
Keadaan yang Perlu Dipertimbangkan Lebih Dulu
- Risiko Perdarahan Sangat TinggiTerutama bila obat penghancur bekuan direncanakan; dinilai cermat oleh tim.
- Jaringan Tungkai Sudah Tidak Dapat DiselamatkanOtot dan saraf rusak berat; tindakan lain seperti amputasi dipertimbangkan.
- Bekuan Vena yang Terbatas atau Sudah LamaBekuan di betis saja atau yang sudah berminggu-minggu umumnya cukup diobati dengan obat.
- Emboli Paru RinganUmumnya cukup diobati dengan obat pengencer darah dan pemantauan.
- Alergi Berat terhadap Zat KontrasPerlu persiapan obat khusus sebelum tindakan.
03 / Sebelum tindakan
Apa yang Perlu Disiapkan?
Trombektomi sering dilakukan dalam keadaan mendesak, sehingga persiapan dilakukan cepat di IGD atau ruang rawat.
Obat pengencer darah. Umumnya segera diberikan lewat infus atau suntikan untuk mencegah bekuan meluas.
Pemeriksaan pencitraan. USG untuk bekuan vena tungkai, serta CT angiografi untuk arteri tungkai atau arteri paru. Dibahas di halaman USG Dupleks dan CT Angiografi Perifer / CTA Perifer.
Pemeriksaan darah. Darah lengkap, pembekuan darah, dan fungsi ginjal.
Informasi penting. Sampaikan obat yang diminum, riwayat perdarahan, stroke, atau operasi baru-baru ini, alergi kontras, dan waktu makan terakhir.
Persetujuan tindakan. Dokter menjelaskan pilihan, risiko perdarahan, dan kemungkinan tindakan tambahan seperti balon atau stent.
Belum jelas dengan instruksi persiapan? Tanyakan kepada tim sebelum menjalani tindakan.
04 / Saat tindakan
Bagaimana Tindakan Dilakukan?
Trombektomi dilakukan di ruang kateterisasi dengan bius lokal, dan obat penenang dapat diberikan. Tindakan berlangsung sekitar 1 sampai 3 jam. Bila obat penghancur bekuan perlu dialirkan lewat kateter, infus dapat dilanjutkan beberapa jam sampai sekitar satu hari di ruang rawat intensif, lalu dilakukan pemeriksaan ulang.
Akses Pembuluh Darah
Setelah bius lokal, selongsong kecil dimasukkan ke arteri atau vena, biasanya di lipat paha. Untuk bekuan vena tungkai, tusukan sering dibuat di belakang lutut dengan Anda berbaring telungkup.
Memetakan Bekuan
Zat kontras disuntikkan dan direkam sinar X untuk melihat letak dan panjang bekuan.
Mengangkat Bekuan
Kateter penghisap atau alat mekanik dijalankan di dalam bekuan untuk menyedot atau menghancurkannya. Bila perlu, obat penghancur bekuan dialirkan langsung ke bekuan.
Mengatasi Penyebab
Setelah aliran pulih, penyempitan yang tersisa di arteri atau vena dapat dilebarkan dengan balon atau stent.
Menutup Tempat Tusukan
Selongsong dicabut dan tempat tusukan ditekan sampai darah berhenti.
05 / Manfaat dan risiko
Manfaat dan Risiko Perlu Dibahas Bersama.
Setiap tindakan medis memiliki manfaat dan risiko. Dokter menjelaskan keduanya sesuai keadaan Anda sebelum tindakan.
Manfaat yang Dapat Diharapkan
- Aliran Darah Pulih Lebih CepatBekuan diangkat langsung, tidak hanya menunggu obat melarutkannya.
- Tanpa Sayatan BesarDilakukan lewat tusukan kecil dengan bius lokal.
- Obat Penghancur Bekuan Lebih SedikitObat dialirkan langsung ke bekuan sehingga dosisnya dapat dikurangi atau tidak diperlukan.
- Membantu Menyelamatkan TungkaiTerutama bila dilakukan segera pada sumbatan arteri tungkai yang mendadak.
- Bengkak dan Nyeri MeredaPada bekuan vena yang luas, keluhan dapat berkurang lebih cepat.
Manfaat tindakan bukan janji kesembuhan. Tanyakan bagaimana hasilnya memengaruhi rencana perawatan Anda.
Risiko yang Perlu Diketahui
- PerdarahanDi tempat tusukan atau, lebih jarang, di organ lain bila memakai obat penghancur bekuan.
- Serpihan Bekuan Terbawa AliranDapat menyumbat cabang pembuluh di bawahnya; biasanya ditangani saat itu juga.
- Kerusakan Dinding PembuluhJarang; umumnya dapat ditangani dengan balon atau stent.
- Sel Darah Merah PecahSebagian alat memecah sel darah merah sehingga urine sementara berwarna gelap.
- Gangguan GinjalAkibat kontras atau sel darah yang pecah; fungsi ginjal diperiksa.
- Sumbatan BerulangBekuan dapat terbentuk lagi; karena itu obat pengencer darah dan pemantauan penting.
Risiko setiap orang dapat berbeda. Penjelasan lengkap dan persetujuan tindakan diberikan setelah evaluasi individual.
06 / Setelah tindakan
Bagaimana Pemulihannya?
Pasien dirawat beberapa hari. Lama rawat bergantung pada letak bekuan dan penyakit penyebabnya. Setelah trombektomi emboli paru, pemantauan biasanya dilakukan di ruang rawat intensif.
Pemantauan. Tempat tusukan, denyut nadi, warna dan suhu tungkai, tekanan darah, dan pernapasan diperiksa berkala.
Obat pengencer darah. Pada bekuan vena dan emboli paru, obat ini umumnya diminum setidaknya 3 bulan, kadang lebih lama sesuai penyebabnya.
Stoking kompresi dan aktivitas. Setelah trombektomi vena, stoking kompresi dapat dianjurkan untuk mengurangi bengkak. Berjalan dimulai bertahap sesuai petunjuk tim.
Kontrol. USG Dupleks atau pemeriksaan lain dilakukan untuk memastikan pembuluh tetap terbuka.
Tanda yang perlu diwaspadai. Segera ke IGD bila Anda mengalami:
- Tungkai kembali nyeri, pucat, dingin, atau kesemutan
- Tungkai makin bengkak dan nyeri
- Sesak napas tiba-tiba, nyeri dada, atau batuk darah
- Perdarahan atau bengkak yang membesar di tempat tusukan
- Sakit kepala hebat, lemah separuh badan, atau bicara pelo
- BAB hitam atau urine berwarna merah
Kenali Tanda yang Perlu Segera Ditangani.
Ikuti arahan tim tentang tanda yang perlu diwaspadai. Bila muncul keluhan berat atau mendadak setelah tindakan, segera ke IGD terdekat atau hubungi Heart Attack Center 1500 258.
07 / Tim dan dukungan
Dokter dan Dukungan Tindakan
Dokter berikut tercantum untuk tindakan ini. Urutan menurut nama, bukan peringkat.

dr. Emanoel Oepangat, Sp.JP(K)
Kardiologi Intervensi
Vascular Diagnostic and Therapeutic Center +1 center
Fokus klinisIntervensi Koroner · Intervensi Pembuluh Darah Perifer
Lihat Profil
dr. Suko Adiarto, Sp.JP(K), Ph.D.
Kardiologi Intervensi
Vascular Diagnostic and Therapeutic Center +1 center
Fokus klinisIntervensi Koroner · Intervensi Pembuluh Darah Perifer
Lihat ProfilVascular Interventional Suite
Ruang tindakan dengan pencitraan sinar-X untuk memeriksa dan menangani penyempitan, sumbatan, atau pelebaran pembuluh darah di…
Ketersediaan teknologi dan dukungan pemeriksaan dikonfirmasi bersama tim. Teknologi dipilih sesuai kebutuhan klinis.
08 / Pertanyaan umum
Sebelum Merencanakan Tindakan.
Pertanyaan yang sering diajukan tentang trombektomi. Pada keadaan darurat, segera hubungi IGD.
Apa bedanya trombektomi dengan embolektomi?
Keduanya mengangkat bekuan darah. Trombektomi umumnya mengangkat bekuan yang terbentuk di tempat, misalnya di arteri yang sudah menyempit, di stent, atau di vena tungkai, dan sering dilakukan lewat kateter. Embolektomi mengangkat bekuan yang terbawa dari tempat lain, biasanya dari jantung, umumnya dengan kateter balon lewat sayatan kecil. Penjelasannya dibahas di halaman Embolektomi.
Apakah trombektomi terasa sakit?
Tempat tusukan dibius lokal sehingga Anda umumnya hanya merasakan tekanan. Obat penenang dan pereda nyeri dapat diberikan, terutama bila tindakan berlangsung lama atau Anda perlu berbaring telungkup. Setelah tindakan, tempat tusukan mungkin terasa nyeri ringan atau memar selama beberapa hari.
Apakah semua bekuan vena tungkai perlu trombektomi?
Tidak. Kebanyakan trombosis vena dalam cukup diobati dengan obat pengencer darah. Penelitian besar menunjukkan trombektomi tidak perlu dilakukan rutin, tetapi dapat bermanfaat pada pasien terpilih dengan bekuan baru yang luas di vena panggul dan paha, bengkak berat, atau tungkai yang terancam. Keputusan dibuat bersama tim berdasarkan umur bekuan, beratnya keluhan, dan risiko perdarahan.
Apakah trombektomi juga dipakai untuk stroke?
Ya. Pada stroke akibat sumbatan pembuluh besar di otak, trombektomi dapat dilakukan dalam batas waktu tertentu oleh tim saraf dan intervensi pembuluh otak. Penjelasan di sini membahas trombektomi pada arteri tungkai, vena dalam, dan arteri paru. Bila muncul wajah mencong, lemah separuh badan, atau bicara pelo, segera ke IGD tanpa menunggu keluhan membaik.
Berapa lama saya dirawat?
Umumnya beberapa hari. Bila obat penghancur bekuan dialirkan lewat kateter, Anda dipantau di ruang rawat intensif sekitar satu hari sebelum pemeriksaan ulang. Setelah trombektomi emboli paru, pemantauan intensif juga diperlukan. Lama rawat bergantung pada letak bekuan, penyakit penyebab, dan respons pengobatan.
Apakah saya perlu minum obat pengencer darah setelahnya?
Ya. Trombektomi mengangkat bekuan yang ada, tetapi tidak mencegah bekuan baru. Pada bekuan vena dan emboli paru, obat pengencer darah umumnya diminum setidaknya 3 bulan, dan lebih lama bila penyebabnya menetap. Setelah tindakan arteri tungkai, obat antiplatelet atau pengencer darah diberikan sesuai keadaan. Jangan menghentikan obat tanpa berkonsultasi dengan dokter.
Sumber dan Tinjauan Medis
Ditinjau secara medis oleh dr. Emanoel Oepangat, Sp.JP(K).
- Björck M, Earnshaw JJ, Acosta S, dkk. European Society for Vascular Surgery (ESVS) 2020 Clinical Practice Guidelines on the Management of Acute Limb Ischaemia. Eur J Vasc Endovasc Surg. 2020;59(2):173-218.
- Mazzolai L, Teixido-Tura G, Lanzi S, dkk. 2024 ESC Guidelines for the management of peripheral arterial and aortic diseases. Eur Heart J. 2024;45(36):3538-3700.
- Kakkos SK, Gohel M, Baekgaard N, dkk. European Society for Vascular Surgery (ESVS) 2021 Clinical Practice Guidelines on the Management of Venous Thrombosis. Eur J Vasc Endovasc Surg. 2021;61(1):9-82.
- Vedantham S, Goldhaber SZ, Julian JA, dkk. Pharmacomechanical catheter-directed thrombolysis for deep-vein thrombosis. N Engl J Med. 2017;377(23):2240-2252.
- Konstantinides SV, Meyer G, Becattini C, dkk. 2019 ESC Guidelines for the diagnosis and management of acute pulmonary embolism developed in collaboration with the European Respiratory Society (ERS). Eur Heart J. 2020;41(4):543-603.
- Giri J, Sista AK, Weinberg I, dkk. Interventional therapies for acute pulmonary embolism: current status and principles for the development of novel evidence: a scientific statement from the American Heart Association. Circulation. 2019;140(20):e774-e801.

