Jawaban singkat
Pulsed Field Ablation (PFA) adalah teknik kateter ablasi non-thermal untuk fibrilasi atrium yang memakai gelombang listrik pendek untuk membuka pori membran sel (elektroporasi), sehingga jaringan sumber aritmia dapat dihancurkan secara selektif. Berbeda dengan ablasi radiofrekuensi yang memakai panas atau krioablasi yang memakai dingin, PFA tidak mengandalkan suhu. Kateter ablasi umumnya dipertimbangkan bagi pasien fibrilasi atrium yang tidak membaik dengan obat.
Jakarta, 28 Desember 2024
Penyakit jantung merupakan penyebab utama kematian di Indonesia. Selain penyakit jantung koroner, gangguan irama jantung (aritmia) juga memberi kontribusi yang signifikan. Aritmia yang paling banyak ditemukan di masyarakat adalah fibrilasi atrium (FA). Diperkirakan jumlah penderita FA di Indonesia mencapai lebih dari tiga juta penduduk, dengan prevalensi yang meningkat dengan semakin bertambahnya usia.
Fibrilasi atrium adalah kondisi ketika serambi (atrium) jantung berdenyut sangat cepat dan tidak beraturan. Normalnya, jantung akan berdenyut sekitar 60-100 kali per menit saat kita sedang santai, namun pada FA, serambi jantung bisa berdenyut lebih dari 400 kali per menit. Kondisi ini meningkatkan risiko terjadinya penggumpalan darah dan gagal jantung. Penggumpalan darah yang terbentuk dapat mengakibatkan terjadinya stroke. Pasien FA mempunyai risiko 4-5 kali lipat terjadinya stroke dibanding pasien yang bukan FA. Selain itu, denyut serambi jantung yang supercepat dan tidak teratur meningkatkan risiko terjadinya gagal jantung dan tentunya meningkatkan mortalitas pasien FA.
Tatalaksana fibrilasi atrium meliputi terapi obat-obatan (medikamentosa), kontrol faktor risiko, dan kateter ablasi. Pada pasien yang tidak mempan dengan obat-obatan, tindakan kateter ablasi dapat dipertimbangkan untuk membantu mencegah memburuknya fungsi pompa jantung (gagal jantung) dan menurunkan risiko stroke.
Kateter ablasi adalah tindakan invasif minimal non-bedah menggunakan kateter yang dimasukkan melalui pembuluh darah di paha dan didorong ke dalam jantung untuk mengidentifikasi dan mematikan sumber aritmianya. Secara umum tindakan kateter ablasi dapat dilakukan menggunakan ablasi thermal dan non-thermal. Ablasi thermal dapat menggunakan energi radiofrekuensi, yaitu energi panas untuk menciptakan lesi, atau energi krio (cryo) yang menggunakan energi dingin untuk membekukan jaringan.
Sedangkan teknologi ablasi non-thermal yang saat ini banyak digunakan di seluruh dunia adalah pulsed-field ablation (PFA). Teknologi ini bekerja melalui proses electroporation, yaitu pengiriman gelombang listrik pendek yang membuka pori-pori membran sel sehingga jaringan yang ditargetkan dapat dihancurkan secara selektif, dengan risiko lebih kecil memengaruhi jaringan lainnya. Oleh karena sifat terapinya yang selektif seperti ini, maka tindakan ablasi dengan PFA ini dapat berlangsung lebih cepat dan menjadi salah satu pilihan yang aman bagi pasien.
Heartology Cardiovascular Hospital mulai menggunakan teknologi Pulsed Field Ablation (PFA) dalam tatalaksana fibrilasi atrium pada Desember 2024. Tindakan dilakukan pada tanggal 27 Desember 2024 pada seorang pasien, usia 65 tahun, dari Sumatera Barat yang telah lama mengalami FA. Keluhan yang dirasakan terutama berupa berdebar, dada tidak nyaman dan mudah lelah. Pasien telah menjalani pengobatan FA di daerah asalnya selama beberapa tahun, namun aritmia (FA)-nya belum sembuh. Akhirnya dia memutuskan mencari solusi lebih lanjut dan dirujuk oleh dokternya ke Heartology.
“Sebagai rumah sakit yang berfokus pada tatalaksana penyakit kardiovaskular, kami terus berkomitmen menghadirkan teknologi baru bagi pasien. Dengan teknologi ini, kami berusaha memberikan pengalaman perawatan yang lebih baik bagi setiap pasien,” ujar dr. Sunu Budhi Raharjo, Sp.JP(K), PhD, ahli aritmia di Heartology.
Teknologi PFA menambah pilihan tindakan kateter ablasi bagi pasien dengan gangguan irama jantung. Kesesuaian tindakan ini dinilai oleh dokter berdasarkan kondisi setiap pasien.
Simpan sebagai pengingat
Checklist sebelum Konsultasi
Tandai hal yang sudah Anda siapkan.
0 dari 6 item ditandai
Tanda hanya tersimpan selama halaman ini dibuka.
Setelah memahami isinya
Bahas Pertanyaan Anda bersama Dokter.
Bawa catatan dan hasil pemeriksaan yang ingin Anda diskusikan. Konsultasi membantu menentukan pemeriksaan dan penanganan yang sesuai.
Jadwal dan kebutuhan kunjungan dikonfirmasi oleh tim. Informasi di halaman ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan konsultasi, diagnosis, atau pengobatan medis. Untuk keluhan kesehatan Anda, konsultasikan langsung dengan dokter.
Sumber dan Transparansi.
Informasi di halaman ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan konsultasi, diagnosis, atau pengobatan medis. Untuk keluhan kesehatan Anda, konsultasikan langsung dengan dokter.
Bila Anda menemukan informasi yang perlu diklarifikasi, sampaikan melalui halaman Kontak Kami.






