Langsung ke konten

Gejala & Sindrom Klinis Terkait Kardiovaskular

Palpitasi

Palpitations

Ditinjau secara medis olehdr. Sunu B. Raharjo, Sp.JP(K), Ph.D., Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah
Terakhir diperbarui7 Oktober 2026
Ilustrasi medis orang dewasa dengan tangan di dada, menampilkan sistem kelistrikan jantung dan satu denyut prematur dari ventrikel, disertai inset patch perekam irama jantung di dada serta garis irama jantung yang tidak teratur.
Ilustrasi Palpitasi

Jawaban singkat

Apa Itu Palpitasi?

Palpitasi adalah rasa jantung berdebar, berdetak cepat, kuat, atau tidak teratur. Sebagian besar dipicu hal ringan seperti kafein, cemas, atau denyut tambahan, tetapi kadang menandakan gangguan irama jantung yang perlu diperiksa.

Sumber informasi

Tanda yang Memerlukan Pertolongan Segera

  • Pingsan atau hampir pingsan saat berdebar
  • Nyeri dada, sesak napas berat, atau keringat dingin
  • Debaran sangat cepat yang tidak berhenti setelah beberapa menit
  • Debaran saat olahraga yang disertai pusing berat
  • Lemah sebelah tubuh, bicara pelo, atau wajah mencong
  • Debaran pada penyandang penyakit jantung yang disertai lemas berat

Bila tanda ini muncul, segera ke IGD terdekat atau hubungi Heart Attack Center 1500 258.

Catatan kegawatan: Sebagian besar jantung berdebar tidak berbahaya, tetapi debaran yang disertai pingsan, nyeri dada, atau sesak, atau yang muncul saat olahraga, dapat menandakan gangguan irama yang perlu segera diperiksa.

Mengenal Palpitasi

Palpitasi adalah saat Anda menyadari denyut jantung sendiri, yang biasanya tidak terasa. Denyut dapat terasa cepat, kuat, tidak teratur, seperti berhenti sejenak lalu menghentak, atau berdebar di leher. Palpitasi adalah keluhan, bukan diagnosis. Halaman ini membantu Anda mengenali kemungkinan penyebab dan tanda bahaya, bukan untuk memastikan penyebabnya sendiri.

Penyebab yang Umumnya Tidak Berbahaya

Banyak palpitasi muncul saat jantung berdetak lebih cepat secara wajar, misalnya setelah olahraga, saat cemas atau panik, demam, kurang tidur, atau setelah minum kopi, teh kental, minuman energi, dan alkohol. Rokok dan beberapa obat, seperti obat flu yang mengandung pelega hidung dan obat asma tertentu, juga dapat memicunya. Denyut tambahan dari serambi atau bilik jantung, yang terasa seperti jantung melompat, sering ditemukan pada orang sehat dan biasanya tidak berbahaya bila jantungnya normal. Keadaan ini dibahas di halaman Kontraksi Prematur Ventrikel dan Kontraksi Prematur Atrium.

Penyebab di Luar Jantung

Kelenjar tiroid yang terlalu aktif, kurang darah (anemia), gula darah rendah, kehamilan, menopause, dan kekurangan cairan dapat membuat jantung berdetak lebih cepat atau lebih kuat. Debaran karena penyebab ini biasanya teratur, meningkat perlahan, dan menetap selama penyebabnya belum diatasi. Pemeriksaan darah sederhana sering membantu menemukan penyebab ini.

Gangguan Irama Jantung

Sebagian palpitasi disebabkan gangguan irama, seperti fibrilasi atrium, takikardia supraventrikular, atau takikardia ventrikular. Gangguan irama dibahas di halaman Gangguan Irama Jantung / Aritmia. Debaran yang mulai dan berhenti tiba-tiba, sangat cepat, tidak teratur, atau disertai pusing, pingsan, nyeri dada, dan sesak lebih mengarah ke gangguan irama dan perlu diperiksa. Kemungkinan ini lebih besar pada orang yang sudah memiliki penyakit jantung, pernah serangan jantung, atau memiliki keluarga yang meninggal mendadak di usia muda.

Kunci menemukan penyebab adalah merekam irama jantung saat keluhan terjadi. Karena palpitasi sering datang dan pergi, dokter dapat memakai rekaman EKG beberapa hari, perekam tempel, atau perekam di bawah kulit. Mencatat waktu, lama, pemicu, dan rasa debaran setiap kali muncul juga sangat membantu dokter.

Gejala yang Perlu Dikenali.

Gejala Umum

  • Jantung terasa berdetak cepat, kuat, atau menghentak
  • Denyut terasa tidak teratur, atau seperti melompat lalu berhenti sejenak
  • Debaran terasa di dada, leher, atau tenggorokan
  • Debaran yang mulai dan berhenti tiba-tiba
  • Debaran lebih terasa saat berbaring miring ke kiri atau menjelang tidur
  • Rasa cemas, gemetar, atau berkeringat bersamaan dengan debaran

Gejala pada Anak-Anak

Anak sering sulit menggambarkan debaran; perhatikan perubahan yang muncul tiba-tiba saat bermain atau beristirahat.

  • Mengeluh dada terasa cepat, berdebar, atau sakit
  • Tiba-tiba pucat, lemas, atau ingin berbaring saat bermain
  • Denyut di leher atau dada terlihat sangat cepat
  • Pusing atau pingsan saat olahraga
Tidak semua orang mengalami gejala yang sama. Bila keluhan berulang atau memburuk, periksakan diri.

Apa yang Menyebabkan Kondisi Ini?

  • Denyut tambahan dari serambi atau bilik jantung yang terasa seperti jantung melompat
  • Kafein, minuman energi, alkohol, rokok, atau obat flu dengan pelega hidung
  • Cemas, serangan panik, stres, kurang tidur, atau setelah olahraga
  • Kelenjar tiroid terlalu aktif, anemia, gula darah rendah, demam, atau kekurangan cairan
  • Kehamilan dan perubahan hormon menjelang atau saat menopause
  • Gangguan irama, seperti fibrilasi atrium, takikardia supraventrikular, atau takikardia ventrikular
  • Penyakit jantung struktural, seperti kelainan katup atau kardiomiopati
  • Obat tertentu, seperti obat asma, obat tiroid yang berlebih, atau obat pelangsing yang mengandung perangsang

Siapa yang Lebih Berisiko?

Gaya Hidup

Minum kopi atau minuman energi dalam jumlah banyak, alkohol, merokok, kurang tidur, dan stres berkepanjangan membuat debaran lebih mudah muncul.

Medis

Penyakit jantung, hipertensi, gangguan tiroid, anemia, gula darah yang sering rendah pada diabetes, serta gangguan cemas atau panik.

Genetik

Riwayat keluarga dengan gangguan irama bawaan, kardiomiopati, atau kematian mendadak di usia muda.

Usia

Fibrilasi atrium dan denyut tambahan makin sering ditemukan seiring bertambahnya usia, terutama setelah 60 tahun.

Lainnya

Kehamilan, menopause, serta penggunaan obat atau suplemen yang mengandung perangsang.

Kelompok yang Lebih Berisiko

  • Penyandang Penyakit Jantung: Debaran pada orang yang pernah serangan jantung, memiliki kardiomiopati, atau kelainan katup lebih mungkin berasal dari gangguan irama yang perlu ditangani.
  • Lansia: Fibrilasi atrium lebih sering ditemukan pada usia lanjut dan meningkatkan risiko stroke bila tidak dikenali.
  • Perempuan Hamil atau Menopause: Perubahan hormon dan volume darah dapat memicu debaran; sebagian besar tidak berbahaya, tetapi tetap perlu disampaikan kepada dokter.
  • Orang dengan Gangguan Cemas: Serangan panik sering menimbulkan debaran, tetapi gangguan irama tetap perlu disingkirkan lebih dulu karena keluhannya dapat mirip.
  • Keluarga Korban Kematian Mendadak Usia Muda: Riwayat ini dapat menandakan gangguan irama bawaan, sehingga debaran perlu diperiksa lebih teliti.
Memiliki faktor risiko tidak berarti seseorang pasti mengalami kondisi ini.

Bagaimana Diagnosis Ditegakkan?

Dokter mulai dengan menanyakan seperti apa debaran yang Anda rasakan: cepat atau tidak teratur, mulai dan berhenti tiba-tiba atau perlahan, berapa lama, apa pemicunya, dan apakah disertai pusing, pingsan, nyeri dada, atau sesak. Mengetukkan jari mengikuti irama yang Anda rasakan sering membantu. Dokter juga menanyakan kopi, alkohol, obat, suplemen, riwayat penyakit jantung, dan riwayat keluarga, lalu memeriksa denyut nadi, tekanan darah, dan bunyi jantung.

EKG dilakukan pada semua orang dengan palpitasi. Bila EKG direkam saat debaran terjadi, penyebabnya sering langsung terlihat. Karena debaran sering sudah hilang saat diperiksa, dokter memilih alat perekam sesuai seberapa sering keluhan muncul: Holter 24 sampai 48 jam untuk debaran harian, perekam tempel atau perekam yang dinyalakan saat berdebar untuk debaran mingguan, dan perekam di bawah kulit untuk debaran jarang yang disertai pingsan. Tes darah memeriksa anemia, fungsi tiroid, dan elektrolit. Ekokardiografi dilakukan bila dicurigai ada penyakit jantung struktural.

  1. Elektrokardiogram / EKG

    Rekaman listrik jantung saat istirahat, dan bila memungkinkan saat berdebar, untuk mencari gangguan irama, denyut tambahan, atau tanda kelainan bawaan.

  2. Pemantauan Holter

    Rekaman irama 24 sampai 48 jam untuk debaran yang muncul hampir setiap hari.

  3. Monitoring Jantung Jangka Panjang

    Perekam tempel atau perekam yang dinyalakan saat berdebar, selama beberapa hari sampai minggu, untuk keluhan yang lebih jarang.

  4. Implantable Loop Recorder (ILR)

    Perekam di bawah kulit untuk debaran jarang yang disertai pingsan atau hampir pingsan, bila pemeriksaan lain belum menemukan penyebab.

  5. Pemeriksaan Fungsi Tiroid

    Tes darah untuk mengenali kelenjar tiroid yang terlalu aktif sebagai penyebab debaran.

  6. Pemeriksaan Darah Lengkap

    Tes darah untuk mencari anemia, yang membuat jantung berdetak lebih cepat.

  7. Ekokardiografi

    USG jantung bila ada bising jantung, gangguan irama yang terekam, atau dugaan penyakit jantung struktural.

Pilihan Penanganan.

Penanganan ditentukan dokter setelah evaluasi. Kategori berikut membantu Anda memahami pembicaraan dengan dokter.

Penjelasan dan Menghindari Pemicu

Bila penyebabnya denyut tambahan atau debaran wajar pada jantung yang normal, penjelasan dokter serta mengurangi kafein, alkohol, rokok, dan kurang tidur sering sudah cukup.

Menangani Penyebab di Luar Jantung

Mengobati tiroid yang terlalu aktif, anemia, atau gangguan cemas biasanya meredakan debaran. Obat yang memicu debaran dapat ditinjau ulang oleh dokter.

Manuver Vagal untuk SVT

Pada takikardia supraventrikular, mengejan dengan cara tertentu yang diajarkan dokter dapat menghentikan serangan. Bila tidak berhasil, serangan perlu ditangani di IGD.

Obat Pengendali Irama

Dokter dapat memberikan obat golongan penyekat beta, penghambat kanal kalsium, atau antiaritmia sesuai jenis gangguan irama, serta obat pengencer darah bila ada fibrilasi atrium dengan risiko stroke.

Ablasi Kateter

Tindakan lewat kateter untuk menonaktifkan sumber listrik penyebab gangguan irama, sebagai pilihan untuk SVT, flutter atrium, fibrilasi atrium, dan denyut tambahan yang sangat sering.

Alat Pacu atau ICD

Dipertimbangkan bila debaran berkaitan dengan denyut yang terlalu lambat, atau dengan irama berbahaya dari bilik jantung.

Kesesuaian dan ketersediaan pemeriksaan atau terapi perlu dikonfirmasi bersama tim perawatan.

Komplikasi yang Perlu Dipantau.

Stroke Akibat Fibrilasi Atrium

Bila debaran disebabkan fibrilasi atrium yang tidak dikenali, bekuan darah dapat terbentuk di serambi jantung lalu menyumbat pembuluh darah otak.

Melemahnya Pompa Jantung

Denyut sangat cepat yang berlangsung berminggu-minggu dapat melemahkan otot jantung; keadaan ini umumnya membaik setelah irama dikendalikan.

Pingsan dan Cedera

Gangguan irama yang sangat cepat atau sangat lambat dapat mengurangi aliran darah ke otak dan menyebabkan pingsan serta cedera akibat jatuh.

Henti Jantung pada Gangguan Irama Tertentu

Takikardia ventrikular pada penyakit jantung struktural atau gangguan irama bawaan dapat berlanjut menjadi henti jantung, sehingga tanda bahaya perlu segera diperiksa.

Kecemasan Berkepanjangan

Debaran berulang yang belum dijelaskan dapat menimbulkan rasa takut dan mengganggu aktivitas, walaupun penyebabnya tidak berbahaya.

Apa yang Bisa Dilakukan?

  • Batasi kopi, teh kental, dan minuman energi bila debaran sering muncul setelahnya.
  • Hindari alkohol berlebihan dan berhenti merokok.
  • Cukupi tidur dan minum air, terutama saat cuaca panas atau setelah banyak berkeringat.
  • Kelola stres dengan olahraga teratur, latihan napas, atau konseling.
  • Tanyakan kepada dokter atau apoteker sebelum minum obat flu, obat pelangsing, atau suplemen perangsang.
  • Catat setiap episode debaran: waktu, lama, pemicu, dan keluhan yang menyertai.
  • Belajar meraba nadi di pergelangan tangan; bila jam pintar Anda dapat merekam EKG, rekam saat berdebar dan tunjukkan kepada dokter.

Kapan Harus ke Dokter?

Debaran yang sesekali muncul setelah kopi, olahraga, atau saat cemas, lalu hilang sendiri, umumnya tidak berbahaya. Bila debaran disertai pingsan, nyeri dada, atau sesak berat, segera ke IGD. Buat janji dengan dokter bila mengalami keadaan berikut.

  • Debaran sering berulang atau makin sering
  • Debaran yang mulai dan berhenti tiba-tiba, atau berlangsung lebih dari beberapa menit
  • Denyut terasa tidak teratur
  • Debaran disertai pusing, hampir pingsan, atau terjadi saat olahraga
  • Anda memiliki penyakit jantung, hipertensi, atau gangguan tiroid
  • Ada anggota keluarga yang meninggal mendadak di usia muda

Jangan Menunggu bila Kondisinya Darurat.

Bila keluhan terasa berat atau muncul mendadak, segera ke IGD terdekat atau hubungi Heart Attack Center 1500 258, bukan menunggu janji temu.

Hal yang Mungkin Anda Tanyakan.

Pertanyaan yang sering diajukan tentang palpitasi atau jantung berdebar.

Apakah jantung berdebar selalu tanda penyakit jantung?

Tidak. Sebagian besar debaran disebabkan hal yang tidak berbahaya, seperti denyut tambahan, kafein, cemas, atau kurang tidur. Namun, debaran juga dapat menjadi tanda gangguan irama yang perlu diobati. Karena dari rasanya saja sulit dibedakan, debaran yang sering, tidak teratur, berlangsung lama, atau disertai pusing dan pingsan perlu diperiksa dengan EKG atau rekaman irama.

Apa yang sebaiknya dilakukan saat jantung berdebar?

Hentikan aktivitas, duduk atau berbaring, dan bernapaslah perlahan. Raba nadi di pergelangan tangan dan perhatikan apakah cepat, teratur, atau tidak teratur. Bila memungkinkan, catat waktu dan lamanya, atau rekam EKG dengan alat yang dianjurkan dokter. Segera ke IGD bila debaran disertai pingsan, nyeri dada, sesak berat, atau tidak berhenti dalam beberapa menit.

Apakah kopi harus dihentikan sama sekali?

Tidak selalu. Penelitian menunjukkan kopi dalam jumlah wajar tidak meningkatkan gangguan irama yang berbahaya pada kebanyakan orang, walaupun dapat menambah denyut tambahan pada sebagian orang. Bila debaran selalu muncul setelah minum kopi, teh kental, atau minuman energi, kurangi atau hentikan untuk melihat apakah keluhan berkurang, lalu sampaikan hasilnya kepada dokter.

Bagaimana membedakan debaran karena cemas dengan gangguan irama?

Kadang sulit. Debaran saat cemas biasanya meningkat perlahan, teratur, dan reda perlahan bersama rasa tenang. Gangguan irama seperti SVT sering mulai dan berhenti tiba-tiba dengan denyut sangat cepat. Namun, gangguan irama sendiri dapat memicu rasa panik. Karena itu, rekaman EKG saat keluhan terjadi tetap diperlukan sebelum debaran dianggap hanya karena cemas.

Apakah jam pintar dapat mendeteksi gangguan irama?

Sebagian jam pintar dapat merekam EKG satu sadapan dan memberi peringatan irama tidak teratur yang mengarah ke fibrilasi atrium. Rekaman ini berguna untuk ditunjukkan kepada dokter, terutama bila diambil saat berdebar. Namun, hasilnya dapat keliru dan tidak menggantikan pemeriksaan dokter. Rekaman yang normal juga tidak menyingkirkan semua gangguan irama.

Apakah berdebar saat hamil berbahaya?

Debaran ringan saat hamil cukup sering terjadi karena volume darah dan denyut jantung meningkat, dan biasanya tidak berbahaya. Namun, sampaikan kepada dokter kandungan bila debaran sering, berlangsung lama, atau disertai pusing, sesak, nyeri dada, atau pingsan. Dokter dapat memeriksa EKG, anemia, dan fungsi tiroid, lalu merujuk ke dokter jantung bila diperlukan.

Sumber dan Tinjauan Medis

Ditinjau secara medis oleh dr. Sunu B. Raharjo, Sp.JP(K), Ph.D..

  1. Raviele A, Giada F, Bergfeldt L, Blanc JJ, Blomstrom-Lundqvist C, Mont L, et al. Management of patients with palpitations: a position paper from the European Heart Rhythm Association. Europace. 2011;13(7):920-934.
  2. Brugada J, Katritsis DG, Arbelo E, Arribas F, Bax JJ, Blomstrom-Lundqvist C, et al. 2019 ESC Guidelines for the management of patients with supraventricular tachycardia. The Task Force for the management of patients with supraventricular tachycardia of the European Society of Cardiology (ESC). Eur Heart J. 2020;41(5):655-720.
  3. Van Gelder IC, Rienstra M, Bunting KV, Casado-Arroyo R, Caso V, Crijns HJGM, et al. 2024 ESC Guidelines for the management of atrial fibrillation developed in collaboration with the European Association for Cardio-Thoracic Surgery (EACTS). Eur Heart J. 2024;45(36):3314-3414.
  4. Zeppenfeld K, Tfelt-Hansen J, de Riva M, Winkel BG, Behr ER, Blom NA, et al. 2022 ESC Guidelines for the management of patients with ventricular arrhythmias and the prevention of sudden cardiac death. Eur Heart J. 2022;43(40):3997-4126.
  5. Steinberg JS, Varma N, Cygankiewicz I, Aziz P, Balsam P, Baranchuk A, et al. 2017 ISHNE-HRS expert consensus statement on ambulatory ECG and external cardiac monitoring/telemetry. Heart Rhythm. 2017;14(7):e55-e96.
  6. Thavendiranathan P, Bagai A, Khoo C, Dorian P, Choudhry NK. Does this patient with palpitations have a cardiac arrhythmia? JAMA. 2009;302(19):2135-2143.
  7. Marcus GM, Rosenthal DG, Nah G, Vittinghoff E, Fang C, Ogomori K, et al. Acute Effects of Coffee Consumption on Health among Ambulatory Adults. N Engl J Med. 2023;388(12):1092-1100.

Langkah berikutnya

Bahas Keluhan Anda bersama Dokter.

Mulai konsultasi untuk memahami kondisi dan pilihan penanganan yang sesuai.

Konteks kunjungan: Palpitasi

Informasi di halaman ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan konsultasi, diagnosis, atau pengobatan medis. Untuk keluhan kesehatan Anda, konsultasikan langsung dengan dokter.

Kembali ke Semua Kondisi