Jawaban singkat
Apa Itu Angioplasti Balon Koarktasio Aorta?
Angioplasti balon koarktasio aorta adalah tindakan melebarkan bagian aorta yang menyempit dengan balon yang dimasukkan lewat kateter dari pembuluh darah di lipat paha. Tindakan ini lebih sering dipakai pada anak dengan penyempitan pendek. Pada remaja dan dewasa, dokter umumnya menambahkan stent supaya hasilnya lebih bertahan.
Sumber informasi01 / Memahami tindakan
Mengenal Angioplasti Balon Koarktasio Aorta
Apa Itu Koarktasio Aorta
Koarktasio aorta adalah penyempitan aorta yang dibawa sejak lahir, biasanya tepat setelah lengkung aorta, dekat pangkal pembuluh darah ke lengan kiri. Penyempitan ini membuat jantung kiri memompa lebih keras, tekanan darah di lengan meningkat, dan aliran darah ke tubuh bagian bawah berkurang. Koarktasio sering disertai kelainan lain, terutama katup aorta dengan dua daun (bikuspid).
Cara Kerja Angioplasti Balon
Balon khusus yang masih kempis dimasukkan lewat kateter sampai tepat di bagian yang menyempit, lalu dikembangkan selama beberapa detik. Tekanan balon meregangkan dinding aorta sehingga penyempitan melebar.
Setelah balon dikempiskan dan ditarik, aorta tetap lebih lebar tanpa ada benda yang tertinggal di dalamnya. Cara ini cocok untuk anak karena aortanya masih akan tumbuh.
Balon, Stent, atau Operasi
Pilihan tindakan bergantung pada usia, ukuran tubuh, dan bentuk penyempitan.
- Bayi baru lahir: operasi umumnya lebih dipilih, karena penyempitan lebih sering kambuh setelah balon. Balon kadang dipakai sementara untuk menstabilkan bayi yang sakit berat.
- Anak: angioplasti balon dapat menjadi pilihan untuk penyempitan yang pendek, terutama bila tubuh anak masih terlalu kecil untuk stent.
- Remaja dan dewasa: pemasangan stent umumnya lebih dipilih daripada balon saja, karena hasilnya lebih bertahan dan risiko cedera dinding aorta lebih kecil.
Mengapa Perlu Ditangani
Koarktasio yang dibiarkan dapat menyebabkan tekanan darah tinggi menetap, penebalan otot jantung, gagal jantung, pelebaran atau robekan aorta, dan perdarahan otak. Penanganan lebih awal membantu menurunkan risiko tersebut, walau kontrol tekanan darah dan pencitraan tetap diperlukan seumur hidup.
02 / Memahami tindakan
Kapan Tindakan Ini Dipertimbangkan?
Dokter dapat mempertimbangkan tindakan ini pada keadaan berikut. Keputusan selalu ditetapkan setelah evaluasi menyeluruh.
- Koarktasio dengan Penyempitan PendekPenyempitan yang pendek dan terbatas di satu tempat, dengan lengkung aorta yang ukurannya cukup.
- Selisih Tekanan Darah Lengan dan TungkaiTekanan darah di lengan lebih tinggi lebih dari 20 mmHg dibanding tungkai, atau selisih serupa saat tekanan diukur lewat kateter.
- Tekanan Darah Tinggi atau Beban pada JantungHipertensi di lengan, penebalan otot jantung kiri, atau penurunan fungsi pompa akibat penyempitan.
- Penyempitan Ulang setelah PerbaikanBalon juga dipakai untuk re-koarktasio, terutama setelah operasi pada masa bayi.
- Menstabilkan Bayi yang Sakit BeratPada keadaan tertentu, balon dipakai sementara untuk memperbaiki aliran darah sebelum operasi.
Keadaan yang Perlu Dipertimbangkan Lebih Dulu
- Bayi Baru Lahir dengan Kondisi StabilOperasi umumnya lebih dipilih, karena penyempitan lebih sering kambuh setelah balon pada usia ini.
- Penyempitan Panjang atau Lengkung Aorta KecilBentuk penyempitan seperti ini lebih sesuai diperbaiki lewat operasi.
- Remaja dan DewasaStent umumnya lebih dipilih daripada balon saja, karena hasilnya lebih bertahan.
- Pelebaran Aorta di Sekitar PenyempitanAneurisma di dekat lokasi penyempitan memerlukan perencanaan khusus, misalnya stent berselaput atau operasi.
- Gangguan Ginjal atau Alergi Zat KontrasTindakan tetap mungkin dilakukan dengan persiapan khusus. Beri tahu tim sejak awal.
- Infeksi atau DemamTindakan yang terencana biasanya ditunda sampai infeksi teratasi.
03 / Sebelum tindakan
Apa yang Perlu Disiapkan?
Sebagian besar pasien angioplasti balon adalah anak, sehingga persiapan melibatkan orang tua. Tim akan memberikan instruksi tertulis sesuai rencana tindakan.
Pemeriksaan sebelum tindakan. Umumnya meliputi tekanan darah di lengan dan tungkai, ekokardiografi, EKG, dan tes darah. Bila perlu, dokter meminta CT angiografi atau MRI aorta.
Puasa. Ikuti instruksi puasa dari tim anestesi. Untuk bayi dan anak, batas waktu minum susu dan air putih dijelaskan terpisah.
Obat yang sedang diminum. Bawa daftar semua obat dan suplemen. Jangan menghentikan obat apa pun tanpa arahan dokter.
Alergi dan keadaan kesehatan. Beri tahu tim bila anak pernah alergi terhadap obat, zat kontras, plester, atau lateks, atau bila anak sedang batuk, pilek, atau demam.
Menyiapkan anak. Jelaskan dengan bahasa sederhana apa yang akan terjadi. Orang tua dapat mendampingi sampai anak dibius, dan anak boleh membawa barang kesayangannya.
Rencanakan waktu. Rawat inap umumnya satu malam. Siapkan pendamping, serta izin sekolah atau kerja selama beberapa hari.
Belum jelas dengan instruksi persiapan? Tanyakan kepada tim sebelum menjalani tindakan.
04 / Saat tindakan
Bagaimana Tindakan Dilakukan?
Tindakan dilakukan di ruang kateterisasi dengan panduan sinar X.
Pembiusan
Pada anak, tindakan dilakukan dengan bius umum. Pada dewasa, tindakan dapat dilakukan dengan bius umum, atau obat penenang disertai bius lokal.
Akses Pembuluh Darah
Dokter memasukkan selang kecil (kateter) lewat arteri di lipat paha, kadang juga lewat pembuluh darah lain untuk mengukur tekanan. Obat pengencer darah diberikan selama tindakan supaya tidak terbentuk bekuan.
Mengukur dan Memetakan Penyempitan
Tekanan diukur di atas dan di bawah penyempitan, lalu zat kontras disuntikkan untuk melihat panjang dan diameter aorta. Hasilnya dipakai untuk memilih ukuran balon.
Mengembangkan Balon
Balon ditempatkan tepat di bagian yang menyempit, lalu dikembangkan selama beberapa detik, kadang lebih dari sekali, sampai penyempitan melebar.
Memastikan Hasil
Tekanan diukur ulang dan zat kontras disuntikkan kembali untuk memastikan aorta sudah melebar dan dindingnya utuh. Kateter kemudian dilepas, dan bekas tusukan ditekan sampai perdarahan berhenti.
05 / Manfaat dan risiko
Manfaat dan Risiko Perlu Dibahas Bersama.
Setiap tindakan medis memiliki manfaat dan risiko. Dokter menjelaskan keduanya sesuai keadaan Anda sebelum tindakan.
Manfaat yang Dapat Diharapkan
- Tanpa Operasi dan Tanpa SayatanBalon dimasukkan lewat pembuluh darah di lipat paha, tanpa membuka dada.
- Pemulihan SingkatKebanyakan anak pulang keesokan harinya dan cepat kembali beraktivitas.
- Tidak Ada Benda yang TertinggalBerbeda dengan stent, balon ditarik kembali, sehingga cocok untuk aorta anak yang masih tumbuh.
- Menurunkan Beban Jantung dan Tekanan DarahMelebarkan penyempitan membuat jantung tidak perlu memompa sekeras sebelumnya.
- Dapat Diulang bila DiperlukanBila aorta menyempit lagi, balon atau stent dapat dipasang kembali lewat kateter tanpa operasi.
Manfaat tindakan bukan janji kesembuhan. Tanyakan bagaimana hasilnya memengaruhi rencana perawatan Anda.
Risiko yang Perlu Diketahui
- Penyempitan KembaliLebih sering terjadi setelah balon dibanding stent atau operasi, terutama pada bayi, sehingga tindakan ulang mungkin diperlukan.
- Pelebaran Dinding Aorta (Aneurisma)Peregangan balon dapat melemahkan dinding aorta di lokasi penyempitan. Karena itu pencitraan berkala diperlukan.
- Robekan Dinding AortaJarang tetapi serius. Tim menyiapkan stent berselaput dan penanganan lanjutan bila hal ini terjadi.
- Gangguan Pembuluh Darah di Lipat PahaPerdarahan, memar, atau berkurangnya aliran darah ke tungkai, lebih mungkin pada bayi dan anak kecil karena pembuluh darahnya kecil.
- Reaksi Zat Kontras atau BiusReaksi alergi atau efek samping bius, yang dipantau ketat oleh tim selama tindakan.
Risiko setiap orang dapat berbeda. Penjelasan lengkap dan persetujuan tindakan diberikan setelah evaluasi individual.
06 / Setelah tindakan
Bagaimana Pemulihannya?
Kebanyakan anak dapat pulang keesokan harinya.
Setelah tindakan. Anak berbaring beberapa jam dengan tungkai lurus. Tim memantau tekanan darah, denyut nadi kaki, dan bekas tusukan. Pada bayi dan anak kecil, warna dan kehangatan tungkai juga diperhatikan.
Aktivitas. Aktivitas ringan dan sekolah dapat dimulai dalam beberapa hari. Olahraga berat dan permainan yang keras ditunda sekitar satu minggu, atau sesuai anjuran.
Tekanan darah. Tekanan darah biasanya turun setelah tindakan, tetapi sebagian pasien tetap memerlukan obat. Ukur tekanan darah secara berkala sesuai anjuran dokter.
Kontrol dan pencitraan. Kontrol dengan dokter jantung berlanjut seumur hidup. Ekokardiografi dilakukan berkala, dan CT atau MRI aorta dilakukan untuk memeriksa dinding aorta serta kemungkinan penyempitan kembali.
Tanda yang perlu diwaspadai. Segera hubungi tim medis atau ke IGD bila anak mengalami:
- Bengkak yang membesar atau perdarahan di bekas tusukan
- Tungkai dingin, pucat, kebiruan, atau tidak mau digerakkan
- Nyeri dada, punggung, atau perut yang hebat
- Demam, rewel terus-menerus, atau sulit menyusu dan makan
- Sesak napas
Kenali Tanda yang Perlu Segera Ditangani.
Ikuti arahan tim tentang tanda yang perlu diwaspadai. Bila muncul keluhan berat atau mendadak setelah tindakan, segera ke IGD terdekat atau hubungi Heart Attack Center 1500 258.
07 / Tim dan dukungan
Dokter dan Dukungan Tindakan
Dokter berikut tercantum untuk tindakan ini. Urutan menurut nama, bukan peringkat.

dr. BRM Ario S. Kuncoro, Sp.JP(K)
Ekokardiografi & Imaging Kardiovaskular
Cardiovascular Diagnostic Center +2 center
Fokus klinisEkokardiografi Lanjutan dan 3D · Ekokardiografi Transesofageal
Lihat Profil
dr. Radityo Prakoso, Sp.JP(K)
Pediatri dan Penyakit Jantung Bawaan
Congenital and Structural Heart Center
Fokus klinisKonsultasi Jantung Anak · Penanganan Penyakit Jantung Bawaan
Lihat Profil
dr. Salomo Purba, Sp.BTKV, Subsp.JPK(K)
Bedah Jantung Pediatrik dan Kongenital
Congenital and Structural Heart Center +2 center
Fokus klinisOperasi Jantung Anak · Operasi Kelainan Jantung Bawaan
Lihat Profil08 / Pertanyaan umum
Sebelum Merencanakan Tindakan.
Pertanyaan yang sering diajukan orang tua dan pasien tentang angioplasti balon koarktasio aorta. Rencana tindakan ditentukan setelah pemeriksaan oleh tim jantung.
Apa bedanya angioplasti balon dan pemasangan stent?
Pada angioplasti balon, balon dikembangkan lalu ditarik kembali, sehingga tidak ada benda yang tertinggal di aorta. Pada pemasangan stent, tabung jaring logam ditinggalkan untuk menopang aorta tetap terbuka. Balon lebih sering dipakai pada anak yang aortanya masih tumbuh, sedangkan stent umumnya lebih dipilih pada remaja dan dewasa.
Pada usia berapa angioplasti balon dapat dilakukan?
Balon dapat dilakukan pada berbagai usia, tetapi umumnya dipilih pada anak di atas usia beberapa bulan dengan penyempitan pendek. Pada bayi baru lahir, operasi umumnya lebih dipilih karena penyempitan lebih sering kambuh. Pada remaja dan dewasa, dokter biasanya menambahkan stent. Tim akan menilai pilihan yang sesuai untuk anak Anda.
Apakah koarktasio bisa kambuh setelah balon?
Bisa. Penyempitan kembali lebih sering terjadi setelah balon dibanding stent atau operasi, terutama bila tindakan dilakukan pada masa bayi. Karena itu anak perlu kontrol dan pengukuran tekanan darah berkala. Bila aorta menyempit lagi, perbaikan umumnya dapat dilakukan kembali lewat kateter, dengan balon atau stent.
Apakah anak saya masih perlu obat tekanan darah setelah tindakan?
Sebagian anak tidak lagi memerlukan obat, tetapi sebagian lain tetap memerlukannya, terutama bila penyempitan sudah berlangsung lama. Dokter akan menilai tekanan darah saat kontrol, kadang dengan pemantauan 24 jam atau uji latih pada anak yang lebih besar, lalu menyesuaikan obatnya.
Kapan anak boleh kembali sekolah dan berolahraga?
Kebanyakan anak dapat kembali sekolah dalam beberapa hari. Olahraga berat dan permainan yang keras biasanya ditunda sekitar satu minggu, atau sesuai anjuran dokter. Untuk olahraga kompetitif, tanyakan lebih dulu kepada dokter jantung, karena anjurannya bergantung pada tekanan darah, hasil pencitraan, dan keadaan katup aorta.
Mengapa kontrol perlu dilakukan seumur hidup?
Pasien koarktasio tetap berisiko mengalami tekanan darah tinggi, penyempitan kembali, pelebaran aorta, dan kelainan katup aorta, walau tindakannya berhasil. Kontrol berkala dengan pengukuran tekanan darah, ekokardiografi, dan CT atau MRI aorta membantu menemukan masalah ini sejak dini, sebelum menimbulkan keluhan.
Sumber dan Tinjauan Medis
Ditinjau secara medis oleh dr. Suko Adiarto, Sp.JP(K), Ph.D..
- Feltes TF, Bacha E, Beekman RH, dkk. Indications for Cardiac Catheterization and Intervention in Pediatric Cardiac Disease: A Scientific Statement From the American Heart Association. Circulation. 2011;123(22):2607-2652.
- Forbes TJ, Kim DW, Du W, dkk. Comparison of Surgical, Stent, and Balloon Angioplasty Treatment of Native Coarctation of the Aorta: An Observational Study by the CCISC (Congenital Cardiovascular Interventional Study Consortium). J Am Coll Cardiol. 2011;58(25):2664-2674.
- Baumgartner H, De Backer J, Babu-Narayan SV, dkk. 2020 ESC Guidelines for the management of adult congenital heart disease. Eur Heart J. 2021;42(6):563-645.
- Stout KK, Daniels CJ, Aboulhosn JA, dkk. 2018 AHA/ACC Guideline for the Management of Adults With Congenital Heart Disease. Circulation. 2019;139(14):e698-e800.

