Langsung ke konten

Prosedur medis · Tindakan non-bedah

Hemodialisis

Hemodialysis

Cuci darah dengan mesin yang menyaring racun dan cairan berlebih dari darah lewat ginjal buatan, umumnya 2 sampai 3 kali seminggu selama sekitar 4 jam setiap sesi.

Ditinjau secara medis olehdr. Emanoel Oepangat, Sp.JP(K), Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah
Terakhir diperbarui5 Oktober 2026
Ilustrasi hemodialisis melalui fistula arteriovenosa dengan dua jarum, selang darah merah dan biru, pompa darah, serta dialyzer.
Ilustrasi Hemodialisis
Kelompok prosedur
Terapi Medis & Manajemen Penyakit
Durasi tindakan
4 jam
Anestesi
Tidak ada
Rawat inap
Tidak direncanakan

Jawaban singkat

Apa Itu Hemodialisis?

Hemodialisis adalah cuci darah dengan mesin. Darah dialirkan dari pembuluh darah ke ginjal buatan (dializer) yang menyaring racun dan cairan berlebih, lalu dikembalikan ke tubuh. Umumnya dilakukan 2 sampai 3 kali seminggu, sekitar 4 jam setiap sesi, di unit dialisis dengan pemantauan tenaga terlatih.

Sumber informasi

Mengenal Hemodialisis

Apa Itu Hemodialisis

Bila ginjal tidak lagi mampu menyaring darah, racun, garam, dan cairan menumpuk di tubuh. Hemodialisis menggantikan sebagian kerja ginjal dengan mesin. Darah dialirkan keluar tubuh ke ginjal buatan (dializer), yaitu tabung berisi ribuan serat penyaring halus. Di sana racun dan cairan berlebih berpindah ke cairan dialisis, lalu darah yang sudah bersih dikembalikan ke tubuh.

Akses Pembuluh Darah

Supaya darah dapat dialirkan ke mesin dengan cukup deras, diperlukan akses pembuluh darah khusus. Akses sebaiknya disiapkan jauh hari sebelum dialisis dimulai.

  • Fistula AV: arteri dan vena di lengan disambungkan lewat operasi kecil, sehingga vena membesar dan kuat ditusuk jarum. Fistula memerlukan waktu beberapa minggu sampai beberapa bulan sebelum siap dipakai, tetapi lebih awet dan lebih jarang terinfeksi dibanding graft atau kateter.
  • Graft AV: tabung buatan yang menyambungkan arteri dan vena, dipilih bila pembuluh darah terlalu kecil untuk fistula. Graft umumnya dapat dipakai lebih cepat.
  • Kateter dialisis: selang yang dipasang di pembuluh darah besar di leher atau lipat paha. Dipakai bila dialisis harus segera dimulai atau akses lain belum siap, dengan risiko infeksi yang lebih tinggi.

Hemodialisis dan Jantung

Penyakit ginjal dan penyakit jantung saling memengaruhi, dan penyakit jantung merupakan penyebab utama masalah kesehatan pada pasien dialisis. Hemodialisis membuang cairan berlebih yang membebani jantung, tetapi pembuangan cairan yang terlalu cepat dapat menurunkan tekanan darah dan memicu gangguan irama. Karena itu, pada pasien jantung, jumlah cairan yang ditarik dan tekanan darah diatur serta dipantau dengan cermat. Pada pasien sakit berat di ruang perawatan intensif dengan tekanan darah yang tidak stabil, dokter dapat memakai dialisis berkelanjutan yang bekerja perlahan sepanjang hari.

Jadwal dan Kehidupan Sehari-hari

Hemodialisis umumnya dilakukan 2 sampai 3 kali seminggu, sekitar 4 jam setiap sesi, di unit dialisis. Di antara sesi, pasien perlu membatasi cairan, garam, dan makanan tinggi kalium serta fosfor sesuai anjuran. Banyak pasien tetap bekerja dan beraktivitas dengan jadwal dialisis yang teratur.

Kapan Tindakan Ini Dipertimbangkan?

Dokter dapat mempertimbangkan tindakan ini pada keadaan berikut. Keputusan selalu ditetapkan setelah evaluasi menyeluruh.

  • Gagal Ginjal Tahap AkhirFungsi ginjal sudah sangat menurun sehingga racun dan cairan tidak lagi dapat dibuang dengan baik, dan diperlukan terapi pengganti ginjal.
  • Gagal Ginjal Akut dengan KomplikasiMisalnya kalium darah sangat tinggi, darah terlalu asam, atau keluhan akibat racun menumpuk yang tidak teratasi dengan obat.
  • Kelebihan Cairan yang Membebani JantungBengkak dan sesak akibat cairan di paru yang tidak membaik dengan obat, pada pasien dengan gangguan ginjal.
  • Gagal Jantung dengan Gangguan Ginjal BeratBila obat tidak lagi mampu membuang cairan, hemodialisis atau dialisis berkelanjutan dapat dipertimbangkan setelah evaluasi tim jantung dan ginjal.
  • Keracunan Zat TertentuBeberapa racun atau obat dalam jumlah berlebih dapat dikeluarkan dari darah dengan hemodialisis.
Tidak setiap pasien memerlukan tindakan ini. Tanyakan tujuan tindakan dan bagaimana hasilnya memengaruhi rencana perawatan Anda.
Keadaan yang Perlu Dipertimbangkan Lebih Dulu
  • Tekanan Darah Sangat Rendah atau SyokHemodialisis biasa dapat menurunkan tekanan darah lebih jauh. Dialisis berkelanjutan di ruang intensif sering lebih sesuai.
  • Belum Ada Akses Pembuluh Darah yang MemadaiAkses perlu disiapkan lebih dulu. Pada keadaan mendesak, dipasang kateter dialisis sementara.
  • Perdarahan Aktif atau Gangguan PembekuanObat pencegah bekuan selama dialisis perlu disesuaikan atau diganti cara lain.
  • Infeksi di Lokasi AksesKemerahan, nanah, atau demam dari akses atau kateter perlu ditangani lebih dulu.
  • Pilihan Perawatan Tanpa DialisisPada sebagian pasien lanjut usia dengan banyak penyakit, perawatan tanpa dialisis dapat dibicarakan bersama keluarga dan dokter.

Apa yang Perlu Disiapkan?

Persiapan meliputi pembuatan akses pembuluh darah dan persiapan sebelum setiap sesi. Tim akan memberikan instruksi tertulis.

Siapkan akses lebih awal. Bila dialisis sudah direncanakan, fistula sebaiknya dibuat beberapa bulan sebelumnya supaya sempat matang.

Lindungi lengan akses. Jangan mengambil darah, memasang infus, atau mengukur tekanan darah di lengan yang disiapkan atau sudah memiliki fistula.

Obat. Minum obat sesuai instruksi. Sebagian obat tekanan darah mungkin ditunda sebelum sesi supaya tekanan darah tidak turun terlalu rendah. Jangan mengubah obat tanpa arahan dokter.

Batasi cairan dan garam. Kenaikan berat badan yang besar di antara sesi berarti banyak cairan yang harus ditarik, sehingga sesi terasa lebih berat bagi jantung.

Pakaian dan bekal. Kenakan baju dengan lengan yang mudah digulung, bawa selimut tipis, bacaan, atau pendamping selama sekitar 4 jam.

Kebersihan akses. Cuci lengan akses dengan sabun dan air sebelum sesi, atau jaga balutan kateter tetap kering.

Belum jelas dengan instruksi persiapan? Tanyakan kepada tim sebelum menjalani tindakan.

Bagaimana Tindakan Dilakukan?

Sesi hemodialisis dilakukan di unit dialisis dengan pemantauan perawat dan dokter, umumnya sekitar 4 jam.

Sebelum Sesi

Perawat menimbang berat badan, mengukur tekanan darah, denyut nadi, dan suhu, lalu memeriksa akses. Kenaikan berat badan sejak sesi sebelumnya dipakai untuk menentukan jumlah cairan yang akan ditarik.

Memasang Jarum atau Menyambung Kateter

Pada fistula atau graft, dua jarum dimasukkan: satu untuk mengalirkan darah ke mesin, satu untuk mengembalikan darah. Pada kateter, selang langsung disambungkan ke mesin tanpa jarum.

Penyaringan Darah

Pompa mengalirkan darah melewati dializer, lalu kembali ke tubuh. Obat pencegah bekuan diberikan supaya darah tidak membeku di selang. Mesin juga menarik cairan berlebih secara bertahap.

Pemantauan Selama Sesi

Tekanan darah dipantau berkala. Beri tahu perawat bila Anda merasa pusing, mual, kram, berdebar, atau nyeri dada, supaya kecepatan penarikan cairan dapat disesuaikan.

Mengakhiri Sesi

Darah di selang dikembalikan ke tubuh, jarum dilepas, dan bekas tusukan ditekan sampai perdarahan berhenti. Berat badan dan tekanan darah diukur kembali sebelum Anda pulang.

Manfaat dan Risiko Perlu Dibahas Bersama.

Setiap tindakan medis memiliki manfaat dan risiko. Dokter menjelaskan keduanya sesuai keadaan Anda sebelum tindakan.

Manfaat yang Dapat Diharapkan

  • Membuang Racun dan Cairan BerlebihMenggantikan sebagian kerja ginjal sehingga keluhan akibat racun dan cairan menumpuk berkurang.
  • Mengendalikan Kalium dan Keasaman DarahKadar kalium yang terlalu tinggi dapat mengganggu irama jantung; dialisis membantu menjaganya tetap aman.
  • Meredakan Sesak dan BengkakCairan berlebih yang membebani jantung dan paru ditarik secara bertahap di setiap sesi.
  • Dipantau Tenaga TerlatihSetiap sesi dilakukan di unit dialisis dengan pemantauan tekanan darah dan keluhan.
  • Dapat Dimulai SegeraPada keadaan darurat, dialisis dapat dimulai lewat kateter sementara sambil menyiapkan akses permanen.

Manfaat tindakan bukan janji kesembuhan. Tanyakan bagaimana hasilnya memengaruhi rencana perawatan Anda.

Risiko yang Perlu Diketahui

  • Tekanan Darah Turun saat DialisisKeluhan yang sering muncul, misalnya pusing, mual, atau lemas. Perawat akan menyesuaikan penarikan cairan dan memberi penanganan.
  • Kram OtotSering muncul menjelang akhir sesi, terutama bila banyak cairan yang ditarik.
  • Gangguan Irama JantungPerubahan cairan dan kadar kalium dapat memicu gangguan irama, terutama pada pasien dengan penyakit jantung.
  • Infeksi AksesLebih sering pada kateter dibanding fistula. Kebersihan dan perawatan akses yang baik mengurangi risikonya.
  • Penyempitan atau Sumbatan AksesFistula atau graft dapat menyempit atau tersumbat, sehingga kadang perlu dilebarkan lewat kateter atau diperbaiki.
  • Kelelahan setelah SesiRasa lelah beberapa jam setelah dialisis cukup umum. Bicarakan dengan dokter bila keluhan ini berat.

Risiko setiap orang dapat berbeda. Penjelasan lengkap dan persetujuan tindakan diberikan setelah evaluasi individual.

Bagaimana Pemulihannya?

Setelah sesi, Anda dapat pulang dan beraktivitas ringan. Rasa lelah beberapa jam setelah dialisis cukup sering dan umumnya membaik setelah istirahat.

Merawat fistula. Raba getaran fistula setiap hari. Jangan tidur di atas lengan akses, memakai jam atau gelang ketat, atau mengangkat beban berat dengan lengan itu.

Merawat kateter. Jaga balutan tetap kering dan bersih, dan jangan membuka tutup kateter sendiri.

Makan dan minum. Ikuti batas cairan harian dan pola makan dari ahli gizi, terutama untuk garam, kalium, dan fosfor.

Obat dan pemeriksaan rutin. Minum obat sesuai resep, misalnya obat pengikat fosfat dan obat untuk kurang darah, serta jalani tes darah berkala untuk menilai kecukupan dialisis.

Tanda yang perlu diwaspadai. Segera hubungi unit dialisis atau ke IGD bila Anda mengalami:

  • Getaran fistula tidak lagi teraba
  • Perdarahan di bekas tusukan yang tidak berhenti
  • Demam, menggigil, atau kemerahan dan nanah di akses atau kateter
  • Sesak napas, bengkak, atau berat badan naik cepat di antara sesi
  • Nyeri dada, jantung berdebar, atau badan sangat lemas

Kenali Tanda yang Perlu Segera Ditangani.

Ikuti arahan tim tentang tanda yang perlu diwaspadai. Bila muncul keluhan berat atau mendadak setelah tindakan, segera ke IGD terdekat atau hubungi Heart Attack Center 1500 258.

Dokter dan Dukungan Tindakan

Dokter berikut tercantum untuk tindakan ini. Urutan menurut nama, bukan peringkat.

Dr. dr. Dafsah A. Juzar, Sp.JP(K)

Kardiologi Intervensi

Coronary Intervention Procedures +1 center

Fokus klinisIntervensi Koroner Kompleks · Kateterisasi Jantung

Lihat Profil

dr. Debby C. Soemitha, Sp.PD

Spesialis Penyakit Dalam

Fokus klinisDiabetes dan Komplikasi Diabetes · Obesitas dan Penyakit Metabolik

Lihat Profil

dr. Emanoel Oepangat, Sp.JP(K)

Kardiologi Intervensi

Vascular Diagnostic and Therapeutic Center +1 center

Fokus klinisIntervensi Koroner · Intervensi Pembuluh Darah Perifer

Lihat Profil

Sebelum Merencanakan Tindakan.

Pertanyaan yang sering diajukan pasien dan keluarga tentang hemodialisis. Rencana dialisis ditentukan bersama dokter setelah pemeriksaan.

Berapa lama dan seberapa sering hemodialisis dilakukan?

Umumnya 2 sampai 3 kali seminggu, sekitar 4 jam setiap sesi. Jadwal dan lamanya disesuaikan dengan sisa fungsi ginjal, berat badan, hasil tes darah, dan keadaan jantung. Tambahkan waktu untuk persiapan sebelum dan pemeriksaan setelah sesi, sehingga satu kunjungan biasanya memakan waktu sekitar 5 jam.

Apakah hemodialisis terasa sakit?

Yang terasa terutama tusukan jarum di fistula atau graft saat awal sesi. Krim bius oles dapat dipakai untuk mengurangi rasa sakitnya. Selama penyaringan, sebagian besar pasien tidak merasakan apa-apa, walau kadang muncul pusing atau kram yang perlu segera disampaikan kepada perawat.

Apa bedanya fistula, graft, dan kateter?

Fistula adalah sambungan langsung arteri dan vena di lengan; lebih awet dan lebih jarang terinfeksi dibanding cara lain, tetapi perlu waktu untuk matang. Graft memakai tabung buatan dan dapat dipakai lebih cepat. Kateter dipasang di pembuluh darah besar di leher atau lipat paha, dapat langsung dipakai, tetapi risiko infeksinya lebih tinggi.

Apakah pasien jantung aman menjalani hemodialisis?

Bisa, dengan pengaturan yang cermat. Penarikan cairan yang terlalu cepat dapat menurunkan tekanan darah dan membebani jantung, jadi jumlah cairan yang ditarik dan tekanan darah dipantau ketat. Membatasi kenaikan berat badan di antara sesi sangat membantu. Pada keadaan tertentu, dokter dapat memilih dialisis yang lebih perlahan.

Apa yang perlu diatur dalam makan dan minum?

Umumnya perlu membatasi cairan, garam, dan makanan tinggi kalium serta fosfor, sementara asupan protein justru perlu cukup. Jumlah pastinya berbeda untuk setiap pasien, bergantung pada sisa fungsi ginjal dan hasil tes darah. Ahli gizi akan membantu menyusun pola makan yang sesuai dengan kebiasaan Anda.

Apakah hemodialisis bisa dihentikan?

Pada gagal ginjal akut, fungsi ginjal kadang pulih sehingga dialisis dapat dihentikan. Pada gagal ginjal tahap akhir, dialisis umumnya diperlukan seterusnya, kecuali pasien menjalani transplantasi ginjal. Jangan melewatkan sesi tanpa arahan dokter, karena racun, kalium, dan cairan dapat menumpuk dengan cepat.

Sumber dan Tinjauan Medis

Ditinjau secara medis oleh dr. Emanoel Oepangat, Sp.JP(K).

  1. Daugirdas JT, Depner TA, Inrig J, dkk. KDOQI Clinical Practice Guideline for Hemodialysis Adequacy: 2015 Update. Am J Kidney Dis. 2015;66(5):884-930.
  2. Lok CE, Huber TS, Lee T, dkk. KDOQI Clinical Practice Guideline for Vascular Access: 2019 Update. Am J Kidney Dis. 2020;75(4 Suppl 2):S1-S164.
  3. Flythe JE, Chang TI, Gallagher MP, dkk. Blood pressure and volume management in dialysis: conclusions from a Kidney Disease: Improving Global Outcomes (KDIGO) Controversies Conference. Kidney Int. 2020;97(5):861-876.
  4. Sarnak MJ, Amann K, Bangalore S, dkk. Chronic Kidney Disease and Coronary Artery Disease: JACC State-of-the-Art Review. J Am Coll Cardiol. 2019;74(14):1823-1838.

Langkah berikutnya

Bahas Tindakan Ini dengan Lebih Jelas.

Konsultasikan tujuan, manfaat, dan risiko tindakan sebelum menentukan langkah berikutnya.

Konteks konsultasi: Hemodialisis

Informasi di halaman ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan konsultasi, diagnosis, atau pengobatan medis. Untuk keluhan kesehatan Anda, konsultasikan langsung dengan dokter.

Kembali ke Semua Prosedur