Langsung ke konten

Prosedur medis · Tindakan non-bedah · Tindakan bedah

Prosedur Jantung Hibrida

Hybrid Heart Procedure

Rencana penanganan yang menggabungkan operasi jantung dan tindakan lewat kateter, misalnya bypass lewat sayatan kecil ditambah stent, dalam satu sesi atau bertahap oleh tim bedah dan kardiologi.

Ditinjau secara medis olehdr. Widya T. Suwatri, Sp.BTKV, Subsp. JD(K), Spesialis Bedah Toraks Kardiovaskular
Terakhir diperbarui6 Oktober 2026
Ilustrasi prosedur hybrid jantung dengan graft bypass pada satu arteri koroner, stent pada arteri koroner lainnya, serta inset mesin C-arm dan instrumen bedah.
Ilustrasi Prosedur Jantung Hibrida
Kelompok prosedur
Bedah Kardiovaskular, Intervensi Non-Bedah (Minimally Invasive)
Durasi tindakan
4 jam
Anestesi
Umum
Rawat inap
Direncanakan

Jawaban singkat

Apa Itu Prosedur Jantung Hibrida?

Prosedur jantung hibrida adalah gabungan operasi jantung dan tindakan lewat kateter dalam satu rencana, misalnya bypass arteri koroner kiri depan lewat sayatan kecil ditambah pemasangan stent pada arteri lain. Keduanya dapat dikerjakan dalam satu sesi atau bertahap. Bagian operasi umumnya berlangsung sekitar 3 sampai 5 jam dengan bius umum.

Sumber informasi

Mengenal Prosedur Jantung Hibrida

Apa Itu Prosedur Jantung Hibrida

Prosedur jantung hibrida adalah rencana penanganan yang menggabungkan operasi jantung dengan tindakan lewat kateter untuk satu pasien. Bagian yang lebih sesuai dioperasi dikerjakan dokter bedah jantung, sedangkan bagian yang lebih sesuai ditangani lewat kateter dikerjakan dokter jantung intervensi. Kedua tindakan dapat dilakukan dalam satu sesi di kamar operasi hibrida, yaitu kamar operasi yang juga dapat dipakai untuk angiografi dengan sinar-X, atau dalam dua tahap berselang beberapa hari sampai minggu.

Revaskularisasi Koroner Hibrida

Bentuk yang banyak dikenal adalah revaskularisasi koroner hibrida pada penyempitan di beberapa arteri koroner, yaitu pembuluh yang mengalirkan darah ke otot jantung. Arteri koroner kiri depan, yang mengaliri bagian besar otot jantung, disambung dengan cangkok arteri dari balik tulang dada lewat sayatan kecil di sela iga kiri. Arteri koroner lain dibuka dengan stent lewat kateter. Tujuannya menggabungkan cangkok arteri yang tahan lama dengan pemulihan yang lebih ringan daripada bypass lewat tengah dada. Rincian masing-masing dibahas di halaman Pencangkokan Bypass Arteri Koroner dan Angioplasti Koroner.

Urutan Tindakan

Bila operasi dikerjakan lebih dulu, cangkok dapat diperiksa dengan angiografi saat pemasangan stent, dan obat antiplatelet ganda dimulai setelah risiko perdarahan operasi lewat. Bila stent dipasang lebih dulu, misalnya saat serangan jantung pada arteri selain kiri depan, operasi menyusul kemudian dengan antiplatelet yang tetap diminum. Pada satu sesi di kamar operasi hibrida, keduanya dikerjakan berurutan dalam satu kali bius. Tim memilih urutan berdasarkan keadaan Anda.

Hibrida pada Katup dan Aorta

Pendekatan serupa dipakai pada penyakit lain. Pada penyakit katup yang disertai penyempitan koroner, katup dapat dioperasi sedangkan arteri koroner dibuka dengan stent, atau sebaliknya. Pada penyakit lengkung aorta, cabang pembuluh ke leher dan kepala dapat dipindahkan lebih dulu dengan operasi, lalu stent graft dipasang lewat kateter. Tindakan ini dibahas di halaman Bedah Aorta dan di halaman Pemasangan Stent Graft Aorta / Perbaikan Aorta Endovaskular.

Bukti dan Kedudukannya dalam Pedoman

Penelitian pada pasien terpilih menunjukkan angka kematian dan serangan jantung setelah revaskularisasi koroner hibrida sebanding dengan bypass biasa, dengan kebutuhan transfusi yang lebih sedikit dan lama rawat yang dapat lebih singkat. Namun, penelitian acak masih kecil, dan arteri yang diberi stent lebih mungkin memerlukan tindakan ulang. Pedoman ESC 2018 tentang revaskularisasi menilai pendekatan ini dapat dipertimbangkan pada pasien tertentu di pusat yang berpengalaman, bukan sebagai pilihan rutin. Keputusan selalu diambil oleh tim jantung bersama Anda.

Kapan Tindakan Ini Dipertimbangkan?

Dokter dapat mempertimbangkan tindakan ini pada keadaan berikut. Keputusan selalu ditetapkan setelah evaluasi menyeluruh.

  • Penyakit Koroner di Beberapa PembuluhArteri koroner kiri depan disambung cangkok arteri, sedangkan arteri lain dibuka dengan stent.
  • Risiko Tinggi Operasi lewat Tengah DadaMisalnya aorta berkapur berat, usia lanjut dengan kelemahan, atau penyakit paru berat.
  • Pembuluh Cangkok TerbatasVena tungkai tidak dapat dipakai sehingga cangkok untuk banyak arteri sulit disiapkan.
  • Penyakit Katup dan Koroner BersamaanKatup ditangani dengan operasi, sedangkan penyempitan koroner dibuka dengan stent, atau sebaliknya.
  • Penyakit Lengkung AortaCabang pembuluh leher dipindahkan dengan operasi, lalu stent graft dipasang lewat kateter.
Tidak setiap pasien memerlukan tindakan ini. Tanyakan tujuan tindakan dan bagaimana hasilnya memengaruhi rencana perawatan Anda.
Keadaan yang Perlu Dipertimbangkan Lebih Dulu
  • Arteri Kiri Depan Tidak Cocok untuk Sayatan KecilArteri terlalu kecil, tertanam di otot jantung, atau berpenyakit luas sehingga bypass biasa lebih sesuai.
  • Arteri Lain Tidak Cocok untuk StentSumbatan sangat kompleks pada arteri lain membuat bypass penuh menjadi pilihan yang lebih sesuai.
  • Tidak Dapat Minum Antiplatelet GandaObat ini diperlukan setelah stent dan menambah risiko perdarahan di sekitar waktu operasi.
  • Perlekatan atau Kelainan Dada KiriRiwayat operasi atau radiasi dada kiri menyulitkan sayatan kecil di sela iga.

Apa yang Perlu Disiapkan?

Prosedur hibrida direncanakan bersama oleh dokter bedah jantung dan dokter jantung intervensi. Tim menjelaskan urutan tindakan dan persiapannya.

Pemeriksaan. Angiografi koroner, ekokardiografi, tes darah termasuk fungsi ginjal, foto rontgen dada, tes fungsi paru, dan bila perlu CT scan aorta.

Obat. Rencana obat antiplatelet dan pengencer darah disusun sesuai urutan tindakan. Ikuti instruksi tim dengan teliti dan jangan menghentikan obat sendiri.

Alergi dan ginjal. Beri tahu tim bila Anda pernah alergi zat kontras atau menderita penyakit ginjal.

Hari tindakan. Ikuti instruksi puasa, mandi dengan sabun antiseptik, dan lepas perhiasan.

Persetujuan dan pendamping. Dokter menjelaskan manfaat, risiko, dan kemungkinan beralih ke operasi lewat tengah dada. Siapkan keluarga untuk mendampingi selama perawatan.

Belum jelas dengan instruksi persiapan? Tanyakan kepada tim sebelum menjalani tindakan.

Bagaimana Tindakan Dilakukan?

Prosedur hibrida dikerjakan oleh tim bedah jantung dan tim kardiologi intervensi, dalam satu sesi di kamar operasi hibrida atau dalam dua tahap. Bagian operasi memakai bius umum dan umumnya berlangsung 3 sampai 5 jam. Bila dikerjakan terpisah, bagian kateter memakai bius lokal dan berlangsung sekitar 1 sampai 2 jam.

Bagian Operasi

Arteri di balik tulang dada dilepaskan lalu disambungkan ke arteri koroner kiri depan lewat sayatan kecil di sela iga kiri, umumnya pada jantung yang tetap berdenyut.

Bagian Kateter

Kateter dimasukkan lewat pergelangan tangan atau lipat paha. Arteri koroner lain dibuka dengan balon dan stent, dan cangkok yang baru dipasang dapat diperiksa dengan angiografi.

Memastikan Hasil

Aliran di cangkok dan stent dinilai. Bila hasil kurang baik, perbaikan dapat dilakukan dalam sesi yang sama.

Pemantauan setelah Tindakan

Anda dipindahkan ke ruang perawatan intensif (ICU) untuk pemantauan, lalu ke ruang rawat.

Manfaat dan Risiko Perlu Dibahas Bersama.

Setiap tindakan medis memiliki manfaat dan risiko. Dokter menjelaskan keduanya sesuai keadaan Anda sebelum tindakan.

Manfaat yang Dapat Diharapkan

  • Menggabungkan Kelebihan Dua CaraCangkok arteri yang tahan lama untuk arteri utama digabung dengan stent untuk arteri lain.
  • Tanpa Membelah Tulang DadaPada revaskularisasi koroner hibrida, bypass umumnya dikerjakan lewat sayatan kecil di sela iga.
  • Pemulihan Lebih Ringan pada Sebagian PasienTransfusi dan lama rawat dapat lebih sedikit dibandingkan bypass lewat tengah dada.
  • Satu Rencana untuk Penyakit KompleksTim bedah dan kardiologi menyusun urutan tindakan bersama sesuai keadaan Anda.

Manfaat tindakan bukan janji kesembuhan. Tanyakan bagaimana hasilnya memengaruhi rencana perawatan Anda.

Risiko yang Perlu Diketahui

  • PerdarahanAntiplatelet ganda di sekitar waktu operasi menambah risiko perdarahan; urutan tindakan disusun untuk menguranginya.
  • Risiko Gabungan Operasi dan KateterMeliputi gangguan irama, infeksi luka, dan cedera di area tusukan.
  • Gangguan Ginjal karena KontrasZat kontras dapat menurunkan fungsi ginjal sementara, terutama bila ada penyakit ginjal.
  • Penyempitan Kembali atau Tindakan UlangArteri yang diberi stent dapat menyempit lagi, sehingga tindakan ulang lebih sering daripada bypass biasa.
  • Stroke atau Serangan JantungJarang, tetapi dapat terjadi selama atau setelah tindakan; tim memantau dengan ketat.
  • Beralih ke Operasi lewat Tengah DadaBila akses terbatas atau ada masalah, dokter dapat membelah tulang dada demi keamanan.

Risiko setiap orang dapat berbeda. Penjelasan lengkap dan persetujuan tindakan diberikan setelah evaluasi individual.

Bagaimana Pemulihannya?

Pemulihan mengikuti bagian operasi dan bagian kateter. Lamanya berbeda pada setiap orang.

Di rumah sakit. Umumnya sekitar satu hari di ICU, dengan total rawat inap sekitar 4 sampai 7 hari. Bila dikerjakan bertahap, ada rawat inap singkat tambahan untuk tahap berikutnya.

Obat antiplatelet ganda. Diminum beberapa bulan setelah stent dipasang. Jangan menghentikannya tanpa arahan dokter jantung.

Luka dan aktivitas. Nyeri di sela iga dapat terasa beberapa minggu. Jaga luka tetap bersih, mulai berjalan bertahap, dan tanyakan kapan boleh menyetir dan bekerja.

Rehabilitasi dan gaya hidup. Ikuti program rehabilitasi jantung, minum obat kolesterol, dan kendalikan faktor risiko.

Tanda yang perlu diwaspadai. Segera hubungi tim medis atau ke IGD bila Anda mengalami:

  • Nyeri dada, sesak napas, atau berdebar tidak teratur
  • Demam, atau luka yang merah, bengkak, atau bernanah
  • Perdarahan atau benjolan yang membesar di area tusukan
  • Tinja hitam, muntah darah, atau memar luas
  • Wajah mencong, lemah separuh badan, atau bicara pelo

Kenali Tanda yang Perlu Segera Ditangani.

Ikuti arahan tim tentang tanda yang perlu diwaspadai. Bila muncul keluhan berat atau mendadak setelah tindakan, segera ke IGD terdekat atau hubungi Heart Attack Center 1500 258.

Dokter dan Dukungan Tindakan

Dokter berikut tercantum untuk tindakan ini. Urutan menurut nama, bukan peringkat.

Dr. dr. Dafsah A. Juzar, Sp.JP(K)

Kardiologi Intervensi

Coronary Intervention Procedures +1 center

Fokus klinisIntervensi Koroner Kompleks · Kateterisasi Jantung

Lihat Profil

Dr. dr. Dudy A. Hanafy, Sp.BTKV, Subsp. JD(K), MARS

Bedah Jantung Dewasa

Advanced Cardiovascular Surgical Care +1 center

Fokus klinisBedah Jantung Minimal Invasif · Operasi Bypass Koroner

Lihat Profil

dr. Widya T. Suwatri, Sp.BTKV, Subsp. JD(K)

Bedah Jantung Dewasa

Advanced Cardiovascular Surgical Care +1 center

Fokus klinisBedah Jantung Minimal Invasif · Operasi Bypass Koroner

Lihat Profil

Ketersediaan teknologi dan dukungan pemeriksaan dikonfirmasi bersama tim. Teknologi dipilih sesuai kebutuhan klinis.

Sebelum Merencanakan Tindakan.

Pertanyaan yang sering diajukan pasien dan keluarga tentang prosedur jantung hibrida.

Apa bedanya prosedur hibrida dengan operasi bypass biasa?

Pada operasi bypass biasa, semua arteri yang menyempit disambung cangkok lewat sayatan di tengah dada. Pada prosedur hibrida, hanya arteri koroner kiri depan yang disambung cangkok lewat sayatan kecil di sela iga, sedangkan arteri lain dibuka dengan stent lewat kateter. Tujuannya mengurangi beban operasi dengan tetap memakai cangkok arteri yang tahan lama.

Apakah kedua tindakan dilakukan pada hari yang sama?

Bisa. Di kamar operasi hibrida, operasi dan pemasangan stent dapat dikerjakan berurutan dalam satu kali bius. Cara lain adalah bertahap, dengan jarak beberapa hari sampai beberapa minggu, operasi lebih dulu atau stent lebih dulu. Tim memilih cara dan urutan berdasarkan keadaan arteri, risiko perdarahan, dan kesehatan Anda secara keseluruhan.

Siapa yang cocok menjalani prosedur hibrida?

Umumnya pasien dengan penyempitan di beberapa arteri koroner, ketika arteri koroner kiri depan cocok untuk cangkok lewat sayatan kecil dan arteri lain cocok untuk stent. Pendekatan ini juga dipertimbangkan bila operasi lewat tengah dada berisiko tinggi, misalnya karena aorta berkapur berat atau penyakit paru. Penilaian dilakukan oleh tim jantung.

Apakah hasilnya sebaik operasi bypass biasa?

Pada pasien terpilih, penelitian menunjukkan angka kematian dan serangan jantung yang sebanding, dengan pemulihan yang dapat lebih ringan. Namun, penelitian acak masih kecil, dan arteri yang diberi stent dapat memerlukan tindakan ulang lebih sering. Karena itu, pedoman menempatkannya sebagai pilihan untuk pasien tertentu, bukan pilihan rutin.

Berapa lama saya dirawat?

Umumnya sekitar satu hari di ICU dan total sekitar 4 sampai 7 hari, bergantung pada keadaan Anda dan apakah tindakan dikerjakan dalam satu sesi atau bertahap. Bila bertahap, tahap kateter dapat memerlukan rawat inap singkat tambahan. Tim akan menjelaskan perkiraan lama rawat sebelum tindakan.

Mengapa saya perlu minum dua obat antiplatelet?

Setelah stent dipasang, dua obat antiplatelet mencegah bekuan di dalam stent selama lapisan dinding arteri tumbuh menutupinya. Karena obat ini juga menambah risiko perdarahan saat operasi, urutan tindakan dan waktu mulai obat disusun dengan cermat oleh tim. Jangan menghentikan atau mengubah obat tanpa arahan dokter jantung.

Sumber dan Tinjauan Medis

Ditinjau secara medis oleh dr. Widya T. Suwatri, Sp.BTKV, Subsp. JD(K).

  1. Neumann FJ, Sousa-Uva M, Ahlsson A, dkk. 2018 ESC/EACTS Guidelines on myocardial revascularization. Eur Heart J. 2019;40(2):87-165.
  2. Puskas JD, Halkos ME, DeRose JJ, dkk. Hybrid Coronary Revascularization for the Treatment of Multivessel Coronary Artery Disease: A Multicenter Observational Study. J Am Coll Cardiol. 2016;68(4):356-365.
  3. Tajstra M, Hrapkowicz T, Hawranek M, dkk. Hybrid Coronary Revascularization in Selected Patients With Multivessel Disease: 5-Year Clinical Outcomes of the Prospective Randomized Pilot Study. JACC Cardiovasc Interv. 2018;11(9):847-852.
  4. Harskamp RE, Bagai A, Halkos ME, dkk. Clinical outcomes after hybrid coronary revascularization versus coronary artery bypass surgery: a meta-analysis of 1,190 patients. Am Heart J. 2014;167(4):585-592.
  5. Czerny M, Schmidli J, Adler S, dkk. Current options and recommendations for the treatment of thoracic aortic pathologies involving the aortic arch: an expert consensus document of the European Association for Cardio-Thoracic surgery (EACTS) and the European Society for Vascular Surgery (ESVS). Eur J Cardiothorac Surg. 2019;55(1):133-162.
  6. Kaneko T, Davidson MJ. Use of the Hybrid Operating Room in Cardiovascular Medicine. Circulation. 2014;130(11):910-917.

Langkah berikutnya

Bahas Tindakan Ini dengan Lebih Jelas.

Konsultasikan tujuan, manfaat, dan risiko tindakan sebelum menentukan langkah berikutnya.

Konteks konsultasi: Prosedur Jantung Hibrida

Informasi di halaman ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan konsultasi, diagnosis, atau pengobatan medis. Untuk keluhan kesehatan Anda, konsultasikan langsung dengan dokter.

Kembali ke Semua Prosedur