Jawaban singkat
Apa Itu Rasio Protein-Kreatinin Urin?
Rasio protein-kreatinin urin (UPCR) membandingkan kadar protein total dengan kreatinin dalam satu sampel urine. Hasilnya memperkirakan jumlah protein yang keluar lewat urine dalam sehari tanpa perlu menampung urine 24 jam. Tes ini dipakai untuk menilai penyakit ginjal, protein urine pada kehamilan, dan penyakit yang juga dapat menyerang jantung.
Sumber informasi01 / Memahami tindakan
Mengenal Rasio Protein-Kreatinin Urin
Apa Itu UPCR
Ginjal yang sehat hanya meloloskan sangat sedikit protein ke dalam urine. UPCR mengukur semua jenis protein dalam urine, termasuk albumin dan protein lain, lalu membandingkannya dengan kreatinin, yaitu zat sisa otot yang dibuang ginjal dengan kecepatan yang cukup stabil. Dengan cara ini, satu sampel urine sudah cukup untuk memperkirakan kebocoran protein dalam sehari.
Cara Kerja Singkat
Urine ditampung dalam wadah, lalu laboratorium mengukur protein total dan kreatinin. Kadar protein dibagi kadar kreatinin, sehingga pengaruh urine yang encer atau pekat ikut terkoreksi. Secara kasar, hasil dalam satuan mg/mg mendekati jumlah protein yang keluar dalam gram per hari.
UPCR dan UACR
UACR pada Tes Protein Urine hanya mengukur albumin dan lebih peka untuk menemukan kerusakan ginjal dini pada diabetes dan hipertensi. UPCR mengukur semua protein, sehingga lebih cocok untuk protein urine yang sudah banyak, peradangan ginjal, kehamilan, dan protein selain albumin.
Membaca Hasil
Batas berikut adalah panduan umum. Setiap laboratorium dapat memakai satuan dan rentang sendiri.
- Normal sampai sedikit meningkat: di bawah 150 mg/g (15 mg/mmol).
- Meningkat sedang: 150 sampai 500 mg/g.
- Meningkat berat: di atas 500 mg/g.
- Rentang nefrotik: sekitar 3.000 mg/g atau lebih, setara kebocoran lebih dari 3 gram protein per hari, biasanya disertai bengkak.
Pada kehamilan, UPCR 0,3 mg/mg (30 mg/mmol) atau lebih disertai tekanan darah tinggi mendukung diagnosis preeklamsia.
Protein Urine dan Jantung
Protein urine yang tinggi menandakan kerusakan ginjal dan berkaitan dengan risiko serangan jantung, stroke, dan gagal jantung yang lebih besar. Sindrom nefrotik juga menaikkan kolesterol dan risiko bekuan darah. Preeklamsia meningkatkan risiko penyakit jantung di kemudian hari dan berkaitan dengan kardiomiopati peripartum. Protein urine yang tinggi juga dapat menjadi petunjuk amiloidosis atau lupus, yang dapat menyerang jantung.
02 / Memahami tindakan
Kapan Tindakan Ini Dipertimbangkan?
Dokter dapat mempertimbangkan tindakan ini pada keadaan berikut. Keputusan selalu ditetapkan setelah evaluasi menyeluruh.
- Protein Positif pada Tes Carik CelupUntuk mengetahui seberapa banyak protein yang sebenarnya bocor.
- Bengkak di Kaki, Wajah, atau PerutUntuk mencari kebocoran protein berat seperti pada sindrom nefrotik.
- Tekanan Darah Tinggi pada KehamilanMembantu diagnosis preeklamsia.
- Lupus atau Penyakit AutoimunUntuk menemukan dan memantau peradangan ginjal.
- Memantau Penyakit Ginjal dan PengobatannyaPerubahan UPCR menunjukkan apakah kebocoran protein berkurang.
- Dugaan Amiloidosis atau Protein AbnormalUPCR ikut mengukur protein selain albumin.
Keadaan yang Perlu Dipertimbangkan Lebih Dulu
- Olahraga BeratDapat menaikkan protein urine sementara. Hindari sehari sebelumnya.
- Demam atau Infeksi Saluran KemihDapat menaikkan hasil, sehingga tes diulang setelah sembuh.
- Sedang Haid atau KeputihanDarah atau cairan dapat mencemari sampel. Tunda sampai selesai.
- Massa Otot Sangat Besar atau Sangat KecilKreatinin ikut berubah, sehingga rasio kurang tepat.
- Protein yang Muncul Saat BerdiriPada sebagian anak muda, urine pagi pertama membantu membedakannya.
03 / Sebelum tindakan
Apa yang Perlu Disiapkan?
Pemeriksaan UPCR hanya memerlukan satu sampel urine.
Waktu pengambilan. Biasanya dipakai urine pagi pertama, atau sesuai instruksi dokter.
Makan dan minum. Tidak perlu puasa. Minum seperti biasa dan tidak perlu minum berlebihan.
Aktivitas. Hindari olahraga berat sehari sebelumnya.
Haid. Bila sedang haid, tunda pemeriksaan sampai selesai.
Informasi penting. Beri tahu petugas bila Anda sedang hamil, demam, atau memiliki keluhan saat buang air kecil, dan bawa daftar obat Anda.
Belum jelas dengan instruksi persiapan? Tanyakan kepada tim sebelum menjalani tindakan.
04 / Saat tindakan
Bagaimana Tindakan Dilakukan?
Penampungan urine hanya memerlukan beberapa menit, dan hasil biasanya tersedia di hari yang sama.
Petunjuk dan Wadah
Petugas memberi wadah steril berlabel nama dan menjelaskan cara menampung urine.
Membersihkan Area Kemaluan
Cuci tangan, lalu bersihkan area kemaluan dengan tisu atau kapas yang disediakan.
Menampung Urine Aliran Tengah
Buang sedikit urine di awal, tampung urine bagian tengah ke dalam wadah, lalu selesaikan buang air kecil di toilet. Tutup wadah dengan rapat.
Pemeriksaan di Laboratorium
Laboratorium mengukur protein total dan kreatinin, lalu menghitung rasionya. Dokter membaca hasil bersama tekanan darah, fungsi ginjal, dan pemeriksaan lain.
05 / Manfaat dan risiko
Manfaat dan Risiko Perlu Dibahas Bersama.
Setiap tindakan medis memiliki manfaat dan risiko. Dokter menjelaskan keduanya sesuai keadaan Anda sebelum tindakan.
Manfaat yang Dapat Diharapkan
- Cukup Satu Sampel UrineTidak perlu menampung urine selama 24 jam.
- Mengukur Semua Jenis ProteinTermasuk protein selain albumin yang tidak terukur pada UACR.
- Memantau Hasil PengobatanPerubahan UPCR menunjukkan apakah kebocoran protein berkurang.
- Membantu Diagnosis PreeklamsiaBersama tekanan darah, membantu mengenali preeklamsia lebih awal.
- Penanda Risiko Ginjal dan JantungProtein urine yang tinggi menandakan perlunya perlindungan ginjal dan jantung.
Manfaat tindakan bukan janji kesembuhan. Tanyakan bagaimana hasilnya memengaruhi rencana perawatan Anda.
Risiko yang Perlu Diketahui
- Tanpa Risiko FisikPemeriksaan hanya memakai urine, tanpa jarum atau obat.
- Hasil Dipengaruhi Keadaan SesaatDemam, olahraga berat, atau infeksi saluran kemih dapat menaikkan hasil.
- Sampel TercemarCara penampungan yang kurang tepat dapat membuat tes perlu diulang.
- Perlu Pemeriksaan LanjutanHasil tinggi biasanya dipastikan dengan tes ulang dan pemeriksaan lain.
Risiko setiap orang dapat berbeda. Penjelasan lengkap dan persetujuan tindakan diberikan setelah evaluasi individual.
06 / Setelah tindakan
Bagaimana Pemulihannya?
Tidak ada masa pemulihan. Anda dapat langsung kembali beraktivitas.
Bila UPCR tinggi. Tes biasanya diulang untuk memastikan, lalu dilengkapi pemeriksaan fungsi ginjal, urine lengkap, atau USG ginjal.
Pada kehamilan. Bila UPCR tinggi disertai tekanan darah tinggi, segera kontrol ke dokter kandungan Anda.
Pemantauan. Pada penyakit ginjal atau lupus, UPCR diulang berkala untuk menilai hasil pengobatan.
Tanda yang perlu diwaspadai. Segera ke IGD atau hubungi tim medis bila Anda mengalami:
- Bengkak di kaki, wajah, atau perut yang bertambah cepat
- Sesak napas
- Pada kehamilan: sakit kepala hebat, pandangan kabur, atau nyeri ulu hati
- Jumlah urine berkurang drastis
Kenali Tanda yang Perlu Segera Ditangani.
Ikuti arahan tim tentang tanda yang perlu diwaspadai. Bila muncul keluhan berat atau mendadak setelah tindakan, segera ke IGD terdekat atau hubungi Heart Attack Center 1500 258.
07 / Tim dan dukungan
Dokter dan Dukungan Tindakan
Dokter berikut tercantum untuk tindakan ini. Urutan menurut nama, bukan peringkat.

dr. Debby C. Soemitha, Sp.PD
Spesialis Penyakit Dalam
Fokus klinisDiabetes dan Komplikasi Diabetes · Obesitas dan Penyakit Metabolik
Lihat Profil
Dr. dr. Faris Basalamah, Sp.JP(K)
Kardiologi Intervensi
Coronary Intervention Procedures +1 center
Fokus klinisIntervensi Koroner Kompleks · Elektrofisiologi Jantung
Lihat Profil
dr. Khaira U. Yusrie, Sp.PD-KGEH
Gastroenterologi Hepatologi
Fokus klinisPenyakit Dalam · Gastroenterologi dan Hepatologi
Lihat Profil08 / Pertanyaan umum
Sebelum Merencanakan Tindakan.
Pertanyaan yang sering diajukan tentang rasio protein-kreatinin urin. Arti hasil untuk kondisi Anda dijelaskan oleh dokter.
Apa bedanya UPCR dan UACR?
UACR hanya mengukur albumin dan lebih peka untuk menemukan kerusakan ginjal dini pada diabetes dan hipertensi. UPCR mengukur semua protein dalam urine, termasuk protein selain albumin. Karena itu, UPCR lebih sering dipakai bila protein urine sudah banyak, pada peradangan ginjal seperti lupus, dan pada kehamilan.
Mengapa tidak perlu menampung urine 24 jam?
Kreatinin dibuang ginjal dengan kecepatan yang cukup stabil sepanjang hari. Dengan membandingkan protein terhadap kreatinin dalam satu sampel, pengaruh urine yang encer atau pekat ikut terkoreksi. Hasilnya cukup mendekati pengukuran urine 24 jam, tetapi jauh lebih praktis dan lebih kecil kemungkinan salah tampung.
Berapa nilai UPCR yang normal?
Sebagai panduan umum, UPCR di bawah 150 mg/g atau 15 mg/mmol dianggap normal sampai sedikit meningkat. Nilai 150 sampai 500 mg/g termasuk meningkat sedang, dan di atas 500 mg/g meningkat berat. Satuan dan rentang dapat berbeda antarlaboratorium, jadi baca hasil bersama dokter Anda.
Apa arti UPCR tinggi pada kehamilan?
Pada kehamilan, UPCR 0,3 mg/mg atau lebih yang disertai tekanan darah tinggi mendukung diagnosis preeklamsia. Keadaan ini perlu pemantauan ketat oleh dokter kandungan karena dapat membahayakan ibu dan bayi. Preeklamsia juga meningkatkan risiko penyakit jantung di kemudian hari, sehingga pemeriksaan jantung berkala dianjurkan.
Apakah urine berbusa berarti protein tinggi?
Tidak selalu. Urine dapat berbusa karena aliran yang deras atau urine yang pekat. Busa yang menetap dan banyak, terutama bila disertai bengkak, dapat menandakan protein urine tinggi. Cara memastikannya adalah dengan pemeriksaan urine seperti UPCR, bukan hanya dengan melihat busanya.
Apa hubungan protein urine dengan penyakit jantung?
Protein urine menandakan kerusakan pada pembuluh darah kecil di ginjal, yang sering sejalan dengan kerusakan pembuluh darah di tempat lain. Karena itu, protein urine yang tinggi berkaitan dengan risiko serangan jantung, stroke, dan gagal jantung yang lebih besar, sehingga tekanan darah dan faktor risiko lain perlu dikendalikan lebih ketat.
Sumber dan Tinjauan Medis
Ditinjau secara medis oleh dr. Debby C. Soemitha, Sp.PD.
- Kidney Disease: Improving Global Outcomes (KDIGO) CKD Work Group. KDIGO 2024 Clinical Practice Guideline for the Evaluation and Management of Chronic Kidney Disease. Kidney Int. 2024;105(4S):S117-S314.
- Price CP, Newall RG, Boyd JC. Use of protein:creatinine ratio measurements on random urine samples for prediction of significant proteinuria: a systematic review. Clin Chem. 2005;51(9):1577-1586.
- American College of Obstetricians and Gynecologists. Gestational Hypertension and Preeclampsia: ACOG Practice Bulletin, Number 222. Obstet Gynecol. 2020;135(6):e237-e260.
- Kidney Disease: Improving Global Outcomes (KDIGO) Lupus Nephritis Work Group. KDIGO 2024 Clinical Practice Guideline for the management of lupus nephritis. Kidney Int. 2024;105(1S):S1-S69.
- Chronic Kidney Disease Prognosis Consortium. Association of estimated glomerular filtration rate and albuminuria with all-cause and cardiovascular mortality in general population cohorts: a collaborative meta-analysis. Lancet. 2010;375(9731):2073-2081.

