Jawaban singkat
Apa Itu Skrining Penyakit Vaskular?
Skrining penyakit vaskular adalah pemeriksaan pembuluh darah bagi orang berisiko, misalnya perokok, penderita diabetes, atau berusia di atas 65 tahun. Pemeriksaan utamanya indeks ankle-brachial untuk arteri tungkai dan USG aorta perut untuk aneurisma, kadang ditambah USG arteri leher. Pemeriksaan ini cepat, tanpa jarum, dan tanpa radiasi.
Sumber informasi01 / Memahami tindakan
Mengenal Skrining Penyakit Vaskular
Apa Itu Skrining Penyakit Vaskular
Skrining penyakit vaskular adalah pemeriksaan pembuluh darah di luar jantung untuk menemukan masalah sebelum menimbulkan keluhan berat. Penyakit yang dicari terutama penyempitan arteri tungkai, pelebaran aorta di perut yang disebut aneurisma, dan plak di arteri leher. Ketiganya sering tidak bergejala, padahal dapat berujung pada luka kaki yang sulit sembuh, pecahnya aorta, atau stroke.
Cara Kerja Singkat
Pada indeks ankle-brachial, tekanan darah di pergelangan kaki dibandingkan dengan tekanan darah di lengan memakai manset dan alat Doppler kecil. Pada arteri yang sehat, tekanan di kaki sama atau sedikit lebih tinggi daripada di lengan. Bila arteri tungkai menyempit, tekanan di kaki turun. USG memakai gelombang suara untuk melihat ukuran aorta, plak di dinding arteri, dan kecepatan aliran darahnya.
Pemeriksaan yang Termasuk
- Indeks ankle-brachial (ABI): mencari penyakit arteri perifer. Nilai 0,90 atau kurang menandakan penyempitan. Dibahas di halaman Tes Ankle-Brachial Index / ABI.
- USG aorta perut: mengukur lebar aorta untuk mencari aneurisma. Pemeriksaan sekali dianjurkan bagi laki-laki berusia 65 tahun ke atas, terutama yang pernah merokok, dan saudara kandung penderita aneurisma aorta.
- USG arteri leher: mencari plak dan penyempitan. Pemeriksaan ini tidak dianjurkan rutin untuk semua orang tanpa keluhan, tetapi dapat dipilih pada orang tertentu. Teknik USG pembuluh darah dibahas di halaman USG Dupleks.
Siapa yang Dianjurkan
ABI terutama dianjurkan bagi orang berusia 65 tahun ke atas, orang berusia 50 sampai 64 tahun dengan faktor risiko seperti merokok, diabetes, kolesterol atau tekanan darah tinggi, serta orang yang sudah punya penyakit jantung koroner atau penyakit ginjal kronis. Bila Anda sudah merasakan nyeri betis saat berjalan, luka kaki yang sulit sembuh, atau gejala stroke ringan, pemeriksaannya menjadi diagnostik dan dilakukan lebih lengkap.
02 / Memahami tindakan
Kapan Tindakan Ini Dipertimbangkan?
Dokter dapat mempertimbangkan tindakan ini pada keadaan berikut. Keputusan selalu ditetapkan setelah evaluasi menyeluruh.
- Usia 65 Tahun ke AtasRisiko penyakit arteri perifer dan aneurisma aorta meningkat.
- Perokok atau Pernah MerokokFaktor risiko kuat untuk penyempitan arteri dan aneurisma aorta.
- Diabetes atau Penyakit Ginjal KronisSering disertai penyakit arteri tungkai tanpa keluhan.
- Penyakit Jantung Koroner atau StrokeAterosklerosis jarang terbatas pada satu pembuluh.
- Saudara Kandung dengan Aneurisma AortaRisiko aneurisma lebih tinggi pada keluarga dekat.
- Nyeri Betis saat BerjalanKeluhan khas penyempitan arteri tungkai yang perlu diperiksa.
Keadaan yang Perlu Dipertimbangkan Lebih Dulu
- Luka atau Bengkak Berat di TungkaiManset mungkin tidak dapat dipasang di tempat biasa; cara lain dipilih.
- Pembuluh Tungkai Sangat KakuPada diabetes atau gagal ginjal, ABI bisa keliru tinggi sehingga perlu tes jari kaki.
- Riwayat Bekuan di Vena Tungkai yang BaruPemasangan manset di tungkai mungkin ditunda; sampaikan kepada petugas.
- Sedang Ada Keluhan MendadakKaki mendadak dingin dan nyeri atau gejala stroke memerlukan penanganan darurat.
03 / Sebelum tindakan
Apa yang Perlu Disiapkan?
Pemeriksaan ini sederhana dan umumnya tidak memerlukan persiapan khusus.
Pakaian. Kenakan pakaian longgar agar lengan, pergelangan kaki, dan perut mudah dibuka.
Rokok dan kopi. Hindari merokok dan minum kopi sekurangnya 1 jam sebelumnya, karena dapat memengaruhi tekanan darah dan pembuluh.
Puasa. Bila aorta perut juga diperiksa, biasanya diminta puasa beberapa jam agar gas usus tidak menghalangi gambar.
Obat dan riwayat. Obat rutin tetap diminum. Bawa daftar obat dan hasil pemeriksaan pembuluh darah sebelumnya bila ada.
Belum jelas dengan instruksi persiapan? Tanyakan kepada tim sebelum menjalani tindakan.
04 / Saat tindakan
Bagaimana Tindakan Dilakukan?
Gabungan ABI, USG aorta perut, dan bila perlu USG arteri leher umumnya selesai dalam sekitar 1 jam. ABI saja sekitar 15 menit.
Istirahat Berbaring
Anda berbaring telentang dan beristirahat sekitar 5 sampai 10 menit agar tekanan darah stabil.
Pengukuran ABI
Manset dipasang di kedua lengan dan kedua pergelangan kaki. Petugas mendengarkan aliran darah dengan alat Doppler kecil sambil manset dikembangkan dan dikempiskan bergantian.
USG Aorta dan Arteri Leher
Gel dioleskan di perut dan, bila diperlukan, di leher. Probe USG digerakkan untuk mengukur lebar aorta dan melihat plak di arteri leher. Rasanya hanya sedikit tekanan.
Pembahasan Hasil
Dokter menjelaskan hasil dan menentukan apakah perlu pengobatan pencegahan, pemeriksaan lanjutan, atau pemantauan berkala.
05 / Manfaat dan risiko
Manfaat dan Risiko Perlu Dibahas Bersama.
Setiap tindakan medis memiliki manfaat dan risiko. Dokter menjelaskan keduanya sesuai keadaan Anda sebelum tindakan.
Manfaat yang Dapat Diharapkan
- Tanpa Jarum dan Tanpa RadiasiMemakai manset, Doppler, dan gelombang suara.
- CepatABI hanya sekitar 15 menit.
- Menemukan Penyakit Sebelum ParahSebelum muncul luka kaki, aneurisma pecah, atau stroke.
- Memperjelas Risiko JantungABI yang rendah menandakan risiko serangan jantung dan stroke lebih tinggi.
- Dasar Pencegahan dan PemantauanHasil menentukan obat pencegahan dan jadwal pemeriksaan ulang.
Manfaat tindakan bukan janji kesembuhan. Tanyakan bagaimana hasilnya memengaruhi rencana perawatan Anda.
Risiko yang Perlu Diketahui
- Rasa Tertekan saat Manset MengembangRingan dan hanya sebentar.
- Hasil Keliru pada Pembuluh KakuDapat terjadi pada diabetes atau gagal ginjal; tes lain membantu.
- Temuan yang Perlu DipantauMisalnya plak kecil atau aorta sedikit melebar yang perlu kontrol berkala.
- Gambar Kurang JelasGas usus atau berat badan berlebih dapat menghalangi USG aorta.
Risiko setiap orang dapat berbeda. Penjelasan lengkap dan persetujuan tindakan diberikan setelah evaluasi individual.
06 / Setelah tindakan
Bagaimana Pemulihannya?
Tidak ada masa pemulihan. Anda dapat langsung beraktivitas dan makan seperti biasa.
Bila hasil tidak normal. Penyakit arteri perifer menandakan risiko serangan jantung dan stroke yang lebih tinggi, sehingga dokter biasanya memperketat pengendalian kolesterol, tekanan darah, dan gula darah, serta menganjurkan berhenti merokok dan latihan berjalan.
Aneurisma kecil. Umumnya cukup dipantau dengan USG berkala sesuai ukurannya.
Tanda yang perlu diwaspadai. Segera ke IGD bila Anda mengalami:
- Kaki mendadak dingin, pucat, nyeri hebat, atau kebas
- Nyeri perut atau punggung yang hebat dan mendadak
- Wajah mencong, lengan lemah, atau bicara pelo
- Luka kaki yang menghitam atau cepat memburuk
Kenali Tanda yang Perlu Segera Ditangani.
Ikuti arahan tim tentang tanda yang perlu diwaspadai. Bila muncul keluhan berat atau mendadak setelah tindakan, segera ke IGD terdekat atau hubungi Heart Attack Center 1500 258.
07 / Tim dan dukungan
Dokter dan Dukungan Tindakan
Dokter berikut tercantum untuk tindakan ini. Urutan menurut nama, bukan peringkat.

Dr. med. dr. Denio A. Ridjab, Sp.JP(K)
Kardiologi Intervensi
Coronary Intervention Procedures +2 center
Fokus klinisKardiologi Intervensi · Penyakit Jantung Koroner
Lihat Profil
dr. Emanoel Oepangat, Sp.JP(K)
Kardiologi Intervensi
Vascular Diagnostic and Therapeutic Center +1 center
Fokus klinisIntervensi Koroner · Intervensi Pembuluh Darah Perifer
Lihat Profil
dr. Suko Adiarto, Sp.JP(K), Ph.D.
Kardiologi Intervensi
Vascular Diagnostic and Therapeutic Center +1 center
Fokus klinisIntervensi Koroner · Intervensi Pembuluh Darah Perifer
Lihat ProfilAnkle-Brachial Index (ABI) Testing System
Pemeriksaan tanpa jarum yang membandingkan tekanan darah di pergelangan kaki dan lengan. Hasilnya berupa angka indeks yang…
Doppler Vascular Ultrasound
Pemeriksaan ultrasonografi pembuluh darah yang menampilkan gambar dinding pembuluh sekaligus aliran darahnya. Dokter memakainya…
Ketersediaan teknologi dan dukungan pemeriksaan dikonfirmasi bersama tim. Teknologi dipilih sesuai kebutuhan klinis.
08 / Pertanyaan umum
Sebelum Merencanakan Tindakan.
Pertanyaan yang sering diajukan tentang skrining penyakit vaskular. Arti hasil untuk kondisi Anda dijelaskan oleh dokter.
Apa itu penyakit arteri perifer?
Penyakit arteri perifer adalah penyempitan arteri, terutama di tungkai, akibat penumpukan plak. Keluhan khasnya nyeri atau pegal di betis saat berjalan yang hilang saat berhenti. Banyak penderitanya tidak merasakan keluhan, tetapi tetap memiliki risiko serangan jantung dan stroke yang lebih tinggi, sehingga perlu ditemukan dan ditangani.
Apa arti nilai ABI saya?
Nilai antara 1,00 dan 1,40 umumnya normal. Nilai 0,90 atau kurang menandakan penyempitan arteri tungkai, dan makin rendah berarti makin berat. Nilai 0,91 sampai 0,99 berada di batas. Nilai di atas 1,40 menandakan pembuluh terlalu kaku untuk ditekan manset, sehingga dokter dapat meminta tes tekanan jari kaki.
Siapa yang perlu pemeriksaan aneurisma aorta perut?
Pemeriksaan USG sekali dianjurkan bagi laki-laki berusia 65 tahun ke atas, terutama yang pernah merokok, dan bagi saudara kandung penderita aneurisma aorta. Pada perempuan, pemeriksaan dipertimbangkan bila ada faktor risiko seperti riwayat merokok. Aneurisma sering tanpa keluhan sampai pecah, sehingga menemukannya lebih awal sangat penting.
Apakah semua orang perlu USG arteri leher?
Tidak. Pada orang tanpa keluhan dan berisiko rendah, USG arteri leher rutin tidak dianjurkan karena jarang mengubah penanganan dan dapat memicu tindakan yang tidak perlu. Pemeriksaan ini dipilih pada orang tertentu, misalnya yang punya penyakit pembuluh lain atau beberapa faktor risiko, atau bila ada keluhan yang mengarah ke stroke ringan.
Bagaimana bila ditemukan penyempitan atau aneurisma?
Sebagian besar temuan ditangani dengan pencegahan: berhenti merokok, obat penurun kolesterol, pengendalian tekanan darah dan gula, serta latihan berjalan. Aneurisma kecil dipantau dengan USG berkala. Tindakan seperti pelebaran pembuluh, pemasangan stent, atau perbaikan aorta dipertimbangkan bila penyempitan atau pelebarannya sudah berat.
Seberapa sering skrining perlu diulang?
Tergantung hasil dan faktor risiko Anda. Bila hasil normal, ABI tidak perlu diulang setiap tahun kecuali ada keluhan atau perubahan risiko. USG aorta yang normal pada usia 65 tahun umumnya cukup sekali. Bila ditemukan kelainan, dokter akan menentukan jadwal pemantauan yang sesuai.
Sumber dan Tinjauan Medis
Ditinjau secara medis oleh dr. Emanoel Oepangat, Sp.JP(K).
- Mazzolai L, Teixido-Tura G, Lanzi S, dkk. 2024 ESC Guidelines for the management of peripheral arterial and aortic diseases. Eur Heart J. 2024;45(36):3538-3700.
- Gornik HL, Aronow HD, Goodney PP, dkk. 2024 ACC/AHA/AACVPR/APMA/ABC/SCAI/SVM/SVN/SVS/SIR/VESS Guideline for the Management of Lower Extremity Peripheral Artery Disease. Circulation. 2024;149(24):e1313-e1410.
- Owens DK, Davidson KW, Krist AH, dkk. Screening for abdominal aortic aneurysm: US Preventive Services Task Force recommendation statement. JAMA. 2019;322(22):2211-2218.
- US Preventive Services Task Force, Krist AH, Davidson KW, dkk. Screening for asymptomatic carotid artery stenosis: US Preventive Services Task Force recommendation statement. JAMA. 2021;325(5):476-481.
- Visseren FLJ, Mach F, Smulders YM, dkk. 2021 ESC Guidelines on cardiovascular disease prevention in clinical practice. Eur Heart J. 2021;42(34):3227-3337.

