Jawaban singkat
Apa Itu Angina Pektoris?
Angina pektoris adalah nyeri atau rasa tidak nyaman di dada yang muncul saat otot jantung kekurangan aliran darah kaya oksigen, umumnya karena penyempitan arteri koroner. Angina adalah gejala, bukan penyakit tersendiri, sehingga penyebabnya perlu diperiksa dokter.
Sumber informasiTanda yang Memerlukan Pertolongan Segera
- Nyeri dada yang tidak reda setelah beberapa menit beristirahat
- Nyeri dada baru yang berat, atau angina yang makin sering dan makin berat
- Nyeri dada saat istirahat atau yang membangunkan Anda dari tidur
- Nyeri dada disertai keringat dingin, mual, atau sesak napas berat
- Pingsan, hampir pingsan, atau denyut jantung sangat tidak teratur
Bila tanda ini muncul, segera ke IGD terdekat atau hubungi Heart Attack Center 1500 258.
01 / Memahami kondisi
Mengenal Angina Pektoris
Angina pektoris adalah nyeri, rasa tertekan, atau rasa tidak nyaman di dada yang muncul ketika otot jantung tidak mendapat cukup darah kaya oksigen. Keadaan kekurangan aliran darah ini disebut iskemia. Angina bukan penyakit tersendiri, melainkan tanda adanya gangguan pada pembuluh darah jantung. Penyebab yang umum adalah penyakit jantung koroner, yang dibahas di halaman Penyakit Jantung Koroner.
Bagaimana Angina Terjadi
Otot jantung mendapat darah dari arteri koroner, pembuluh yang melingkari permukaan jantung. Saat Anda berjalan cepat, naik tangga, atau sedang emosi, jantung bekerja lebih keras dan membutuhkan lebih banyak oksigen. Bila arteri koroner menyempit oleh plak lemak (aterosklerosis), menguncup sesaat karena kejang (spasme), atau pembuluh darah kecilnya tidak dapat melebar dengan baik, pasokan darah tidak dapat mengikuti kebutuhan itu. Muncullah nyeri. Ketika beban jantung berkurang atau aliran darah pulih, nyeri biasanya mereda dalam beberapa menit.
Jenis Angina
Dokter membagi angina menurut pola dan penyebabnya. Angina stabil muncul dengan pola yang dapat diperkirakan, biasanya saat beraktivitas, dan reda dengan istirahat. Angina tidak stabil adalah nyeri dada yang baru, makin sering, makin berat, atau muncul saat istirahat. Keadaan ini termasuk sindrom koroner akut dan perlu pertolongan segera. Angina varians atau vasospastik disebabkan kejang arteri koroner dan sering muncul saat istirahat pada malam atau dini hari. Angina mikrovaskular terjadi karena gangguan pembuluh darah sangat kecil di otot jantung, sehingga arteri koroner besar dapat tampak normal pada pemeriksaan. Setiap jenis dibahas lebih rinci di halamannya sendiri.
Keluhan Tidak Selalu Berupa Nyeri
Sebagian orang, terutama perempuan, lansia, dan penyandang diabetes, merasakan angina sebagai sesak napas, lelah yang tidak biasa, mual, atau rasa tidak nyaman di ulu hati. Keluhan seperti ini mudah dikira masuk angin atau sakit lambung, padahal sumbernya bisa jantung.
Mengapa Angina Perlu Diperiksa
Angina adalah sinyal bahwa jantung sedang kekurangan pasokan darah. Dengan pemeriksaan yang sesuai, dokter dapat mencari penyebabnya, menilai risiko serangan jantung, dan menyusun penanganan yang meredakan keluhan sekaligus melindungi pembuluh darah. Banyak orang dengan angina tetap dapat bekerja dan menjalani hidup aktif setelah penanganannya berjalan.
02 / Memahami kondisi
Jenis dan Kondisi Turunan
Kondisi berikut termasuk dalam kelompok Angina Pektoris. Buka masing-masing untuk penjelasan lengkapnya.
03 / Memahami kondisi
Gejala yang Perlu Dikenali.
Gejala Umum
- Nyeri, rasa tertekan, berat, atau seperti diremas di dada
- Nyeri menjalar ke lengan, bahu, leher, rahang, atau punggung
- Keluhan muncul saat aktivitas fisik atau emosi dan reda dengan istirahat
- Keluhan berlangsung beberapa menit, bukan hanya beberapa detik
- Sesak napas, terutama saat beraktivitas
- Rasa tidak nyaman di ulu hati yang mirip sakit lambung
- Keringat dingin atau mual saat nyeri muncul
Gejala pada Perempuan Dewasa
Nyeri dada tetap menjadi keluhan utama, tetapi perempuan lebih sering merasakan keluhan penyerta berikut.
- Sesak napas yang menyertai atau menggantikan nyeri dada
- Mual atau rasa tidak nyaman di ulu hati
- Lelah yang tidak biasa saat aktivitas ringan
- Nyeri di punggung atas, leher, atau rahang
- Nyeri dada yang lebih sering dipicu stres emosional
Gejala pada Lansia
Pada usia lanjut, angina kadang tidak terasa sebagai nyeri dada.
- Sesak napas saat aktivitas ringan
- Cepat lelah atau kemampuan beraktivitas menurun
- Rasa tidak nyaman samar di dada atau ulu hati
- Pusing atau terasa hendak pingsan saat beraktivitas
04 / Memahami kondisi
Apa yang Menyebabkan Kondisi Ini?
- Penyempitan arteri koroner oleh plak lemak (aterosklerosis), yang dibahas di halaman Aterosklerosis.
- Plak yang retak lalu memicu bekuan darah, sehingga aliran berkurang mendadak
- Kejang (spasme) arteri koroner yang menyempitkan pembuluh untuk sementara
- Gangguan pembuluh darah kecil jantung yang tidak dapat melebar sesuai kebutuhan
- Kebutuhan oksigen jantung yang meningkat, misalnya pada penebalan otot jantung atau penyempitan katup aorta
- Pasokan oksigen yang turun, misalnya pada anemia berat atau denyut jantung yang sangat cepat
05 / Memahami kondisi
Siapa yang Lebih Berisiko?
Gaya Hidup
Merokok, jarang bergerak, pola makan tinggi lemak jenuh dan garam, serta berat badan berlebih mempercepat penumpukan plak di arteri koroner.
Medis
Tekanan darah tinggi, kolesterol LDL tinggi, diabetes, dan penyakit ginjal kronis merusak lapisan dalam pembuluh darah dan menaikkan risiko angina.
Genetik
Penyakit jantung koroner dini dalam keluarga inti, yaitu pada laki-laki sebelum usia 55 tahun atau perempuan sebelum usia 65 tahun, serta kolesterol tinggi turunan, menaikkan risiko.
Usia
Risiko meningkat seiring bertambahnya usia, terutama pada laki-laki di atas 45 tahun dan pada perempuan setelah menopause.
Lainnya
Stres berkepanjangan, henti napas saat tidur (sleep apnea), polusi udara, dan penyakit peradangan kronis seperti lupus juga berkaitan dengan risiko yang lebih tinggi.
Kelompok yang Lebih Berisiko
- Penyandang Diabetes: Diabetes mempercepat aterosklerosis dan dapat menumpulkan rasa nyeri, sehingga angina kadang hanya terasa sebagai sesak napas atau lelah.
- Perokok Aktif dan Pasif: Zat dalam asap rokok merusak lapisan dalam pembuluh darah, mempercepat pembentukan plak, dan dapat memicu kejang arteri koroner.
- Penyandang Hipertensi dan Kolesterol Tinggi: Tekanan darah dan kolesterol LDL yang tinggi bertahun-tahun merusak dinding arteri koroner dan mempercepat penyempitannya.
- Perempuan Pascamenopause: Setelah menopause risiko penyakit jantung koroner meningkat, dan angina karena gangguan pembuluh darah kecil lebih sering ditemukan pada perempuan.
06 / Memahami kondisi
Bagaimana Diagnosis Ditegakkan?
Dokter memulai dengan menanyakan ciri keluhan Anda: rasanya, letaknya, pemicunya, berapa lama berlangsung, dan apa yang meredakannya. Setelah itu dokter memeriksa tekanan darah, denyut nadi, serta jantung dan paru. EKG dan tes darah dilakukan untuk mencari tanda iskemia, kerusakan otot jantung, dan faktor risiko.
Bila nyeri sedang berlangsung atau baru saja terjadi, pemeriksaan EKG berulang dan tes troponin di IGD membantu membedakan angina tidak stabil dari serangan jantung. Pada keluhan yang stabil, dokter memilih pemeriksaan lanjutan sesuai perkiraan kemungkinan penyakit koroner. CT angiografi koroner dapat menunjukkan plak dan penyempitan. Uji pembebanan dengan pencitraan, seperti ekokardiografi stres, pencitraan perfusi miokard, atau MRI jantung, menunjukkan apakah otot jantung kekurangan darah saat bekerja keras.
Angiografi koroner dengan kateter dilakukan bila hasil pemeriksaan menunjukkan risiko tinggi atau keluhan tetap berat meski sudah diobati. Bila arteri besar tampak normal tetapi keluhan nyata, dokter dapat menilai fungsi pembuluh darah kecil dan kecenderungan spasme.
Elektrokardiogram / EKG
Merekam aktivitas listrik jantung saat istirahat atau saat nyeri untuk mencari tanda iskemia, serangan jantung, atau gangguan irama.
Tes Troponin Jantung
Dipakai bila nyeri dada baru atau sedang berlangsung, untuk memastikan atau menyingkirkan kerusakan otot jantung.
Angiografi Koroner CT
Melihat plak dan penyempitan arteri koroner tanpa kateter, berguna pada keluhan stabil dengan kemungkinan penyakit koroner rendah sampai sedang.
Ekokardiografi Stres
Menilai gerak dinding jantung saat dibebani untuk mengetahui apakah ada bagian otot jantung yang kekurangan darah.
Angiografi Koroner
Memotret arteri koroner dengan kateter dan zat kontras untuk melihat letak dan beratnya penyempitan, sekaligus menentukan perlu tidaknya tindakan.
Pemeriksaan Laboratorium
Profil lemak darah, gula darah atau HbA1c, fungsi ginjal, dan hemoglobin untuk menilai faktor risiko dan penyebab lain.
07 / Memahami kondisi
Pilihan Penanganan.
Penanganan ditentukan dokter setelah evaluasi. Kategori berikut membantu Anda memahami pembicaraan dengan dokter.
Perubahan Gaya Hidup
Berhenti merokok, pola makan sehat jantung, aktivitas fisik teratur sesuai anjuran dokter, dan menjaga berat badan menjadi dasar semua penanganan angina.
Obat Pereda dan Pencegah Angina
Nitrat kerja cepat meredakan serangan. Penghambat beta, penghambat kanal kalsium, atau nitrat kerja panjang mencegah serangan. Jenis dan dosisnya ditentukan dokter sesuai jenis angina.
Obat Pelindung Pembuluh Darah
Antiplatelet seperti aspirin dan statin penurun kolesterol menurunkan risiko serangan jantung pada angina yang disebabkan penyakit koroner.
Pengendalian Faktor Risiko
Tekanan darah, kolesterol LDL, dan gula darah dikendalikan sampai target yang ditentukan dokter, dengan pemeriksaan ulang berkala.
Revaskularisasi Koroner
Pemasangan stent lewat kateter atau operasi bypass dipertimbangkan bila penyempitan berat, risikonya tinggi, atau keluhan tetap mengganggu meski sudah diobati.
Penanganan Segera di Rumah Sakit
Angina tidak stabil ditangani di rumah sakit dengan obat pencegah bekuan dan, pada banyak pasien, angiografi koroner. Dibahas di halaman Angina Tidak Stabil.
08 / Memahami kondisi
Komplikasi yang Perlu Dipantau.
Serangan Jantung
Plak yang retak dapat memicu bekuan yang menyumbat arteri koroner sepenuhnya, sehingga sebagian otot jantung rusak. Dibahas di halaman Infark Miokard / Serangan Jantung.
Gangguan Irama Jantung
Otot jantung yang kekurangan darah dapat memicu irama yang tidak teratur, dari yang ringan sampai yang memerlukan penanganan segera.
Gagal Jantung
Iskemia berulang atau bekas serangan jantung dapat melemahkan pompa jantung, sehingga timbul sesak napas dan bengkak di tungkai.
Keterbatasan Aktivitas
Nyeri yang sering muncul membuat orang membatasi pekerjaan, olahraga, dan kegiatan sosial, serta dapat memicu rasa cemas.
09 / Memahami kondisi
Apa yang Bisa Dilakukan?
- Berhenti merokok dan hindari asap rokok orang lain
- Bergerak aktif, misalnya jalan cepat sekitar 150 menit per minggu, sesuai anjuran dokter
- Pilih pola makan kaya sayur, buah, biji-bijian utuh, ikan, dan kacang; batasi garam dan lemak jenuh
- Jaga berat badan dan lingkar pinggang dalam batas sehat
- Periksa tekanan darah, kolesterol, dan gula darah secara berkala
- Minum obat jantung sesuai resep dan jangan menghentikannya tanpa berbicara dengan dokter
- Kelola stres dan tidur cukup
10 / Memahami kondisi
Kapan Harus ke Dokter?
Periksakan diri ke dokter jantung bila Anda pernah merasakan nyeri atau rasa tidak nyaman di dada, meskipun reda sendiri. Pemeriksaan lebih awal memberi kesempatan untuk mencari penyebabnya dan menurunkan risiko serangan jantung. Bila nyeri dada sedang berlangsung dan tidak reda dengan istirahat, atau pola angina Anda berubah menjadi lebih sering dan lebih berat, jangan menunggu jadwal kontrol: segera ke IGD terdekat dan jangan menyetir sendiri.
- Nyeri, tekanan, atau rasa berat di dada saat beraktivitas atau saat emosi.
- Sesak napas atau lelah yang tidak biasa saat melakukan aktivitas yang dulu terasa ringan.
- Rasa tidak nyaman di ulu hati saat beraktivitas yang tidak membaik dengan obat lambung.
- Anda memiliki diabetes, hipertensi, kolesterol tinggi, atau riwayat penyakit jantung dalam keluarga dan mulai merasakan keluhan di dada.
Jangan Menunggu bila Kondisinya Darurat.
Bila keluhan terasa berat atau muncul mendadak, segera ke IGD terdekat atau hubungi Heart Attack Center 1500 258, bukan menunggu janji temu.
11 / Pertanyaan umum
Hal yang Mungkin Anda Tanyakan.
Pertanyaan yang sering diajukan tentang angina pektoris.
Apakah angina sama dengan serangan jantung?
Tidak sama. Pada angina, aliran darah ke otot jantung berkurang untuk sementara tanpa merusak otot jantung. Pada serangan jantung, arteri tersumbat cukup lama sehingga sebagian otot jantung rusak. Namun di rumah keduanya sulit dibedakan. Nyeri dada yang tidak reda dengan istirahat, atau yang baru pertama kali terasa berat, perlu segera diperiksa di IGD.
Apakah angin duduk sama dengan angina pektoris?
Dalam percakapan sehari-hari, angin duduk sering dipakai untuk menyebut nyeri dada yang sebenarnya adalah angina atau serangan jantung. Keluhan ini tidak disebabkan oleh angin di dalam tubuh, melainkan oleh berkurangnya aliran darah ke otot jantung. Karena itu nyeri dada yang dikira masuk angin sebaiknya diperiksa dokter, bukan hanya diatasi dengan kerokan atau obat masuk angin.
Bagaimana membedakan nyeri angina dengan nyeri lambung atau nyeri otot?
Angina biasanya terasa seperti tekanan atau rasa berat, dipicu aktivitas atau emosi, berlangsung beberapa menit, dan reda dengan istirahat. Nyeri otot umumnya tajam, bertambah saat ditekan atau saat tubuh digerakkan. Nyeri lambung sering berkaitan dengan makan. Ciri-ciri ini sering tumpang tindih, sehingga dokter tetap memerlukan EKG dan pemeriksaan lain untuk memastikan sumbernya.
Apakah penyandang angina boleh berolahraga?
Boleh, dan umumnya dianjurkan setelah dokter menilai kondisi Anda. Latihan teratur dengan intensitas yang sesuai membantu jantung bekerja lebih efisien dan memperbaiki faktor risiko. Program rehabilitasi jantung dapat membantu menentukan takaran latihan yang aman. Hentikan latihan dan beristirahatlah bila nyeri dada muncul, lalu sampaikan kepada dokter pada kontrol berikutnya.
Apakah angina bisa sembuh?
Penyebab yang mendasari, seperti penyakit jantung koroner, umumnya perlu dikelola jangka panjang. Namun keluhan angina dapat dikendalikan, dan banyak orang menjadi jarang atau tidak lagi mengalami serangan setelah menjalani pengobatan, perubahan gaya hidup, dan bila perlu tindakan pembukaan pembuluh. Kontrol teratur membantu dokter menyesuaikan pengobatan bila keluhan berubah.
Apa yang sebaiknya dilakukan saat serangan angina muncul?
Hentikan aktivitas, lalu duduk atau berbaring dengan nyaman. Bila dokter sudah meresepkan obat nitrat kerja cepat, gunakan sesuai petunjuk yang diberikan. Bila nyeri tidak reda dalam beberapa menit, terasa lebih berat dari biasanya, atau ini nyeri dada pertama Anda, segera hubungi layanan gawat darurat atau minta diantar ke IGD terdekat.
Sumber dan Tinjauan Medis
Ditinjau secara medis oleh Dr. dr. Jajang Sinardja, Sp.JP(K).
- Vrints C, Andreotti F, Koskinas KC, Rossello X, Adamo M, Ainslie J, et al. 2024 ESC Guidelines for the management of chronic coronary syndromes. Eur Heart J. 2024;45(36):3415-537.
- Byrne RA, Rossello X, Coughlan JJ, Barbato E, Berry C, Chieffo A, et al. 2023 ESC Guidelines for the management of acute coronary syndromes. Eur Heart J. 2023;44(38):3720-826.
- Gulati M, Levy PD, Mukherjee D, Amsterdam E, Bhatt DL, Birtcher KK, et al. 2021 AHA/ACC/ASE/CHEST/SAEM/SCCT/SCMR Guideline for the Evaluation and Diagnosis of Chest Pain: A Report of the American College of Cardiology/American Heart Association Joint Committee on Clinical Practice Guidelines. Circulation. 2021;144(22):e368-454.
- Virani SS, Newby LK, Arnold SV, Bittner V, Brewer LC, Demeter SH, et al. 2023 AHA/ACC/ACCP/ASPC/NLA/PCNA Guideline for the Management of Patients With Chronic Coronary Disease: A Report of the American Heart Association/American College of Cardiology Joint Committee on Clinical Practice Guidelines. Circulation. 2023;148(9):e9-119.
- Kunadian V, Chieffo A, Camici PG, Berry C, Escaned J, Maas AHEM, et al. An EAPCI Expert Consensus Document on Ischaemia with Non-Obstructive Coronary Arteries in Collaboration with European Society of Cardiology Working Group on Coronary Pathophysiology & Microcirculation Endorsed by Coronary Vasomotor Disorders International Study Group. Eur Heart J. 2020;41(37):3504-20.
- Visseren FLJ, Mach F, Smulders YM, Carballo D, Koskinas KC, Back M, et al. 2021 ESC Guidelines on cardiovascular disease prevention in clinical practice. Eur Heart J. 2021;42(34):3227-337.




