Langsung ke konten

Gagal Jantung

Gagal Jantung Fraksi Ejeksi Terjaga

Heart Failure with Preserved Ejection Fraction / HFpEF

Ditinjau secara medis olehdr. Sri Diniharini, Sp.JP(K), Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah
Terakhir diperbarui7 Oktober 2026
Ilustrasi medis potongan jantung yang menunjukkan gagal jantung diastolik atau HFpEF, dengan dinding ventrikel kiri yang tebal dan kaku, ruang bilik kiri kecil, atrium kiri membesar, inset perbandingan pengisian ventrikel normal dan terganggu, pembuluh darah paru yang kongestif, serta pergelangan kaki yang sedikit bengkak.
Ilustrasi Gagal Jantung Fraksi Ejeksi Terjaga

Jawaban singkat

Apa Itu Gagal Jantung Fraksi Ejeksi Terjaga?

Gagal jantung fraksi ejeksi terjaga adalah gagal jantung dengan fraksi ejeksi 50% atau lebih: kekuatan pompa tampak normal, tetapi bilik kiri kaku sehingga sulit terisi darah dan tekanan di dalam jantung meningkat.

Sumber informasi

Tanda yang Memerlukan Pertolongan Segera

  • Sesak berat saat istirahat atau tidak bisa berbaring
  • Dahak berbusa putih atau merah muda
  • Sesak mendadak disertai tekanan darah sangat tinggi
  • Nyeri dada yang tidak hilang dengan istirahat
  • Pingsan, bingung, atau sangat mengantuk
  • Denyut sangat cepat dan tidak teratur disertai sesak

Bila tanda ini muncul, segera ke IGD terdekat atau hubungi Heart Attack Center 1500 258.

Catatan kegawatan: Kondisi ini serius karena sering menyebabkan rawat inap berulang dan biasanya disertai beberapa penyakit lain. Fraksi ejeksi yang normal tidak berarti jantung baik-baik saja; dengan penanganan penyakit penyerta, penghambat SGLT2, dan latihan fisik, gejala dapat dikendalikan.

Mengenal Gagal Jantung Fraksi Ejeksi Terjaga

Gagal jantung fraksi ejeksi terjaga, dalam istilah internasional disebut HFpEF, adalah gagal jantung dengan fraksi ejeksi bilik kiri 50% atau lebih. Fraksi ejeksi adalah persentase darah di bilik kiri yang dipompa keluar setiap denyut. Pada jenis ini angkanya normal, tetapi otot bilik kiri kaku dan tidak mudah mengembang saat terisi darah.

Karena sulit terisi, tekanan di dalam jantung naik, terutama saat beraktivitas ketika jantung harus terisi lebih cepat. Tekanan itu diteruskan ke pembuluh darah paru sehingga muncul sesak napas. Itulah sebabnya keluhan utama jenis ini adalah sesak dan cepat lelah saat bergerak, sementara saat istirahat Anda bisa merasa baik.

Siapa yang Mengalaminya

Jenis ini mencakup sekitar separuh dari seluruh kasus gagal jantung, dan lebih sering dialami lansia serta perempuan. Umumnya disertai penyakit lain: hipertensi, obesitas, diabetes, fibrilasi atrium, penyakit ginjal kronis, dan sleep apnea. Penyakit penyerta ini memicu peradangan dan kekakuan pada otot jantung serta pembuluh darah. Karena itu, jenis ini dipandang sebagai penyakit seluruh tubuh, bukan hanya penyakit jantung. Tiap penyandang dapat memiliki perpaduan penyakit penyerta yang berbeda, sehingga rencana penanganannya pun disesuaikan.

Mengapa Sering Terlambat Dikenali

Karena hasil fraksi ejeksi normal, keluhan sering dikira akibat usia, berat badan, atau penyakit paru. Pemeriksaan saat istirahat pun bisa tampak hampir normal, sebab tekanan di dalam jantung baru naik jelas saat beraktivitas. Diagnosis memerlukan bukti tambahan dari ekokardiografi dan tes NT-proBNP, dan kadang uji beban atau kateterisasi jantung kanan. Dokter juga mencari penyebab khusus yang meniru jenis ini, seperti amiloidosis dan kardiomiopati hipertrofik, karena pengobatannya berbeda. Amiloidosis dibahas di halaman Amiloidosis Jantung.

Arah Pengobatan

Pembaruan pedoman ESC 2023 menganjurkan penghambat SGLT2 karena mengurangi rawat inap akibat gagal jantung. Diuretik meredakan bendungan cairan. Bagian lain yang sama pentingnya adalah mengendalikan tekanan darah, menangani fibrilasi atrium, menurunkan berat badan bila berlebih, dan latihan fisik teratur, yang terbukti memperbaiki kemampuan beraktivitas dan kualitas hidup. Penanganan jenis ini adalah kerja bersama dokter jantung dan dokter penyakit penyerta.

Gejala yang Perlu Dikenali.

Gejala Umum

  • Sesak napas saat berjalan, naik tangga, atau membawa beban
  • Cepat lelah dan kemampuan beraktivitas menurun
  • Sesak saat berbaring atau terbangun malam karena sesak
  • Bengkak di pergelangan kaki dan tungkai
  • Berat badan naik cepat karena penumpukan cairan
  • Jantung berdebar, sering karena fibrilasi atrium

Gejala pada Lansia

Gejala sering dikira tanda penuaan atau akibat kurang bergerak.

  • Napas terengah saat aktivitas ringan seperti mandi atau berpakaian
  • Lemas dan lebih banyak duduk atau berbaring
  • Bengkak tungkai yang dianggap biasa
  • Nafsu makan turun
  • Sering buang air kecil pada malam hari
Tidak semua orang mengalami gejala yang sama. Bila keluhan berulang atau memburuk, periksakan diri.

Apa yang Menyebabkan Kondisi Ini?

  • Hipertensi lama yang membuat otot bilik kiri menebal dan kaku
  • Obesitas dan diabetes yang memicu peradangan dan kekakuan otot jantung
  • Bertambahnya usia yang membuat jantung dan pembuluh darah kurang lentur
  • Fibrilasi atrium yang mengganggu pengisian jantung
  • Penyakit jantung koroner
  • Penyakit ginjal kronis yang menambah cairan dan beban jantung
  • Penyempitan katup aorta atau penyakit katup lain
  • Penyebab khusus seperti amiloidosis jantung atau kardiomiopati hipertrofik

Siapa yang Lebih Berisiko?

Usia

Risiko meningkat tajam setelah usia 65 tahun. Sebagian besar penyandang jenis ini adalah lansia.

Medis

Hipertensi, obesitas, diabetes, fibrilasi atrium, penyakit ginjal kronis, sleep apnea, dan anemia sering menyertai dan saling memperberat.

Gaya Hidup

Kurang bergerak, berat badan berlebih, dan makanan tinggi garam meningkatkan tekanan darah dan kekakuan jantung.

Lainnya

Perempuan lebih sering mengalami jenis ini dibanding laki-laki, terutama setelah menopause.

Kelompok yang Lebih Berisiko

  • Lansia dengan Hipertensi: Kombinasi usia dan tekanan darah tinggi yang lama adalah latar yang umum pada jenis ini.
  • Penyandang Obesitas dan Diabetes: Lemak tubuh berlebih dan gula darah tinggi memicu peradangan yang membuat jantung kaku.
  • Perempuan Pascamenopause: Perempuan lebih sering mengalami jenis ini, dan risikonya meningkat setelah menopause.
  • Penyandang Fibrilasi Atrium: Irama yang tidak teratur mengganggu pengisian jantung, dan keduanya sering muncul bersamaan.
Memiliki faktor risiko tidak berarti seseorang pasti mengalami kondisi ini.

Bagaimana Diagnosis Ditegakkan?

Dokter mencari tiga hal: gejala atau tanda gagal jantung, fraksi ejeksi 50% atau lebih, dan bukti bahwa tekanan pengisian jantung meningkat. Bukti ini didapat dari ekokardiografi, misalnya serambi kiri yang membesar, dinding bilik yang menebal, atau pola pengisian yang terganggu, serta dari kadar NT-proBNP atau BNP yang tinggi. Pada orang dengan obesitas, kadar NT-proBNP bisa lebih rendah sehingga perlu ditafsirkan dengan hati-hati.

Bila hasil saat istirahat belum jelas, dokter dapat menganjurkan ekokardiografi saat beban atau kateterisasi jantung kanan untuk mengukur tekanan secara langsung. Skor seperti H2FPEF dan HFA-PEFF membantu menimbang kemungkinannya. Dokter juga menyingkirkan penyebab sesak lain, seperti penyakit paru, anemia, dan penyakit koroner, serta mencari penyebab khusus seperti amiloidosis dengan MRI jantung atau skintigrafi tulang.

  1. Ekokardiografi

    Memastikan fraksi ejeksi 50% atau lebih dan mencari tanda tekanan pengisian tinggi: serambi kiri besar, dinding menebal, dan pola pengisian bilik yang terganggu.

  2. Tes NT-proBNP / BNP

    Kadar yang tinggi mendukung diagnosis. Kadar dapat lebih rendah pada obesitas, dan lebih tinggi pada fibrilasi atrium atau penyakit ginjal.

  3. Ekokardiografi Stres

    Menilai tekanan pengisian saat jantung dibebani, berguna bila hasil saat istirahat belum meyakinkan.

  4. Kateterisasi Jantung Kanan

    Mengukur tekanan di jantung dan paru secara langsung, saat istirahat dan saat beban, bila diagnosis masih belum pasti.

  5. MRI Jantung

    Mencari penyebab khusus seperti amiloidosis, kardiomiopati hipertrofik, atau peradangan otot jantung.

  6. Skintigrafi Tulang / Sidik Tulang

    Membantu mendeteksi amiloidosis transtiretin pada lansia dengan dinding jantung menebal.

  7. Elektrokardiogram / EKG

    Mencari fibrilasi atrium, penebalan otot jantung, dan tanda penyebab lain.

Pilihan Penanganan.

Penanganan ditentukan dokter setelah evaluasi. Kategori berikut membantu Anda memahami pembicaraan dengan dokter.

Penghambat SGLT2

Dianjurkan pembaruan pedoman ESC 2023 berdasarkan penelitian EMPEROR-Preserved dan DELIVER, untuk mengurangi rawat inap akibat gagal jantung.

Diuretik

Meredakan sesak dan bengkak akibat kelebihan cairan. Dosis diatur dokter agar tidak menimbulkan kekurangan cairan.

Pengendalian Tekanan Darah

Menurunkan beban dan kekakuan jantung. Dokter memilih golongan obat sesuai penyakit penyerta Anda.

Penanganan Fibrilasi Atrium

Pengendalian irama atau laju denyut, serta obat pengencer darah untuk mencegah stroke sesuai penilaian risiko.

Penurunan Berat Badan

Pada obesitas, penurunan berat badan memperbaiki gejala dan kemampuan beraktivitas. Dokter dapat membahas pilihan diet, aktivitas, dan obat penurun berat badan.

Latihan Fisik Terpantau

Rehabilitasi jantung memperbaiki kemampuan beraktivitas dan kualitas hidup pada jenis ini.

Penanganan Penyebab Khusus

Bila ditemukan amiloidosis, kardiomiopati hipertrofik, atau penyakit katup, pengobatannya mengikuti penyakit tersebut.

Kesesuaian dan ketersediaan pemeriksaan atau terapi perlu dikonfirmasi bersama tim perawatan.

Komplikasi yang Perlu Dipantau.

Rawat Inap Berulang

Perburukan sering dipicu tekanan darah tinggi, fibrilasi atrium, infeksi, atau garam berlebih, yang dibahas di halaman Gagal Jantung Akut.

Hipertensi Pulmonal

Tekanan tinggi di jantung kiri diteruskan ke pembuluh paru sehingga jantung kanan terbebani, yang dibahas di halaman Hipertensi Pulmonal.

Fibrilasi Atrium dan Stroke

Serambi kiri yang membesar memudahkan fibrilasi atrium, yang memperberat sesak dan meningkatkan risiko stroke.

Penurunan Kemampuan Fisik

Sesak dan lelah membuat aktivitas berkurang, otot melemah, dan kemandirian lansia menurun bila tidak diimbangi latihan.

Gangguan Fungsi Ginjal

Jantung dan ginjal saling memengaruhi; penurunan fungsi ginjal memperberat penumpukan cairan dan menyulitkan pengaturan obat.

Apa yang Bisa Dilakukan?

  • Kendalikan tekanan darah sesuai target dari dokter.
  • Jaga berat badan sehat, dan turunkan bertahap bila berlebih.
  • Kelola diabetes dan periksakan fungsi ginjal secara teratur.
  • Bergerak aktif setiap hari, misalnya jalan kaki.
  • Batasi garam dan makanan olahan.
  • Periksakan diri bila Anda mendengkur keras dan sering terhenti napas saat tidur.
  • Minum obat sesuai resep dan datang kontrol teratur.

Kapan Harus ke Dokter?

Banyak orang menganggap sesak saat beraktivitas sebagai tanda usia atau kurang olahraga. Periksakan diri ke dokter jantung bila keluhan ini baru muncul atau bertambah, terutama bila Anda memiliki hipertensi, diabetes, obesitas, atau fibrilasi atrium. Bila sudah terdiagnosis, hubungi dokter lebih awal bila muncul hal berikut.

  • Berat badan naik 2 kg atau lebih dalam 3 hari.
  • Sesak atau bengkak bertambah dibanding biasanya.
  • Jantung berdebar tidak teratur.
  • Tekanan darah di rumah sering jauh di atas target.
  • Segera ke IGD bila sesak berat saat istirahat, nyeri dada, atau pingsan.

Jangan Menunggu bila Kondisinya Darurat.

Bila keluhan terasa berat atau muncul mendadak, segera ke IGD terdekat atau hubungi Heart Attack Center 1500 258, bukan menunggu janji temu.

Hal yang Mungkin Anda Tanyakan.

Pertanyaan yang sering diajukan tentang gagal jantung fraksi ejeksi terjaga.

Fraksi ejeksi saya normal, mengapa disebut gagal jantung?

Fraksi ejeksi hanya mengukur kekuatan pompa. Pada jenis ini, masalahnya ada pada pengisian: otot bilik kiri kaku sehingga tekanan di dalam jantung naik, terutama saat aktivitas. Tekanan itu menimbulkan sesak dan penumpukan cairan seperti pada gagal jantung lain. Diagnosis ditegakkan dari gabungan gejala, ekokardiografi, dan NT-proBNP, bukan dari angka fraksi ejeksi saja.

Apakah jenis ini lebih ringan dibanding fraksi ejeksi menurun?

Tidak selalu. Penyandang jenis ini juga sering dirawat karena perburukan, dan banyak yang memiliki beberapa penyakit penyerta sekaligus. Karena itu, penanganannya tidak hanya untuk jantung, tetapi juga untuk tekanan darah, berat badan, gula darah, ginjal, dan irama jantung. Dengan pengendalian yang baik, banyak orang dapat tetap aktif dan mandiri.

Obat apa yang dipakai untuk jenis ini?

Pembaruan pedoman ESC 2023 dan pedoman AHA/ACC/HFSA 2022 menganjurkan penghambat SGLT2 untuk mengurangi rawat inap akibat gagal jantung. Diuretik dipakai bila ada kelebihan cairan. Selebihnya, obat dipilih untuk penyakit penyerta: tekanan darah, fibrilasi atrium, diabetes, dan obesitas. Penelitian obat lain untuk jenis ini terus berjalan, sehingga dokter akan menyesuaikan pilihan dengan bukti dan keadaan Anda.

Apakah menurunkan berat badan membantu?

Ya, pada penyandang obesitas. Penelitian menunjukkan penurunan berat badan, lewat diet, latihan fisik, maupun obat penurun berat badan tertentu, memperbaiki sesak, kemampuan berjalan, dan kualitas hidup. Penurunan berat badan sebaiknya dilakukan bertahap dan diawasi dokter, terutama bila Anda memakai diuretik atau obat diabetes, karena dosisnya mungkin perlu disesuaikan.

Mengapa dokter memeriksa kemungkinan amiloidosis?

Amiloidosis transtiretin, yaitu penumpukan protein di otot jantung, ditemukan pada sebagian lansia dengan gagal jantung jenis ini, terutama bila dinding jantung menebal tanpa hipertensi berat. Gejalanya mirip, tetapi pengobatannya berbeda dan sudah ada obat khusus untuknya. Karena itu, bila ada petunjuk, dokter dapat menganjurkan skintigrafi tulang, MRI jantung, dan tes darah tertentu.

Apakah saya boleh berolahraga?

Boleh, dan dianjurkan. Latihan fisik teratur, terutama latihan ketahanan seperti jalan kaki atau sepeda statis, memperbaiki kemampuan beraktivitas dan kualitas hidup pada jenis ini. Mulailah dengan intensitas ringan dan tingkatkan perlahan. Program rehabilitasi jantung membantu menentukan takaran latihan yang aman. Hentikan latihan dan hubungi dokter bila muncul nyeri dada, pusing berat, atau sesak yang tidak membaik dengan istirahat.

Sumber dan Tinjauan Medis

Ditinjau secara medis oleh dr. Sri Diniharini, Sp.JP(K).

  1. McDonagh TA, Metra M, Adamo M, Gardner RS, Baumbach A, Böhm M, et al. 2021 ESC Guidelines for the diagnosis and treatment of acute and chronic heart failure. Eur Heart J. 2021;42(36):3599-3726.
  2. McDonagh TA, Metra M, Adamo M, Gardner RS, Baumbach A, Böhm M, et al. 2023 Focused Update of the 2021 ESC Guidelines for the diagnosis and treatment of acute and chronic heart failure. Eur Heart J. 2023;44(37):3627-3639.
  3. Heidenreich PA, Bozkurt B, Aguilar D, Allen LA, Byun JJ, Colvin MM, et al. 2022 AHA/ACC/HFSA Guideline for the Management of Heart Failure: A Report of the American College of Cardiology/American Heart Association Joint Committee on Clinical Practice Guidelines. Circulation. 2022;145(18):e895-e1032.
  4. Pieske B, Tschöpe C, de Boer RA, Fraser AG, Anker SD, Donal E, et al. How to diagnose heart failure with preserved ejection fraction: the HFA-PEFF diagnostic algorithm: a consensus recommendation from the Heart Failure Association (HFA) of the European Society of Cardiology (ESC). Eur Heart J. 2019;40(40):3297-3317.
  5. Anker SD, Butler J, Filippatos G, Ferreira JP, Bocchi E, Böhm M, et al. Empagliflozin in heart failure with a preserved ejection fraction. N Engl J Med. 2021;385(16):1451-1461.
  6. Kittleson MM, Panjrath GS, Amancherla K, Davis LL, Deswal A, Dixon DL, et al. 2023 ACC Expert Consensus Decision Pathway on Management of Heart Failure with Preserved Ejection Fraction: A Report of the American College of Cardiology Solution Set Oversight Committee. J Am Coll Cardiol. 2023;81(18):1835-1878.
  7. Redfield MM, Borlaug BA. Heart failure with preserved ejection fraction: a review. JAMA. 2023;329(10):827-838.

Langkah berikutnya

Bahas Keluhan Anda bersama Dokter.

Mulai konsultasi untuk memahami kondisi dan pilihan penanganan yang sesuai.

Konteks kunjungan: Gagal Jantung Fraksi Ejeksi Terjaga

Informasi di halaman ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan konsultasi, diagnosis, atau pengobatan medis. Untuk keluhan kesehatan Anda, konsultasikan langsung dengan dokter.

Kembali ke Semua Kondisi