Jawaban singkat
Apa Itu Duktus Arteriosus Persisten?
Duktus arteriosus persisten adalah saluran antara aorta dan arteri paru yang tetap terbuka setelah lahir. Saluran kecil sering tanpa keluhan, sedangkan saluran besar membebani jantung dan paru sehingga perlu ditutup.
Sumber informasiTanda yang Memerlukan Pertolongan Segera
- Napas sangat cepat, megap-megap, atau dada tertarik ke dalam
- Bayi menolak menyusu atau sangat lemas
- Kulit pucat keabuan, tangan dan kaki dingin
- Kebiruan, terutama di kaki dan jari kaki
- Sesak berat atau pingsan pada anak maupun dewasa
Bila tanda ini muncul, segera ke IGD terdekat atau hubungi Heart Attack Center 1500 258.
01 / Memahami kondisi
Mengenal Duktus Arteriosus Persisten
Selama di kandungan, janin belum bernapas dengan paru. Darah dari jantung kanan dialirkan melewati paru melalui pembuluh pendek bernama duktus arteriosus, yang menghubungkan arteri paru dengan aorta. Setelah bayi lahir dan mulai bernapas, saluran ini normalnya menyempit dalam satu sampai tiga hari dan menutup menetap dalam beberapa minggu. Bila tetap terbuka, kondisinya disebut duktus arteriosus persisten atau PDA.
Setelah lahir, tekanan di aorta lebih tinggi daripada di arteri paru. Akibatnya, sebagian darah kaya oksigen dari aorta mengalir kembali ke paru melalui saluran ini. Paru menerima darah berlebih, sementara serambi dan bilik kiri harus menampung dan memompa volume tambahan.
Pada Bayi Prematur dan Bayi Cukup Bulan
PDA sering ditemukan pada bayi prematur karena saluran belum matang untuk menutup. Pada bayi yang sangat prematur, PDA dapat memperberat masalah napas dan biasanya ditangani tim perawatan intensif bayi. Banyak di antaranya menutup sendiri dalam minggu-minggu pertama. Pada bayi cukup bulan, PDA yang masih terbuka setelah beberapa bulan jarang menutup sendiri dan biasanya direncanakan untuk ditutup.
Ukuran Saluran Menentukan Dampaknya
Saluran yang sangat kecil sering tidak terdengar dan hanya ditemukan saat ekokardiografi. Saluran kecil sampai sedang menimbulkan bising jantung khas yang terdengar terus-menerus, seperti suara mesin. Saluran besar dapat menimbulkan gagal jantung pada bayi, dan bila dibiarkan bertahun-tahun dapat merusak pembuluh paru. Pada orang dewasa, PDA kadang baru ditemukan karena bising jantung, jantung kiri yang membesar, atau gangguan irama.
Bagaimana PDA Ditangani
Penanganan bergantung pada usia, ukuran saluran, dan dampaknya pada jantung dan paru. Pada bayi prematur, tim dokter dapat memantau lebih dulu atau memberi obat yang membantu saluran menutup. Pada bayi cukup bulan, anak, dan dewasa, saluran yang membebani jantung umumnya ditutup dengan koil atau alat penyumbat lewat kateter, tanpa membuka dada. Operasi pengikatan dipilih bila cara kateter tidak sesuai. Setelah saluran tertutup dan tidak ada masalah lain, kebanyakan anak dapat beraktivitas seperti teman sebayanya.
02 / Memahami kondisi
Gejala yang Perlu Dikenali.
Gejala Umum
- Bising jantung terus-menerus seperti suara mesin saat diperiksa
- Sering tanpa keluhan bila saluran kecil
- Cepat lelah atau sesak saat beraktivitas pada saluran sedang sampai besar
- Denyut nadi teraba kuat dan meloncat
- Berdebar atau denyut tidak teratur pada dewasa
Gejala pada Bayi Baru Lahir
Terutama pada bayi prematur yang dirawat di ruang perawatan intensif bayi.
- Napas cepat atau kebutuhan bantuan napas meningkat
- Denyut nadi kuat dan meloncat di tangan dan kaki
- Tekanan darah bawah (diastolik) rendah
- Bising jantung baru terdengar setelah beberapa hari
- Perut kembung atau sulit menerima susu
Gejala pada Bayi
- Napas cepat, terutama saat menyusu
- Berkeringat dan cepat lelah saat menyusu
- Berat badan sulit naik
- Sering batuk pilek atau radang paru
03 / Memahami kondisi
Apa yang Menyebabkan Kondisi Ini?
- Duktus arteriosus tidak menutup setelah lahir seperti seharusnya
- Kelahiran prematur, karena saluran belum matang untuk menutup
- Kadar oksigen yang rendah setelah lahir, misalnya pada bayi yang lahir di dataran tinggi
- Infeksi rubela pada ibu saat awal kehamilan
- Kelainan genetik atau kromosom tertentu, seperti sindrom Down dan sindrom Char
- Pada bayi cukup bulan, sering terjadi tanpa sebab yang jelas
04 / Memahami kondisi
Siapa yang Lebih Berisiko?
Lainnya
Bayi yang lahir sangat prematur atau dengan berat lahir sangat rendah lebih sering mengalami PDA. Kelahiran di dataran tinggi juga berkaitan dengan PDA. Pada bayi cukup bulan, PDA lebih sering pada perempuan.
Medis
Infeksi rubela pada ibu di awal kehamilan dan gangguan napas berat pada bayi baru lahir berkaitan dengan duktus yang tetap terbuka.
Genetik
Riwayat PDA dalam keluarga dan sindrom genetik seperti sindrom Down meningkatkan kemungkinan PDA.
Kelompok yang Lebih Berisiko
- Bayi Prematur: Makin prematur bayi, makin besar kemungkinan duktus tetap terbuka dan memengaruhi napas.
- Bayi dengan Sindrom Rubela Kongenital: Rubela pada awal kehamilan dapat menyebabkan PDA bersama kelainan mata dan pendengaran.
- Anak dengan Sindrom Down: Kelainan jantung, termasuk PDA, sering menyertai sindrom Down, sehingga ekokardiografi dianjurkan setelah lahir.
- Dewasa dengan PDA yang Belum Ditutup: Berisiko pembesaran jantung kiri, fibrilasi atrium, endarteritis, dan tekanan paru tinggi, sehingga perlu kontrol berkala.
05 / Memahami kondisi
Bagaimana Diagnosis Ditegakkan?
Pada bayi prematur, PDA sering dicurigai karena napas memburuk, nadi teraba kuat, atau bising jantung muncul beberapa hari setelah lahir. Pada bayi dan anak yang lebih besar, PDA biasanya ditemukan karena dokter mendengar bising terus-menerus yang khas saat pemeriksaan rutin.
Ekokardiografi memastikan diagnosis. Pemeriksaan ini menunjukkan ukuran saluran, arah aliran, besar serambi dan bilik kiri, serta perkiraan tekanan paru. Hasilnya membantu dokter menilai apakah PDA bermakna bagi sirkulasi atau tidak. EKG dan rontgen dada melengkapi penilaian. Kateterisasi jantung diperlukan bila tekanan paru diduga tinggi, dan sering sekaligus dipakai untuk menutup saluran. Pada dewasa, CT scan dapat membantu menilai bentuk saluran dan pengapuran.
Pemeriksaan Fisik
Dokter mendengar bising terus-menerus di bawah tulang selangka kiri dan meraba nadi yang kuat dan meloncat.
Ekokardiografi
Memastikan saluran terbuka, mengukur diameternya, arah aliran, besar jantung kiri, dan perkiraan tekanan paru.
Elektrokardiogram / EKG
Menilai irama dan tanda beban jantung kiri.
Rontgen Dada
Melihat pembesaran jantung dan aliran darah paru yang berlebih.
Kateterisasi Jantung
Mengukur tekanan paru bila diduga tinggi dan menjadi jalan untuk menutup saluran dengan alat.
CT-Scan Jantung
Pada dewasa, membantu menilai bentuk saluran dan pengapuran sebelum tindakan.
06 / Memahami kondisi
Pilihan Penanganan.
Penanganan ditentukan dokter setelah evaluasi. Kategori berikut membantu Anda memahami pembicaraan dengan dokter.
Pemantauan Berkala
PDA yang sangat kecil tanpa bising dan tanpa pembesaran jantung kiri umumnya cukup dipantau.
Obat Penutup Duktus pada Bayi Prematur
Pada bayi prematur tertentu, dokter dapat memberi obat golongan antiinflamasi nonsteroid atau parasetamol untuk membantu saluran menutup. Keputusan dan takarannya ditentukan tim perawatan intensif bayi.
Penutupan lewat Kateter
Saluran ditutup dengan koil atau alat penyumbat lewat kateter dari pembuluh di lipat paha. Cara ini menjadi pilihan utama pada anak dan dewasa, dan juga dikerjakan pada sebagian bayi prematur.
Operasi Pengikatan Duktus
Saluran diikat atau dijepit lewat sayatan kecil di sisi dada, terutama pada bayi sangat kecil atau bila bentuk saluran tidak sesuai untuk kateter.
Penanganan Gejala
Obat golongan diuretik dan pengaturan cairan dapat meringankan sesak sambil menunggu penutupan. Jenis dan takarannya ditentukan dokter.
07 / Memahami kondisi
Komplikasi yang Perlu Dipantau.
Gagal Jantung
Saluran besar membuat jantung kiri kelebihan volume darah sehingga bayi sesak, berkeringat, dan sulit naik berat badan.
Masalah Paru pada Bayi Prematur
Aliran berlebih ke paru dapat memperpanjang kebutuhan alat bantu napas pada bayi yang sangat prematur.
Hipertensi Pulmonal
Bila saluran besar dibiarkan, pembuluh paru dapat rusak dan tekanan paru naik menetap. Pada tahap lanjut aliran berbalik dan kaki tampak kebiruan. Dibahas di halaman Hipertensi Pulmonal.
Endarteritis Infeksius
Infeksi pada dinding saluran, mirip endokarditis. Risikonya rendah, tetapi perlu dikenali bila penyandang PDA mengalami demam berkepanjangan.
Fibrilasi Atrium pada Dewasa
Serambi kiri yang melebar bertahun-tahun dapat memicu irama tidak teratur pada orang dewasa.
08 / Memahami kondisi
Apa yang Bisa Dilakukan?
- Periksakan kehamilan secara teratur untuk mengurangi risiko kelahiran prematur
- Pastikan Anda sudah kebal rubela sebelum hamil
- Hindari rokok dan alkohol selama hamil
- Ikuti jadwal ekokardiografi kontrol bila bayi Anda lahir prematur dengan PDA
- Jaga kebersihan gigi dan mulut pada penyandang PDA yang belum ditutup
09 / Memahami kondisi
Kapan Harus ke Dokter?
Bila bayi Anda lahir prematur, dokter akan memantau PDA selama perawatan. Setelah pulang, atau pada bayi cukup bulan, periksakan ke dokter bila muncul tanda berikut. Segera ke IGD bila bayi sangat sesak, kebiruan, atau menolak menyusu.
- Bayi bernapas cepat atau berkeringat saat menyusu
- Berat badan bayi sulit naik
- Dokter mendengar bising jantung saat pemeriksaan rutin
- Anak sering radang paru atau cepat lelah
- Penyandang PDA mengalami demam berkepanjangan tanpa sebab jelas
- Orang dewasa dengan PDA merasa berdebar, sesak, atau cepat lelah
Jangan Menunggu bila Kondisinya Darurat.
Bila keluhan terasa berat atau muncul mendadak, segera ke IGD terdekat atau hubungi Heart Attack Center 1500 258, bukan menunggu janji temu.
10 / Pertanyaan umum
Hal yang Mungkin Anda Tanyakan.
Pertanyaan yang sering diajukan orang tua tentang duktus arteriosus persisten.
Apakah PDA bisa menutup sendiri?
Pada bayi prematur, banyak PDA menutup sendiri dalam minggu-minggu pertama, sehingga dokter sering memantau lebih dulu. Pada bayi cukup bulan, saluran yang masih terbuka setelah usia sekitar tiga bulan jarang menutup sendiri. Karena itu, pada anak, PDA yang menimbulkan bising atau membebani jantung biasanya direncanakan untuk ditutup lewat kateter atau operasi.
Apakah penutupan PDA lewat kateter aman untuk anak?
Penutupan lewat kateter telah dilakukan secara luas pada anak dan dewasa, dengan hasil yang baik pada sebagian besar pasien dan pemulihan singkat. Alat dimasukkan dari pembuluh darah di lipat paha, sehingga tidak ada sayatan di dada. Seperti tindakan lain, tetap ada risiko, misalnya pergeseran alat atau gangguan pada pembuluh di lipat paha, walau jarang. Dokter akan menjelaskan manfaat dan risikonya sesuai ukuran anak dan bentuk saluran.
Apakah bayi prematur dengan PDA selalu perlu obat atau tindakan?
Tidak selalu. Penelitian beberapa tahun terakhir menunjukkan bahwa banyak PDA pada bayi prematur menutup sendiri, dan pengobatan dini tidak selalu memberi manfaat. Tim perawatan intensif bayi biasanya menilai ukuran saluran dan dampaknya pada napas, tekanan darah, dan pencernaan. Obat atau tindakan diberikan bila PDA dinilai bermakna bagi sirkulasi bayi.
Saya dewasa dan baru tahu memiliki PDA. Apakah harus ditutup?
Bergantung pada ukurannya. PDA sangat kecil tanpa bising dan tanpa pembesaran jantung kiri umumnya cukup dipantau. Bila jantung kiri membesar karena aliran pintas dan tekanan paru belum terlalu tinggi, pedoman ESC 2020 menganjurkan penutupan, umumnya lewat kateter. Bila tekanan paru sudah tinggi, perlu pemeriksaan lengkap lebih dulu untuk memastikan penutupan masih aman.
Apakah anak boleh beraktivitas normal setelah PDA ditutup?
Umumnya boleh. Setelah penutupan lewat kateter, anak biasanya dapat kembali beraktivitas ringan dalam beberapa hari dan beraktivitas penuh setelah diizinkan dokter. Ekokardiografi kontrol dilakukan untuk memastikan saluran tertutup rapat dan ukuran jantung kembali normal. Bila tidak ada sisa aliran atau masalah lain, sebagian besar anak tidak memerlukan pembatasan aktivitas jangka panjang.
Sumber dan Tinjauan Medis
Ditinjau secara medis oleh dr. Radityo Prakoso, Sp.JP(K).
- Baumgartner H, De Backer J, Babu-Narayan SV, et al. 2020 ESC Guidelines for the management of adult congenital heart disease. Eur Heart J. 2021;42(6):563-645.
- Stout KK, Daniels CJ, Aboulhosn JA, et al. 2018 AHA/ACC Guideline for the Management of Adults With Congenital Heart Disease: A Report of the American College of Cardiology/American Heart Association Task Force on Clinical Practice Guidelines. Circulation. 2019;139(14):e698-e800.
- Schneider DJ, Moore JW. Patent ductus arteriosus. Circulation. 2006;114(17):1873-82.
- Backes CH, Hill KD, Shelton EL, et al. Patent ductus arteriosus: a contemporary perspective for the pediatric and adult cardiac care provider. J Am Heart Assoc. 2022;11(17):e025784.
- Hamrick SEG, Sallmon H, Rose AT, et al. Patent ductus arteriosus of the preterm infant. Pediatrics. 2020;146(5):e20201209.
- Mitra S, Florez ID, Tamayo ME, et al. Association of placebo, indomethacin, ibuprofen, and acetaminophen with closure of hemodynamically significant patent ductus arteriosus in preterm infants: a systematic review and meta-analysis. JAMA. 2018;319(12):1221-38.




