Jawaban singkat
Apa Itu Sindrom QT Panjang?
Sindrom QT panjang adalah gangguan listrik jantung, bawaan atau akibat obat tertentu, yang membuat pemulihan listrik setelah setiap denyut berlangsung lebih lama. Keadaan ini dapat memicu irama cepat berbahaya yang menyebabkan pingsan, tetapi umumnya dapat dikelola.
Sumber informasiTanda yang Memerlukan Pertolongan Segera
- Pingsan saat olahraga, berenang, atau terkejut
- Kejang mendadak pada orang tanpa riwayat epilepsi
- Tidak sadar dan tidak bernapas normal
- Berdebar kencang disertai pusing berat atau hampir pingsan
- Pingsan setelah mulai minum obat baru
Bila tanda ini muncul, segera ke IGD terdekat atau hubungi Heart Attack Center 1500 258.
01 / Memahami kondisi
Mengenal Sindrom QT Panjang
Setiap kali jantung berdenyut, sel otot jantung melepas muatan listrik lalu memulihkannya kembali sebelum denyut berikutnya. Pada rekaman EKG, lama proses ini terlihat sebagai interval QT. Pada sindrom QT panjang, pemulihan listrik itu berlangsung lebih lama dari normal. Akibatnya, jantung lebih mudah mengalami irama cepat dan tidak teratur dari bilik jantung yang disebut torsades de pointes. Bila berlangsung singkat, irama ini menyebabkan pingsan mendadak. Bila tidak berhenti sendiri, irama ini dapat berlanjut menjadi fibrilasi ventrikel dan henti jantung.
Bawaan dan Didapat
Sindrom QT panjang bawaan disebabkan perubahan gen yang mengatur saluran ion, yaitu pintu kecil di dinding sel jantung yang mengalirkan kalium dan natrium. Diperkirakan sekitar 1 dari 2.000 orang membawa kelainan ini, dan banyak yang tidak menyadarinya. Tiga jenis yang banyak ditemukan adalah tipe 1, 2, dan 3, dengan pemicu yang berbeda: tipe 1 sering kambuh saat olahraga, terutama berenang; tipe 2 saat terkejut oleh suara keras seperti alarm atau dering telepon, serta pada bulan-bulan setelah melahirkan; tipe 3 saat tidur atau istirahat.
Sindrom QT panjang didapat muncul akibat obat tertentu, kadar kalium atau magnesium darah yang rendah, denyut jantung yang sangat lambat, atau penyakit lain. Obat yang dapat memperpanjang QT antara lain sebagian antibiotik, obat antijamur, obat antimual, obat gangguan jiwa, dan obat irama jantung. Sebagian orang yang tampak mengalami bentuk didapat sebenarnya membawa kecenderungan bawaan yang ringan.
Mengapa Perlu Dikenali
Banyak penyandang sindrom QT panjang tidak pernah bergejala, dan keadaan ini baru diketahui dari EKG rutin atau pemeriksaan keluarga. Gejala pertama dapat berupa pingsan yang dikira kejang atau pingsan biasa. Karena itu, pingsan saat olahraga atau saat terkejut, serta riwayat keluarga meninggal mendadak di usia muda, perlu diperiksakan. Sindrom ini termasuk gangguan irama yang dibahas di halaman Gangguan Irama Jantung / Aritmia.
Sebagian besar penyandang dapat hidup aktif. Obat golongan penyekat beta, menghindari obat pemicu, menjaga kadar kalium, dan kontrol teratur menurunkan risiko kejadian berbahaya. Alat ICD atau tindakan lain hanya dipertimbangkan untuk sebagian kecil orang dengan risiko tinggi.
02 / Memahami kondisi
Gejala yang Perlu Dikenali.
Gejala Umum
- Sering tanpa keluhan, diketahui dari EKG rutin atau pemeriksaan keluarga
- Pingsan mendadak saat olahraga, terutama berenang
- Pingsan saat terkejut, misalnya oleh alarm atau dering telepon
- Pingsan atau napas tersengal saat tidur
- Jantung berdebar kencang sesaat sebelum pingsan
- Pingsan disertai sentakan otot yang mirip kejang
Gejala pada Anak-Anak
Pada anak, pingsan akibat sindrom QT panjang sering dikira kejang demam, epilepsi, atau pingsan biasa.
- Pingsan saat berenang, berlari, atau bermain
- Hampir tenggelam di kolam tanpa sebab yang jelas
- Kejang yang tidak membaik dengan obat epilepsi
- Pingsan saat menangis, marah, atau terkejut
03 / Memahami kondisi
Apa yang Menyebabkan Kondisi Ini?
- Perubahan gen bawaan yang mengatur saluran kalium atau natrium di sel otot jantung (tipe 1, 2, dan 3)
- Obat tertentu, seperti sebagian antibiotik, antijamur, obat antimual, obat gangguan jiwa, dan obat irama jantung
- Kadar kalium, magnesium, atau kalsium darah yang rendah, misalnya akibat muntah, diare, atau obat diuretik
- Denyut jantung yang sangat lambat atau blok jantung
- Penyakit lain, seperti hipotiroidisme, gangguan makan dengan berat badan sangat rendah, dan penyakit otot jantung
- Bentuk bawaan langka yang disertai tuli sejak lahir (sindrom Jervell dan Lange-Nielsen)
04 / Memahami kondisi
Siapa yang Lebih Berisiko?
Genetik
Memiliki orang tua, saudara kandung, atau anak dengan sindrom QT panjang. Pada bentuk bawaan yang umum, peluang anak mewarisi gen dari orang tua pembawa sekitar 50 persen.
Medis
Minum lebih dari satu obat yang memperpanjang QT, kadar kalium atau magnesium rendah, denyut jantung lambat, gagal jantung, serta penyakit ginjal atau hati yang memperlambat pembuangan obat.
Usia
Pada laki-laki, kejadian berbahaya lebih banyak terjadi di masa kanak-kanak; pada perempuan, risiko tetap ada saat dewasa dan meningkat pada bulan-bulan setelah melahirkan.
Lainnya
Muntah atau diare berat, asupan makan dan minum yang sangat kurang, serta minum obat atau suplemen tanpa memeriksa keamanannya dengan dokter atau apoteker.
Kelompok yang Lebih Berisiko
- Keluarga Penyandang Sindrom QT Panjang: Orang tua, saudara kandung, dan anak penyandang dapat membawa gen yang sama walaupun tidak bergejala, sehingga perlu menjalani EKG.
- Anak dan Remaja dengan Pingsan saat Olahraga: Pingsan saat berenang, berlari, atau terkejut pada usia muda perlu diperiksa dengan EKG untuk mencari gangguan irama bawaan.
- Perempuan setelah Melahirkan: Pada penyandang tipe 2, risiko kejadian berbahaya meningkat pada bulan-bulan setelah melahirkan, sehingga obat perlu dilanjutkan sesuai anjuran dokter.
- Pengguna Obat yang Memperpanjang QT: Terutama lansia, penyandang penyakit jantung atau ginjal, dan orang yang minum beberapa obat sekaligus, karena QT dapat memanjang lebih banyak.
05 / Memahami kondisi
Bagaimana Diagnosis Ditegakkan?
Diagnosis dimulai dari EKG 12 sadapan. Dokter mengukur interval QT lalu menyesuaikannya dengan denyut jantung, yang disebut QTc. Karena QT dapat berubah-ubah, EKG sering diulang dan dibandingkan dengan rekaman sebelumnya. Dokter juga menanyakan riwayat pingsan, kejang, obat yang diminum, gangguan pendengaran sejak lahir, dan anggota keluarga yang meninggal mendadak di usia muda, lalu memeriksa kadar kalium, magnesium, dan kalsium darah serta fungsi tiroid untuk mencari penyebab didapat.
Bila hasilnya meragukan, rekaman Holter atau tes treadmill dapat menunjukkan bagaimana QT berubah saat denyut jantung naik dan saat pemulihan. Ekokardiografi dilakukan untuk memastikan struktur jantung normal. Tes genetik membantu memastikan tipe sindrom, yang memengaruhi pilihan penanganan, dan memungkinkan pemeriksaan terarah pada anggota keluarga. Dokter menggabungkan semua hasil ini, karena satu EKG saja tidak selalu cukup untuk menegakkan atau menyingkirkan diagnosis.
Elektrokardiogram / EKG
EKG 12 sadapan untuk mengukur interval QT yang disesuaikan dengan denyut jantung (QTc) dan melihat bentuk gelombang T, yang dapat memberi petunjuk tipe sindrom.
Pemantauan Holter
Rekaman irama 24 sampai 48 jam untuk melihat perubahan QT sepanjang hari dan malam serta menangkap irama tidak normal.
Tes Treadmill
Uji latih untuk melihat apakah QT gagal memendek saat denyut jantung naik atau memanjang saat pemulihan, yang khas pada tipe tertentu.
Pemeriksaan Elektrolit Darah
Pemeriksaan kalium, magnesium, dan kalsium darah untuk mencari penyebab didapat yang dapat diperbaiki.
Tes genetik dari sampel darah untuk mencari perubahan gen penyebab, memastikan tipe, dan memeriksa anggota keluarga secara terarah, disertai konseling genetik.
Ekokardiografi
USG jantung untuk memastikan tidak ada penyakit jantung struktural yang menjelaskan keluhan.
06 / Memahami kondisi
Pilihan Penanganan.
Penanganan ditentukan dokter setelah evaluasi. Kategori berikut membantu Anda memahami pembicaraan dengan dokter.
Obat Penyekat Beta
Obat golongan penyekat beta adalah penanganan utama bagi kebanyakan penyandang, termasuk yang belum bergejala, karena menurunkan risiko irama berbahaya. Jenis dan dosis ditentukan dokter, dan obat tidak boleh dihentikan sendiri.
Menghindari Obat Pemicu
Hindari obat yang memperpanjang QT kecuali disetujui dokter. Sampaikan diagnosis ini kepada dokter, dokter gigi, dan apoteker setiap kali akan mendapat obat baru.
Menjaga Kadar Elektrolit
Muntah, diare, atau demam perlu segera ditangani karena dapat menurunkan kalium dan magnesium. Dokter dapat memeriksa dan memperbaiki kadarnya.
Obat Tambahan Sesuai Tipe
Pada tipe 3, dokter dapat menambahkan obat golongan penghambat kanal natrium tertentu untuk memperpendek QT, sesuai hasil pemeriksaan.
ICD untuk Risiko Tinggi
Alat ICD dipertimbangkan bagi orang yang pernah henti jantung, atau tetap pingsan atau mengalami irama berbahaya meski sudah minum obat. Alat ini menghentikan irama berbahaya dengan kejut listrik.
Denervasi Simpatis Jantung Kiri
Operasi untuk memutus sebagian saraf simpatis di sisi kiri dada bagian atas, dipertimbangkan bila obat tidak cukup, tidak dapat diminum, atau ICD tidak dapat dipasang.
07 / Memahami kondisi
Komplikasi yang Perlu Dipantau.
Pingsan Berulang
Pingsan akibat torsades de pointes dapat terjadi berulang dan menyebabkan cedera, terutama bila terjadi saat berenang atau mengemudi.
Henti Jantung Mendadak
Bila irama cepat tidak berhenti sendiri, dapat berlanjut menjadi fibrilasi ventrikel yang memerlukan pijat jantung dan kejut listrik segera. Dibahas di halaman Kematian Jantung Mendadak.
Salah Diagnosis sebagai Epilepsi
Pingsan dengan sentakan otot dapat dikira epilepsi sehingga penyebab jantungnya tidak ditangani. EKG dianjurkan bila kejang tidak khas.
08 / Memahami kondisi
Apa yang Bisa Dilakukan?
- Bila ada anggota keluarga dengan sindrom QT panjang, orang tua, saudara kandung, dan anak dianjurkan menjalani EKG.
- Tanyakan kepada dokter atau apoteker sebelum minum obat baru, termasuk obat bebas dan suplemen.
- Segera atasi muntah, diare, atau demam tinggi agar kadar kalium dan magnesium tetap terjaga.
- Simpan catatan diagnosis dan daftar obat untuk ditunjukkan setiap kali berobat atau dalam keadaan darurat.
- Bicarakan dengan dokter jenis olahraga yang aman, dan jangan berenang sendirian.
- Pada tipe 2, kurangi kejutan suara keras, misalnya alarm atau telepon di dekat tempat tidur.
- Minum obat sesuai jadwal dan jangan menghentikannya sendiri.
- Ajak keluarga terdekat belajar pijat jantung dan penggunaan AED.
09 / Memahami kondisi
Kapan Harus ke Dokter?
Periksakan diri ke dokter jantung bila Anda atau anak Anda mengalami keadaan berikut. Bila seseorang pingsan dan tidak segera sadar, atau tidak bernapas normal, hubungi ambulans (119) dan mulai pijat jantung.
- Pingsan saat olahraga, berenang, terkejut, atau saat tidur
- Kejang yang tidak khas atau tidak membaik dengan obat epilepsi
- Hasil EKG rutin menunjukkan QT panjang
- Anggota keluarga didiagnosis sindrom QT panjang atau meninggal mendadak di usia muda
- Akan mulai minum obat yang dapat memperpanjang QT, sementara Anda diketahui memiliki QT panjang
- Berdebar disertai pusing berat atau hampir pingsan
Jangan Menunggu bila Kondisinya Darurat.
Bila keluhan terasa berat atau muncul mendadak, segera ke IGD terdekat atau hubungi Heart Attack Center 1500 258, bukan menunggu janji temu.
10 / Pertanyaan umum
Hal yang Mungkin Anda Tanyakan.
Pertanyaan yang sering diajukan tentang sindrom QT panjang.
Apakah sindrom QT panjang bisa sembuh?
Sindrom QT panjang bawaan tidak hilang karena berasal dari gen, tetapi dapat dikendalikan. Dengan obat penyekat beta, menghindari obat pemicu, menjaga kadar elektrolit, dan kontrol teratur, sebagian besar penyandang dapat sekolah, bekerja, dan beraktivitas dengan aman. Sindrom QT panjang didapat sering membaik setelah obat pemicunya dihentikan oleh dokter atau kadar kalium dan magnesium diperbaiki.
Apakah saya boleh berolahraga?
Banyak penyandang tetap dapat berolahraga setelah dinilai dokter jantung. Keputusannya bergantung pada tipe sindrom, riwayat pingsan, panjang QT, dan respons terhadap obat. Pedoman saat ini tidak lagi melarang semua olahraga, tetapi menganjurkan keputusan bersama antara Anda dan dokter. Pada tipe 1, berenang perlu diawasi. Hindari berolahraga sendirian, dan pastikan orang di sekitar tahu cara memberi pertolongan.
Obat apa saja yang perlu dihindari?
Banyak obat dapat memperpanjang QT, termasuk sebagian antibiotik, obat antijamur, obat antimual, obat gangguan jiwa, dan obat irama jantung. Obat flu yang mengandung perangsang juga sebaiknya dihindari. Karena daftarnya panjang dan terus diperbarui, jangan memilih obat sendiri. Sampaikan diagnosis Anda setiap kali berobat, dan minta dokter atau apoteker memeriksa keamanan obat baru, termasuk obat bebas dan suplemen.
Apakah keluarga saya perlu diperiksa?
Ya. Pada sindrom QT panjang bawaan, orang tua, saudara kandung, dan anak penyandang dianjurkan menjalani EKG, karena sebagian pembawa gen tidak bergejala. Bila perubahan gennya sudah diketahui, anggota keluarga dapat menjalani tes genetik yang terarah. Pemeriksaan ini membantu menemukan pembawa lebih awal, sehingga pencegahan dapat dimulai sebelum muncul kejadian berbahaya.
Apakah penyandang sindrom QT panjang boleh hamil?
Boleh, dengan perencanaan bersama dokter kandungan dan dokter jantung. Selama hamil risikonya relatif rendah, tetapi meningkat pada bulan-bulan setelah melahirkan, terutama pada tipe 2. Obat penyekat beta umumnya tetap dilanjutkan selama hamil dan menyusui sesuai keputusan dokter. Keluarga dapat membantu agar Anda tidak sering terbangun mendadak oleh suara keras di malam hari.
Apakah QT panjang pada EKG selalu berarti sindrom QT panjang?
Tidak selalu. QT dapat memanjang sementara akibat obat, kadar kalium atau magnesium rendah, atau denyut jantung yang lambat, lalu kembali normal setelah penyebabnya diatasi. Hasil pengukuran juga dapat dipengaruhi cara menghitungnya. Karena itu, dokter biasanya mengulang EKG, memeriksa darah, meninjau obat, dan bila perlu melakukan pemeriksaan lain sebelum menetapkan diagnosis sindrom QT panjang bawaan.
Sumber dan Tinjauan Medis
Ditinjau secara medis oleh Dr. dr. Dicky A. Hanafy, Sp.JP(K).
- Zeppenfeld K, Tfelt-Hansen J, de Riva M, Winkel BG, Behr ER, Blom NA, et al. 2022 ESC Guidelines for the management of patients with ventricular arrhythmias and the prevention of sudden cardiac death. Eur Heart J. 2022;43(40):3997-4126.
- Priori SG, Wilde AA, Horie M, Cho Y, Behr ER, Berul C, et al. HRS/EHRA/APHRS expert consensus statement on the diagnosis and management of patients with inherited primary arrhythmia syndromes: document endorsed by HRS, EHRA, and APHRS in May 2013 and by ACCF, AHA, PACES, and AEPC in June 2013. Heart Rhythm. 2013;10(12):1932-1963.
- Schwartz PJ, Ackerman MJ, Antzelevitch C, Bezzina CR, Borggrefe M, Cuneo BF, et al. Inherited cardiac arrhythmias. Nat Rev Dis Primers. 2020;6(1):58.
- Wilde AAM, Semsarian C, Marquez MF, Sepehri Shamloo A, Ackerman MJ, Ashley EA, et al. European Heart Rhythm Association (EHRA)/Heart Rhythm Society (HRS)/Asia Pacific Heart Rhythm Society (APHRS)/Latin American Heart Rhythm Society (LAHRS) Expert Consensus Statement on the state of genetic testing for cardiac diseases. Europace. 2022;24(8):1307-1367.
- Schwartz PJ, Stramba-Badiale M, Crotti L, Pedrazzini M, Besana A, Bosi G, et al. Prevalence of the congenital long-QT syndrome. Circulation. 2009;120(18):1761-1767.
- Drew BJ, Ackerman MJ, Funk M, Gibler WB, Kligfield P, Menon V, et al. Prevention of torsade de pointes in hospital settings: a scientific statement from the American Heart Association and the American College of Cardiology Foundation. Circulation. 2010;121(8):1047-1060.




